Your SlideShare is downloading. ×
0
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Introduction to theory and praxis of urban development concept part three
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Introduction to theory and praxis of urban development concept part three

1,485

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,485
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Pengertian mengenai kekhasan keberadaan manusia didunia yang dilematis dalam peradaban Yunani kuno dapat dimengerti secara lebih mudah melalui seni panggung yang dinamakan Tragedi. Didalam pentas tragedi Sang Pahlawan selalu berusaha menjadi manusia seutuhnya yang berusaha menjadi mahluk sosial yang teladan dan tidak mengingkari kodrat alaminya. Dalam tragedi usaha mencari keseimbangan ini selalu diakhiri dengan kegagalan bersamaan dengan meninggalnya sang pahlawan. Tetapi pesan yang ingin disampaikan ialah bahwa kegagalan ini bukan menjadi alas an bagi manusia lain untuk tetap bangga kepada keberadaannya yang dilematis dan terus mencoba hal yang sama
  • Transcript

    • 1.
      • Oleh: Dr.-Ing. Jo Santoso
      • Magister Pengembangan Kota dan Real Estate/ Pusat Studi Metropolitan –
      • Universitas Tarumanagara
      • Struktur Morphology, 18 Agustus 2010
      Aug 20, 2010
    • 2.
      • Sejarah perkembangan peradaban urban menunjukan adanya kontinuitas antara perkembangan human habitat yang pertama sekitar 12.000 tahun yang lalu dengan peradaban urban yang kita kenal sekarang. Perkembangan peradaban urban yang dimulai dengan didirikannya human habitat dapat dimengerti sebagai usaha manusia sebagai spesi untuk mengamankan kontinuitas keberadaan mereka di bumi ini dengan cara membentuk lingkungan khusus untuk menjalankan kegiatan produksi dan reproduksi.
      Aug 20, 2010
    • 3.
      • Kontinuitas perkembangan peradaban urban itu antara lain ditandai di satu pihak oleh kenaikan surplus produksi makanan dan di lain pihak oleh pertambahan penduduk yang pesat yaitu bila dibandingkan dengan fase 2 juta tahun sebelumnya sejak lahirnya homo sapien.
      • Indikasi lain dari adanya kontinuitas itu adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sejak manusia mengenal peradaban urban.
      • Terutama sejak 200 tahun terakhir yaitu sejak ditemukannya modern science perkembangan teknologi berkembang demikian pesat, tetapi seiring dengan itu terlihat bahwa eksistensi manusia di bumi ini bukan semakin pasti tetapi malah menjadi semakin berbahaya.
      Aug 20, 2010
    • 4.
      • Konsep Kota dan Pengembangan Kota
      • Pengaruh Ideologi dan sain/teknologi
      • dalam Perkembangan Peradaban Urban
      • Pengaruh Perkembangan Peradaban Urban terhadap Kehidupan Masyarakat
      Aug 20, 2010
    • 5.
      • Mesir: Kota dan Kehidupan Abadi,
      • Junani : Kota sebagai Polis,
      • Roma: Pusat Empire,
      • Jaman Pertengahan Eropa : Kota sebagai benteng peradaban urban,
      • Chicago: Kota sebagai “melting pot.”
      Aug 20, 2010
    • 6. Aug 20, 2010
    • 7.
      • Mendudukan keberadaan manusia di duniasebagai spesi yang khusus dan mempunyai “kodrat” sendiri. Identitas manusia didasari pada kebanggaan akan karakter keberadaanya yang khas yaitu sebuah keberadaan yang dilematis antara “yang alamiah” dan “yang abadi”. Manusia yang berpendidikan, bersikap idealistik dan realistik sekaligus dalam mengusahakan pengembangan potensi manusia di berbagai bidang terutama di sain dan seni.
      • filsafat Yunani pada prinsipnya adalah menganjurkan manusia menjadi bijaksana dan bersikap proportional.
      Aug 20, 2010
    • 8. Aug 20, 2010
    • 9. Aug 20, 2010
    • 10. Aug 20, 2010
    • 11.
      • Declaration of Independence : “We hold these truth to be self-evident, that all man are created equal, that they are endowed by their Creator with certain unalienable Rights, that among these are Life, Liberty and the pursuit of Happiness.”
      • Revolusi Perancis (1789), Menekankan the Rights of Man sebagai individu dalam bentuk Dignity of Humanity yang harus dibela kalau perlu dengan cara memberontak terhadap kekuasaan yang inhuman seperi Kekaisaran yang kejam, penjajahan kolonial atau kepemerintahan diktatur.
      • Mengangkat keadilan sosial sebagai salah satu tujuan ideal filsafat humanism: Kebebasan, Solidaritas & Persaudaraan.
      Aug 20, 2010
    • 12. Aug 20, 2010
    • 13.
      • Perluasan Peradaban:
      • Junani-Atena (kolonisasi),
      • Kota Garnisun Romawi “(bridgehead”),
      • Pengembangan Perdagangan:
      • Kota Banten, Jayakarta, Cirebon (pengganti Malaka yang jatuh ke tangan portugis),
      • Semarang, Penang (Chengho membuka jalur alternatif perdagangan Asia-Eropa),
      Aug 20, 2010
    • 14.
      • Candigarh, sebagai wadah untuk sebuah masyarakat India yang baru) (Nehru dan Corbusier
      • Brasilia (keseimbangan pengembangan)
      • Singapura (Strategi untuk eksis)
      • Putra Jaya (pusat urban menghadapi globalisasi)
      • Shen Zen (“economic special zone”)
      • Hshin Chu (Techno-city)
      • Dimensi ekonomi merupakan aspek utama yang mempengaruhi perkembangan dan perencanaan kota.
      Aug 20, 2010
    • 15. Aug 20, 2010
    • 16. Aug 20, 2010
    • 17. Aug 20, 2010
    • 18. Aug 20, 2010
    • 19. Aug 20, 2010
    • 20.
      • Penerapan tenaga mesin pada proses produksi dan sistem transportasi (K.A.),
      • Perdagangan (export) textil dan konversi tanah pertanian menjadi peternakan di Eropa; industrialisasi sebagai pemacu pengembangan kota,
      • Proses kolonisasi Asia dan Afrika.
      Aug 20, 2010
    • 21.
      •  
      • Prinsip-prinsip filsafat Rasionalisme mempunyai banyak interpretasi tetapi yang paling sering digunakan adalah sesuai dengan definisi sain dari Decartes, filsafat Empirisme (John Locke) dan Positivisme ( Auguste Comte).
      • Positivisme (Comte): Penjelasan mengenai fenomena harus berangkat dari pengamatan yang objektif
      • Sikap rasional menuntut manusia untuk berperan sebagai subjek yang bersikap objektif terhadap benda atau hal yang diteliti. Bersikap objektif berarti tidak memihak, tidak ada vested interest, tanpa perasaan subjektif. (Descartes)
      • Empirisme, rasionalisme dan positivisme adalah prinsip-prinsip dasar pengembangan sain dan teknologi.
      Aug 20, 2010
    • 22. Aug 20, 2010
    • 23. Aug 20, 2010
    • 24. Aug 20, 2010
    • 25.
      • The Humanism sebagai ideologi menjadi dasar novel-novel karangan Victor Hugo yang menjabarkan secara detil kehidupan urban pada paruh kedua abad ke-19
      • >The Hunchback of Notre Dame, yang bercerita mengenai kejahatan mereka yang berkuasa, kebusukan yang mengatasnamakan agama dan kemurnian hati seorang cacat badan
      • > Le Miserbles cerita ttg Jean Valjean bagaimana sang tokoh berjuang untuk hidup dengan prinsip-prinsip humanisme di tengah-tengah masyarakat yang penuh dengan ketidakadilan dan kejam terhadap mereka yang miskin dan kalah.
      Aug 20, 2010
    • 26.
      • Dalam literatur muncul para pendekar humanisme seperti Victor Hugo, Hector Malot, Charles Dickens juga Jack London yang dalam literature mereka menggambarkan kehidupan masyarakat kelas bawah di kota-kota besar seperti Paris dan London.
      • Kritik terhadap proses industrialisasi yang melahirkan kesengasaraan bagi masyarakat yang kemudian melahirkan gerakan melawan kapitalisme dalam bentuk ideologi sosialismus dan komunisme.
      • Kritik mengenai kondisi di tempat kerja dilanjutkan dengan kritik terhadap kondisi tempat tinggal kaum buruh dan kaum miskin lainnya.
      • Mengaktualisasi idee kehidupan Komunal di daerah urban (Saint-Simon, Owen, Prodhon, etc.).
      •  
      Aug 20, 2010
    • 27.
      • Friedrich Engels menulis The Condition of The Working Class in England (1844), salah satu buku yang paling besar pengaruhnya terhadap gerakan sosialis di Eropa pada waktu itu.
      • Jack London, seorang humanist dari Amerika Serikat menulis “The People of The Abyss” (1903), sebuah reportase mengenai kehidupan orang miskin dan gelandangan di London.
      • Dalam The Legend of The Centuries, Hugo meramalkan bahwa “humanity” di masa depan akan mengalami kemajuan material dan moral.
      Aug 20, 2010
    • 28.
      • Utopian Socialist (Awal abad ke-19)
      • melancarkan kritik terhadap perkembangan kapitalisme
      • Robert Owen (Inggris), Charles Fourier, Prodhon (Perancis),
      • mempersiapkan basis ideology revolusi Perancis.
      • Sosialisme sebagai Ilmu
      • Jean-Jacques Rousseau Discourse on the Origin and Foundation of Inequality (1755) dan lahirnya Sosiologi (August Comte, 1798-1857) mempersiapkan lahirnya gerakan soisalisme yang rasional
      • Friedrich Engels (1820-1895) his book, The Condition of the Working Class in England (1844), mempromosikan pemikiran mengenai gerakan dan perubahan sosial yang didasari oleh kaidah-kaidah ilmiah.
      • Lahirnya Manifesto Partai Komunis (Engels/Marx, 1848)
      • K.Marx melakukan anatomi dari sistem produksi kapitalisme: Das Kapital (1867)
      Aug 20, 2010
    • 29. Aug 20, 2010
    • 30. Aug 20, 2010
    • 31. Aug 20, 2010
    • 32.
      • Pada prinsipnya semua peradaban adalah peradaban urban. Karena itu diskursus mengenai kota tidak bisa lepas dari kenyataan adanya hubungan yang erat antara kota ( city ) dengan peradaban (c ivilization ). Demikian pula diskursus mengenai peradaban kota tidak bisa lepas dari nilai-nilai yang menjadi dasar dari pola dan arah perkembangan peradaban urban itu sendiri.
      •  
      Aug 20, 2010
    • 33.
      • Di satu sisi perubahan nilai-nilai dasar peradaban selalu mempunyai jejak yang nyata terhadap kota baik pada arsitektur kota maupun terhadap masyarakat urban yang tinggal disitu.
      • Dilain sisi perubahan yang terjadi pada kota dan masyarakatnya selalu berpengaruh terhadap nilai-nilai dasar dari peradaban termasuk nilai-nilai yangmendasari pola hubungan antara manusia dan manusia maupun antar manusia dengan lingkungan alamnya.
      Aug 20, 2010
    • 34.
      • Kenyataannya adalah bahwa kontinuitas keberadaan manusia belum pernah begitu terancam seperti pada saat ini. Kenyataan ini mendorong kita untuk bersikap lebih kritis terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.
      • Kenyataan ini menimbulkan kesangsian bahwa pemecahan masalah kontinuitas keberadaan manusia kemungkinan tidak bisa dilakukan dengan mengembangkan teknologi baru yang lebih ramah lingkungan.
      • Kenyataan ini menimbulkan kesangsian akan kemampuan manusia modern untuk memecahkan problem diskontinuitas keberadaan mereka di dunia ini.
      Aug 20, 2010
    • 35.
      • Pembahasan berikutnya perlu memusatkan perhatian kepada pertanyaan:
      • Siapa itu manusia modern?
      • Nilai-nilai apa yang dianutnya? Apa yang telah dilakukan mereka, sehingga membawa diri mereka sendiri ke pinggir sebuah kemusnahan?
      Aug 20, 2010

    ×