Your SlideShare is downloading. ×
makalah Lingkungan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

makalah Lingkungan

3,969

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,969
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
152
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup laiinya (Undang-undang No. 23 Tahun 1997). Kondisi lingkungan dapat berubah oleh campur tangan manusia dan faktor alam sehingga diperlukan keseimbangan lingkungan. Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas. Di zaman sekarang yang sudah super maju, kemajuan teknologi dan lain sebagainya bukan hanya mampu meningkatkan kesejahteraan manusia ternyata juga mampu menimbulkan pencemaran lingkungan yang pada akhirnya juga dapat menimbulkan kerugian bagi alam dan beserta isinya. Oleh karena itu kita diharapkan bukan hanya menikmati kemajuan zaman saja tetapi juga harus dibarengi dengan peduli kepada lingkungan. Tetapi kalau kita lihat sekarang ini sudah banyak terjadi bencana alam akibat dari pencemaran lingkungan tersebut. Jadi sekarang sangat dibutuhkan berbagai upaya yang tepat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan tersebut agar tercipta lagi keseimbangan lingkungan. Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya. Dan yang paling penting adalah bagimana cara Penanggulangan pencemaran lingkungan. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.
  • 2. 2 Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan itu sendiri. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam hal ini saya menyusun makalah ini agar kita dapat mengetahui darimana pencemaran lingkungan itu datang dan bagaimana cara penanggulangannya. 1.2. RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah yang dibahas di dalam makalah ini adalah sebagai berikut : a. Apa itu lingkungan? b. Apa itu pencemaran lingkungan dan yang tergolong di dalam jenis-jenis pencemaran lingkungan? c. Apa penyebab terjadi pencemaran lingkungan? d. Apa saja dampak dari pencemaran itu bagi alam serta yang ada di dalamnya? e. Apa saja upaya yang tepat yang harus dilakukan untuk menanggulangi dampak pencemaran lingkungan yang sudah marak akhir-akhir ini? 1.3 TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN MAKALAH Secara umum tujuan dari penulisan makalah ini adalah itu mengetahui bagaimana cara yang dilakukan untuk menanggulangi pencemaran lingkungan. Selain itu makalah ini juga disusun untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Fisika Lingkungan.
  • 3. 3 BAB II PEMBAHASAN 2.1. DEFENISI LINGKUNGAN Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri). Lingkungan hidup biasa juga disebut dengan lingkungan hidup manusia (human environment) atau dalam sehari-hari juga cukup disebut dengan "lingkungan" saja. Unsur-unsur lingkungan hidup itu sendiri biasa nya terdiri dari: manusia, hewan, tumbuhan, dll. Lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak dari kehidupan manusia. Dengan kata lain, lingkungan hidup tidak terlepas dari kehidupan manusia. 2.2. PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN JENISNYA “Pencemaran” adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat terjadi dimana saja dengan laju yang sangat cepat, dan beban pencemaran yang semakin berat akibat limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat. Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat,energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
  • 4. 4 Adapun jenis-jenis dari pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut :  Pencemaran Udara Hampir semua kegiatan manusia memasukkan pencemaran ke dalam atmosfer. Proses itu memasukkan bahan- bahan lain selain yang kita anggap sebagai unsur penyusun udara bersih . Pencemaran udara dapt didefenisikan sebagai terdapatnya zat dalam atmosfer, yang bersifat racun, mengganggu, atau kalaupun tidak, berbahaya bagi manusia atau bersifat merusak terhadap nabatah, hewan, atau tanah. Pembakaran bahan bakar untuk menghasilkan energi adalah sumber utama pencemaran udara. Penggunaan bahan bakar ini menimbulkan suatu pencemaran udara jenis baru, dalam hal ini reaksi fotokimia memegang peranan penting . Reaksi fotokimia adalah suatu reaksi dengan penyerapan sinaran yang mendorong atau memudahkan terjadinya perubahan kimia. Dalam kabut asap fotokimia, nitrogen dioksid menyerap sinaran surya sehinngga menimbulkan serangkaian reaksi. Jika terdapat hidrokarbon, proses tersebut akan menyebabkan pembentukan ozon dan bahan lain yang sangat relatif, mengganggu, dan beracun. Gas-gas yang termasuk sebagai pencemaran utama udara adalah belereng dioksida, karbon monoksida, hidrokarbon dari olefin dan kelompok aromatik dan nitrogen (II) oksida.  Pencemaran Air Walaupun air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, tetapi air akan dapat dengan mudah terkontaminasi oleh aktivitas manusia. Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air terdiri dari beberapa jenis, dan pengaruhnya terhadap lingkungan serta makhluk hidup juga bermacam-macam. Jenis pencemaran air yang paling banyak ditemukan adalah Pencemaran mikroorganisme dalam air, Limbah organik menyebabkan kurangnya oksigen terlarut, pencemar bahan kimia inorgaik, pencemar bahan kimia organik, sedimen dan bahan tersuspensi, substansi radioaktif. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksinorganik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah
  • 5. 5 tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.  Pencemaran tanah Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia.Pencemaran tanah adalah keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah. Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng. Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah. 2.3. PENYEBAB TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan proses pemurnian atau
  • 6. 6 purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita. Jumlah pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT, deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah kondisi pengrusakan alam yang kian hari kian bertambah parah. Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah : 1. Erosi dan curah hujan yang tinggi. 2. Sampah buangan manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk. 3. Zat kimia dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri, dan sebagainya. Salah satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan zat kimia pemberantas hama DDT. DDT digunakan oleh para petani untuk mengusir dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian. DDT tidak hanya berdampak pada hama namun juga binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan lainnya yang mengakumulasi zat DDT. Dengan demikian seluruh hewan yang ada pada rantai makanan akan tercemar oleh DDT termasuk pada manusia. DDT yang telah masuk ke dalam tubuh akan larut dalam lemak, sehingga tubuh kita akan menjadi pusat polutan yang semakin hari akan terakumulasi hingga mengakibatkan efek yang lebih menakutkan. Akibat adanya biological magnification / pembesaran biologis pada organisme yang disebabkan oleh penggunaan DDT. a. merusak jaringan tubuh makhluk hidup b. menimbulkan otot kejang, otot lehah dan bisa juga kelumpuhan c. menghambat proses pengapuran dinding telur pada hewan bertelur sehingga telurnya tidak dapat menetas. d. lambat laun bisa menyebabkan penyakit kanker pada tubuh. Faktor-faktor penyebab pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut Faktor Industrialisasi, Faktor Urbanisasi, Faktor Kepadatan Penduduk, Faktor Cara Hidup, Faktor Perkembangan Ekonomi
  • 7. 7 Berikut adalah tabel Jenis aktivitas dan hasil yang ditimbulkan yang menjadi penyebab pencemaran lingkungan Jenis Aktivitas Hasil Samping yang ditimbulkan 1 Rumah Tangga Pembuangan kotoran, air kotoran Sampah Pencemaran udara Kebutuhan tempat tinggal, dan lain-lain 2 Transportasi Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran Suara Kecelakaan Kebutuhan tanah untuk jalan, dan lain-lain 3 Industri dan Pabrik Pencemaran Udara Pencemaran Air Pencemaran tanah Sampah/sisa- sisa sebagai buangan Pencemaran panas Suara/kebisingan Kebutuhan tanah, dan lain-lain. 4 Pertambangan Pencemaran udara karena demu Pencemaran air Sampah/sisa-sisa sebagai buangan Kebutuhan tanah, dan lain-lain. 5 Pertanian Pencemaran Air Pencemaran tanah Buagan kotoran Kebutuhan tanah, dan lain-lain. 2.4. DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN Dampak pencemaran lingkungan diantaranya adalah sebagai berikut :  Punahnya Spesies : Bahan pencemar lazimnya berbahaya bagi kehidupan biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengelami keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar., adpula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi, harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampui, hewan tersebut akan mati.  Peledakan Hama : Penggunaan pestisida dan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.  Gangguan Keseimbangan Lingkungan : Punahnya spasies tertentu dapat mengibah pola interaksi biologis dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya, keseimbangan lingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.
  • 8. 8  Kesuburan Tanah Berkurang : Penggunaan pestisida dan insektisida dapat berdampak kematian fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.  Keracunan dan Penyakit : Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat pada keturunanketurunannya.  Pemekatan Hayati: Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati tubuh makluk dikenal sebagai pemekatan hayati (dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai biomagnificition.  Terbentuknya Lubang Ozon dan Efek Rumah Kaca: Terbentuknya Lubang ozon dan terjadinya efek rumah kaca merupakan permasalahan global yang dirasakan oleh semua umat manusia. Hal ini disebabkan karena bahan pencemar dapat tersebar dan menimbulkan dampak di tempat lain. Pencemaran lingkungan banyak memberi dampak bagi alam dan isinya. Misalkan dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Kromium, berbagai macam pestisida dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua populasi.Timbal sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan otak, serta kerusakan ginjal pada seluruh populasi. Paparan kronis (terus-menerus) terhadap benzena pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena leukemia. Merkuri (air raksa) dan siklodienadikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. PCB dan siklodiena terkait pada keracunan hati. Organofosfat dan karmabat dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung klorinmerangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi mata dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian. Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropodayang
  • 9. 9 hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah piramida makanan dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut. Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki waktu paruh yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama. 2.5. PENANGGULANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN Oleh karena pencemaran lingkungan mempunyai dampak yang sangat luas dan sangat merugikan manusia . Maka perlu di usahakan pengurangan pencemaran lingkungan atau bila mungkin meniadakannya sama sekali. Usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran tersebut ada 2 macam cara utama, yaitu:  Penanggulangan secara Non-teknis : Suatu usaha untuk mengurangi dan menanggulangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.  Penanggulangan secara Teknis : Banyak macam cara yang dilakukan dalam penanggulangan secara teknis. Adapun kriteria yang digunakan dalam memilih dan menentukan cara yang akan digunakan dalam penanggulangan secara teknis tergantung pada faktor mengutamakan keselamatan lingkungan, Teknologinya telah dikuasai dengan baik, Secara teknis dan ekonomis dapat dipertanggungjawabkan. Melalui cara penanggulangan dengan cara nonteknis dan teknis ini diharapkan bahwa pencemaran lingkungan akan jauh berkurang dan kualitas hidup manusia dapat lebih ditingkatkan.
  • 10. 10  Penanggulangan Pencemaran Udara Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pencemaran udara antara lain : o Membatasi penggunaan CFC dalam kehidupan sehari-hari o Mendaur ulang freon dari mobil yang ber AC o Melakukan larangan kepada petani-petani, pengusaha-pengusaha perkebunan melakukan pemakaran pada lahan pertanian yang akan mereka usahakan o Melakukan tindakan penghijauan, terutama di daerah industri dan perkotaan o Gas-gas buangan industri sebelum dilepaskan/dibuang ke udara, terlebih dahulu harus dinetralkan o Mengurangi penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar dan menggantikannya dengan energi lain yang telah menimbulkan pencemaran, seperti energi panas matahari (tenaga surya), tenaga air (hidroelektrik), tenaga angin, tenaga panas bumi dan sebagainya. o Menempatkan daerah kawasan industri jauh dari pemukiman pada penduduk o Menciptakan mesin dan kendaraan bermotor yang hemar energi dan kecil efek pencemarannya  Penanggulangan Pencemaran Air dan Limbah Cair Dalam melakukan pengawasan yang diikuti dengan usaha penceghan pencemaran air, harus dititikberatkan pada pengontrolan sumber pencemarannya. Ada 2 bentuk sumber pencemar, yaitu sumber pencemar utama (point source) dan sumber pencemar lainnya ( non-point source). Sumber pencemar biasanya berasal dari sumber polusi yang menyebabkan pencemaran kadar tinggi, yaitu dari limbah pabrik maupu sarana pengolahan limbah. Sumber pencemar lainnya ialah sumber polusi dengan kadar pencemar relatif rendah yang berasal dari bermacam-macam sumber yang menyebar misalnya dari lahan pertanian, rumah tangga, peternakan, dan sebagainya. Penguraian air tanah sulit sekali terurai karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri yang aerob, jadi air yang tercear akan tetap tercemar dawlam waktu yang lama, maka perlu penanggulangan sebelunya, usaha-usahanya antara lain:
  • 11. 11 1.Menempatkan daerahindustri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman 2. Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis peptisida dawn zat-zat kimia lain yang dapat menimbulkan pencemaran 3. Menentukan batas minimal fosfat yang terdapat dalam detergen atau bahan pencucian lainnya 4. Memperuas tindakan penghijauan 5. Mengatur pembuangan limbah industri 6. Melakukan tahapan intensifikasi, sebagai berikut : - Membuat bak penampungan - Mengadakan pengolahan primer Yaitu menghilangkan bahan-bahan padatan yang mengendap/mengapng. Terdiri dari proses : penyaringan, pengendapan (menghilangkan komponen-komponen fosfor dan padatan tersuspensi) dan pemisahan, pemindahan endapan - Mengadakan pengolahan sekunder Yaitu proses dekonposisi (penguraian) bahan-bahan padat secara biologi. Terdiri dari proses : penyaringan trikel, pemberian bakteri aerobik untuk mengurai kadar limbah organik dan pemberian lumpur aktif - Mengadakan pengolahan tersier Yaitu pengolahan untuk menghilangkan sisa-sisa zat kimia dan fisik yang tertinggal setelah pengolahan primer dan sekunder. Prosesnya : adsorpsi, elektrodalisasi (menurunkan konsentrasi garam-garam terlarut sampai pada konsentrasi air semula) osmosis berlawanan, khloranisasi (menghilangkan organisme penyebab penyakit) 7. Menggunakan peptisidaw yang mudawh diuraikan di alam 8. Untuk limbah berbentuk minyak : - Menghindari kebocoran minyak di laut - Menerapkan sanksi tegas bagi pelaku pencemaran - Membersihkan minyak dengan bioremediasi. Yaitu penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan pencemaran - Menggunakan penghalang mekanik. Maka bila bocor minyak tidak sampai ke laut/pantai 9. Melakukan penanganan limbah yang dibuang lingkungan dengan cara mengolah limbah secara biologi, kimia atau fisika
  • 12. 12  Penanggulangan Pencemaran Tanah Ada 2 cara yang umumnya dilakukan untuk penanggulangan pencemaran tanah, yaitu : Remediasi : Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remediasi tanah, yaitu in-situ (atau on-site) dan ex-situ (atau off- site). Pembersihan on-site adalah pembersihan di lokasi. Pembersihan ini lebih murah dan lebih mudah, terdiri dari pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi. Pembersihan off- site meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Setelah itu di daerah aman, tanah tersebut dibersihkan dari zat pencemar. Caranya yaitu, tanah tersebut disimpan di bak/tanki yang kedap, kemudian zat pembersih dipompakan ke bak/tangki tersebut. Selanjutnya zat pencemar dipompakan keluar dari bak yang kemudian diolah dengan instalasi pengolah air limbah. Pembersihan off-site ini jauh lebih mahal dan rumit. Bioremediasi : Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Menurut Dr. Anton Muhibuddin, salah satu mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular mikoriza (vam). Jamur vam dapat berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah. Berperan langsung, karena kemampuannya menyerap unsur logam dari dalam tanah dan berperan tidak langsung karena menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain seperti bakteri tertentu, jamur dan sebagainya. Beberapa usaha lainnya yang dapat dilakukan, antara lain: 1. Melarang pembuangan sampah ke selokan, parit, sungai, dawnau dan laut. Sampah harus dibuang ke tempat-tempat yang telah ditentukan 2. Memisahkan sampah organik dengan sampah non organik 3. Menerapkan prinsip 4R, yaitu : - Reduce : mengurangiSebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang digunakan. Semakin banyak menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan
  • 13. 13 - Reuce : memakai kembali Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum menjadi sampah - Recycle : mendaur ulang Sebisa mungkin, barang-barang yang sudwah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak sama barang dapat didawur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain - Replace : mengganti Teliti barang yang dipakai sehari-hari. Gantilah barang- barang yang hanya dapat dipakai sekali dengan barang-barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar hanya memakai barang-barang yang ramah lingkungan 4. Sampah yang organik sebisa mungkin dibuat kompos agar dapat berguna kembali 5. Sampah non organik sebaiknya dibakar sampai habis 6. Penimbuna tanah sehat (sanitary land fill) Sampah dibuang di tempat tertentu, setelah mencapai ketinggian tertentu kemudian ditimbun dengan tanah
  • 14. 14 BAB III PENUTUP 3.1. KESIMPULAN Dari penjelasan di bab sebelumnya kita dapat menarik kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut : o Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik o Pencemaran adalah pelepasan zat-zat asing dalam jumlah yang melebihi batas yang diijinkan ke dalam lingkungan. Pencemaran lingkungan terbagi atas pencemaran udara, air, dan tanah. o Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan adalah pada umumnya disebabkan oleh ulah manusia yang acuh tak acuh (peduli) kepada lingkungan. Semakin majunya teknologi membuat manusia pada umumnya lupa diri dan membuat lingkungan menjadi tidak seimbang lagi. Contoh dari perbuatan tangan manusia adalah membuang sampah rumah tangga dengan sembarang. Contoh penyebabnya alam adalah Erosi yang dikarenakan curah hujan yang tinggi. o Dampak pencemaran adalah Punahnya spesies, gangguan keseimbangan keadaan lingkungan, peledakan hama, keracunan dan penyakit, dan lain sebagainya yang lebih banyak dampaknya adalah dampak negatif. o Penanggulangan pencemaran secara sederhananya yaitu dengan menjaga keseimbangan lingkungan, melestarikan alam dan mematuhi peraturan perundang- undangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 3.2. SARAN Setelah pembahasan di atas kita diharuskan untuk menjaga lingkungan agar lingkungan tetap terjaga dan setidaknya dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Dan yang terlebih-lebih harus menanamkan sejak dini budaya mematuhi peraturan perundngan demi menjaga kelangsungan hidup alam serta isinya.
  • 15. 15 DAFTAR PUSTAKA Bonner, N. E. 1995. Memahami Lingkungan Atmosfer Kita. Bandung : ITB. Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Jakarta : UI Press. Wardhana, Wisnu Arya. 2004 . Dampak Pencemaran Lingkungan ( Edisi Revisi). Yogyakarta: Andi Offsert. http://irfanmuhluster.blogspot.com/ http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_tanah http://organisasi.org/penyebab_sebab_dan_akibat_pencemaran_lingkungan_pada_air_dan_ tanah_kesehatan_lingkungan_ilmu_sains_biolog

×