erlina XII.IPA3/3

233 views
165 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
233
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

erlina XII.IPA3/3

  1. 1. Fenomena Joget di Indonesia Erlina Setya Wati XII.IPA3 / 10 SMA BATIK 2 SURAKARTA
  2. 2. Fenomena joget massal seolah menjadi trend sendiri di kalangan masyarakat. Kegandrungan untuk meniru gerakan ini sudah muncul sejak grup vokal Last Ketchup asal Cordoba, Spanyol pada tahun 2003 mengenalkan lagu Asereje, saat itu ramai- ramai masyarakat menirukan gerakan mereka. Selain itu pada tahun 2012, ada gerakan Gangnam Style dikenalkan oleh artis asal Korea Selatan yang bernama Park Jae-Sang. Ada pula Harlem Shake yang datang di awal tahun 2013 dan sukses menjadi primadona joget massal lantaran gerakannya yang dianggap lebih simple, bebas dan tanpa aturan.
  3. 3. Indonesiapun tak kalah dengan hadirnya beberapa joget massal yang disiarkan oleh beberapa televisi swasta. Sejak diperkenalkan Goyang Cesar pada bulan Agustus melalui acara sahur pada acara Yuk Kita Sahur di TransTv, televisi lainpun seolah “latah” untuk mengorbitkan gerakan tarian massal yang memiliki ciri khas masingmasing.
  4. 4. Saat ini sudah banyak gerakan joget massal yang dikenal oleh masyarakat Indonesia, selain Joget Cesar di TransTv, ada pula joget Simalakama, joget Oplosan, Kereta Malam dan Bang Jali. Beberapa televisi swasta lainpun memiliki joget massal populer seperti joget Gasspol di acara Dahsyat RCTI, joget awas kereta di acara Inbox SCTV, joget Campur- Campur di acara CampurCampur AnTV dan beberapa goyang massal yang lain.
  5. 5. Ada yang menarik dari joget massal dari negara Indonesia, yaitu gerakan yang simple dan komposisi lagu yang rata- rata bernuansa genre dangdut.Hal ini membuat joget massal tersebut menjadi mudah untuk ditiru oleh masyarakat Indonesia dari belahan Barat hingga Timur Indonesia.
  6. 6. Joget massal seolah menjadi identitas bahwa pelakunya memiliki komunitas tersendiri. Melalui joget massal pulalah mereka bisa eksis untuk memperkenalkan eksistensi dirinya. Bahkan mereka bisa mengajak orang lain untuk ikut serta bergoyang bersama mereka.
  7. 7. Joget massal memiliki beberapa sisi positif, yang pertama sebagian besar joget massal menggunakan lagu dangdut sebagai komposisi utama, sehingga menyebabkan penonton yang sebelumnya tidak begitu mengenal ataupun menyukai dangdut, lama kelamaan menjadi terbiasa dengan musik dangdut. Selain itu joget massal juga membawa pengaruh positif di bidang psikologi, mereka yang berani menirukan gerakan tersebut akan bertambah rasa percaya dirinya dan eksistensi dirinya.
  8. 8. Ternyata fenomena joget massal memiliki dampak positif bagi masyarakat yang menirukan gerakan tersebut. Selain memperkaya budaya juga akan menambah rasa percaya diri. Tinggal kita saja yang menilai.
  9. 9. SEKIAN

×