Tutorialwebdesign

575 views
534 views

Published on

Published in: Technology, Business
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
575
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tutorialwebdesign

  1. 1. 8BAB 2KONSEP PEMBUATAN WEBSebelum membuat web secara profesional, tugas penting sebagaiseorang pengembang web adalah memberikan ide dan gagasantentang point apa saja yang akan ditampilkan dalam sebuah halamanweb. Dengan demikian, seorang pengembang web juga perluberkonsultasi dengan pemilik web itu sendiri agar segala sesuatuyang menjadi tujuan pemilik web dapat terpenuhi.Lain halnya dengan seorang pengembang web (web developer) yangdiberikan kebebasan dalam membuat sebuah web. Pemiliki webumumnya mempercayakan sepenuhnya kepada pengembang web(web developer). Nah, jika demikian maka sebagai seorangpengembang web harus benar-benar membuktikan keterampilannyadalam membuat web secara profesional agar para pemiliki web tidakkecewa dengan karya yang telah dibuat.Untuk menjadi seorang pengembang web profesional tidaklah mudahkarena harus memadukan antara bahasa pemrograman web dengannilai seni yang terdapat dalam setiap halaman web. Keduanya harusdimiliiki, jika salah satu saja maka belum bisa disebut sebagaiseorang pengembang web profesional. Meskipun pintar bahasa phpdalam membuat web, tapi jika tidak didukung oleh jiwa seni makahasilnya kurang maksimal. Begitu pula sebaliknya, jika hanya pandaimembuat tampilan halaman web tapi tidak didukung olehpengetahuan tentang bahasa pemrograman web maka hal itu akansia-sia saja.Sebagai seorang pengembang web pemula, tidak perlu berkecil hatijika ingin menjadi seorang pengembang web profesional. Yangterpenting adalah adanya kemauan untuk terus belajar dan belajarlagi agar wawasan tentang pengembangan web terus bertambah.Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pengembang webpemula ketika pertama kali ingin membangun sebuah web dari awal.
  2. 2. 9Agar web yang dibuat nampak profesional perlu memahami beberapakonsep dasar dalam mengolah web, mulai dari tool yang digunakan,format gambar yang sesuai, hingga pemilihan warna teks dan latarbelakang sebuah halaman web.Berikut ini terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalammembuat sebuah website.DAPAT DIGUNAKAN (USABILITY)Usabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam merancang web(web design). Memang sangat baik jika memiliki sebuah websitedinamis yang nampak profesional dan bagus , namun jika perlu waktuyang sangat lama untuk mendownload sebuah artikal ataupenggunaan navigasinya sangat rumit maka tidak heran jikapengguna akan “hengkang” dari website Anda dan tidak akan kembalilagi. Perlu diketahui, umumnya pengguna (user) ingin mendapatkaninformasi secara cepat meskipun tampilan website-nya biasa saja.Jika terlalu lama saat mencari informasi maka para pengguna akanlangsung menutup halaman web tersebut. Ingat, janganmengorbankan aspek usabilitas dalam mendesain website.NAVIGASI (NAVIGATION)Navigasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah websiteyang berfungsi untuk membantu pengguna (user) dalam menjelajahwebsite kita untuk mencari informasi yang diinginkan secara mudah.Navigasi yang bagus mencerminkan struktur website yang sangatbaik.Kadangkala ditemukan beberapa format navigasi, diantaranya:- Papan Navigasi (Navigation Panel)o Bisanya dalam bentuk menu-menu yang tersusun rapi.o Sebaiknya diatur link pada bagian kiri (dari tanganAnda) atau di bagian atas dari sebuah halaman web.o Dapat berupa teks maupun grafik.o Harus mengambil ruang yang tidak terlalu banyak.o Posisi navigasi sebaiknya konsisten pada setiaphalamannya. Jika terpaksa menggunakan warna yangberbeda, pastikan bagian tersebut masih merupakansatu kesatuan.
  3. 3. 10Gambar Papan Navigasi- Tombol Home (Home Button) :o Tombol ini sangat familiar di kalangan pengembang web.Fungsi utama tombol ini adalah untuk kembali kehalaman utama (homepage).o Tombol home dapat ditempatkan pada setiap halamanweb kecuali halaman utama (homepage).o Tombol home maupun logo perusahaan dapat berfungsisebagai navigasi dan sebaiknya diletakkan di bagian kiriatas (dari tangan Anda).o Pastikan tombol home maupun logo ada pada setiaphalaman (kecuali halaman utama) agar pengunjung(visitor) lebih familiar dengan navigasi tersebut.Gambar Tombol Home- Linko Jika teks memiliki hyperlink sebaiknya diberi garisbawah (underlined).o Pengunjung mestinya tidak harus disajikan dalambentuk mouse over atau hover pada sebuah link untukmenyadarkan pengunjung bahwa teks tersebut adalahsebuah link – buatlah link yang nyata.
  4. 4. 11o Sediakanlah lebih banyak teks link (textual link) dalamsebuah website untuk mengijinkan pengunjung keinformasi referensi secara silang.o Usahakan menyediakan daftar susunan link secaranyata dibandingkan hidden (adanya hal yangtersembunyi) dalam sebuah teks. Adanya link dalamsebuah teks mengakibatkan proses membaca sedikitlambat, namun hal ini mungkin saja menjadi hal yangbagus dengan tujuan menandai (highlight) kata-katayang khusus.o Buatlah perbedaan antara internal link (link dalam satuwebsite) dengan external link (link dengan website lain).o Jika link tersebut masih dalam satu website (internallink) buatlah link menggunakan teks yang simple. Jikalink tersebut mengarah ke website lain (external link)usahakan memasukkan alamat lengkap websitetersebut dalam teks (misal: http://www.websitelain.com).Hal itu akan memberikan informasi kepada pengunjungtentang website yang berbeda sebelum mengklik linktersebut.Gambar External linko Apabila menyertakan link eksternal dalam website Anda,jangan membuat link dengan cara membuka jendelabaru (new window) menggunakan target “_blank”. Inidapat mengakibatkan pengunjung merasa terganggu.o Hindari tombol kembali (back button) – yang merupakanperintah umum untuk kembali ke halaman sebelumnya.o Jika memiliki link dalam bentuk file berukuran besarseperti .avi atau .pdf, sediakan ukuran dalam bentuk KB
  5. 5. 12dalam tanda kurung untuk memberikan informasikepada pengunjung tentang ukuran file tersebutsebelum mendownloadnya.o Buatlah kepastian pengunjung untuk mengetahuitentang link yang sudah dikunjungi (diklik) dengan caramemberi warna yang berbeda. Misalkan dari warna biruke merah (artinya: warna biru memberi arti link tersebutbelum dibuka sedangkan warna merah menandakanlink tersebut telah dikunjungi/dibuka).- Judul html (HTML Title)o Umumnya berada pada tag html header.o Judul html (sebagai header) masih relevan denganhalaman sekarang.o Ditampilkan di bagian atas (top title bar) pada sebuahbrowser.o Judul html sangat berguna bagi yang membutuhkansebagai bookmark situs Anda.Gambar Judul- Peta situs (Site Map)o Site map merupakan salah satu bagian dari halamanwebsite yang memberikan informasi tentang peta situs.o Site map merupakan struktur yang hirarkis dari sebuahsitus dengan link untuk seluruh halaman yang relevan.o Memiliki link yang menyolok ke peta situs dari setiaphalaman.
  6. 6. 13Gambar Site Map- Fasilitas Pencarian (Search Facility)o Beberapa pengunjung/pengguna lebih memilih fasilitaspencarian sebelum menggunakan navigasi lain yangdisediakan.o Ada juga beberapa pengguna menggunakan fasilitaspencarian sebagai fasilitas terakhir yang akandigunakan.o Pastikan situs Anda memiliki sebuah fasilitas pencarian(search facility).o Letakkan kotak pencarian dalam posisi yang menyolokpada setiap halamannya.Gambar Fasilitas Pencarian- Grafik sebagai Navigasi dan/atau Link (Graphic asNavigation and/or Link)o Sebagian pengembang web menggunakan grafik/gambar sebagai link maupun navigasi. Berhati-hatilahjika melakukan hal tersebut.o Jika garis tepi (border=”0”) pada tag grafik, hal itumungkin menjadi jalan yang tidak jelas bagi pengunjungketika memberitahukan bahwa gambar tersebutmerupakan sebuah link.o Jika grafik/gambar tersebut bukan dalam mouseover,pengunjung mungkin tidak akan melihat kursor berubahmenjadi sebuah tangan.
  7. 7. 14Gambar Grafik sebagai navigasi atau linko Usahakan dan sediakan link teks (textual link) untukinformasi yang sama sebagai grafik.Gambar Textual linko Jika nilai estetika lebih penting, berilah garis tepi(border=”1”) pada grafik/gambar sebagai link.KONSEP PENULISAN (WRITING CONCEPT)Teknik penulisan dalam web berbeda dengan penulisan untukpublikasi (cetak). Waktu merupakan hal sangat penting bagi merekayang menggunakan Internet, sehingga para pengguna Internet tidakakan membuang waktunya hanya untuk membaca teks yang sangatbanyak sekali. Riset membuktikan bahwa para pengguna cenderungmeneliti teks dalam layar monitor. Selain itu, lebih cepat membaca dilayar monitor dibandingkan membaca di atas kertas.Terdapat beberapa konsep penulisan dalam sebuah web, yaitu:- Sedikit itu lebih baik – pertahankan konsistensi: buatlah strukturkalimat sesederhana mungkin, atau buatlah kalimat yangpendek.- Seringlah menyorot (highlight) kata atau ungkapan yang penting.- Buatlah bullet atau nomor jika perlu.
  8. 8. 15- Buatlah panjang halamannya lebih pendek – hindari terlalubanyak menggulung layar (vertical scroll).- Gunakan link untuk menyorot (highlight) dan mengambilpengguna untuk informasi lebih lanjut.- Hindari penggunaan ungkapan yang tidak deskriptiv, seperti “klikdi sini” - coba dan gunakan kata deskriptiv untuk link.- Hindari penggunaan tag <hr> (Horizontal Rule), untukmemisahkan badan teks: gunakan banyak judul, subheading,dan ruang putih sebagai gantinya (hal ini akan nampak lebihbagus dan mudah dibaca, tag <hr> juga banyak yang tidakmenyukai.- Hindari perataan teks di tengah-tengah (center) – tidak nyamanuntuk dibaca.- Jangan menggunakan semua huruf kapital – tidak nyaman untukdibaca juga.- Hindari teks miring (italic) secara berlebihan – hal ini juga tidaknyaman untuk dibaca.- Pertahankan isi (content) dari style – gunakan style sheet danmasukakan file lain yang mendukung.KESEDERHANAAN (SIMPLICITY)Kesederhanaan merupakan hal penting dalam membuat sebuah webprofesional. Sederhana di sini bukan dalam arti tampilan sebuah situs,namun lebih mengarah ke teknik penulisannya.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar konsepkesederhanaan tetap dipertahankan, yaitu:- Gunakan Heading dan Sub Heading untuk memisahkan bagianteks.- Gunakan ruang kosong dengan warna putih secara bijaksana.- Pastikan Anda memiliki tidak lebih 12 kata dalam setiap barisnya.- Tulislah isi secara singkat – bukan sebuah karangan.- Sorot (highlight) kata-kata yang penting.- Gunakan warna latar belakang pucat (terang) jika menggunakanteks utama dengan warna gelap.- Gunakan warna latar belakang gelap jika teks utama berwarnaterang.
  9. 9. 16- Hindari penggunaan warna yang terlalu banyak, terutamakombinasi yang tajam bagi mereka yang buta warna dalammembaca teks.MUDAH DIAKSES (ACCESSIBILITY)Suatu hal yang mudah diakses ke semua orang denganmengabaikan browser, paltform, sistem operasi, tersambung atauputus merupakan hal yang sangat utama untuk mempertimbangkanketika merancang sebuah website. Anda tidak perlu menghalangiseorang pengguna web keluar, siapa saja bisa menjadi potensimenjadi pengunjung/ pelanggan. Setelah sebuah website mudahdiakses, membuat penggunaan website Anda akan banyak diaksesoleh pengguna/pengunjung. Mudah digunakan = Pengunjung akankembali. Sulit digunakan = Pengunjung akan “kapok”.“Kekuatan Web adalah disukainya web tersebut oleh pengguna diseluruh dunia (Universality). Akses oleh semua orang denganmengabakan kekurangannya adalah aspek yang sangat penting”.(Tim Berners – Lee, Direktur W3C dan pembuat World Wide Web).Aspek kemudahan dalam mengakses sebuah website perlumempertimbangkan beberapa hal sebelum merancang web, diantaranya:- Pastikan website Anda mudah digunakan oleh browser utamayang sering digunakan banyak orang maupun web browserlainnya.- Pastikan website Anda mudah digunakan tanpa harusmendownload sebuah plug-in tertentu.- Ujilah website Anda pada tahap pengembangan untukmemeriksa kinerja pada berbagai sistem operasi dengan versibrowser berbeda.- Gunakan style sheet untuk memisahkan style dan content.- Gunakan etika tag html untuk menampilkan teks yang dimaksudsehingga memungkinkan pengguna yang masih awam dapatmembaca teks secara jelas dengan cara: menggunakan tag<em> atau <strong> pada Heading, usahakan selalumenetapkan teks alternatif untuk grafik (<img src=”gambar.gif”width=”25” height=”35” alt=”keterangan gambar”>)
  10. 10. 17- Periksa penggunaan warna yang kurang bagus dengan berbagaiformat kebutaan warna (color blindness): jika ragu-ragu –desaturate (buatlah hitam dan putih) rancangan untuk melihatnyaapabila masih perlu pertimbangan, jangan menggunakan warnasebagai indikasi adanya perubahan (misal: bagian baru), selalumenggarisbawahi suatu teks berupa link.KEBUTAAN WARNA (COLOR BLINDNESS)Sekitar satu dari sebelas orang mungkin tidak mampu menggunakanwebsite Anda berkaitan dengan beberapa format kebutaan warna(color blindness). Yang terbaik, website Anda tidak akan nampakpada orang yang buta warna seperti yang telah Anda rancang.Sialnya lagi, hal ini bisa jadi teks tidak terbaca, navigasi yang sulitdigunakan dan elemen lain yang tersembunyi.Ada beberapa pertimbangan dalam pemilihan warna agar websiteAnda dapat digunakan oleh mereka yang buta warna, yaitu:- Kebanyakan orang yang buta warna tidak bisa membedakanantara warna merah dengan hijau.- Warna yang teduh akan nampak terang jika dilihat oleh orangyang buta warna.- Format kebutaan warna yang umum adalah: Protanopia tidakmampu menerima warna merah dan Deuteranopia tidak mampumenerima warna hijau, sedangkan Tritanopia tidak mampu warnabiru.Bagaimana cara menetralkan kondisi tersebut?- Jangan menggunakan warna sebagai satu-satunya kunci rahasia,oleh karena itu gunakan selalu garis bawah (underline) jikamerupakan sebuah llink, sediakan pula arti lain untukmembedakan antar bagian.- Hindari penggunaan warna merah atau hijau saja secaramonoton pada website Anda.- Pertahankan tingkat kontras antara teks dan latar belakang.- Gunakan selalu “alt” (teks alternatif) pada setiap grafik.
  11. 11. 18GRAFIK (GRAPHIC)Unsur grafik sangat diperlukan dalam sebuah website, karenamemiiki beberapa fungsi. Namun jika terlalu banyak menggunakangrafik, bisa jadi website kita akan menimbulkan berbagai masalah.Untuk mengatasi berbagai hal yang tidak diinginkan ketikamendesain web, perlu mempertimbangkan berbagai sudut pandangdalam penggunaan grafik, diantaranya:- Tambahkan grafik seperlunya karena bisa menambah waktuketika pengguna mendownload artikel yang diinginkan.- Ambillah yang terkecil dalam hal ukuran fisik dan file jikamemungkinkan.- Jangan menggunakan navigasi dalam bentuk grafik jika ingindijadikan beberapa bahasa – hal ini memerlukan pemeliharaanekstra.- Usahakan selalu mencantumkan spesifikasi tinggi dan lebardalam tag <img src>.- Usahakan selalu mencantumkan nilai border=”1” dalam tag <imgsrc> atau beberapa browser akan menampilkan warna biru disekitar tepi gambar jika grafik tersebut merupakan sebuah link.- Usahakan selalu menetapkan teks alternatif dalam tag <imgsrc=”gambar.gif” alt=”keterangan”>. Sebagian orang akanmematikan grafik agar proses koneksi lebih cepat. Jika grafikdimatikan, dan tidak memasukkan teks alternatif maka penggunatidak mengetahui gambar tersebut.TEKNOLOGI BARU (NEW TECHNOLOGY)Perkembangan internet yang begitu pesat membuat beberapadeveloper menambahkan teknologi baru dapat menampilkan aplikasiyang dibutuhkan.Sebagai seorang web developer, tentu saja harus selalu mengikutiperkembangan di dunia maya agar ketika merancang web tidaktimbul masalah akibat dari pengguaan teknologi yang sudahkadaluwarsa.
  12. 12. 19Berikut ini terdapat beberapa bahan pertimbangan tentang teknologiyang digunakan ketika merancang sebuah website, yaitu:- Hindari penggunaan teknologi yang sudah lebih dari dua tahun.- Hindari pembuatan website yang memaksa pengguna/pengunjung harus mendownload software tertentu terlebih dulu.- Jika Anda memiliki teknologi baru dalam sebuah situs, buatlahalamat situs mirror-nya dengan cara memberi pilihan kepadapara pengguna sebelum memasuki situs Anda – janganmenggunakan sebuah plug-in browser yang terdeteksi adanyapengalihan jalur link.- Gunakan perencanaan pada situs Anda untuk melihat jika parapengguna menyukai html atau menggunakan teknologi baru yangterpasang dalam situs – tinggalkan teknologi baru jika tidakpopuler.- Jika Anda membuat website menggunakan teknologi baru, caritahu tentang usabilitas (kemudahan penggunaan) dari semuajenis website yang ada.- Periksa statistik website Anda untuk melihat berapa banyakpengguna memiliki plug-in terakhir sebelum Anda merancangwebsite.
  13. 13. 20BAB 3MERANCANG WEBWeb yang sering dikunjungi orang merupakan nilai plus bagi seorangweb designer. Banyaknya pengunjung yang datang dapat dijadikantolok ukur keberhasilan seseorang dalam merancang danmengembangkan sebuah website profesional.Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keberhasilan tersebut,diantaranya: mudah digunakan, proses koneksi cepat, tampilanmenarik, perpaduan warna sangat tepat, navigasi mudah dipahamidan digunakan, isi artikel sangat berguna, dan masih banyak lagiunsur lain. Semua itu bergantung pada respon pengunjung/pengguna terhadap website yang kita buat.Saat ini website sudah menjadi salah satu bagian dari identitassebuah institusi, sama pentingnya dengan alamat perusahaan.Website dapat dijadikan “guide” bagi pelanggan untuk mengetahuilebih jauh tentang profil sebuah institusi secara online. Ada beberapakelebihan dan manfaat website sehingga banyak orangmembutuhkan kehadirannya, diantaranya:- Memiliki alamat secara online- Jangkauan tanpa batas sehingga dapat diakses olehpengguna di seluruh dunia dalam waktu yang tak terbatas (24jam sehari tanpa henti).- Dapat berfungsi sebagai identitas pribadi/perusahaantentang profil diri agar dapat diketahui oleh para customerdalam menjalankan bisnis sehingga komunikasi dapatberjalan dengan mulus.- Situs personal dapat berfungsi sebagai juru bicara untukmenuangkan ide, gagasan, kritik, saran, berbagi ilmu, dansuara hati lainnya yang ingin dituangkan ke dalam situsmelalui tulisan. Pada akhirnya menjadi “image branding”terhadap orang yang bersangkutan. Hal ini sudah dilakukanoleh banyak orang, dan ini terbukti banyaknya orang
  14. 14. 21“selebritis IT” hanya karena tulisan yang ada di situspribadinya.- Menjadi cermin pribadi maupun citra perusahaan apabila fituryang disediakan cukup interaktif dan dinamis.Semua manfaat itu tidak akan terwujud jika bentuk dan fitur website“amburadul”. Itu semua sangat bergantung pada sang “webdeveloper” dalam memvisualisasikan profil perusahaan ke dalamwebsite. Meskipun demikian, sebagai pemilik situs juga harus ikutterllibat dalam pembentukan dan pengembangan website yanginteraktif dan dinamis agar sesuai dengan sasaran dan tujuan yangingin dicapai. Hal inilah yang jarang disadari oleh para pemilik situs.Umumnya para pemilik situs mempercayakan seluruhpengembangannya kepada sang “web developer”Berikut ini ada beberapa tips untuk calon pemilik situs dalammemberikan masukan kepada pengembang web agar pembuatansitus .dapat berjalan dengan lancar sehingga tidak melenceng darisasaran dan tujuan.- Melakukan survei dengan mesin pencari (search engine)tentang contoh situs yang sudah ada dan situs pesaingbisnis yang sudah muncul. Pelajarilah dengan seksamaterhadap situs tersebut, jika perlu tulislah poin-poin pentingyang menjadi andalan situs tersebut. Hal ini akan sangatmembantu dalam menentukan isi situs yang akanditampilkan.- Dari hasil survei tersebut, tulislah keinginan Anda tentang isisitus yang akan dibuat secara detail. Catatan tersebutmenjadi acuan untuk memilah-milah bagian yang penting danyang tidak penting. Jika memiliki anggaran yang terbatas,maka poin-poin yang penting dapat didahulukan untukditampilkan.- Buatlah sketsa tata letak halaman (coretan di atas kertasmenggunakan pensil untuk membuat kotak-kotak yangdinamai). Bayangkan tentang tata letak (layout) web yangakan dibuat, Susunlah bagian yang akan ditonjolkan(eye-catching) pada atas terlebih dulu dan yang tidak penting
  15. 15. 22pada bagian yang lain. Usahakan membuat pula halamanlain jika masing-masing halaman terdapat perbedaan bentuk.- Susunlah kata kunci (keyword) yang digunakan sebagaiacuan pencarian. Pikirkanlah secara seksama tentang isisitus Anda untuk menentukan kata kunci yang tepat agarpengguna dapat menemukan situs Anda secara cepatberdasarkan kata kunci yang dimasukkan. Jika memilikibeberapa kata kunci, urutkan kata kunci tersebutberdasarkan prioritas. (misal: datakom, lintas, buana, penebit,buku, bermutu).- Periksa kembali data-data dalam situs sebelum di-launching.Hal ini untuk memudahkan dalam perbaikan situs sebelumdiletakkan secara on-line.3.1. KATEGORI WEBWebsite yang dibuat oleh seorang pengembang web (web developer)harus benar-benar mencerminkan identitas suatu institusi, jangansampai bertolak belakang antara isi (content) dengan bentuk dan tataletak situs itu sendiri. Ada beberapa point yang barus diperhatikan,salah satunya adalah tentang kategori situs itu sendiri. Sebagaicontoh, jika seorang pengembang web diberi tugas untuk membuatsebuah situs anak-anak maka dia harus mengetahui hal-hal yangberhubungan dengan dunia anak-anak. Menyangkut masalahpemilihan jenis huruf (font), kombinasi warna, penggunaan gambar,animasi, dan unsur lain yang mendukung.Pemilihan warna dan jenis font yang digunakan sangatmempengaruhi kesan yang melekat di benak para pengguna/pengunjung. Sebagai contoh, jika Anda membuat situs anak-anaksebaiknya menggunakan warna yang cerah dan disukai anak-anak,sisipkan pula gambar dan animasi yang dapat membangkitkankeinginan sang pengguna untuk lebih lama lagi membaca informasiyang disajikan.Sebaliknya, jangan terlalu banyak menyisipkan animasi maupungambar pada situs dalam kategori referensi, misal: kamus,perpustakaan, dan lain-lain.
  16. 16. 23Meskipun belum ada situs resmi yang membuat kategori tentangsebuah website, berikut ini terdapat informasi yang sedikit membantudalam mengelompokkan website berdasarkan kategori.SITUS BISNIS DAN EKONOMI: Asosiasi & Organisasi, E-commercedan Jasa, Finansial & Investasi, Bussines Center, dan lain-lain.Gambar 3.1.1. Contoh situs Bisnis dan Ekonomi
  17. 17. 24SITUS BERITA DAN MEDIA : Buku, Majalah, Media Online, PortalBerita, Radio, Surat Kabar, Tabloid, Televisi, dan lain-lain.Gambar 3.1.2. Contoh situs Berita dan Media
  18. 18. 25SITUS HIBURAN : Film, Games (Permainan), Humor, Musik,Ringtones, Selebritis, dan lain-lainGambar 3.1.3. Contoh situs Hiburan
  19. 19. 26SITUS PRIBADI : Galeri Foto, Blog / Weblog, Website Pribadi,Mahasiswa, Teman dan Keluarga, Tentang Remaja, Tips dan Trik,dan lain-lain.Gambar 3.1.4. Contoh situs Pribadi
  20. 20. 27SITUS INFORMASI : Bisnis dan Ekonomi, Informasi Kerja, InformasiKota, Gaya Hidup, Jual Beli, Sains dan Teknologi, dan lain-lain.Gambar 3.1.5. Contoh situs Informasi
  21. 21. 28SITUS KOMPUTER DAN INTERNET : Database, Desain Grafis,Hacking, Internet dan Web, Jaringan, Multimedia, Pemrograman,Perangkat Keras, Perangkat Lunak, Tutorial, dan lain-lain.Gambar 3.1.6. Contoh situs Komputer dan Internet
  22. 22. 29SITUS ORGANISASI :Bisnis, LSM, Politik, Profesional, Keagamaan,Sains dan Teknologi, Sosial, dan lain-lain.Gambar 3.1.7. Contoh situs Organisasi
  23. 23. 30SITUS OLAH RAGA : Olah Raga Air, Baseball, Bela Diri, Basket,Bola Voli, Bowling, Bulu Tangkis, Catur, Golf, Otomotif, Sepak Bola,Skateboard, Tenis, Tinju, dan lain-lain.Gambar 3.1.8. Contoh situs Olah Raga
  24. 24. 31SITUS KESEHATAN: Asosiasi, Fitness dan Spa, Medis, PengobatanAlternatif, Rumah Sakit, dan lain-lain.Gambar 3.1.9. Contoh situs Kesehatan
  25. 25. 32SITUS PEMERINTAH : Lembaga Pemerintah, Hukum, KedutaanAsing, Kedutaan Indonesia, Politik, Kementerian, Militer, Organisasi,Perwakilan Kota, dan lain-lainGambar 3.1.10. Contoh situs Pemerintah
  26. 26. 33SITUS PENDIDIKAN : Anak-anak, Asosiasi Mahasiswa, Dakwah,Edukasi, Bahasa, Komputer, Kursus dan Pelatihan, Perguruan Tinggi,Sekolah Menengah, dan lain-lainGambar 3.1.11. Contoh situs Pendidikan
  27. 27. 34SITUS REFERENSI : Ensiklopedi, Kamus, Perpustakaan, Sejarah,Museum, Peta, dan Lain-lainGambar 3.1.12. Contoh situs Referensi
  28. 28. 35SITUS REGIONAL : Aceh, Bali, DKI Jakarta, Jawa, Kalimantan,Sulawesi, Sumatera, dan lain-lainGambar 3.1.13. Contoh situs Regional
  29. 29. 36SITUS REKREASI : Candi, Danau, Gunung, Kolam Renang, Laut,Bioskop, Games, dan lain-lainGambar 3.1.14. Contoh situs Rekrasi
  30. 30. 37SITUS SAINS DAN TEKNOLOGI : Riset, Penelitian, TeknologiTerpadu, Teknologi Tepat Guna, dan lain-lainGambar 3.1.15. Contoh Situs Sains dan Teknologi
  31. 31. 38SITUS SENI DAN KERAJINAN : Barang Antik, Kerajinan, Kultur danTradisi, Museum dan Galeri, Sastra, Seni Peran (Acting), Seni Visual,Seni Desain, dan lain-lainGambar 3.1.16. Contoh Situs Seni dan Kerajinan
  32. 32. 39SITUS SOSIAL DAN BUDAYA : Agama, Anak-anak, Hobi, Keluarga,Komunitas, Lingkungan, dan lain-lainGambar 3.1.17. Contoh Situs Sosial dan Budaya
  33. 33. 40SITUS WISATA : Agen Wisata, Aktivitas, Hotel, Informasi dan Tips,Jasa Transportasi, Restoran, Petunjuk Wisata, dan lain-lainGambar 3.1.18. Contoh Situs Wisata
  34. 34. 413.2. DASAR-DASAR PEMILIHAN WARNASeperti telah dijelaskan di awal, pemilihan warna yang tepat sangatmempengaruhi respon pengunjung terhadap situs kita. Pilihlah warnasesuai dengan tema dalam situs tersebut. Sebagai contoh, jika situsberisi informasi tentang wisata pilihlah warna yang modern. Misalnyawarna merah, biru, orange, dan lain sebagainya. Intinya pilihlahwarna yang “eye cacthing” bagi pengguna agar menimbulkan rasaingin tahu tentang informasi penting dalam situs tersebut.Memang, pemilihan warna sebuah situs bergantung pada warna yangdisukai oleh “si pembuat” itu sendiri dan selera pemilih situs. Parapengembang web harus mengikuti kemauan para pemesan, yangnotabene pemilik situs. Pengembang web perlu meminta referensikepada calon pemesan tentang warna yang disukai agar ketikasampai proses pengembangan tidak terjadi perubahan warna yangsangat drastis. Pengembang juga tidak boleh memaksakan diri untukmemilih warna sesuai seleranya.Warna sebuah situs memiliki makna tersendiri, dan hanya pemiliksitus saja yang tahu tentang makna tersebut. Berikut ini terdapatulasan mengenai makna warna yang dapat diterapkan ketikamembangun sebuah situs yang profesional. Warna-warna tersebutmemiliki makna yang positif dan negatif karena warna tersebut sangatmempengaruhi emosional pengunjung untuk menentukan langkahselanjutnya. Warna dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:warna sejuk, warna hangat, dan warna netral.WARNA-WARNA SEJUK : Biru, Hijau, Ungu, Pirus dan Perak.Warna-warna sejuk cenderung berpengaruh memberikan perasaantenang bagi yang melihatnya. Meskipun digunakan sendiri,warna-warna ini bisa mempunyai rasa dingin atau impersonal,Berikut ini makna dari warna dalam kategori sejuk:Biru- Positif: keheningan, mencintai, kesetiaan, rasa aman,percaya, intelligence, berhubungan dengan ilmupengetahuan (sciences)- Negatif: kedinginan, ketakutan, kejantanan
  35. 35. 42Hijau- Positif: berhubungan dengan uang, pertumbuhan, kesuburan,kesegaran, (penyembuhan/pengobatan), healing, keteduhan- Negatif: iri hati, kecemburuan, kesalahan, kekacauanUnguUngu adalah kombinasi biru dan merah, oleh sebab itu ditemukanbaik kategori-kategori hangat maupun sejuk- Positif: raja, kaum ningrat, spirituality, kemewahan, ambition- Negatif: misteri, kemasgulanPirus- Positif: rohani, sembuh, perlindungan, canggih(sophisticated)- Negatif: cemburu, kewanitaanPerak- Positif: glamor, tinggi, anggun, halus dan rapi (sleek)- Negatif: pengkhayal, tidak tulusWARNA-WARNA HANGAT : Merah, merah muda, kuning, orange,ungu, dan emas. Warna hangat cenderung mempunyai suatu efekkegairahan bagi yang melihatnya. Oleh karena itu ketika warna inidigunakan sendiri dapat menstimulasi, membangitkan emosikekerasan/kehebatan dan kemarahan.Berikut ini makna dari warna dalam kategori sejuk:Merah- Positif: cinta, energi, kuasa, kekuatan, penderitaan, panas- Negatif: kemarahan, bahaya, peringatan, ketidaksabaranMerah muda- Positif: sehat, bahagia, feminin, rasa kasihan, manis, sukamelucu- Negatif: kelemahan, kewanitaan, ketidak dewasaan
  36. 36. 43Kuning- Positif: terang/cerdas, energi, matahari, kreativitas, akal,bahagia- Negatif: penakut, tidak bertanggungjawab, tidak stabilOrange- Positif: keberanian, kepercayaan, kehangatan/keramahan,keakraban, sukses- Negatif: ketidak-tahuan, melempem, keunggulanUnguWarna ungu ditemukan di dalam kedua-duanya warna dingin danhangat- Positif: royalti, kebangsawanan, kerohanian, kemewahan,ambisi- Negatif: kegaiban, kemurunganEmas- positif: kekayaan, kemakmuran, berharga, tradisional- negatif: ketamakan, pemimpiWARNA-WARNA NETRAL : Coklat, berwarna coklat, gading, kelabu,putih dan hitam. Warna netral adalah suatu pemilihan agung untukbergaul dengan suatu palet (lukis) hangat atau dingin. warna-warnanetral sangat baik untuk latar belakang dalam suatu situs.Tambahkan warna hitam untuk menciptakan suatu yang lebih gelap ”dan keteduhan” tentang suatu warna utama.Berikut beberapa makna dari beberapa warna netral:Hitam- Positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun,formalitas- Negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka,kegaibanAbu-abu- Positif: keamanan, keandalan, kecerdasan/inteligen, padat,konservatif
  37. 37. 44- Negatif: muram, sedih, konservatifCoklat- Positif: ramah, bumi, keluar rumah, umur panjang,konservatif- Negatif: dogmatis, konservatifTan ( wol halus yang masih putih)- Positif: ketergantungan, fleksibel, keriting, konservatif- Negatif: tumpul, membosankan, konservatifGading- Positif: ketenangan, kenyamanan, kebersihan/kesucian,hangat- Negatif: lemah, tidak stabilPutih- Positif: kebaikan, keadaan tak bersalah, kesucian, segar,gampang, bersih,- Negatif: musim dingin, dingin, jauhSelagi tidak ada kemutlakan “pembenaran” untuk mewarnai sebuahwebsite, Anda perlu mengetahui sasaran audience, danmempertimbangkan respon mereka tentang warna yang digunakan.Faktor mendasar yang perlu dipertimbangkan untuk targetpengguna/pengunjung adalah perbedaan umur/zaman, perbedaantingkatan/kelas, perbedaan jenis kelamin dan keseluruhankecenderungan warna.Perbedaan umur/zaman merupakan faktor pokok yang tidak bolehdiabaikan. Jika yang menjadi target adalah anak remaja (ABG) dananak-anak, maka mereka menyukai warna terang, warna dasar,warna primer merah, biru, kuning dan hijau. Berbeda dengan orangdewasa, yang umurnya lebih tua, mereka akan menyukai warna yanglebih gelap, sama dengan warna dari kelompok warna-warna netral.Perbedaan kelas adalah faktor pokok lain yang memiliki pengaruhdalam memilih warna. Sebuah riset di Amerika Serikat telah
  38. 38. 45menunjukkan bahwa kelas pekerja menyukai warna seperti biru,merah, hijau, dan lain lain. Sedangkan mereka yang lebih terdidikcenderung menyukai yang lebih mengaburkan warna seperti taupe,warna biru langit, celadon, ikan salem, dll.Perbedaan jenis kelamin merupakan salah satu faktor nyata dalammemilih warna. Pria cenderung menyukai warna dingin (coo) sepertihijau dan biru, sedangkan wanita menyukai warna lebih hangat, yaitumerah dan orange. Jika kita memiliki audience (pendengar/pemerhati) keduanya (laki-laki dan perempuan), yang sebaiknyamempertimbangkan pencampuran beberapa warna dari warna cooldan hangat.Dengan mengetahui target audience dan efek yang berbeda dariwarna yang ditimbulkan, kita memperoleh suatu kemampuan lebihbesar untuk menentukan warna apa yang terbaik untuk menarikpengunjung baik pria maupun wanita.Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, pengunjung web biasanyamenggunakan monitor berbeda, browsers berbeda, dan sistemoperasi berbeda. Itu hampir mustahil untuk memastikan bahwa warnayang kita buat akan sama pada tiap-tiap komputer seperti halnyadicetak. Jangan hanya terkait dengan perbedaan pada komputeryang berlainan, tetapi bagaimana kita mencoba menjadikanpenggunaan warna menjadi konsisten. Bagaimana kita menciptakansuatu palet warna untuk perusahaan, identitas merek, atau warnaproduk, konsistensi adalah kunci. Gunakanlah warna yang samapada seluruh usaha pemasaran untuk menciptakan keakrabandengan produk atau perusahaan. Konsistensi akan membantumenarik pengunjung. Warna yang ditampilkan di website harus samadengan warna dalam bentuk pulikasi (booklet, flyer, pamflet, danlain-lain yang sejenis).3.3. MENGATUR LAYOUTDengan melihat beberapa perbandingan situs di atas tersebut, kitadapat menentukan tampilan layout (halaman utama) sebuah website.Sebagai pengembang web tentunya sudah bisa membedakan bentukyang cocok untuk yang akan dibuat menurut kategorinya.
  39. 39. 46Ketika merancang tata letak (layout) halaman web bisa dapatmenggunakan beberapa teknik, salah satunya adalah dengan caramembuat sketsa pada kertas gambar menggunakan pensil. Ataudapat juga membuat sketsa menggunakan program pengolah vektorseperti CorelDraw, Adobe Illustrator, maupun Macromedia Freehand.Pada contoh berikut ini, penulis memanfaatkan CorelDraw untukmembuat sketsa layout halaman web. Sebagai bahan praktek untukmembuat website, berikut ini merupakan bentuk sketsa layouthalaman web sebagai panduan untuk membuat navigasi maupun fiturlain yang diperlukan.Gambar 3.2.1. Bentuk Layout Situs Berita dan Media
  40. 40. 47Gambar 3.2.2. Bentuk Layout Situs Bisnis dan EkonomiGambar 3.2.3. Bentuk Layout Situs Pribadi
  41. 41. 48Gambar 3.2.4. Bentuk Layout Situs BisnisSetelah membuat beberapa bentuk layout, langkah selanjutnyaadalah mengembangkan sketsa tersebut menjadi sebuah tampilanweb yang inovatif menggunakan beberapa tool yaitu: AdobePhotoshop sebagai desain tampilan, Macromedia sebagai pengaturteks dan menu pop up, dan Macromedia Flash sebagai animasi.
  42. 42. 49BAB 4PROSES PENGEMBANGANPada bagian ini kita akan membahas tentang teknik pengembangansitus sesuai dengan sketsa yang telah dibuat sebelumnya. Prosespengembangan diawali dengan pembuatan layout halamanmenggunakan Adobe Photoshop, kemudian diolah dalamMacromedia Dreamweaver untuk menambahkan isi (content) dansedikit tambahan menu pop up (pull down) menggunakan Javascript.Untuk studi kasus, pertama kali kita akan mencoba membuat situspribadi. Dalam hal pemilihan warna, terserah para pembaca. Sayasebagai penulis hanya memberikan teknik membuat bentuk layouthalaman website profesional.4.1. SITUS PRIBADIGambar 4.1.1. Bentuk Layout yang akan disempurnakan
  43. 43. 50Dengan melihat bentuk layout tersebut di atas, akan lebih mudahproses pengembangannya dalam Adobe Photoshop. Sebelummembuat dokumen baru, kita harus mengetahui bahwa tidak semuaresolusi monitor pengguna sama dengan yang kita miliki. Sebagaicontoh, resolusi monitor kita menggunakan ukuran 1024 x 768 pixelsedangkan pengguna (user) hanya memiliki resolusi 800 x 600 pixel.Apabila Anda membuat ukuran dokumen 900 x 600 pixel makamenimbulkan ketidaknyamanan pengunjung karena harus seringmenggulung halaman website akibat ukuran dokumen terlalu lebar.Sebaiknya lebar tidak melebihi 800 pixel.4.1.1. Membuat Dokumen BaruDiasumsikan Anda menggunakan Adobe Photoshop CS maupunCS2. Jalankan program Adobe Photoshop kemudian ikuti beberapapetunjuk berikut ini.1. Buatlah dokumen baru dengan ukuran 800 x 600 pixel. Modewarna RGB, resolusinya 72 pixel, mode warna RGB 8 bit danlatar belakang white. Beri nama dokumen baru tersebut (misal:Situs Pribadi), setelah selesai klik OK.Gambar 4.1.1.1. Kotak dialog dokumen baru2. Untuk mempermudah proses pembuatan interface situs, adabaiknya memasukkan gambar bentuk layout ke dalam dokumenAdobe Photoshop. Anda dapat menduplikasi (copy dan paste)ke dalam dokumen tersebut.
  44. 44. 51Gambar 4.1.1.2. Sketsa yang telah dibuka dengan Photoshop3. Klik Set Foreground color untuk memilih warna sebagai latarbelakang.Gambar 4.1.1.3. Set Foreground color4. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kodewarna # 0066cc pada kotak kode.Gambar 4.1.1.4. Kotak dialog Color Picker
  45. 45. 525. Tekan tombol Alt+Backspace secara bersama-sama untukmemberi warna pada layer Background.Gambar 4.1.1.5. Layer Background yang telah diberi warna6. Buatlah layer baru dengan nama “Up” kemudian aktifkanRectangle Marquee tool dan buatlah seleksi seperti nampakpada gambar berikut.Gambar 4.1.1.6. Membuat seleksi berbentuk kotak.7. Tekan huruf D pada keyboard untuk mengubah warna defaultForeground dan Background (Hitam dan Putih) kemudian tekanhuruf X untuk membalik warna tersebut. Tekan tombol
  46. 46. 53Alt+Backspace secara bersama-sama untuk memberi warnaputih pada layer “Up”. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi.Gambar 4.1.1.7. Memberi warna putih sebagai tempat navigasi.4.1.2. Membuat InterfaceBentuk interface yang bagus dapat membangkitkan “gairah” parapengguna untuk tetap menikmati berbagai berita dan informasi yangdisajikan. Keunikan bentuk interface memiliki nilai tersendiri karenatidak semua orang memiliki kemampuan untuk menciptakan bentuktersebut. Berikut ini akan membahas salah bentuk interface yangmodern.1. Pertama kali, aktifkan tool Pen.Gambar 4.1.2.1. Pen tool.2. Pada menu option di bagian atas, pilih Shape Layers.
  47. 47. 54Gambar 4.1.2.2. Menu Option Pen tool.3. Klik Set Foreground Color untuk memilih warna.Gambar 4.1.2.3. Kotak dialog Color Picker untuk memilih warna.4. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kodewarna #ff5d6c pada kotak yang disediakan.Gambar 4.1.2.4. Kotak dialog Color Picker5. Buatlah Shape menggunakan Pen tool dengan bentuk sepertinampak pada gambar 4.1.2.5.6. Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung.(Lihat gambar 4.1.2.6.).
  48. 48. 55Gambar 4.1.2.5. Bentuk Shape yang diinginkan.7. Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung.Gambar 4.1.2.6. Mengaktifkan Convert Point tool8. Klik pada segmen yang ingin diberi efek lengkung. Klik dantahan sambil menggeser salah satu convert point ke kanansecara perlahan agar membentuk lengkungan yang diinginkan.Gambar 4.1.2.6. Membuat bentuk lengkung9. Selanjutnya memilih segmen yang lain. Klik dan tahan sambilmenyeret pointer ke kanan secara perlahan agar membentukobjek yang diinginkan.Gambar 4.1.2.7.Membuat bentuk lengkung
  49. 49. 5610. Jika telah selesai maka akan terbentuk sebuah asesorismodern seperti nampak pada gambar berikut.Gambar 4.1.2.8. Bentuk asesoris modern11. Aktifkan layer Shape 1, buatlah duplikat layer tersebut dengancara mengklik dan tahan sambil menggerakkan ke ikon CreateNew Layer.Gambar 4.1.2.9. Membuat duplikat layer12. Jika berhasil, pada Palet Layer akan muncul hasil duplikasilayer tersebut dengan nama Shape 1 copy. (Lihat gambar4.1.2.10.).13. Aktifkan layer Shape 1 copy kemudian tekan Ctrl+T untukmentransformasikan. Klik tombol mouse kanan dan pilih FlipHorizontal. Setelah selesai klik tombol Commit pada option bar
  50. 50. 57atau dapat juga menekan tombol Enter. (Lihat gambar4.1.2.11.).Gambar 4.1.2.10. Duplikat layer telah munculGambar 4.1.2.11. Mentransformasikan objek14. Kurangi tingkat kepekatan (opacity) dengan cara menggeserslider pada menjadi 50%.Gambar 4.1.2.12. Mengurangi tingkat kepekatan (opacity)
  51. 51. 5815. Aktifkan Direct Selection tool.Gambar 4.1.2.13. Mengaktifkan Direct Selection tol16. Buatlah seleksi untuk memilih dua buah segmen yang akandipindahkan secara bersama-sama.Gambar 4.1.2.14. Membuat seleksi menggunakan Direct Selectiontool17. Gunakan tombol panah ke kiri untuk menggeser dua buahsegmen tersebut.Gambar 4.1.2.15. Memindahkan posisi segmen18. Langkah selanjutnya adalah membuat ilustrasi yang samauntuk memperindah tampilan. Buatlah duplikat layer Shape 1sekali lagi dengan cara menggeser layer tersebut ke ikonCreate New Layer. Kemudian modifikasi bentuknya
  52. 52. 59menggunakan Convert Point tool sehingga akan membentuksebuah latar belakang yang modern. Ubahlah opacity-nyamenjadi 20%.Gambar 4.1.2.16. Bentuk shape sebagai latar belakang19. Berikutnya, aktifkan Pen tool dan buatlah Shape yangberbentuk seperti gambar berikut.Gambar 4.1.2.17. Membuat Shape lain20. Seperti biasa, aktifkan Convert Point tool untuk membuatbagian yang lengkung.Gambar 4.1.2.18. Mengatur lengkungan dengan Convert Point
  53. 53. 6021. Sehingga akan didapatkan sebuah bentuk interface yangmodern.Gambar 4.1.2.19 Bentuk sederhana layout Situs Pribadi22. Duplikasi Shape 2 dengan cara menyeret layer tersebut ke ikonCreate New Layer. Kemudian ubahlah bentuknya agar lebihmenarik lagi. Untuk memodifikasi, gunakan Convert Point tooldan Direct Selection tool. Jika mengikuti petunjuk buku ini,bentuk shape akan seperti nampak pada gambar berikut.Gambar 4.1.2.20. Bentuk layout setelah dimodifikasi
  54. 54. 6123. Terakhir, aktifkan Rectangle tool .Gambar 4.1.2.21. Memilih Rectangle tool24. Kemudian buatlah Shape berbentuk kotak memanjang. Janganlupa memberi warna Shape tersebut dengan kode warna#ea1c30.Gambar 4.1.2.22. Membuat shape baru4.1.3. Membuat TombolSetelah sebelumnya membuat bentuk interface untuk halaman situs,langkah selanjutnya adalah membuat tombol yang eksklusif.1. Pertama kali, aktifkan Rectangle Rounded tool.Gambar 4.1.3.1 Memilih Rounded Rectangle tool
  55. 55. 622. Buatlah sebuah tombol berbentuk kotak.Gambar 4.1.3.2. Bentuk shape baru3. Aktifkan Direct Selection tool kemudian buatlah seleksi untukmemilih empat buah segmen di bagian bawah.Gambar 4.1.3.3. Memilih beberapa segmen4. Geser ke kanan sebanyak 10 kali menggunakan tombol tandapanah ke kanan.Gambar 4.1.3.4. Memindahkan segmen5. Berilah efek bayangan (Drop Shadow) dengan cara mengklikikon Layer Style (f) di bagian bawah Palet Layers. (LihatGambar 4.1.3.5.).6. Setelah kotak dialog Layer Style muncul, aturlah beberapaspesifikasi seperti nampak pada gambar 4.1.3.6. Setelahselesai klik OK.
  56. 56. 63Gambar 4.1.3.5. Memilih style Drop ShadowGambar 4.1.3.6. Setting untuk efek Drop Shadow7. Langkah selanjutnya adalah membuat beberapa duplikasitombol tersebut dengan cara menggesernya ke ikon CreateNew Layer.
  57. 57. 64Gambar 4.1.3.7. Bentuk tombol yang sudah jadi8. Buatlah tiga buah tombol lagi dengan cara yang sama sepertisebelumnya. Anda dapat menduplikasi tombol yang sudah adaatau membuat tombol baru lagi. Jika Anda telah membuat tigabuah tombol, kira-kira bentuknya seperti gambar berikut ini.Gambar 4.1.3.8. Tampilan layout halaman muka sudah terbentuk4.1.4. Menambahkan Efek KhususInterface tersebut mungkin masih sangat sederhana, kita perlumemberi efek khusus agar terlihat menarik. Ada beberapa teknikketika membuat efek khusus pada tombol (button) yaitu memberiwarna putih agar kelihatan seperti “button gel” atau hanyamemberikan efek shadow saja.
  58. 58. 65Kita akan mencoba memberi efek khusus pada bentuk interfaceterlebih dulu.1. Pertama kali aktifkan layer yang bentuk objeknya sepertinampak pada gambar berikut.Gambar 4.1.4.1. Mengaktifkan salah satu shape2. Menuju ke palet Path, ubahlah path tersebut menjadi seleksidengan cara mengklik tombol ikon Load path as selection dibagian bawah palet Path.Gambar 4.1.4.2. Mengubah path menjadi seleksi3. Buatlah layer baru dengan nama “Light”. Kemudian aktifkanBrush tool, pilihlah ukurannya 9 pixel. Pada option bar, kurangiopacity menjadi sekitar 6% saja. Tekan huruf “D” lalu huruf “X”.Gambar 4.1.4.3. Menu Option bar4. Goreskan pada bagian yang lengkung secara perlahan-lahansehingga akan terbentuk warna seperti nampak pada gambarberikut.
  59. 59. 66Gambar 4.1.4.4. Membuat efek khusus5. Sekarang tekan tombol Ctrl+Shift+I atau pilih menu Select >Inverse untuk membalikkan posisi seleksi. Tekan huruf “X”untuk memilih warna Foreground menjadi Hitam.6. Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian yang lengkungmenggunakan Brush tool sehingga akan memiliki efek bersinardan muncul bayangan.Gambar 4.1.4.5. Hasil akhir penambahan efek4.1.5. Membuat HeadingUmumnya judul utama sebuah situs pribadi maupun perusahaanberada di bagian atas. Nama Domain dapat dijadikan sebagai judulheading dengan tujuan untuk lebih mengingatkan kepadapengunjung tentang alamat situs. Sebagai contoh, nama domainAnda : cantikclara.com. Ambillah nama domain tersebut sebagai judulheading.
  60. 60. 671. Untuk membuat sebuah heading, pertama kali aktifkanHorizontal Type tool.Gambar 4.1.5.1. Mengaktifkan Horizontal Type Tool2. Kemudian, klik ikon Foreground Color untuk menentukan warnateks. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kodewarna # ea1c30.Gambar 4.1.5.2. Icon Foreground and Background3. Ketiklah judul heading, misal: Dixs-um.com, pilihlah jenis huruf(font) yang tidak berkait (Sans Sherif).Gambar 4.1.5.3. Membuat judul heading4. Buatlah layer baru dengan nama “Color-head”, kemudianbuatlah seleksi berbentuk kotak menggunakan RectangleMarquee tool.Gambar 4.1.5.4. Membuat seleksi dengan Rectangle Marquee tool
  61. 61. 685. Aktifkan Gradient tool, kemudian pada option bar pilihlah tipeLinier ( ). Aturlah warna Foreground (#ea5765), danBackground (#ffffff).6. Letakkan pointer di atas dan tarik ke bawah untuk membuatwarna gradasi. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi.Gambar 4.1.5.5. Membuat efek gradasi4.1.6. Menambahkan Image/GambarGambar yang ditampilkan dalam sebuah situs dapat berupa fotomaupun clipart. Pada umumnya, ilustrasi yang digunakan dalambentuk fotografi karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya,warna realistis, bentuknya sesuai dengan objek sesungguhnya, lebihalami, dan masih banyak lagi kelebihannya.Oleh karena yang akan kita buat adalah situs pribadi, tidak adasalahnya menempatkan gambar (foto) pribadi seseorang dalamhalaman utama. Baiklah, langsung saja kita akan mencobamelakukannya.1. Pertama kali bukalah foto yang akan dijadikan ilustrasi dihalaman muka situs (lihat gambar 4.1.6.1).2. Pilih menu Window > Arrange > Tile Vertically untukmenampilkan dua buah dokumen (lihat gambar 4.1.6.2).3. Aktifkan layer yang bergambar orang, klik dan tahan sambilmenyeret layer tersebut ke dokumen Situs Pribadi (lihat gambar4.1.6.3).4. Jika gambarnya terlalu besar, ubahlah ukurannya dengan caramenekan tombol Ctrl+T kemudian seretlah salah satu titikpegangan (handle) ke tempat tujuan (lihat gambar 4.1.6.4).
  62. 62. 69Gambar 4.1.6.1. Gambar sebagai ilustrasi utamaGambar 4.1.6.2. Mengatur jendela dokumenGambar 4.1.6.3. Memasukkan gambar dengan cara click and drag
  63. 63. 70Gambar 4.1.6.4. Mengubah ukuran gambar5. Aktifkan Horizontal Type tool, dan ketikkan beberapa katasebagai identitas situs tersebut.Gambar 4.1.6.5. Menambahkan teks sebagai identitas situs4.1.7. Menambahkan Teks untuk MenuTombol-tombol yang telah dibuat tersebut belum dapat berfungsisebagai menu karena tidak ada teksnya. Nah, pada bagian berikut ini
  64. 64. 71kita akan mencoba menambahkan teks pada beberapa tombol yangtelah dibuat agar dapat berfungsi sebagai menu.Menu tersebut dapat berupa mouse over maupun menu pull down.Jadi sebaiknya Anda memikirkan sejak awal sebelum memutuskanuntuk memilih bentuk yang diinginkan. Apabila Anda mengikutipetunjuk dalam buku ini, bentuk menu yang akan dibuat adalah menupull down.1. Langkah yang pertama, aktifkan Horizontal Type toolkemudian buatlah area teks dengan cara mengklik pada tempattombol sambil ditahan dan menyeretnya ke bagian lainmembentuk kotak teks.Gambar 4.1.7.1. Membuat area teks2. Buatlah teks sebagai menu (misal: Home, Profile, Gallery,News, dan Contact). Anda bebas memilih jenis huruf (font),penulis menggunakan jenis font Myriad Pro 10 point. Gunakanwarna putih untuk teks tersebut.Gambar 4.1.7.2. Membuat teks sebagai menu3. Lakukan hal yang sama untuk membuat menu di bagian lain.Gambar 4.1.7.3. Menambahkan teks untuk menu di bagian lain
  65. 65. 724.1.8. Memotong Gambar (Slice)Adobe Photoshop memang dapat diandalkan dalam segala hal,terbukti beberapa bidang sangat memerlukan software yang satu inidiantaranya untuk keperluan fotografi, percetakan, animasi,periklanan, maupun untuk membuat website.Salah satu keunggulan Adobe Photoshop dalam membuat sebuahhalaman web adalah adanya teknik Slice. Dengan fasilitas tersebut,gambar akan secara otomatis terpotong sesuai dengan garis Slice.Anda tidak perlu memotong secara manual kemudian menyimpanpotongan gambar tersebut satu per satu.Hal yang perlu diperhatikan ketika memotong gambar adalahmembaginya sesuai keperluan saja. Artinya, jika gambar tersebutakan digunakan sebagai tombol menu maka sebaiknya dipotongsesuai masing-masing judul menu tersebut. Misal menu Home harusterpisah dari menu Profile. Jangan memotong gambar yang memilikidua menu karena akan mengalami masalah ketika mengeditnyadalam Macromedia Dreamweaver.1. Sebelum memotong gambar menggunakan Slice tool, kitamemerlukan beberapa garis bantu untuk menandai bagianmana saja yang akan dipotong. Letakkan pointer pada rulerguide di sebelah kiri tangan Anda, klik dan tahan sambilmenyeret ke kanan.Gambar 4.1.8.1. Cara membuat garis bantu
  66. 66. 732. Buatlah beberapa garis bantu untuk menandai bagian yangakan dipotong. Apabila mengikuti pentunjuk dalam buku ini,kurang lebih seperti gambar berikut.Gambar 4.1.8.2. Beberapa garis bantu vertical yang telah dibuat3. Sekarang buatlah garis bantu secara horisontal dengan caramengambilnya dari ruler guide di atas (horizontal ruler),sehingga hasilnya akan nampak seperti gambar berikut ini.Gambar 4.1.8.3 Membuat garis Bantu horisontal4. Setelah tersusun beberapa garis bantu, langkah selanjutnyaadalah memotong gambar tersebut menggunakan Slice tool.
  67. 67. 74Kita harus memilih bagian mana saja yang perlu dipisahkan,dan umumnya semua tombol harus dipisahkan karena memilikifungsi yang berbeda. Sedangkan untuk bagian yang akandigunakan sebagai latar belakang, sebaiknya tidak perludipisahkan. Untuk memotong bagian tersebut, pertama kaliaktifkan Slice tool. Perlu diingat, setelah mengaktifkan Slicetool secara otomatis akan muncul angka 1 di sudut kiri atas. Halitu memiliki arti gambar tersebut telah siap dipotong.Gambar 4.1.8.4. Kode penggunaan Slice tool5. Letakkan pointer di sudut kiri atas.Gambar 4.1.8.5. Meletakkan pointer Slice tool di atas6. Kemudian klik dan tahan sambil menyeret ke sebelah kanansesuai luas yang diinginkan.Gambar 4.1.8.6. Posisi akhir pointer Slice tool7. Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akanmuncul angka 2.Gambar 4.1.8.7. Penomoran image secara otomatis
  68. 68. 758. Letakkan pointer di atas angka 2, klik dan tahan sambilmenyeret ke kanan untuk memotong gambar.Gambar 4.1.8.8. Memotong dengan Slice tool9. Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akanmuncul angka 3 dan 4. Hal ini dikarenakan Adobe Photoshopsecara otomatis memotong pada bagian lain agar bentuknyatetap utuh. Anda dapat memotong gambar pada area yangtelah ditandai angka tersebut.Gambar 4.1.8.9. Memotong image sesuai luas area yang telahditentukan10. Langkah selanjutnya adalah memotong tombol-tombol yangada secara terpisah. Letakkan pointer pada angka 3, klik dantahan sambil menyeret ke bagian lain yang telah ditandaidengan garis bantu.Gambar 4.1.8.10 Posisi awal dan akhir pointer Slice tool11. Lakukan dengan cara yang sama untuk memotong bagian lainsehingga akan terbentuk seperti gambar berikut.Gambar 4.1.8.11. Area yang sudah ditandai dengan Slice tool
  69. 69. 7612. Untuk bagian yang memiliki fungsi sama, sebaiknya tidak perludipisah/dipotong.Gambar 4.1.8.12. Mengabaikan bagian yang tidak dipotong13. Perlu diperhatikan, ketika memotong pada bagian lainusahakan irisannya tepat pada irisan sebelumnya agar tidakmuncul irisan lain yang tidak diinginkan. Jika hal itu terjadi,hasilnya tidak akan maksimal dan tidak sesuai seperti yang kitaharapkan. Anda dapat memotong gambar yang terlalu besarmenjadi beberapa bagian agar proses koneksi lebih cepatketika menampilkan gambar.Gambar 4.1.8.13. Irisan harus tepat pada bagian sebelumnya14. Langkah selanjutnya, irislah tombol-tombol pada bagian kanan.Gambar 4.1.8.14.15. Berikutnya, memotong gambar yang bukan berfungsi sebagaitombol.Gambar 4.1.8.15. Beberapa bagian yang telah dipotong
  70. 70. 7716. Untuk gambar yang akan dijadikan latar belakang, irislahmenjadi dua bagian saja seperti nampak pada gambar berikut.Gambar 4.1.8.16. Memotong bagian sebagai latar belakang17. Begitu pula pada bagian lain, irislah gambar sesuai keperluan.Gambar 4.1.8.17. Memotong pada bagian lain18. Apabila sudah mengiris gambar menjadi beberapa bagianmaka akan nampa sepeti gambar berikut.Gambar 4.1.8.18. Hasil akhir pemotongan dengan Slice tool
  71. 71. 7819. Dan untuk langkah selanjutnya adalah menyimpan dokumentersebut menjadi web (Save for web). Pilih menu File > Savefor Web.Gambar 4.1.8.19. Memilih menu Save for Web20. Maka akan muncul kotak dialog Save for Web. Klik tombolSave.Gambar 4.1.8.20. Kotak dialog Save for web
  72. 72. 7921. Maka akan muncul kotak dialog Save Optimized As. Tentukanfolder untuk menyimpan file kemudian beri nama file tersebut,misal index lalu pilih HTML and images untuk Save as type,Seting=Default Setting, dan Slice=All Slices. Setelah selesaiklik tombol Save untuk menyimpan.Gambar 4.1.8.21. Kotak dialog Save Optimized As22. Setelah menyimpan dokumen tersebut, akan nampak nama fileindex.html dan folder images yang berisi beberapa gambaryang telah dipotong menggunakan Slice tool.Gambar 4.1.8.22. Beberapa potongan gambar terkumpul jadi satufolder
  73. 73. 8023. Tahap selanjutnya adalah mengeditnya menggunakanMacromedia Dreamweaver untuk menambahkan teks danmembuat menu pull down agar tampilan situs lebih menarik danlebih profesional. Teknik pembuatannya akan dibahas padabab selanjutnya dalam buku ini.4.2. SITUS BISNISGambar 4.2.1. Bentuk Layout yang akan disempurnakanSketsa seperti gambar di atas hanyalah salah satu contoh bentuksitus untuk bisnis, Anda dapat membuat yang lebih bagus lagi.Tampilan tersebut hanyalah sekadar contoh saja untukmempermudah dalam mengembangkan web. Pembahasan dalambuku ini hanyalah sekadar memandu teknik pembuatannya, masalahdesain dan penambahan script dapat Anda kembangkan sendiri.
  74. 74. 814.2.1. Membuat Dokumen BaruPada pembahasan sebelumnya kita telah membuat sebuah situspribadi dengan ukuran 800x600 pixel. Kini kita akan mencobamembuat sebuah situs Bisnis dengan ukuran 780x890 pixel.1. Pertama kali buatlah dokumen baru dengan cara memilih menuFile > New atau dapat pula menekan tombol Ctrl+N.Gambar 4.2.1.1. Membuat dokumen baru2. Masukkan gambar sketsa dari CorelDraw ke dalam dokumenAdobe Photoshop dengan cara meng-copy dan paste.Gambar 4.2.1.2. Memasukkan sketsa ke dokumen Photoshop
  75. 75. 824.2.2. Membuat InterfaceBentuk interface sangat mempengaruhi “feed back” penggunaterhadap situs kita. Apabila bentuk interface menarik dan ditambahdengan artikel yang menarik, maka pengunjung akan merasa betahmenikmati artikel yang disuguhkan. Bentuk interface situs komersialberbeda dengan situs pribadi. Umumnya, situs komersial/bisnismengedepankan jasa ataupun produk yang dimiliki.Pada bagian berikut ini, kita akan mencoba membuat bentuk interfacesitus bisnis/komersial dengan cara mencontoh dari sketsa yang telahdibuat.1. Pertama kali tentukan warna yang akan digunakan sebagailatar belakang (background) situs kita dengan cara mengklikikon Set Foreground and Background. Diasumsikan, Andamemilih warna #02bfe5.Gambar 4.2.2.1. Icon Foreground and Background2. Buatlah layer baru dengan cara mengklik ikon New Layer padabagian bawah palet Layers, kemudian gantilah namanyamenjadi warna dasar.Gambar 4.2.2.2. Membuat layer baru3. Tekan Alt+Backspace untuk mengisi warna tersebut.4. Agar sketsa tidak menutupi rancangan website yang akandibuat, sebaiknya tingkat kepekatan (opacity) Layer 1 (gambarsketsa) dikurangi hingga 25% saja.
  76. 76. 835. Langkah selanjutnya, buatlah layer baru dan beri nama menjadinavigasi atas. Kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool,buatlah seleksi memanjang dari kiri ke kanan seperti nampakpada gambar berikut.Gambar 4.2.2.3. Membuat seleksi dengan Rectangle Marquee tol6. Aturlah warna Foreground #eeeeee dan Background #acacac,kemudian aktifkan Gradient tool lalu pilih tipe Linier.Gambar 4.2.2.4. Mengaktifkan Gradient tool7. Letakkan pointer di atas, lalu seret ke arah bawah secara tegaklurus agar menghasilkan warna gradasi yang diinginkan.Gambar 4.2.2.5. Posisi awal dan akhir pointer Gradient tool
  77. 77. 848. Untuk mempersingkat pekerjaan Anda, buatlah duplikasi layertersebut dengan cara mengaktifkan layer tersebut, lalu kliktombol mouse kanan. Pilih Duplicate Layer, setelah munculkotak dialog gantilah nama layer hasil duplikasi.Gambar 4.2.2.6. Membuat duplikat layer9. Pindahkan layer hasil duplikasi ke bawah, kemudian perkecilukurannya dengan cara menekan tombol Ctrl+T. Seret handlebagian bawah ke atas. Setelah selesai tekan Enter.Gambar 4.2.2.7. Mengubah ukuran objek10. Buatlah layer baru dan gantilah namanya menjadi navigasi kiri,kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool dan buatlah seleksidi bagian kiri. Tentukan warna Foreground #246494 dan tekanAlt+Backspace untuk mengisi seleksi tersebut. Setelah selesaitekan Ctr+D untuk membuang seleksi (Gambar 4.2.2.8.)11. Buatlah duplikasi navigasi atas sekali lagi, kemudian letakkanpada bagian bawah seperti nampak pada Gambar 4.2.2.9.
  78. 78. 85Gambar 4.2.2.8 Membuat interface untuk navigasi kiriGambar 4.2.2.9.. Membuat navigasi bawah12. Buatlah layer baru dengan nama badan teks kemudian buatlahseleksi menggunakan Rectangle Marquee tool.Gambar 4.2.2.10. Membuat seleksi
  79. 79. 8613. Aturlah warna Foreground #cccccc dan Background #ffffff.Selanjutnya aktifkan Gradient tool, pilih tipe Linier.Gambar 4.2.2.11.Mengaktifkan Gradient tool14. Buatlah warna gradasi pada seleksi tersebut dengan carameletakkan pointer di bagian atas kemudian klik dan seretpointer ke bawah. Setelah selesai tekan Ctrl+D.Gambar 4.2.2.12. Membuat warna gradasi15. Langkah selanjutnya adalah membuat papan navigasi ditengah-tengah badan teks. Pertama kali buatlah layer barudengan nama navigasi tengah, kemudian buatlah seleksimenggunakan Rectangle Marquee tool. Aturlah warnaForeground # bcbaba dan Background #dad5d5.16. Aktifkan Gradient tool, pilih tipe Linier. Buatlah efek gradasi dariatas ke bawah. Setelah selesai tekan Ctrl+D untukmenghilangkan seleksi.
  80. 80. 87Gambar 4.2.2.13. Membuat warna gradasi17. Sekarang kita akan mencoba membuat asesoris untuk navigasikiri. Pertama kali, aktifkan Pen tool kemudian pilih Shape Layerpada option bar di bagian atas.Gambar 4.2.2.14. Mengaktifkan Shape Layer18. Aturlah Foreground dengan warna #02bfe5. Selanjutnya klikpointer di sebelah kiri kemudian klik di tempat lain sehinggamembentuk sebuah Shape tertutup seperti nampak padagambar berikut.
  81. 81. 88Gambar 4.2.2.15. Membuat bentuk Shape untuk asesoris19. Ubahlah bentuknya menggunakan Convert Point tool,sehingga akan berbentuk seperti gambar berikut.Gambar 4.2.2.16. Mengaktifkan Convert Point tool20. Buatlah bentuk lain untuk di bagian bawah.Gambar 4.2.2.17. Bentuk asesoris di bagian lain
  82. 82. 894.2.3. Menambahkan Efek pada InterfaceEfek yang ditambahkan pada sebuah objek sangat mempengaruhisudut pandang dan efek natural yang ditimbulkan. Sebagai contoh,objek yang diberi efek shadow akan lebih Nampak realistisdibandingkan yang tidak diberi efek sama sekali.Pada bagian ini kita akan mencoba membahas tentang penambahanefek pada interface yang baru saja dibuat.1. Aktifkan layer Navigasi AtasGambar 4.2.3.1. Mengaktifkan layer navigasi atas2. Pilih menu Layer Style di bagian bawah palet Layers (sepertihuruf f).Gambar 4.2.3.2. Menu Layer Style
  83. 83. 903. Setelah muncuk kotak dialog Layer Style, klik Blending modeDrop Shadow dan aturlah beberapa spesifikasi seperti nampakpada gambar berikut. Setelah selesai klik OK.Gambar 4.2.3.3. Kotak dialog Layer Style4. Anda bisa menduplikasi efek layer style ke Layer yang lain.Aktifkan layer yang sudah memiliki efek (misal: navigasi atas),klik tombol mouse kanan kemudian pilih Copy Layer Style.Gambar 4.2.3.4. Memilih menu Copy Layer Style
  84. 84. 915. Aktifkan layer yang akan diberi efek (misal: navigasi atas copy),klik tombol mouse kanan kemudian pilih Paste Layer Style.Gambar 4.2.3.5. Memilih menu Paste Layer Style6. Beri efek layer style ke seluruh navigasi yang ada sehinggaakan nampak seperti gambar berikut.Gambar 4.2.3.6. Hasil penambahan efek dengan layer style
  85. 85. 927. Sekarang aktifkan layer Shape 2, kemudian klik tombol mousekanan. Pilih Blending Options.Gambar 4.2.3.7. Menambahkan efek blending mode8. Setelah muncul kotak dialog Layer Style, pilih Drop Shadowkemudian aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak padagambar berikut. Setelah selesai klik OK.Gambar 4.2.3.8. Kotak dialog Layer Style
  86. 86. 934.2.4. Membuat TombolSetelah selesai membuat interface dengan penambahan beberapaefek, langkah selanjutnya adalah membuat tombol (button) padanavigasi yang telah dibuat sebelumnya.Tentukan terlebih dulu tombol apa saja yang akan ditampilkan dihalaman muka. Anda bisa melihat beberapa situs di Internet sebagaireferensi. Ada beberapa menu yang umumny ditampilkan di halamanmuka yaitu: Home, About, Us, Support, Contact Us, dan Service.Apabila Anda mengikuti petunjuk buku ini, kita akan mencobamembuat tombol menu tersebut.1. Pertama kali, buatlah garis bantu menggunakan Vertical RulerGuide dengan cara mengklik garis bantu (Ruler) kemudianseret ke tempat yang diinginkan. Buatlah menjadi enam bagiansebagai tempat tombol menu.Gambar 4.2.4.1. Membuat garis Bantu secara vertikal2. Sekarang aktifkan Line tool untuk membuat garis tipis.Gambar 4.2.4.2. Mengaktifkan Line tool
  87. 87. 943. Pada option bar di bagian atas, tentukan 1 pixel untukketebalan garis (Weight). Aturlah warna Foreground #858d8f.Buatlah garis vertikal dengan posisi tepat pada garis bantu yangtelah dibuat sebelumnya.Gambar 4.2.4.3. Membuat garis tipis4. Aktifkan Layer Style, pada Blending Options pilih Drop Shadowkemudian aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak padagambar berikut. Setelah selesai klik OK.Gambar 4.2.4.4. Kotak dialog Layer Style5. Buatlah beberapa duplikasi garis tersebut dan pindahkansesuai posisi garis bantu sehingga akan terbentuk tombolseperti nampak pada gambar berikut.Gambar 4.2.4.5. Beberapa duplikasi garis tipis
  88. 88. 956. Sekarang kita akan mencoba membuat teks menu: Home,About Us, Service, Support, Client, dan Contact Us. Pertamakali, aktifkan Horizontal Text tool, kemudian pada Option barpilihlah jenis huruf (font) yang disukai. Jangan lupa menentukanukuran font. Apabila mengikuti petunjuk buku ini, gunakan jenisfont Verdana, Regular 14 point. Warna #515759.Gambar 4.2.4.6. Mengaktifkan Horizontal Type tool7. Buatlah duplikasi teks Home tersebut kemudian gantilahteksnya sesuai dengan menu yang akan dibuat.Gambar 4.2.4.7. Teks untuk tombol sudah terbentuk8. Buat pula teks menu pada bagian lain dengan caramenduplikasi layer teks Home.Gambar 4.2.4.7. Teks untuk keterangan produk
  89. 89. 964.2.5. Membuat HeadingSetiap situs, baik yang bersifat komersial maupun sosial pastimemiliki ciri khas tersendiri. Profil dan jasa sebuah perusahaanmisalnya, akan teraktualisasi melalui gambar yang ada di situs danletaknya di bagian atas yang disebut dengan heading.Sebuah image dapat pula dijadikan “image branding” suatuperusahaan, maka kita harus benar-benar membuat gambar yangdijadikan heading memiliki kualitas yang sempurna.Gambar yang dijadikan sebagai heading juga harus sesuai denganprofil perusahaan itu sendiri. Sebagai contoh, perusahaan elektronikakan sangat sangat janggal situsnya bila gambarnya didominasi olehbunga atau sebaliknya.Pada bagian ini kita akan mencoba membuat sebuah image yangberfungsi sebagai heading. Apabila Anda mengikuti petunjuk buku ini,silakan gunakan beberapa gambar yang berhubungan dengancomputer. Misalnya: notebook, mouse, keyboard, printer, kartumemori, monitor, dan lain-lain.1. Pertama kali, bukalah beberapa gambar yang akan dijadikansebagai heading.Gambar 4.2.5.1. Beberapa gambar yang akan digabungkan
  90. 90. 972. Masukkan gambar-gambar tersebut ke dokumen website Andadengan cara mengaktifkan layer Background (gambar sumber)lalu klik dan seret (click and drag) ke tempat tujuan.Gambar 4.2.5.2. Memasukkan sebuah gambar ke dokumen3. Apabila ukurannya terlalu besar, perkecil dengan cara menekanCtrl+T, kemudian seret salah satu handle. Setelah selesaitekan Enter atau klik tombol Commit yang berada di Option bar.Gambar 4.2.5.3. Mengubah ukuran gambar4. Lakukan dengan hal yang sama untuk gambar lain. Apabilasemua gambar telah berada pada dokumen website,gabungkan gambar-gambar tersebut dengan teknik montage.
  91. 91. 98Gambar 4.2.5.4. Tiga buah gambar telah dimasukkan ke dokumen5. Sekarang aktifkan Eraser tool, dan aturlah beberapaspesifikasi pada Option bar.Gambar 4.2.5.5. Pengaturan untuk Brush tool pada Option bar6. Aktifkan salah satu layer gambar kemudian klik ikon Add LayerMask di bagian bawah palet Layers.Gambar 4.2.5.6. Membuat Layer Mask7. Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian tepi setiap gambarmenggunakan Eraser tool seperti nampak pada gambar berikut.
  92. 92. 99Gambar 4.2.5.7. Hasil perpaduan gambar dengan teknik montage8. Seleksi gambar-gambar tersebut dengan cara menekan tombolShift sambil mengklik layer gambar tersebut. Klik menu optionLayer, pilih Merge Layers atau tekan Ctrl+E.Gambar 4.2.5.8. Menggabungkan beberapa layer9. Anda bisa juga menambahkan efek lain pada heading sehinggaakan nampak seperti gambar berikut.Gambar 4.2.5.9. Hasil akhir gambar sebagai heading
  93. 93. 1004.2.6. Teknik SliceSetelah terbentuk sebuah halaman web yang siap ditampilkan,langkah selanjutnya adalah memotong (slice) dokumen tersebut agardapat diedit dengan Macromedia Dreamweaver maupun softwareyang sejenis.Anda tidak dapat menyimpan begitu saja website tersebut dalamsebuah image. Anda harus menyimpan menjadi beberapa gambaragar dapat memasukkan teks pada saat diedit menggunakanMacromedia Dreamweaver. Sedangkan untuk menyimpan menjadibeberapa bagian, Adobe Photoshop menyediakan Slice tool untukmemotong gambar sesuai keinginan.Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknikmemotong dokumen menjadi halaman website yang siap diedit.1. Buatlah garis bantu untuk membagi gambar tersebut dengancara mengklik dan menyeret Ruler dari tepi kiri dan atas.Gambar 4.2.6.1. Membuat garis Bantu secara vertical dan horisontal
  94. 94. 1012. Setelah semua gambar terbagi oleh garis bantu menjadibeberapa bagian, langkah selanjutnya adalah memotonggambar sesuai dengan garis bantu yang telah dibuat. AktifkanSlice tool, klik dan seret membentuk kotak sesuai besarnyagambar. Secara otomatis akan muncul nomor di sudut kiri atassebagai tanda urutan gambar yang telah dipotong. Apabilatidak tepat dalam memotong bagian sebelumnya, maka secaraotomatis akan dibuat nomor berikutnya. Oleh karena itu,usahakan meletakkan irisan tepat pada irisan sebelumnya.Pertama kali, potonglah bagian atas terlebih dulu.Gambar 4.2.6.2. Gambar siap dipotong3. Kemudian potonglah pada gambar yang berisi tombol menuHome, About Us, Service dan seterusnya.Gambar 4.2.6.3. Memotong bagian atas untuk membuat top menu4. Jangan lupa, pada bagian menu sebelah kiri juga di-Slicesesuai luas tombol yang ada.Gambar 4.2.6.4. Membuat tombol untuk menu kiri
  95. 95. 1025. Sebagai langkah akhir, kita akan menyimpan dokumen tersebutdalam format html sehingga dapat diedit melalui MacromediaDreamweaver. Mula-mula, pilih menu File > Save for Web.Gambar 4.2.6.5. Menyimpan dalam bentuk web6. Setelah muncul kotak dialog Save for Web, aturlah beberapaspesifikasi.Gambar 4.2.6.6. Pengaturan untuk menyimpan dalam format web7. Klik tombol Save, kemudian akan muncul kotak dialog untukmenentukan nama file, nama folder, tipe penyimpanan, setting,dan slice. Aturlah spesifikasi seperti nampak pada gambarberikut.
  96. 96. 103Gambar 4.2.6.7. Spesifikasi untuk nama file dan ekstensi8. Setelah tersimpan, secara otomatis seluruh gambar (image)akan tersimpan dalam folder images.Gambar 4.2.6.8. Beberapa gambar hasil pemotongan dengan SlicetoolSedangkan untuk mengedit file index.html, kita dapat memanfaatkanMacromedia Dreamweaver. Dengan software tersebut, kita dapatmemasukkan beberapa teks maupun animasi. Teknik mengeditmelalui Macromedia Dreamweaver akan dibahas pada babselanjutnya.
  97. 97. 104BAB 5PROSES EDITINGAda sebagian web designer dalam membuat situs professional tidakmemanfaatkan Adobe Photoshop dalam merancang web, padahaldengan software tersebut kita akan lebih mudah dan lebih praktisdibandingkan harus membuat kode html.Ketika dokumen Adobe Photoshop tersimpan dalam bentuk webmaka secara otomatis akan membuat tag html sendiri sehingga tidakperlu bersusah payah mengetik kode html. Anda dapat membuktikansendiri seperti nampak pada gambar berikut.5.1. EDITING AWALSitus yang telah dibuat, tidak secara otomatis dapat diisi dengankomponen (baik teks maupun grafik/gambar). Hal ini dikarenakankode html masih dalam bentuk gambar <img src> bukan latarbelakang <background>. Apabila kode html masih dalam statusobjek gambar maka Anda tidak dapat memasukkan teks maupungrafik.
  98. 98. 1055.1.1. Mengubah Objek menjadi BackgroundTidak semua gambar (image) yang pada web yang telah kita buatdiganti. Jika image tersebut berfungsi sebagai tombol, maka Andadapat menambahkan menu pull down agar tampilan website lebihmenarik. Anda juga dapat membuat tombol dalam bentuk mouse over,dan lain sebagainya.Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas tentang teknikpenggantian objek gambar menjadi latar belakang (backgrdound)agar kita dapat memasukkan beberapa komponen di dalamnya (teksmaupun grafik).1. Pertama kali, bukalah file index.html menggunakanMacromedia Dreamweaver.Gambar 5.1.1.1. Membuka dokumen di Macromedia Dreamweaver2. Setelah file terbuka, tentukan terlebih dahulu image mana sajayang akan di jadikan latar belakang dan bagian mana saja yangakan dijadikan sebagai tombol. Sebagai contoh, klik image dibagian bawah teks New Product.
  99. 99. 106Gambar 5.1.1.2. Memilih objek yang akan dihapus3. Pada bagian Properties, tertulis Src = images/index_26.gif halitu berarti kita tidak dapat memasukan teks di atas gambartersebut karena objek tersebut adalah image, bukanmerupakan background. Tekan Del untuk menghapusnya.Gambar 5.1.1.3. Objek telah terhapus
  100. 100. 1074. Klik pada Background URL of cell untuk memilih gambar yangakan dijadikan latar belakang (background). Oleh karena namafile yang baru saja dihapus adalah index_26.gif maka gunakanfile tersebut sebagai latar belakang.Gambar 5.1.1.3. Menentukan file gambar sebagai background5. Ketikkan images/index_26.gif pada kolom Bg.Gambar 5.1.1.4. Memasukkan nama file untuk background6. Lakukan hal yang sama pada bagian lain apabila ingin dijadikansebagai latar belakang agar kita dapat memasukkan objekberupa teks, animasi, maupun gambar.
  101. 101. 1085.1.2. Memasukkan ObjekObjek yang dimaksud dapat berupa animasi, gambar, maupun teks.Dalam Macromedia Dreamweaver proses memasukkan objek sangatmudah karena sudah disediakan tool yang sangat lengkap. Andatinggal memilih objek apa yang akan dimasukkan.Berikut ini akan membahas masalah teknik memasukkan objekberupa teks.1. Letakkan kursor pada tempat yang akan ditambahkan teks.Gambar 5.1.2.1 Menempatkan kursor pada area teks2. Pada penel Properties, aturlah beberapa spesifikasi sepertinampak pada gambar berikut.Gambar 5.1.2.2. Panel Properties3. Ketikkan beberapa kalimat yang berisi berita, kemudian aturlahformat teks tersebut seperti nampak pada gambar berikut.
  102. 102. 109Gambar 5.1.2.3. Memasukkan teks pada dokumen4. Anda bisa memasukkan image di antara teks tersebut. Untukmelakukan hal itu, pertama kali letakkan kursor di awal paragrafkemudian pilih menu Insert > Image.Gambar 5.1.2.4. Memilih menu Insert5. Pilih file gambar yang akan dimasukkan dalam dokumentersebut.Gambar 5.1.2.5. Menentukan file sumber
  103. 103. 1106. Apabila berhasil memasukkan gambar, maka akan terlihatobjek tersebut berada di depan paragraf. Namun posisinyamasih kurang sempurna karena susunan teks terdorong olehgambar tersebut.Gambar 5.1.2.5. Mengklik objek gambar7. Agar tampilan lebih rapi, Anda dapat mengatur posisi gambarsehingga seluruh teks akan berada di sebelah kanan gambar.Untuk melakukan hal tersebut, pada panel Properties pilih Leftuntuk Align.Gambar 5.1.2.6. Mengatur alignment untuk objek gambar
  104. 104. 1115.2. MEMBUAT LINK DAN NAVIGASIMenu yang mudah digunakan (user friendly) dapat membantupengguna ketika mencari informasi yang dibutuhkan. Sebaiknyamenggunakan tombol menu yang umum, seperti: Home, Product,Service, dan Contact Us.Dalam Macromedia Dreamweaver, kita membuat Pop-up Menu, danJumping Menu secara mudah. Anda tidak bersusah payahmenuliskan script yang panjang dalam bahasa Javascript karenatelah disediakan tool yang sangat mudah dan fleksibel.5.2.1. Membuat Pop-up MenuKeunggulan software Macromedia Dreamweaver dibandingkandengan aplikasi lain yang sejenis adalah adanya tool untuk membuatmenu pop-up yang dibuat dengan bahasa Java. Bagi mereka yangmasih awan dengan bahasa Java, tidak perlu bingung karenadisediakan panel Behavior untuk mempermudah dalam pembuatanmenu pop-up.Sebelum membuat pop-up menu terlebih dulu harus menyiapkannama file sebagai link. Sebagai contoh: ketika user memilih menu PCmaka yang akan muncul adalah pilihan nama computer seperti Acer,HP, BenQ, dan lain sebagainya. Dan ketika user memilih salah satuopsi (missal: Acer) maka akan terhubung ke file tersebut.Dengan demikian, Anda harus membuat beberapa file dengan bentukinterface yang sama seperti halaman utama, yaitu menyimpandengan nama lain (contoh: Save As > acer.html). Diasumsikan, Andatelah memiliki beberapa file sebagai link yang dimaksud.1. Pertama kali, klik menu PC.Gambar 5.2.1.1. Mengaktifkan salah satu objek gambar
  105. 105. 1122. Jika panel Behaviors belum muncul, aktifkan terlebih duludengan cara memilih menu Window > Behaviors.Gambar 5.2.1.2. Mengaktifkan panel Behaviors3. Pada panel Behaviors (berada di sebelah kanan), klik tombolAdd (tanda plus) untuk membuka menuGambar 5.2.1.3. Membuka menu Behaviors4. Selanjutnya pilih Show Pop up Menu.Gambar 5.2.1.4. Mengaktifkan menu Show Pop-up Menu5. Setelah mengklik pilihan tersebut, maka akan muncul kotakdialog Show Pop-up Menu yang masih kosong.
  106. 106. 113Gambar 5.2.1.5. Kotak dialog Show Pop-up Menu6. Pada Tab Contents, masukkan nama menu pada kolom Text(misal: Acer).Gambar 5.2.1.6. Memasukkan judul untuk menu7. Kemudian masukkan alamat URL pada kolom Link.Gambar 5.2.1.7. Menentukan alamat Link8. Selanjutnya pada kolom Target, pilih _parent.Gambar 5.2.1.8. Menentukan target9. Untuk membuat menu yang baru, klik tanda plus (+) di bagianatas. Kemudian lakukan hal sama seperti pada tahap 6.
  107. 107. 114Gambar 5.2.1.9. Membuat beberapa menu baru10. Selanjutnya, klik Tab Appearance untuk mengatur warna teksdan latar belakang pop up menu. Tentukan jenis dan ukuranfont yang digunakan. Lalu tentukan pula warna teks dan warnacell ketika mouse berada di atas teks.Gambar 5.2.1.10. Mengatur spesifikasi untuk teks menu11. Klik Tab Advanced untuk menentukan lebar, tinggi dan warnaborder kotak pop up menu.Gambar 5.2.1.11. Mengatur spesifikasi kotak menu
  108. 108. 11512. Klik Tab Position untuk menentukan posisi pop up menu.Gambar 5.2.1.12. Menentukan posisi pop-up menu13. Setelah selesai klik OK. Untuk melihat hasilnya, klik tombolF12.Gambar 5.2.1.13. Hasil akhir pembuatan pop-up menu14. Untuk mengasah keterampilan Anda, buatlah pop-up menupada tombol lain.
  109. 109. 1165.2.2. Membuat Rollover ImageMacromedia Dreamweaver selain menyediakan tool untuk membuatPop up Menu juga menyediakan tool untuk membuat Rollover Imagesebagai tombol. Yang harus Anda lakukan pertama kali adalahmenyediakan dua buah gambar yang ukurannya sama tapi warnanyaberbeda.1. Buatlah duplikasi gambar tombol yang telah ada.Gambar 5.2.2.1. Menyiapkan dua buah gambar2. Kemudian editlah file hasil duplikasi tersebut menggunakanAdobe Photoshop. Pilih menu Image > Adjustment >Hue/Saturation.Gambar 5.2.2.2 Memilih menu Hue/Saturation3. Setelah muncul kotak dialog Hue/Saturation, aktifkan pilihanColorize. Kemudian geser Slider Hue maupun Saturationsesuai kebutuhan. Setelah selesai klik OK, simpan dokumentersebut dengan cara menekan Ctrl+S.
  110. 110. 117Gambar 5.2.2.3. Kotak dialog Hue/Saturation4. Sekarang kembali ke Macromedia Dreamweaver. Klik gambarAbout Us.Gambar 5.2.2.4. Mengaktifkan salah satu objek5. Hapuslah objek tersebut dengan cara menekan tombol Del.Selanjutnya pilih menu Insert > Image Objects > RolloverImage.Gambar 5.2.2.5. Mengaktifkan menu Rollover Image6. Setelah muncul kotak dialog Insert Rollover Image, berilahnama gambar pada kolom Image name kemudian tentukan
  111. 111. 118gambar asli pada kolom Original Image. Untuk mempermudahpencarian file, klik tombol Browse. Tentukan pula file untukgambar rollover pada kolom Rollover Image.Gambar 5.2.2.6. Menentukan gambar asli dan gambar rollover7. Masukkan teks alternat pada kolom Alt, lalu tentukan nama filesebagai link ketika tombol tersebut di klik.Gambar 5.2.2.7. Menentukan alternat dan alamat URL8. Untuk melihat hasilnya, tekan tombol F12.Gambar 5.2.2.8. Hasil akhir pembuatan rollover image menu

×