2

210 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
210
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

2

  1. 1. 2.1 Pengertian Proses Editing Proses pengeditan adalah merakit semua gambar yang kita ambil kemudian menjadikannya dokumenter terbaik, berita, film atau iklan. Proses ini juga merupakan suatu proses pemilihan atau penyuntingan gambar yang kita dapat dari hasil shooting dengan cara memotong gambar ke gambar (cut to cut) atau dengan menggabungkan gambar-gambar dengan menyisipkan sebuah transisi. Proses pengeditan ini dilakukan setelah selesainya seluruh proses produksi atau pengambilan gambar. 2.2 Tujuan Proses Editing Tujuan dari video editing atau pengeditan vidio itu sendiri adalah untuk menghapus klip vidio yang tidak diinginkan. Setelah kelemahan dari video telah dihapus, bagian terbaik dari itu harus ditentukan. Ketika hanya tersisa klip adalah apa yang Anda ingin berada dalam ciptaan baru Anda, Anda mencoba dan menciptakan aliran untuk memberikan struktur film Anda dan substansi. Ketika tujuan ini tercapai, tujuan selanjutnya adalah untuk membuatnya terlihat bagus dengan efek khusus, transisi indah , musik yang mempesona dan citra yang luar biasa lainnya. 2.3 Proses Editing Hal-hal yang dilakukan dalam proses pengeditan adalah sebagai berikut : a. Mencocokkan Gambar dalam Scene Setiap gambar yang diambil secara terpisah harus tetap membentuk sebuah kesatuan yang saling berkaitan. Meskipun produksi dapat mencapai hitungan minggu bahkan bulan, namun gambar yang dihasilkan ketika diedit harus dapat menampilkan seolah olah gambar tersebut diambil dalam waktu yang sama. b. Kontinuitas Dalam masa produksi perlu dilakukan beberapa kali pengambilan gambar dengan sudut dan framing yang berbeda. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa pandangan audiens dapat menangkap keseluruhan aksi maupun dialog dari awal hingga akhir. Editor dapat memilih kapan harus memotong dari satu gambar ke gambar selanjutnya. 1
  2. 2. c. Kontinuitas Arah Layar Layar merupakan tempat dimana audiens dapat menyaksikan keseluruhan gambar yang akan ditampilkan. Untuk itu diperlukan pengaturan yang kontinuitas terhadap arah layar agar audiens tidak bingung. Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan subyek didalam dinding frame apakah ditempatkan di bagian atas, bagian bawah, bagian kiri atau bagian kanan frame secara berkesinambungan. d. Garis, dasar arah layar Garis yang menentukan arah pengambilan gambar sesuai dengan arah pergerakan fisik. Audiens memperhatikan secara teliti antara subyek atau objek lain yang disorot pada saat pengambilan gambar. e. Garis Imajiner, peraturan 180 derjat Garis imajiner harus tetap diperhatikan agar tetap konsiten selama pengeditan. Sudut kamera dalam pengambilan gambar dibuat membentuk 180 0 dari sisi ke sisi. f. Garis Lompatan (Jumping the Line) Perlu diperhatikan garis lompatan yang tepat ketika mengambil gambar dengan dua objek. g. Peraturan 30 derjat Dengan menggunakan aturan 180 0 ketika mengambil gambar yang berbeda, kameraman idealnya harus menggerakkan kamera paling sedikit 30 0 semi lingkaran sebelum mulai mengambil frame yang baru dari subjek yang sama. h. Reciprocating Imagery Ketika mengambil salah satu jenis gambar untuk meng-cover sebuah karakter dalam sebuah scene, seorang kameramen harus dapat menciptakan frame yang sama persis untuk karakter yang lainnya di dalam scene tersebut. i. Kecocokan Garis Mata 2
  3. 3. Dalam mengambil gambar perlu memperhatikan arah garis mata dari objek, terutama pada saat transisi antara gambar yang satu dengan gambar berikutnya. Hal yang benar-benar harus diperhatikan dalam hal editing adalah : 1. Gambar yang kita dapat harus diedit bersamaan, jadi rencanakan hal ini sebelumnya. 2. Mencocokkan gambar yang kita ambil dalam satu scene. 3. Kontuinitas, perhatikan kontuinitas tindakan dalam bekerja. 4. Kesinambungan arah layar, kita harus menjaga kesinambungan arah layar dari satu gambar ke gambar yang lain (shot ke shot) 5. Gunakan garis pandang dan garis tindakan untuk mempertahankan arah layar yang tepat sewaktu mengambil cakupan gambar untuk sebuah adegan. 6. Pindahkan posisi kamera setidaknya 30 derajat dari arah busur pengambilan gambar dan ubah panjang fokus sehingga tidak ada dua anggel pengambilan gambar yang sama dalam satu tindakan 7. Sesuaikan gambar dalam framing, sudut, panjang fokus, dan sebagainya, pada saat pengambilan gambar dalam adegan multicharacter. 2.4 Shot Dinamis – Talenta dan Pergerakan Kamera Dalam suatu pengambilan gambar penting bagi kita untuk tetap menjaga agar kamera tetap stabil. Percuma jika kita telah mempersiapkan semuanya dengan matang, tapi hanya mengahasilkan gambar yag blur. Statis berarti tidak ada gerakan, tapi karena kita mengambil gambar pada suatu film itu akan menjadi ide yang baik untuk menggabungkan lebih banyak gerakan dalam gambar dan adegan. Blocking Talent Istilah memblokir sering digunakan untuk menggambarkan gerakan fisik dari subyek pada set film dan dalam batas-batas frame yang sama. Camera in Motion Kamera menjadi sudut pandang bagi penonton, kamera bergerak akan benar-benar membawa mereka pada cerita film. Handheld Kita mungkin merasa nyaman dengan kamera genggam / kamera kecil, namun dengan cara begitu belum tentu kita benar-benar dapat mengambil gambar dengan baik 3
  4. 4. atau tanpa gangguan / goncangan. Hal yang harus diperhatikan dalam hal ini adalah kamera apa yang akan kita gunakan. Berikut keuntungan dan kerugian dari kamera genggam : Keuntungan : • Mudah untuk menyesuaikan frame • Menciptakan rasa kedekatan pribadi dalam adegan (subjektif POV) • Memungkinkan operator untuk bergerak bebas di sekitar set atau lokasi • Mewarnai gambar dengan energi gerak Kerugian : • Sering membuat gangguan pada gambar, gambar menjadi mudah blur • Susah untuk mengatur fokus • Susah untuk memotong dengan pengambilan kamera statis • Terlalu subjektif, tidak sesuai untuk suara netral dari film. Pan and Tilt Ada sebuah metode yang disukai untuk mencapai Pan dan tilt tembakan yang baik. Ketika kita baru pertama kali memulai operasi kamera dengan pant and tilt kita harus memiliki tiga komponen: awal frame, gerakan kamera, dan akhir frame. Pan and tilt yang memiliki tiga komponen tersebut akan lebih mudah untuk diedit. Tripod Tripod merupakan alat tambahan sebagai pendamping kamera. Tripod merupakan alat yang digunakan untuk tempat berdiri kamera agar dapat menjaga kamera untuk tetap stabil. Dolly Merupakan bentuk “kaki” kamera yang diberi roda, sehingga kamera mudah didorong mendekat atau menjauhi objek. Steadicam Perangkat Steadicam menggabungkan kualitas terbaik dari pekerjaan halus dolly dengan memudahkan mengontrol pergerakan fotografi. 2.5 Praktek Kerja dan Panduan Umum 4
  5. 5. Untuk menjadi seorang operator kamera atau kameramen yang baik, kita harus memahami tentang berbagai jenis teknis pengambilan gambar, framing dan komposisi gambar, jenis lensa, editor, dan gerakan kamera. Adapun hal yang harus diperhatikan antara lain : a. Memahami bakat kita, b. Memerhatikan teknis pengambilan ekstrim klos-up, c. Memastikan cahaya mata. d. Mengamankan aksi garis dan cutoff domestik. e. Ratio pengambilan gambar f. Membuat papan storyboard dan list pengambilan gambar. g. Selalu menjaga kefocusan h. Frame yang benar "melihat ruang" pada gambar yang akan diedit secara bersamaan. i. Menyesuaikan anggel pengambilan gambar ketika meliput dialog. j. Letakkan benda penting di atas setengah dari frame. k. Menyadari pilihan warna yang akan digunakan. l. Dalam tiga orang adegan dialog, pencocokan dua tembakan dapat menjadi masalah bagi editor. m. Usahakan untuk selalu menunjukkan kedua mata subjek Anda. n. Waspadai arah eye-line dalam gambar lebih dekat. o. Memahami kapan dan bagaimana teknis melakukan zoom pada saat pengambilan gambar. p. Biarkan kamera merekan lebih banyak gambar. q. Biarkan semua aksi selesai sebelum dilakukan peng-cut an oleh kamera. r. Waspadai perangkap kontinuitas saat pemotretan adegan. s. Gunakan lensa focal length pendek untuk menyembunyikan gerakan kamera. t. Sadarilah lensa wide saat memotret gambar close-up. 5
  6. 6. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Proses editing merupakan rangkaian terakir yang dilakukan ketika kita memproduksi sebuah karya seni berbentuk vidio. Proses ini dilakukan dengan penggabungan dari beberapa scene yang dirangkai menjadi satu vidio dengan tujuan untuk membuang bagianbagian yang tidak diperlukan di dalamnya juga untuk membuat vidio terlihat bagus dengan efek khusus, transisi indah , musik yang mempesona dan citra yang luar biasa lainnya. Hal-hal yang dilakukan ketika pengeditan antara lain : 1. Kecocokan gambar yang kita ambil dalam satu scene. 2. Kontuinitas dalam bekerja. 3. Kontinuitas arah layar 4. Garis, dasar arah layar 5. Garis Imajiner, peraturan 180 derjat 6. Garis Lompatan (Jumping the Line) 7. Peraturan 30 derjat 8. Reciprocating Imagery 9. Kecocokan Garis Mata Hal yang perlu diperhatikan dalam talenta dan pergerakan kamera adalah : 6
  7. 7. 1. Blocking Talent 2. Camera in Motion 3. Handheld 4. Pan and Tilt Alat bantu yang dapat digunakan agar kamera tetap stabil dalam pengambilan gambar adalah : 1. Tripod 2. Dolly 3. Steadicam 3.2 Saran Berdasarkan dari hasil makalah ini, maka penulis dapat menyarankan seebagai mahasiswa ilmu komunikasi, yang juga bergerak di bidang broadcasting penting bagi kita untuk mempelajari ini lebih dalam juga melaksanakan prakteknya. Dalam melaksanakan pengeditan vidio, maka penting bagi kita untuk memerhatikan hal-hal yang dibahas dalam makalah ini agar hasil yang kita ciptakan dapat lebih baik. 7

×