Your SlideShare is downloading. ×
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Pendidikan anak usia dini siap
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pendidikan anak usia dini siap

8,364

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
8,364
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
126
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENDIDIKAN ANAK USIA DINII. PENDAHULUANAnak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik, dan memilikikarakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia dini (0-6 tahun)merupakan masa keemasan (golden age) dimana stimulasi seluruh aspek perkembanganberperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masaawal kehidupan anak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seseoranganak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangatpesat (eksplosif).Mengingat pentingnya masa ini, maka peran stimulasi berupa penyediaanlingkungan yang kondusif harus disiapkan oleh para pendidik, baik orang tua, guru,pengasuh ataupun orang dewasa lain yang ada disekitar anak, sehingga anak memilikikesempatan untuk mengembangkan seluruh potensinya. Potensi yang dimaksud meliputiaspek moral dan nilai-nilai agama, sosial, emosional dan kemandirian, kemampuanberbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni. Pendidikan anak usia dini diberikan padaawal kehidupan anak untuk dapat berkembang secara optimal.Upaya pengembangan harus dilakukan melalui kegiatan bermain agar tidakmembuat anak kehilangan masa bermainnya. Bermain merupakan suatu kegiatan yangmenyenangkan bagi anak, bermain juga membantu anak mengenal dirinya, dengan siapaia hidup, serta lingkungan tempat di mana ia hidup. Melalui bermain anak memperolehkesempatan untuk berkreasi, bereksplorasi, menemukan, dan mengekspresikanperasaannyaPendidikan anak usia dini sebagai titik sentral strategi pembangunan sumberdaya manusia dan sangat fundamental. Pendidikan anak usia dini memegang perananpenting dan menentukan bagi sejarah perkembangan anak selanjutnya, sebab merupakanfondasi dasar bagi kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akandapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental yang akanberdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnyaanak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.1
  • 2. II. RUMUSAN MASALAH1. Apakah pengertian pendidikan anak usia dini?2. Apa landasan pendidikan anak usia dini?3. Apa sajakah Prinsip-prinsip Pendidikan anak usia dini?4. Bagaimana kurikulum pendidikan anak usia dini?5. Apa sajakah yang termasuk Satuan Pendidikan Anak Usia Dini?III. PEMBAHASANA. Pengertian Pendidikan Anak Usia DiniSebelum berbicara tentang pendidikan anak usia dini, terlebih dahulu akandiuraikan mengenai anak usia dini. Adapun yang dimaksud dengan anak usia diniadalah sebagai berikut: Anak usia dini adalah kelompok manusia berusia 0-6 tahun (diIndonesia berdasarkan UU No.20 tahun 2003). Anak usia dini adalah kelompok anakyag berada dalam proses pertumbuhan dan berkembangnya yang bersifat unik, dalamarti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dankasar), intelegensi (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasanspiritual), sosial emosional (sikap dan prilaku serta agama), bahasa dan komunikasiyang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya.1Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukankepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melaluipemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembanganjasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebihlanjut. Pemberian rangsangan pendidikan tersebut meliputi aspek spiritual, emosional,sosial, bahasa, kognitif dan psikomotorik.2Secara umum tujuan pendidikan anak usiadini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untukhidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya.3B. Landasan PAUD1 Mansur. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm.87-882 Forum PAUD Propinsi Jawa Tengah. Apa Itu Pendidikan Anak Usia Dini?. Semarang: Dinas P dan KPropinsi Jawa Tengah. Hlm.23 Slamet Suyanto. Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini.yogyakarta: Hikayat. Hlm.32
  • 3. 1. Landasan Yuridisa. Pembukaan UUD 1945 ; Salah satu tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskankehidupan bangsa.b. Amandemen UUD 1945 pasal 28 B ayat 2 dinyatakan bahwa ”Setiap anakberhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atasperlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.c. UU NO. 23 Tahun 2002 Pasal 9 Ayat 1 tentang Perlindungan Anak dinyatakanbahwa ”Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalamrangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasarnya sesuai denganminat dan bakatnya”.d. UU NO. 20 TAHUN 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1,Butir 14 dinyatakan bahwa ”Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upayapembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahunyang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantupertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memilikikesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut”. Sedangkan pada pasal 28tentang Pendidikan Anak Usia Dini dinyatakan bahwa ”(1) Pendidikan Anakusia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar, (2) Pendidkananak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidkan formal, nonformal, dan/atau informal, (3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikanformal: TK, RA, atau bentuk lain yang sederajat, (4) Pendidikan anak usia dinijalur pendidikan non formal: KB, TPA, atau bentuk lain yang sederajat, (5)Pendidikan usia dini jalur pendidikan informal: pendidikan keluarga ataupendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan, dan (6) Ketentuanmengenai pendidikan anak usia dini sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan peraturanpemerintah.”2. Landasan Filosofishttp://qeeasyifa.multiply.com/journal/item/61. Akses: 31/03/20093
  • 4. Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memanusiakan manusia. Artinyamelalui proses pendidikan diharapkan terlahir manusia-manusia yang baik.Standar manusia yang “baik” berbeda antar masyarakat, bangsa atau negara,karena perbedaan pandangan filsafah yang menjadi keyakinannya. Perbedaanfilsafat yang dianut dari suatu bangsa akan membawa perbedaan dalam orientasiatau tujuan pendidikan.Bangsa Indonesia yang menganut falsafah Pancasila berkeyakinan bahwapembentukan manusia Pancasilais menjadi orientasi tujuan pendidikan yaitumenjadikan manusia indonesia seutuhnya.Bangsa Indonesia juga sangatmenghargai perbedaan dan mencintai demokrasi yang terkandung dalamsemboyan Bhinneka Tunggal Ika yang maknanya “berbeda tetapi satu.” Darisemboyan tersebut bangsa Indonesia juga sangat menjunjung tinggi hak-hakindividu sebagai mahluk Tuhan yang tak bisa diabaikan oleh siapapun. Anaksebagai mahluk individu yang sangat berhak untuk mendaptkan pendidikan yangsesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Dengan pendidikan yang diberikandiharapkan anak dapat tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilkinya, sehinggakelak dapat menjadi anak bangsa yang diharapkan. Melalui pendidikan yangdibangun atas dasar falsafah pancasila yang didasarkan pada semangat BhinekaTunggal Ika diharapkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang tahu akanhak dan kewajibannya untuk bisa hidup berdampingan, tolong menolong dansaling menghargai dalam sebuah harmoni sebagai bangsa yang bermartabat.Sehubungan dengan pandangan filosofis tersebut maka kurikulum sebagaialat dalam mencapai tujuan pendidikan, pengembangannya harus memperhatikanpandangan filosofis bangsa dalam proses pendidikan yang berlangsung.3. Landasan KeilmuanLandasan keilmuan yang mendasari pentingnya pendidikan anak usia diniididasarkan kepada beberapa penemuan para ahli tentang tumbuh kembang anak.Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak dapat dilepaskan kaitannya denganperkembangan struktur otak. Menurut Wittrock (Clark, 1983), ada tiga wilayahperkembangan otak yang semakin meningkat, yaitu pertumbuhan serabut dendrit,4
  • 5. kompleksitas hubungan sinapsis, dan pembagian sel saraf. Peran ketiga wilayahotak tersebut sangat penting untuk pengembangan kapasitas berpikir manusia.Sejalan dengan itu Teyler mengemukakan bahwa pada saat lahir otak manusiaberisi sekitar 100 milyar hingga 200 milyar sel saraf. Tiap sel saraf siapberkembang sampai taraf tertinggi dari kapasitas manusia jika mendapat stimulasiyang sesuai dari lingkungan.Jean Piaget (1972) mengemukakan tentang bagaimana anak belajar:“ Anakbelajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Anak seharusnya mampumelakukan percobaan dan penelitian sendiri. Guru bisa menuntun anak-anakdengan menyediakan bahan-bahan yang tepat, tetapi yang terpenting agar anakdapat memahami sesuatu, ia harus membangun pengertian itu sendiri, dan ia harusmenemukannya sendiri.” Sementara Lev Vigostsky meyakini bahwa : pengalamaninteraksi sosial merupakan hal yang penting bagi perkembangan proses berpikiranak. Aktivitas mental yang tinggi pada anak dapat terbentuk melalui interaksidengan orang lain. Pembelajaran akan menjadi pengalaman yang bermakna bagianak jika ia dapat melakukan sesuatu atas lingkungannya. Howard Gardnermenyatakan tentang kecerdasan jamak dalam perkembangan manusia terbagimenjadi: kecerdasan bodily kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasaninterpersonal, kecerdasan naturalistik, kecerdasan logiko – matematik, kecerdasanvisual – spasial, kecerdasan musik.Dengan demikian perkembangan kemampuan berpikir manusia sangatberkaitan dengan struktur otak, sedangkan struktur otak itu sendiri dipengaruhioleh stimulasi, kesehatan dan gizi yang diberikan oleh lingkungan sehingga peranpendidikan yang sesuai bagi anak usia dini sangat diperlukan.4C. Prinsip-prinsip PAUDPembelajaran anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain danbernyanyi. Pembelajaran disusun hingga menyenangkan, menggembirakan dandemokratis agar menarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran.Anak tidak hanya duduk tenang mendengarkan ceramah gurunya, tetapi mereka aktif4 http://hidayatsoeryana.wordpress.com/2008/05/05/kerangka-dasar-kurikulum-paud-lengkap/Akses:30/03/2005
  • 6. berinteraksi dengan berbagai benda dan orang di lingkungannya, baik secara fisikmaupun mental.5Dalam melaksanakan Pendidikan anak usia dini hendaknya menggunakanprinsip-prinsip sebagai berikut :1. Berorientasi pada Kebutuhan AnakKegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepadakebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baikperkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosioemosional.2. Belajar melalui bermainBermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anakdiajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambilkesimpulan mengenai benda di sekitarnya.3. Lingkungan yang kondusifLingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik danmenyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapatmendukung kegiatan belajar melalui bermain.4. Menggunakan pembelajaran terpaduPembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konseppembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harusmenarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal inidimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelassehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak.5. Mengembangkan berbagai kecakapan hidupMengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagaiproses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong dirisendiri, mandiri dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri.5 Slamet Suyanto. Op. Cit. hlm.1276
  • 7. 6. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajarMedia dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alamsekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru.7. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulangPembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap,dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapatdikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yangberluang .8. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasiKreativitas dan inovasi tercermin melalui kegiatan yang membantu anaktertarik, fokus, serius dan konsentrasi9. Stimulasi pendidikan bersifat menyeluruh;mencakup semua aspek perkembangan anak, yakni aspek perkembangankemampuan bahasa, konitif, motorik, sosial-emotional, aspek spiritual dan aspekmoral.6D. Kurikulum PAUDKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isidan bahan belajar serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraankegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.71. Standar Kompetensi anak usia diniStandar kompetensi anak usia dini adalah standar kemampuan anak usia 0-6 tahun yang didasarkan pada perkembangan anak. Standar kompetensi inidigunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kurikulum anak usia dini.Standar kompetensi anak usia dini terdiri atas pengembangan aspek-aspeksebagai berikut:a. Moral dan nilai-nilai agama6 Forum Paud Jateng. Op. Cit. Hlm.37 Departemen Agama RI. UU dan PP RI tentang Pendidikan. Jakarta: Depag RI. Hlm.77
  • 8. b. Sosial, emosional, dan kemandirianc. Bahasad. Kognitife. Fisik/Motorikf. Seni2. Prinsip-prinsip Pengembangana. Bersifat komperhensifKurikulum harus menyediakan pengalaman belajar yang meningkatkanperkembangan anak secara menyeluruh dalam berbagai aspek perkembangan .b. Dikembangkan atas dasar perkembangan secara bertahap.Kurikulum harus menyediakan berbagai kegiatan dan interaksi yangtepat didasarkan pada usia dan tahapan perkembangan setiap anak. Programmenyediakan berbagai sarana dan bahan untuk anak dengan berbagaikemampuan.c. Melibatkan orang tuaKeterlibatan orang tua sebagai pendidik utama bagi anak. Oleh karenaitu peran orang tua dalam pendidikan anak usia dini sangat penting dalampelaksanaan pendidikan.d. Melayani kebutuhan individu anak.Kurikulum dapat mewadahi kemampuan, kebutuhan,minat setiap anak.e. Merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakatKurikulum harus memperhatikan kebutuhan setiap anak sebagaianggota dari keluarga dan nilai-nilai budaya suatu masyarakat.f. Mengembangkan standar kompetensi anakKurikulum yang dikembangkan harus dapat mengembangkankompetensi anak. Standar Kompetensi seabagi acuan dalam menyiapkanlingkungan belajar anak.8
  • 9. g. Mewadahi layanan anak berkebutuhan khususKurikulum yang dikembangkan hendaknya memperhatikan semua anaktermasuk anak-anak yang berkebutuhan khususus.h. Menjalin kemitraan dengan keluarga dan masyarakatKurikulum hendaknya dapat menunjukkan bagaimana membangunsinegi dengan keluarga dan masyarakat sehingga tujuan pendidikan dapattercapaii. Memperhatikan kesehatan dan keselamatan anakKurikulum yang dibangun hendaknya memperhatikan aspek keamanandan kesehatan anak saat anak berada disekolahj. Menjabarkan prosedur pengelolaan LembagaKurikulum hendaknya dapat menjabarkan dengan jelas prosedurmanajemen /pengelolaan lembaga kepada masyarakat sebagai bentukakuntabiitas.k. Manajemen Sumber Daya ManusiaKurikulum hendaknya dapat menggamabarkan proses manajemenpembinaan sumber daya manusia yang terlibat di lembagal. Penyediaan Sarana dan Prasarana.Kurikulum dapat menggambarkan penyediaan srana dan prasaran yangdimiliki lembaga3. Komponen Kurikuluma. AnakSasaran layanan pendidikan Anak usia dini adalah anak yang beradapada rentang usia 0 – 6 tahun. Pengelompokan anak didasarkan pada usiasebagai berikut :- 0 – 1 tahun- 1 – 2 tahun9
  • 10. - 2- 3 tahun- 3 - 4 tahun- 4- 5 tahun- 5 - 6 tahunb. PendidikKompetensi Pendidik anak usia dini memiliki kualifikasi akademiksekurang-kurangnya Diploma Empat (D-IV) atau Sarjana (S1) di bidangpendidikan anak usia dini, kependidikan lain, atau psikologi; dan memilikisertifikasi profesi guru PAUD atau sekurang - kurangnya telah mendapatpelatihan pendidikan anak usia dini. Adapun rasio pendidik dan anak adalah- Usia 0 – 1 tahun rasio 1 : 3 anak- Usia 1 – 3 tahun rasio 1 : 6 anak- Usia 3 - 4 tahun rasio 1 : 8 anak- Usia 4 - 6 tahun rasio 1 : 10 /12 anakc. PembelajaranPembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain yang dipersiapkanoleh pendidik dengan menyiapkan materi ( content ), dan proses belajar.Materi belajar bagi anak usia dini dibagi dalam 2 kelompok usia.Materi Usia lahir sampai 3 tahun meliputi:1) Pengenalan diri sendiri ( Perkembangan konsep diri)2) Pengenalan perasaan (Perkembangan emosi)3) Pengenalan tentang Orang lain (Perkembangan Sosial)4) Pengenalan berbagai gerak (perkembangan Fisik)5) Mengembangkan komunikasi (Perkembangan bahasa)6) Ketrampilan berfikir (Perkembangan kognitif)Materi untuk anak usia 3 – 6 tahun meliputi :10
  • 11. 1) Keaksaraan mencakup peningkatan kosa kata dan bahasa, kesadaranphonologi, wawasan pengetahuan, percakapan, memahami buku-buku,dan teks lainnya.2) Konsep Matematika mencakup pengenalan angka-angka, pola-pola danhubungan, geometri dan kesadaran ruang, pengukuran, pengumpulandata, pengorganisasian, dan mempresentasikannya.3) Pengetahuan Alam lebih menekankan pada objek fisik, kehidupan,bumi dan lingkungan.4) Pengetahuan Sosial mencakup hidup orang banyak, bekerja,berinteraksi dengan yang lain, membentuk, dan dibentuk olehlingkungan. Komponen ini membahas karakteristik tempat hidupmanusia, dan hubungannya antara tempat yang satu dengan yang lain,juga hubungannya dengan orang banyak. Anak-anak mempelajaritentang dunia dan pemetaannya, misalnya dalam rumah ada ruangtamu, ruang tidur, kamar mandi, dapur, ruang keluarga, ruang belajar;di luar rumah ada taman, garasi, dll. Setiap rumah memiliki tetanggadalam jarak dekat atau jauh.5) Seni mencakup menari, musik, bermain peran, menggambar danmelukis. Menari, adalah mengekspresikan ide ke dalam gerakan tubuhdengan mendengarkan musik, dan menyampaikan perasaan. Musik,adalah mengkombinasikan instrumen untuk menciptakan melodi dansuara yang menyenagkan. Drama, adalah mengungkapkan ceritamelalui aksi, dialog, atau keduanya. Seni juga mencakup melukis,menggambar, mengoleksi sesuatu, modeling, membentuk dengan tanahliat atau materi lain, menyusun bangunan, membuat boneka, mencapdengan stempel, dll.6) Teknologi mencakup alat-alat dan penggunaan operasi dasar.Kesadaran Teknologi. Komponen ini membahas tentang alat-alatteknologi yang digunakan anak-anak di rumah, di sekolah, dan11
  • 12. pekerjaan keluarga. Anak-anak dapat mengenal nama-nama alat danmesin yang digunakan oleh manusia sehari-hari.7) Ketrampilan Proses mencakup pengamatan dan eksplorasi; eksperimen,pemecahan masalah; dan koneksi, pengorganisasian, komunikasi, daninformasi yang mewakili.Untuk mewadahi proses belajar bagi anak usa dini pendidik harus dapatmelakukan penataan lingkungan main, menyediakan bahan–bahan main yangterpilih, membangun interaksi dengan anak dan membuat rencana kegiatanmain untuk anak. Proses pembelajaran anak usia dini dilakukan melalui sentraatau area main. Sentra atau area tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhandan kondisi dari masing-masing satuan Pendidikan. Contoh sentra atau areabermain tersebut antara lain : Sentra Balok, Sentra Bermain Peran, Sentra Seni,Sentra Musik, Sentra Persiapan, Sentra agama, dan Sentra Memasak.d. Penilaian (Assesmen)Assesmen adalah proses pengumpulan data dan dokumentasi belajar danperkembangan anak. Assesmen dilakukan melalui : observasi, konfrensidengan para guru, survey, wawancara dengan orang tua, hasil kerja anak, danunjuk kerja. Keseluruhan penilaian /assesmen dapat di buat dalam bentukportofolio.4. Pengelolaan Pembelajarana. Keterlibatan Anakb. Layanan programLembaga Pendidikan anak usia dini dilaksnanakan sesuai satuanPendidikan masing-masing. Jumlah hari dan jam layanan :1) Taman Penitipan Anak (TPA) dilaksanakan 3 – 5 hari dengan jam layananminimal 6 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 -160 hari atau 32 –34 minggu.12
  • 13. 2) Kelompok Bermain (KB) setiap hari atau minimal 3 kali seminggu denganjumlah jam minimal 3 jam. Minimal layanan dalam satu tahun 144 hariatau 32 - 34 minggu.3) Satuan PAUD Sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jamlayanan minimal 2 jam. Kekurangan jam layanan pada SPS dilengkapidengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlahlayanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun.4) Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari setiap minggudengan jam layanan minimal 2,5 jam. Layanan dalam satu tahun 160 hariatau 34 minggu.Layanan pembelajaran pada masing-masing satuan pendidikan anak usia dinimengikuti kalender pendidikan daerah masing-masing.85. Melibatkan Peranserta masyarakatPelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkanseluruh komponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapatdilakukan oleh swasta dan pemerintah , yayasan maupun perorangan.E. Satuan Pendidikan Anak Usia Dini.Kerangka dasar Kurikulum digunakan pada pendidika anak usia dini jalurformal maupun jalur non formal yaitu : Taman Kanak-Kanak/ Raudhatul Athfal,Taman Penitipan Anak, Kelompok Bermain, dan Satuan PAUD Sejenis.1. Taman Kanak adalah salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalurpendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usiaempat tahun sampai enam tahun. Sasaran Pendidikan Taman Kanak-Kanak adalahanak usia 4 - 6 tahun, yang dibagi ke dalam dua kelompok belajar berdasarkanusia yaitu Kelompok A untuk anak usia 4 - 5 tahun dan Kelompok B untuk anakdidik usia 5 - 6 tahun.8 http://guru-gorontalo.blogspot.com/2007/12/mengelola-pendidikan-anak-usia-dini.html.Akses:30/03/200913
  • 14. 2. Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk PAUD pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus programkesejahteraan bagi anak usia 2 sampai dengan 4 tahun. Sasaran KB adalah anakusia 2 - 4 tahun dan anak usia 4 - 6 tahun yang tidak dapat dilayani TK (setelahmelalui pengkajian dan mendapat rekomendasi dari pihak yang berwenang).3. Taman Penitipan Anak adalah layanan pendidikan yang dilaksanakan pemerintahdan masyarakat bagi anak usia lahir - 6 tahun yang orang tuanya bekerja. Pesertadidik pada TPA adalah anak usia lahir - 6 tahun.4. Satuan PAUD Sejenis (SPS) adalah layanan minimal merupakan layanan minimalyang hanya dilakukan 1-2 kali/minggu atau merupakan layanan PAUD yangdiintegrasikan dengan program layanan lain. Peserta didik pada SPS adalah anak2-4 tahun.9IV. ANALISISMasa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anakuntuk memperoleh proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagiseorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulansterhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya. Berdasarkanhasil penelitian, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anakberumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasiketika anak berumur sekitar 18 tahun (Direktorat PAUD, 2004). Hal ini berarti bahwaperkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya denganperkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periodeemas ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh padaperiode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masadewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewat berartihabislah peluangnya. Untuk itu pendidikan untuk usia dini dalam bentuk pemberianrangsangan-rangsangan (stimulasi) dari lingkungan terdekat sangat diperlukan untukmengoptimalkan kemampuan anak.9 http://hidayatsoeryana.wordpress.com/2008/05/05/kerangka-dasar-kurikulum-paud-lengkap/Akses:30/03/200914
  • 15. Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan panduan stimulasi dalam programBina Keluarga Balita (BKB) sejak tahun 1980, namun implementasinya belummemasyarakat. Hasil penelitian Herawati (2002) di Bogor menemukan bahwa dari 265keluarga yang diteliti, hanya terdapat 15% yang mengetahui program BKB. Faktorpenentu lain dari kurang memasyarakatnya program BKB adalah rendahnya tingkatpartisipasi orang tua. Kemudian pada tahun 2001, pemerintah melalui Direktorat JenderalPendidikan Luar Sekolah dan Pemuda mengeluarkan program PAUD (Pendidikan AnakUsia Dini). Namun keberadaan program tersebut sampai saat ini belum menjangkautingkat pedesaan secara merata, sehingga belum dapat diakses langsung oleh masyarakat.Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar danstrategis dalam pembangunan sumberdaya manusia. Tidak mengherankan apabila banyaknegara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan anakusia dini. Di Indonesia sesuai pasal 28 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentangSistem Pendidikan Nasional, pendidikan anak usia telah ditempatkan sejajar denganpendidikan lainnya. Bahkan pada puncak acara peringatan Hari Anak Nasional tanggal 23Juli 2003, Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan pelaksanaan pendidikan anakusia dini di seluruh Indonesia demi kepentingan terbaik anak Indonesia (DirektoratPAUD, 2004).10V. KESIMPULAN1. Anak usia dini adalah kelompok manusia berusia 0-6 tahun (di Indonesia berdasarkanUU No.20 tahun 2003). Anak usia sini adalah kelompok anak yag berada dalamproses pertumbuhan dan berkembangnya yang bersifat unik,2. Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepadaanak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberianrangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani danrohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.3. Pembelajaran anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain dan bernyanyi.Pembelajaran disusun hingga menyenangkan, menggembirakan dan demokratis agarmenarik anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran10http://eldiina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=29&Itemid=1 Akses:30/03/200915
  • 16. 4. Dalam melaksanakan Pendidikan anak usia dini hendaknya menggunakan prinsip-prinsip; Bberorientasi pada kebutuhan anak, belajar melalui bermain , lingkunganyang kondusif, menggunakan pembelajaran terpadu, mengembangkan berbagaikecakapan hidup, menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar,dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang, merangsang munculnya kreativitasdan inovasi, stimulasi pendidikan bersifat menyeluruh.5. Standar kompetensi anak usia dini terdiri atas pengembangan aspek-aspek moral dannilai-nilai agama ,sosial-emosional, dan kemandirian, bahasa,kognitif , fisik/motorik,seni.6. Komponen kurikulum dalam PAUD meliputi; Anak, Pendidik, Pembelajaran,Penilaian (Assesmen)7. Prinsip-prinsip pengembangan bersifat komperhensif, dikembangkan atas dasarperkembangan secara bertahap, melibatkan orang tua, melayani kebutuhan individuanak, merefleksikan kebutuhan dan nilai masyarakat, mengembangkan standarkompetensi anak, mewadahi layanan anak berkebutuhan khusus, menjalin kemitraandengan keluarga dan masyarakat, memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak,menjabarkan prosedur pengelolaan lembaga, manajemen sumber daya manusia,penyediaan sarana dan prasarana.8. Kerangka dasar Kurikulum digunakan pada pendidikan anak usia dini jalur formalmaupun jalur non formal yaitu : Taman Kanak-Kanak/ Raudhatul Athfal, TamanPenitipan Anak, Kelompok Bermain, dan Satuan PAUD Sejenis.9. Pelaksanaan pendidikan anak usia dini hendaknya dapat melibatkan seluruhkomponen masyarakat. Penyelenggaraan pendiikan anak usai dini dapat dilakukanoleh swasta dan pemerintah , yayasan maupun perorangan10. Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untukmemperoleh proses pendidikan.VI. PENUTUPAlhamdulillah dengan ridho Allah, dengan izinnya kami pemakalah bisamenyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu, tapi sebelumnya kami minta maaf apabila16
  • 17. dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak kekurangan ataupun kesalahan baikmengenai penjelasan, pemahaman ataupun kata-kata yang kurang jelas untuk dipahami.Untuk itu saran dan kritik yang konstruktif akan selalu kami terima dengan senang hati.Semoga sekelumit karya kami ini bermanfaat. Amin.DAFTAR PUSTAKADepartemen Agama RI. UU dan PP RI tentang Pendidikan. Jakarta: Depag RI17
  • 18. Forum PAUD Propinsi Jawa Tengah. Apa Itu Pendidikan Anak Usia Dini?. Semarang: Dinas Pdan K Propinsi Jawa Tengah.http://eldiina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=29&Itemid=1http://guru-gorontalo.blogspot.com/2007/12/mengelola-pendidikan-anak-usia-dini.html.http://hidayatsoeryana.wordpress.com/2008/05/05/kerangka-dasar-kurikulum-paud-lengkap/http://qeeasyifa.multiply.com/journal/item/61.Mansur. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Slamet Suyanto. Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Yogyakarta: Hikayat.PENDIDIKAN ANAK USIA DINIMAKALAHDisusun Guna Memenuhi TugasMata Kuliah Pendidikan Luar Sekolah18
  • 19. Dosen Pengampu: Drs. H. Fatah Syukur. M. PdDisusun Oleh :Ali Mursidi 043211108FAKULTAS TARBIYAHINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGOSEMARANG200919

×