• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Bahan kimia penjernih Air
 

Bahan kimia penjernih Air

on

  • 3,367 views

Mengenai Penjernihan Air secara kimia

Mengenai Penjernihan Air secara kimia

Statistics

Views

Total Views
3,367
Views on SlideShare
3,367
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
35
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Bahan kimia penjernih Air Bahan kimia penjernih Air Document Transcript

    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... More Photos Posted: Agustus 5, 2008 by admin in Tak terkategori 44 Koagulan adalah zat kimia yang menyebabkan destabilisasi muatan negatif partikel di dalam suspensi. Zat ini merupakan donor muatan positip yang digunakan untuk mendestabilisasi muatan negatip partikel. Dalam pengolahan air sering dipakai garam dari Aluminium, Al (III) atau garam besi (II) dan besi (III). Koagulan yang umum dan sudah dikenal yang digunakan pada pengolahan air adalah seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini : REAKSI DENGAN pH OPTIMUM NAMA FORMULA BENTUK Bongkah, bubuk Asam 6,0 – 7,8 Bubuk Basa 6,0 – 7,8 Cairan, bubuk Asam 6,0 – 7,8 Aluminium sulfat, Al2(SO 4)3.xH2O Alum sulfat, Alum, Salum x = 14,16,18 Sodium aluminat NaAlO 2 atau Polyaluminium Chloride, PAC Na2Al2O 4 Al (OH) Cl n m 3n-m AIR Ferri sulfat Fe2(SO 4)3.9H2O Kristal halus Asam 4–9 Ferri klorida FeCl3.6H2O Bongkah, cairan Asam 4–9 Ferro sulfat FeSO 4.7H2O Kristal halus Asam > 8,5 Tabel. Jenis Koagulan Zat Koagulan terhidrolisa yang paling umum digunakan dalam proses pengolahan air minum adalah garam 3+ besi (ion Fe 6 of 21 3+ ) atau Aluminium (ion Al ) yang terdapat didalam bentuk yang berbeda-beda seperti tercantum di 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... atas dan bentuk lainnya seperti : 1. AlCl3 2. Aluminium klorida dan sulfat yang bersifat basa/alkalis 3. Senyawa kompleks dari zat-zat tersebut diatas. Riview……………………………………………………………………………………………………….!!! @_pararaja. Alum/Tawas Tawas/Alum adalah sejenis koagulan dengan rumus kimia Al2S04 11 H2O atau 14 H2O atau 18 H2O umumnya yang digunakan adalah 18 H2O. Semakin banyak ikatan molekul hidrat maka semakin banyak ion lawan yang nantinya akan ditangkap akan tetapi umumnya tidak stabil. Pada pH < 7 terbentuk Al ( OH )2+, Al ( OH )2 OH )2 4+ 4+ , Al2 ( -4 . Pada pH > 7 terbentuk Al ( OH ) . Flok –flok Al ( OH )3 mengendap berwarna putih. Gugus utama dalam proses koagulasi adalah senyawa aluminat yang optimum pada pH netral. Apabila pH tinggi atau boleh dikatakan kekurangan dosis maka air akan nampak seperti air baku karena gugus aluminat tidak terbentuk secara sempurna. Akan tetapi apabila pH rendah atau boleh dikata kelebihan dosis maka air akan tampak keputih – putihan karena terlalu banyak konsentrasi alum yang cenderung berwarna putih. Dalam cartesian terbentuk hubungan parabola terbuka, sehingga memerlukan dosis yang tepat dalam proses penjernihan air. Reaksi alum dalam larutan dapat dituliskan.: Al2S04 + 6 H2O —–à Al ( OH )3 + 6 H+ + SO42- Reaksi ini menyebabkan pembebasan ion H+ dengan kadar yang tinggi ditambah oleh adanya ion alumunium. Ion Alumunium bersifat amfoter sehingga bergantung pada suasana lingkungan yang mempengaruhinya. Karena suasananya asam maka alumunium akan juga bersifat asam sehingga pH larutan menjadi turun. Jika zat-zat ini dilarutkan dalam air, akan terjadi disosiasi garam menjadi kation logam dan anion. Ion logam akan menjadi lapisan dalam larutan dengan konsentrasi lebih rendah dari pada molekul air, hal ini disebabkan oleh muatan posistif yang kuat pada permukaan ion logam (hidratasi) dengan membentuk molekul3+ heksaquo (yaitu 6 3+ molekul air yang digabung berdekatan) atau disebut dengan logam (H2O) , seperti [Al.(H2O)6] . 6 Ion seperti ini hanya stabil pada media yang sedikit asam , untuk aluminium pada pH < 4, untuk Fe pada pH < 2. Jika pH meningkat ada proton yang akan lepas dari ion logam yang terikat tadi dan bereaksi sebagai asam. Sebelum digunakan satu hal yang harus disiapkan yaitu larutan koagulan. Di dalam larutan, koagulan harus 3+ 3+ lebih efektif, bila berada pada bentuk trivalen (valensi 3) seperti Fe atau Al , menghasilkan pH < 1,5. Bila larutan alum ditambahkan ke dalam air yang akan diolah terjadi reaksi sebagai berikut : 3+ + Reaksi hidrolisa : Al + 3H2O Al(OH)3 + 3H ….1) Jika alkalinitas dalam2air cukup, maka terjadi reaksi : 2 + Jika ada CO3 : CO3 +H HCO3 + H2O ………..2) + Atau dengan HCO3 : HCO3 + H CO2 + H2O ……3) Dari reaksi di atas menyebabkan pH air turun. Kelarutan Al(OH)3 sangant rendah, jadi pengendapan akan terjadi dalam bentuk flok. Bentuk endapan lainnya adalah Al2O3. nH2O seperti ditunjukkan reaksi : 3+ 2Al + + + (n+3)H2O Al2O3.nH2O + 6H Ion H bereaksi dengan alkalinitas. Reaksi-reaksi hidrolisa yang tercantum di atas merupakan persamaan reaksi hidrolisa secara keseluruhan. Reaksi 1) biasanya digunakan untuk menghitung perubahan alkalinitas dan pH. 3+ Pada kenyataannya ion Al dalam larutan koagulan terhidrasi dan akan berlangsung dengan ketergantungan kepada pH hidrolisa. Senyawa yang terbentuk bermuatan positip dan dapat berinteraksi dengan zat kotoran seperti koloid. 3+ 2+ + [Al(H2O)6] [Al(H2O)5OH] 7 of 21 2+ —à [Al(H2O)5OH] +H + + —à [Al(H2O)4(OH)2] + H 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... + + [Al(H2O)3(OH)3] + H endapan [Al(H2O)4(OH)2] —à [Al(H2O)3(OH)3] —à [Al(H2O)2(OH)4] + H terlarut + Tahap pertama terbentuk senyawa dengan 5 molekul air dan 1 gugus hidroksil yang muatan total akan turun dari 3+ 2+ menjadi 2+ misalnya : [Al(H2O)5OH] . Jika pH naik terus sampai mencapai ±5 maka akan terjadi reaksi tahap kedua dengan senyawa yang 2+ mempunyai 4 molekul air dan 2 gugus hidroksil. Larutan dengan pH >6 (dipengaruhi oleh Ca ) akan terbentuk senyawa logam netral (OH)3 yang tidak bisa larut dan mempunyai volume yang besar dan bisa diendapkan sebagai flok (di IPA). Jika alkalinitas cukup ion H+ yang terbentuk akan terlepas dan endapan [Al(H2O)3(OH)3] atau hanya Al(OH)3 yang terbentuk. Pada pH lebih besar dari 7,8 ion aluminat [Al(H2O)2(OH)4] atau hanya Al(OH)4] yang terbentuk yang bermuatan negatip dan larut dalam air. Untuk menghindari terbentuknya senyawa aluminium terlarut, maka jangan dilakukan koagulasi dengan senyawa aluminium pada nilai pH lebih besar dari 7,8. Polimerisasi senyawa aluminium hidroksil berlangsung dengan menghasilkan kompleks yang mengandung ion Al yang berbeda berikatan dengan ion lainnya oleh grup OH . Contoh : 4+ 4+ OH [(H2O)4 Al Al(H2O)4] atau Al2(OH)2 OH Polinuklir Al kompleks diajukan untuk diadakan, seperti : 4+ 4+ 5+ [Al7(OH)17] ; [Al8(OH)20] ; [Al13(OH)34] + Selama koagulasi pengaruh pH air terhadap ion H dan OH adalah penting untuk menentukan muatan hasil 2 2 hidrolisa. Komposisi kimia air juga penting, karena ion divalen seperti SO4 dan HPO4 dapat diganti dengan ion-ion OH dalam kompleks oleh karena itu dapat berpengaruh terhadap sifat-sifat endapan. Presipitasi dari hidroksida menjamin adanya ion logam yang bisa dipisahkan dari air karena koefisien kelarutan hidroksida sangat kecil. Senyawa yang terbentuk pada pH antara 4 – 6 dan yang terhidrolisa, dapat dimanfaatkan untuk polimerisasi dan kondensasi (bersifat membentuk senyawa dengan atom logam lain) misalnya 3+ Al6(OH)15 . Aluminium sering membentuk komplek 6 s/d 8 dibandingkan dengan ion Fe (III) yang membentuk suatu rantai polimer yang panjang. Senyawa itu disebut dengan cationic polynuclier metal hydroxo complex dan sangat bersifat mengadsorpsi dipermukaan zat-zat padat. Bentuk hidrolisa yang akan terbentuk didalam air , sebagian besar 2+ tergantung pada pH awal, kapasitas dapar (buffer), suhu, maupun konsentrasi koagulan dan kondisi ionik (Ca 2– dan SO4 ) maupun juga dari kondisi pencampuran dan kondisi reaksi. Senyawa Al yang lainnya adalah sodium aluminat, NaAlO2 atau Na2Al2O4. Kelebihan NaOH yang ditambahkan (rasio Na2O/Al2O3 dalam Na2Al2O4 adalah : 1,2 1,3/1) untuk menaikkan stabilitas sodium aluminat. Penambahan zat ini dalam bentuk larutan akan menghasilkan reaksi berikut : AlO2 + 2H2O Al(OH)4 Al(OH)4 Al(OH)3 + OH Reaksi kedua hanya mungkin bila asiditas dalam air cukup untuk menghilangkan ion OH sehingga menyebabkan kenaikan pH. CO2 + OH HCO3 + OH yang terbentuk HCO3 CO3 2 + H2O Kadang-kadang bila air tidak mengandung alkalinitas, perpaduan antara sodium aluminat dan alum digunakan untuk menghindari perubahan pH yang besar dan untuk membuat 2pH relatif konstan. 3+ 2 + 2Al + 3SO4 + + 6H2O 6AlO2 + 6Na + 12H2O 3+ 2Al 2 + 3SO4 2Al(OH)3 + 3SO + + 6H 6Al(OH)3 + 6Na + 6OH _________________________________________________________ + + 2 + 6Na + 6AlO2 + 12H2O 8Al(OH)3 + 6Na +3SO4 Pada prakteknya satu hal dipertimbangkan memberikan kelebihan asam dari larutan alum (pH 1,5) yang ditambahkan dan yang lainnya kelebihan NaOH di dalam sodium aluminat (untuk stabilitas). 8 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Pada kekeruhan yang disebabkan tanah liat sangat baik dihilangkan dengan batas pH antara 6,0 sampai dengan 7,8; penghilangan warna umumnya dilakukan pada pH yang sedikit asam, lebih kecil dari 6, bahkan di beberapa daerah harus lebih kecil dari 5. Dari beberapa penelitian (untuk air gambut dari daerah Riau), efisiensi penghilangan warna akan baik bila pH lebih kecil dari 6 untuk setiap dosis koagulan alum sulfat yang digunakan. Walaupun demikian efisiensi penghilangan warna masih tetap tinggi dihasilkan pada koagulasi dengan pH sampai 7, tetapi dengan dosis alum sulfat yang lebih tinggi (sampai 100 mg/l), tetapi bila dosis alum sulfat lebih kecil (60 mg/l) pada pH yang sama (sampai dengan 7), terjadi penurunan efisiensi penghilangan warna secara drastis (sampai dengan 10 %). Air setelah diolah dengan koagulasi – flokulasi untuk menghilangkan warna, pH harus ditetapkan diatas 6,5 3+ (kurang dari 7,8) sebelum air disaring, karena pada pH tersebut bentuk aluminium tidak larut, jadi residu Al terlarut didalam –air dapat dihilangkan/dikurangi, pada pH > 7,8 bentuk Al adalah Al terlarut yaitu ion aluminat, [Al(H2O)2(OH)4] Untuk hal ini dilakukan penambahan kapur sebelum proses filtrasi, dan biarkan aluminium berubah bentuk menjadi bentuk tidak larut/endapan supaya dapat dihilangkan dengan penyaringan. Dengan cara ini residu 3+ Al dapat ditekan sampai tingkat yang diijinkan. Setelah itu baru boleh dilakukan penambahan kembali kapur atau soda abu untuk proses Stabilisasi dengan harapan tidak akan terjadi perubahan alum terlarut menjadi alum endapan. Bila cara diatas tidak dilakukan, kemungkinan akan terjadi pengendapan alum di reservoir atau pada jaringan pipa distribusi, akibat penambahan kapur atau soda abu untuk proses stabilisasi dilakukan setelah air keluar dari filter, seperti halnya yang dilakukan pada pengolahan air yang biasa ( tidak berwarna ). Proses koagulasi dengan koagulan lain seperti halnya garam Fe (III) yang mempunyai rentang pH lebih besar (4–9) dan penggunaan koagulan Polyaluminium chloride (PAC), tanpa penetapan pH pun proses koagulasi – flokulasi tetap dapat berlangsung, tetapi pembentukan flok tidak optimum, hanya flok-flok halus yang terbentuk, sehingga beban filter akan bertambah. + Jika kehadiran alkalinitas didalam air cukup, pada koagulasi dengan koagulan garam Al ion H yang terbentuk akan diambil dan terbentuk endapan [Al(H2O)3(OH)3] atau hanya Al(OH)3, dimana bentuk ini bermanfaat pada pertumbuhan flok ( mekanisme adsorpsi ). Adanya alkalinitas didalam air jika pH air > 4,5. Jadi jika pH air baku < 4,5 perlu penambahan bahan alkali (kapur atau soda abu). PAC ( Poly Aluminium Chloride ) Senyawa Al yang lain yang penting untuk koagulasi adalah Polyaluminium chloride (PAC), Aln(OH)m Cl3n-m . Ada beberapa cara yang sudah dipatenkan untuk membuat polyaluminium chloride yang dapat dihasilkan dari hidrolisa parsial dari aluminium klorida, seperti ditunjukkan reaksi berikut : + + n AlCl3 + m OH . m Na Al n (OH) m Cl 3n-m + m Na + m Cl Senyawa ini dibuat dengan berbagai cara menghasilkan larutan PAC yang agak stabil. PAC adalah suatu persenyawaan anorganik komplek, ion hidroksil serta ion alumunium bertarap klorinasi yang berlainan sebagai pembentuk polynuclear mempunyai rumus umum Alm(OH)nCl(3m-n). Beberapa keunggulan yang dimiliki PAC dibanding koagulan lainnya adalah : 1. PAC dapat bekerja di tingkat pH yang lebih luas, dengan demikian tidak diperlukan pengoreksian terhadap pH, terkecuali bagi air tertentu. 2. Kandungan belerang dengan dosis cukup akan mengoksidasi senyawa karboksilat rantai siklik membentuk alifatik dan gugusan rantai hidrokarbon yang lebih pendek dan sederhana sehingga mudah untuk diikat membentuk flok. 3. Kadar khlorida yang optimal dalam fasa cair yang bermuatan negatif akan cepat bereaksi dan merusak ikatan zat organik terutama ikatan karbon nitrogen yang umumnya dalam truktur ekuatik membentuk suatau makromolekul terutama gugusan protein, amina, amida dan penyusun minyak dan lipida. 4. PAC tidak menjadi keruh bila pemakaiannya berlebihan, sedangkan koagulan yang lain (seperti alumunium sulfat, besi klorida dan fero sulfat) bila dosis berlebihan bagi air yang mempunyai kekeruhan yang rendah akan bertambah keruh. Jika digambarkan dengan suatu grafik untuk PAC 9 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... adalah membentuk garis linier artinya jika dosis berlebih maka akan didapatkan hasil kekeruhan yang relatif sama dengan dosis optimum sehingga penghematan bahan kimia dapat dilakukan. Sedangkan untuk koagulan selain PAC memberikan grafik parabola terbuka artinya jika kelebihan atau kekurangan dosis akan menaikkan kekeruhan hasil akhir, hal ini perlu ketepatan dosis. 5. PAC mengandung suatu polimer khusus dengan struktur polielektrolite yang dapat mengurangi atau tidak perlu sama sekali dalam pemakaian bahan pembantu, ini berarti disamping penyederhanaan juga penghematan untuk penjernihan air. 6. Kandungan basa yang cukup akan menambah gugus hidroksil dalam air sehingga penurunan pH tidak terlalu ekstrim sehingga penghematan dalam penggunaan bahan untuk netralisasi dapat dilakukan. 7. PAC lebih cepat membentuk flok daripada koagulan biasa ini diakibatkan dari gugus aktif aluminat yang bekerja efektif dalam mengikat koloid yang ikatan ini diperkuat dengan rantai polimer dari gugus polielektrolite sehingga gumpalan floknya menjadi lebih padat, penambahan gugus hidroksil kedalam rantai koloid yang hidrofobik akan menambah berat molekul, dengan demikian walaupun ukuran kolam pengendapan lebih kecil atau terjadi over-load bagi instalasi yang ada, kapasitas produksi relatif tidak terpengaruh. Senyawa Besi Untuk senyawa besi, tipe hidrolisa yang sama dapat berlangsung seperti : 3+ + Fe + 3H2O Fe(OH)3 + 3H Reaksi di atas dilanjutkan dengan reaksi H+ dengan alkalinitas seperti ditunjukkan oleh reaksi 2) dan 3). 3+ Terdapat 3+ pula ion ferri hidrat seperti : [Fe(H2O)6] dengan persamaan reaksi yang sama dengan hidrolisa [Al(H2O)6] . Pembentukan [Fe(H2O)2(OH)4] atau Fe(OH)4 hanya terjadi pada pH 3+ tinggi, tetapi tidak biasa ditemui pada 3+ pengolahan secara konvensional, jadi batas pH untuk koagulasi3+ dengan Fe 3+ lebih besar dari pada untuk Al , sebagai contoh pH 9 untuk koagulasi dengan Fe dan 7,8 untuk Al . Senyawa besi mempunyai tendensi membentuk jenis polinuklir yang lebih kecil dibandingkan dengan aluminium. Dosis kagulan yang diperlukan tergantung pada : 1. Konsentrasi warna. 2. Zeta potential (pengukuran mobilitas elektroforesa) juga merupakan faktor penting untuk menghilangkan warna secara efektif. Hal ini erat hubungannya dengan sisa konsentrasi warna. Pada pH yang optimum, sisa warna berkurang secara proporsional dengan penambahan dosis koagulan. 3. Jenis koagulan koagulan yang dapat digunakan untuk menghilangkan warna adalah : - Garam aluminium : Alum sulfat/tawas, Al2(SO4)3.xH2O, Polyaluminium chloride, PAC (PACl), Aln(OH)m Cl3n-m - Garam besi (III) : Ferri sulfat, Fe2(SO4)3.xH2O, Ferri klorida, FeCl3. Semakin tinggi dosis koagulan yang digunakan akan menghasilkan efisiensi penghilangan warna yang lebih besar pula, akan tetapi residu koagulan akan semakin besar. Pada kasus pembentukan flok yang lemah dengan menggunakan dosis tawas optimum untuk menghilangkan warna, polialumunium klorida (PAC) dapat digunakan sebagai koagulan pilihan selain tawas. Koagulasi dengan poli alumunium klorida dapat dengan mudah memproduksi flok yang kuat dalam air dengan jangkauan dosis yang lebih kecil dan rentang pH yang lebih besar, tanpa mempertimbangkan kehadiran alkalinitas yang cukup. By. : arifin_pararaja Be the first to like this post. Komentar 10 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... 1. Wibisono mengatakan: September 13, 2008 pukul 3:51 am LAlu bagaimana tentang keunggulan dari feri klorida? 2. arifin mengatakan: September 16, 2008 pukul 2:22 am Feri khlorida: Reaksi : 2FeCl3 – 3 Ca(CO3)2 —- 2Fe(oh)3 + 3CaCl3 + 6CO3 Jika alkalinitas alami tidak cukup maka harus ditambahkan alkalinitas. Biasanya pH optimum yang didapat berkisar 4 – 12. Note : Ferric chloride : Kind : Liquid type Formula : FeCl3 Consent : 38% Effective pH range : 5 – 11 Features : a. Advantage : Effective in wide pH range. b. Disadvantage : High alkali consumption for neutralization. Regard. 3. kiaRa mengatakan: Februari 15, 2009 pukul 4:31 am saya mau bertanya ferri klorida itu sebagai koagulan saja atau sebagai adsorben juga?bisa tidak bapak langsung menjawab pada email saya…. 4. arifin mengatakan: Februari 18, 2009 pukul 3:06 am Dear, Kiara. Welcome, dan salam kenal. Terima kasih atas commentnya. Mengenai pertanyaan saudara tentang Fe baik dalam bentuk ferro atau feri umumnya memang dipakai sebagai koagulan sesuai yang saya jelaskan sebelumnya. Akan tetapi beberapa peneliti ada yang mencoba menggunakan sebagai absorben (bahan penyerap) terutama untuk logam berat Berikut kutipan terjemah hasil riset tersebut: “Hasil penelitian Hülya Genç-Fuhrman, et.al. ; (2007) terhadap logam berat dari air limbah menggunakan absorben berbasis Fe (ferrosorp plus, FP) dengan metode fitrasi kolom, didapatkan pencapaian eliminasi Zn sekitar 88.2 – 97.2 %.” (adopted by internet) Hülya Genç-Fuhrman, dkk. 2006. Removal of As, Cd, Cr, Cu, Ni and Zn from polluted water using an iron based sorbent. Denmark : Technical University of Denmark. Dalam Desalination 226 (2008) 357–370 11 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Regards, Skimaters. 5. Kojek mengatakan: Februari 18, 2009 pukul 7:40 am Saya dari pontianak, kalimantan barat sudan mencoba menggunakan PAC. Hasilnya … luar biasa … Air parit yang keruh sewaktu musim kemarau bisa menjadi jernih. Hanya saja ada mitos di sini, kalau kita menggunakan air hasil penjernihan tadi untuk mandi, maka akan menyebabkan kelumpuhan saat kita tua nannti, wallahualam bis sawwab … salam kenal dari pontianak…. 6. arifin mengatakan: Februari 19, 2009 pukul 7:51 am Dear, Kojek. Salam buat Sdr.2 di Pontianak. Airnya seperti air gambut ya ?. (maaf, pernah ada teman study di PDAM Pontianak). …. PAC memang bagus meskipun cost-nya lumayan. Tapi sebagai catatan bahwa PAC mempunyai sifat yang dapat digambarkan dalam cartesian seperti liniear “Z” dengan tawas yang berbentuk parabola terbuka, itu artinya bahwa semakain dosisnya ditambah, maka PAC cenderung akan menghasilkan kejernihan yang sama, sehingga titik effisiensi harus optimal supaya tidak boros. Contoh : jika untuk menjernihkan air dengan skala <2 NTU anda butuh dosis 30 ppm maka dengan dosis 60 ppm atau lebih maka hasilnya juga hampir sama (standar PERMENKES MAX. 5 NTU). Indikasi kelebihan dosis, nampak pH effluent (air olahan) turun drastis/siginifikant. Jadi, menurut hemat saya, keoptimalan dosis perlu diperhatikan. Mengenai mitos = maaf, saya tidak mempunyai kapasitas untuk hal itu. Note : Based/ bahan utama koagulan seperti PAC adalah gugus aluminat. Jika terlalu berlebihan, akan mengganggu fungsi syaraf dimana kelebihan aluminat dalam tubuh akan menyebabkan penyakit ” alzhemer”/ “kerusakan syaraf” Regards. 7. yogi mengatakan: Maret 17, 2009 pukul 4:29 am saya sangat respek terhadap ilmu kimia. ada satu yang ingin saya tanyakan, yaitu sumur saya keruh dan berbau sehingga secara kasat mata tidak layak konsumsi. praduga saya, air sumur yang saya gunakan tercemar cubluk tetangga yang jaraknya tidak kurang dari 5 meter. apa ada cara untuk mengembalikan agar air kembali jernih dan layak konsumsi? terimakasih 8. arifin mengatakan: Maret 17, 2009 pukul 7:58 pm Dear, Mr. Yogi. 12 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Terima aksih atas pertanyaan saudara. Air sumur khususnya di pemukiman padat penduduk memang rawan sekali tentang masalah seperti ini. Air sumur yang keruh (turbidity max. 5 NTU, PERMENKES) , umumnya disebabkan oleh Koloid. Koloid dapat berupa organik dan anorgaink. Organik umumnya berasal dari tanah liat, asam humat dan fulvat, zat organik (KMnO4 number), TSS, dsb. Sedangakan dari Anorganik berupa garam Fe (besi) biasanya warnanya coklat kemrah2an , Mn (Mangan) (biasanya warnanya coklat kehijauan, dan garam2 lainnya. Bau yang tidak sedap umumnya berasal dari sulfida, dan amoniak. Semua parameter diatas (organik dan anorganik) dan bau adalah suatu yang berikatan erat. Organik merupakan nutrisi utama sedangkan anorganik adalah nutrisi tambahan yang digunakan oleh bakteri sebagai bahan sumber makanan, hasil sampingnya adalah bau tersebut (senyawa sulfur dan amino). Sehingga masalahnya adalah 1. organik dan anorganik = sumber makanan= keruh 2. hasil samping bau busuk=amoniak dan sulfida 3. bakteri = penyakit= umumnya E. coli (umumnya dari tinja). Cara menanggulangi (secara fisika kimia sederhana, skala rumahan): 1. Keruh = silahkan anda tambahkan tawas atau pac (bnyk tersedia di toko kimia), pastikan dosis/takaran harus tepat. (penghematan) 2. Bau = silahkan anda saring bisa memakai arang aktif, pasir, kerikil, dsb. 3. Bakteri E. Coli = Silahkan anda tambahkan desinfektan seperti kaporit, hipoklorit, dsb. Lebih detailnya silahkan open di artikel2 kami sebelumnya. O..iya..maaf. “cubluk” itu apa ya..? septik tank ya..! Regards. 9. rosi mengatakan: Maret 21, 2009 pukul 1:04 pm saya mau nanya penggunaan jenis koagulan tergantung oleh jenis air baku ga?? misal air baku tdsnya d atas 3000 yg lebih efektif menggunakan koagulan apa? kalau menggunakan tawas apakah efektif ga dengan air baku dengan tds > 3000. 10. Arief Rachman mengatakan: April 20, 2009 pukul 7:56 am Mas ada penjelasan mengenai koagulan generasi ke-3 “ACH (Aluminum Chlorohidrate)”, klo ada boleh bagi-bagi, klo bisa sih yang bahasa indonesia. Trims 11. admin mengatakan: April 26, 2009 pukul 12:26 pm Dear, Arief. Thanks atas coment-nya : Mungkin ini sedikit membantu dalam menjawab pertanyaan saudara: Aluminum Chlorohydrate (ACH) adalah larutan polyaluminum hydroxychloride dengan konsentrasi 13 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... tinggi. ACH mempunyai kadar aluminat (Al2O3) 23% dengan basicity 83%. ACH merupakan alumunium terpolimerisasi tinggi, garam alum/ alumunium khlorida, dan produk aluminium lainnya dengan muatan positif (kation). Daya kerja koagulasinya pada pH diatas 9,5 dengan dosis yanh lebih rendah disbanding dengan koagulan garam logam lainnya. Kegunaan : 1. Penghilangan kekeruhan (turbidity). 2. Penghilangan warna (color) 3. Penghilangan TSS 4. Penghilangan logam 5. Penghilangan phosphat 6. Penghilangan COD dan BOD. 7. Penghilangan zat organic (TOC) 8. Mereduksi lumpur lebih dari 50% 9. Operasi yang mudah. 10. Biaya yang kompetitif. 11. dsb. Catatan : ACH diprioritaskan untuk air baku dengan pH yang tinggi (basa) sehingga dengan kadar basicity yang cukup dapat melakukan penyesuaian/ koreksi/ adjustment pH effluent yang cukup hemat. Terutama jika effluent yang diharapkan netral atau sekitar pH 7.5. Operasi yang mudah.dan biaya yang kompetitif. (SAFETY ; Lihat MSDS). Selebihnya silahkan explore seperti di : http://www.gulbrandsen.com/GTI_prod_4_3_02.shtml Regards. arifin_pararaja 12. Arsil mengatakan: Mei 3, 2009 pukul 9:08 am mas, bagaimana kalo itu aiar lindi. koagulan apa yang cocok?Saya pakai alum tetapi warna dari outletnya masih belum jernih(kuning kecoklatan).bagaimana cara menghilangkan warnanya?trims 13. admin mengatakan: Mei 6, 2009 pukul 9:46 am Dear, Arsil. Air lindi sangat rentan dengan pH. Sehingga efektifitasnya tergantung pH adjusment baik pra – intermediet – post. Ini sangat mirip dengan pengolahan air gambut. Rekomendasi. Coba atur pH air baku di 8.5 – 9.5 baru diinject alum dan jika perlu air olahan yang masih kuning tadi netralkan pH nya 6.5 – 7. (pH Adjusment dapat berasal dari kostik, sodek, atau kapur) Regard. @_pararaja 14. Anggita mengatakan: Juni 6, 2009 pukul 3:43 am 14 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Mengapa pd proses pembuatan PAC, pH nya hrus 4..!! apa yg akan terjadi bila pH nya kurang atw lebih dari 4…??? 15. yusup dargawan mengatakan: September 24, 2009 pukul 1:19 pm koagulan PAC berbeda dengan tipekoagulan anorganik lain seperti tawas.ferrosulfatdll. sifat PAC adalah polymer yang mempunyai nilai basicity, ditunjukan dengan nilai PH 3-4. karena kalau dibawah itui nilai PH nya maka disebut Aluminiumchloride yang bersifat monomer. mohon info ada yang tahu bagaimana membuat PAC dari logam aluminium dengan basicity tinggi? 16. yusup dargawan mengatakan: September 24, 2009 pukul 1:24 pm saya perlu info bagaimana cara membuat ACH, dari referensi adalah reaksi logam aluminium dengan HCl. bagaimana cara memcapai nilai basicity yang tinggi > 80%? 17. Keziah mengatakan: September 27, 2009 pukul 2:39 pm Mas, bagaimana cara menentukan konsentrasi awal larutan PAC (sebelum penentuan dosis by Jartest) e.g 8% : kondisi normal. Apakah ada dasar perhitungannya or just simply uji coba saja? Regards, 18. hari yuliansyah mengatakan: November 13, 2009 pukul 11:53 am saya ingin bertanya . apa beda’y tawas dgn pac secara pembuatan’y? mas,saya membuat tawas dari kaleng minuman bekas dgn pelarut campuran HCL pekat& H2SO4 pekat dgn pbndingan 3:1. -ada parameter zat yg tdk terlarutkan tdk mmenuhi stndar.ngaruh tdk ke koagulan saya? 19. Ridwan mengatakan: November 28, 2009 pukul 3:25 am dear sir, this is the description. river water with brown colour,and turbidity 200-300 Ntu flow water 120 m3/hr. we use PAC and NaOH problem : until now, the quality of water still worse, the floc smaller and the colour only change a little bit. can you give me your suggestion? and how much dosage I must use ? please email me at verawati.lioe@gmail.com best regards verawati lioe 20. awan mengatakan: Januari 8, 2010 pukul 8:24 am 15 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Pak saya mau tanya…. Air Sadah itu apakah berbahaya bagi kesehatan manusia? Ditempat teman saya itu didaerah pegunungan kapur, dengan kualitas air kesadahanya >200 dan TDS >500 ppm. Untuk mengatasi masalah ini gimana pak mohon solusinya (yang murah, bahan mudah didapat, dan bisa dikerjakan semua orang. Terimakasih Pak…. 21. NURUL QOMARIAH mengatakan: Januari 25, 2010 pukul 2:26 am klo sudh mnggunkan anticoaguln trsebut apakah pengu=aruh bhan kmia laen jg akn hilang atau berkurang??? misalx saja kadar nitrit… 22. gatot budhi mengatakan: Mei 6, 2010 pukul 1:56 am mo nanya mz, saya melakukan jartest menggunakan alum, ferro, SF, dan kapur terhadap limbah gasket. hasilnya, air menjadi jernih pada penambahan alum dan kapur.. yang jd pertanyaan.. ko setelah analisis COD hasil jartestnya masih tinggi ya.. misal air RAW COD 8000 ppm, setelah proses cuma turu jd 7000 ppm, msh terlalu besar CODnya.. mohon bantuannya.. 23. yandi mengatakan: Mei 18, 2010 pukul 7:45 am Dh, Perkenalkan nama saya yandi, saya mo minta pendapat ne, saya lagi melakukan penelitian tugas dari kampus mengenai pengolahan air. saya memiliki data bahwa untuk air baku yang akan diolah tersebut memiliki Turbidity berubah2 rata-rata:50 NTU malahan bisa sampai 200 NTU tergantung cuaca, karena dia berasal dari air sungai. kemudian air tersebut diolah di flokulator tanpa ada proses setling terlebih dahulu. sedangkan chemical yang digunakan yaitu NaOH yang berfungsi untuk menaikkan pH (dimana pH air baku rata-rata 5,6) dan kemudian diinjeksikan Alumunium Sulfat in line +- 10 meter jara dari injeksi NaOH, jadi bisa dibilang pengadukan disana dengan memanfaatkan aliran turbulance. kemudian air baku tersebut masuk ke flocculator yang di intek flocculator tersebut di injeksikan lagi PAC , dan juga untuk flocculator yang digunakan ini tidak menggunakan agitator. berdasarkan deskripsi saya diatas, saya mau bertanya: 1. apakah injeksi chemical (NaOH dan Alum) tersebut efektif 2. kemudian pemakaian chemical kogulan dan flokulan (alum dan PAC) tersebut memang boleh/bisa di gabungkan, berhubung kondisi operasi nya berbeda. 3. seberapa besar pengaruh agitator dalam flocculator. 4. pada saat pengoperasian pada flocculator tersebut terutama pada siang hari terbentuk busa pada permukaan flocculator, dan floc yang terbentuk tidak mengendap, menurut Bapak apa penyebabnya. apakah ada faktor cuaca yang panas?? Mohon bantuannya dan masukannya, atas bantuan dan jawabannya saya ucapkan banyak terimakasih. salam Yandi 24. syarif mengatakan: Mei 30, 2010 pukul 5:07 pm 16 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... kalau saya mencampurkan air yg kuning atau merah dengan PAC,apakah air jernih yg dihasilkan bisa dimasak lalu kemudian bisa dikonsumsi untuk diminum, atau adakah kimia untuk air yg demikian,yg bisa untuk layak minum? 25. garri mengatakan: Juni 2, 2010 pukul 1:42 pm halo kk;;;;; emm mita karya ilmiah tentang menjernihkan air sungai dengan biji asam nya,,, 26. garri mengatakan: Juni 2, 2010 pukul 1:45 pm oia;;;; aku dapat tugas tuk buat katya imiah jadi aku pilihj judulnya menjernihkan air sungai dengan biji asam tap aku blom dapat reverensinya,..,,. boleh ya kk buatkan 27. garri mengatakan: Juni 2, 2010 pukul 1:46 pm < oia;;;; aku dapat tugas tuk buat katya imiah jadi aku pilihj judulnya menjernihkan air sungai dengan biji asam tap aku blom dapat reverensinya,..,,. boleh ya kk buatkan 28. syabrina mengatakan: Juni 13, 2010 pukul 5:53 am Assl,,, Mas mau tanya keuntungan dan kekurangan dari alum dan PAC sebagai koagulan itu apa ya?? trus,,, referensi tentang koagulan ntu bsa dcari dmna lagi ya mas??? ada saran,, coz btuh bnged buat laporan akhir,,, Thnk before 29. windhu mengatakan: Juni 22, 2010 pukul 3:30 am kami punya masalah dengan kolam pengendap yang ada yaitu tingginya TSS yg keluar dari outlet msh > bml, pdhal kami sdh pakai dosis tawas spt umumnya, yg jd masalah adalah ukuran butir batuan lempung yang ada disekitar lokasi tambang kami berbutir sangat halus, apakah ada saran utk hal ini? 30. nor hidayah mengatakan: 17 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Juli 16, 2010 pukul 1:07 pm salam.. encik, sye ingin bertanye apakah pendapat encik jika kita menggunakan jus pandan sebagai alum? minta jasa encik untuk memberikan ulasan di alamat email saya eida300686@yahoo.com.my segala khidmat bantuan encik saya dahulukan dengan ucapan terima kasih. sekian, terima kasih nor hidayah 31. teguh mengatakan: Juli 22, 2010 pukul 2:01 pm dear sir, assalamualaikum, wr, wb. sya mempunyai planing tentang pemanfaatan limbah degreasing pada proses chemical treatment pada besi sebelum pengecatan. Pada proses degresing ini, terdapat HCl + degreaser yang pada nantinya akan berfungsi sebagai remover dari grease ataupun minyak yang melekat pada besi sekaligus menghilangkan karat yang ada. Bgmana menuryt anda? Pemanfaatan sisa buangan kan juga mengandung FeCl3 yang dapat dijadikan sebagai koagulan? terima kasih w3 32. asep turyadi mengatakan: Agustus 23, 2010 pukul 4:04 am saya mau tanya proses terbentuknya AlCl3, yang saya ketahui bahwa kemurnian AlCl3 dalah 98% dan sisa 2 % nya zat apa? tolong di bantu ya untuk bahan skripisi saya 33. Mursid Budi S mengatakan: Agustus 23, 2010 pukul 6:19 am Dear, All Please give me the complete identity of ARIFIN PARARAJA : Min. His ADDRESS AND MOBILE. I’ll contact him ASAP. There’s a good job (project) for him. My mobile 081 330428319 Waiting your good respond and news, I would like to say, thank you. Regards, Mursid Budi S Alumni 1994 34. lasha mengatakan: September 26, 2010 pukul 3:20 am saya lg nyari referensi mengenai alum… untuk penyusunan laposan.. boleh ndak tau u dapat refrensi tentang alum dan reakasinya di atas dari mana.. saya membutuhkan nya untuk.. kutipan pada daftar pustaka.. tolng bgat yaaa.. 35. Dinus mengatakan: Oktober 12, 2010 pukul 3:34 am 18 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... 1. apakah dalam penentuan ph harus dilakukan terlebih dahulu untuk menentukan dosis tawas 2. apakah tawas menjadi alternatif yang baik untuk penjernihan air,terutama air sumur 3. Efek yang terjadi pada air sumur ketika dosis tawas berlebihan ? 4. kira-kira untuk air sumur dengan kedalaman 1meter dan diameter 1,5 berapa ukuran ideal tawas yang digunakan terus berapa lama proses nya, sampai air dapat digunanakan (berapa jam) ? 36. Aries mengatakan: Desember 1, 2010 pukul 3:02 pm Terima kasih untuk INFO diatas. saya juga mengalami air sumur yg keruh. walau keliatan bening akhirnya juga akan terlihat keruh. yg ingin saya tanyakan apakah perbedaan pemakaian ZEOLIT dan PAC…terima kasih 37. botoy mengatakan: Desember 16, 2010 pukul 1:00 am perkenalkan nama saya botoy saya ingin bertanya kepada admin dan juga arif.. bagaimana ALUM, PAC, Kitosan, dan zeolite dapat membentuk flok dalam suatu proses Jar test.. trus yang mana kah yang lebih bagus diantara ke 4 jenis koagulan tersebut untuk menjernihkan air.. dan apabila dilakukan pencampuran antara kitosan + Alum kitosan + PAC Kitosan + Zeolite.. yang manakan menghasilkan nilai kekeruhan yang terbaik?.. mohon bantuan nya ya saudara sekalian.. kalau bisa saya minta email atau YM nya saudara admin dan juga saudara Arif.. 38. citra mengatakan: Januari 9, 2011 pukul 4:00 pm Perkenalkan nama sy citra, sy ingin menusun proposal yang berkaitan dengan pemurnian air garam. mohon link dari referensi yang anda tuliskan dalam blog anda di atas pak. Terima kasih ^^ 39. erna handayani mengatakan: Januari 17, 2011 pukul 2:19 am Selamat siang, saya mau bertanya masalah penjernihan air. kalau settling pond yang ada sebanyak 10 kolam maka pemberian tawas itu diberikan berapa banyak/ karung jumlahnya? dan berapa kolam yang harus diberi tawas (kolam ke berapa yang harus diberi tawas lebih banyak)? terima kasih. ditunggu balasannya 40. erna handayani mengatakan: Januari 17, 2011 pukul 2:22 am saya mau bertanya masalah penjernihan air di settling pond. kalau saya menemukan ada 10 kolam settling pond maka berapa banyak/ karung tawas yang dibutuhkan untuk menjernihkan air tersebut? dan settling pond yang keberapa yang harus diberi tawas lebih banyak? 19 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... terima kasih. ditunggu balasannya. 41. hesty mengatakan: Januari 29, 2011 pukul 10:09 am bisa diberikan sumber dari artikel ini? agar lebih jelas lagi. terima kasih. mohon informasinya. 42. joly mengatakan: Mei 25, 2011 pukul 6:42 am saya orang awam mengenai bahan kimia, tapi saya ingin sekali tau bagaimana caranya menetralisir kadar keasaman air tanah soalnya ditempat saya airnya jernih tapi rasanya sangat asam hingga kalo nyuci baju putih jadi kuning dan kalo sikay gigi jadi ngilu, tolong ya tks 43. yusuf mengatakan: Mei 27, 2011 pukul 1:46 pm apa pengaruhnya penambahan koagulasi terhadap parapeter/sifat kimia air berupa pH, TDS, TSS, TS, alkalinity, asidity, Ca Hardness and Total Hardness?????????????????????????? 44. yusuf mengatakan: Mei 27, 2011 pukul 2:00 pm @ hesty : ment gua banyak sekali sumber referensi utk proses utilitas ini misalnya buku MPA (metode penelitian Air) atau buku Nalco Water Handbook atau Kurita Handbook of Water treatment yang bisa di unduh dengan mudah dan gratis di library.nu terimakasihh senang rasanya bisa berbagi tingkatkan ukhuwah jalin tali siiraturahmi 20 of 21 8/14/2011 11:14 AM
    • BAHAN KIMIA PENJERNIH AIR (KOAGULAN). « Smk Negeri 3 Kim... http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:9X6Bw-sg3AAJ... Tinggalkan Balasan Masuk Masuk Masuk Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik. Kirim Komentar Beritahu saya tulisan baru lewat surat elektronik. MENGHANCURKAN PLASTIK DENGAN AIR KETRAMPILAN PALING DICARI PERUSAHAAN Blog pada WordPress.com. | Theme: Greyzed by The Forge Web Creations. 21 of 21 8/14/2011 11:14 AM