PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI
USAHA DAN ENERGI M...
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI
USAHA DAN ENERGI MELALUI MODEL BELAJAR SISTEM (Studen...
mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, ide, gagasan,
dan pertanyaan
E. Manfaat Penelitian
1. Ba...
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA N 48 Jakarta untuk mata pelajaran
fisika. Sebagai subjek dalam penelitia...
D. Prosedur Penelitian
Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah:
– Sebagian besar (75%) dari siswa berani dan ma...
penilaian isi dari laporan
yang dibuat
Ketuntasan hasil belajar Dihitung dari nilai tes.
Siswa yang memperoleh
nilai lebih...
No. Jenis Penggunaan Jumlah/Rp Keterangan
1. ATK Rp…….. …
2. Transportasi Rp…….. …
3. Foto Copy Rp……. …
4. Pengumpulan Dat...
I. Jadwal Penelitian
No Kegiatan
Bulan
1 2 3 4
1 Persiapan ****
2 Pelaksanaan Siklus 1
a. Perencanaan Tindakan *
b. Pelaks...
Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi s...
Sogol ptk plpg
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sogol ptk plpg

655 views
485 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
655
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Sogol ptk plpg

  1. 1. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI USAHA DAN ENERGI MELALUI MODEL BELAJAR SISTEM (Student Team Achievement Devision) PADA SISWA KELAS X SMK RISTEK KIKIN JAKARTA D I S U S U N OLEH: SOGOL ,S.Pd ANGKATAN 14 PLPG RAYON 137 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR.HAMKA JAKARTA 2011
  2. 2. UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA MATERI USAHA DAN ENERGI MELALUI MODEL BELAJAR SISTEM (Student Team Achievement Devision) PADA SISWA KELAS X SMK RISTEK KIKIN JAKARTA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah  Mengapa masalah yang diteliti itu penting? Siswa kelas XII lebih senang mengerjakan soal dengan cepat tanpa harus memahami konsep. UN dan Ujian Seleksi Masuk PTN yang menggunakan tes model pilihan ganda telah membuat mereka mengikuti kebiasaan menyelesaikan soal dengan cara cepat tanpa konsep seperti yang diperoleh dari tempat bimbel.  Apa yang membuat penelitis gelisah dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti? Siswa tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran di kelas karena penanaman konsep melalui metode yang susah di pahami sedangkan soal yang dihadapi dengan mudah dijawab dengan cara Bimbel.  Gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan? Siswa memandang rendah guru karena tidak secepat guru bimbelnya dalam menyelesaikan soal fisika. B. Perumusan Masalah  Apakah penerapan pembelajaran berbasis Pembelajaran Koopertif (Cooperative Learning) Tipe think Pair and Share dapat meningkatkan Pemahaman Konsep Difraksi Cahaya pada siswa kelas XII IPA SMA N 48 Jakarta?  Bagaimana penerapan pembelajaran berbasis Pembelajaran Koopertif (Cooperative Learning) Tipe think Pair and Share dapat meningkatkan Pemahaman Konsep Difraksi Cahaya pada siswa kelas XII IPA SMA N 48 Jakarta? C. Cara Memecahkan Masalah Cara pemecahan masalah yang akan digunakan dalam PTK ini yaitu metode Pembelajaran Koopertif (Cooperative Learning) Tipe think Pair and Share. Dengan metode ini diharapkan motivasi siswa dalam Pemahaman Konsep Difraksi Cahaya dapat meningkat D. Tujuan PTK 1. Kepala Sekolah dapat menerima masukan sebagai upaya meningkatkan mutu sekolah 2. Guru dapat meningkatkan strategi dan kualitas pembelajaran Fisika di SMA N 48 Jakarta 3. Siswa dapat memahami konsep dan mampu menyimpannya lebih lama dalam memorinya karena berperan aktif dalam proses pembelajaran sehingga merasa dirinya
  3. 3. mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, ide, gagasan, dan pertanyaan E. Manfaat Penelitian 1. Bagi siswa: proses belajar mengajar Fisika di SMA N Jakarta menjadi menarik dan menyenangkan 2. Bagi guru: ditemukan strategi pembelajaran yang tepat (tidak konvensional), tetapi bersifat variatif 3. Bagi sekolah: hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Fisika di SMA N Jakarta meningkat BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kajian Teori Hakekat Model Pembelajaran Koopertif (Cooperative Learning) Tipe think Pair and Share 1. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) 2. Tipe think Pair and Share Hakekat Hasil Belajar dan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Fisika 1. Hakekat Hasil Belajar 2. Hakekat Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Fisika B. Hipotesis Tindakan 1. Dengan diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe think Pair and Share dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mata pelajaran Fisika di SMA N 48 Jakarta BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Seting Penelitian: 1. Tempat Penelitian
  4. 4. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA N 48 Jakarta untuk mata pelajaran fisika. Sebagai subjek dalam penelitian ini adalah kelas XII tahun pelajaran 2011/2012 dengan jumlah siswa sebanyak 40 orang, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru 2010/2011, yaitu bulan Juli sampai dengan November 2011. Penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah, karena PTK memerlukan beberapa siklus yang membutuhkan proses belajar mengajar yang efektif di kelas. 3. Siklus Penelitian PTK ini dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam mengikuti mata pelajaran Fisika melalui pembelajaran kooperatif Tipe think Pair and Share Siklus 1 1. Perencanaan (planning) 2. Pelaksanaan tindakan 3. Pengamatan (observasi) 4. Refleksi SIKLUS II Pada siklus II dilakukan tahapan-tahapan seperti pada siklus I tetapi didahului dengan perencanaan ulang berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh pada siklus I, sehingga kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I tidak terjadi pada siklus II. Beberapa alternatif meningkatkan hasil yang dicapai adalah dengan mengubah cara pembentukan kelompok, yang mula-mula ditunjuk oleh guru, pada siklus II siswa boleh menentukan kelompoknya sendiri. B. Subyek Penelitian Dalam PTK ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas X yang terdiri dari 40 siswa dengan komposisi perempuan 22 siswa dan laki-laki 18 siswa C. Jenis Penelitian: Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian tindakan kelas
  5. 5. D. Prosedur Penelitian Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah: – Sebagian besar (75%) dari siswa berani dan mampu menjawab pertanyaan dari guru. – Rata-rata nilai formatif mencapai KKM – Sebagian besar (70%) dari siswa berani menanggapi dan mengemukakan pendapat tentang jawaban siswa yang lain. – Sebagian besar (70%) dari siswa berani dan mampu untuk bertanya tentang materi pelajaran pada hari itu. – Lebih dari 80% anggota kelompok aktif dalam mengerjakan tugas kelompoknya. – Penyelesaian tugas kelompok sesuai dengan waktu yang disediakan. E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Observasi 2. Wawancara 3. Dokumentasi F. Analisis Data 1. Analisis hasil observasi mengenai : • keaktifan siswa melakukan eksperimen, partisipasi dalam kelompok • Hasil kegiatan kelompok • Jawaban pertanyaan dan kaitannya dengan hasil kegiatan kelompok.€ 2. Bebarapa indikator keberhasilan pada siklus I Aspek Pencapaian Siklus I Cara mengukur Keaktifan siswa melakukan eksperimen Diamati saat eksperimen berlangsung, lembar pengamatan oleh peneliti. Diamati dari siswa yang aktif dalam melakukan eksperimen Interaksi antar siswa dalam kelompok Diamati ketika siswa melakukan diskusi, dicatat keterlibatan masing-masing siswa dalam kelompok Ketepatan waktu dan cara mengerjakan leporan Diamati dari ketepatan mengumpulkan laporan dan
  6. 6. penilaian isi dari laporan yang dibuat Ketuntasan hasil belajar Dihitung dari nilai tes. Siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 dinyatakan lulus Bebarapa indikator keberhasilan pada siklus II Aspek Pencapaian Siklus II Cara mengukur Keaktifan siswa melakukan eksperimen Diamati saat eksperimen berlangsung, lembar pengamatan oleh peneliti. Diamati dari siswa yang aktif dalam melakukan eksperimen Interaksi antar siswa dalam kelompok Diamati ketika siswa melakukan diskusi, dicatat keterlibatan masing- masing siswa dalam kelompok Ketepatan waktu dan cara mengerjakan leporan Diamati dari ketepatan mengumpulkan laporan dan penilaian isi dari laporan yang dibuat Ketuntasan hasil belajar Dihitung dari nilai tes. Siswa yang memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70 dinyatakan lulus G. Personalia Penelitian 1. PENELITI : Sogol 2. KOLABORATOR : H. Rincian Pembiayaan
  7. 7. No. Jenis Penggunaan Jumlah/Rp Keterangan 1. ATK Rp…….. … 2. Transportasi Rp…….. … 3. Foto Copy Rp……. … 4. Pengumpulan Data Rp…….. …… 5. Analisis Data Rp……. …… 6. Penyusunan Draf Awal Rp……. …… 7. Seminar Rp…….. ……. 8. Perbaikan Laporan Rp……. ……. 9. Penggandaan Laporan Rp…….. ……
  8. 8. I. Jadwal Penelitian No Kegiatan Bulan 1 2 3 4 1 Persiapan **** 2 Pelaksanaan Siklus 1 a. Perencanaan Tindakan * b. Pelaksanaan Tindakan *** *** c. Analisis & Refleksi * 3 Pelaksanaan Siklus 2 a. Perencanaan Tindakan b. Pelaksanaan Tindakan c. Analisis & Refleksi 4 Penyusunan Laporan Hasil Penelitian 5 Penggandaan dan Pengiriman Hasil J. Daftar Kepustakaan • Depdiknas. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka • Ismail. (2003). Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran), Modul Diklat Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat PLP. • Rahmadi Widdiharto. (2006). Model-model Pembelajaran Matematika. Makalah diklat guru pengembang matematika SMP. Yogyakarta: PPPG Matematika. • Slavin (1994). Cooperative Learning, Theory, Research, and Practice (Second Edition). K. Daftar Riwayat Hidup Peneliti
  9. 9. Pembelajaran Berdasarkan Masalah Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. Langkah-langkah: 1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. 4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya. 5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. Kelebihan: 1. Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik. 2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain. 3. Dapat memperoleh dari berbagai sumber. Kekurangan: 1. Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai. 2. Membutuhkan banyak waktu dan dana. 3. Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini Model Pembelajaran Kooperatif tipe think Pair and Share • Guru mengajarkan materi seperti biasa, alat peraga disarankan . • Dengan tanya jawab, guru memberikan contoh soal. • Guru membrikan soal yg dikerjakan siswa berdasar persyaratan soal sebagai problem. • Siswa di pandu guru menyelesaikan soal. • Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya • Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa • Guru memberi kesimpulan • Penutup

×