Judul skripsi mat
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Judul skripsi mat

on

  • 21,667 views

 

Statistics

Views

Total Views
21,667
Views on SlideShare
21,641
Embed Views
26

Actions

Likes
4
Downloads
296
Comments
2

2 Embeds 26

http://condolbelajar.blogspot.com 25
http://soaldanpelajaran.wordpress.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Judul skripsi mat Judul skripsi mat Document Transcript

  • Browse > Home > Judul Skripsi , Matematika > Judul Skripsi Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/judul-skripsi-matematika.html" Judul Skripsi Matematika <br />Contoh Judul Skripsi Matematika ini adalah judul skripsi yang sudah di acc kan, judul skripsi ini memudahkan anda dalam mencari judul skripsi yang akan anda susun nanti. <br />Seperti biasanya pada saat mengajukan judul skripsi mahasiswa sering di tolak judulnya, nah saya memberikan contoh judul skripsi matematika pendidikan yang sudah di acc kan oleh dosen wali. Berikut beberapa contoh skripsi matematika<br />MENINGKATKAN PENCAPAIAN STANDAR KOMPETENSI KHUSUS LIMIT PADA SISWA KELAS XI SMA aadesanjaya.blogspot.com<br />PENGARUH PEMBERIAN TES DIAKHIRI PEMBELAJARAN PADA MATERI POKOK PERBANDINGAN TRIGONOMETRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 1 aadesanjaya.blogspot.com<br />PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA PEMBELAJARAN MATERI POKOK HIMUPUNAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 32 aadesanjaya.blogspot.com<br />STUDI ANTARA TINGKAT PEMAHAMAN BILANGAN PECAHAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL-SOAL PERHITUNGAN ZAKAT PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 45 aadesanjaya.blogspot.com<br />PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN SNOW BALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MTS NEGERI 1 <br />UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN KONEKSI MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SYSTEM PERSAMAAN LINIER MELALUI PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS VII SMP <br />PENERAPAN METODE GNT (GUIDE NOTE TAKING) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SEGITIGA KELAS VIII SMP aadesanjaya.blogspot.com<br />EFEKTIVITAS KOMPARASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PEMBELAJARAN STAD DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TGT PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA DAN SEGI EMPAT PADA SISWA KELAS VII MTS aadesanjaya.blogspot.com<br />KONSTRUKSI MODEL MATEMATIKA DISTRIBUSI CURAH HUJAN DI DAERAH MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN)  DENGAN METODE BACKPROPAGATION<br />KORELASI ANTARA KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA DAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI <br />PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII MA <br />KARAKTERISTIK BUTIR SOAL TRY OUT UJIAN NASIONAL (UN) KOTA aadesanjaya.blogspot.com TAHUN 2011 DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS ITEMAN<br />STUDI TENTANG PEMANFAATAN WAKTU LUANG MAHASISWA DI KAMPUS DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA TAHUN 2010/2011<br />PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MACH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA PADA POKOK BAHASAN HIMPUNAN KELAS VII MTS NEGERI 3 aadesanjaya.blogspot.com <br />Update 29 April 2001<br />PENGARUH PENILAIAN BERBASIS KELAS TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN PERBANDINGAN TRIGONOMETRI KELAS X MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN)<br />KOMPETENSI GURU PASCA SERTIFIKASI DI SMA TAHUN 2011<br />PENGGUNAAN METODE DRILL (LATIHAN)  UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MATERI POKOK STATISTIK PADA SISWA KELAS IX MADRASAH ALIYAH<br />OPTIMALISASI PENGELOLAAN KELAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA<br />Lain kali saya akan menambah lagi judul skripsi matematika ini, yang jelas  judul skripsi yang saya berikan disini adalah judul skripsi yang sudah di acckan. Untuk menambah referansi skripsi anda juga bisa melihat judul skripsi yang sudah saya tulis yaitu. HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/04/judul-skripsi-kimia.html" judul skripsi kimia, judul skripsi biologi, judul skripsi ips.Mudah mudahan anda terbantu dengan contoh judul skripsi matematika diatas.<br />BELI CONTOH SKRIPSI LENGKAP SEMUANYA BERBAGAI JURUSAN DI JUAL SKRIPSI<br />Hai Sahabat, Gabung Yuk di Facebook aadesanjaya.blogspot.com Bersama Ribuan Sahabat Lainnya<br />Artikel Terkait :<br />Judul Skripsi<br />Contoh Proposal Skripsi | Tugas Akhir<br />Judul Skripsi Teknik Informatika<br />Contoh Kata Pengantar Skripsi<br />Judul Skripsi Akuntansi Keuangan<br />Judul Skripsi Manajemen Pemasaran<br />Judul Skripsi Bahasa Inggris<br />Judul Skripsi Olahraga (FPOK)<br />Judul Skripsi Kimia<br />Judul Skripsi IPS<br />Judul Skripsi Pendidikan Lengkap<br />Judul Skripsi KPI<br />Judul Skripsi Syariah<br />Judul Skripsi Bahasa Arab<br />Judul Skripsi PAI<br />Judul Skripsi Biologi<br />Matematika<br />Pengertian Matematika | Defenisi, Ruang lingkup, Fungsi<br />Logika Matematika<br />Konsep Tentang Himpunan Bagian<br />Konsep Soal Cerita Pecahan<br />Pendekatan Matematika Realistik (PMR)<br />Persamaan dan Pertidaksamaan Kuadrat<br />Pendekatan dan Metode Pembelajaran Matematika<br />Strategi Pembelajaran Matematika<br />Hakikat Matematika<br />Matematika<br />Pernyataan Matematika<br />Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai<br />Sifat – Sifat Bilangan Riil Dalam Operasi Hitung<br />Jenis - Jenis Bilangan<br />Pendekatan dan Metode Pembelajaran Matematika<br />Widget by Hoctro | Jack Book <br />Label: Judul Skripsi, Matematika <br />Browse > Home > Matematika > Pengertian Matematika | Defenisi, Ruang lingkup, Fungsi <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/06/pengertian-matematika.html" Pengertian Matematika | Defenisi, Ruang lingkup, Fungsi <br />Pengertian  Matematika - kata matamatika sudah tidak asing lagi bagi kita, matematika merupakan ratu dari ilmu pengetahuan dimana materi matematika di perlukan di semua jurusan yang di pelajarai oleh semua orang, disini saya memberikan sebuah pengertian matematika disertai fungsinya serta ruang lingkup pembelajarannya <br />Berhitung merupakan aktifitas sehari-hari tiada aktifitas tanpa menggunakan matematika, akan tetapi banyak yang tidak tahu apa pengertian matematika, apa  istilah matematika dari berbagai negara, ruang lingkupnya dan masih banyak lagi.<br />Istilah mathematics (Inggris), mathematik (Jerman), mathematique (Perancis), matematico (Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematick (Belanda) berasal dari perkataan latin mathematica, yang mulanya diambil dari perkataan Yunani, mathematike, yang berarti “relating to learning”. Perkataan mathematike berhubungan sangat erat dengan sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu mathanein yang mengandung arti belajar (berpikir). Jadi berdasarkan etimologis (Elea Tinggih dalam Erman Suherman, 2003:16), perkataan matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”.<br />James dan James (1976) dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri.<br />Johnson dan Rising (1972) dalam bukunya mengatakan bahwa matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi. Sementara Reys, dkk. (1984) mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola pikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat.<br />Berdasarkan pendapat di atas, maka disimpulkan bahwa ciri yang sangat penting dalam matematika adalah disiplin berpikir yang didasarkan pada berpikir logis, konsisten, inovatif dan kreatif.<br />b.    Fungsi dan tujuan matematika .<br />Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.<br />Tujuan umum pendidikan matematika ditekankan kepada siswa untuk memiliki:<br />Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika, pelajaran lain ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.<br />Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi.<br />Kemampuan menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialihgunakan pada setiap keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.<br />c.    Ruang lingkup.Standar kompetensi matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang dibukukan dan harus ditunjukkan oleh siswa pada hasil belajarnya dalam mata pelajaran matematika. Standar ini dirinci dalam komponen kompetensi dasar beserta hasil belajarnya, indikator dan materi pokok untuk setiap aspeknya. Pengorganisasian dan pengelompokan materi pada materi didasarkan menurut disiplin ilmunya atau didasarkan menurut kemahiran atau kecakapan yang hendak dicapai. Aspek atau ruang lingkup materi pada standar kompetensi matematika adalah bilangan, pengukuran dan geometri, aljabar, trigonometri, peluang dan statistik, dan kalkulus.<br />d.    Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika.<br />Untuk mata pelajaran matematika di SMA, telah dirumuskan sembilan standar kompetensi (Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Ditjen. Dikdasmen, Depdiknas; 2003:2) sebagai berikut:<br />Menggunakan operasi dan sifat serta sifat manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma; persamaan kuadrat dan fungsu kuadrat; sistem persamaan linear-kuadrat; pertidaksamaan satu variabel; logika matematika.<br />Menggunakan perbandingan fungsi, persamaan, dan identitas persamaan trigonometri dalam pemecahan masalah.<br />Menggunakan sifat dan aturan geometri dalam menentukan kedudukan titik, garis dan bidang; jarak; sudut; dan volum.<br />Menggunakan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai cara serta memberi tafsiran; menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan dalam menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk.<br />Menggunakan manipulasi aljabar untuk merancang rumus trigonometri dan menyusun bukti.<br />Menyusun dan menggunakan persamaan lingkaran beserta garis singgungnya; menggunakan algoritma pembagian, teorema sisa, dan teorema faktor dalam pemecahan masalah; menggunakan operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan fungsi komposisi dan fungsi invers.<br />Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan dalam pemecahan masalah.<br />Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah.<br />Merancang dan menggunakan model matematika program linear serta menggunakan sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi, fungsi eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah.<br />e.    Pengorganisasian materi. <br />Kurikulum berbasis kompetensi ini merupakan standar kompetensi mata pelajaran  matematika  yang harus diketahui, dilakukan dan dimahirkan oleh setiap siswa pada setiap tingkatan. Kerangka ini disajikan dalam empat komponen utama, yaitu: <br />Standar kompetensi, yaitu tujuan yang hendak dicapai oleh peserta didik setelah melakukan proses belajar mengajar untuk suatu materi pokok sesuai dengan tingkat pendidikan yang telah ditentukan secara nasional,<br />Kompetensi dasar, yaitu kompetensi minimal yang harus dipahami oleh peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar, <br />Indikator, yaitu alat untuk mengukur panguasaan peserta didik terhadap suatu kompetensi dasar, dan<br />Materi pokok, yaitu materi pelajaran yang disajikan kepada peserta didik berupa penjabaran sub pokok bahasan dari awal semester sampai akhir semester secara terstruktur.<br />Browse > Home > Matematika > Logika Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/04/logika-matematika.html" Logika Matematika <br />Logika Matematika adalah cabang ilmu dari matematika yang akan mengajarkan kita bagaimana cara berfikir kritis dan tepat, menurut siswa dalam pelajaran logika matematika ini ada yang merasa enteng dalam mengerjakan beberapa soal yang terdapat pada logika matematika dan ada juga yang merasa membingungkan karena soal yang notabene berupa kalimat yang  "membingungkan". <br />Materi logika matematika ini didapatkan di sekolah jenjang SMA, SMK, MA sederajat, dalam Logika Matematika banyak kita temukan beberapa sub materi seperti: <br />Pernyataan dan bukan pernyataan<br />Operasi Logika<br />Konvers, Invers dan Kontaposisi<br />Penarikan Kesimpulan<br />Seperti kasus diatas bahwa ada siswa yang merasa enteng dalam mengejakan soal dan ada juga yang merasa kebingungan dalam mengejakan soal logika matematika. Mamang jika dilihat secara fisik pelajaran ini sangat mudah, karena penyelesaian maupun soal yang digunakan sebagian besar adalah kalimat (seperti pelajaran bahasa indonesia) namun jika pada proses pengerjaan soal perlu pemahaman yang baik pada materi yang sudah dijelaskan oleh bapak/ibu guru. Perlu diperhatikan bahwa siswa disini dituntut untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh bapak/ibu guru guna tercapainya proses belajar mengajar yang Extra Maksimal,<br />Browse > Home > Matematika > Logika Matematika <br />Logika Matematika <br />Logika Matematika adalah cabang ilmu dari matematika yang akan mengajarkan kita bagaimana cara berfikir kritis dan tepat, menurut siswa dalam pelajaran logika matematika ini ada yang merasa enteng dalam mengerjakan beberapa soal yang terdapat pada logika matematika dan ada juga yang merasa membingungkan karena soal yang notabene berupa kalimat yang  "membingungkan". <br />Materi logika matematika ini didapatkan di sekolah jenjang SMA, SMK, MA sederajat, dalam Logika Matematika banyak kita temukan beberapa sub materi seperti: <br />Pernyataan dan bukan pernyataan<br />Operasi Logika<br />Konvers, Invers dan Kontaposisi<br />Penarikan Kesimpulan<br />Seperti kasus diatas bahwa ada siswa yang merasa enteng dalam mengejakan soal dan ada juga yang merasa kebingungan dalam mengejakan soal logika matematika. Mamang jika dilihat secara fisik pelajaran ini sangat mudah, karena penyelesaian maupun soal yang digunakan sebagian besar adalah kalimat (seperti pelajaran bahasa indonesia) namun jika pada proses pengerjaan soal perlu pemahaman yang baik pada materi yang sudah dijelaskan oleh bapak/ibu guru. Perlu diperhatikan bahwa siswa disini dituntut untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh bapak/ibu guru guna tercapainya proses belajar mengajar yang Extra Maksimal,<br />Browse > Home > Matematika > Konsep Soal Cerita Pecahan <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/01/konsep-soal-cerita-pecahan.html" Konsep Soal Cerita Pecahan <br />Pengertian soal cerita dalam mata pelajaran matematika adalah soal yang disajikan dalam bentuk uraian atau cerita baik secara lisan maupun tulisan (Solichan, 2000). Soal cerita wujudnya berupa kalimat verbal sehari-hari yang makna dari konsep dan ungkapannya dapat dinyatakan dalam simbiol dan relasi matematika. Memahami makna konsep dan ungkapan dalam soal cerita serta mengubahnya dalam simbol dan relasi matematika sehingga menjadi model matematika bukanlah hal yang mudah bagi sebagian siswa. <br />Berdasarkan hal tersebut maka masalah (soal cerita) bukan hanya diberikan setelah teori matematikanya didapat siswa, sehingga para siswa hanya belajar untuk mengaplikasikan pengetahuan matematika yang didapat, tidak pernah atau sedikit sekali mendapat kesempatan memcahkan masalah yang terkategori sebagai masalah proses. <br />Agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami simbol, operasi dan relasi yang sesuai untuk memecahkan soal cerita, maka guru perlu mendiskusikan “kata-kata kunci” dalam soal cerita yang sesuai  dengan proses penanaman konsep-konsep matematika.Contoh : <br />1)    Operas Penjumlahan Simbol :  + Kata kunci : ditambah, digabung, diberi, dikumpulkan, jumlah dari.<br />2)    Operasi Pengurangan         Simbol : -         Kata kunci : dikurangi, diambil, diberikan, hilang, rusak.<br />3)    Operasi Perkalian        Simbol : x         Kata kunci : kelipatan, digandakan, diperbesar, diperbanyak<br />4)    Operasi Pembagian        Simbol : : <br />Kata kunci : dibagikan, dikelompokkan, dipisahkan.  (Winarno, 2003 : 3 – 4)Berdasarkan pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menyelesaikan soal cerita siswa dituntut kemampuan memahami masalah baik dari segi bahasa maupun dari segi matematikanya, termasuk dalam hal penalaran, komunikasi dan strategi pemecahan masalanya. <br />Menyelesaikan Soal Cerita Pecahan <br />Menurut Polya dalam Winarmo (2003) secara utuh tahapan penyelesaian soal cerita mengikuti empat tahap pemecahan masalah yaitu :<br />a.    Memahami masalahnya<br />Pada tahap ini, siswa harus dapat mengidentifikasi apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. <br />b.    Menyusun rencana penyelesaian <br />Tahap ini merupakan tahap penting dalam menyelesaikan soal cerita karena akan memuat rumus-rumus, sifat-sifat dan prosedur matematis apa yang dipilih untuk menyelesaikan persoalan. <br />c.    Melaksanakan rencana<br />Hal yang penting dalam melaksanakan rencana ini adalah penguasaan operasi dan teknik-teknik perhitungan, serta prosedur matematis yang sesuai dengan model matematika dari suatu persoalan, sehingga diperoleh penyelesaian.<br />d.    Memeriksa hasil <br />Setelah penyelesaian diperoleh dari suatu model matematika, memeriksa hasil merupakan langkah terakhir yang cukup penting untuk meyakinkan kebenaran penyelesaian.<br />Sedangkan pecahan adalah “bilangan yang disajikan dalam bentuk a/b dengan a, b anggota bilangan bulat dan b ≠ 0, pada bentuk tersebut a disebut pembilang dan b disebut penyebut. Pecahan adalah bilangan yang menggambarkan bagian dari keseluruhan” (Panco, 2005: 44).<br />Dari definisi di atas dapat penulis kemukakan bahwa setiap bentuk pembagian a dengan b (a dan b adalah bilangan bulat) yang dinyatakan sebagai a/b dengan b ≠ 0 dinamakan pecahan. Bentuk umum a/b dibaca    “a per b”, a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut.  Adapun salah satu bentuk meteri pecahan akan diuraian di bawah antara lain :<br />1.    Menentukan banyaknya hasil dari penjumlahan pecahan seperti pada soal di bawah ini.<br />Bu Ida ke pasar membeli 6  1/2 kg gula dan  4/2kg tepung terigu. Berapa kg semua barang yang dibeli oleh ibu Ida di pasar?. <br />Berdasarkan contoh soal di atas maka dapat diselesaikan dengan cara  Dik : 6  1/2 kg gula dan  4/2kg tepung terigu. <br />Dit : Berapa kg semua barang yang dibeli oleh ibu Ida di pasar<br />Contoh di atas merupakan salah satu contoh materi pecahan di sekolah dasar. <br />Browse > Home > Matematika > Pendekatan Matematika Realistik (PMR) <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/12/pendekatan-matematika-realistik-pmr.html" Pendekatan Matematika Realistik (PMR) <br />Pengertian Matematika Realistik<br />Matematika Realistik (MR) adalah matematika yang disajikan sebagai suatu proses kegiatan manusia, bukan sebagai produk jadi. Bahan pelajaran yang disajikan melalui bahan cerita yang sesuai dengan lingkungan siswa (kontekstual) (Zigma Edisi, 14, 12 Oktober 2007) <br />Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Realistic Mathematics Education (PMR) merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori PMR pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal.  Realistik dalam hal ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan oleh siswa (Slettenhaar, 2000). Prinsip penemuan kembali dapat diinspirasi oleh prosedur-prosedur pemecahan informal, sedangkan proses penemuan kembali menggunakan konsep matematisasi (http/darsusianto-blogspot. Com 2007/08/matematika realistik/html).<br /> Adapun konsep pendidikan matematika realistik tentang siswa antara lain sebagai berikut:<br />Siswa memiliki seperangkat konsep alternatif tentang ide-ide matematika yang mempengaruhi belajar selanjutnya;<br />Siswa memperoleh pengetahuan baru dengan membentuk pengetahuan itu untuk dirinya sendiri;<br />Pembentukan pengetahuan merupakan proses perubahan yang meliputi penambahan, kreasi, modifikasi, penghalusan, penyusunan kembali, dan penolakan;<br />Pengetahuan baru yang dibangun oleh siswa untuk dirinya sendiri berasal dari seperangkat ragam pengalaman;<br />Setiap siswa tanpa memandang ras, budaya dan jenis kelamin mampu memahami dan mengerjakan matematik (Zigma Edisi 10, 27 Juni 2007)<br />Pengajaran matematika dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik meliputi aspek-aspek berikut  :  <br />Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang “riil” bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna;<br />Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut <br />Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan/masalah yang diajukan (De Lange, 1995)<br />Berdasarkan uraian aspek-aspek di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan matematika realistik berlangsung secara interaktif, siswa mengajukan beberapa pertanyaan kepada guru, dan memberikan alasan terhadap pertanyaan atau jawaban yang diberikannya, memahami jawaban temannya (siswa lain), setuju terhadap jawaban temannya, menyatakan ketidaksetujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain dan melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran.<br />Prinsip-prinsip Dasar Matematika Realistik <br />Pendekatan Matematika Realistik (PMR) mempuinyai tiga prinsip kunci, yaitu :<br />Guided Reinvention (menemukan kembali)/progressive Mathematizing (matematesasi progresif), yakni peserta didik diberikan kesempatan untuk mengalami proses yang sama sebagaimana konsep-konsep matematika ditemukan. Pembelajaran dimulai dengan suatu masalah kontekstual atau realistik yang selanjutnya melalui aktifitas siswa dikharapkan menemukan “kembali” sifat, defenisi, teorema atau prosedur-prosedur.<br />Didaktical Phenomenology (fenomena didaktik). Situasi-situasi yang diberikan dalam suatu topik matematika atas dua pertimbangan, yaitu melihat kemungkinan aplikasi dalam pengajaran dan sebagai titik tolak dalam proses matematika.<br />Self-developed Models (pengembangan model sendiri); kegiatan ini berperan sebagai jembatan antara pengetahuan informal dan matematika formal. Model dibuat siswa sendiri dalam memecahkan masalah. Model pada awalnya adalah suatu model dari situasi yang dikenal (akrab) dengan siswa. Dengan suatu proses generalisasi dan formalisasi, model tersebut akhinrya menjadi suatu model sesuai penalaran matematika (Anonim,  tt)<br />Karakteristik Matematika Realistik <br />Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) memiliki 5 karakteristik, yaitu :<br />Menggunakan konteks, Konteks yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lingkuingan keseharian yang nyata (yang dikenal) siswa.<br />Menggunakan model, Istilah model berkaitan dengan model situasi dan model matematik yang dikembangkan oleh siswa sendiri (self developed models). Artinya siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah. Generalisasi dan formalisasi model tersebut akan berubah menjadi model-of masalah tersebut. Melalui penalaran matematik model-of akan bergeser menjadi model-for masalah yang sejenis (http/darsusianto-blogspot. Com 2007/08/matematika realistik/html).<br /> Menggunakan kontribusi murid, Kontribusi yang besar pada proses belajar mengajar diharapkan dan konstruksi peserta didik sendiri yang mengarahkan mereka dari metode informai mereka ke arah yang lebih formal atau baku.<br />Menggunakan Interaktif, Interaksi antar siswa dengan guru merupakan hal yang mendasar dalam PMR. Secara eksplisit bentuk-bentuk interaksi yang berupa penjelasan, pembenaran, setuju, tidak, pertanyaan atau refleksi digunakan untuk mencapai bentuk formal dari bentuk-bentuk informal siswa.<br />Terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya, Topik-topik yang peneliti berikan dikaitkan dan diintegrasikan sehingga memunculkan pemahaman suatu konsep atau operasi secara terpadu, agar hal tersebut dapat memberikan kemungkinan efisien dalam mengajarkan beberapa topik pelajaran. <br />Untuk lebih jelas dapat dilihat pada gambar di bawah ini !<br />    Gambar 1 : Prinsip dan karakteristik pendidikan  matematika realistik (Anonim, tt)Dari gambar di atas, dapat dilihat bagaimana prinsip-prinsip dan karakteristik dari pada matematika realistik dalam proses belajar di kelas. Langkah-Langkah dalam Pembelajaran Matematika Realistik Adapun langkah-langkah dalam pembelajaran Matematika Realistik adalah sebagai berikut :<br />Memotivasi siswa (memfokuskan perhatian siswa)<br />Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran <br />Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang “riil” bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna<br />Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut;<br />Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan/masalah yang diajukan<br />Pengajaran berlangsung secara interaktif, siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya, memahami jawaban temannya (siswa lain), setuju terhadap jawaban temannya, menyatakan ketidaksetujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain; dan melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran.<br />Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dapat memudahkan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang terkait dengan pacahan bahkan matematika realistik menyajikan materi dengan riil.<br />Browse > Home > Matematika > Persamaan dan Pertidaksamaan Kuadrat <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/12/persamaan-dan-pertidaksamaan-kuadrat.html" Persamaan dan Pertidaksamaan Kuadrat <br />Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan kuadrat yang pangkat tertinggi adalah dua (2).Bentuk umum persamaan kuadrat adalah ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c   himpunan bilangan real dan a ≠ 0Persamaan kuadrat dapat diselesaikan dengan cara :<br />a.    Memfaktorkanb.    Melengkapkan bentuk kuadrat<br />c.    Menggunakan rumus x1,2 =   <br />Untuk nilai b2 – 4ac disebut diskriminan dan dinotasikan dengan D.Pertidaksamaan kuadrat adalah pertidaksamaan kuadrat yang pangkat tertingginya adalah dua (2)Bentuk umum pertidaksamaan kuadrat<br />-          ax2 + bx + c < 0  ,   ax2+ bx + c ≤ 0<br />-          ax2 + bx + c > 0  ,   ax2 + bx + c ≥ 0<br />Suatu pertidaksamaan kuadrat dapat diselesaikan dengan menggunakan garis bilangan.Adapun langkah-langkah penyelesaian pertidaksamaan kuadrat dengan garis bilangan yaitu :<br /> Mengubah bentuk pertidaksamaan kuadrat kebentuk umum yaitu bentuk kuadrat di ruas kiri sedangkan ruas kanan nol<br />Menentukan pembuat nol atau harga nol dari bentuk kuadrat di ruas kiri yaitu dengan menyelesaikan persamaan ax2 + bx + c = 0<br />Membuat garis bilangan dan menempatkan pembuat nol pada garis bilangan itu.<br />Menentukan tanda positif atau negatif pada garis bilangan dengan menyelidiki salah satu harga X<br />Menentukan penyelesaian pertidaksamaan yang dimaksud sesuai dengan soal<br />Contoh Soal<br />Tentukan himpunan penyelesaian dari 2x2 - 5x - 3 = 0<br />          Jawab : menggunakan pemfaktoran<br />2x2 - 5x -3 = 0<br />   (2x + 1) (x - 3) = 0<br />   2x +1 = 0  atau x – 3 = 0<br />   x = -1/2  atau x = 3<br />           Jadi Himpunan Penyelesaiannya adalah { -1/2 , 3 } <br />Pendekatan dan Metode Pembelajaran Matematika <br />Pendekatan dan metode pembelajaran matematika sebagai  konsep pembelajaran yang merupakan sistem lingkungan yang bisa untuk menciptakan proses belajar pada diri siswa selaku peserta didik dan guru sebagai pendidik dengan didukung oleh seperangkat kelengkapan, sehingga terjadi pembelajaran.  Jadi dalam pembelajaran semua kegiatan guru diarahkan untuk membantu siswa mempelajari suatu materi tertentu baik berupa pelajaran, dan keterampilan. <br />Model pendekatan pembelajaran terpadu merupakan hubungan antar tema - tema dalam satu mata pelajaran (connected), keterhubungan antara mata pelajaran satu dengan lainnya (integrated) dan (webbed). Pembelajaran terpadu seperti ini bermanfaat untuk menambah wawasan guru dan siswa bisa menerima materi secara utuh. <br />Cara pembelajaran matematika menggunakan pendekatan yaitu : <br />1.Pendekatan induktif    <br />pendekatan induktif suatu penalaran dari khusus ke umum. Dalam pendekatan induktif penyajian bahan ajar dimulai dari contoh-contoh kongkrit yang mudah dipahami siswa. Berdasarkan contoh-contoh tersebut siswa dibimbing menyusun suatu kesimpulan., kebenaran kesimpulan yang disusun secara indutif ini ditentukan tepat tidaknya (atau representative tidaknya) contoh yang dipilih. Biasanya makin banyak contoh makin besar pula tingkat kebenaran kesimpulannya. <br />Sebuah argumen induktif meliputi dua komponen, yang pertama terdiri dari pernyataan/fakta yang mengakui untuk mendukung kesimpulan dan yang kedua bagian dari argumentasi itu. Kesimpulan dari suatu argumentasi induktif tidak perlu mengikuti fakta yang Guru ajar. Fakta mungkin membuat lebih dipercaya, tergantung sifatnya, tetapi itu tidak bisa membuktikan dalil untuk mendukung.<br />Sebagai contoh, fakta bahwa 3, 5, 7, 11, dan 13 adalah semuanya bilangan prima dan masuk akal secara umum kita buat kesimpulan bahwa semua bilangan prima adalah ganjil tetapi hal itu sama sekali “tidak membuktikan“. <br />Guru beresiko di dalam suatu argumentasi induktif bahwa kejadian semacam itu sering terjadi. Karenanya, suatu kesimpulan yang dicapai oleh induksi harus berhati-hati karena hal seperti itu nampak layak dan hampir bisa dipastikan atau mungkin terjadi. Sebuah argumentasi dengan induktif dapat ditandai sebagai suatu kesimpulan dari yang diuji ke tidak diuji. Bukti yang diuji terdiri dari kejadian atau contoh pokok-pokok. <br />2. Pendekatan deduktif <br />Pendekatan deduktif merupakan suatu penalaran dari umum ke khusus, maksudnya memberikan penjelasan devinisi terlebih dahulu kemudian mencari contoh-contoh. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu pernyataan diperoleh sebagai akibat logis kebenaran sebelumnya, sehingga kaitan antar pernyataan dalam matematika bersifat konsisten. <br />Berarti dengan strategi penemuan deduktif , kepada siswa dijelaskan konsep dan prinsip materi tertentu untuk mendukung perolehan pengetahuan matematika yang tidak dikenalnya dan guru cenderung untuk menanyakan suatu urutan pertanyaan untuk mengarahkan pemikiran siswa ke arah penarikan kesimpulan yang menjadi tujuan dari pembelajaran.<br />Contoh. Perhatikan pernyataan berikut<br />“jika 2 pasang sudut dari 2 segitiga sama besar, maka pasangan sudutnya yang ketiga sama pula”<br />Silogisme yang berhubungan dengan pernyataan tersebutPremis mayor    : jumlah ketiga sudut segitiga adalah 180Premis minor     : dua pasang sudut ketiga sama besarKesimpulan       : pasangan sudut ketiga dua segitiga itu sama<br />Browse > Home > Pembelajaran > Model Pembelajaran <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/10/model-model-pembelajaran.html" Model Pembelajaran <br />Model Pembelajaran - Metode Mengajar“Cara mengajar yg dpt digunakan untuk semua bahan pelajaran” Misalnya:Metode: ceramah, penemuan, ekspositori, diskusi, tanya jawab, pemecahan masalah, dsb. Teknik Mengajar“Cara mengajar yg memerlukan keahlian khusus atau bakat khusus”<br />Beberapa model pembelajaran matematika antara lain :<br />A.    Model pembelajaran dengan pendekatan induktif dan deduktif.<br />Kedua pendekatan ini merupakan pendekatan yang ditinjau dari interaksi antara siswa dengan bahan ajar. Kedua pendekatan ini saling bertentangan. Pendekatan deduktif merupakan suatu penalaran dari umum ke khusus, sedangkan pendekatan induktif suatu penalaran dari khusus ke umum.<br />Pendekatan deduktif berdasarkan penalaran deduktif.<br />Penalaran deduktif = cara berpikir menarik kesimpulan dari hal yang umum menjadi kasus yang khusus.<br />Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya menggunakan pola berpikir silogisme; terdiri dari 2 macam pernyataan yang benar dan sebuah kesimpulan (konklusi)<br />Kedua pernyataan pendukung silogisme disebut premis (hipotesis): Premis Mayor dan Premis Minor.<br />Kesimpulan diperoleh sebagai hasil penalaran deduktif berdasarkan macam premi itu.<br />B.    Metode Ceramah yang Menyenangkan<br />Metode ceramah yang monoton, memanglah dirasakan sangat membosankan bagi para peserta didiknya, apalagi bila disajikan dalam bentuk dongeng, yang berfungsi sebagai pengantar siswanya untuk tidur di malam yang hening, bahkan kadang kala si pengajar melenceng dari materi yang semestinya disampaikan, justru ia malah menceritakan tentang keadaan keluarganya, sampai ke para tetangganya, seolah-olah si guru itu curhat kepada muridnya. Hal ini serupoa dengan sebuah situs dari internet yang menceritakan<br />Ini adalah contoh nyata dari bumi belahan lain di dunia pendidikan, oleh karena itu kita sebagai calon guru masa depan yang baik, haruslah mempersiapkan segala sesuatunya, baik itu dari segi disiplin ilmu, pemahaman segala konsep dan teknik segala keterampilan, hubungan sosial terhadap lingkungan, serta akhlak dari personal kita sendiri, karena bukanlah tidak mungkin, kisah dosen tadi terjadi pada diri kita, menjadi seorang pengajar yang membosankan, tidak menarik, bahkan sampai dijuluki ‘monster’ oleh anak didik kita sendiri.<br />C.    Model pembelajaran dengan pendekatan ekspositori <br />Pendekatan ekspositori merupakan suatu pendekatan yang ditinjau dari interaksi guru dengan siswa. Dalam pendekatan ini semata-mata siswa tinggal menerima apa yang disajikan oleh guru. Jadi guru telah mempersiapkan dan merencanakan secara sistimatis sehingga siswa dapat menerimanya dengan mudah. <br />Untuk itu dalam proses pembelajaran guru perlu melakukan apersepsi, yaitu mengingatkan kembali pengetahuan yang berkaitan dengan bahan ajar yang akan disajikan. Dalam pembelajaran ini guru menjelaskan panjang lebar, jika perlu guru membuat gambar maupun menggunakan media yang dianggap dapat lebih mempermudah siswa memahami bahan ajar yang disampaikan.<br />D.    Model pembelajaran dengan Pendekatan Proses<br />Dalam pendekatan ini guru menciptakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi sedemikian sehingga siswa terlibat secara aktif dalam berbagai pengalaman. Atas bimbingan guru siswa diminta untuk merencanakan, melaksanakan, dan menilai sendiri suatu kegiatan. Menurut Sagala (2003), dalam pendekatan proses ini yang dapat dilakukan siswa antara lain: mengamati gejala yang timbul, mengklasifikasikan, mengukur besaran-besarannya, mencari hubungan konsep konsep yang ada, mengenal adanya masalah, merumuskan masalah, merumuskan hipotesa, melakukan percobaan, menganalisis data dan menyimpulkan.Dalam pembelajaran PKn tidak semua aktifitas seperti tersebut diatas dilaksanakan.<br />E.    Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing<br />Dalam menggunakan metode penemuan terbimbing, peranan guru adalah: menyatakan persoalan, kemudian membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian dari persoalan itu dengan perintah-perintah atau dengan lembar kerja. Siswa mengikuti pertunjuk dan menemukan sendiri penyelesaiannya. <br />Penemuan terbimbing biasanya dilakukan dengan bahan yang dikembangkan pembelajarannya secara induktif. Guru harus yakin benar bahwa bahan “yang ditemukan” sungguh secara matematis dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.<br />Seringkali peranan guru dalam penemuan terbimbing diungkapkan dalam lembar kerja penemuan terbimbing. Lembar kerja ini biasanya digunakan dalam memberikan bimbingan kepada siswa menemukan konsep atau terutama prinsip (rumus, sifat). Penyusunan lembar kerja jenis ini biasanyadiawali dari guru menyiapkan secara lengkap tahap demi tahap dalam menjelaskan adanya suatu sifat atau prinsip atau rumus. <br />Penjelasan ini dituang dalam suatu tulisan secara lengkap. Kemudian dipikirkan, jika penjelasan itu dilakukan di kelas, dan dilakukan dengan tanya jawab, dicatat di bagian manakah yang kiranya perlu digunakan sebagai bahan tanya jawab. Bagian yang ditanyakan ini dapat berupa pendapat siswa tentang bahan yang lalu yang perlu digunakan dalam pengembangan konsep,atau pendapat siswa tentang tahapan yang perlu dipertimbangkan dalam melangkah, atau isian yang berupa bilangan atau kata kunci dalam menuju tujuan penemuan tersebut. <br />Bagian-bagian yang perlu ditanyakan tadilah yang perlu dihapus dari catatan penjelasan lengkap, dan dalam lembar kerja diungkapkan dalam bentuk tempat kosong atau titik-titik yang harus diisi oleh siswa Strategi Dan Pendekatan Dalam Model Investigasi Flenor (1974) membagi kegiatan guru menjadi 5 (lima) tahap:  <br />Apersepsi<br />Investigasi <br />Diskusi <br />Penerapan dan  <br />Pengayaan<br />Pada investigasi, siswa bekerja secara bebas, individual atau berkelompok. Guru hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator yang memberikan dorongan siswa untuk dapat mengungkapkan pendapat atau menuangkan pemikiran mereka serta menggunakan pengetahuan awal mereka dalam memahami situasi baru. Guru juga berperan dalam mendorong siswa untuk dapat memperbaiki hasil mereka sendiri maupun hasil kerja kelompoknya. <br />Kadang mereka memang memerlukan orang lain, termasuk guru untuk dapat menggali pengetahuan yang diperlukan, misalnya melalui pengembangan pertanyaan-pertanyaan yang lebih terarah, detail atau rinci. Dengan demikian guru harus selalu menjaga suasana agar investigasi tidak berhenti di tengah jalan. Dalam hal investigasi yang dilaksanakan secara berkelompok, Lazarowitz dan kawan-kawannya (1988) dan juga Sharan dan para koleganya (Sharan et al, 1989; Sharan & Sharan, 1990) mendisain model kelompok investigasi yang memberikan kemungkinan siswa untuk melakukan berbagai pengalaman belajar. <br />Para siswa terlibat dalam setiap tahap kegiatan <br />Mengidentifikasi topik dan mengorganisasi kelompoknya dalam “kelompok peneliti”, <br />Merencanakan tugas pembelajaran,  <br />Melaksanakan penyelidikan,   <br />Menyiapkan laporan,  <br />Menyampaikan laporan akhir, <br />Mengevaluasi program.   <br />Diskusi kelompok maupun diskusi kelas merupakan hal yang sangat penting guna  memberikan pengalaman mengemukakan dan menjelaskan segala hal yang mereka pikirkan dan membuka diri terhadap yang dipikirkan oleh teman mereka. Pengalaman yang baik seperti ini akan memotivasi siswa untuk belajar dan mau menyelidiki (menginvestigasi) lebih lanjut. Pengalaman bekerjasama dalam banyak hal sangat sesuai dengan semangat gotong royong yang telah berkembang sejak lama di bumi tercinta Indonesia ini. Hal ini perlu selalu dikembangkan dengan melatihkannya kepada para siswa.  <br />Dalam kerja kelompok siswa, Malone dan Krismanto (1993) menemukan bahwa sebagian besar siswa menginginkan mereka sendirilah yang menentukan anggota kelompok kegiatan, dengan banyak anggota 3 − 5 orang siswa campuran putra dan putri dan dengan berbagai tingkat kemampuan siswa.Hal ini sesuai dengan Sharan (1980) bahwa kelompok semacam itu memberikan efektifitas dalam peningkatan hasil belajar siswa. <br />Sikap dan kemauan siswa dalam menggunakan pendekatan investigasi tidak terlepas dari  kegemaran siswa akan matematika, pemahaman siswa tentang kegunaan matematika dan keberanian siswa untuk membentuk sendiri pengetahuan matematika mereka. Ini sesuai dengan paham yang dikembangkan oleh para pakar dan peneliti serta penganut konstruktivisme. Karena ituseberapa jauh keberhasilan penggunaan pendekatan investigasi juga antara lain tergantung ketiga faktor. Karena itu maka guru juga perlu mengetahui seberapa jauh hal di atas dimiliki siswa disamping berusaha untuk lebih memberikan pemahaman kepada para siswa. Model Pembelajaran<br />Browse > Home > Matematika , Pembelajaran > Strategi Pembelajaran Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/10/strategi-pembelajaran-matematika.html" Strategi Pembelajaran Matematika <br />Interaksi di dalam kelas<br />Pada hakekatnya belajar matematika adalah berfikir dan berbuat atau mengerjakan matematika.Di sinilah makna dari strategi pembelajaran matematika adalah strategi pembelajaran aktif,yang di tandai oleh dua faktor.<br />Interaksi antara seluruh komponen dalam proses belajar mengajar, diantaranya antara dua komponen utama yaitu guru dan siswa<br />Berfungsinya secara optimal yang meliputi indra , emosi, karsa, karya, dan nalar. Hal itu dapat berlangsung antara lain jika proses itu melibatkan aspek visual, audio, maupun teks ( Anderson, 1981 ).<br />Pembelajran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, Untuk memperoleh hasil belajar ,salah satu pendekatan umum yang dapat digunakan adalah pendekatan PAKEM ( Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenagkan). Secara ringkas PAKEM dapat diungkapkan sebagai berikut :<br /> Dari segi guru<br />A = Aktif , guru aktif :<br />Memantau kegiatan belajar siswa<br />Memberi umpan balik<br />Mengajukan pertanyaan yang menantang<br />Mempertanyakan gagasan siswa<br />K = kreatif, guru :<br /> Mengembangkan kegiatan yang beragam<br />Membuat alat Bantu belajar sederhana<br />E = Efektif, pembelajaran :<br />Mencapai tujuan pembelajaran<br />M = Menyenagkan , pembelajaran :<br />•    Tidak membuat anak takut<br />Takut salah<br />Takut ditertawakan<br />Takut dianggap sepele<br />Dari segi siswa<br />A = Aktif , siswa aktif :<br />Bertanya<br />Mengemukan gagasan<br />Mempertanyakan gagasan orang lain dan gagasannya.<br />K = kreatif, siswa :<br />Merancang atau membuat sesuatu<br />Menulis atau mengarang<br />E = Efektif, siswa :<br />Menguasai keterampilan yang di perlukan <br />M = Menyenagkan pembelajaran membuat siswa :<br /> Berani mencoba / berbuat<br />Barani bertanya<br />Berani mengemukan pendapat <br />Berani mempertanyakan gagasan orang lain <br />Beberapa teknik penyajian bahan ajar matematika<br />Peningkatan optimalisasinya komunikasi antara lain dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam menguasai berbagai teknik dalm pembelajaran yang menyatu dalam setiap metode. Berikut ini diuraikan beberapa teknik untuk meningkatkan efektiftifitas pembelajaran.<br /> Teknik menjelaskan <br />Menjelaskan merupakan salah satu bagian penting dalam proses kegiatan belajar mengajar . karena itu tekni ini sangat perlu dikuasai guru, namun dengan guru senantiasa membatasi diri agar tidak terjebak ceramah murni yang menghilangkan peranan siswa kecuali hanya mendengarkan atau bahkan hanya mendengar yang di kemukakan guru. Beberapa hal yang penting adalah :<br />Gunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dimengerti serta komunikatif<br />Ucapan hendaknya terdengar dengan jelas, lengkap, tertentu, dan dengan intonasi yang tepat<br />Bahan disiapkan dengan sistematis mengarah ke tujuan<br />  Penampilan hendaknya menarik, diselingi, dengan gerak dan humor sehat<br />Adakan variasi atau selingan dengan metode lain, misalnya Tanya jawab, menggunakan alat Bantu seperti lembar peraga (chart)<br />Teknik bertanyaAda pepetah dalam pembelajaran : “ Questioning is the heart of the teaching”, artinya pertanyaan adalah jantungnya pengajaran. Kalu demikian, ppengajaran tanpa bertanya, adalah pengajaran yang gersang. Untuk menggunakan Tanya jawab, perlu tujuan mengajukan pertanyaan, jenis dan tingkat pertanyaan, serta teknik mengajukanpertanyaan.<br /> <br />Tujuan mengajukan pertanyaan antara lain untuk :<br />1)    Memotivasi siswa2)    Menyegarkan apresiaisi siswa3)    Memulai diskusi4)    Mendorong siswa agar berfikir5)    Mengarahkan perhatian siswa6)    Meggalakkan penyelidikan7)    Mendiagnosis / memeriksa tanggapan siswa8)    Menarik perhatian siswa9)    Mengundang pertanyaan siswa<br />Browse > Home > Matematika > Hakikat Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/09/hakikat-matematika.html" Hakikat Matematika <br /> Hakikat Matematika<br />Sampai saat ini belum ada definisi tunggal tentang matematika. Namun yang jelas, hakekat matematika dapat di ketahui, karena obyek penelaahan matematika yaitu sasarannya telah diketahui,  sehingga dapat diketahui pula bagaimana cara berfikir matematika itu.<br />Menurut tinggih (dalam Hudojo,2005) matematika tidak hanya berhubungan dengan bilangan-bilangan serta operasi-operasinya, melainkan juga unsur ruang sebagai sasarannya. Namun penunjukan kuantitas seperti itu belum memenuhi sasaran matematika yang lain, yaitu yang ditujukan kepada hubungan, pola, bentuk, dan dtruktur. Begle (dalam Hudojo, 2005) menyatakan bahwa sasaran atau obyek penelaahan matematika adalah <br />fakta, konsep, operasi, dan prinsip. Obyek penelaahan tersebut menggunakan simbol-simbol yang kosong dalam arti, dalam arti ciri ini yang memungkingkan dapat memasuki wilayah bidang studi atau cabang lain.<br />Fakta merupakan konvensi-konvensi yang diungkap dengan simbol tertentu. Beberapa contoh fakta sebagai berikut.<br />Simbol “3” secara umum sudah dipahami sebagai bilangan “tiga”. Jadi jika disajikan angka “3” orang dengan sendirinya akan terbayang dalam pikirannya bilangan “tiga”.<br />“3 + 4” yang dipahami sebagai “tiga tambah empat”<br />“3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15”<br />Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan atau mengkalrifikasikan sekumpulan objek, apakah objek tertentu merupakan contoh konsep ataukah bukan. Konsep berhubungan ataukah bukan. Konsep behubungan era dengan definisi. Definisi adalah ungkapan yang membatasi suatu konsep. Dengan adanya definisi oarang dapat membuat ilustrasu atau gambar atau lambang dari konsep yang didefinisikan. Contoh tentang konsep sebagai berikut.<br />Dalam matematika terdapat konsep yang amat penting yaitu “fungsi”’ “variabel”, “konstanta”.<br />“segitiga” adalah suatu konsep. Dengan konsep itu kita dapat membedakan mana yang merupakan contoh segitiga dan mana yang bukan segitiga.<br />“bilangan prima” merupakan konsep, karena dengan konsep itu , kita dapat membedakan mana yang merupakan bilangan prima dan mana yang bukan merupakan bilangan prima.<br />Prinsip adalah objek matematika yang kompleks. Prinsip dapat terdiri dari atas beberapa fakta, beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi ataupun operasi. Secara sederhana dapatlah dikatakan bahwa prinsip adalah hubungan antara berbagai objek dasar matematika. Prinsip dapat berupa “aksioma”, “teorema”, “sifat” dan sebagainya. Contoh-contoh tentang prinsip adalah sebagai berikut.<br />Sifat distributif dalam aritmatika<br />Teorema pytagoras<br />Operasi (abstrak) adalah pengerjaan hitung, pekerjaan aljabar, dan pengerjaan matematika yang lain. Contoh-contoh tentang prinsip adalah sebagai berikut:<br />“penjumlahan”, “perkalian”<br />“gabungan”, ”irisan”<br />“samadengan”, “lebih besar”<br />“konjungsi” dan “disjungsi”<br />Lebih lanjut Hudjo (2005) mengartikan matematika adalah suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir. Karena karena itu matematika sangat diperlukan baik untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK sehingga matematika perlu dibekalkan kepada setiap peserta didik sejak MI/SD, bahkan sejak TK. Namun, matematika yang ada pada hakekatnya merupakan suatu ilmu yang cara bernalarnya deduktif, formal dan abstrak harus diberikan kepada anak-anak MI/SD yang cara berfikirnya masih pada tahap operasi konkret.<br />Dari uraian tersebut, jelas bahwa penelaahan matematika tidak sekedar kuantitas, tetapi lebih dititikberatkan kepada hubungan pola, bentuk, struktur, fakta, operasi dan prinsip. Sasaran kuantitas tidak banyak artinya dalam matematika. Hal ini berarti bahwa matematika itu berkenaan dengan gagasan yang berstruktur yang hubungan-hubungannya diatur secara logis, dimana konsep-konsepnya abstrak dan penalarannya deduktif.<br />Daftar Pustaka: Irzani.2010.Pembelajaran Matemmatiak.Yogyakarta.Mandiri Garafindo Press<br />Browse > Home > Matematika > Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/09/matematika-itu-apa.html" Matematika <br />Matematika itu apa ?Matematika merupakan suatu bahan kajian yang mempelajari konsep bilangan, pengkuran dan geometri, aljabar, serta pengolahan data. Konsep-konsep matematika dibangun melalui proses penalaran deduktif.Namun, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran agar matematika mudah di pelajari.Mengapa Harus Belajar Matematika ?Matematika merupakan induk dari cabang ilmu pengetahuan. Mata pelajaran matematika ini syarat bagi Anda yang cita-citanya ingin menjadi sarjana tekhnik, astronot, ahli ekonomi, dan peneliti. Masih banyak pekerjaan lain yang mewajibkan Anda menguasai matematika.Apa Manfaat jika Menguasai Matematika ?Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, denga cepat, dan mudah dari berbagai sumber dan tempat di dunia.Dengan demikian Anda perlu memiliki kemampuan memperoleh, memilih, dan mengolah informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif.Kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, kreatif, dan kemampuan bekeja sama yang efektif.Cara berfikir seperti ini dapat dikembangkanmelalui belajar Matematika karena matematika memiliki struktur dan keterkaitan yang kuat dan jelas antar konsepnya sehingga kemungkinan Anda berfikir RasionalDaftar Pustaka : Afriyanti Dini.2007.Matematika .Bandung.GMP <br />Browse > Home > Matematika > Pernyataan Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/09/peryataan-matematika.html" Pernyataan Matematika <br />Setiap pernyataan adalah kalimat, tetapi tidak semua kalimat merupakan pernyataan.<br />Perhatikan kalimat berikut.<br /> Kejar motor itu<br />Kelas berapa sekarang ?<br />Kalimat-kalimat diatas tidak menerangkan sesuatu (bukan kalimat deklaratif), sehingga kalimat-kalimat diatas bukan kalimat pernyataan.<br />Kalimat yang dapat digolongkan pernyataan adalah kalimat-kalimatt yang menerangkan sesuatu (disebut kalimat deklaratif). Namun perlu diingat bahwa tidak semua kalimat deklaratif itu merupakan pernyataan. Perhatikan kalimat-kalimat deklaratif berikut ini.<br />Batu itu besar<br />Nasi Goreng enak<br />Kalimat-kalimat diatas dapat benar saja atau salah saja, tetapi bersifat relatif (bergantung pada keadaan). Kalimat-kalimat tersebut juga bukan pernyataan.<br />Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja, tetapi tidak dapat sekaligus benar atau salah.Daftar Pustaka: Wirodikromo, Sartomo,2006.Matematika SMA Kelas X.Jakarta.Erlangga<br />Browse > Home > Matematika > Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/08/perbandingan-senilai-dan-berbalik-nilai_25.html" Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai <br />Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai <br />Operasi PerbandinganContoh 1Umur Wulan dibanding umur Andi = 2 : 3 selisih umur Wulan dan Andi adalah 15 tahun. Berapa umur Wulan dan Andi?Jawab:Selisih perbandingan umur Wulan dan Andi yaitu 3 – 2 = 1. Selisih umur sebenarnya adalah 15 tahun. Jadi umur Wulan 2/1 x 15 tahun = 30 tahunSedangkan umur Andi = 3/1 x 15 = 45 tahunContoh 2Harga seekor sapi Rp 2.000.000,00 dan seekor kambing Rp 450.000,00. Tentukan perbandingan harga seekor sapi dan seekor kambing!Jawab:Harga seekor sapi : Harga Seekor Kambing = Rp 2.000.000.,00 : Rp 450.000,00 = 40 : 9Perbandingan terdiri dari dua macam, yaitu perbandingan senilai dan perbandingan berbalik nilai<br /> Perbandingan Senilai<br />Perbandingan dikatakan sebagai perbandingan senila adalah jika dua perbandingan tersebut memiliki harga yang sama.Perhatikan hubungan antara jumlah buku dan harga buku.<br />Dari contoh diatas perbandingan antara jumla buku dan harga buku selalu sama, maka dikatakan perbandingan tersebut selisih perbandingan yang senilai Contoh 2Jika harga 2 kg bawang merah adalah Rp 5.000,00, tentukan 4 kg bawang merah.Jawab:<br />Perbandingan Berbalik Nilai <br />Perbandingan dikatakan perbandingan berbalik nilai jika dua perbandingan tersebut selalu tetap (konstan) walaupun perbandingannya dibalik.Contoh 1Sebanyak 150 ekor sapi dapat menghabiskan persediaan makanan yang ada dalam waktu 2 bulan. Jika 50 ekor sapi telah di jual, berapa hari lagi persediaan makanan akan habis.?Jawab:2 bulan =30 hariSapi yang ada setelah dijual sebanyak 50 ekor adalah = 100 ekor<br />Jadi persediaan makanan akan habis 90 hari lgi.Catatan:Jika besaran yang akan dibandingkan tidak sejenis atau satuannya tidak sama, Anda harus membuat satuannya sama terlebih dahulu.<br />Browse > Home > Matematika > Sifat – Sifat Bilangan Riil Dalam Operasi Hitung <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/08/sifat-sifat-bilangan-riil-dalam-operasi.html" Sifat – Sifat Bilangan Riil Dalam Operasi Hitung <br />Sifat – Sifat Bilangan Riil Dalam operasi Hitung<br />1.    Ketertutupan<br />Suatu bilangan asli jika  dilakukan operaso tambah, hasilnya adalah bilangan asli. Demikian juga dengan operasi kali pada bilangan asli, hasilnya adalah bilangan asli juga. Inilah yang dinamakan dengan sifat tertutup. Dapat disimpulkan bahwa bilangan asli tertutup  pada operasi tambah dan operasi kali, tetapi tidak tertutup pada operasi kurang dan operasi bagi pada bilangan asli<br />Pada sistem bilangan riil, operasi hitung tambah, kurang , kali dan bagi memiliki sifat ketertutupan, kecuali i unsur nol dalam operasi bagi.<br />2.    Komutatif (Pertukaran)<br />Jika bilangan riil a dan b dijumlahkan, hasilnya akan sama walaupun tempat atau posisi bilangan itu ditukar.<br />a + b = b + a<br />sifat ini berlakku juga untuk perkalian, tetapi tidak berlaku pada operasi pengurangan dan pembagian<br />3.    Asosiatif (Pengelompokan)<br />Untuk setiap a, b dan c bilangan riil, berlaku:<br />(a + b) + c = a + (b + c)<br />Sifat Asosiatif ini berlaku juga untuk perkalian. Sama halnya dengan sifat komutatif, sifat asosiatif tidak berlaku pada operasi pembagian dan pengurangan<br />4.    Distributif atau Penyebaran<br />Untuk setiap a, b, dan c bilangan riil, berlaku sifat berikut:<br />a x (b + c) = (a x b) + (a x c)<br />atau <br />(a x b) + c = (a x c) + (b x c)<br />5.    Elemen Satuan<br />Elemen satuan disebut unsur identitas, sebuah unsur bilangan yang dioperasikan dengan bilangan lain. Hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Pada operasi penambahan bilangan riil berlaku:<br />a + 0 = 0 + a = a<br />atau<br />a x 1 = 1 x a = a<br />untuk identitas operasi tambah (+), yaitu 0 dan 1 merupakan unsur identitas pada operasi kali (x)<br />6.    Invers<br />Sebuah unsur bilangan jika dioerasikan dengan bilangan lain akan menghasilkan sebuah unsur identitas. Jika a adalah bilangan riil berlaku<br />a + (-a) = (-a) + a = 0<br />invers penjumlahan dari a adalah –asifat-sifat operasi hitung sangat berguna untuk memahami dan melakukan operasi hitung pada bilangan bulat yang akan anda pelajari berikut ini.<br />CONTOH<br />PENJUMLAHAN<br />3 + 4 = 7 berlaku sifat komutatif karena 3 + 4 = 4 + 3 =7<br />((-2) + 3) + 1 = 2 berlaku sifat asosiatif karena ((-2) + 3) + 1 =(- 2) + (3 + 1) = 2<br />PENGURANGAN<br />7 – 9 = -2 tidak berlaku sifat komutatif karena 7 – 9 tidak sama dengan 9 – 7<br />(2 – 3) -2 = -3 tidak berlaku sifat asosiatif karena (2 – 3) -2 = 2 - (3 - 2)<br />PERKALIAN<br />(-3) x 3 = -9, berlaku sifat komutatif (-3) x 3 = 3 x (-3) = -9<br />(2 x 4) x (-2) = -16, berlaku sifat asosiatif karena (2 x 4) x (-2) = 2 x (4 x (-2)) = -16<br />3 x (1 + (-2)) = (3 x 1) + (3 x -2) = -3, berlaku sifat distributif (x) terhadap (+)<br />PEMBAGIAN<br />Seperti halnya dengan operasi pengurangan,sifat asosiatif dan komutatif tidak berlaku untuk operasi pembagian ini.<br />Browse > Home > Matematika > Jenis - Jenis Bilangan <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/08/jenis-jenis-bilangan.html" Jenis - Jenis Bilangan <br />JENIS - JENIS BILANGAN <br />Deni tengah asyik menulis, tiba-tiba bolpoin yang digunakan macet. Ketika dilihat, ternyata isi tintanya habis. Kemudian ia meminta izin kepada gurunya untuk membeli bolpoin ke koperasi sekolah. Setibanya di Koperasi, Deni membeli dua buah bolpoin. Penjaga koperasi kemudian menyodorkan secarik kertas kepadanya untuk mencoba kedua bolpoin yang di belinya. Di atas kertas tersebut, Deni mencoretkan bolpoinnya dania pun menuliskan "2".<br />Kegiatan yang dilakukan deni merupakan penerapan dari pelajaran matematika yang tengah ia pelajari, yaitu tentang bilangan.<br />Bedakan arti kata "dua" ketika Deni mengatakan membeli dua buah bolpoin dengan "2" yang ia tulis diatas secarik ketas. "Dua" yang dikatakan deni dinamakan nilai dari lambang bilangan, sedangkan "2" merupakan lambang bilangan yang sering kita sebut dalam angka.<br />Jenis - Jenis Bilangan<br />Dengan ilustrasi diatas bahwa "2" merupakan lambang bilangan, sedangkan "dua" merupakan nilai lambang bilangan. Sebelum mempelajari operasi hitung yang berlaku pada bilangan bulat, pahamilah jenis-jenis bilangan tersebut.<br />Bilangan Asli<br />Bilangan Asli adalah bilangan yang dimulai dari satu dan bertambah satu. yaitu 1, 2, 3, 4,. ...<br />Bilangan Cacah<br />Bilangan Cacah adalah bilangan yang dimulai dari 0 dan bertambah satu-satu. Ada pula yang mengatakan bahwa bilangan cacah adalah gabungan dari bilangan asli dan nol, yaitu 0, 1, 2, 3, 4. ...<br />Bilangan Bulat<br />Bilangan Bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan positif  dan bilangan negatif atau bilangan cacah ditambah lawan bilangan asli, yaitu. -2, -1, 0, 1, 2. ...<br />Bilangan Rasional<br />Bilangan rasional adalah bilangan yang di tulis dalam bentuk a per b, dengan a dan b adalah bilangan bulat serta b tidak sama dengan 0. Dengan kata lain,bilangan rasional merupakan  gabungan antara bilangan bulat dan bilangan pecahan, tetapi dibatasi pada pecahan desimal terbatas dan pecahan desimal terbatas berulang.<br />Bilangan Irasional<br />Adalah Bilangan yang tidak dapat di tulis dalam bentuk a/b, akar2, akar,3<br />Bilangan Imajiner<br />Adalah bilangan yang dinyatakan dengan "i"  dan di defenisikan sebagai i = -1 atau i = akar -1 . akar -2 merupakan bilangan irasional, tetapi akan-2 merupakan bilangan imajiner karena tidak ada bilangan riil jika di kuadratkan menghasilkan -2<br />Bilangan Kompleks<br />bilangan Kompleks adalah bilangan yang ditulis dalam bentuk a + bi. bilangan komplek biasanya digunakan untuk menylesaikan sial-soal yang berhubungan dengan penarikan aka dari bilangan-bilangan negatif<br />Bilangan Riil<br />Bilangan Riil adalah gabungan antara bilangan Rasional dan bilangan Irasional. Bilangan Riil dilambangkan dengan huruf R <br />Browse > Home > Matematika > Pendekatan dan Metode Pembelajaran Matematika <br /> HYPERLINK "http://aadesanjaya.blogspot.com/2010/05/pendekatan-dan-metode-pembelajaran.html" Pendekatan dan Metode Pembelajaran Matematika <br /> BAB IPENDAHULUAN<br />A. Latar belakang<br />              Didalam proses belajar mengajar tercakup komponen,pendekatan,dan berbagai metode pengajaran yang dikembangkan dalam proses tersebut.Tujuan utama diselenggarakannya proses proses keberhasilan siswa dalam belajar dalam rangka pndidikan baik dalam suatu mata pelajaran maupun pendidikan pada umumnya.Jika guru terlibat didalamnya dengan segala macam metode yang dikembangkan maka yang berperan sebagai pengajar berfungsi sebagai pemimpin belajar atau fasilitator belajar ,sedangkan siswa berperan sebagai pelajar atau individu yang belajar.usaha-usah guru dalam proses tersebut utamanya adalah membelajarkan siswa agar tujuan khusus maupun umum proses belajar itu tercapai.         Usaha-usaha guru dalam mengatur dan menggunakan berbagai variable pengajaran merupakan bagian penting dalam keberhasilan siswa mencapai tujuan yang direncanakan.karena itu pemilihan metode,strategi dan pendekatan dalam situasi kelas yang bersangkutan sangat penting.upaya pengembangan strategi mengajar tersebut berlandas pada pengertian bahwa mengajar merupakan suatu upaya memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan kegatan belajar atau dengan kata lain membelajarkan siswa seperti yang disebutkan diatas.  <br />Untuk lebih lengkap makalahnya silakan klik dibawah ini !!!<br />Download disini!<br />Sabtu, 06 Maret 2010<br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/03/keterhubungan-pada-graf-beraturan.html" Keterhubungan Pada Graf Beraturan <br />ABSTRAK<br />Kata Kunci: Keterhubungan, Graf beraturan.<br />Teori graf merupakan salah satu cabang ilmu matematika yang banyak digunakan, karena teori-teorinya dapat diterapkan pada cabang-cabang ilmu matematika yang lain atau untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti penjadwalan mata kuliah, perbaikan jaringan telekomunikasi, dan lain-lain. Salah satu pembahasan dalam teori graf yang masih jarang dibahas adalah tentang keterhubungan. Dalam penelitian sebelumnya keterhubungan yang dibahas hanya pada pembuktian-pembuktian teorema yang terkait saja. Kemudian dalam skripsi ini penulis mengembangkannya dengan membahas keterhubungan pada graf beraturan. Dalam kajian ini, graf beraturan yang digunakan adalah graf beraturan dua dan graf beraturan tiga. <br />Keterhubungan dalam graf ada dua macam, yaitu keterhubungan titik dan keterhubungan sisi. Keterhubungan titik pada graf G yang dinotasikan dengan didefenisikan dengan minimum titik yang apabila dihapus dari graf G akan membuat graf tersebut tidak terhubung atau menjadi graf trivial. Keterhubungan sisi pada graf G yang dinotasikan dengan adalah minimum sisi yang apabila dihapus dari graf G akan membuat graf tersebut tidak terhubung atau menjadi graf trivial.<br />Pada pembahasan diperoleh suatu teorema yaitu:<br />1. Suatu graf Cn dengan order n ( ) beraturan 2 maka atau keterhubungan titiknya adalah 2.<br />2. Suatu graf Cn dengan order n ( ) beraturan 2 maka atau keterhubungan sisinya adalah 2.<br />3. Suatu graf dengan order n ( ) beraturan 3 maka atau keterhubungan titiknya adalah 3.<br />4. Suatu graf dengan order n ( ) beraturan 3 maka atau keterhubungan sisinya adalah 3.<br />Untuk penulisan skripsi selanjutnya, penulis menyarankan untuk mengkaji masalah pola keterhubungan titik dan keterhubungan sisi pada graf beraturan secara umum.untuk dapet Filex silahkan klik sini <br />Diposkan oleh Kumpulan Skripsi Matematika di 14:40 0 komentar <br />Senin, 01 Februari 2010<br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/02/analisis-pemodelan-matematika-pada.html" ANALISIS PEMODELAN MATEMATIKA PADA PENGARUH SISTEM IMUN TERHADAP INFEKSI VIRUS HIV <br />ABSTRAK<br />Kata kunci: Model Matematika, Sistem Imun, Virus HIV, Infeksi Virus HIV.<br />Model matematika adalah suatu representasi dari suatu persamaan atau sekumpulan persamaan yang mengungkapkan perilaku suatu sistem. Model matematika merupakan suatu proses yang melalui tiga tahap yaitu perumusan model matematika, penyelesaian dan/atau analisis model matematika serta penginterpretasikan hasil ke situasi nyata. <br />Imunitas adalah keadaan kebal (imun) terhadap satu infeksi atau efek patologic suatu substansi. Kekebalan (imunitas) itu merupakan daya ketahanan tubuh terhadap segala suatu yang asing bagi tubuh. Sedangkan sumsum tulang belakang, timus, limpah, kelenjar limfe dan jaringan limfoid traktus gastrointestinalis merupakan organ-organ utama yang menyusun susunan (sistem) imunologik. <br />            HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.           Pengaruh sistem imun terhadap infeksi virus HIV dapat dimodelkan secara matematika dan membentuk suatu sistem persamaan diferensial tak linier orde satu sebagai berikut<br />Pada pembahasan diperoleh 2 titik tetap, yaitu titik tetap yang pertama menggambarkan ketiadaan infeksi virus HIV dalam tubuh, sedangkan titik tetap yang kedua menunjukkan kestabilan tubuh saat mengalami infeksi virus HIV.  <br />Dengan menggunakan sofware maple, diperoleh 2 nilai eigen yang mempunyai nilai sama. Nilai eigen tersebut semuanya bernilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa titik keseimbangannya bersifat stabil.<br />Diposkan oleh Kumpulan Skripsi Matematika di 08:12 1 komentar <br />Label: Pemodelan <br />Sabtu, 30 Januari 2010<br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/01/analisis-model-matematika-pada-pengaruh.html" ANALISIS MODEL MATEMATIKA PADA PENGARUH SISTEM IMUN TERHADAP INFEKSI VIRUS HIV <br />ABSTRAK<br />Kata kunci: Model Matematika, Sistem Imun, Virus HIV, Infeksi Virus HIV.<br />Model matematika adalah suatu representasi dari suatu persamaan atau sekumpulan persamaan yang mengungkapkan perilaku suatu sistem. Model matematika merupakan suatu proses yang melalui tiga tahap yaitu perumusan model matematika, penyelesaian dan/atau analisis model matematika serta penginterpretasikan hasil ke situasi nyata. <br />Imunitas adalah keadaan kebal (imun) terhadap satu infeksi atau efek patologic suatu substansi. Kekebalan (imunitas) itu merupakan daya ketahanan tubuh terhadap segala suatu yang asing bagi tubuh. Sedangkan sumsum tulang belakang, timus, limpah, kelenjar limfe dan jaringan limfoid traktus gastrointestinalis merupakan organ-organ utama yang menyusun susunan (sistem) imunologik. <br />HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.<br />Pengaruh sistem imun terhadap infeksi virus HIV dapat dimodelkan secara matematika dan membentuk suatu sistem persamaan diferensial tak linier orde satu sebagai berikut:<br />Pada pembahasan diperoleh 2 titik tetap, yaitu titik tetap yang pertama menggambarkan ketiadaan infeksi virus HIV dalam tubuh, sedangkan titik tetap yang kedua menunjukkan kestabilan tubuh saat mengalami infeksi virus HIV. <br />Dengan menggunakan sofware maple, diperoleh 2 nilai eigen yang mempunyai nilai sama. Nilai eigen tersebut semuanya bernilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa titik keseimbangannya bersifat stabil.<br />Untuk melihat Contoh Skripsi Lengkap Siahkan Klik Sini <br />Diposkan oleh Kumpulan Skripsi Matematika di 15:07 0 komentar <br />Label: Pemodelan <br />Jumat, 29 Januari 2010<br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/01/pelabelan-super-sisi-ajaib-super-edge-k.html" PELABELAN SUPER SISI AJAIB (SUPER EDGE K MAGIC LABELING) PADA GRAPH STAR 1,n (n Bilangan Asli) <br />ABSTRAK<br />Kata Kunci : Graph Star, Pelabelan, Super Sisi Ajaib<br />            <br />Substansi dari teori graph adalah adanya titik dan sisi, dimana jika dua titik pada suatu graph tersebut diasumsikan sebagai suatu kejadian dan jika dihubungkan dengan suatu sisi, maka dapat diambil suatu pengertian bahwa ada dua buah kejadian yang mempunyai hubungan dan mempunyai nilai atau bobot. Salah satu kejadian yang termuat dalam Al-Quran yang terkait dengan pernyataan diatas adalah peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW. Pelabelan total sisi ajaib (edge magic total labeling) pada suatu graph (V, E) dengan order p dan ukuran q adalah fungsi bijektif dari V  E ke {1, 2, ...., p+q} sehingga untuk masing-masing sisi xy di G berlaku f(x) + f(xy) + f(y) = k, dengan k konstanta. Pelabelan super sisi ajaib (super edge magic labeling) adalah pelabelan total sisi ajaib pada graph G sehingga V(G) dipetakan ke himpunan {1, 2, ...., p}.Graph Star adalah graph komplit bipartit K1,n atau Kn,1. Hal yang menarik dari graph ini adalah graph ini dapat dikenai pelabelan total sisi ajaib dan  pelabelan super sisi ajaib. Pada karya tulis ini akan dijelaskan bahwa graph star K1,n dengan titik sebanyak n, untuk n bilangan asli, adalah super sisi ajaib. Pelabelan super sisi ajaib pada graph star K1,n dengan n titik, n bilangan asli adalah didefinisikan sebagai berikut: Untuk titik u1 maka f(u1) = 1   (selalu satu, karena menjadi core berlaku sampai titik ke-n)   <br />Untuk titik wi maka f(wi) = i + 1  untuk i = 1,2,3, . . . n<br />Untuk  (u1wi) sisi di graph star K1,n maka  f(u1wi) = -i + 2n + 2.<br />Dengan demikian, maka graph star dengan n titik (n bilangan asli) adalah super sisi ajaib dengan bilangan ajaib:<br />k = 2n + 4<br />Diposkan oleh Kumpulan Skripsi Matematika di 12:23 0 komentar <br />Label: GRAPH <br />Kamis, 28 Januari 2010<br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/01/analisis-aproksimasi-pade-dan.html" ANALISIS APROKSIMASI PADÉ DAN PENERAPANNYA PADA HAMPIRAN FUNGSI <br />ABSTRAK<br />Kata Kunci: Fungsi, Hampiran, Aproksimasi Padé <br />Persoalan matematika yang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari biasanya dinyatakan dalam bentuk fungsi. Fungsi-fungsi tersebut sering tidak dapat diselesaikan dengan penghitungan secara eksak (biasa) sehingga perlu dilakukan perhitungan dengan hampiran (aproksimasi) untuk mendekati nilainya. <br />Pada umumnya, penghampiran terhadap nilai suatu fungsi terutama fungsi dalam deret pangkat tak hingga dilakukan ke dalam bentuk polinom karena polinom merupakan bentuk yang paling mudah dipahami, mudah dihitung dan hanya melibatkan pangkat-pangkat bilangan bulat sederhana. Namun, dalam kondisi tertentu suatu fungsi tidak dapat dihampiri dengan bentuk polinom. Dalam kondisi seperti ini, suatu fungsi dapat dihampiri ke dalam bentuk fungsi rasional menggunakan aproksimasi Padé. <br />Suatu fungsi rasional yang didefinisikan sebagai , dengan disebut aproksimasi Padé pada fungsi jika memenuhi persamaan , dimana merupakan sisa pemotongan untuk suku ke-(L+M+1). Metode aproksimasi Padé dalam beberapa hal memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan metode aproksimasi polinom. <br />Adapun langkah-langkah dalam mengkonstruksi aproksimasi Padé yang sesuai dengan deret pangkat (power series) dapat dilakukan dengan cara-cara berikut: (1) mendefinisikan suatu fungsi ke dalam ekspansi deret Maclaurin, (2) mengasumsikan suatu fungsi rasional yang didefinisikan sebagai , dengan untuk menghampiri fungsi sehingga berlaku , (3) membentuk suatu sistem persamaan koefisien untuk masing-masing konstanta pada variabel , dan (4) menentukan koefisien-koefisien pembilang dan penyebut fungsi rasional dengan menyelesaikan sistem persamaan koefisien yang diperoleh.<br />Diposkan oleh Kumpulan Skripsi Matematika di 14:27 2 komentar <br />Label: Fungsi <br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/01/pewarnaan-titik-pada-graf-yang.html" PEWARNAAN TITIK PADA GRAF YANG BERKAITAN DENGAN SIKEL <br />ABSTRAK<br />Kata Kunci: Pewarnaan titik, Graf Sikel, Bilangan KromatikMatematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang sangat berpengaruh pada disiplin ilmu lainnya. Salah satu cabang dari disiplin ilmu matematika adalah teori graf yang di dalamnya terdapat satu pokok bahasan yang menarik, yaitu masalah pewarnaan titik.Pewarnaan titik pada graf adalah pemberian warna untuk setiap titik pada graf sehingga tidak ada dua titik yang terhubung langsung berwarna sama. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk (1) Menentukan bilangan kromatik pewarnaan titik pada graf yang berkaitan dengan Sikel. (2) membuktikan rumus menentukan bilangan kromatik pewarnaan titik pada graf yang berkaitan dengan Sikel.Dalam kajian ini, penulis menggunakan graf sikel sebagai acuan untuk pewarnaan titik pada graf yang lainnya, yakni graf roda, graf gear, graf helm, graf helm tertutup dan graf bunga. Selanjutnya, pada pokok bahasan nanti penulis akan menjelaskan tentang bagaimana menentukan rumus dari bilangan kromatik pada pewarnaan titik secara mudah pada graf-graf tersebut sekaligus pembuktian dari rumus-rumus tersebut.Berdasarkan hasil pembahasan dapat diperoleh bahwa rumus umum untuk pewarnaan titik pada graf Sikel adalah = 2 untuk n genap dan = 3 untuk n ganjil, sedangkan rumus umum untuk pewarnaan titik pada graf Roda adalah = 3 untuk n genap dan = 4 untuk n ganjil. Untuk rumus umum pewarnaan titik pada graf Gear adalah = 3 untuk n genap dan = 4 untuk n ganjil, sedangkan rumus umum untuk pewarnaan titik pada graf Helm adalah = 3 untuk n genap dan = 4 untuk n ganjil. Untuk rumus umum pewarnaan titik pada graf Helm tertutup adalah = 3 untuk n genap dan = 4 untuk n ganjil, sedangkan rumus umum untuk pewarnaan titik pada graf Bunga adalah = 3 untuk n genap dan = 4 untuk n ganjil.<br />Diposkan oleh Kumpulan Skripsi Matematika di 14:26 0 komentar <br />Label: GRAPH <br /> HYPERLINK "http://skripsimtk.blogspot.com/2010/01/aplikasi-metode-pangkat-dan-metode.html" APLIKASI METODE PANGKAT DAN METODE DEFLASI DALAM MENGAPROKSIMASI NILAI EIGEN DAN VEKTOR EIGEN PADA MATRIKS <br />ABSTRAK<br />Kata kunci: metode pangkat, metode deflasi, nilai eigen, vektor eigen<br />Nilai eigen pada umumnya memberikan cara mudah untuk mendapatkan solusi berbagai bidang keilmuan. Karena permasalahan nilai eigen cukup penting kegunaannya, maka berbagai metode yang digunakan untuk menemukan nilai eigen menjadi penting untuk dipelajari.<br />Metode numerik memberikan suatu cara alternatif yang digunakan untuk menemukan nilai eigen dan vektor eigen dari suatu matriks. Cara yang digunakan dalam metode numerik ini termasuk unik karena dalam penyelesaiannya hanya diperlukan operasi-operasi aljabar biasa. <br />Salah satu metode dalam analisis numerik yang bisa digunakan untuk mencari nilai eigen dan vektor eigen yaitu metode pangkat. Dengan metode pangkat ini, nilai eigen yang berupa bilangan real dan vektor eigennya dapat ditemukan secara bersamaan menggunakan proses yang sama sehingga jika nilai eigen dari suatu matriks ditemukan, maka secara otomatis vektor eigen dari matriks yang bersangkutan akan diperoleh. Dalam mencari nilai eigen dan vektor eigen menggunakan metode pangkat, semakin banyak iterasi yang dilakukan, maka semakin baik hasil yang diperoleh. <br />Meskipun metode pangkat bisa digunakan untuk mengaproksimasi nilai eigen dan vektor eigen dari matriks, akan sulit untuk mengaproksimasi nilai eigen keseluruhan dari matriks tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan metode deflasi berturut-turut untuk menemukannya.<br />Untuk menemukan nilai eigen mutlak terbesar dari suatu matriks, digunakan metode pangkat langsung. Sedangkan untuk menemukan nilai eigen mutlak terbesar kedua, ketiga, dan seterusnya, dapat digunakan metode deflasi. Dengan menggabungkan kedua metode ini, semua nilai eigen dari suatu matriks akan dapat ditemukan.<br />Skripsi Matematika ini berjudul “Meningkatkan hasil belajar siswa Sub pokok bahasan operasi bilangan pecahan dengan menggunakan kartu pecahan”. Skripsi yang diajukan dalam rangka penyelesaian studi strata 1 guna memperoleh gerlar sarjana pendidikan ini disusun oleh mahasiswa UNNES Program studi pendidikan Matematika, jurusan Matematika.<br />Teori-teori Belajar MatematikaBerikut ini diuraikan beberapa teori belajar Matematika sebagai berikut :<br />a. Teori BrunerBelajar matematika menurut Bruner merupakan suatu proses belajar tentang konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi pelajaran dan mencari hubungan-hubungan tentang konsep dan struktur-struktur matematika. Bruner melukiskan anak-anak berkembang melalui tiga tahap perkembangan mental.<br />Pesan Sponsor<br />Enaktif, yaitu anak-anak di dalam belajarnya menggunakan manipulasi obyek-obyek secara langsung.<br />Ikonik, yaitu kegiatan anak-anak mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari obyek-obyek. Pada tahap ini anak tidak memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek.<br />Simbolik, yaitu tahap memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak ada lagi kaitannya dengan obyek-obyek (Ratna Wilis Dahar, 1986 : 124)<br />b. Teori DienesTeori Dienes dikembangkan berdasarkan teori perkembangan intelektual dari Jean Piaget. Dienes memandang matematika sebagai struktur, pengklarifikasian struktur. Memisahkan hubungan-hubungan yang terdapat di dalam struktur-struktur dan mengkategorikan hubungan-hubungan di antara struktur-struktur. Dienes berpendapat bahwa setiap konsep atau prinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna, hanya disajikan pada anak dalam bentuk-bentuk konkret, jadi abstraksi didasarkan pada intuisi dan pengalaman-pengalaman konkrit.<br />c. Teori AusubelD.P. Ausubel mengemukakan bahwa belajar dapat dikatakan menjadi bermakna jika informasi yang akan dipelajari oleh anak disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki anak, sehingga anak dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimilikinya.<br />Berikut ini tiga kemungkinan tipe belajar menurut Ausubel :1) Belajar dengan penemuan bermakna2) Belajar dengan ceramah bermakna3) Belajar penemuan yang tidak bermakna, belajar dengan ceramah yang tidak bermakna (Ratna Wilis Dahar, 1988: 134)<br />d. Teori ThorndikeBelajar harus dengan pengaitan artinya pengaitan antara pelajaran yang sebelumnya dan yang akan dipelajari anak, karena semakin besar kaitannya semakin baik anak belajar. Thorndike menekankan pada cara stimulus respon berupa hadiah dengan nilai baik.<br />e. Teori DeweyDewey mengutamakan pada pengertian dan belajar bermakna artinya anak didik yang belum siap jangan dipaksa belajar. Guru dan orang tua sebaiknya menunggu sampai anak anak didik siap belajar atau guru dapat mengubah dan mengatur suasana belajar sehingga anak siap untuk belajar.<br />f. Teori Jean PiagetTeori Jean Piaget juga teori kognitif, teori intelektual atau teori belajar. Disebut teori belajar kognitif karena berkenaan dengan kesiapan anak untuk mampu belajar dan disesuaikan dengan tahaptahap perkembangan anak. Karena menurut Piaget belajar harus juga merupakan sesuatu yang keluar dari dalam diri anak, meningkatkan perkembangan mental anak ke tahap yang lebih tinggi, dapat dilakukan dengan memperkaya pangalaman anak terutama pengalaman konkrit karena dasar perkembangan mental adalah melalui pengalaman-pengalaman aktif dengan menggunakan bendabenda sekitarnya. Di samping itu perkembangan bahasa anak merupakan salah satu kunci untuk mengembangkan kognitifnya. Sedangkan dalam Ratna Wilis Dahar (1988: 183 – 186) Jean Piaget membagi perkembangan kognitif anak dalam empat tahap yaitu:<br />1. Tahap Sensorimotor/ instinktif : (umur 0 – 2 tahun)Pada tahap ini aktivitas kognitif anak didasarkan atas pengalaman langsung melalui panca indera.<br />2. Tanpa Pra Oprasional/ intuitif (umur 2 – 7 tahun)Pada tahap ini anak mulai memanipulasi simbol dan benda-benda di sekitarnya. Anak sudah siap untuk belajar bahasa, membaca dan menyanyi.<br />3. Tahap oprasi konkret (umur 7 – 11 tahun)Pada tahap ini anak sudah memahami hubungan fungsional, cara berfikirnya konkret belum menangkap yang abstrak. Tahap ini sangat penting karena anak sudah mulai menggeneralisasikan obyek-obyek yang diamatinya. Hal tersebut erat hubungannya dengan matematika. Konsep matematika yang didasarkan pada benda-benda konkret lebihmudah dipahami dari pada memanipulasi istilah-istilah abstrak.<br />4. Tahap operasi formal (11 tahun ke atas)Pada tahap ini adalah tahap tertinggi dari perkembangan kognitif anak. Anak usia 11 – 12 tahun belum mencapai tahap ini. Tahap ini disebut juga tahap hipotesis deduktif. Anak-anak pada tahap ini memberikan alasan dengan menggunakan lebih banyak simbol-simbol atau ide dari pada obyek-obyek yang berkaitan dengan benda-benda di dalam cara berpikirnya.<br />Mengacu dari beberapa teori belajar tersebut di atas, maka dalam penelitian ini teori belajar matematika yang dipakai adalah teori belajar dari Piaget, khususnya tahap operasi konkret. Hal ini dikarenakan pada tahap tersebut siswa lebih memahami sesuatu materi secara konkrit dari pada hal-hal yang bersifat abstrak.<br />Secara sederhana dapatlah dicontohkan dalam hal memahami konsep operasi hitung pecahan, siswa akan lebih memahami soal apabila materi yang diberikan berhubungan dengan sesuatu yang konkrit. Namun apabila soal yang diberikan berhubungan dengan sesuatu yang abstrak, sudah barang tentu siswa akan kesulitan untuk menyelesaikan soal tersebut.<br />Dengan menguasai teori belajar operasi konkrit dari Piaget, siswa akan dapat mengikuti pelajaran dengan baik bahkan gurupun dapat memotivasi anak didik sehingga anak didik berminat belajar matematika. Teori belajar mengajar matematika yang dikuasai para pendidik dapat memilih strategi belajar mengajar yang tepat, mengetahui tujuan pendidikan, pengajaran atau pendekatan yang diharapkan serta dapat melihat apakah peserta didik sudah mempunyai kesiapan atau kemampuan belajar atau belum. Dengan mengetahui kesiapan siswa dalam belajar matematika maka pelajaran yang akan disampaikan dapat disesuaikan dengan kemampuan anak didik.<br />Download Referensi Skripsi ; Meningkatkan hasil belajar siswa Sub pokok bahasan operasi bilangan pecahan dengan menggunakan kartu pecahan<br />Archive for the ‘Pendidikan Matematika’ Category<br />Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V SD Patemon 01 Tahun Pelajaran 2006/2007 pada Materi Pecahan Melalui Pendampingan dengan Memanfaatkan Alat Peraga dan Media Berbantuan Komputer<br />Posted by dian_dewi on 6 September, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi Pendidikan Matematika: Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V SD Patemon 01 Tahun Pelajaran 2006/2007 pada Materi Pecahan Melalui Pendampingan dengan Memanfaatkan Alat Peraga dan Media Berbantuan Komputer Kusnandar. 2007. skripsi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Selama ini pembelajaran matematika di kelas V SD Patemon 01 dilakukan dengan [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ anafora leksikal, data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hukum ketenagakerjaan, jenis anafora leksikal, keabsahan data triangulasi, kelopak bunga mekar, konsep lingkungan, mencapai hasil belajar, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif kulitatif, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, pola danckearts, rangkaian resistor dan mote, skripsi perancis, surat kabar berbahasa perancis, surat kabar harian, teknik analisis data, teknik pengambilan data, uji hipotesis ]<br />Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi<br />Posted by dian_dewi on 6 September, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi Pendidikan Matemtaika: Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Tanjung Brebes Dalam Pembelajaran Matematika Dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Pada Sub Materi Pokok Bahasan Persegi Panjang Dan Persegi Jannah, Miftahul. 2007. Skripsi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pebngetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Kemampuan pemahaman konsep yang baik sangatlah penting karena [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hukum ketenagakerjaan, instrumen musikal, kelas eksperimen dan kelas kotrol, kemampuan pehaman konsep, kemempuan penguasaan konsep, kesenian musik, mathematics education, membawa alat musik, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kulitatif, metode kualitatif, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, pelajaran seni, pembelajaran ansambel, pendekatan realistic, seni musik, seniman, sistem pencucian kering, teknik analisis data, teknik pengambilan data, uji hipotesis ]<br />Keefektifan Penggunaan Lembar Kerja Terstruktur pada Materi Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IA<br />Posted by dian_dewi on 6 September, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi Pendidikan Matematika: Keefektifan Penggunaan Lembar Kerja Terstruktur pada Materi Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IA Agung Hariyanto. 2007. skripsi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan matematika juga mendasari perkembangan [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ anafora leksikal, data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hukum ketenagakerjaan, invers fungsi, jenis anafora leksikal, keabsahan data triangulasi, kelopak bunga mekar, kompetensi dasar, komposisi fungsi, konsep lingkungan, lembar kerja terstruktur, mencapai hasil belajar, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kualitatif, metode deskriptif kulitatif, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, pola danckearts, rangkaian resistor dan mote, skripsi perancis, surat kabar berbahasa perancis, surat kabar harian, teknik analisis data, teknik pengambilan data, uji hipotesis ]<br />Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas VIII<br />Posted by dian_dewi on 6 September, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi Pendidikan Matemtaika: Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievement Divisions) Terhadap Pemahaman Konsep Materi Pokok Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas VIII Sutriyono. 2007. Skripsi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pebngetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Matematika yang bersifat deduktif aksiomatik dan berangkat dari hal-hal yang abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hukum ketenagakerjaan, instrumen musikal, kesenian musik, membawa alat musik, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kulitatif, metode kualitatif, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, pelajaran seni, pembelajaran ansambel, seni musik, seniman, sistem pencucian kering, teknik analisis data, teknik pengambilan data, uji hipotesis ]<br />Keefektifan Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap Hasil Belajar dan Pencapaian Tingkat Berpikir Siswa SMP dalam Geometri Menurut Van Hiele<br />Posted by dian_dewi on 6 September, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi pendidikan matematika: Keefektifan Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap Hasil Belajar dan Pencapaian Tingkat Berpikir Siswa SMP dalam Geometri Menurut Van Hiele Emi Sulistiyorini. 2007. skripsi pendidikan matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Semarang. Matematika merupakan ilmu dasar yang berkembang sangat pesat baik materi maupun kegunaannya. Untuk membuat pelajaran matematika menjadi bermakna, efektif [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hukum ketenagakerjaan, interface luar, keabsahan data triangulasi, keaktifan dan hasil belajar, keaktifan siswa, keterampilan proses, ketuntasan belajar, materi himpunan, menumbuhkan semangat siswa, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kulitatif, metode pembelajaran kooperatif jigsaw, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, Numbered Heads Together, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, Pembelajaran kooperatif, Pendidikan Matematika, penelitian eksperimen, pengehmatan biaya produksi, rangkaian interface, Sensor Suhu, simulasi tanah kering, sistem kendali, sistem transportasi manusia, skripsi fak mipa, Skripsi Pendidikan Biologi, teknik analisis data, teknik pengambilan data, tugas terstruktur dan tak terstruktur, uji hipotesis, van hilele ]<br />MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE OBSERVASI YANG DIVARIASIKAN DENGAN LKS WORD SQUARE PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN DI SMP NEGERI 8 PURWOREJO<br />Posted by dian_dewi on 30 July, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi jurusan pendidikan matematika: MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE OBSERVASI YANG DIVARIASIKAN DENGAN LKS WORD SQUARE PADA MATERI KLASIFIKASI HEWAN DI SMP NEGERI 8 PURWOREJO Tri Wurianingrum. 2007. Skripsi pendidikan matematika, Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Negeri Semarang. Pembelajaran Biologi merupakan bagian dari sains yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung. Selama [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ contextual teaching and learning, data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hasil observasi, hukum ketenagakerjaan, keabsahan data triangulasi, keefektifan model pembelajaran ctl, keterampilan proses yang ilmiah, ketuntasan hasil belajar, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kulitatif, metode pembelajaran kooperatif jigsaw, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, obyek yang konkret, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, pembelajaran ctl, pembelajaran menggunakan model, peningkatan prosenbtase siswea, rancangan acak, sistem transportasi manusia, sitokinin, skripsi fak mipa, Skripsi Pendidikan Biologi, team assisted individualization, teknik analisis data, teknik pengambilan data, uji hipotesis, ulangan blok ]<br />Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing Untuk Mengajarkan Pemahaman Konsep Matematika Pokok Bahasan Bangun Segiempat<br />Posted by dian_dewi on 30 July, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi jurusan pendidikan matematika: Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution Posing Untuk Mengajarkan Pemahaman Konsep Matematika Pokok Bahasan Bangun Segiempat Dewi Mahabbah Intan, 2007. Skripsi pendidikan matematika, Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Negeri Semarang. Hasil evaluasi pelajaran matematika tiap akhir semester maupun ujian akhir sering kali masih di bawah mata pelajaran yang [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hasil observasi, hukum ketenagakerjaan, keabsahan data triangulasi, keterampilan menulis paragraf, keterampilan proses yang ilmiah, ketereampilan berbahasa, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kulitatif, metode pembelajaran kooperatif jigsaw, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, paragraf deskriptif, rancangan acak, sastra indonesia, sistem transportasi manusia, sitokinin, skripsi fak mipa, Skripsi Pendidikan Biologi, team assisted individualization, teknik analisis data, teknik objek langsung, teknik pengambilan data, uji hipotesis ]<br />Keefektifan Model Pembelajarn CTL (Contextual Teaching And Learning) Terhadap Penalaran Matematika Pada Materi Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi<br />Posted by dian_dewi on 30 July, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi jurusan pendidikan matematika: Keefektifan Model Pembelajarn CTL (Contextual Teaching And Learning) Terhadap Penalaran Matematika Pada Materi Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi Tri Murtono. 2007. Skripsi pendidikan matematika, Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Negeri Semarang. Mengingat objek matematika abstrak, maka dalam pembelajaran matematika dimulai dari objek yang konkret sehingga konsep matematika dapat dipahami [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ contextual teaching and learning, data hasil penelitian, direksi perusahaan, download skripsi, hasil observasi, hukum ketenagakerjaan, keabsahan data triangulasi, keefektifan model pembelajaran ctl, keterampilan proses yang ilmiah, metode analisis deskriptif, metode deskriptif kulitatif, metode pembelajaran kooperatif jigsaw, metode penarikan kesimpulan, metode pengumpulan data, metode penyampaian data, metode wawancara, obyek yang konkret, olah data statistik, orientasi dan sosialisasi, pabrik kebun getas, pembelajaran ctl, pembelajaran menggunakan model, rancangan acak, sistem transportasi manusia, sitokinin, skripsi fak mipa, Skripsi Pendidikan Biologi, team assisted individualization, teknik analisis data, teknik pengambilan data, uji hipotesis, ulangan blok ]<br />MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR LUAS BANGUN DATAR SISWA KELAS 5 SDN PONOLAWEN 2 KESESI PEKALONGAN MELALUI IMPLEMENTASI METODE DISCOVERY<br />Posted by dian_dewi on 8 July, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi matematika: MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR LUAS BANGUN DATAR SISWA KELAS 5 SDN PONOLAWEN 2 KESESI PEKALONGAN MELALUI IMPLEMENTASI METODE DISCOVERY Suko Prayogi, 2007. Skripsi Jurusan matematika , Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Negeri Semarang. Pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dirasa cukup sulit dan tidak menarik bagi banyak [...]<br />Continue reading...<br />Tagged with: [ bangun segi empat, cooperative integrated reading and compsition, cooperative tipe CIRC, implementasi tindakan, keefektifan pembelajaran, kemajuan iptek, kualitas proses, kualitas proses hasil, kurikulum tingkat satuan pendidikan, luas bangun datar, menarik kesimpulan, menemukan kembali rumus yang diajarkan, metode discovery, metode sederhana, pengembangan mateamatiika, penyelesaian soal cerita ]<br />keefektifan pembelajaran cooperative tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) bermediakan kartu soal terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi bangun segiempat<br />Posted by dian_dewi on 8 July, 2011<br />No comments yet<br />This item was filled under [ HYPERLINK "http://www.pustakaskripsi.com/category/pendidikan-matematika" o "View all posts in Pendidikan Matematika" Pendidikan Matematika ]<br />skripsi matematika: keefektifan pembelajaran cooperative tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) bermediakan kartu soal terhadap hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi bangun segiempat anonim. Skripsi Jurusan matematika , Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, Universitas Negeri Semarang. Peran strategis mata pelajaran matematika dalam kemajuan IPTEK saat ini tak dapat dipungkiri lagi. [...]<br />Continue reading...<br />