Your SlideShare is downloading. ×
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Modul 1. peng.org.unit2
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Modul 1. peng.org.unit2

188

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
188
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 SASARAN Setelah Anda selesai mempelajari unit tentang CIRI KHAS ORGANISASI ini dengan baik, maka Anda diharapkan dapat: • memahami arti dan tujuan dari suatu organisasi • menyadari perlunya dibentuk organisasi demi kelancaran operasi • memahami syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menyusun struktur organisasi • m o mampu memilih susunan organisasi yang vertikal, yang horisontal, .c n e m je atau yang konsentris. PENGANTAR Sebelum mulai dengan pokok pembahasan yang sebenarnya, marilah kita terlebih dahulu menelaah kasus berikut ini tentang “Perusahaan Konfeksi a n a Pak Wira” Kasus tersebut terdiri atas tiga babak. -m e Babak pertama, menggambarkan awal mulainya perusahaan yang dijalankan oleh satu orang saja, dan kemudian berkembang setapak demi setapak. Babak kedua, menggmbarkan perusahaan setelah berkembang dan memerlukan seorang tenaga bantuan. Babak ketiga, menggambarkan perusahaan setelah maju pesat dan mempunyai organisasi yang lengkap. PERUSAHAAN KONFEKSI (PAKAIAN JADI) PAK WIRA I. KASUS PERUSAHAAN KONFEKSI PAK WIRO BABAK I : Perusahaan Satu Orang PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 1 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 2. Ciri Khas Organisasi Pak Wira sudah bertahun-tahun bekerja sebagai tukang jahit pakaian. Semua pekerjaan dilakukan sendiri, mulai belanja mesin, alat-alat dan bahanbahan, membuat pola, memotong, menjahit, memasang kancing, sampai kepada menjual hasilnya dan mencatat segala pemasukan dan pengeluarannya. Pak Wira sangat kreatif, terutama dalam membuat pola pakaian wanita remaja. Selalu ada saja model baru yang diciptakannya, yang sangat digemari oleh anak remaja masa kini. Ia banyak membaca majalah mode, dan sering mempelajari model-model mutakhir dari dalam negeri maupun dari luar m o negeri. Ia pun tidak segan menyediakan waktu khusus untuk mengikuti kursus penyegaran. Hal ini semua meningkatkan daya ciptanya. Catatan 1 .c n e m je Karena Pak Wira mengerjakan segala kegiatan sendirian, dan tidak mempunyai bawahan sama sekali, maka pada saat itu, ia belum mempunyai organisasi. Semua jabatan dipangkunya sendiri. Ia pemilik perusahaan merangkap a n a karyawan. Ia adalah produsen (orang yang membuat barang), merangkap pemasar (orang yang memasarkan barang), merangkap pemegang buku (orang yang mencatat pemasukan dan pengeluaran, dan menyusun laporan -m e laba-rugi), dan lain-lain jabatan. Pada saat itu Pak Wira belum mengadakan pembedaan wewenang dan spesialisasi. Bisnis satu orang semacam itu dapat dilukiskan dalam bentuk bagan sebagai berikut : GAMBAR1 Bisnis satu orang, tanpa pembedaan wewenang dan tanpa spesialisasi. Pemilik atau Karyawan pemasar pemegang buku ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ • ○ • ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM produsen ○ • ○ 2
  • 3. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 BABAK II : Deferensiasi Vertikal Kesibukan Pak Wira semakin hari semakin bertambah banyak. Pesanan datang dari mana-mana. Akhirnya Pak Wira tidak sanggup lagi mengerjakan sendirian semua kegiatannya, yang masih ditambah lagi dengan kegiatan rutin mengunjungi para pelanggan lama dan mencari pelanggan baru. Kemudian Pak Wira mengangkat dan melatih seorang sahabat karibnya yang dapat dipercaya, bernama Didi, menjadi asistennya. Ia ditempatkan di rumah kecil yang disewanya, dan tugas pelaksanaan dipindahkan ke rumah sewaan tersebut. m o Catatan 2 .c n e m je Walaupun Pak Wira tidak membuat bagan organisasi, tetapi sebenarnya bagan itu dapat dibuat, karena pada waktu ia mengangkat seorang asisten, maka pada saat itu ada organisasi. Gambar 2 melukiskan pembedaan wewenang antara Pak Wira dan Didi. Didi adalah bawahan Pak Wira, dan pak Wira adalah atasannya. Pembedaan wewenang semacam ini dinamakan pembedaan wewenang “atasan-bawahan” atau pembedaan wewenang vertikal atau diferensiasi vertikal (dalam bahasa inggris disebut vertikal dif- a n a ferentiation). Didi masih mengerjakan berbagai macam pekerjaan; ia membantu Pak Wira -m e dalam bidang produksi, pemasaran dan juga pembukuan. Pada waktu itu belum ada pengkhususan pekerjaan, belum ada diferensial horisontal. Gambar 2 Bagan organisasi ‘Dua Orang’ dengan Diferensiasi Vertikal tetapi tanpa Diferensiasi Horisontal. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 3 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 4. Ciri Khas Organisasi Pemilik atau karyawan • produsen • pemasar • pemegang buku m o Asisten Umum .c n e m je BABAK III : Diferensiasi Vertikal dan Diferensiasi Horisontal Dalam bulanbulan berikutnya, bisnis Pak Wira bertambah maju. Pesanan datang dalam jumlah banyak dari beberapa perusahaan swasta untuk membuatkan pakaian seragam bagi para karyawan. a n a Didi pun mulai kewalahan. Pak Wira merasa perlu untuk memberi jabatan baru bagi Didi sebagai manajer produksi, dan mengangkat serta melatih seorang manajer pemasaran, Supriadi, yang sudah lama berpengalaman -m e sebagai wiraniaga di perusahaan lain, dan seorang ahli akuntung, bernama Darmono, sebagai manajer keuangan. Pak Wira sendiri menjabat sebagai direktur. Pada akhir tahun 19x3 perusahaan Pak Wira sudah mempunyai karyawan yang cukup banyak, 60 orang, sehingga ia perlu mengangkat lagi seorang manajer personalia, bernama Anton. Berkat ketekunannya, pelayanannya yang baik, mode yang selalu mengikuti perkembangan zaman, mutu produk yang tinggi, dan semangat kerja para karyawan yang baik, maka perusahaan Pak Wira sekarang ini termasuk perusahaan konfeksi yang paling terkenal di kota itu. Karena perkembangan intern perusahan dan perubahan lingkungan yang sering terjasdi, maka organisasi perusahaan Pak Wira telah mengalami beberapa kali perubahan. Catatan 3 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 4
  • 5. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 Organisasi perusahaan Pak Wira pada akhir tahun 19x3 sudah menjadi dewasa. Di dalamnya sudah terdapat dua dimensi dasar, sebagai mana terdapat dalam setiap organisasi, satu dimensi berupa diferensiasi vertikal dan satu lagi berupa diferensiasi horisontal. Diferensiasi vertikal menetapkan rantai komando (Chain of command), atau hirarki (hierarchy), yakni hubungan antara atasan dan bawahan. Orangorang yang di atas mempunyai wewenang, kekuasaan, dan pangkat yang lebih tinggi dari bawahannya. m o Diferensiasi horisontal (disebut juga “departementalisasi”) menunjukkan .c n e m je pembagian pekerjaan secara sistematis. Orang-orang diberi jabatan menurut keahlian mereka akan bekerja sebaik mungkin, karena pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Organisasi perusahaan Pak Wira pada akhir tahun 19x3 sudah merupakan organisasi yang dewasa dengan memiliki Diferensiasi Vertikal dan Spesialisasi horisontal. a n a GAMBAR 3 BAGAN ORGANISASI PERUSAHAAN KONFEKSI -m e PAK WIRA PERUSAHAAN KONFEKSI PAK WIRA DIREKTUR Manajer Manajer Manajer Manajer Produksi Pemasaran Keuangan Personalia Asisten Keuangan ○ Daerah II ○ Daerah I ○ Produksi ○ Wk Penjualan ○ Wk Penjualan ○ Supervisor PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 5 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 6. Ciri Khas Organisasi Perlu Anda perhatikan bahwa sekarang perusahaan Pak Wira sudah mempunyai dua dimensi dasar : • tiga diferensiasi vertikal, yang terdiri dari lapis pertama direktur, lapis kedua manajer, dan lapis ketiga supervisor, wakil atau asisten. • empat bentuk difernsiasi horisontal yang berbeda-beda, yakni pertama departemen produksi, kedua depaartemen pemasaran, ketiga departemen keuangan, dan keempat departemen personalia. Maka m o diferensiasi horisontal disebut juga departementalisasi atau spesialisasi horisontal. • .c n e m je empat bentuk spesialisasi horisontal yang berbeda-beda, yakni pertama bagian produksi, kedua bagian pemasaran, ketiga bagian keuangan, dan keempat bagian personalia. Empat orang manajer spesialis produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia, sekarang ini mengerjakan tugas yang dulu dilakukan semuanya a n a oleh Pak Wira. Bayangkanlah betapa bertambah beratnya pekerjaan pak Wira sebagai direktur, apabila masih ditambah lagi lapis vertikal dan jajaran spesialis horisontal. maka perlu sekali adanya koordinasi. Pada umumnya -m e Hal ini menimbulkan masalah rentang kendali (span of control), yakni jumlah bawahan langsung yang dapat dimanajemeni dengan efektif oleh seseorang. Rentang Kendali ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM semakin banyak spesialisasi, semakin sukar orang mengadakan koordinasi. ○ 6
  • 7. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 Dari kasus yang terdiri dari tiga babak di muka, Anda telah mempelajari Ikhtisar perkembangan suatu bisnis, mulai dari bisnis satu-orang, sampai kepada bisnis dengan organisasi yang lengkap. Dari kasus tersebut kita dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Selama bisnis hanya dijalankan oleh satu orang saja, maka bisnis belum mempunyai organisasi. Organisasi mulai muncul setelah ada dua orang atau lebih, yang diatur menurut prinsip-prinsip tertentu. 2. m o Setiap organisasi yang lengkap terdiri dari dua dimensi : satu dimensi vertikal (atas-bawah) dan .c n e m je satu dimensi horisontal (mendatar). 3. Dimensi vertikal menunjukkan hubungan antara atasan dan bawahan, hubungan yang berdasarkan perbedaan wewenang. Orang yang lebih tinggi wewenangnya atau kekuasaannya ditempatkan di atas. Hubungan atasan-bawahan ini dinamakan juga hubungan atas dasar pembedaan wewenang atau pembedaan vertikal (vertical Differentiation). a n a Dilihat dari segi spesialisasi ini, organisasi dapat terdiri dari beberapa JENJANG, misalnya jenjang direktur, jenjang manajer, dan jenjang su- -m e II. pervisor. 4. Dimensi horisontal menunjukkan spesialisasi atau pengkhususan keahlihan. Para spesialis ditempatkan dalam jajaran yang mendatar yang sama tingkatnya. ORGANISASI Seperti Anda ketahui dari kasus di atas, untuk mencapai tujuan mendapat laba, Pak Wira mengatur orang-orangnya, tugas dan pekerjaan mereka, dan sumber daya dengan cara yang seefisien mungkin. Ia mengatur hubungan antar mereka melewati suatu sistem wewenang dan tanggung jawab. Pengaturan ini dinamakan organisasi. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 7 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 8. Ciri Khas Organisasi Secara lebih ilmiah organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut : “Organisasi adalah suatu pengaturan secara siste matis dari orang dan teknologi untuk mencapai tujuan tertentu” Seluruh perusahaan adalah organisasi. Divisi, departemen, bagian atau seksi dari perusahaan merupakan suatu organisasi juga. m o Organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri dari masukan (Input), proses, .c n e m je keluaran (Output). Orang, uang dan bahan adalah input yang masuk ke dalam perusahaan yang kemudian diproses oleh perusahaan, dan akhirnya keluar sebagai keluaran berupa barang atau jasa. Dalam bentuk skema, sistem ini dapat digambarkan sebagai berikut: GAMBAR5 a n a Organisasi sebagai Sistem Orang -m e Pengolahan Barang Uang untuk Jasa Bahan menciptakan Laba produk Input Proses Output Organisasi bersifat dinamis. Baik susunan maupun hubungan antar para anggotanya, mengalami perubahan terus-menerus. Faktor intern dan ekstern adalah penyebab perubahan tersebut. Mungkin faktor yang paling penting yang menyebabkan perubahan, adalah bertambah besarnya dan bertambah luasnya perusahaan. Beberapa faktor penyebab lain yang mempengaruhi perkembangan bisnis pada umumnya ialah peraturan pemerintah, kepentingan dan sasaran perusahaan dan sumber yang tersedia. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 8
  • 9. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 Tiga Bentuk Bagan Organisasi Untuk menjelaskan struktur atau susunan organisasi, kita menggunakan bagan. Bagan organisasi menggambarkan struktur organisasi sari bagan tersebut kita dapat melihat kaitan antara orang dengan departemen atau dengan bagian organiasi. Selain melukiskan kaitan, bagan organisasi menggambarkan juga : • garis wewenang (untuk memutuskan, memerintahkan) • jenis dan arus pekerjaan • rentang kendali, yakni jumlah bawhan langsung yang dapat m o diurusi oleh seseorang secara efektif. .c n e m je Ada tiga macam bentuk yang dapat kita pilih dalam menyusun bagan organisasi : 1. bagan vertikal, seperti terlihat dalam gambar 3. Ini merupakan metode tradisional dalam melukiskan susunan organiasasi perusahaan. Kotakkotak disusun dari atas ke bawah, sehingga kelihatan jelas siapakah atasan dan siapakah bawahan, siapakah yang lebih tinggi wewenangnya dan siapakah yang lebih rendah. a n a 2. bagan horisontal, menggunakan metode biasa untuk membaca huruf latin, dari kiri ke kanan; metode ini mengurangi sebanyak mungkin -m e gagasan mengenai tingkat yang berbeda-beda, gagasan mengenai atasan dan bawahan. Dengan demikian, orang yang lebih rendah dalam organisasi tidak secara jelas diperlihatkan dalam gambar. Hal ini untuk menghilangkan rasa rendah diri dari karyawan yang lebih rendah tingkatnya. 3. bagan yang konsentris, terdiri atas beberapa lingkaran yang sepusat. Kepala eksekutif berada di tengah-tengah. Bagan ini menunjukkan sifat dinamis dari hubungan pribadi, dan menghilangkan “perasaan atasan” dan “bawahan”. Jarak dari titik pusat menunjukkan dekatjauhnya dari kepala eksekutif. Pangsa (segmen) dari lingkaran menunjukkan departemen yang berbeda-beda. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 9 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 10. Ciri Khas Organisasi GAMBAR 6 Direktur Bagan Vertikal Manajer Manajer Manajer Manajer Produksi Pemasaran Keuangan Personalia m o .c n e m je Manajer GAMBAR 7 Produksi Bagan Horisontal a n a -m e Manajer Pemasaran DIREKTUR Manajer Keuangan Manajer Personalia ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 10
  • 11. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 GAMBAR 6 .c n e m je Man ajer Pem asar an jer na an Ma ng ua Ke a n a m o r aje i s an M duk o Pr Ma naj er Per son alia Bagan Konsentris -m e Hubungan Hirarki Dalam kursus ini, kita hanya akan menggunakan bagan vertikal. Pada dasarnya bagan organisasi vertikal melukiskan hubungan hirarki (jenjang) antara bawahan dan atasan. Dalam bagan organisasi, orang-orang disusun atau dikelompokkan sesuai dengan wewenang, kekuasaan, atau pangkat mereka. Inilah yang dinamakan hubungan hirarki. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 11 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 12. Ciri Khas Organisasi Hirarki (jenjang) adalah sekelompok orang yang diorganisasi atau diklasifikasi menurut wewenang, kekuasaan atau pangkat mereka. Oleh karena bagan organisasi melukiskan hirarki, maka bagan tersebut digambar mulai dari puncak dan terus menurun. Karena itu, kita harus mengetahui fungsi utama di dalam organisasi (yang paling penting) untuk kita tempatkan di puncak. Kita perlu mengetahui juga fungsi sekunder yang termasuk di dalam fungsi utama tersebut untuk kita tempatkan di bawahnya. m o .c n e m je Berikut ini, ada beberapa pedoman menggambar sebuah bagan organisasi Petunjuk Menggambar Bagan Organisasi yang baik. 1. Kita harus memperhatikan hubungan hirarki, sehingga orang atau depaartemen yang mempunyai kedudukan hirarki tertinggi, ditempatkan di puncak, dan mereka yang mempunyai kedudukan sama pentingnya, ditempatkan pada tingkat horisontal yang sama tingginya. a n a Misalnya, jika direktur perusahaan mempunyai kedudukan yang tertinggi, maka ia harus ditempatkan di puncak bagan organisasi. Dan jika manajer produksi, manajer pemasaran, manajer keuangan dan -m e manajer personalia mempunyai kedudukan yang sama tingginya, maka mereka keempat-empatnya harus ditempatkan dalam kotak horisontal yang sama tingginya. 2. Diferensiasi vertikal (pembedaan wewenang) dan diferensiasi horisontal (keahlian) harus digambarkan dengan garis utuh, bukan titik-titik atau garis yang terputus-putus. 3. Garis vertikal dan garis horisontal harus memotong kotak di tengahtengahnya, tetapi tidak boleh menerobos kotak tersebut. 4. Tiap-tiap kotak dalam barisan horisontal yang sama tingginya harus dilukis sama besarnya. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 12
  • 13. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 5. Judul yang ditulis dalam bagan harus lengkap, seperti manajer produksi, manajer pemasaran, manajer keuangan, dan manajer personalia. Untuk apakah kita melukis bagan organisasi? Dengan melihat gambar, Kegunaan Bagan Organisasi biasanya orang dapat lebih mudah memahami penjelasan dari pada hanya menggunakan uraian kata-kata saja. Penggunaan bagan organisasi mempunyai banyak manfaat antara lain : 1. Bagan organisasi melukiskan garis wewenang yang terdapat dalam m o organisasi. Jadi orang mengetahui siapa atasannya dan siapa bawahannya. Dengan mengetahui garis wewenang ini, karyawan dapat .c n e m je lebih mudah memahami susunan organisasi. Hal ini sangat penting bagi kelancaran pekerjaan manajemen. 2. Bagan organisasi berguna untuk memberi penjelasan kepada karyawan baru tentang susunan organisasi, dan bermanfaat untuk menggambarkan kesempatan naik pangkat baik bagi calon karyawan, karyawan baru, maupun karyawan lama. a n a 3. bagan organisasi merupakan dasar untuk mengadakan perubahan keorganisasian. -m e Kelembagaan Bagan Organisasi Di samping beberapa kegunaan di atas, bagan organisasi mempunyai beberapa kelemahan, antara lain : 1. Struktur organisasi cepat menjadi usang. Perubahan di dalam organisasi itu sendiri dan perubahan di luar seperti perubahan sosial dan ekonomis, menyebabkan struktur organisasi tidak sesuai lagi dan bagan organisasi juga harus di ubah. 2. Bagan organisasi tidak dapat menggambarkan hubungan manusiawi di antara para karyawan (hubungan persahabatan, permusuhan, persaingan dan sebagainya). 3. bagan organisasi menimbulkan hubungan yang kaku, karena orang cenderung mempertahankan bidangnya dalam bagan organisasi. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 13 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 14. Ciri Khas Organisasi 4. bagan organisasi menimbulkan persoalan status, orang mungkin tidak senang dibandingkan dengan orang lain dari segi posisinya dalam organisasi. Jika kelemahan tersebut diperhatiaka dengan teliti, maka sebagian besar kelemahan dapat diatasi. Lagi pula, jika bagan itu disusun dengan hatihati, selalu diperbaruhi, dan hanya dipandang sebagai alat bantu saja, maka bagan organisasi dapat sangat berguna bagi manajemen. m o Setelah kita mempelajari : • pengertian organisasi sebagai suatu sistem, yang teridiri atas .c n e m je masukan -proses - keluaran; • tiga macam susunan organisasi: vertikal, horisontal, dan konsentris; • beberapa pedoman dasar untuk menyusun bagan organisasi yang baik; dan • beberapa kegunaan dan kelemahan bagan organisasi, marilah sekarang kita meninjau lebih lanjut ciri-ciri organisasi. III. a n a CIRI KHAS ORGANISASI -m e Apabila kita meneliti sifat-sifat organisasi, maka kita dapat menemukan 4 ciri khas yang terdapat dalam semua organisasi, yakni: 1. 2. tujuan bersama 3. pembagian pekerjaan dan 4. Koordinasi Kegiatan koordinasi kegiatan hirarki wewenang Apakah koordinasi itu? Mengkoordinasi adalah kegiatan menajer menyatupadukan bermacam-macam bagian dari organisasi sehingga bagian-bagian tersebut dapat bekerja sama ecara harmonis. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 14
  • 15. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 Dengan mengkoordinasi, Anda dapat menghindari timbulnya konflik atau dapat mengatasi konflik yang ada. Tanpa koordinasi, tiap-tiap bagian dan karyawan akan berjalan menurut keinginan mereka masing-masing, dan akan timbul kesimpangsiuran dan kekacauan. Pada umumnya Anda perlu melaksanakan dua macam koordinasi: • koordinasi pikiran dan • koordinasi kegiatan m o Anda mengkoordinasi pikiran bawahan lewat komunikasi. Artinya Anda perlu menyampaikan pengertian dan penjelasan, baik secara tertulis .c n e m je maupun lisan, kepada bawahan Anda. Anda perlu menanamkan pengertian yang sama mengenai tujuan perusahaan kepada semua bawahan Anda. Selain mengkoordinasi pikiran, Anda perlu juga mengkoordinasi kegiatan bawahan Anda. Yakni dengan menyusun rencana kegiatan yang antara lain mencakup urutan langkah-langkah yang harus di tempuh, peranan tiap-tiap orang dan kerja samanya. a n a Jika beberapa orang bergabung menjadi satu menyatupadukan dan menyelaraskan tenaga mereka, baik pikiran maupun kegiatan, maka dapat dilaksanakan pekerjaan yang maha besar dan menakjubkan. Ingat saja -m e kepada candi Borobudur, piramida mesir, dan penerbangan manusia ke bulan. Semuanya ini merupakan pekerjaan raksasa yang jauh di atas kemampuan satu orang. Dengan mengkoordinasi kegiatan dan pikiran, orang dapat melaksanakan pekerjaan raksasa tersebut. Dalam mengadakan koordinasi, kita sering menghadapi kesulitan. Orang menamdang tujuan kelompok berbeda dengan tujuannya sendiri, dan metode yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan tersebut berbedabeda juga. Hal yang berbeda-beda ini harus kita selaraskan. Maka seorang koordinator harus pandai menyatu-padukan mereka semuanya, dan harus pandai memanfaatkan kekuatan dan keahlian masing-masing dalam mencapai tujuan bersama. Tugas manajer adalah mengurangi perbedaan kepentingan para bawahannya dan menyelaraskan tujuan bersama dengan tujuan bawahan masing-masing. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 15 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 16. Ciri Khas Organisasi Jadi koordinasi merupakan satu ciri khas penting dari organisasi. Tanpa koordinasi organisasi, tidak akan berjalan lancar, organisasi bisa kandas dan gagal dalam mencapai tujuan. Mari kita tinjau ciri khas yang kedua, yakni tujuan bersama. Kita tidak dapat Tujuan Bersama mengkoordinasi kegiatan, kecuali apabila mereka yang tergantung menjadi satu mempunyai kepentingan, tujuan, atau sasaran bersama. m o Tujuan atau sasaran adalah suatu pernyataan menge nai hasil yang ingin dicapai. .c n e m je Sebelum tujuan atau sasaran dapat dicapai, maka tujuan harus • dirumuskan dengan jelas, • dimengerti dan • diterima baik oleh setiap orang yang berkepentingan dalam mencapai tujuan tersebut. a n a Bagaimanakah kita menetapkan tujuan atau sasaran? -m e Sasaran sedapat mungkin dinyatakan secara kuantitatif, dapat diukur, (atau dibandingkan) dalam bentuk pernyataan tertulis mengenai hasil yang ingin dicapai, dalam jangka waktu yang ditentukan. Dengan perkataan lain, sasaran menggambarkan keinginan khusus yang jelas dan bukan keinginan umum yang samar-samar. Sasaran harus menentukan apa yang harus dicapai, dan kapan tercapainya. Berikut ini ada beberapa contoh sasaran yang dinyatakan secara kuantitatif dalam satuan, rupiah, dan persentase: • Menaikan produksi motor dengan 3.000 unit selama tahun produksi yang akan datang (sasaran dalam satuan). ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 16
  • 17. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 • Mengurangi jumlah kerugian karena piutang tak tertagih, sebesar Rp. 10.000.000 selama enam bulan mendatang (sasaran dalam rupiah) • Meningkatkan jumlah penjualan produk A dengan 15 persen pada akhir Desember tahun ini (sasaran dalam persentase)• Untuk menguji apakah sasaran sudah cukup khusus, dapat diajukan pertanyaan berikut ini: • m o Apakah sasaran ini menjelaskan kepada saya dengan tepat, hasil yang ingin dicapai? • .c n e m je Apakah sasaran ini menjelaskan kepada saya kapan hasil ini harus sudah tercapai? • Dapatkah hasil yang ingin dicapai itu diukur secara kuantitatif (berapa unit, berapa rupiah, berapa persen, dan sebagainya? Sasarqan yang tidak memenuhi salah satu dari tiga pernyataan ini, bukanlah sasaran yang baik, dan akan menghambat para manajer dan bukannya a n a membantu mereka. Pembagian Pekerjaan Setelah kita membahas dua ciri khas organisasi, yakni koordinasi dan tujuan -m e selanjutnya marilah kita meninjau ciri khas yang ke tiga, yakni pembagian pekerjaan (division of labor). Setiap orang memiliki keahlian dan keterampilan yang berbeda-beda. Ada orang yang ahli dan terampil dalam memotong besi, ada yang terampil dalam menggurinda, ada yang ahli dalam mengebor, ada yang ahli dalam mengecat dan sebagainya. Dengan membagi pekerjaan menjadi bagianbagian khusus yang kecil-kecil, maka perusahaan dapat memanfaatkan setiap keahlian dan keterampilan orang. Lagi pula dengan pembagian pekerjaan, setiap karyawan perusahaan dapat menjadi sangat ahli dan sangat terampil dalam mengerjakan tugas khusus secara berulang-ulang. Keuntungan pembagian pekerjan telah diketahui orang sejak lama. Salah satu pendukungnya adalah Adam smith, yang dua ratus tahun yang lalu menguraikan keuntungan penbagian pekerjaan dalam pabrik peniti. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 17 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 18. Ciri Khas Organisasi Dalam sebuah bengkel kecil bekerja 10 orang yang membuat peniti. Apabila mereka melaksanakan sendiri seluruh pekerjaan, tanpa ada pembagian pekerjaan di antara mereka, maka masing-masing dapat menyelesaikan satu sampai dua puluh peniti sehari. Kemudian pekerjaan dipecah-pecah menjadi bagian khusus yang kecil-kecil. Satu orang menarik kawat, seorang lagi meluruskannya, orang ketiga memotongnya, orang keempat meruncingkan, orang kelima menggurinda ujungnya untuk dipasangi kepala, dan sebagainya. Sepuluh orang tersebut ternyata dapat menyelesaikan empat ribu delapan ratus peniti sehari, atau empat ratus delapan puluh per orang. m o Apa yang menarik Smith bukannya teknologi pembuatan peniti, tetapi ia .c n e m je melihat keuntungan yang besar sekali dalam produktivitas yang diperoleh dengan membagi-bagi pekerjaan menjadi bagian khusus yang kecil-kecil. Apa yang telah dicapai dalam pabrik peniti, dapat juga diperoleh di mana saja. Pembagian pekerjaan ini merupakan ciri khas yang ketiga yang terdapat dalam semua organisasi. Tanpa pembagian pekerjaan organisasi tidak akan a n a berjalan dengan baik. Perusahaan tidak akan dapat berkembang bahkan akhirnya akan mati, jika direktur menjalankan sendiri semua pekerjaan perusahaan, jika direktur mengurusi sendiri produksinya, memasarkan -m e sendiri hasilnya, mengurusi sendiri keuntungannya, tanpa mengadakan pembagian pekerjaan sama sekali. Hirarki Wewenang Sampai sekarang kita telah membahas berturut-turut tiga ciri khas perusahaan: • koordinasi • tujuan • pembagian pekerjaan. Sekarang marilah kita bahas ciri khas yang ke empat : hirarki wewenang (hierarchy of aoutority). Jika sesuatu pekerjaan harus diselesaikan bersama-sama, maka harus ada orang yang mempunyai wewenang untuk mengawasi apakah tujuan itu ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 18
  • 19. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 telah tercapai. Dan apabila tujuan belum tercapai, maka ia berwewenang untuk mengarahkan dan memerintahkan bawahannya agar menyelesaikannya. Apakah sebenarnya wewenang itu? Dan apakah hirarki wewenang? Wewenang adalah hak untuk memutuskan atau kekuasaan untuk mengerjakan sesuatu atau untuk menyuruh orang lain mengerjakan sesuatu. m o .c n e m je Wewenang ini bertingkat-tingkat. Orang yang menduduki jabatan yang lebih tinggi mempunyai wewenang yang lebih banyak daripada orang yang ada di bawahnya. Direktur mempunyai wewenang yang lebih tinggi daripada manajer; dan manajer mempunyai wewenang yang lebih tinggi daripada supervisor. a n a Tingkat wewenang yang berbeda-beda dalam organisasi ini dinamakan hirarki wewenang. -m e PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 19 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 20. Ciri Khas Organisasi Hirarki wewenang ini kadang-kadang dinamakan juga rantai komando (chain of command). misalnya, seorang manajer toko mempunyai wewenang atau berkuasa atas asisten manajer, yang mempunyai wewenang atas kepala departemen, dan ini selanjutnya mempunyai wewenang atas para karyawan. Tanpa adanya rantai komando, manajer toko sukar mengawasi pekerjaan setiap karyawan dalam toko tersebut. Ikhtisar Dengan meneliti ciri-ciri yang terdapat dalam semua organisasi, kita menemukan empat ciri khas: 1. 2. koordinasi kegiatan 3. pembagian pekerjaan 4. m o tujuan bersama hirarki wewenang .c n e m je Empat ciri khas ini merupakan syarat mutlak bagi adanya organisasi. Dalam praktek sering terjadi bahwa usaha mendirikan organisasi itu gagal di jalan, karena ada sesuatu syarat yang tidak dipenuhi. Misalnya beberapa orang a n a mendirikan perusahaan. Mereka dapat mengkoordinasi kegiatan, mengadakan pembagian pekerjaan yang baik, dan ada hirarki wewenang, tetapi mereka tidak mempunyai tujuan bersama. Anggota A mempunyai -m e tujuan yang berbeda dengan tujuan B, yang berbeda lagi dengan tujuanC. Karena syarat tujuan bersama ini tidak dipenuhi maka gagallah perusahaan mereka. Empat ciri khas perusahaan dapat dilukiskan dengan sebuah lingkaran yang terdiri atas empat kuadran. Hilangnya satu kuadran menyebabkan perusahaan berantakan. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 20
  • 21. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 GAMBAR 9 Lingkaran Empat Ciri Khas Perusahaan Hirarki Tujuan Wewenang Bersama Pembagian Pekerjaan Kegiatan a n a IV.LATIHAN m o Koordinasi .c n e m je Berikut ini ada beberapa istilah dan pengertian penting; berikanlah definisinya atau jelaskan artinya! spesialisasi horisontal rantai komando hirarki wewenang hirarki wewenang rentang kendali 8. koordinasi 9. organisasi 10. tujuan 11. pembagian pekerjaan ○ 7. ○ 6. ○ 5. ○ 4. ○ 3. ○ 2. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ -m e diferensiasi vertikal ○ 1. ○ PENJELASAN ○ A. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 21 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 22. Ciri Khas Organisasi B. Berikut ini ada beberapa pernyataan. Di antaranya ada yang benar (B) dan BENAR - SALAH ada yang salah (S). Jika pernyataan itu benar, lingkarilah huruf B yang ada di depannya, dan jika salah, lingkarilah huruf S. B - S 1. Organisasi dapat dikatakan lengkap, apabila sudah mempunyai dua dimensi: diferensiasi vertikal dan diferensiasi horisontal. B - S 2. Difernsiasi vertikal, hirarki wewenang, dan rantai komando menunjukkan arti yang sama, Yakni urutan wewenang dalam m o organisasi. .c n e m je B - S 3. Spesialisasi horisontal menambah efeiensi dan efektivitas perusahaan. B - S 4. Seorang direktur perusahaan yang mempunyai banyak keahlihan sebaiknya merangkap sebanyak mungkin jabatan penting dalam perusahaannya. B - S 5. Departementalisasi sama artinya dengan pembagian pekerjaan. 6. Demi kelancaran perusahaan, maka struktur organisasi harus jarang a n a B - S diubah dan harus dipertahankan terus sedapat mungkin. B - S B - S -m e 7. Bagan organisasi mempunyai lebih banyak kelemahan dari pada manfaatnya. 8. Bagan organisasi dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan manusiawi di antara para karyawan. B - S 9. Pernyataan “dalam tahun ini kita harus menaikkan produksi sebesar mungkin”’ merupakan tujuan yang jelas, karena sudah memenuhi persyaratan menyusun tujuan. B - S 10. Pembagian pekerjaan dapat menimbulkan kebosanan bagi karyawan dan karena itu mengurangi semangat kerjanya. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM ○ 22
  • 23. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 Berikut ini ada beberapa pernyataan; masing-masing mengandung sedikit banyak kebenaran. Pilihlah diantaranya satu pernyataan saja yang menurut pendapat Anda paling benar Lingkarilah huruf pilihan Anda! 1. Perusahaan yang sudah dewasa mengalami perkembangan yang lebih pesat lagi, sehingga perlu mengadakan perubahan. Dalam hal ini perusahaan sebaiknya a. b. menambah panjangnya rantai komando c. menambah spesialisasi horisontal d. Memperlebar rentang kendali e. menyusun kembali organisasi perusahaan, sesuai dengan kebutuhan f. 2. menambah diferensiasi vertikal melakukan semua kegiatan yang tersebut pada a sampai dengan e. m o .c n e m je Dengan mengadakan diferensiasi horisontal a. efisiensi kerja dapat meningkat lebih tinggi lagi b. para karyawan merasa lebih senang, karena pekerjaan mereka menjadi lebih mudah a n a c. d. -m e para karyawan dapat menjadi lebih terampil e. 3. pekerjaan karyawan menjadi lebih sederhana semua yang tersebut dari a sampai d. Bentuk bagan organisasi yang paling sedikit menampilkan perbedaan kedudukan para karyawan dalam organisasi, adalah bentuk a. b. bagan horisontal c. bagan konsentris d. semua bentuk dari a sampai dengan c e. 4. bagan vertikal tidak ada satu pun bentuk yang disebut dari a sampai dengan c Berikut ini ada beberapa perumusan tujuan. Pilihlah satu diantaranya yang menurut pendapat Anda paling banyak memenuhi persyaratan! a. menaikkan sebanyak mungkin laba bersih dalam tahun ini b. menaikkan jumlah produksi dengan 10.000 potong dalam enam bulan mendatang PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 23 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○
  • 24. Ciri Khas Organisasi c. d. meningkatkan mutu produk e. 5. menurunkan biaya produksi dengan 10 persen semuanya dari a sampai dengan d. Perusahaan dapat melaksanakan pekerjaan besar dengan berhasil baik, jika perusahaan a. b. pembagian pekerjaan c. memperkerjakan banyak tenaga ahli d. menggunakan tenaga ahli baru e. 6. mengadakan koordinasi semuanya dari a sampai dengan d. m o .c n e m je Pembagian pekerjaan di antara manajer produksi, manajer personalia, manajer pemasaran, dan manajer keuangan dinamakan a. hirarki b. rantai komando c. rentang kendali d. spesialisasi e. Koordinasi a n a 7. Pembedaan wewenang di antara direktur, manajer, dan supervisor -m e rentang kendali spesialisasi rantai komando koordinasi organisasi ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ e. ○ d. ○ c. ○ b. ○ a. ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM dinamakan ○ 24
  • 25. PENGORGANISASIAN Karakteristik Organisasi 113 - 1 - 02 KASUS WARUNGPADANG Syarifudin adalah seorang pemilik “Warung Padang”. karena letak perusahaan yang strategis, pelayanan yang serba cepat, mutu masakan yang lezat, dan tempat yang bersih, maka perusahaan berkembang cepat. Syarifudin mulai memikirkan susunan organisasi yang efisien. Ia menghendaki adanya pembagian pekerjaan yang baik dan berdasarkan keahlihan, hirarki wewenang yang jelas dan koordinasi yang baik. Dalam susunan organisasi yang baru dibentuknya, Syarifuddin mempunyai m o beberapa bawahan langsung, yang mengurusi (a) bagian bar; (b) dapur; dan (c) meja makan. Pemegang buku bertanggung jawab kepada mereka .c n e m je masing-masing, tergantung pada bidangnya. Misalnya, pemegang buku bertanggung jawab juga langsung kepadanya. Seterusnya empat orang ini mempunyai satu sampai delapan orang bawahan, yang langsung bertanggung jawab kepada mereka masing-masing, tergantung pada bidangnya. Misalnya, pemegang buku mempunyai satu orang bawahan; sedangkan kepala pelayan ditugaskan mengawasi delapan pelayan yang mengurusi meja makan. a n a Organisasi ini nampaknya berjalan efektif dan efisien. Tugas -m e Gambarkan bagan organisasi “Warung Padang” yang baru saja dibentuk oleh syarifudin! Hak pengarang dilindungi undang-undang. Dilarang mengutip, memperbanyak, menyiarkan, memperdagangkan bahan pelajaran ini, sebagian maupun seluruhnya, dalam bentuk apapun, kecuali dengan izin tertulis dari Lembaga Manajemen PPM. DW/SJT/smr/05. PEMBELAJARAN MANAJEMEN JARAK JAUH Lembaga Manajemen PPM 25 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

×