Mengapa Manusia Bercerita???
Sejarah Narrativitas
• Dimulai dari zaman Pra Sejarah, dengan ditemukannya
artefak dan peninggalan manusia purba berupa lu...
Munculnya berbagai media massa menyebabkan
kebutuhan “bercerita” semakin tinggi
cerita memasuki ranah Industri melalui tel...
Skenario
cerita skenario adalah sebuah urutan kejadian yang
ditata dengan rapi dan memerlukan ketelitian
dalam membagi por...
Skenario Film VS Skenario Televisi
TELEVISI
ENTERTAINMENT
PROGRAM
REALITY SHOW
KEREDAKSIAN

Audien Share
Kapital
iklan

FI...
Proses Pengembangan Sekenario
Tema
Ide cerita
Premis Cerita
Sinopsis Cerita
Treatment/pembabakan
Scene Plot
Naskah/Skenari...
• Tema
– Ini semacam garis kokoh atau benang merah arah
dan jenis cerita.
– Contoh: cinta terlarang, drama keluarga, Cinde...
• Ide Cerita
– Keunikan dalam Ide cerita
– Keunikan dalam pengemasan cerita
– Keunikan judul
– Keunikan premis
– Berani be...
• Premis Cerita
– Merupakan inti sari yang merangkum keseluruhan
cerita berupa kalimat yang bernilai filosofis/estetis
– P...
• Sinopsis
– Sinopsis merupakan gambaran cerita secara
singkat secara keseluruhan
– sinopis adalah inti cerita sebuah film...
Pembabakan
Dalam penulisan skenario, Kita menggunakan cara pembagian
babak untuk menyampaikan sebuah cerita. Untuk awalnya...
Misalkan kita mengembangkan sebuah cerita dari
sebuah sinopsis sebagai berikut dan mencoba
mengembangkannya dalam struktur...
Pengembangannya dalam struktur 3 babak:
• Babak 1 – Ani tunanetra yatim piatu hidup dengan
pelayan tiba-tiba mendapatkan h...
• Ketika sebuah cerita sesederhana apapun masuk
dalam proses pembagian babak harus ada modifikasi
karakter, aktifitas dan ...
Scene Plot
• Scene adalah adegan
• scene plot merupakan gerakan-gerakan gambar
detail dalam sebuah adegan.
• Contoh: Jika ...
• Naskah/Skenario
– Berisikan keterangan lengkap dari pengembangan
sinopsis
– Termasuk keterangan waktu, adegan, aktivitas...
Format Penulisan Skenario
1. font Courier New
2. ukuran/size 12.
3. spasi satu (1). Bukan satu setengah, bukan dua.
format...
Format Penulisan Skenario
1. Kepala (Scene Heading)
2. Tubuh (body)
3. Dialog
Format Penulisan Skenario
• SCENE HEADING
Setiap scene dimulai dengan kepala scene mentok kiri,
dengan semua huruf kapital...
Format Penulisan Skenario
BODY

Elemen ini berisi deskripsi action, setting dan mood dari
setting tersebut, posisi-posisi ...
Format Penulisan Skenario
• DIALOG
- dimulai dengan nama orang yang berbicara, ditempatkan
ditengah (centered), dan semuan...
12. EXT. RUANG OPERASI RUMAH SAKIT (MALAM). 2 Dokter dan
Pasien
Sekelompok ahli bedah sedang berkumpul mengitari pasiennya...
Elemen-elemen Utama Cerita
• Setting
• Karakter
**(akan dibahas secara khusus)
Struktur cerita dalam naskah Film
(layar lebar ataupun Televisi)
Story
Structure

ACT I
Sequence

seguence

ACT II
Sequenc...
The Classical Paradigm of Narrative Structure
The Inverted V Structure (abad ke-19), tokoh-tokohnya :
Aristoteles (The Poe...
CLASSICAL DESIGN
Archplot
Causality, Closed ending,
Linear time, External conflict,
Single protagonist, Consistent
reality...
Plot Arc
Climax

Rising action

Resolution

Inciting incident

Major Plot Point

Crisis
Yang harus diperhatikan
dalam penulisan Skenario
1. DURASI
2. Ukuran Visual (the aspect ratio) TV
(1:1.33), HDTV (1:1.77),...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Materi presentasi pertemuan 1

307

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
307
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Materi presentasi pertemuan 1"

  1. 1. Mengapa Manusia Bercerita???
  2. 2. Sejarah Narrativitas • Dimulai dari zaman Pra Sejarah, dengan ditemukannya artefak dan peninggalan manusia purba berupa lukisan dan jejak tangan di dinding-dinding goa • Narativitas terus berkembang dengan berbagai macam bentuk, melahirkan sastrawan dan seniman-seniman naratif yang terus berkembang pada seni lainnya • Narativitas bersentuhan langsung dengan proses seni dan proses estetika seperti pada seni murni (lukis, pahat, patung,dll), masuk pada seni tulis dan teatrikal, hingga menjelma menjadi produk audio visual (Film dan TV)
  3. 3. Munculnya berbagai media massa menyebabkan kebutuhan “bercerita” semakin tinggi cerita memasuki ranah Industri melalui televisi dan layar lebar. Konsekwensinya memasuki industri adalah pengemasan yang “layak jual” kepada penonton sehingga dibutuhkan metoda teknis dalam penggarapan proses bercerita menjadi terarah, melibatkan banyak orang dan mampu mempengaruhi alam bawah sadar (bagian dari psikoanalisa fungsi cerita yang diibaratkan seperti bermimpi) –Christian Metz-
  4. 4. Skenario cerita skenario adalah sebuah urutan kejadian yang ditata dengan rapi dan memerlukan ketelitian dalam membagi porsi peran, dialog dan durasi dalam setiap scene-scene yang ditampilkan Sederhananya, skenario merupakan lembar-lembar naskah cerita film yang di dalamnya terdapat rangkaian adegan, setting, kondisi, serta dialogdialog tokoh dalam film
  5. 5. Skenario Film VS Skenario Televisi TELEVISI ENTERTAINMENT PROGRAM REALITY SHOW KEREDAKSIAN Audien Share Kapital iklan FILM FILM TELEVISI DRAMA DOKUMENTER SITKOM SINETRON PARODI Narativitas Audien Share Kapital iklan FILM LAYAR LEBAR Narativitas Estetika Ideologis kapital
  6. 6. Proses Pengembangan Sekenario Tema Ide cerita Premis Cerita Sinopsis Cerita Treatment/pembabakan Scene Plot Naskah/Skenario Storyboard
  7. 7. • Tema – Ini semacam garis kokoh atau benang merah arah dan jenis cerita. – Contoh: cinta terlarang, drama keluarga, Cinderela syindrom, cinta tak sampai, dan lain-lain. Dari sini, karakter, setting tempat, dan konflik sudah terbayangkan
  8. 8. • Ide Cerita – Keunikan dalam Ide cerita – Keunikan dalam pengemasan cerita – Keunikan judul – Keunikan premis – Berani berbeda
  9. 9. • Premis Cerita – Merupakan inti sari yang merangkum keseluruhan cerita berupa kalimat yang bernilai filosofis/estetis – Premis adalah jiwa dari sebuah cerita, memberikan pesan moral bagi seluruh pemirsa/pembaca cerita. – Premis dapat juga diartikan sebagai sebuah keterangan singkat yang menggambarkan sebuah cerita dan menjadi dasar bergeraknya alur cerita secara keseluruhan
  10. 10. • Sinopsis – Sinopsis merupakan gambaran cerita secara singkat secara keseluruhan – sinopis adalah inti cerita sebuah film – biasanya ditulis maksimal 2 halaman – Dari sinopsis ini, penulis skenario akan menjadikannya acuan dalam memecah adegan dalam bentuk penomoran scene.
  11. 11. Pembabakan Dalam penulisan skenario, Kita menggunakan cara pembagian babak untuk menyampaikan sebuah cerita. Untuk awalnya, kita mengenal struktur cerita dengan format 3 babak yang terbagi menjadi : Babak 1 – Awal Konflik dan pengenalan karakter. Babak 2 – Tengah atau komplikasi masalah Babak 3 – Akhir penyelesaian Masalah.
  12. 12. Misalkan kita mengembangkan sebuah cerita dari sebuah sinopsis sebagai berikut dan mencoba mengembangkannya dalam struktur cerita 3 babak. Sinopsis: • Ani adalah seorang tuna netra yatim piatu yang didampingi pelayan setianya. Suatu hari Ani mendapatkan harta hibah tidak terduga dari seseorang misterius dan dititipkan surat hibahnya pada sang pelayan. Sang Pelayan berubah sifat, ia berusaha menyingkirkan Ani dan hendak menguasai harta hibah tersebut. Ani yang terdesak akhirnya mendapatkan pertolongan orang misterius lainnya yang ternyata adalah adik kandung ibunya.
  13. 13. Pengembangannya dalam struktur 3 babak: • Babak 1 – Ani tunanetra yatim piatu hidup dengan pelayan tiba-tiba mendapatkan harta hibah dari seorang misterius yang begitu mencintainya. • Babak 2 – Sang Pelayan berubah sifat hendak menguasai harta dan mencoba mencelakakan Ani. Jiwa dan keselamatan Ani terancam • Babak 3- Seorang misterius yang ternyata adik kandung almarhum ibunya Ani menyelamatkan Ani. Ia bersama Ani bahkan berhasil memberikan hukuman yang setimpal bagi sang Pelayan penghianat.
  14. 14. • Ketika sebuah cerita sesederhana apapun masuk dalam proses pembagian babak harus ada modifikasi karakter, aktifitas dan tempat, dilihat dari sisi pandang pemirsa. • membuat skenario adalah memberikan cerita yang dilihat dan didengar. Anda harus dapat memadukan unsur-unsur hiburan, suspense atau beragam pesan audio visual lainnya lewat bangunan kata-kata.
  15. 15. Scene Plot • Scene adalah adegan • scene plot merupakan gerakan-gerakan gambar detail dalam sebuah adegan. • Contoh: Jika adegannya tabrak lari, scene plotnya bisa terdiri dari korban yang sedang berjalan, pindah ke pengemudi yang ngebut, terus dan terus hingga terjadilah tabrak lari.
  16. 16. • Naskah/Skenario – Berisikan keterangan lengkap dari pengembangan sinopsis – Termasuk keterangan waktu, adegan, aktivitas, gerak dan imajinasi penulis tentang karya yang akan dibuat – Pada beberapa poin dapat ditambahkan keterangan sinematografi (gerak kamera) namun tidak bersifat intervensi terhadap kreatifitas sutradara
  17. 17. Format Penulisan Skenario 1. font Courier New 2. ukuran/size 12. 3. spasi satu (1). Bukan satu setengah, bukan dua. format dasar ini berhubungan dengan durasi film. Secara internasional sudah diakui bahwa dengan font courier new, size 12 dan spasi 1, maka satu halaman skenario sama dengan satu menit film. 120 halaman skenario = 120 menit film, atau dua jam
  18. 18. Format Penulisan Skenario 1. Kepala (Scene Heading) 2. Tubuh (body) 3. Dialog
  19. 19. Format Penulisan Skenario • SCENE HEADING Setiap scene dimulai dengan kepala scene mentok kiri, dengan semua huruf kapital, dan isinya: - nomor scene, - interior atau exterior (disingkat INT. atau EXT.) - lokasi, - waktu siang atau malam (day/night) - pemain utama yang terlibat dalam scene tersebut. 15. INT. RUANG KELUARGA - SUBUH - IWAN, BUDI & JOKO
  20. 20. Format Penulisan Skenario BODY Elemen ini berisi deskripsi action, setting dan mood dari setting tersebut, posisi-posisi untuk adegan yang akan dilakukan. • Semuanya berupa deskripsi secara visual, jadi lupakanlah kata yang tidak bisa dideskripsikan secara visual. • Contoh: Joko jatuh cinta pada Iwan dan Budi. bandingkan dengan: Pantat kuda. Joko menendang pantat kuda. Kuda meringkik dan berlari kencang keluar kandang.
  21. 21. Format Penulisan Skenario • DIALOG - dimulai dengan nama orang yang berbicara, ditempatkan ditengah (centered), dan semuanya huruf besar. - dialognya sendiri juga berada ditengah, dengan margin yang lebih sempit dari bagian deskripsi. - dimulai dan diakhiri dengan dua kali spasi (longkap satu baris). - jika diperlukan, tambahkan pengarahan action dalam tanda kurung.
  22. 22. 12. EXT. RUANG OPERASI RUMAH SAKIT (MALAM). 2 Dokter dan Pasien Sekelompok ahli bedah sedang berkumpul mengitari pasiennya. Kita mengetahui sebuah suasana tegang terjadi. Mereka saling berdebat tentang prosedur pembedahan yang benar. DOKTER FADLY MARI KITA COBA LAKUKAN ANESTESI SEBAGIAN SAJA. PASIEN HARUS DALAM KONDISI SADAR UNTUK MENJALANI OPERASI INI. SAKITNYA NGGAK SEBERAPA KOK DOKTER AMIR SAYA TIDAK SETUJU DENGAN USUL ANDA. SAYA TAKUT PASIEN TIDAK CUKUP KUAT UNTUK MENAHAN SAKIT. SAYA RASA IA HARUS DIBIUS TOTAL Sang pasien tampak cemas, ia lebih memilih dibius total dari pada mengalami rasa sakit. PASIEN DOK, KALAU BISA SAYA DIBUAT TIDAK SADAR SAJA. SAYA TAKUT SEKALI DOK, TAKUT SAKIT! TOLONG DOK Dokter Fadly menatap tajam pasiennya. Ia mengacungkan jarum suntik dengan dosis setengah tepat didepan wajah pasiennya.
  23. 23. Elemen-elemen Utama Cerita • Setting • Karakter **(akan dibahas secara khusus)
  24. 24. Struktur cerita dalam naskah Film (layar lebar ataupun Televisi) Story Structure ACT I Sequence seguence ACT II Sequence ACT III Sequence Sequence dst Scene Scene Scene Scene Scene Scene Scene Scene Scene Scene Scene Scene dst Beat/beat/beatBeat/beat/beatBeat/beat/beatBeat/beat/beatBeat/beat/beatBeat/beat/beat dst........ Dengan analogi Story = BUKU | Act = BAB | Seguence = Sub BAB | Scene = Paragraf | BEAT : KALIMAT/KATA
  25. 25. The Classical Paradigm of Narrative Structure The Inverted V Structure (abad ke-19), tokoh-tokohnya : Aristoteles (The Poetic), Gustav Freitag, Robert McKee, Linda Seger, dll • • • • • • Antagonis VS Protagonis Inciting Incident Act 1-3 Poin No return Climax Closure
  26. 26. CLASSICAL DESIGN Archplot Causality, Closed ending, Linear time, External conflict, Single protagonist, Consistent reality, Active protagonist MINIMALISM Miniplot Open Ending, Internal Conflict, Multi protagonists, Passive Protagonist ANTI STRUCTURE Antiplot Coincidence, Nonlinear time, Inconsistent realities
  27. 27. Plot Arc Climax Rising action Resolution Inciting incident Major Plot Point Crisis
  28. 28. Yang harus diperhatikan dalam penulisan Skenario 1. DURASI 2. Ukuran Visual (the aspect ratio) TV (1:1.33), HDTV (1:1.77), Cinemascope (1:1.85) 3. Penonton/Audien
  1. Gostou de algum slide específico?

    Recortar slides é uma maneira fácil de colecionar informações para acessar mais tarde.

×