• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Psikologi Perkembangan
 

Psikologi Perkembangan

on

  • 487 views

File ini berisi tentang perkembangan fisik dan kognitif yang dialami manusia (seorang anak) pada “Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak.”

File ini berisi tentang perkembangan fisik dan kognitif yang dialami manusia (seorang anak) pada “Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak.”

Statistics

Views

Total Views
487
Views on SlideShare
487
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
34
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Psikologi Perkembangan Psikologi Perkembangan Document Transcript

    • 1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahDalam menjalani setiap kehidupannya, yang dimulai sejak masihdalam rahim ibu hingga dewasa dan akhirnya kembali kepada sang Khalik,manusia terus mengalami perkembangan. Perkembangan itu dapat berupaperkembangan fisik, kognitif dan perkembangan emosional. Akan tetapi masihbanyak sebagian orang yang belum mengetahui tentang bagaimanaperkembangan kehidupan manusia.Oleh karena itu, kami akan mencoba untuk membahas sedikit tentangperkembangan kehidupan manusia. Akan tetapi dalam kesempatan ini, kamihanya akan membahas tentang perkembangan fisik dan kognitif yang dialamimanusia (seorang anak) pada “Masa Pertengahan dan Akhir Anak-anak.”B. Rumusan Masalah1. Apakah perkembangan fisik yang dialami seorang anak pada masapertengahan dan akhir anak-anak?2. Apakah perkembangan kognitif yang dialami seorang anak pada masapertengahan dan akhir anak-anak?
    • 2BAB IIPEMBAHASANPerkembangan Masa Pertengahan dan AkhirAnak-anakA. Perkembangan FisikMasa pertengahan dan masa akhir anak-anak merupakan periodepertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadiperubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak menjadimatang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. Karenaitu, masa ini sering juga disebut sebagai ”periode tenang” sebelumpertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. Meskipun merupakan “masatenang”,1tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadipertumbuhan fisik yang berarti. Berikut ini akan dijelaskan beberapa aspekdari pertumbuhan fisik yang terjadi selama periode akhir anak-anak, diantaranya keadaan berat badan dan tinggi badan, keterampilan motorik.1. Keadaan Berat dan Tinggi BadanPada usia sekitar 6 hingga 11 tahun terjdi pertumbuhan yang lambatdan konsisten. Badan anak bagian atas berkembang lebih lambat daripadabagian bawah. Anggota-anggota badan relatif masih pendek, kepala dan perutrelatif masih besar . Selama masa akhir anak-anak, tinggi bertumbuh sekitar 2hingga 3 inci setahun., dan berat bertambah sekitar 5 sampai 7 pon setahun.2Pada usia 6 tahun tinggi rata-rata anak adalah 46 inci dengan berat 22,5 kg.Pada usia 8 tahun rata-rata anak perempuan dan laki-laki tingginya 4 kaki 21Samsunuwiyati Mar’at. 2005. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT RemajaRosdakarya. Hlm1532John W. Santrock. 2007. Perkembangan Anak; Edisi Kesebelas; Jilid 2. Jakarta:Erlangga. Hlm 183
    • 3inci, kemudian pada usia 12 tahun tinggi anak mencapai 60 inci dan berat 80hingga 42,5 kg.Jadi, pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyakdaripada panjang badannya. Kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada danpanggul lebih besar. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjaditerutama karena peningkatan ukuran sistem rangka dan otot, serta ukuranbeberapa organ tubuh. Pada saat yang sama, kekuatan otot-otot secaraberansur-ansur bertambah dan gemuk bayi (baby fat) berkurang. Pertambahankekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan (olahraga).Karena perbedaan jumlah sel-sel otot, maka umumnya anak laki-laki lebihkuat daripada anak perempuan.3Pada permulaan pubertas (masa pertengahan dan akhir anak-anak),umumnya seorang anak sudah mempunyai dua puluh dua (22) gigi tetap.Keempat gigi yang terakhir disebut gigi kebijaksanaan, dan muncul selamamasa remaja.42. Perkembangan MotorikDengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan, maka selamamasa pertengahan dan akhir anak-anak ini perkembangan motorik menjadilebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingan dengan masa awal anak-anak.Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat. Anakjuga makin mampu menjaga keseimbangan badannya. Penguasaan badan,seperti membongkok, melakukan bermacam-macam latihan senam sertaaktivitas olahraga berkembang pesat.Sejak usia 6 tahun, koordinasi antara mata dan tangan (visio-motorik)yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak, melempar dan menangkap jugaberkembang. Pada usia 7 tahun, tangan anak semakin kuat dan ia lebihmenyukai pensil daripada krayon untuk melukis. Dari usia 8 hingga 10 tahun,3Samsunuwiyati Mar’at, Op Cit. Hlm 1544Elizabeth B. Hurlock. 2007. Psikologi Perkembangan; Edisi Kelima. Jakarta. Erlangga.hlm 60
    • 4tangan dapat digunakan secara bebas, mudah dan tepat. Koor-dinasi motorikhalus berkembang, di mana anak sudah dapat melukis dengan baik. Ukuranhuruf menjadi lebih kecil dan lebih rapi. Pada usia 10 hingga 12 tahun, anak-anak mulai memperlihatkan keterampilan-ketrampilan manipulatif menyerupaikemampuan-kemampuan orang dewasa. Mereka mulai memperlihatkangerakan-gerakan yang kompleks, rumit, dan cepat, yang diperlukan untukmenghasilkan karya kerajinan yang bermutu bagus atau memainkan instrumenmusik tertentu.Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik mereka, anak-anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik. Aktivitas fisik ini dilakukandalam bentuk permainan yang kadang-kadang bersifat informal, permainanyang diatur sendiri oleh anak, seperti permainan umpet-umpetan, di manaanak menggunakan keterampilan motoriknya. Di samping itu, anak-anak jugamelibatkan diri dalam aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal,seperti olahraga senam, berenang, atau permainan hoki.B. Perkembangan KognitifSeiring dengan masuknya anak ke sekolah dasar, maka kemampuankognitifnya turut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuksekolah, berarti dunia dan minat anak bertambah jelas, dan dengan meluasnyaminat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yangsebelumnya kurang berarti bagi anak. Dalam keadaan normal, pikiran anakusia sekolah berkembang secara berangsur-angsur , sehingga anak benar-benarberada dalam suatu stadium belajar. Perkembangan kognitif pada masa initerdiri dari beberapa bagian, yang akan kami bahas selanjutnya.1. Perkembangan MemoriSelama tahun-tahun pertengahan dan akhir, anak-anak menunjukanperubahan-perubahan penting bagaimana mereka mengorganisasi danmengingat informasi. Setelah anak berusia 7 tahun tidak terlihat peningkatanyang berarti. Cara mereka memproses informasi menunjukan keterbatasan-keterbatasan dibandingkan dengan orang dewasa. Meskipun begitu, selama
    • 5periode ini mereka berusaha mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebutdengan menggunakan apa yang disebut dengan strategi memori (memorystrategy)5, yaitu perilaku yang disengaja digunakan untuk meningkatkanmemori. Anak-anak yang lebih muda mungkin mencoba menggunakanbeberapa strategi, tetapi mungkin strategi-strategi itu keliru dan merekamungkin tidak menggunakan strategi secara efektif. Sebaliknya, anak-anakyang lebih tua berusaha menggunakan strategi-strategi ini secara lebihkonsistan. Selain dengan strategi memori, juga terdapat hal-hal yangmempengaruhi memori anak, seperti tingkat usia, sifat-sifat anak (termasuksikap, motivasi, dan kesehatan), serta pengetahuan yang telah diperoleh anaksebelumnya.2. Perkembangan Pemikiran KritisPemikiran kritis adalah pemahaman atau refleksi terhadappermasalahan secara mendalam, mempertahankan pikiran agar tetap terbukabagi berbagai pendekatan dan perspektif yang berbeda, tidak mempercayaibegitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber (lisan atautulisan), dan berfikir secara reflektif dan evaluatif.Meskipun istilah “kritis” lebih merupakan masalah disposisi (watak)daripada kecakapan (ability) dan tidak merujuk pada pikiran, namunsebagaimana dinyatkan oleh Perkins, Jay dan Tishman (1993) bahwapemikiran yang baik meliputi disposisi-disposisi untuk: (1) berfikir terbuka,fleksibel dan berani mengambil resiko; (2) mendorong keingintahuaninteklektual; (3) mencari dan memperjelas pemahaman; (4) merencanakan danmenyusun strategi; (5) berhati-hati secara intelektual; (6) mencari danmengevaluasi pertimbangan-pertimbangan rasional; dan (7) mengembangkanmetakognitif. Meskipun masing-masing disposisi akan menjadi sedikitberguna tanpa dihubungkan dengan kecakapan kognitif, namun kecakapan-kecakapan itu mungkin tak berarti tanpa dihubungkan dengan disposisi-disposisi6.5Samsunuwiyati Mar’at. Op Cit. Hlm 1586Ibid, hlm 160
    • 64. Perkembangan InteligensiDalam pembahasan tentang perkembangan kognitif anak usia sekolah,masalah kecerdasan atau inteligensi mendapat perhatian dikalangan psikolog.Hal ini adalah karena inteligensi telah dianggap sebagai suatu norma yangmenentukan perkembangan kemampuan dan pencapaian optimal hasil belajaranak di sekolah. Dengan mengetahui inteligensinya, seorang anak dapatdikatagorikan sebagai anak yang pandai atau cerdas (genius), sedang, ataubodoh (idiot).Secara umum definisi inteligensi dapat dimasukkan ke dalam salahsatu dari tiga klasifikasi berikut: (1) kemampuan menyesuaikan diri denganlingkungan, dan beradaptasi dengan situasi-situasi baru; (2) Kemampuanuntuk belajar atau kapasitas untuk menerima pendidikan; dan (3) kemampuanuntuk berfikir secara abstrak, menggunakan konsep-konsep abstrak danmenggunakan secara luas simbol-simbol dan konsep-konsep.5. Perkembangan Kecerdasan Emosional (EQ)(IQ) atau kecerdasan intelektual merupakan faktor yang sangatmenentukan dalam mencapai prestasi belajar atau dalam meraih kesuksesandalam hidup. Akan tetapi, menurut pandangan kontemporer, kesuksesan hidupseseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual (IntelligenceQuotient-IQ), melainkan juga oleh kecerdasan emosi (Emotional Intelligence-EI atau Emotional Quotient-EQ).7Menurut Goleman (1995), kecerdasan emosional merujuk kepadakemampuan mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain,kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosidengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.Kecerdasan emosi mencakup kemampuan-kemampuan yang berbeda tetapisaling melengkapi dengan kecerdasan akademik (academic intelligence), yaitukemampuan-kemampuan kognitif murni yang diukur denagn IQ.7Ibid. hlm 163
    • 7Daniel Goleman mengklasifikasikan kecerdasan emosional atas limakompenen penting, yaitu: (1) mengenali emosi, (2) mengelola emosi, (3)motivasi diri sendiri, (4) mengenali emosi orang lain, dan (5) membinahubungan.5. Perkembangan Kecerdasan Spiritual (SQ)Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) adalah kecerdasan untukmenghadapi dan memecahkan persoalan makna dan nilai, yaitu kecerdasanuntuk menempatkan perilaku dan hidup kita dalam konteks makna yang lebihluas dan kaya, kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidupseseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.Menurut Yadi Purwanto (2003), ada dua hal yang dianggap pentingoleh Zohar dan Marshall, yaitu aspek nilai dan makna sebagai unsur pentingdari SQ. Hal ini terlihat dari beberapa ungkapan Zohar dan Marshall sendiri,diantaranya: SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalahmakna dan nilai. SQ adalah kecerdasan untuk menempatakan perilaku dan hidup manusiadalam konteks makna yang lebih luas dan kaya. SQ adalah kecerdasan untuk menilai bahwa tindakan atau jalan hidupseseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. SQ adalah kecerdasan yang tidak hanya untuk mengetahuai nilai-nilaiyang ada, tetapi juga untuk secara kreatif menemukan nilai-nilai baru.7. Perkembangan KreativitasSecara luas’ kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatuyang baru. Wujudnya adalah tindakan manusia. Melalui proses kreatif yangberlangsung dalam benak orang atau sekelompok orang, produk-produkkreatif tercinta. Produk itu sendiri sangat beragam, mulai dari penemuanmekanis, proses kimia baru, solusi baru atau pernyataan baru mengenai suatumasalah dalam matematika dan ilmu pengetahuan; komposisi musik yang
    • 8segar, puisi, cerita pendek; lukisan dengan sudut pandang yang baru; senipatung atau fotografi yang belum ada sebelumnya; sampai denagn terobosandalam aturan hukum, agama, dan pandangan filsafat.Namun, sejauh mana seseorang mampu menghasilkan prestasi kreatif,ditentukan oleh ciri-ciri non-aptitude (afektif).8Utami Munandar (1977)melalui penelitiannya di Indonesia, menyebutkan ciri-ciri kepribadian kreatifyang diharapkan oleh bangsa Indonesia, yaitu:1. Mempunyai daya imajinasi yang kuat.2. Mempunyai inisiatif.3. Mempunyai minat yang luas.4. Mempunyai kebebasan dalam berfikir.5. Bersifat ingin tahu.6. Selalu ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru.7. Mempunyai kepercayaan diri yang kuat.8. Penuh semangat.9. Berani mengambil resiko.10. Berani mengemukakan pendapat dan memiliki keyakinan.8. Perkembangan BahasaSelama masa akhir anak-anak, perkembangan bahasa terus berlanjut.Pembendaharaan kosa kata anak meningkat dan cara anak-anak menggunakankata dan kalimat bertambah kompleks serta lebih menyerupai bahasa orangdewasa. Ketika anak masuk kelas satu sekolah dasar pembendaharaan kosakatanya sekitar 20.000 hingga 24.000 kata. Pada saat anak duduk dikelasenam, pembendaharaan kosa katanya meningkat sekitar 50.000 kata.9Peningkatan kemampuan analitis terhadap kata-kata juga disertaidengan kemajuan dalam tata bahasa. Anak usia 6 tahun sudah menguasaihampir semua jenis struktur kalimat. Dari usia 6 hingga 9 atau 10 tahun,8Ibid. hlm 1759Ibid. hlm 168
    • 9panjang kalimat semakin bertambah. Setelah usia 9 tahun, secara bertahapanak mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat, serta dapatmenerapkan berbagai aturan tata bahasa secara tepat.9. Fikiran, Ingatan, dan Fantasi AnakDalam keadaan normal, fikiran anak usia Sekolah Dasar berkembangsecara beransur-ansur dan secara tenang. Banyak keterampilan mulai dikuasai,dan kebiasaan-kebiasaan tertentu mulai dikembangkannya. Dari iklim yangegosentris, anak memasuki dunia obyektif benda dan peristiwa-peristiwa yangmendorong anak untuk meneliti dan melakukan eksperimen.10Ingatan anak usia 8-12 tahun ini mencapai intensitas paling besar, danpaling kuat. Daya menghafal ban daya memorisasi (sengaja memasukkan danmeletakkan pengetahuan dalam ingatan) adalah paling kuat. Pada masa inipula kehidupan fantasi anak mengalami perubahan penting , anak mulaimenyukai cerita-cerita dongeng, kemudian lambat laun’ unsur kritis mulaimuncul, dan anak mulai mengoreksi peristiwa yang dihayati.10Dr. Kartini Kartono. 2007. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: CVMandar Maju. Hlm 138
    • 10BAB IIIKESIMPULANDari berbagai penjelasan tentang ” Perkembangan Masa Pertengahandan Akhir Anak-anak ” di atas, dapat diambil kesimpulan’ sebagai berikut:1. Masa pertengahan dan masa akhir anak-anak merupakan periodepertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadiperubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak menjadimatang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat.Karena itu, masa ini sering juga disebut sebagai ”periode tenang” sebelumpertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. Beberapa aspek daripertumbuhan fisik yang terjadi selama periode akhir anak-anak, diantaranya keadaan berat badan dan tinggi badan, keterampilan motorik.2. Pada masa pertengahan dan masa akhir anak-anak, seiring dengan mulaimasuknya anak ke Sekolah Dasar, maka kemampuan kognitifnya turutmengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah,berarti dunia dan minat anak bertambah jelas, dan dengan meluasnyaminat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objekyang sebelumnya kurang berarti bagi anakDalam keadaan normal, pikiran anak usia sekolah berkembang secaraberangsur-angsur, sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadiumbelajar. Perkembangan kognitif pada masa ini terdiri dari beberapa bagian,seperti; perkembangan memori, perkembangan pemikiran kritis,perkembanagn inteligensi, perkembangan kecerdasan emosional (EQ),perkembangan kecerdasan intelegensi (SQ), perkembangan kreativitas,perkembangan bahasa, dan fikiran, ingatan, dan fantasi anak.
    • 11