Ringkasan metopen

152 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
152
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
4
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ringkasan metopen

  1. 1. Ersha Andini Permatasari I21111004 Ringkasan Metopen (Metodologi Penelitian) Cara memperoleh pengetahuan terbagi atas 2 yaitu: 1. Cara tradisional  merupakan cara yang bisa dibilang kuno dan tidak menggunakan literatur apapun namun terkadang cukup ampuh. Contohnya: a. Trial and error, yaitu dengan coba-coba b. Dengan kekuasaan, yaitu bila A salah, maka B benar dan cara ini bersifat otoriter c. Melalui pengalaman yang pernah terjadi didalam hidup d. Melalui jalan pikiran, bisa berupa induksi atau deduksi 2. Cara modern  merupakan cara yang lebih sistematis, logis dan ilmiah Sistematis, yaitu berurutan dan mengikuti prosedur Logis, yaitu masuk kedalam akal pikiran Ilmiah, yaitu mengikuti alur pengetahuan yang telah berkembang Metodologi penelitian yaitu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan manfaat tertentu. Tujuannya sendiri yaitu. 4 kunci dari metodologi penelitian yaitu: 1. Cara ilmiah  mengandung 3 unsur yaitu rasional (dapat diterima akal sehat), empiris (dapat diamati dengan panca indra) dan sistematis (berurutan dengan langkah yang logis) 2. Data  haruslah valid, yaitu tepat antara data sesungguhnya pada objek dengan data yang dikumpulkan peneliti. Uji validitas dapat dilakukan dengan uji: a. Realibilitas, yaitu berdasarkan derajat konsentrasi b. Objektivitas, yaitu berdarakan kesepakatan banyak orang dengan tingkat kepercayaan terentu 3. Tujuan 4. Kegunaan Jenis-jenis penelitian dibagi berdasarkan : 1. Bidang a. Akademis, yaitu biasanya dilakukan oleh mahasiswa dengan menggunakan metode yang sesuai dengan teori b. Profesional, yaitu dilakukan oleh seorang atau lebih yang telah memiliki profesi dan menitikberatkan pada manfaat produk yang diteliti c. Institusional, dilakukan oleh lembaga tertentu 2. Tujuan a. Murni, yaitu penelitian scientist untuk menemukan teori langsung b. Terapan, yaitu penelitian yang dapat diaplikasikan nantinya walaupun tidak diperuntukan untuk masyarakat atau secara umum 3. Metode a. Survey b. Eksperimen, yaitu penelitian menimbulkan intervensi atau perubahan c. Naturalistik, yaitu penelitian yang alamiah dengan menitikberatkan dari sisi sumber d. R n D e. Sejarah, yaitu penelitian yang memandang masa lalu sebagai penyebab terjadinya masalah dimasa sekarang 4. Tingkat eksplanasi a. Komparatif, yaitu penelitian yang sifatnya yaitu membandingkan b. Deskriptif, yaitu penelitian yang sifatnya hanya menjelaskan tentang seberapa besar, seberapa luas untuk satu variabel saja temu, bukti, kembang yang berarti ketika ketika menemukan suatu masalah, kita membuktikan kebenaran dari masalah tersebut dengan cara yang rasional berdasarkan empiris yang ada, setelah itu mengembangkan atau mengaplikasikan agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain
  2. 2. c. Asosiatif, yaitu penelitian yang bersifat menghubungkan antara satu variabel dengan variabel lainnya 5. Waktu a. Cross sectional, yaitu penelitian yang hasilnya dilihat hanya satu waktu b. Longitudinal, yaitu penelitian yang hasilnya dilihat tidak hanya disatu waktu, namun berkesinambungan Kerangka penelitian Teori dan fakta  rumusan masalah  kerangka teori dan kosnep  hipotesis  metode penelitian  simpulan Langkah-langkah umum dalam metode ilmiah 1. Memilih dan mengidentifikasi masalah 2. Menetapkan tujuan penelitian 3. Studi literatur 4. Merumuskan kerangka konsep 5. Merumuskan hipotesis 6. Merumuskan metode penelitian 7. Pengumpulan data 8. Mengolah dan analisis data 9. Membuat laporan Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat suatu penelitian: 1. Judul Syarat judul yang baik yaitu: a. Spesifik tentang apa dan tujuannya dibuat atau diteliti b. Jelas dengan adanya batasan masalah yang dijelaskan c. Representativ, yaitu menggambarkan keseluruhan isi d. ≤ 20 kata dan bukan merupakan kata-kata yang rancu atau ambigu e. Judul tidak boleh seolah-olah telah pernah dilakukan atau diteliti 2. Masalah Masalah dapat ditemukan atau diidentifikasi dari beberapa penyimpangan yang terdapat dalm kehidupan kita 3. Latar belakang a. Biasanya dimulai dari kalimat umum ke kalimat khusus b. Pendapat atau kalimat yang kita buat harus dilanjutkan dengan kalimat dari referensi atau literatur yang telah ada c. Dari tema besar atau masalah yanga ada sebaiknya dijelaskan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan cara penyelesaian masalah tersebut yang dijelaskan 4. Rumusan masalah Rumusan masalah berbeda dengan masalah namun berkaitan sangat erat karena didasarkan pada masalah tersebut. Rumusan masalah merupakan sebuah kalimat tanya atau pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui penelitian ini 5. Tujuan Tujuan penelitian secara umum yaitu menemukan, memperbaiki dan memperkokoh 6. Manfaat 7. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalahyang akan diteliti lebih lanjut secara empiris dengan data lapangan. Hipotesis yang baik adalah hipotesis dengan kalimat jelas dan dapat diuji dengan metode ilmiah. Bentuk-bentuk rumusan masalah:
  3. 3. 1. Deskriptif, yaitu mempertanyakan hanya 1 variabel, tidak membandingkan ataupun menghubungkan 2. Komparatif, yaitu membandingkan lebih baik atau lebih besar tanpa melihat hubungannya 3. Asosiatif, yaitu mencari hubungan 2 variabel atau lebih. Ada 3 macam bentuk hubungan yaitu: a. Simetris  tidak ada hubungan yang jelas (tidak rasional) antar masing-masing variabel Contoh : pengaruh pendidikan terhadap status ekonomi b. Kausal  sebab akibatnya jelas, variabel A terhadap variabel B, tidak bisa dibalik menjadi variabel B terhadap variabel A. Sebab bersifat independen (mandiri) dan akibat bersifat dependen (tidak dapat berdiri sendiri). Jadi variabel B pasti terjadi karena variabel A Contoh : pemberian ekstrak daun mint terhadap aktivitas pengosongan lambung c. Interaktif  adanya timbal balik antara variabel A dan variabel B Contoh : hubungan antara teknologi dan kecerdasan Variabel yaitu apa saja yang ditetapkan penulis untuk diteliti atau dikaji sehingga timbul sebuah kesimpulan. Macam variabel ada 2 yaitu variabel kualitatif (yang tidak berbentuk angka sehingga sifatnya tidak pasti) dan variabel kuantitatif (berbentuk angka dan dapat dihitung). Macam variabel: 1. Variabel independen merupakan variabel bebas yang mempengaruhi perubahan suatu variabel dependen 2. Variabel dependen merupakan variabel terikat yang dipengaruhi variabel independen sebagai akibat variabel independen tersebut 3. Variabel moderator merupakan variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan variabel independen dan dependen (merupakan variabel penghubung atau operator) 4. Variabel kontrol merupakan variabel yang dapat dikendalikan sehingga nilainya konstan Jenis penelitian berdasarkan besarannya dibagi menjadi: 1. Penelitian kualitatif  penelitian naturalistik 2. Penelitian kuantitatif  ada nominal pada hasil, contoh: penelitian eksperimen, penelitian survey Jenis penelitan berdasarkan tingkat kealamiahannya dibagi menjadi: 1. Penelitian survey a. Alamiah, yaitu mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data b. Analisis  Cross sectional merupakan penelitian yang ahsilnya dilihat hanya satu waktu (farmakoepidimiologi)  Case control merupakan penelitian yang menyangkut bagaimana faktor resiko dipelajari dengan menggunakan pendekatan retrospektif (melihat pada masa lampau)  Cohort merupakan penelitian yang mengkaji hubungan antara faktor resiko dan efek dengan menggunakan pendekatan prospektif (melihat pada masa yang akan datang) 2. Penelitian eksperimen merupakan metode penelitian yang tidak alamiah dan mengandung unsur intervensi (perubahan akibat perlakuan) Ciri-ciri: a. Mempunyai kontrol (pembanding). Kontrol merupakan kelompok yang tidak diberi perlakuan. Kontrol mencegah munculnya faktor-faktor yang tidak diinginkan serta dapat melihat korelasi perlakuan dengan efek (hasil kuantitatif) b. Adanya perlakuan atau tindakan sehingga terjadi perubahan. Perlakuan ini disesuaikan dengan penelitian atau ruang lingkup eksperimen yang dipilih
  4. 4. c. Sampel yang digunakan random. Hal ini dimaksudkan agar semua populasi memiliki kesmepatan yang sama untuk menjadi sampe dengan syarat populasi harus homogen d. Adanya hubungan antara perlakuan dengan efek yang muncul Prinsip dari eksperimen: a. Pengulangan (replikasi)  menggunakan sampel yang berbeda untuk melihan kevalidan data, sehingga tahu banyak kesalahan atau tidak (taksiran kekeliruan) b. Pengacakan (randomization)  dianggap populasi homogen, sehingga probabilitas untuk menjadi sampe itu sama c. Pengendalian  peneliti mengendalikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian sehingga bisa sesuai dengan perkiraan awal 3. Penelitian naturalistik merupakan penelitian yang bersifat emik yaitu memandang dari sisi sumber atau subjek penelitian Macam-macam desain eksperimental: 1. Pre eksperimental  penelitian yang belum sungguh-sungguh karena masih ada variabel luar yang mempengaruhi a. One shot case study  pengamatan langsung dilakukan tanpa adanya kelompok kontrol b. One group pretest posttest design  terdapat pengamatan sebelum dan sesudah diberi perlakuan c. Intact group comparison  membandingkan kelompok yang dengan atau tanpa diberi perlakuan 2. True eksperimental  penelitian yang betul-betul dengan peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi penelitian a. Post test only control design  Terdapat 2 kelompok yang dipilih secara acak, salah satu kelompok diberi perlakuan dan lainyya tidak. Lalu diukur setelah adanya perlakuan b. Pretest post test control group design  terdapat 2 kelompok yang dipilih secara acak, kemudian diukur sebelum diberi perlakuan, setelah diberi perlakuan diukur kembali. Hal ini dilakukan untuk membandingkan nilai sebelum dan hasil akhirnya 3. Factorial eksperimental  adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel dependen) terhadap hasil atau efek (variabel independen) 4. Quasi eksperimental  mempunyai kelompok kontrol namun tidak dapat bekerja sepenuhnya untuk mengontrol variabel pengganggu yang mempengaruhi eksperimen Populasi merupakan seluruh subjek dan objek dengan sifat dan karakteristik tertentu. Sampel merupakan bagian kecil dari populasi yang biasa digunakan dalam penelitian. Perlunya pengambilan sampel saat meneliti didasarkan pada: 1. Efisien waktu, tenaga dan biaya 2. Akan lebih cepat dan mudah bila dilakukan pada sampel daripada menggunakan populasi 3. Memberikan informasi yang lebih banyak dan mendalam 4. Dapat ditangani dengan lebih teliti Teknik sampling terbagi atas: 1. Probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberi peluang yang sama bagi setiap unsur dalam populasi a. Sample random sampling merupakan teknik paling sederhana karena sampel diambil secara acaka tanpa melihat strata dan populasi relatif homogen b. Startified random sampling merupakan teknik sampling yang digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda dengan membagi elemen populasi ke dalam strata-strata secara random sesuai porsinyas  Propotionate stratified random sampling merupakan teknik ini digunakan bila populasi mempunyai unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional
  5. 5.  Dispropotionate stratified random sampling merupaka teknik ini digunakan bila populasi mempunyai unsur yang tidak homogen dan berstrata namun kurang proporsional c. Cluster sampling merupakan teknik sampling dengan membagi elemen kedalam kelompok-kelompok dikarenakan karakteristik yang ingin dipelajari telah ada dalam kelompok tersebut. Sampling dengan teknik ini mudah dan murah namun tidak efisien 2. Nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang yang sama bagi setiap unsur dalam populasi a. Sampling sistematis yaitu pengambilan sampel dengan interval tertentu berdasarkan urutan anggota populasi yang telah diberi nomor urut sebelumnya b. Sampling kuota yaitu pengambilan sampel dari populasi yang mempunyai ciri dan karakteristik tertentu sampai jumlah yang diinginkan (ada kuota) c. Sampling incidental yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulan, jadi siapa saja yang cocok dan bertemu dengan peneliti digunakan sebagai sampel d. Purposive sampling yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu e. Sampling jenuh yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel f. Snowball sampling yaitu penentuan sampel yang mulanya hanya sedikit namun seiiring berjalannya waktu semakin banyak layaknya teori membuat bola salju Skala merupakan pengkategorian dari variabel yang diamati. Jenis skala dapat dibagia atas: 1. Skala nominal  pengukuran yang berupa kategori saja, perbedaan antar kategori satu dan lainnya tidak tampak atau nilainya sama rata 2. Skala ordinal  pengukuran yang dapat diketahui perbedaannya namun interval tingkatannya belum jelas 3. Skala interval  pengukuran yang dapat menyatakan peringkat, diketahui tingkat perbedaan namun tidak memiliki nilai nol mutlak 4. Skala rasio  pengukuran yang sudah dapat menyatakan peringkat antar tingkatan, dan jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas dan memiliki nol mutlak Desain pengukuran terbagi atas skala-skala yaitu: 1. Skala likert  digunakan untuk mengukur sikap atau pendapat atau persepsi, jadi setiap jawaban kalimat diberi pula nilai atau skor dalam angka 2. Skala gudman  digunakan untuk memberi respon tegas yang hanya terdiri dari 2 pilihan saling bertolak belakang 3. Skala semantic diferensial  digunakan untuk mengukur sikap namun tidak dalam bentuk pilihan ganda melainkan dalam bentuk garis dengan nilai negatif di sebelah kiri dan nilai positif di sebelah kanan 4. Skala rating  nilai langsung berupa angka. Angka terebut didapat dari hasil transformasi data kualitatid menjadi data kuantitatif Data merupakan himpunan dari banyak informasi. Data  diolah  diperoleh hasil atau kesimpulan Syarat data yang baik yaitu akurat (dapat dipercaya), relevan (dapat diterima semua kalangan) dan uptodate (tidak ketinggalan zama sehingga menuntut peneliti untuk mengikuti perkembangan pengetahuan). Pembagian data terbagi menurut: 1. Cara memperolehnya a. Data primer, yaitu data yang langsung dikumpulkan peneliti dari sumber pertama b. Data sekunder, yaitu data yang diterbitkan atau digunakan organisasi yang bukan pengolahnya 2. Sumber
  6. 6. a. Data internal, yaitu data yang berasal dari dalam instansi menegnai kegiatan dan untuk kepentingan instansi b. Data eksternal, yaitu data yang berasal dari luar instansi 3. Waktu pengumpulan a. Data time series, yaitu data yang diperoleh dari waktu ke waktu untuk memperhatikan perkembangannya b. Data cross section, yaitu datan yang diperoleh dari satu waktu tertentu dengan tujuan menggambarkan keadaan 4. Sifat a. Data kualitatif, yaitu data berupa pendapat atau persepsi (tidak ada nominal atau berbentuk angka) b. Data kuantitatif, yaitu data yang memiliki nilai karena berupa angka atau bilangan Teknik pengumpulan data: 1. Tes  tujuannya yaitu mengevaluasi kondisi awal dengan kondisi sesudahnya 2. Wawancara  peneliti berdialog langsung dengan responden untuk mendapatkan informasi 3. Observasi  pengumpulan data menggunakan indra (melihat, mendengar, mengecap, meraba, mencium) 4. Angket (kuisioner)  membagikan pertanyaan dalam kertas agar responden dapat menjawabnya Keuntungan menggunakan kuisioner :  Tidak perlu menghadirkan peneliti  Dapat dibagi serentak  Dapat dijawab oleh responden sesuai waktu yang ada  Dapat dibuat anonim  Kuisioner dibuat standar Langkah penyusunan kuisioner: Menentukan variabel yang diteliti  menentukan indikator  menentukan subindikator  mentransformasi menjadi kuisioner

×