Sosiologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Sosiologi

on

  • 1,018 views

Mobilitas Sosial, Kesadaran Sosiologis, Kepemimpinan, Wewenang dan Kekuasaan

Mobilitas Sosial, Kesadaran Sosiologis, Kepemimpinan, Wewenang dan Kekuasaan

Statistics

Views

Total Views
1,018
Views on SlideShare
1,017
Embed Views
1

Actions

Likes
0
Downloads
39
Comments
0

1 Embed 1

http://www.pickpdf.com 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Sosiologi Sosiologi Document Transcript

  • Kesadaran Sosiologis Kesadaran sosiologis; sama halnya dengan pemikiran c.wright mills, peter l. bergermenggunakan istilah the sociological consciousness untuk menggambarkan pekerjaan yangdilakukan oleh seorang sosiolog. Seorang sosiolog akan bekerja memahami sebuah masalah sosiologis tetapi bukanmasalah social. Perbedaaan antara masalah sosiologis dengan masalah social terletak padapenyebab masalah tersebut terjadi.Masalah sosiologis terjadi Karena hasil sebuahkonsekuensi dari system social secara keseluruhan.Masalah social muncul bisa saja bukankarena kesalahan system social yang berjalan tetapi lebih pada factor osikologis. Orang malas, boros, hiperseks, mudah marah, kebodohannya yang menyebabkanmereka menjadi miskin dan pelacur.Hal ini merupakan masalah social dalam masyarakat. Tetapi masalah social bisa menjadi masalah sosiologis kalau dilihat dari penyebabmunculnya masalah tersebut.Jika masalah tersebut karena factor system maka makalahsocial masuk dalam kategori masalah sosiologis. Memahami dan menganalisis masalah sosiologis tersebut peter l. bergermenggunakan konsep “melihat dibalik dan melihat tembus”. Kedua konsep ini mampumenjelaskan realitas yang sedang terjadi meskipun realitas tidak kelihatan. Melihat balik adalah memahami masalah melalui informasi-informasi yangdikumpulkan orang yang terkait dengan persoalan tersebut.Melihat tembus adalahmemahami masalah yang terjadi dalam kehidupan social melalui asumsi-asumsi. Pengaruh masyarakat terhadap individu.Induvidu bukanlah makhluk yangkreatif.Segala tindakan dan keberadaannya sudah ditentukan oleh masyarakat. Asumsi ini mengindikasikan bahwa asumsi apapun yang dilakukan oleh individumerupakan produk dari masyarakat.Individu tidak bisa berprilaku diluar yang telahdtentukan masyarakat. Apabila mencoba berprilaku diluar dari ketentuan maka akanmenerima sanksi terhadap prilaku tersebut. Individu dikelilingi oleh begitu banyak system nilai dari norma dalam berprilaku.Peter l. berger mengatakan masyarakat membuat rintangan rel yang panjangnya beribu-ribukilometer. Diatas rel itulah manusia berjalan, jika mereka keluar dari rel makan akanmengalami ketidakseimbangan dalam berjalan.
  • Dengan demikian rel tersebut merupakan panduan bagi mannusia untuk berjalan,control social menjadi bagian yang efektif untuk mengawasi manusia berjalan diatas reltersebut. Dalam masyarakat yang menganut agama islam, akan mengatur warganya untukmendapat pasangan hidupnya. Pertama mereka harus melakukan akad nikah dan setelahitu baru bisa hidup bersama. Begutu pula dengan kelangsungan hidup sehari-hari warga darihasil bekerja yang legal.Tidak ada yang hidup bersama tanpa diawali dengan menikah,membiayai hidup keluarganya dari mencuri atau korupsi. Kelompok Sosial Kelompok social.Tiap hari kita dikelompok kerja, disekitar tempat tinggal, disekolah,dikampus, ditempat ibadah, dipasar, diterminal dan dikantor serta di kafe-kafe menemukanbeberapa orang yang sedang berkumpul. Orang yang mampu berkumpul tersebut bisa karena disengaja, insidentil, permanen,temporary, dll.Esensinya manusia lebih banyak menghabiskan harinya dengan berkumpul bersama oranglaindalam bentuk kelompok-kelompok social. Horton (1993; 214-215), kelompok social adalah: setiap kumpulan manusia secarafisik; sejumlah orang yang memiliki persamaan ciri-ciri tertentu; sejumlah orang yangmemiliki pola interaksi yang terorganisasi dan terjadi secara berulang-ulang; setiapkumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan salingberinteraksi. Pengertian yang dikemukakan oleh Horton tersebut memiliki makna yang banyak,.Pada pengertian pertama lebih menjelaskan kumpulan beberapa orang tidakmemperhatikan jenis kelamin, kepentingan yang sama, kesadaran bersama, tujuan bersamasudah dikategorikan pada pengertian kelompok.Pengertian yang kedua, lebih menekankanpada persamaan ciri-ciri, misalnya kaum laki-laki, perempuan, dosen, mahasiswa.Pengertianyang ketiga, kumpulan orang-orang tersebut ada interaksi yangterjadi dan berulang-ulangyang terakhir, kelompok social harus ada interaksi dan kesadaran bersama.Kumpulanbeberapa orang yang tidak ada interaksi bukanlah kelompok social.
  • Pengertian kelompok secara umum: setiap kumpulan manusia secara fisik. Inidisebut juga dengan agregasi atau kolektivitas. Contoh: kerumunan dihalte atau penontonfutsal. Sejumlah orang yang memiliki persamaan ciri-ciri tertentu.Ini disebut juga kategori.Contoh: laki-laki, perempuan, mahasiswa, guru. Pengertian khusus kelompok: sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yangterorganisasi dan terjadi secara berulang-ulamh. Contoh: keluarga. Setiap kumpulan orangyang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi. Kelompok individu: Pengalaman kelompok yang membuat manusia menjadi “manusiawi” > sosialisasi nilai-nilai Manusia akan “mati” apabila terpisah dari kelompoknya > militer, altrustik, klan (etnik) Kelompok merupakan kenyataan social yang penting, yang pengaruhnya sangat besar terhadap para individu dalam seganap situasi social > loyalitas pekerja jepang lebih tinggi dari amerika In-group adalah kelompok sendiri “aku” termasuk didalamnya.Out-group adalahkelompok luar, dimana “aku” tidak termasuk didalamnya. Sikap seseorang dipengaruhi oleh kelompok dalam dan kelompok luarnya. Bentuk-bentuk sikap (juga perasaan) terhadap kelompok luar: sikap permusuhan (nazi-yahudi),kompetisi yang lunak atau acuh tak acuh. Contoh kasus: sikap dan perasaan warga terhadapkelompok dan institusi social yang ada dilingkungan desa mereka. Sosialisasi dan Kepribadian Sosialisasi menurut berger adalah proses melalui mana seorang anak belajar menjadiseorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Menurut Horton sosialisasi adalahproses mempelajari kebiasaan dan tata kelakuan untuk menjadi suatu bagian dari suatumasyarakat atau proses mempelajari prilaku peran. Makna yang terkandung dalampengertian Horton tersebut adalah sosialisasi merupakan sebuah proses memasukkanpengetahuan kepada seorang individu untuk bisa ia berprilaku sesuai dengan tatananmasyarakat.
  • Proses sosialisasi berlangsung  masa kanak-kanak  setelah masa kanak-kanak sepanjang hidup atau pendidikan berkesinambuangan. Light 1989 menyebutkan sosialisasi berlangsung dalam 2 bentuk: 1. Sosialisasi diri/sosialisasi primer 2. Sosialisasi sekunder. Sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil,melalui mana ia menjadi anggota masyarakat  berger dan luckman  proses berikutnyayang memperkenalkan individu yang telah disosialisasi ke dalam sector baru dari duniaobjektof masyarakatnya. Salah satu bentuk sosiologi sekunder yang sering dijumpai dalammasyarakat apa yang dinamakan dengan proses desosialisasi dan resosialisasi. Proses desosialisasi seseorang mengalami “pencabutan” diri yang dimilikinya,sedangkan dalam proses resosialisasi seseorang diberi suatu diri yang baru prosesdesosialisasi dan resosialisasi sering dikaitkan dengan proses berlangsung dalam institusitotal. Suatu tempat tinggal dan bekerja yang didalamnya sejumlah individu dalam situasiyang sama, terputus dari masyarakat yang lebih luas untuk suatu jangka waktu tertentu,bersama-sama menjalani hidup yan gterkungkung dan diatur secara formal. Cara atau pola sosialisasi (jeager): A. Sosialisasi represif menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri ciri: 1. Penggunaan hukuman dan imbalan 2. Penekanan pada kepatuhan anak pada orang tua 3. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah 4. Non verbal dan berisi perintah 5. Penekanan titik berat sosialisasi pada orang tua dan pada keinginan orang tua 6. Peran orang tua sebagai significant other B. Sosialisasi partisipasi menekankan pada kebebasan dan pemberian imbalan. Ciri ciri:
  • 1. Anak diberi imbalan manakala berprilaku baik 2. Hukuman dan imbalan bersifat simbolik 3. Anak diberi kebebasan 4. Penekanan diletakkan pada interaksi 5. Komunikasi bersifat lisan 6. Anak menjadi pusat sosialisasi 7. Keperluan anak dianggap penting 8. Keluarga menjadi generalized other. Sosialisasi memiliki keterkaitan dengan kepribadian. Kepribadian keras, kasar,tertutup, terbuka, lembut, temperamental, dll merupakan produk proses pembelajaranindividu. Sering kita mendengar bahwa seseorang memiliki kepribadian yang baik, seseorangmemiliki kepribadian yang tidak baik.Kenapa seseorang memiliki kepribadian yang baik danyang lainnya memiliki kepribadian yang tidak baik? Dan apa yang dimaksuddengankepribadian dan apa factor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian? Kepribadan adalah keseluruhan peristiwa dari seorang individu dengan systemkecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan rangkaian situasi. Seseorang melakukan interaksi dengan orang lainnya dalam sebuah kondisi tertentudan memperlihatkan prilaku kecenderungannya. Seperti seorang individu menghadapisebuah ujian/kondisi yang tertekan maka prilaku ditampilkan bisa dalam bentuk prites,meningkatkan aksen suaranya, selalu senyum, tidak memperlihatlan gerak tubuhnya, dll.Prilaku ini selslu tampil disetiap situasi yang sama dihadapi. Factor dalam perkembangan kepribadian: 1. Warisan biologis; factor keturunan: ayah hipertensi dan anaknya juga 2. Lingkungan fisik; interaksi dengan masyarakat: orang yang berbicara dipantai berbeda dengan orang pegunungan 3. Kebudayaan; kepribadian orang minang suka berbisnis 4. Pengalaman kelompok; dipengaruhi oleh kelompok yang dimasuki ex; geng motor
  • 5. Pengalaman unik; ex: pengalaman-pengalaman yangjarang kita peroleh tetapi menarik. Kepribadian seseorng itu dipengaruhi oleh proses yang dia lalui: kepribadian lahirdari proses pembelajaran dari lingkungan yang mengatakannya. Mobilitas Sosial Mobilitas social menurut Horton 1987 yaitu suatu gerak perpindahan dari suatukelas social ke kelas social lainnya. Mobilitas social bisa berupa peningkatan atau penurunan dalam segi status socialyang dialami oleh beberapa individu atau oleh keseluruhan anggota kelompok. Mobilitas social (kiri) pendorong: perunahan social, ekspansi terotorial, pembagiankerja, situasi politik (kanan) saluran: pendidikan, politik, ekonomi, perkawinan. (tengah)tipe: horizontal, vertical, antar generasi, gerakan social geografis. Stratifikasi social menjadikan masyarakat terbagi-bagi dalam kelas social tertentudiantaranya kelas atas, menengah, dan bawah. Moblitas vertical: perpindahan indvidu atau kelompok dari kedudukan social kekedudukan social lainnya yang tidak sederajat. (kiri) upward social mobility: perpindahankedudukan social individu atau kelompok menjadi naik (kanan) downward social:perpindahan kedudukan social individu atau kelompok menjadi turun. Mobilitas horizontal: perpindahan individu/kelompok dari kedudukan social kekedudukan social lainnya yang sederajat > penyebabnya bsa sukarela dan paksaan. Contoh: Seorang buruh petani di desa setelah musim tanam pergi ke kota bekerjasebagai tukang becak.Seorang kasubag pegawai gol III dimutasi oleh atasannya ke ksubaglainnya. Mobilitas antar generasi: perubahan yang terjadi diantara generasi-generasi,terdapat perbedaan atau kesamaan tingkat kelas social antara anak dengan orang tuanya >penyebabnya bisa pendidikan, individual, dll. Contoh: anak seorang buruh tani menyelesaikan kuliah dijurusan manajemenekonomi bekerja pada sebuah bank pemerintah. Anak seorang dokter yang menjadi sopirangkot.Anak seorang tukang ojek menjadi sekretaris lurah.
  • Dua factor yangmempengaruhi tingkat mobilitas social pada masyarakat modern:factor structural: jumlah yang relative dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus di isi sertakemudahan untuk memperolehnya. Factor individu: kualitas orang per orang, baik ditinjaudari segi tingkat pendidikannya, penampilannya, keterampilan pribadi termasuk factor luck. Beberapa konsekuensi negative dari mobilitas vertical, seperti kecemasan akanterjadinya penurunan status bila terjadi mobilitas menurun, ketegangan dalam mempelajariperan dari status jabatan yang meningkat, keretakan hubungan antara anggota kelompokprimer yang semua akrena seseorang berpindah ke status yang lebih tinggi atau ke statusyang lebih rendah. Kekuasaan, Wewenang, dan Kepemimpinan Kekuasaan; setiap kemampuan untuk mengendalikan kegiatan orang lain, meskipundiluar kemauan orang itu.Wewenang; kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompokorang yang mempunyai dukungan atau mendapat pengakuan dari masyarakat. Pengertian diatas menekanan bahwa kekuasaan tidak selalu diperoleh malaluipengakuan masyarakat sementara wewenang sebuah kekuasaan yang diperoleh melaluipengakuan. Faktanya dalam masyarakat antara kekuasaan dan wewenang sering timpangtindih.Orang yang punya wewenang sering menonjolkan kekuasaannya bajkan dalam waktuyang tidak terbatas. Pada suku mentawai, kepala suku adalah orang yang punya kekuasaan danwewenang seumur hidup. Raja fahd di arab Saudi memiliki kekuasaan dan sekaliguswewenang. Kepala suku bentong sulsel memiliki kekuasaan dan weenang untuk mengaturkehidupan masyarakatnya. Presiden hugo chavez Venezuela memiliki wewenang danberkuasa dalam mengambil kebijakan Negara. Masyarakat tradisional tidak mengenal perbedaan kekuasaan dan wewenang.Padamasyarakat yang sudah maju/komunitas besar mengenal kekuasaan dan wewenang. Hakekat kekuasaan dan sumbernya, soekanto 2003: kekuasaan sebagai kemampuanuntuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang ada pada pemegang kekuasaantersebut. Kekuasaan mencakup kemampuan untuk memerintahkeputusan-keputusan yang
  • secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi pihak-pihak lainnya. Weber 1946:kekuasaan adalah kesempatan seseorang/sekelompok orang untuk menyadarkanmasyarakat akan kemauan-kemauan sendiri, dengan sekaligus menerapkannya terhadaptindakan-tindakan perlawanan dai orang-orang atau golongan-golongan tertentu.Kekuasaan muncul karena ingin memiliki benda dan kedudukan baik dbirokrasi maupun diorganisasi-organisasi social.Kekuasaan bisa jalan karenarasa takut, pemujaan, rasa cinta,kepercayaan.