• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Teknik wawancara menurut tujuannya
 

Teknik wawancara menurut tujuannya

on

  • 1,187 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,187
Views on SlideShare
1,187
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
8
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Teknik wawancara menurut tujuannya Teknik wawancara menurut tujuannya Presentation Transcript

    • 1. WAWANCARA MENURUT TUJUANNYABerdasarkan pembagian kategori tujuannya adadua macam wawancara, yaitu:•Wawancara untuk membuat berita kutipan (quotestory) yang disebut juga talking news,•Membuat berita yang didasarkan padawawancara.Berita kutipan adalah berita yang berisi pernyataanpernyataan yang diucapkan seseorang (ataubeberapa) narasumber yang bidang keahliannya,pengetahuannya, atau keadaan pribadinyamemberikan makna pada pernyataan pernyataanitu.
    • Berita yang didasarkan pada wawancara yaituberita berita yang faktanya dikumpulkan melaluiproses wawancara ; dalam hal ini wartawanbertanya dan narasumber atau sumber beritamenjawab. Ingat, wawancara merupakanpercakapan yang diarahkan oleh sipewawancara atau wartawan dengan tujuanmemperoleh informasi dari narasumber yangdiwawancarai dengan cara menggali danmengarahkan.
    • Perbedaan antara kedua berita tersebut akan dapatdilihat dengan jelas dari contoh berikut :Pada suatu hari seorang reporter ditugaskan untukmembuat berita tentang penanggulangan sampah diJakarta karena banyak sekali surat pembaca yangmengeluhkan kesemrawutan penanganan sampah olehPemda DKI Jakarta.Pertama tama si reporter tentu datang ke instansi yangbertanggung jawab terhadap masalah ini, yaitu DinasKebersihan. Kemudian mewawancarai kepala dinasnyadan mendapatkan jawaban atas pertanyaanpertanyaan tentang bagaimana dinas kebersihanmenangani sampah Kota setiap harinya.
    • Pertanyaan yang muncul:Berapa banyak truk yang dimiliki dan dan untuk berapabanyak sampah yang ditangani setiap harinya ? Berapapetugas yang dikerahkan setiap harinya ? Dimanasampah dari rumah rumah ditampung sebelum dibuangketempat pembuangan? Dimana lokasi tempatpembuangan sampahnya? Kalau memangpengelolaannya baik mengapa masih banyak keluhandatang dari warga tentang penanganan sampah kotaini ?Dari hasil wawancara berhasil dikumpulkan pernyataan tentangfakta fakta mengenai penanganan sampah yang ada.
    • Untuk mengetahui lebih jauh tentang apa yang dijelaskankepala dinas, si reporter mewawancarai pengemudipengemudi truk sampah dan para penarik gerobak sampahdari rumah rumah ke tempat penampungan sebelum dibawa oleh truk ketempat pembuangan dan beberapa iburumahtangga.Dari para narasumber ini berhasil dikumpulkan pernyataanpernyataan tentang fakta fakta lain mengenai sampah.Bahkan mengenai cukup tidaknya truk dan gerobakgerobak sampah yang disediakan oleh Dinas Kebersihan.Keesokan harinya ketika berita tentang sampah itu munculdi surat kabar, maka berita ini adalah berita yangdidasarkan pada wawancara
    • Lalu si wartawan masih ditugaskan lagi untukmenindaklanjuti berita sampah ini. Redakturnyamenugaskan untuk mewawancarai seorang dosen ahliPlanologi kota untuk meminta pendapatnya tentangcara penanganan sampah yang terbaik. Dosen tersebutmemang pernah membuat disertasi tentangpenanganan sampah di kota kota besar Indonesiauntuk meraih gelar doktornya.Nah berita ini adalah berita kutipan (quote story).Meskipun berita ini dibuat berdasarkan wawancara danmempunyai unsur unsur seperti berita pertama tetapipenekanannya bukan pada fakta fakta tetapi padapenilaian dan validitas narasumber yaitu keahliannya.