• Save
 

Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Gangguan Ginjal

on

  • 934 views

Kejang pada pasien dengan gangguan ginjal. Apa penyebabnya? Perlukah pemberian OAE? Pilih OAE yang mana? Bagaimana cara memberikannya?

Kejang pada pasien dengan gangguan ginjal. Apa penyebabnya? Perlukah pemberian OAE? Pilih OAE yang mana? Bagaimana cara memberikannya?

Statistics

Views

Total Views
934
Views on SlideShare
397
Embed Views
537

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

7 Embeds 537

http://neurobsession.wordpress.com 523
https://www.google.com 5
http://www.google.com 3
https://www.google.co.id 3
http://wordpress.com 1
http://www.google.co.jp 1
http://www.google.co.id 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Seizures in patients with uremia may be due to:3hypertensionelectrolyte imbalancealuminum toxicitydrug toxicityinfectionelevation of intracellular sodiumaccumulation of toxic metabolitesinhibition of GABA responsesWhen seizures occur in the context of renal insufficiency, it is necessary to rule out a number of complications other than uremia:3electrolyte imbalance (water intoxication, hypocalcemia, hyponatremia, hypomagnesemia)aluminum encephalopathydrug intoxicationhypertensive encephalopathyintracranial hemorrhagesubdural hematomaWernicke’s encephalopathy (with dialysis, due to removal of water-soluble thiamine)
  • KejangmunculakhirpadaensefalopatiCenderung berkaitan dengan ensefalopati beratpada uremia akut, umumnya antara 7-10 hari setelah awitan gagal ginjal dan selama stadium anuria/oliguria. Kejangdialamiolehhampir 2/3 pasiendengandialysis encephalopathy, munculselamaatausegerasetelah dialysis. Kejangjugadapatmunculpadadialysis disequilibrium syndrome yang terjadipadaakhir HD ataubeberapa jam setelah HD (Aminoff & Parent, 2008).
  • Selainmelibatkankoreksifungsiginjaldangangguanmetabolik, kejangpadagangguanginjalseringmembutuhkan OAE dalampenatalaksanaannya (Aminoff & Parent, 20008). Status epileptikus pun ditanganisebagaimanatatalaksana status epileptikusolehpenyebab lain (Murphy & Delanty, 2009).
  • The loading dose of a drug is determined using the volume of distribution. Loading dose relates to the amount of a drug available in the body versus its plasma concentration, and these are used to decrease the time to steady state.
  • Browne TR. Renal disorders. In: Ettinger AB and Devinsky O, eds. Managing epilepsy and co-existing disorders. Boston: Butterworth-Heinemann; 2002;49-62.Ruiz-Gimenez J, Sanchez-Alvarez JC, Canadillas-Hidalgo F, Serrano-Castro PJ. Antiepileptic treatment in patients with epilepsy and other comorbidities.Seizure, 19 (2010) 375–382.
  • ESM= ethosuximide
  • Brodie, M, Kwan P. (2012) Newer drugs for focal epilepsy in adults.British Medical Journal, 344 . e345. ISSN 0959-8138 Murphy SM, Delanty N. Treatment of the epilepsy patient with concomitant medical conditions . Therapeutic Strategies in Epilepsy. 2009. p231-233Frassetto L, Kohlstadt I. Treatment and Prevention of Kidney Stones: An Update.Am Fam Physician 2011 Dec 1;84(11):1234-1242

Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Gangguan Ginjal Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Gangguan Ginjal Presentation Transcript

  • Penggunaan Obat Antiepilepsi pada Pasien dengan Gangguan Ginjal Ersifa Fatimah, dr. Departemen Neurologi RS Dr Soetomo Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya, 2014
  • Poin Pembahasan • Problem penggunaan OAE pada gangguan ginjal • Patofisiologi & kondisi yang berkaitan dengan kejang pada gangguan ginjal • Prinsip pemberian OAE pada gangguan ginjal • Pilihan OAE pada gangguan ginjal 2
  • Epilepsi • Prevalensi 1% • Risiko komorbid RR 2.1 Gagal ginjal • Prevalensi 2.8% • Mortalitas HR 1.6 (Baumgaertel et al, 2014; Diaz et al, 2012; Misra & Kalita, 2011; St. Germaine-Smith et al, 2011) Gagal ginjal Kejang • Prevalensi 10% • GGA: 30-35% • GGK: 10% 3
  • Problem • Gangguan ginjal, komplikasi penyakit, terapinya berpengaruh terhadap timbulnya kejang & sifat farmakologis OAE • Interaksi obat • Berbagai jenis OAE + OAE baru • Goal: Mengontrol bangkitan & meningkatkan kualitas hidup 4
  • Klasifikasi Gangguan Ginjal Disfungsi sistem saraf pusat dapat timbul ketika GFR turun di bawah 10% normal (Weisberg et al, 2003) Gopaluni S, Lines S, Lewington AJP. Acute kidney injury in the critically ill patient. Current Anaesthesia & Critical Care, 21 (2010) 60–64 | Croft R, Moore J. Renal failure and its treatment. Anaesthesia and Intensive Care Medicine, (2012) 13:7. 5
  • Leung H et al. Prognosticating acute symptomatic seizures using two different seizure outcomes. Epilepsia, 51 (8): 1570–1579, 2010 Beghi et al, Recommendation for a definition of acute symptomatic seizure. Epilepsia,51(4):671– 675,2010 6
  • Gangguan Fungsi Ginjal Akut | Kronik Ensefalopati Uremik Komplikasi Penyakit Komplikasi Dialisis Komplikasi Transplantasi Kejang Michelagnoli et al, 2013; Rizzo et al, 2012; Aminoff & Parent, 2008; Weisberg et al, 2003 7
  • Ensefalopati • Uremik • Hipertensif Komplikasi Gagal Ginjal • Gangguan elektrolit • Gangguan cerebrovaskuler: atherosklerosis / perdarahan • Infeksi & antibiotik yang menurunkan ambang kejang Komplikasi Dialisis Komplikasi Transplantasi • Dialysis disequilibrium syndrome • Dialysis encephalopathy/ dialysis dementia • Imunosupresan  infeksi, lymfoma, leukoencephalopathy Michelagnoli et al, 2013; Rizzo et al, 2012; Aminoff & Parent, 2008; Weisberg et al, 2003 8
  • Profil Klinis Kejang pada Gangguan Ginjal • Umumnya bangkitan general tonik-klonik • Lebih jarang: mioklonik, parsial sederhana, parsial kompleks • Metabolik merupakan penyebab 5-35% status epileptikus • Seringkali multipel • EEG: non spesifik Aminoff & Parent, 2008; Michelagnoli et al, 2013 9
  • • Kejang rekuren atau kejang parsial  investigasi (untuk mengetahui adanya lesi struktural) • Pertimbangkan kondisi patologis lain yang merupakan komplikasi gangguan ginjal sebagai penyebab kejang Aminoff & Parent, 2008; Michelagnoli et al, 2013 10
  • Farmakologi OAE pada Gangguan Fungsi Ginjal Fungsi Ginjal  OAE What body does to the drugs Farmakokinetik Dosage Regimen A D Plasma Concentration M E What drug does to the body Farmakodinamik Site of Action Effect 11
  • Absorpsi Distribusi Metabolisme Ekskresi • GI neuropati nasea, vomit  absorpsi ↓ • Volume overload  Edema saluran cerna • Perubahan pH lambung, antasid  ionisasi obat ↓ • Ikatan protein ↓ • Hipoalbuminemia & displacement obat dari binding site oleh toksin • Konsentrasi obat bebas ↑ • Aktivitas ekspresi cytochrome P450 ↓  metabolisme di liver↓  non-renal clearance ↓ 20-80% (perlu studi lanjutan)  Waktu paruh & toksisitas ↑ • ↓ (terutama pada “exclusively renal clearance AEDs”)  Half-life ↑  akumulasi • Adjustment diindikasikan bila terdapat ≥30% obat/metabolit aktif di urine • Loading dose tdk dipengaruhi renal clearance  umumnya tdk perlu adjust • HD  eliminasi OAE yang hydrosoluble, ikatan protein rendah, molekul kecil, Vd kecil Diaz A, Deliz B, Benbadis SR. The Use of Newer Antiepileptic Drugs in Patients With Renal Failure. Expert Rev Neuro ther. 2012; 12 (1) : 99-105. 12
  • Pilih OAE yang dimetabolisme/ekskresi melalui liver • “Exclusively renal clearance AEDs” bukan kontraindikasi mutlak  perlu penyesuaian dosis & monitor risiko toksisitas Monitor konsentrasi obat tak terikat • Karena konsentrasi total plasma dapat misleading Dosis tambahan post HD pada beberapa OAE OAE enzyme inducer & imunosupresan • Konsentrasi imunosupresan menurun  graft rejection pada pasien transplantasi ginjal • Dipilih obat yang memiliki sedikit interaksi Browne, 2002; Ruiz-Gimenez et al, 2010; Brodie & Kwan, 2012; Frassetto et al, 2011 13
  • Ruiz-Gimenez J, Sanchez-Alvarez JC, Canadillas-Hidalgo F, Serrano-Castro PJ. Antiepileptic treatment in patients with epilepsy and other comorbidities. Seizure, 19 (2010) 375–382. 14
  • Ruiz-Gimenez J, Sanchez-Alvarez JC, Canadillas-Hidalgo F, Serrano-Castro PJ. Antiepileptic treatment in patients with epilepsy and other comorbidities. Seizure, 19 (2010) 375–382. 15
  • Phenytoin • 90% terikat protein  kondisi gagal ginjal ikatannya dapat berkurang 20%  therapeutic range menurun dari 10-20 µg/mL menjadi 5-10 µg/mL. • Pamantauan kadar phenytoin sebaiknya menggunakan kadar phenytoin bebas dengan therapeutic range 1-2 µg/mL • Ekskresi renal hanya < 15%, dipertimbangkan adjust dose bila CrCl <25-10 ml/min • Dosis total harian tidak perlu dikurangi karena phenytoin tidak terakumulasi dalam tubuh, kecuali penderita juga mengalami gangguan liver. • Waktu paruh phenytoin berkurang pada kondisi uremia, pembagian dosis harian lebih dianjurkan daripada pemberian seluruh dosis dalam satu waktu 16
  • VPA • Untuk mioklonik CBZ  Efek antidiuretik • Retensi cairan ↑ TPM, ZNS  Nefrolithiasis • Carbonic anhidrase inhibitor (pH urine ↑, hypercalciuria, citrate urine ↓)  1% risiko batu ginjal simtomatik (ca phosphat)  perlu hindari dehidrasi OAE generasi baru • Kurang efek samping & interaksi • Perlu penyesuaian dosis & dosis ekstra post HD Brodie & Kwan, 2012; Frassetto et al, 2011 17
  • Kesimpulan Terapi optimal kejang pada gangguan ginjal membutuhkan diagnosis komorbid yang adekuat, pengetahuan yang baik tentang sifat farmakologis OAE beserta perubahannya pada kondisi gagal ginjal, kecermatan dalam penggunaannya bersama terapi lain, dan monitor konsentrasi OAE. 18
  • End. 19