Bab 9 teori komunikasi

7,794 views

Published on

7 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
7,794
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
260
Comments
7
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 9 teori komunikasi

  1. 1. Teori Komunikasi: Organisasi
  2. 2. ORGANISASI <ul><li>3 Aspek Umum tentang organisasi : </li></ul><ul><ul><li>Susunan bentuk, dan fungsi organisasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Manajemen,kendali & kuasa </li></ul></ul><ul><ul><li>Budaya organisasional </li></ul></ul><ul><li>Gareth Morgan menggariskan sejumlah metafora untuk untuk memahami organisasi: </li></ul><ul><ul><li>Mesin ;bagian-bagian mesin saling tersambung dlm cara-cara yang memungkinkannya melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan produk dan layanan </li></ul></ul>
  3. 3. <ul><ul><li>Organisme;menanamkan pemahaman arus & perubahan </li></ul></ul><ul><ul><li>Organisasi menyesuaikan diri ,berubah dan tumbuh pada landasan informasi, timbal balik dan kekuatan logis </li></ul></ul><ul><ul><li>otak ;sistem kendali untuk mengolah informasi,kecerdasan,mengonsep, dan membuat rencana-rencana </li></ul></ul><ul><ul><li>Penjara fisik ; membentuk & membatasi kehidupan anggota organisasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kebudayaan ; adanya nilai, norma,keyakinan, dan kebiasaan </li></ul></ul>
  4. 4. Tradisi Sosiopsikologis <ul><li>Terfokus pada atribut atau karakteristik individu atau kelompok bukan pada pola komunikasi </li></ul><ul><li>Tradisi tidak terlalu berpengaruh pada literatur komunikasi saat ini </li></ul><ul><li>Sosiologi & psikologi memiliki pengaruh besar dalam penelitian tentang organisasi </li></ul>
  5. 5. Teori Weber Tentang Birokrasi <ul><li>Organisasi menurut Weber adalah sebuah sistem kegiatan interpersonal yang memiliki maksud tertentu yang dirancang untuk meyelaraskan tugas-tugas individu. Hal ini tidak dapat dilakukan tanpa adanya otoritas,spesialisasi dan regulasi </li></ul><ul><li>Otoritas(authority) harus disahkan secara formal oleh organisasi </li></ul><ul><li>Keefektifan organisasi bergantung pada tingkatan yang memberikan manajemen kekuasaan resmi (legitimate power) oleh organisasi </li></ul>
  6. 6. Tradisi Sibernetika <ul><li>Teori sibernatika memandang susunan sebagai suatu yang muncul dari pola –pola interaksi dalam organisasi dan menempatkan komunikasi sebagai proses kunci yang digunakan untuk memperoleh susunan organisasi. </li></ul>
  7. 7. Teori Karl Weick <ul><li>Organisasi bukanlah susunan yag terbentuk oleh posisi dan peranan tetapi oleh aktivitas komunikasi </li></ul><ul><li>Interaksi membentuk sebuah organisasi terdiri atas sebuah tindakan (interact) atau sebuah pernyataan atau perilaku individu. </li></ul><ul><li>Sebuah interaksi melibatkan sebuah tindakan yang diikuti oleh respons dan interaksi ganda(double interact) </li></ul><ul><li>Equivocality berarti ketidakpastian, kesulitan, ambiguitas, dan kurangnya keterdugaan. Semua informasi dari lingkungan sekitar bersifat samar-samar pada beberapa tingkatan,& kegiatan organisasi dirancang untuk mengurangi ketidakpastian ini. </li></ul>
  8. 8. <ul><li>Proses penghilangan kesamaran ini merupakan proses berkembang dengan 3 bagian : </li></ul><ul><ul><li>Pembuatan : definisi tentang situasi atau menyatakan adanya informasi yang samar-samar dari luar </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemilihan : pemilihan mempersempit bidang, menghilangkan pilihan yg tidak ingin dihadapi oleh pelaku pada saat itu karenanya proses ini menghilangkan lebih banyak kesamaran dari informasi awal </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyimpanan: hal-hal tertentu akan disimpan untuk pengunaan dimasa yang akan datang </li></ul></ul><ul><li>Setelah penyimpanan, organisasi menghadapi titik pilihan, mereka harus memutuskan apakah mereka harus melihat lagi pada lingkungan sekitar dengan cara baru. </li></ul>
  9. 9. Elemen dasar dari model Weick : <ul><ul><li>Lingkungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kesamaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Pembuatan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemilihan </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyimpanan </li></ul></ul><ul><ul><li>Itik pilihan </li></ul></ul><ul><ul><li>Siklus prilaku : kebiasaan yang memungkinkan kelompok menjelaskan segala sesuatunya </li></ul></ul><ul><ul><li>Aturan tindakan :menuntun pilihan kebiasaan yang digunakan untuk menyelesaikan proses yang sedang dijalankan(pembuatan,pemilihan atau penyimpanan) </li></ul></ul>
  10. 10. Teori Co-Orientasi Taylor <ul><li>Taylor memulai pemikiran dengan gagasan bahwa kegiatan berorganisasi terjadi ketika dua orang beinteraksi seputar fokus masalah tertentu. Prosesnya disebut co-orientasi. </li></ul><ul><li>Berorganisasi adalah sebuah proses sirkuler dengan interaksi dan penafsiran yang saling mempengaruhi. Lebih mudah dipahami dengan 2 istilah : </li></ul><ul><ul><li>Percakapan : perilaku para pelaku percakapan terhadap satu sama lain (kata-kata,sikap, gerak tubuh) </li></ul></ul><ul><ul><li>Naskah : apa yang dikatakan,isi dan gagasan yang ditanamkan dalam bahasa yang digunakan </li></ul></ul>
  11. 11. Teori Jaringan <ul><li>Jaringan merupakan susunan sosial yang diciptakan oleh komunikasi antar individu dan kelompok </li></ul><ul><li>Gagasan struktural dasar dari teori jaringan adalah keterkaitan(connectedness) </li></ul><ul><li>Satuan dasar dari organisasi menurut teori jaringan adalah mata rantai (link) antara dua orang </li></ul><ul><li>Sebuah mata rantai dpt didefinisikan dengan maksud atau tujuannya, bagaimana tujuan/maksud tersebut dibagi,dan fungsi mata rantai tersebut dalam organisasi’ </li></ul>
  12. 12. <ul><li>Mata rantai juga dapat mendefinisikan sebuah peranan jaringan tertentu,bahwa mereka menghubungkan kelompok-kelompok dalam cara tertentu. </li></ul><ul><li>Mata rantai dapat bersifat langsung : menggunakan mata rantai yang lurus antara dua orang, dan bersifat tidak langsung : ada dua orang terhubung melalui orang ketiga. </li></ul><ul><li>Jaringan dapat dibentuk oleh sejumlah kualitas ( ukuran atau jumlah orang yang besar).,keterkaitan (mata rantai),sentralitas. </li></ul><ul><li>Karya teoretis yag membahas cara jaringan bekerja dalam organisasi, misalkan : </li></ul><ul><ul><li>Jaringan dapat mengatur arus informasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Jaringan dapat menyatukan orang-orang dengan minat yang sama </li></ul></ul><ul><ul><li>Jaringan dapat membentuk penafsiran yang sama </li></ul></ul><ul><ul><li>Meningkatkan pengtruh sosial,dan </li></ul></ul><ul><ul><li>Jaringan memungkinkan adanya pertukaran sumber daya </li></ul></ul>
  13. 13. <ul><li>Ada teori yang mewakili tradisi sosiokultural : </li></ul><ul><li>1. Teori strukturasi: </li></ul><ul><ul><li>Strukturasi adalah proses akibat yang tidak diharapkan dari tindakan menciptakan norma, aturan, dan susunan sosial lain yang membatasi atau mempengaruhi tindakan masa depan </li></ul></ul><ul><ul><li>Susunan organisasi diciptakan ketika individu saling berkomunikasi delan metafora “tempat”: </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tempat konsepsi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tempat implementasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Tempat penerimaan </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>Menurut Poole & McPhee,iklim organisasi adalah penjelasan umum kolektif tentang organisasi yang membentuk harapan dan perasaan anggotanya dan juga kinerja organisasi </li></ul></ul>
  14. 14. <ul><ul><li>- Poole memandang iklim organisasi sebagai sebuah hierarki 3 lapis sosial : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Kolam konsep </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Iklim kernel </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Iklim tertentu </li></ul></ul></ul><ul><ul><li>-3 lapisan hierarki dihubungkan dalam sebuah cara llinear : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>menciptakan sebuah pemahamanmengenai apa yang terjadi dalam organisasi </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Dari pemahaman dasar ini,iklim kernel muncul;dan selajutnya </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Sub-kelompok menerjemahkan prinsip-prinsip umum ini kedalam elemen iklim khusus yang selanjutnya mempengaruhi perasan,pemikiran dan perilaku individu </li></ul></ul></ul>
  15. 15. <ul><li>2. Teori Kendali Organisasi </li></ul><ul><li>Phillip Tompkins,George Cheney,dan rekan-rekan telah mengembangkan pendekatan baru dan berguna terhadap komunikasi organisasi, yaitu tertarik dlm cara cara komunikasi biasa membentuk kendali atas pegawainya, kendali dinyatakan dalam organisasi dgn 4 cara : </li></ul><ul><ul><li>Kendali sederhana </li></ul></ul><ul><ul><li>Kendali teknis </li></ul></ul><ul><ul><li>Kendali birokrasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Kendali konsertif </li></ul></ul><ul><li>Dalam organisasi kendali disipliner sangat baik dicapai dalam empat cara </li></ul><ul><ul><li>Disiplin tidak harus jelas atau disadari tapi merupakan bagian dari kegiatan sehari-hari organisasi yang berjalan terus </li></ul></ul><ul><ul><li>Disiplin dihasilkan secara kolaboratif </li></ul></ul><ul><ul><li>Disiplin merupakan bagian dari hubungan sosial </li></ul></ul><ul><ul><li>Disiplin didasarkan pada nilai-nilai yang mendorong anggota organisasi hal yang paling dasar yang mereka perjuangkan. </li></ul></ul>
  16. 16. <ul><li>Identitas adalah salah satu hal yang tercipta dari interaksi. Identitas seseorang sangat berhubungan dengan identifikasi. </li></ul><ul><li>Identifikasi adalah sebuah proses penghubung antara seseorang dgn orang lain. Identifikasi terjadi ketika individu menyadari dasar mereka. </li></ul><ul><li>Siapa kita dalam organisasi, identitas kita menentukan tingkatan identifikasi yang kita cari. Pada saat yang sama, identifikasi kita membentuk siapa kita, identitas kita. Jalur dua arah ini disebut dalam teori sebagai dualitas identitas identifikasi (identy-identification duality) </li></ul><ul><li>Organisasi mewakili ringkasan kendali konsertif melalui identifikasi. </li></ul><ul><li>Kendali konsertif adalah salah satu mekanisme yang digunakan oleh organisasi untuk mengatur banyak identitas. </li></ul><ul><li>Organisasi harus memiliki sebuah cara untuk menarik individu dgn semua ketertarikan variabel mereka kedalam sebuah identifikasi umum dgn organisasi, perbedaan identitas & pertentangan dapat ditangani jika setidaknya ada keseluruhan identifikasi dgn organisasi sebagai sebuah kesatuan </li></ul>
  17. 17. <ul><li>3. Budaya Organisasi </li></ul><ul><li>John Van Maanen & Stephen Barley menggaris bawahi 4 bidang budaya organisasi : </li></ul><ul><ul><li>Konteks ekologis ( lokasi,waktu,sejarah,konteks sosial) </li></ul></ul><ul><ul><li>Jaringan atau interaksi diferensial </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemahaman kolektif (isi dari budaya,gagasan ,cita cita, nilai dan kegiatan) </li></ul></ul><ul><ul><li>Bidang individu (individu domain) </li></ul></ul>
  18. 18. <ul><li>Pacanowsky & O’Donnel-Trujillo mengaris bawahi empat karakteristik penampilan komunikasi : </li></ul><ul><ul><li>Interaksional ( penampilan adalah tindakan sosial bukan tindakan sendiri ): </li></ul></ul><ul><ul><li>Kontekstual ( penampilan tidak dapat dipandang sebagai tindakan mandiri tetapi selalu ditanamkan dalam kerangka aktivitas sehingga mencerminkan & menhasilkan konteksnya) </li></ul></ul><ul><ul><li>Peristiwa ( penampilan adalah peristiwa yang memiliki awal & akhir, dan penampilannya dapat menyatukan peristiwa dan membedakannya dari peristiwa lainnya. </li></ul></ul><ul><ul><li>Penampilan diciptakan sendiri ( ada keluesan dlm bagaimana sebuah peristiwa komunikasi dimainkan, dan walaupun penampilan yang sama mungkin dimainkan lagi & lagi, penampilan tersebut tidak pernah diulang dgn cara yang benar-benar sama) </li></ul></ul>
  19. 19. <ul><li>Pacanowsky & O’Donnel-Trujillo memberikan 5 saran penampilan komunikasi organisasi dgn : </li></ul><ul><ul><li>Ritual ; sesuatu yang diulang secara teratur </li></ul></ul><ul><ul><li>Hasrat (passion) ; membuat tugas – tugas yang membosankan menjadi menarik/berhasrat dgn cara penceritaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sosialitas (sociality); menguatkan pemahaman umum tentang kesopanan & aturan sosial dalm organisasi) </li></ul></ul><ul><ul><li>Politik organisasi; menciptakan & memperkuat gagasan tentang kekuasaan dan pengaruh yg mencakup kekuatan pribadi, mempererat persekutuan dan perundingan </li></ul></ul><ul><ul><li>Enkulturasi (enculturation); proses “pengajaran” budaya pada anggota. </li></ul></ul>
  20. 20. <ul><li>Tradisi Kritis </li></ul><ul><li>Dennis mumby menyatakan : “ salah satu ajaran prinsipil dari pendekatan penelitian kritis adalah bahwa organisasi bukan hanya tempat netral untuk pembuatan makna, namun organisasi menghasilkan dan dihasilkan dalam konteks perjuangan antara ketertarikan kelompok dan sistem representasi yang saling bersaing” </li></ul><ul><li>Wacana kecurigaan dari Dennis Mumby </li></ul><ul><li>Mumby menggunakan kata –kata “ kecurigaan “ ( discourse of suspicion) untuk menyatakan bagaimana makna dan perilaku dipermukaan mengaburkan susunan dalam dari konflik dan ketidakleluasaan yg membatasi kemungkinan adanya masyarakat yg demokratis. </li></ul><ul><li>Wacana tersebut mencurigakan menurut susunan yg normal dalam organisasi, mencoba memahami susunan yg mendasarinya dan khususnya hubungan kekuasaan dalam pekerjaan. </li></ul><ul><li>Mumby melakukan pengujian kritis dengan menggunakan konsep hegemoni dari karya teori kritis. </li></ul>
  21. 21. <ul><li>Hegemoni adalah hubungan dominasi dimana kelompok bawahan secara aktif menyetujui dan mendukung sistem kepercayaan dan susunan hubungan kekuasaan yang tdk memberikan (sebenarnya dapat bertentangan) ketertarikan tersebut </li></ul><ul><li>Gagasan Mumby tentang hegemoni adalah sebuah proses penonjolan dan perlawanan yang pragmatis, interaktif, dan dialektis. </li></ul><ul><li>Hegemoni bukanlah pertanyaan tentang sebuah kelompok yang aktif dan berkuasa yang mendominasi kelompok yang lebih pasif dan kurang berkuasa, tapi merupakan sebuah proses penyusunan kekuasaan yang muncul sebagai proses aktif dari pembentukan multi kelompok sosial </li></ul><ul><li>Hegemoni adalah sebuah hasil perjuangan yang penting( baik itu selalu baik/ buruk) antara kelompok pemegang saham dalam tindakan yang berdasarkan situasi sehari-hari </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Deetz Pada Manajerialisme Dan Demokrasi Organisasi </li></ul><ul><li>Stanley Deetz menunjukan bahwa organisasi kontemporer memberikan keistimewaan pada minat manajerial diatas minat akan identitas, komunitas, atau demokrasi </li></ul><ul><li>Menurut Deetz, wacana normal dalam organisasi menanamkan 4 dimensi dominas,yaitu: </li></ul><ul><ul><li>Naturalisasi : adalah anggapan tentang kebenaran pada bagian pemegang saham yang berkuasa, para pemain mengira bahwa apa yang mereka yakini tentang organisasi dan susunan organisasi adalah sesuatu yang alami, normal, dan diterima semua,. Etika organisasi bahwa pihak manajemen yang mengatur prioritas adalah sebuah contoh yang jelas </li></ul></ul><ul><ul><li>Netralisasi : adalah gagasan bahwa informasi bersifat netral, atau bebas dari nilai </li></ul></ul><ul><ul><li>Legitimasi : adalah usaha organisasi untuk memberikan sebuah bentuk wacana sebagai suara otoritas dari organisasi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sosialisasi : adalah proses “pelatihan” pegawai yg terus berjalan untuk menerima dan mengikuti susunan moral organisasi. </li></ul></ul>
  23. 23. <ul><li>Keempat proses tadi mendasari sebuah komunikasi yang menyimpang secara sistematis yang memberikan minat kapitalisme manajerial. </li></ul><ul><li>Perbedaan antara kapitalisme manajerial dan tradisional : </li></ul><ul><ul><li>Kapitalisme manajerial : bertujuan untuk mereproduksi organisasi untuk kelangsungan hidup manajemen itu sendiri </li></ul></ul><ul><ul><li>Kapitalisme tradisional : bertujuan untuk mengembangkan produksi dan menghasilkan uang </li></ul></ul><ul><li>Manajerialisme ditanamkan diseluruh organisai, dalam bentuknya, aturannya, kodenya, dan kebijakannya, sebagai sebuah lembaran penutup penyusunan yang mencegah terjadinya konflik dan menghalangi apa yang Deetz sebut sebagai Demokrasi Emansipasi </li></ul><ul><li>Deetz memberikan metateori yang terdiri atas tiga tekanan yang ia yakini merupakan tempat manusia benar benar terlibat : </li></ul><ul><ul><li>Tekanan perhatian </li></ul></ul><ul><ul><li>Tekanan pemikiran </li></ul></ul><ul><ul><li>Tekanan hiburan </li></ul></ul>
  24. 24. <ul><li>Ketidak seimbangan diantara tekanan – tekanan ini mencuiptakan kesulitan karakteristik untuk menghasilkan perubahn terlalu perhatian, bertindak tanpa pemikiran yang hati-hati, atau menggunakan sinisme sebagai sudut pandang hidup. </li></ul><ul><li>Deetz menyatakan bahwa teori kritikal “ selalu yang terbaik ketika mulai dengan perhatian yang dalam, tetapi tidak berakhir disana, menelusuri konstruksionisme sosial historis tanpa melupakan dasar yang lain, dan membuat pernyataan umum tanpa rasa puas diri, menarik perhatian atau sederhana” </li></ul>
  25. 25. <ul><li>Gender Dan Ras Dalam komunikasi Organisasi </li></ul><ul><li>Karakteristik organisasi feminis : </li></ul><ul><ul><li>Menumbuhkan sebuah model biner mengenai perbedaan gender, fokus pada cara pria dan wanita, biasanya dirangkai sbg kategori universal dan abadi, yang berjalan dalam organisasi </li></ul></ul><ul><ul><li>Wanita yang dianggap berbeda membahas gender berarti membahas wanita sebagai hal lain daripada norma dianggap berbeda. </li></ul></ul><ul><ul><li>Dalam ilmu komunikasi adalah memperlakukan isu perempuan dgn seragm dan minat dari semua wanita yg tdk bersaing ; dan akhirnya, pebedaan gender dilihat sebagai permasalahan individu dan antarpribadi dalam organisasi </li></ul></ul><ul><li>Joan Acker berpendapat bahwa organisasi adalah formasi sosialgender </li></ul>

×