• Save
MDG-bidang Cipta Karya
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

MDG-bidang Cipta Karya

on

  • 15,216 views

Pencapaian MDG Indonesia Bidang CIpta Karya

Pencapaian MDG Indonesia Bidang CIpta Karya

Statistics

Views

Total Views
15,216
Views on SlideShare
14,915
Embed Views
301

Actions

Likes
16
Downloads
0
Comments
4

8 Embeds 301

http://www.nawasis.com 133
http://presentasisanitasi.blogspot.com 93
http://www.slideshare.net 53
http://www.weebly.com 16
http://presentasisanitasi.blogspot.nl 2
http://www.slideee.com 2
http://209.85.175.104 1
http://www.presentasisanitasi.blogspot.com 1
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

MDG-bidang Cipta Karya Presentation Transcript

  • 1. Sasaran Pembangunan Nasional 2009 & Strategi Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs) 2015 D E P A R T E M E N P E K E R J A A N U M U M D I R E K T O R A T J E N D E R A L C I P T A K A R Y A
  • 2. KERANGKA PENYAJIAN
    • Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs)
    • Tujuan, Sasaran, Dan Indikator MDGs
    • Sasaran Pencapaian MDGs Terkait dengan Ditjen. Cipta Karya
    • Strategi Pembangunan Nasional dalam Rangka Pencapaian MDGs
    • Permasalahan & Kondisi Pembanguan CK terkait Target MDGs 2015
    • Penutup
  • 3. TUJUAN PEMBANGUNAN MDGs 2015
    • Memberantas kemiskinan dan kelaparan
    • Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
    • Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
    • Menurunkan angka kematian anak
    • Meningkatkan kesehatan ibu
    • Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya
    • Memastikan kelestarian lingkungan hidup
    • Membangun kemitraan global dalam pembangunan
    • Tujuan 1 s.d. 7 memiliki sasaran dan indikator yang jelas/ terukur untuk dicapai pada tahun 2015
  • 4. RUANG LINGKUP CIPTA KARYA
    • Penataan Perkotaan Dan Perdesaan  Frame (Kerangka) Arah Kebijakan & Strategi Pembangunan Kota & Kabupaten
    • Fasilitasi Pengembangan Permukiman, Kasiba & Lisiba, Peningkatan Kualitas Permukiman  Penanganan Permukiman Kumuh, Pengembangan Rusunawa
    • Fasilitasi Pembangunan Prasarana Dan Sarana Yang Mencakup: PS Air Minum, Sanitasi/Air Limbah, Persampahan, Drainase, Jalan Lingkungan Permukiman
    • Penataan Bangunan & Kawasan/Lingkungan Termasuk Penataan & Revitalisasi Kawasan Dalam Rangka Mendorong Pengembangan Ekonomi Lokal, Pengembangan Sosial Dan Budaya Lokal
  • 5. SASARAN & INDIKATOR MDGs TERKAIT DGN CIPTA KARYA
    • Proporsi penduduk dengan akses terhadap sumber air minum yang terlindungi dan berkelanjutan
    • Proporsi penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak
    Target 10 Penurunan sebesar separuh proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 Tujuan 7 Memastikan kelestarian lingkungan hidup
    • Proporsi rumah tangga dengan status rumah milik atau sewa
    Target 11 Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh pada tahun 2020
    • Proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional
    • Proporsi penduduk berpendapatan di bawah $1 per hari
    • Kontribusi kuantil pertama penduduk berpendapatan terendah terhadap konsumsi nasional
    Target 1 Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah satu dolar per hari menjadi setengahnya antara 1990-2015 Tujuan 1 Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 6. STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM RANGKA PENCAPAIAN MDGs
    • Mewujudkan sistem infrastruktur perkotaan yang mempunyai keterkaitan positif dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
    • Tingginya tingkat urbanisasi disebabkan minimnya layanan infrastruktur di perdesaan dan regional
    • Penyediaan infrastruktur perkotaan belum berhasil membentuk sistem perkotaan yang efektif dalam pendukung penghidupan masyarakatnya
    • Terpisahnya penanganan permasalahan perkotaan dan perdesaan dalam pengembangan infrastruktur wilayah (prasarana transportasi, energi, komunikasi, pasar, dan layanan dasar masyarakat lainnya)
    Target 1 Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah satu dolar per hari menjadi setengahnya antara 1990-2015 Strategi Pencapaian MDGs Permasalahan Pencapaian Tujuan Target (Sasaran)
  • 7. STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM RANGKA PENCAPAIAN MDGs
    • Peningkatan prporsi masyarakat yangmemperoleh akses terhadap air minum yang aman
    • Peningkatan kualitas air bersih menjadi air minum secara bertahap untu kakses air minum jaringan perpipaan
    • Pemerksaan kualitas air secara berkala untuk akses air minum melalui prasarana non perpipaan
    • Permasalahan cakupan dan kualitas
    • Permasalahan keterlibatan masyarakat, investasi swasta, dan pemangku kebijakan alinnya
    • Permasalahan kualitas dan keberlanjutan sumber air baku
    • Permasalahan manajemen dan pembiayaan sistem pelayanan air minum (kelembagaan dan pendanaan)
    Target 10 Penurunan sebesar separuh proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015 Strategi Pencapaian MDGs Permasalahan Pencapaian Tujuan Target (Sasaran)
  • 8. STRATEGI PEMBANGUNAN NASIONAL DALAM RANGKA PENCAPAIAN MDGs Target 11 Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh pada tahun 2020
    • Pencapaian target MDGs dengan mengurangi permkiman kumuh secara bertahap tahun 2010, 200 kota tidak mempunyai masalah permukiman kumuh, tahun 2015 350 kota, dan sisanya harus bebas pada tahun 2020
    • Kemampuan untuk memenuhi kebutuhan perumahan masih sangat terbatas (masyarakat, sekotor konstruksi, sektor perbankan)
    • Belum adanya peta masalah yang terukur dari setiap kabupaten/kota tentang lingkungan dan kawasan pemukiman kumuh
    Strategi Pencapaian MDGs Permasalahan Pencapaian Tujuan Target (Sasaran)
  • 9. SANITASI & KESEHATAN UNSUR KUNCI MDGs-2015 TUJUAN-2 MENCAPAI PENDIDIKAN DASAR UNTUK SEMUA TUJUAN-3 MENDORONG KESETARAAN JENDER DAN PEMBERDAYAKAN PEREMPUAN TUJUAN-4 MENGURANGI KEMATIAN BALITA TUJUAN-5 MENINGKATKAN KESEHATAN IBU TUJUAN-6 MEMERANGI HIV,AIDS, MALARIA DAN PENYAKIT LAINNYA TUJUAN-7 MENJAMIN KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP TUJUAN-8 MENGEMBANGKAN KEMITRAAN GLOBAL UNTUK PEMBANGUNAN TUJUAN-1 MENANGGULANGI KEMISKINAN DAN KELAPARAN SANITASI & KESEHATAN Mempertinggi kemuliaan perempuan dan kemampuan memimpin Mengurangi angka kematian dan kesakitan Mengurangi risiko kelahiran Mencigah vektor dan wabah penyakit Memberi kontribusi lingkungan yang bersih dan sehat Mengundang kerjasama multi sektor Meningkatkan produktivitas kehidupan Menambah jumlah anak terdidik Ref. WSP 2004
  • 10. RANTAI SEBAB-AKIBAT DAN KETERKAITAN ANTAR TUJUAN DALAM MDGs TUJUAN MENGATASI KELAPARAN TUJUAN MENGENTASKAN KEMISKINAN TUJUAN MENINGKATKAN AKSES KE SANITASI TUJUAN PELESTARIAN LINGKUNGAN TUJUAN MENINGKATKAN AKSES KE PENYEDIAAN AIR MINUM Peningkatan produksi Ggunaan pupuk kimiawi Kegiatan Peningkatan pendapatan Industri Produksi Limbah domestik dari sanitasi Pencemaran Sumber Sumber Air Tercemar
    • Perluasan Lahan Pertanian
    • Irrigasi
    • Peningkatan Panen
    • Utropikasi
    • NO3 di Air Tanah
    Penurunan Kemampuan Sumber-sumber air Ekosistem Akuatik Ekosistem Daratan Lahan basah, Air Tanah Ekosistem Akuatik Ref. Lenton et all, interim report of task force 7 on water and sanitation
  • 11. RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN PU/CK YANG BERKAITAN DENGAN MDGs
    • Sistem infrastruktur perkotaan yang dihasilkan kiranya secara kualitatif mempunyai keterkaitan positif dengan tingkat kesejahteraan masyarakat
    • Pada tahun 2010 sejumlah 200 kota telah bebas dari kawasan kumuh, pada tahun 2015 meningkat menjadi 350 kota dan sisanya harus bebas dari kekumuhan sebelum tahun 2020.
    • Pelayanan air bersih pada tahun 2015 meningkat menjadi 84%, yaitu 93% di perkotaan dan 73 persen di perdesaan
    • Pada tahun 2008 PDAM di Indonesia sudah harus dapat melayani air minum kepada masyarakat
    • Pada 2015 akses pelayanan air limbah menjadi 85% atau setara 67 juta penduduk, dan untuk persampahan 70% atau setara dengan 24 juta jiwa penduduk perkotaan
  • 12. PERMASALAHAN DAN KONDISI PEMBANGUNAN CIPTA KARYA TERKAIT DENGAN TARGET MDGs
  • 13.  
  • 14. PERMASALAHAN DAN KONDISI PEMBANGUNAN CIPTA KARYA TERKAIT DENGAN TARGET MDGs
    • AIR MINUM PERPIPAAN
    • Sebagian besar dikelola oleh PDAM (318 PDAM) yang terdiri dari 312 PDAM, 3 BPAM, dan 3 PAM Swasta dengan kategori sebagai berikut:
      • PDAM Sehat: 38 PDAM (12%) dengan 1,7 juta SR melayani 10,1 juta jiwa
      • PDAM Kurang Sehat: 73 PDAM (23%) dengan 2,8 juta SR melayani 16,7 juta jiwa
      • PDAM Sakit: 207 PDAM (65%) dengan 2,1 juta SR melayani 12,7 juta jiwa
    • AIR MINUM NON PERPIPAAN
    • CAPTIVE MARKET (PENDUDUK TIDAK MISKIN)
      • Penduduk yang mempunyai akses terhadap air minum non perpipaan yang terlindungi sejumlah 118,6 juta jiwa (kota: 53,4 juta; desa: 65,2 juta)
      • Penduduk yang belum memiliki akses terhadap air minum non perpipaan yang terlindungi sejumlah 25,2 juta jiwa (kota: 11,3 juta; desa: 13,9 juta)
    Kondisi Air Minum
  • 15.
    • MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (PENDUDUK MISKIN)
      • Penduduk yang mempunyai akses terhadap air minum non perpipaan yang terlindungi sejumlah 15,2 juta jiwa (kota: 4,7 juta; desa: 10,5 juta)
      • Penduduk yang belum memiliki akses terhadap air minum non perpipaan yang terlindungi sejumlah 20,9 juta jiwa (kota: 6,5 juta; desa: 14,4 juta)
    PERMASALAHAN DIKAITKAN DENGAN TARGET MDGs UNTUK BIDANG AIR MINUM : CAKUPAN PELAYANAN AIR MINUM MASIH RELATIF RENDAH Kondisi Air Minum PERMASALAHAN DAN KONDISI PEMBANGUNAN CIPTA KARYA TERKAIT DENGAN TARGET MDGs
  • 16.  
  • 17. Proporsi Rumah Tangga di Indonesia Yang Memiliki Akses Pada Sumber Air Yang Aman Sumber : Data Susenas
  • 18.
    • RPJMN 2004 -2009 Air Minum Perpipaan Nasional
    * Data tahun 2003 ** Kapasitas terpasang: 128 M 3 /d
    • Catatan:
    • Menekan tingkat kehilangan air hingga 20% (RPJMN 2004-2009)
    • Tingkat konsumsi SR 120 l/o/h, HU 60 l/o/h
    Data Renstra PU ( provider based dari PDAM ) Data BPS ( consumer based) 73,5 113 (40%) (220 m 3 /d) - (99.4 m 3 /d)** 39,5 (18%) Nasional (cap prod) 3 7 (8%)* 38,7 (41%) 27,3 36 (30%) 8,7 (7%) Perdesaan 2 45,8 77 (66%) 31,2 (33%) Perkotaan 1 Penambahan Cakupan (Juta jiwa) Sasaran Tahun 2009 Juta jiwa (%) Kondisi Saat Ini (2004) Juta jiwa (%) Cakupan No
  • 19.
    • Penduduk Indonesia yang memiliki akses ke fasilitas Air limbah Dasar (memiliki jamban pribadi maupun jamban umum) di daerah perkotaan diperhitungkan mencapai 89,35 %, sedangkan penduduk perdesaan mencapai 62,94%
    • Penduduk indonesia yang memiliki Akses ke perbaikan sanitasi ( access to improved sanitation ) atau fasilitas sanitasi yang “aman” (terhindarnya manusia, hewan dan serangga untuk kontak langsung dengan kotoran manusia), di daerah perkotaan adalah 67,6 %, sedangkan daerah perdesaan sebesar 37,85 %.
    • Penduduk Indonesia yang memiliki akses ke sistem air limbah yang memenuhi syarat konservasi lingkungan (dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL yang efisiensinya mencapai > 80 %) diperkirakan baru mencapai 2,21 %. (terbatas di 9 kota)
    Kondisi Sanitasi/ Air Limbah PERMASALAHAN DAN KONDISI PEMBANGUNAN CIPTA KARYA TERKAIT DENGAN TARGET MDGs
  • 20. Proporsi Rumah Tangga di Indonesia Yang Memiliki Akses Pada Fasilitas Sanitasi Yang Layak Sumber : Data Susenas
  • 21. y = 0.0094x + 23.3 R 2 = 0.39 y = 0.0048x + 69.1 R 2 = 0.37 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 GDP/capita (98 US $) Sanitation access (2000) urban rural GDP DAN AKSES KE PS-SANITASI
  • 22. URBANISASI DAN AKSES KE PS-SANITASI
  • 23.
    • Tingkat pelayanan persampahan baru mencapai 41%, & daerah mulai banyak menghadapi masalah keterbatasan lahan untuk TPA di kota Metro/Besar .
    • Hasil yang telah dicapai dari pelaksanaan pengembangan prasarana dan sarana persampahan pada tahun 2005 sebagai berikut.
      • P eningkatan pelayanan persampahan untuk 2.976.000 jiwa pada 177 kabupaten/kota,
      • Semakin dirasakan perlunya kooperasi regional
      • Pola penanganan alternatif
      • Pemanfaatan kereta api dalam proses transportasi sampah
    PERMASALAHAN DIKAITKAN DENGAN TARGET MDGs UNTUK BIDANG SANITASI (SAMPAH DAN AIR LIMBAH) : CAKUPAN PELAYANAN SANITASI MASIH RELATIF RENDAH Kondisi Persampahan PERMASALAHAN DAN KONDISI PEMBANGUNAN CIPTA KARYA TERKAIT DENGAN TARGET MDGs
  • 24.
    • Kualitas lingkungan hidup perkotaan menurun  proses marjinalisasi sebagian penduduk yg tdk mempunyai modal, keahlian atau keterbatasan kemampuannya  diantaranya menimbulkan kekumuhan kota. ( Kws kumuh tersebar di 10.065 lokasi dng luas 47.393 ha, dihuni 17,2 juta pnddk di berbagai kota metro dan besar dg kondisi terbatas, miskin, kurang layak huni.
    • Keterbatasan kemampuan manajemen daerah  kelembagaan yang cenderung gemuk, keterbatasan SDM, efisiensi dan efektivitas pelayanan.
    • MDG 2015  Adanya perbaikan hidup dari setidaknya 100 juta penduduk dunia yang hidup di daerah-daerah kumuh pada 2020.
    PERMASALAHAN DIKAITKAN DENGAN TARGET MDGs UNTUK BIDANG PERMUKIMAN : MASIH BANYAKNYA PENDUDUK YANG TINGGAL DI KAWASAN KUMUH Kondisi Perumahan & Permukiman PERMASALAHAN DAN KONDISI PEMBANGUNAN CIPTA KARYA TERKAIT DENGAN TARGET MDGs
  • 25. Improving the Quality of Slum Settlements (2020) 100.0 % (1992) 87.7 % (1995) 85.1 % (1998) 87.3 % (2001) 83.5 % = MDGs target = Indonesia’s achievement 80.0 % 75.0 % 90.0 % 85.0 % 100.0 % 95.0 % 1990 1995 2000 2005 2010 2015 2020 (2004) 84.0 %
  • 26.  
  • 27.  
  • 28.  
  • 29.  
  • 30. Kecenderungan penurunan angka kematian ibu (AKI) Angka Kematian Ibu 425 373 334 450 0 100 200 300 400 500 1985 1990 1995 2000 2005 2010 2015 Sumber: SKRT 1986, SKRT 1992, SKRT 1995, SDKI 1997 per 100,000 kelahiran hidup MDG target
  • 31. Kematian Bayi dan Balita cenderung menurun Angka Kematian Balita (AKBA) dan Angka Kematian Bayi (AKB) 81 58 68 57 46 97 0 20 40 60 80 100 120 1989 1994 1999 2004 2009 2014 Sumber: SDKI 1991, 1994, 1997 per 1000 kelahiran hidup AKBA AKB
  • 32. Ada indikasi stagnan pada indikator kurang gizi: prevalensi BB/U Prevalen of underweight Balita MDG target 0 20 40 60 80 100 1989 1994 1999 2004 2009 2014 Sumber: Susenas % Moderate and severe underweight Severe underweight
  • 33.  
  • 34.  
  • 35.  
  • 36.  
  • 37.  
  • 38.  
  • 39.  
  • 40.  
  • 41.  
  • 42. PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA 7,000 6,500 5,932 5,568 2,784 30,000 unit Pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) c. 326/65.200 326/65.200 326/65.200 1.074/215.000 348/54.735 2.400/480.000 Ha/jiwa Penataan dan Perbaikan Lingkungan Permukiman (NUSSP) b. 1,736 1,736 2,033 1726 / 5,4 juta 2045 / 4,3 juta 9,571 kelurahan/jiwa Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) a.               Peningkatan Kualitas Permukiman Kawasan Kumuh dan Nelayan 2 5,775 5,775 5,775 1,840 12,834 32,000 desa 1. Dukungan Infrastruktur Perdesaan (PKPS-BBM)                 Skala Lingkungan b. 128 125 161 133 118 665 Kawasan 2. Pengembangan Prasarana sarana perdesaan (DPP/KTP2D)   78 55 42 36 71 238 Kawasan 1. Pengembangan Kawasan Agropolitan                 Skala Kawasan a.               Pembangunan Infrastruktur Permukiman Perdesaan 1 2009 2008 2007 Rencana Program 2006 Hasil Pelaksanaan 2005 RENSTRA 2005 - 2009 Unit Program Utama/Prioritas No.
  • 43. … PROGRAM BID. CIPTA KARYA         201 ribu   Jiwa - Penduduk terlayani   90 63 49 41 32 276 kab/kota Pengelolaan Air Limbah b.             % - Kehilangan Air rata-rata   1,702,800 1,620,000 1,620,000 1,012,950 791 ribu   Jiwa - Penduduk terlayani   3,784 3,600 3,600 2,251 1,765 15,000 l/dtk - Kapasitas Produksi                 PS Air Minum a.               Fasilitasi Pengembangan Infrastruktur PermukimanKota 4 12 12 14 12 10 60 Kawasan 2. Kawasan Perbatasan   11 11 11 11 11 11 propinsi 1. Kawasan Terpencil/Pulau Kecil                 Penyediaan Infrastruktur Permukiman b. 193,996 193,700 193,700 46,947 42,657 671,000 unit Dukungan Kawasan Perumahan PNS/TNI-Polri/Pekerja a.               Pengembangan Kawasan Perumahan dan Permukiman bagi MBR 3 2009 2008 2007 Rencana Program 2006 Hasil Pelaksanaan 2005 RENSTRA 2005 - 2009 Unit Program Utama/Prioritas No.
  • 44. … PROGRAM BID. CIPTA KARYA 7,340,593,652 7,100,000,000 7,100,000,000 3,506,787,083 6,066,360,265 31,113,741,000   Total Biaya                   60/26 60/26 60/26 60/26 64 / 72 300/130 pendampingan/pedoman Pembinaan Teknis Bangunan Gedung, Penataan Bangunan dan Lingkungan 6 6.200/31.000 6.200/31.000 6.200/31.000 6.200/31.000   24.800/124.500 unit/jiwa Rehabilitasi dan Rekonstruksi b. - - - - 5.500/27.000 5.500/27.000 unit/jiwa Penanganan Tsunami di Aceh a.               Penanggulangan Dampak Konflik Sosial dan Bencana Alam 5 54 53 53 60 29 247 kawasan Penataan dan Revitalisasi Kawasan/Lingkungan Perkotaan e. 1,416 1,300 1,300 1,744 1,240 7,000 ha Drainase d.         1,9 juta   Jiwa - Penduduk terlayani   114 74 68 60 50 kab / 99 lokasi 187 kab/kota Pengelolaan Persampahan c. 2009 2008 2007 Rencana Program 2006 Hasil Pelaksanaan 2005 RENSTRA 2005 - 2009 Unit Program Utama/Prioritas No.
  • 45. TERIMA KASIH
  • 46. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Angka partisipasi murni di sekolah dasar
    • Angka partisipasi murni di sekolah lanjutan pertama
    • Proporsi murid yang berhasil mencapai kelas lima
    • Proporsi murid kelas satu yang berhasil menamatkan sekolah dasar
    • Proporsi murid di kelas satu yang berhasil menyelesaikan sembilan tahun pendidikan dasar
    • Angka melek huruf usia 15-24 tahun
    Target 3 Menjamin semua anak di manappun baik laki-laki maupun perempuan dapaty menyelesaikan jenjang pendidikan dasar pada 2015 Tujuan 2 Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua
    • Prevelansi balita kurang gizi
    • Proporsi penduduk yang berada di bawah garis konsumsi kalori minimum (2100 kkal/kapita/hari)
    Target 2 Menurunkan proporsi penduduk yang menderita kelaparan menjadi setengahnya antara 1990-2015
    • Proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional
    • Proporsi penduduk berpendapatan di bawah $1 per hari
    • Kontribusi kuantil pertama penduduk berpendapatan terendah terhadap konsumsi nasional
    Target 1 Menurunkan proporsi penduduk yang tingkat pendapatannya di bawah satu dolar per hari menjadi setengahnya antara 1990-2015 Tujuan 1 Memberantas Kemiskinan dan Kelaparan Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 47. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Angka kematian ibu
    • Proporsi pertolongan persalinan yang ditangani oleh tenaga persalinan terlatih
    • Angka pemakaian kontrasepsi
    Target 6 Menurunkan angka kematian ibu sebesar tiga perempatnya antara 1990-2015 Tujuan 5 Meningkatkan kesehatan ibu
    • Angka kematian balita
    • Angka kematian bayi
    • Prosentasi anak di bawah satu tahun yang diimunisasi campak
    Target 5 Menurunkan angka kematian balita sebesar dua per tiganya, anatara 1990-2015 Tujuan 4 Menurunkan angka kematian anak
    • Rasio anak perempuan terhadap anak laki-laki di tingkat pendidikan dasar, lanjutan, dan tinggi yang diukur melalui angka partisipasi murni anak perempuan terhadap laki-laki
    • Rasio melek huruf perempuan terhadap laki-laki kelompok usia 15-24 tahun, yang diukur melalui angka melek huruf oerempuan/laki-laki (indeks paritas melek huruf gender)
    • Kontribusi perempuan dalam pekerjaan upahan di sektor non pertanian
    • Proporsi perempuan yang duduk di DPR
    Target 4 Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar dan lanjutan pada 2005, dan semua jenjang pendidikan tidak lebih dari tahun 2015 Tujuan 3 Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 48. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Prevalansi malaria dan angka kematiannya
    • Prosentase penduduk yang menggunakan cara pencegahan yang efektif untuk memerangi malaria
    • Prosentase penduduk yang mendapat penanganan malaria secara efektif
    • Prevalensi tuberkulosis dan angka kematian penderita tuberkulosis dengan sebab apapun selama pengobatan OAT
    • Angka penemuan penderita tuberkulosis BTA positif baru
    • Angka kesembuhan penderita tuberkulosis
    Target 8 Mengendalikan penyakit malaria dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria dan penyakit lainnya pada 2015
    • Prevalensi HIV di kalangan ibu hamil yang berusia antara 15-24 tahun
    • Penggunaan kondom pada hubungan seks beresiko tinggi
    • Penggunaan kondom pada pemakai kontrasemsi
    • Prosesntasi anak muda usia 15-24 tahun yang mempunyai pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS
    Target 7 Mengendalikan penyebaran HIV/AIDS dan mulai menurunkan jumlah kasus pada 2015 Tujuan 6 Memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria, dan penyakit menular lainnya Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 49. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Proporsi rumah tangga dengan status rumah milik atau sewa
    Target 11 Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di permukiman kumuh pada tahun 2020
    • Proporsi penduduk dengan akses terhadap sumber air minum yang terlindungi dan berkelanjutan
    • Proporsi penduduk dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak
    Target 10 Penurunan sebesar separuh proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar pada 2015
    • Proporsi luas lahan yang tertutup hutan
    • Rasio luas kawasan terhadap luas daratan
    • Energi yang dipakai per (setara barel minyak) per PDB (juta rupiah)
    • Emisi CO 2 per kapita
    • Jumlah konsumsi berdasarkan bahan bakar untuk memasak
    • Proporsi penduduk yang menggunakan kayu bakar dan arang untuk memasak
    Target 9 Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam kebijakan dan program nasional serta mengembalikan sumber daya lingkungan yang hilang Tujuan 7 Memastikan kelestarian lingkungan hidup Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 50. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Bantuan pembangunan (Official Development Assistance) sbagai prosentase bantuan negara-negara maju (target 0.7% dari keseluruhan dan 0.15% untuk negara berkembang)
    • Proporsi bantuan pembangunan untuk pelayanan sosial dasar (pendidikan dasar, pelayanan kesehatan masyarakat, gizi, air bersih, dan sanitasi)
    • Proporsi bantuan pembangunan yang tidak terikat
    • Proporsi bantuan pembangunan untuk lingkungan di negara-negara berkembang kepulaukan kecil
    • Proporsi bantuan pembangunan untuk sektor transportasi di negara-negara tanpa perairan laut
    Target 13 Memperhatikan bantuan khusus bagi negara berkembang
    • Komitmen untuk membangun tata pengelolaan pemerintah yang baik dan penanggulangan kemiskinan, tingkat nasional, dan internasional
    Target 12 Membangun tatanan perdagangan dan keuangan yang terbuka,, dapat diperhitungkan dan tidak diskriminatif Tujuan 8 Membangun kemitraan global dalam pembangunan Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 51. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Angka pengangguran usia 15-24 tahun
    Target 16 Dalam rangka kerjasama dengan negara-negara berkembang, membangun dan melaksanakan strategi penciptaan kerja yang baik dan produktif bagi pemuda
    • Proprosi pembatalan resmi hutang bagi negara-negara (HIPC)
    • Proporsi debt service sebagai prosentase ekspor dari barang-barang dan jasa-jasa
    • Proporsi bantuan pembangunan sebagai pengurangan hutang negara-negara yang telah mencapai HIPC dan penyelesaiannya
    Target 15 Mengupayakan jalan keluar yang menyeluruh atas hutang negara-negara berkembang melalui pembahasan nasional dan internasional agar dicapai pengendalian hutang dalam jangka panjang
    • Rata-rata tarif dan quota pada hasil pertanian dan tekstil dan bahan pakaian
    • Subsidi pertanian domestik dan ekspor di negara-negara OECD
    • Proporsi bantuan pembangunan disediakan untuk mengembangan kapasitas perdagangan
    Target 14 Memperhatikan kebutuhan khusus negara tanpa perairan laut dan negara kepulauan kecil Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 52. TUJUAN, SASARAN, DAN INDIKATOR MDGs
    • Sambungan telepon per 1000 penduduk
    • Komputer personal per 1000 penduduk
    Target 18 Dalam rangka kerjasama dengan sektor swasta, memastikan ketersediaan teknologi baru, khususnya informasi dan komunikasi
    • Proprosi penduduk dengan akses obat-obatan penting yang berkesinambungan
    Target 17 Dalam rangka kerjasama dengan perusahaan farmasi, menyediakan akses obat-obatan penting di negara-negara berkembang Indikator Target (Sasaran) Goal (Tujuan)
  • 53. SASARAN PEMBANGUNAN DAN INDIKATOR PENCAPAIAN RPJMN 2005-2009 CIPTA KARYA PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN Perumahan
    • Peran perbankan daerah (BPD) dalam meningkatkan pasar primer perumahan dan penyediaan kredit mikro perumahan
    • Dana pendamping (APBD) bagi subsidi prasarana dan sarana permukiman
    • P emenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat melalui terciptanya pasar primer yang sehat, efisien, akuntabel, tidak diskriminatif, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat yang didukung oleh sistem pembiayaan perumahan jangka panjang yang market friendly , efisien, dan akuntabel.
    • T erbentuknya pola subsidi yang tepat sasaran, tidak mendistorsi pasar, akuntabel, dan mempunyai kepastian dalam hal ketersediaan setiap tahun
    • T erbentuknya pola pembiayaan untuk perbaikan dan pembangunan rumah baru yang berbasis swadaya masyarakat
    INDIKATOR SASARAN BIDANG
  • 54. SASARAN PEMBANGUNAN DAN INDIKATOR PENCAPAIAN RPJMN 2005-2009 CIPTA KARYA
    • Pembangunan Rusunawa di perkotaan
    • Peranserta pengembang dan investor/institusi daerah untuk membangun rumah susun milik sederhana (Rusunami)
    • Kemudahan perijinan pengurnagan biaya perijinan pembangunan rumah/rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah
    • penyediaan subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah adalah sebanyak 1.350.000 unit rumah, melalui pembangunan rumah susun sewa sebanyak 60.000 unit, rumah susun sederhana milik melalui peran serta swasta 25000 unit, serta peningkatan akses kredit mikro untuk pembangunan dan perbaikan perumahan berbasis keswadayaan masyarakat sebanyak 3.600.000 unit.
    • penurunan luasan kawasan kumuh sebesar 50 persen dari luas yang ada saat ini pada akhir tahun 2009.
    INDIKATOR SASARAN BIDANG
  • 55. SASARAN PEMBANGUNAN DAN INDIKATOR PENCAPAIAN RPJMN 2005-2009 CIPTA KARYA Air Minum dan Air Limbah
    • Anggaran yang dialokasikan untuk peningkatan pelayanan air minum dan sanitasi secara signifikan
    • akses terhadap pelayanan air minum perpipaan
    • fasilitas air minum yang berkualitas baik di perdesaan
    • Jumlah jamban yang memenuhi syarat di rumah tangga kabupaten / kota.
    • Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Daerah.
    • meningkatnya cakupan pelayanan air minum perpipaan secara nasional hingga mencapai 40 persen pada akhir tahun 2009 dengan perincian cakupan pelayanan air minum perpipaan untuk penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan diharapkan dapat meningkat hingga mencapai 66 persen dan di kawasan perdesaan meningkat hingga mencapai 30 persen.
    • open defecation free untuk semua kabupaten/kota hingga akhir tahun 2009 yang berarti semua rumah tangga minimal mempunyai jamban sebagai tempat pembuangan faeces dan meningkatkan kualitas air permukaan yang dipergunakan sebagai air baku bagi air minum.
    • Untuk kota-kota metropolitan dan kota besar secara bertahap dikembangkan sistem air limbah terpusat (sewerage system) .
    INDIKATOR SASARAN BIDANG
  • 56. Proporsi Rumah Tangga di Indonesia Yang Memiliki Akses Pada Secure Tenure Sumber : Data Susenas
  • 57. Increasing Access to Safe Water (2015) 75.0 % (1995) 38.5 % (1998) 43.1 % (2002) 50.0 % (2004) 53.4 % = MDGs target = Indonesia’s achievement 40.0 % 30.0 % 60.0 % 50.0 % 80.0 % 70.0 % 1990 1995 2000 2005 2010 2015