Your SlideShare is downloading. ×
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Memperbaiki reparasi radio
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Memperbaiki reparasi radio

28,317

Published on

2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
28,317
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
152
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB. IPENDAHULUANA. DESKRIPSIModul dengan judul “Memperbaiki/Reparasi Radio” dengan kode ELKA-R.AM.004.A berisi materi dan informasi tentang sistem pesawat penerimadengan sistem Amplitudo Modulasi (AM) dan Frekuensi Modulasi (FM),Mengamati gejala kerusakan, Mengalokasi kerusakan, Melakukan analisa hasilpengukuran, Melakukan perbaikan/reparasi, Menguji hasil perbaikan/reparasi,Membuat laporan perbaikan. Materi diuraikan dengan pendekatan praktis disertaidengan ilustrasi yang cukup agar siswa mudah memahami materi yangdisampaikan.Setiap akhir materi disampaikan rangkuman yang memuat intisari materidilanjutkan test formatif. Setiap siswa harus mengerjakan test tersebutsebagai indikator penguasaan materi, jawaban test kemudian diklarifikasikandengan kunci jawaban. Guna melatih keterampilan dan sikap kerja yangbenar, setiap siswa dapat berlatih dengan pedoman lembar kerja yang ada.Diakhir modul terdapat evaluasi sebagai uji kompetensi siswa. Uji kompetensidilakukan secara teoritik dan praktik. Uji teoritis dilakukan siswa denganmenjawab pertanyaan yang ada pada soal evaluasi, sedangkan uji praktikModul ELKA-MR.AM.004.A)1
  • 2. dengan meminta siswa mendemontrasikan kompetensi yang harus dimilikidan guru/instruktur menilai berdasarkan lembar observasi yang ada. Melaluievaluasi tersebut dapat diketahui apakah siswa mempunyai kompetensimemperbaiki/ reparasi radio dengan sub kompetensi:1. Mempersiapkan pekerjaan perbaikan/reparasi2. Mengamati gejala kerusakan3. Mengalokasi kerusakan4. Melakukan analisa hasil pengukuran5. Melakukan perbaikan/reparasi6. Menguji hasil perbaikan/reparasi7. Membuat laporan perbaikan.B. PRASARATUntuk menguasai kompetensi memperbaiki/reparasi radio dengan kode:ELKA-MR-AM.004.A peserta didik dipersyaratkan menyelesaikan moduldengan kompetensi menggunakan alat/instrumen bantu keperluan pengukurankode: ELKA-MR. UM. 005. AC. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL1. Petunjuk bagi peserta diklatModul ELKA-MR.AM.004.A)2
  • 3. Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal, dalam menggunakanmodul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain:a. Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang adapada masing-masing kegiatan belajar. Bila ada materi yang kurangjelas, peserta diklat dapat bertanya pada guru atau instruktur yangmengacu kegiatan belajar.b. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahuiseberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materiyang dibahas dalam setiap kegiatan belajar.c. Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik, perhatikanlahhal-hal berikut ini:1) Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku.2) Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik.3) Sebelum melaksanakan praktikum, identifikasi (tentukan) peralatandan bahan yang diperlukan dengan cermat.4) Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar.5) Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas, harusmeminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu.6) Setelah selesai, kembalikan alat dan bahan ke tempat semula.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3
  • 4. d. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan, ulangilagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guruatau instruktur yang mengacu kegiatan pemelajaran yangbersangkutan.2. Petunjuk Bagi GuruDalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk:a. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar.b. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yangdijelaskan dalam tahap belajar.c. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep, praktik baru, danmenjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar pesertadiklat.d. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumbertambahan lain yang diperlukan untuk belajar.e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja untukmembantu jika diperlukan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)4
  • 5. D. TUJUAN AKHIRDari kriteria unjuk kerja ketrampilan kognitip maupun dengan imajinasipsikomotorik seperti unit kompetensi maka peserta diklat diharapkan:1. Dapat menjelaskan prinsip kerja Pesawat Penerima Radioa. Pesawat Penerima sistem AM/Band MWb. Pesawat Penerima sistem FMc. Menyiapkan instrumen/alat ukur keperluan perbaikan.2. Dapat melakukan teknik mencari gejala kerusakana. Pada Tombol powerb. Tombol Pengatur Volumec. Tombol Pencari Gelombang3. Trampil Mengalokasi kerusakana. Kerusakan pada komponenb. Masalah koneksitas pada PCB atau kabelc. Masalah pada bagian mekanik.4. Melakukan analisa hasil pengukurana. Mengacu pada skema rangkaianb. Berdasarkan diagnosa jenis kerusakan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5
  • 6. 5. Trampil Melakukan Perbaikan /reparasi6. Trampil Menguji hasil perbaikan/reparasi7. Membuat laporan perbaikan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6
  • 7. E. KOMPETENSI:Modul ELKA-MR-AM.004.A membentuk kompetensi “Memperbaiki/Reparasi Radio”. Uraian kompetensi dansubkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini.PROGRAM DIKLAT : Memperbaiki/Reparasi RadioKODE : ELKA-MR.AM.004.AALOKASI WAKTU : 100 Jam @ 45 menitLEVEL KOMPETENSI KUNCIA B C D E F G2 3 3 2 2 3 3KONDISI KINERJA1. Unit kompetensi ini berlaku untuk perbaikan radio AM-FM baik yang dilakukan di pusatperbaikan (service center) televisi maupun di bengkel-bengkel service radio.2. Shcematic diagram/buku service manual yang berlaku sesuai dengan merek tipe masing-masing radio.3. Peralatan dan bahan yang dipergunakan:Peralatan umum perbaikan elektronika radio meliputi: Toolkit, Multitester dan Osiloskop dll.Bahan: kabel, timah solder, komponen elektronik dan bagian mekanik.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7
  • 8. Modul ELKA-MR.AM.004.A)8
  • 9. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN1.Mempersiapkanpekerjaanperbaikan/ reparasi1.1. Spesifikasi dan cara kerja radiodikuasai lebih dulu.1.2. Kebutuhan peralatan kerja mekanisdan alat ukur listrik serta bahanreparasi dipersiapkan dandiidentifikasi apakah sesuai denganSOP (Standard Operation Procedure).1.3. Tempat kerja dipersiapkan dandibebaskan dari kemungkinan bahayakecelakaan.1.4. Perlengkapan keselamatan dankesehatan kerja digunakan secarabenar serta langkah pengamanandilakukan sesuai dengan proseduryang diberlaku-kanMereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMenyiapkanperalatan kerjamekanis dan alatukur listrik sertabahan reparasisesuai denganSOPMenyiapkantempat kerja yangbebas darikemungkinankecelakaan kerjaMenggunakanperlengkapankeselamatan dankesehatan kerjasecara benar sertadengan langkahpengamanansesuai denganprosedur yangdiberlakukanSistim Radio AM, FM Menyiapkan peralatankerja mekanis dan alatukur listrik serta bahanreparasi sesuaidengan SOPMenyiapkan tempatkerja yang bebas darikemungkinankecelakaan kerjaMenggunakanperlengkapankeselamatan dankesehatan kerjasecara benar sertadengan langkahpengamanan sesuaidengan prosedur yangdiberlakukanModul ELKA-MR.AM.004.A)9
  • 10. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN2.Mengamati gejalakerusakan2.1. Radio tape recorder dioperasikanuntuk diamati gejala kerusakanyang timbul dengan melakukanpengamatan pada bagian-bagian:Tombol powerTombol pengatur volumeTombol pencari gelombangAM/FM.2.2. Dilakukan identifikasi terhadap gejalayang timbul sesuai denganfungsinya.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMengamati gejalakerusakan melalui :Tombol powerTombolpengaturvolumeTombol pencarigelombangAM/FMMengidentifikasigejala kerusakanyang timbulSistim Radio AM, FM Mengamati gejalakerusakan melalui :Tombol powerTombol pengaturvolumeTombol pencarigelombang AM/FMMengidentifikasigejala kerusakanyang timbulModul ELKA-MR.AM.004.A)10
  • 11. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN3.Mengalokasikerusakan3.1. Berdasar pada gejala kerusakan yangtimbul lalu diklasifikasikan jeniskerusakannya yang dapat berupa :Kerusakan pada komponenMasalah koneksitas padaPCB atau kabelMasalah pada bagianmekanik.3.2. Dilakukan pengalokasian kerusakanpada rangkaian, blok rangkaian ataubagian mekaniknya3.3. Urutan pemeriksaan ditetapkansesuai prosedur buku petunjuk servis(service manual) pada titik-titikpengukuran ditentukan untuk mencarikerusakannya.3.4. Dilakukan pengukuran denganmengamati tegangan, bentuk pulsapada titik-titik pengukuran yang sudahditetapkan dengan alat ukur misalnyaMultitester dan Osiloskop.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMendiagnosa jeniskerusakan padakomponen,koneksitas padaPCB atau kabel,dan bagianmekanikMengalokasikankerusakan padarangkaian, blokrangkaian ataubagian mekaniknyaMelakukanpemeriksaan titik-titik pengukuranuntuk dapatmencari kerusakansesuai urutan padaprosedur bukumanual.Melakukanpengukuran danmengamatitegangan, bentukSistim Radio AM, FM Mendiagnosa jeniskerusakan padakomponen, koneksitaspada PCB atau kabel,dan bagian mekanikMengalokasikankerusakan padarangkaian, blokrangkaian atau bagianmekaniknyaMelakukanpemeriksaan titik-titikpengukuran untukdapat mencarikerusakan sesuaiurutan pada prosedurbuku manual.Melakukanpengukuran danmengamati tegangan,bentuk pulsa pada titikpengukuran yangsudah ditentukan.Modul ELKA-MR.AM.004.A)11
  • 12. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN4Melakukan analisahasil pengukuran4.1. Dengan mengacu pada skemarangkaian serta buku service manualhasil-hasil pengukuran dianalisa.4.2. Dari hasil analisa lalu didiagnosa jeniskerusakan secara benar.Mereparasi RadioTape RecorderCermat dan telitidalamMelakukan analisahasil-hasilpengukuran sesuaibuku servicemanualMenetapkan jeniskerusakan secarabenarAnalisa hasilpengukuran kerusakanMelakukan analisahasil-hasil pengukuransesuai buku servicemanualMenetapkan jenisksecara benarModul ELKA-MR.AM.004.A)12
  • 13. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN5.Melakukanperbaikan/Reparasi5.1. Sesuai hasil diagnosa perbaikandapat dikerjakan dengan pergantiankomponen, repair/penggantian bagianmekanik atau dengan perbaikansolder, adjustement/seting ulang.5.2. Perbaikan dapat pula dikerjakandengan hanya pembersihan padajalur-jalur rangkaian, konektro-konektor atau bagian mekanik bilatidak perlu dilakukan penggantiankomponen.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dalamMengerjakanpergantiankomponen, repair/penggantianbagian mekanikatau denganperbaikan solder,adjustement/setingulang.Membersihkanjalur-jalurrangkaian,konektor-konektoratau bagianmekanik bila tidakperlu dilakukanpenggantiankomponen.Teknik Reparasi Mengerjakanpergantian komponen,repair/ penggantianbagian mekanik ataudengan perbaikansolder,adjustement/setingulang.Membersihkan jalur-jalur rangkaian,konektor-konektor ataubagian mekanik bilatidak perlu dilakukanpenggantiankomponen.Modul ELKA-MR.AM.004.A)13
  • 14. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN6.Menguji hasilperbaikan/ reparasi6.1.Hasil perbaikan atau pergantiankomponen diuji dengan running testuntuk mengamati aktivasi kerjasistemnya.6.2. Dilakukan tindakan korektif jikapekerjaan running test tidak berjalandalam kondisi normal.6.3. Untuk memastikan kerusakan yangditemukan bukan diakibatkan olehbagian atau komponen lain sehinggadapat dihindari kerusakan yang samaberulang, maka perlu dilakukananalisa lanjutan.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dan cermatdalamMenguji hasilperbaikan denganrunning test untukmengamatiaktivasi kerjasistemnya.Melakukantindakan korektifpada saatpekerjaan runningtest tidak berjalandalam kondisinormalPengujian hasilperbaikanMenguji hasilperbaikan denganrunning test untukmengamati aktivasikerja sistemnya.Melakukan tindakankorektif pada saatpekerjaan running testtidak berjalan dalamkondisi normalModul ELKA-MR.AM.004.A)14
  • 15. SUBKOMPETENSI KRITERIA KINERJALINGKUPBELAJARMATERI POKOK PEMELAJARANSIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN7.Membuat laporanperbaikan7.1. Setiap selesai dilakukan perbaikanatau penggantian komponen, perludibuatkan laporan berupa servicecheck list.7.2. Pada laporan supaya dituliskankomponen, bagian mekanik yangtelah dilakukan perbaikan/penggantian.7.3. Setiap selesai kegiatan perbaikandibuatkan riwayat perbaikan padahistory card.Mereparasi RadioTape RecorderTeliti dan rapidalam Membuatlaporan perbaikanatau penggantiankomponen dalambentuk check listMembuat riwayatperbaikan padahistory cardLaporan hasilperbaikanMembuat laporanperbaikan ataupenggantiankomponen dalambentuk check listMembuat riwayatperbaikan pada historycardModul ELKA-MR.AM.004.A)15
  • 16. F. CEK KEMAMPUAN SISWATabel dibawah ini untuk mengetahui kemampuan awal yang peserta diklatmiliki, maka berilah tanda cek list () dengan sikap jujur dan dapatdipertanggung jawabkan.Kompetensi PernyataanSaya dapatmelakukan pekerjaanini dengan kompetenTidak YaJika,Ya1. Dapat menjelaskanprinsip kerja PesawatRadio AM/Band MW Saya dapat menjelaskan diagram blok pesawat penerimaAM/band MW Saya dapat memahami prinsipkerja pesawat radio AM/Band MW Saya dapat menjelaskan carakerja setiap bagian.√Kerjakantesformatif 12. Dapat menjelaskanprinsip kerja PesawatRadio FM Saya dapat menjelaskan digramblok pesawat penerima FM Saya dapat memahami prinsipkerja pesawat radio FM Saya dapat menjelaskan carakerja setiap bagian.√Kerjakantesformatif 2Modul ELKA-MR.AM.004.A)1111
  • 17. 3. Dapat melakukanteknik mencari gejalakerusakanSaya dapat menjelaskan gejalakerusakan pada tombol power. Saya dapat menjelaskan gejalakerusakan pada tombol pengaturvolume. Saya dapat menjelaskan tombolpencari gelombang.√Kerjakantesformatif 34. Trampil mengalokasikerusakanSaya dapat menentukankerusakan pada komponen. Saya dapat menentukankerusakan koneksitas pada PCBatau kabel.√Kerjakantesformatif 45. Melakukan analisahasil pengukuranSaya dapat menganalisa hasilpengukuran berdasarkan gambarrangkaian. Saya dapat menganalisakerusakan berdasarkan jeniskerusakan.√Kerjakantesformatif 5Modul ELKA-MR.AM.004.A)1212
  • 18. 6. Trampil melakukanPerbaikan /reparasiSaya dapat melakukan perbaikanberdasarkan analisa pengukuran. Saya dapat melakukan perbaikanberdasarkan pengamatan gejalakerusakan.√Kerjakantesformatif 67. Trampil menguji hasilperbaikan / reparasiSaya dapat menguji hasilperbaikan berdasarkan analisapengukuran. Saya dapat menguji hasilperbaikan berdasarkanpengamatan gejala kerusakan.√Kerjakantesformatif 7Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas, makapelajarilah pada sub kompetensi modul ini yang tidak anda kuasai sampai andakompeten.BAB. IIPEMBELAJARANModul ELKA-MR.AM.004.A)1313
  • 19. A. RENCANA BELAJAR SISWARencana belajar siswa diisi oleh siswa dan disetujui oleh guru. Rencanabelajar tersebut adalah sebagai berikut:NAMA SISWA : ……………………………………….TINGKAT/KELAS : ……………………………………….No.Jenis Kegiatan Tanggal WaktuTempatBelajarParafGuru1. - Memahami prinsip kerjaPesawat Radio AM/BandMW- Memahami prinsip kerjaPesawat Radio FM- Menyiapkan alat ukuruntuk perbaikan/reparasi.2. - Memahami teknikmencari gejalakerusakan.3. - Mengalokasi kerusakan4. - Melakukan analisa hasilpengukuran5. - Melakukan Perbaikan/reparasiModul ELKA-MR.AM.004.A)1414
  • 20. 6. - Menguji hasilperbaikan/reparasi7. - Membuat LaporanB. KEGIATAN BELAJARKegiatan Belajar 1: Persiapan PekerjaanPerbaikan/ReparasiPada kegiatan belajar 1 ini membahas materi pembelajaran peserta diklatdipersiapkan untuk memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawatpenerima AM/band MW, pesawat penerima FM dan menyiapkan alat ukurkeperluan perbaikan/reparasi.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 1, peserta diklat diharapkan:1) Memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat penerimaAM/band MW.2) Memahami dan mengerti prinrip-prinsip dasar pesawat penerimaFMModul ELKA-MR.AM.004.A)1515
  • 21. 3) Menjelaskan diagram blok pesawat penerima AM/band MW dan FM4) Menyiapkan instrumen/alat ukur keperluan perbaikan.b. Uraian Materi1) DASAR-DASAR PESAWAT PENERIMA AM/BAND MWSemua sistem komunikasi, baik itu dari radio,televise,maupun yanglainnya terdiri atas dua bagian dasar:pesawat pemancar dan pesawatpenerima. Pesawat pemancar berfungsi membangkitkan danmeradiasikan suatu informasi melalui suatu gelombangelektromagnetik.Kecepatan gelombang elektromagnetik sama dengankecepatan cahaya yaitu sebesar 300.000 km/detik dan dinamakangelombang pembawa (carrier wave) informasi. Pesawat penerimamenangkap salah satu gelombang radio yang spesifik dari sejumlahgelombang yang ada di udara pada saat itu dan mengolahnya menjadisuatu informasi yang dapat dimengerti.Jenis pesawat penerima yang pertama kali ditemukan dikenal dengansebutan radio kristal. Penerima jenis ini hanya mampu menerima satustasiun pemancar dan dayanya pun sangat lemah. Pesawat penerimaradio, mulai berkembang setelah diketemukan tabung hampa (vacumtube) yang selanjutnya dibuat pesawat penerima yang disebut radioModul ELKA-MR.AM.004.A)1616
  • 22. langsung (straight receiver). Straight Receiver ini mempunyaikeuntungan dapat ditala pada beberapa stasiun pemancar, hanya masihmempunyai kelemahan yaitu harus mempunyai beberapa rangkaianpenguat dan penala sesuai dengan frekuensi stasiun yang ditala,demikian pula sistem pendeteksiannya.Suatu sistem pesawat penerima yang dikembangkan, yaitu pesawatpenerima super heterodyne, dapat dipergunakan baik dalam sistempenerima radio maupun televisi.Pesawat penerima super heterodyne prinsip bekerjanya sebagai berikut:a) Informasi bersama gelombang pembawanya (RF) yang datang padaantena, diseleksi oleh rangkaian penala sampai didapat suatu sinyalRF tertentu yang kemudian dicampur (dikonversikan) dengan satusinyal RF yang berasal dari osilator yang ada pada pesawatpenerima sendiri.b) Pencampuran kedua sinyal RF tersebut akan menghasilkan suatusinyal selisih dari kedua sinyal tersebut, yang biasanya disebutsinyal frekuensi menengah (IF).c) Pada sistem penerima radio AM besar frekuensi menengah (IF)umumnya 455 kHz.Modul ELKA-MR.AM.004.A)1717
  • 23. d) Oleh karena frekuensi osilator local bervariasi pada waktu rangkaianpenala divariasikan, maka selisih frekuensinya akan konstansebesar frekuensi menengah tersebut. Pencampuran ini mempunyaikeuntungan sebagai berikut:(1) Kekerasan hasil penguatan mempunyai harga yang lebih tinggikarena IF mempunyai frekuensi yang lebih rendah dari RF.(2) Amplifier IF dapat dirancang untuk suatu frekuensi yang spesifik,misalnya 455 kHz untuk setiap penerima radio AM.(3) Hanya ada dua penala yaitu rangkaian penala RF dan osilatorlocal. Sistem super heterodyne mempunyai kelemahan, yaituadanya efek frekuensi bayangan. Walaupun IF sudah merupakanfrekuensi selisihdari RF dari osilator local, namun jumlah kedua frekuensi punmuncul pula.Sistem penerima super heterodyne dapat digambarkan dengan blokdiagram sebagai berikut:AntenaModul ELKA-MR.AM.004.A)1818RF AMPMIXIF AMP DETEKTORAUDIOAMPl o u d s p e k e r8AVCOSCLOKAL
  • 24. Gambar 1. Diagram Blok Pesawat Penerima AMPesawat penerima radio yang dipelajari sekarang adalah suatupenerima dengan sistem amplitudo modulasi (AM) yang mempunyaidaerah frekuensi 520 kHz – 1630 kHz (577 – 184 meter) yang disebutdaerah gelombang menengah (medium wave band = MW).Penalaan untuk mendapatkan frekuensi pada daerah MW dilaksanakanoleh kerja sama antena, RF amplifier, dan osilator lokal. Hasil daripenalaan diberikan ke IF amplifier yang pada alat praktik merupakanbagian terpisah dari penala. Untuk lebih memahami prinsip kerja radiosuper heterodyne, coba perhatikan diagram blok radio super heterodynepada gambar blok diagram penerima super heterodyne. Kemudiansetelah memahi secara blok diagram, pelajari dengan teliti fungsi setiapbagian, seperti gambar 2 rangkaian Penala dibawah ini:Modul ELKA-MR.AM.004.A)1919
  • 25. 0ut0+V12V1uFL31uF+5pFL2D1-D2 41481mH1uF+01005C8291k4k74739039kSinyal radio masuk melalui antena dan masuk ke blok mixer+oscilator.Oscilator berfungsi membangkitkan sinyal dengan frekuensi 455 kHzlebih tinggi dari pada frekuensi sinyal yang masuk melalui antena.Gambar 2. Rangkaian PenalaPencampur (mixer)pada gambarrangkaian disampingmenjadi satu dengansinyal oscilator.Karena sinyal-sinyal ituberbeda 455 kHz,maka akanmembentuk suatusinyal 455 kHz sebagaihasil selisih dari duasinyal tersebut. Sinyalyang telah diubahmenjadi 455 kHz tersebut (sinyal IF) kemudian diperkuat oleh penguatIF tingkat pertama (IF1) dan penguat IF tingkat kedua (IF2). DenganModul ELKA-MR.AM.004.A)2020
  • 26. R A N G K . I F ( F R E K . M E N E N G A H )A V C ( a u t o m a t i cv o l u m e c o n t r o )+V12V.1IN60.10011S1S1P1P1P1S5k004.1.1004+220/16002+10/16C829C82910039k5k647015k39039047kdemikian, penguat IF itu hanya akan menguatkan sinyal yang berfungsi455 kHz.Gambar 3. Rangkaian Penguat IFGambar 3 dapat ditunjukan bagian/komponen AGC. Automatic GainControl (AGC) berfungsi sebagai pengatur penguatan tegangan (gain)Modul ELKA-MR.AM.004.A)2121AGC
  • 27. R A N G K . D E T E K T O RT R 3k e b a s i s T R 2+V12V005.1015kIN601S1P5K6470R A N G K . A U D I O A M P L I F I E R1n0TP12TP151314TP16TP11+V12v8+220/16+1uF+220/16.1uf1uF.1uF 220pfIN41485kC1684C1684B698D7342205601 1112k21k470150k1k470k33kdari penguat IF1 sedemikian rupa, sehingga penguatan ditambah padasinyal-sinyal masuk yang lemah dikurangi pada sinyal-sinyal masuk yangkuat. Dengan demikian, akan didapatkan suatu penguatan yang konstanuntuk sinyal yang berbeda-beda intensitasnya.Gambar 4. Rangkaian DetektorRangkaian detektor, digambarkanseperti gambar 4 rangkaian disampingdengan detektor dioda. Gulungan primertransformator IF (T3) menerima sinyal IFtermodulir dari penguat IF terakhir, dangulungan ini merupakan bebanimpedansi untuk transistor penguat.Sinyal IF dalam setiap siklus akan mengalir melalui gulungan sekunderyang selanjutnya sinyal ini diratakan oleh dioda, karena prinsip kerjadiode sebagai komponen perata.Sinyal audio akan diperoleh karena pada rangkaian detector jugadilengkapi kondenstor filter detector nilainya 0.01-0.05 mfd.Modul ELKA-MR.AM.004.A)2222
  • 28. Gambar 5. Rangkaian Audio AmplifierRangkaian audio amplifier pada pesawat ini terdiri atas empat buahpenguat (TR D734) sampai dengan TR B698) dan berfungsimemperkuat sinyal informasi hasil dari rangkaian detektor. Kekerasansuara dapat diatur dengan mengubah kedudukan VR 5k yang berfungsisebagai volume control.TR C1684 berfungsi sebagai penguat pertama audio amplifier dengankonfigurasi emitter terbumi (common emitter) dan melalui R33kmendapat umpan balik negatif dari output power amplifier. TujuanModul ELKA-MR.AM.004.A)2323
  • 29. umpan balik ini untuk memperlebar band switch sehingga kualitas suaramenjadi lebih baik. TR C1684 merupakan penguat tegangan tingkatkedua yang dapat disebut pula sebagai driver amplifier dengankonfigurasi yang sama. Transistor inipun mendapat umpan balik negatifmelalui R150k (lihat gambar). Penguatan kedua transistor inipun sudahdirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengeluarkan output yangdapat mengemudikan rangkaian power amplifier. Out-put rangkaianpenguat audio amplifier ini diteruskan ke loudspeaker yang merupakanbeban dari rangkaian. Sinyal informasi melalui pengatur volume makasinyal informasi ini dapat diatur besar kecilnya suara.2) SISTEM PESAWAT PENERIMA RADIOFMBLOK DIAGRAMDi bawah ini diperlihatkan blok diagram penerima radio FM.AntenaModul ELKA-MR.AM.004.A)2424RF AMPMixer IF AMP Limitter DiscriminatorLokalOscilatorDhemmphasisNetworkAF dan PowerAmplifiersl o u d s p e k e r8
  • 30. AGCGambar 6. Diagram Blok Pesawat Penerima Radio FMPENGUAT RF: Penerima AM broadcast dapat bekerja cukup baiksekalipun tanpa RF amplifier. Hal ini sulit dilakukan untuk sistem FMbekerja pada frekuensi yang tinggi. Seperti diketahui sistem FM adayang bekerja pada 1000 MHz (1GHz). Dengan adanya penguat RF inimaka sistem FM dapat bekerja pada input sinyal yang lebih rendah darisistem AM atau SSB, sebab istem AM dan sistem SSB tidak atau jarangmenggunakan penguat RF karena mereka dapat menekan inherentnoise. Dengan kata lain sistem FM dapat bekerja dengan sensitivitasyang lebih tinggi dari sistem AM dan sistem SSB. Sistem FM dapatmenerima sinyal 1 µV atau kurang jika dibandingkan dengan sistem AMdan SSB dengan minimum sinyal input 30 uV. Tetapi bila ingin sinyal 1uV diumpankan langsung ke mixer, inherent noise yang tinggi yangModul ELKA-MR.AM.004.A)2525
  • 31. dihasilkan oleh komponen aktif mixer akan merusak sinyal input yang 1uV tadi. Oleh sebab itu sangat penting untuk menguatkan sinyal 1 µV itusehingga menjadi 10-20 µV sebelum diberikan ke mixer. Itu sebabnyadibutuhkan RF amplifier pada sistem FM.Alasan yang ditemukan diatas sangat penting untuk diperhatikan untuksistem FM yang bekerja diatas 1GHz. Pada frekuensi tersebut, noiseinternal dari transistor naik ketika gain diturunkan. Noise ini jauh lebihrendah bila digunakan dioda sebagai mixer pasif dibandingkan transistoryang aktif.Sesungguhnya, penggunaan RF amplifier menurunkan pengaruhfrekuensi bayangan dan menurunkan pengaruh efek radiasi lokalosilator ke antena yang mengakibatkan di transmitnya interfrensi.Modul ELKA-MR.AM.004.A)2626
  • 32. O u t p u tI n p u t00+V12V1 1cv1np1C1C 1C1C2N4393R1R2R3Gambar 7 disampingsalah satu contohgambar rangkaian RFAmplifier dengankomponen aktif FET.FET RF AMPLIFIER:Impedansi input yangtinggi dari FET bukanlahdasar digunakannyaFET sebagai komponenaktif pada penguat RFsistem FM.Gambar 7. Penguat RF Amplifier dgnFETSebab pada frekuensi yang tinggi, impedansi input FET akan jauhmenurun akibat adanya kapasitas junctionnya. Adalah suatu kenyataanbahwa tidak selalu impedansi input merupakan pertimbangan bagi RFamplifier karena untuk frekuensi tinggi impedansi antena hanyabeberapa ratus ohm atau cukup rendah.Keuntungan utama penggunaan FET karena ia memiliki distorsi inputdan output yang dinyatakan dalam hukum kuadrat sementara tabungModul ELKA-MR.AM.004.A)2727
  • 33. outputinputoptional AGC.1C415V00.1C491k33k001CV11000pf1CV21CV21RFC1L31L22N37960.1C4hampa mempunyai hubungan daya 3/2 dan BJT mempunyai faktoreksponensial. Untuk komponen yang bekerja dengan hukum kuadratmemiliki sinyal output dengan frekuensi yang sama dengan input dengandistorsi komponen 2 kali lebih kecil dari frekuensi inputnya, sementarakomponen lainnya memiliki distorsi yang justru lebih besar. Juga denganFET dapat ditekan terjadinya intermodulasi distorsi.PENGUAT RF DENGAN MOSFET: Sebuah dual gate (gate ganda)common Source MOSFET RF amplifier adalah seperti diperlihatkan padagambar 8 dibawah:Modul ELKA-MR.AM.004.A)2828
  • 34. Rangk.LIMITERoutputinput15V.1C40000.1C4.1C4.1C4R1R2 R3R41CV11CV1NPN1CV1.1.1.1.1Gambar. 8: Penguat RF Amlpifier dengan MOSFETPenggunaan MOSFET gate ganda sebagai penguat RF memberikankeuntungan dapat diisolasinya input dari pengaruh tegangan AGC. Jugadengan MOSFET diperoleh keunggulan berupa naiknya daerah dinamisdibandingkan dengan JFET. Dengan kata lain, MOSFET masih bekerjapada hukum kuadrat pada lebar band yang lebih besar dibandingkandengan JFET.LIMITTER: Sebuah limitter adalah rangkaian yang mempunyaiamplitudo output yang konstant untuk semua input yang melebihi leveltertentu. Dalam sistem penerima FM ini dibutuhkan untuk menolakampiltudo modulasi dan variasi amplitodo yang tidak diingini, yangmerupakan noise. Kedua hal itu menyebabkan pengaruh yang tidakdiingini pada loudspeaker. Di samping itu, fungsi limitter juga mencakupAGC untuk ketika sinyal input menaik dari nilai atau levelnya dari yangditetapkan, untuk memberikan input yang konstant pada diskriminator.Secara ideal dapat dinyatakan bahwa diskriminator harus idealnya tidakmenanggapi perubahan amplitudo tetapi hanya perubahan frekuensi.Gambar 9 di bawah ini memperlihatkan rangkaian limitter dengantransistor. Ingat bahwa RC membatasi tegangan catu DC ke kolektor.Modul ELKA-MR.AM.004.A)2929
  • 35. Secepat input menaik, terjadilah pemotongan puncak sinyal akibatterbatasnya tegangan kolektor karena seperti diketahui, output transistortidak akan dapat melampaui tegangan VCC. Sedangkan rangkaiantangki pada bagian output ditala pada frekuensi tengah dari sinyal untukmeningkatkan selektivitas, dan merubah sinyal input yang belum sinusakibat pemotongan menjadi sinus.Gambar. 9: Rangkaian LimitterDiscriminator: berfungsi memungut kembali informasi dari frekuensitinggi pembawanya. Discriminator dapat juga disebut detektor padasistem AM. Dapat juga di definisikan sebagai rangkaian yang merubahvariasi frekuensi atau variasi fasa menjadi variasi amplitudo.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3030
  • 36. Deemphasis: adalah rangkaian yang dipasangkan setelah detektoryang berfungsi mengembalikan frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi(informasi) kembali pada level amplitudo yang setara dengan frekuensirendahnya. Seperti diketahui, untuk menekan noise, pada pemancardilakukan preemphasis dimana level amplitudo frekuensi tinggi dariintelejen frekuensi dinaikkan.AGC: (Automatic Gain Control) Seperti telah kita pelajari bahwa padaPesawat penerima AM kita temui adanya AGC. Kemudian pada FMReceiver yang menggunakan rangkaian limitter dibutuhkan jugarangkaian AGC ini. Radio penerima FM model lama juga dilengkapidengan AFC (Automatic Frequency Control). Rangkaian ini berfungsimengontrol kestabilan frekuensi osilator lokal. Ini dibutuhkan karenaketidak stabilan frekuensi lokal osilator menyebabkan penyimpanganpenerimaan frekuensi pembawa. Hal itu disebabkan saat itu belumditemukannya cara untuk membuat LC osilator yang bekerja padadaerah sekitar 100 MHz dengan frekuensi yang cukup stabil danekonomis. Mixer, osilator lokal dan penguat IF pada dasarnya samadengan yang telah didiskusikan pada AM. Hanya harus dicatat bahwaModul ELKA-MR.AM.004.A)3131
  • 37. pada sistem FM, frekuensi IF nya adalah 10,7 MHz. Daerah kerjaFrekuensi FM sebesar 88 Mhz -108 Mhz.3) ALAT UKUR/INSTRUMEN KEPERLUANPERBAIKAN/REPARASIInstrumen ataupun peralatan ukur yang sangat berperan dalampekerjaan perbaikan/raparasi dalam semua jenis pesawat elektronikaadalah AVO meter, atau sering juga disebut multimeter/multitester.Peralatan lain yang juga tidak kalah pentingnya didalam pekerjaanperbaikan/reparasi dari segala jenis pesawat elektronika antara lain:obeng, tang, solder, signal generator/signal injektror, oskiloskop danalat Bantu lainnya. Dengan demikian ada dua jenis peralatan yangdiperlukan dalam perbaikan/reparasi pesawat elektronik:A) Peralatan yang dibutuhkan didalam pekerjaan mekanik.Di bawah ini akan ditunjukan peralatan yang diperlukan untukpekerjaan perbaikan/reparasi, disini tidak dijelaskan secara rincididalam penggunaan alat ukur, karena peserta diklat sudahmemperoleh kompetensi EKA-MR. UM. 005 .A.1. ObengModul ELKA-MR.AM.004.A)3232
  • 38. Tanpa mempunyai obeng, kita tidak akan bisa mereparasi alat-alat elektronika atau radio dan lain sebagainya, obeng inimempunyai peranan yang sangat penting didalam pekerjaanperbaikan/reparasi pesawat radio ataupun pesawat elektroniklainnya. Fungsinya ialah untuk membuka sekerup ataumemasang sekerup (pekerjaan mekanik).Agar memudahkan anda dalam pekerjaan/reparasi sebaiknyapersiapkan obeng yang berbagai jenis ukuran dan macam-macamnya. Yaitu dengan membeli satu set obeng. Jenis obengada yang berujung pipih (-)dan berujung (+) disebut kembang.Gunanya juga disesuaikan keperluan. Jika kita akan membukaatau memasang sekerup kembang hendaknya dipakai obeng(+) kembang. Jika kita memasang sekerup (-) hendaknyadipakai obeng yang berujung pipih saja. Dalam membukasekerup usahakan jangan sampai sekerup cacat atau rusak.Oleh sebab itu gunakan obeng yang sesuai dan yang masihbaik keadaannya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3333
  • 39. Gambar. 10: Macam-Macam ObengModul ELKA-MR.AM.004.A)3434
  • 40. Pada gambar 10 adalah gambar macam-macam obeng untukkeperluan perbaikan/reparasi dalam menangani pekerjaanmekanik.2. Obeng pengetrimUntuk keperluan mengetrim diperlukan obeng yang khususuntuk itu, biasanya pangkalnya terbuat dari plastik dan ujungnyadari pelat. Gambar 11 di bawah adalah salah satu contoh obengyang dapat digunakan sebagai pengetrim.Gambar 11. Obeng Trim3. TangModul ELKA-MR.AM.004.A)3535
  • 41. Gambar 12a dan 12badalah yang lajimdipergunakan.Gambar 12a. Tang yang bermoncong panjang.Selain dari pada obeng, kita juga butuh bermacam-macamjenis tang. Tang diperlukan dalampekerjaan perbaikan/reparasipesawat elektronika. Tang ini bentuknya moncong panjangpada pangkalnya.Fungsi untuk membengkokan kawat atau memegang kakikomponen seperti Resisitor, Transistor dan komponen lainnya.Tang kombinasi ini ada yang berisolasi dan ada yang takberisolasi. Fungsinya banyak, bisa untuk memotongmelipat/membengkokan dan lain sebagainya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3636
  • 42. Gambar 12b. Tang kombinasi4. SolderSolder Merupakan peralatan yang diperlukan untuk melepasdan memasang komponen dari PCB (printed circuit board).Pekerjaan ini diperlukan solder yang sesuai dengan dayapanas pemasangan maupun melepas komponen. Soldersangat penting dan harus anda punyai. Dibawah ini salah satumodel Solder listrik yang dilengkapi kedudukan:Modul ELKA-MR.AM.004.A)3737
  • 43. Gambar 13. Solder listrik dengan kedudukanDaya panas Solder dapat dipilih dan disesuaikan dengankomponen yang akan disolder. Panas yang terlalu tinggi dapatmengakibatkan kerusakan pada komponen, dan sebaliknyasolder yang kurang panas dapat mempengaruhi hasilpenyolderan yang sempurna.B) Peralatan yang digunakan didalam pekerjaan pengukuran.1. MultimeterKonfigurasi multimeter dan perangkat-perangkat yang terdapatpada sebuah multimeter diperlihatkan pada gambar 14.Modul ELKA-MR.AM.004.A)3838
  • 44. Gambar 14. Sebuah Multimeter AnalogModul ELKA-MR.AM.004.A)3939KABELPENYIDIK(PROBES)JEPITANMONCONGBUAYA(ALIGATOR CLIP)COMMON (-)PAPANSKALAJARUMPENUNJUKSEKRUPPENGATURPOSISI JARUM(PRESET)BATAS UKUR(RANGE)SAKLARJANGKAUANUKURTOMBOLPENGATURPOSISIJARUMOUT (+)SKALA OHMSKALA VOLT(ACV-DCV)SKALAARUS(DCmA)
  • 45. Gambar 15. Penyidik (probes)Gambar 16. Papan Skala Multimetera) Papan Skala: digunakan untuk membaca hasilpengukuran. Pada papan skala terdapat skala-skala;tahanan/resistansi (resistance) dalam satuan Ohm (Ω),tegangan (ACV dan DCV), kuat arus (DCmA), dan skala-skala lainnya. Lihat gambar 16.b) Saklar Jangkauan Ukur: digunakan untuk menentukanposisi kerja multimeter, dan batas ukur (range). Jikadigunakan untuk mengukur nilai satuan tahanan (dalam Ω),saklar ditempatkan pada posisi Ω, demikian juga jikadigunakan untuk mengukur tegangan (ACV-DCV), dan kuatModul ELKA-MR.AM.004.A)4040
  • 46. arus (mA-µA). Satu hal yang perlu diingat, dalam mengukurtegangan listrik, posisi saklar harus berada pada batas ukuryang lebih tinggi dari tegangan yang akan diukur. Misal,tegangan yang akan diukur 220 ACV, saklar harus beradapada posisi batas ukur 250 ACV. Demikian juga jikahendak mengukur DCV.c) Sekrup pengatur posisi jarum (preset): digunakanuntuk menera jarum penunjuk pada angka nol (sebelah kiripapan skala)d) Tombol Pengatur Jarum Pada Posisi Nol (ZeroAdjustment): digunakan untuk menera jarum penunjukpada angka nol sebelum multimeter digunakan untukmengukur nilai tahanan/resistansi. Dalam praktek, keduaujung kabel penyidik (probes) dipertemukan, tombol diputaruntuk memosisikan jarum pada angka nol.e) Lubang Kabel Penyidik: tempat untuk menghubungkankabel penyidik dengan multimeter. Ditandai dengan tanda(+) atau out dan (-) atau common. Pada multimeter yanglebih lengkap terdapat juga lubang untuk mengukur hfeModul ELKA-MR.AM.004.A)4141
  • 47. transistor (penguatan arus searah/DCmA oleh transistorberdasarkan fungsi dan jenisnya), dan lubang untukmengukur kapasitas kapasitor.f) Batas Ukur (Range) Kuat Arus: biasanya terdiri dari angka-angka; 0,25 – 25 – 500 mA. Untuk batas ukur (range) 0,25,kuat arus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 0,25 mA.Untuk batas ukur (range) 25, kuat arus yang dapat diukurberkisar dari 0 – 25 mA. Untuk batas ukur (range) 500, kuatarus yang dapat diukur berkisar dari 0 – 500 mA.g) Batas Ukur (range) Tegangan (ACV-DCV): terdiri dariangka; 10 – 50 – 250 – 500 – 1000 ACV/DCV. Batas ukur(range) 10, berarti tegangan maksimal yang dapat diukuradalah 10 Volt. Batas ukur (range) 50, berarti teganganmaksimal yang dapat diukur adalah 50 Volt, demikianseterusnya.h) Batas Ukur (Range) Ohm: terdiri dari angka; x1, x10dan kilo Ohm (kΩ). Untuk batas ukur (range) x1, semuahasil pengukuran dapat langsung dibaca pada papan skala(pada satuan Ω). Untuk batas ukur (range) x10, semuaModul ELKA-MR.AM.004.A)4242
  • 48. hasil pengukuran dibaca pada papan skala dan dikalidengan 10 (pada satuan Ω). Untuk batas ukur (range) kiloOhm (kΩ), semua hasil pengukuran dapat langsung dibacapada papan skala (pada satuan kΩ), Untuk batas ukur(range) x10k (10kΩ), semua hasil pengukuran dibaca padapapan skala dan dikali dengan 10kΩ.Modul ELKA-MR.AM.004.A)4343
  • 49. 2. OskiloskopOskiloskop merupakan salah satu alat yang dominan dalammelakukan prosedur reparasi, terutama untuk jenis–jenispesawat yang terdiri dari susunan sirkuit dalam bentuk yangkompleks, oskiloskop merupakan suatu alat yang mampu melihatdan menganalisa gejala – gejala listrik. Oskiloskop mempunyaikemampuan dalam hal – hal sebagai berikut:a) Melihat bentuk tegangan periodik maupun non perodik.b) Mengukur tegangan dan arus.c) Mengukur frekuensi.d) Mengukur beda fasa.e) Sebagai penggambar x – y.Dengan oskiloskop tidak hanya besarnya tegangan ataupun arusyang dapat kita ketahui tapi bentuk wujud dari tegangan maupunarus itu dapat dengan jelas. Jadi secara ringkasnya, bentukgelombang yang keluar dari hasil pengukuran pada suatu titikakan mudah dilihat dengan jelas. Salah satu contoh adalahsebagaimana pada gambar berikut:Modul ELKA-MR.AM.004.A)4444Gambar 17a. Sebuah
  • 50. Modul ELKA-MR.AM.004.A)4545
  • 51. Bila sinyal Audio generator atau RF generator ini digunakansebagai sinyal input didalam penelusuran terminal input untukmenuju ke output maka pada layar oskiloskop akan terlihatdengan jelas karakteristik respon frekuensi rangkaian yangtengah diamati. Misalnya pada rangkaian frekuensi menengah(IF), rangkaian Audio pada pesawat penerima radio.3. Signal InjectorAlat ini digunakan untuk melakukan pengetesan terhadaprangkaian–rangkaian transistor (bahkan pada komponentransistornya) untuk mengetahui keadaan komponen tersebut.Sebagai contoh alat signal injektor adalah ditunjukan padagambar 18 di bawah ini;Modul ELKA-MR.AM.004.A)4646Gambar 17b. PanelOskiloskopGambar 18. Signal injektor
  • 52. Signal injektor ini sebenarnya merupakan osilator audio yangsangat dominan untuk melacak rangkaian – rangkaian transistoryang rusak. Karena pada rangkaian yang rusak bila diinjeksidengan alat ini akan memberikan reaksi suara.Biasanya signal injektor ini digunakan untuk mencari gangguanpada rangkaian–rangkaian audio seperti pesawat radio transistor,tape recorder ataupun pada pesawat televisi pada rangkaiansesudah penguat video.c. Rangkuman.1. Pesawat Penerima Radio sistem AM adalah pesawat penerima radiodengan penerimaan gelombang medium wave (MW).Band MW padasistem AM yang mempunyai daerah frekuensi 520khz-1630kHz denganpanjang gelombang 577 meter–184 meter. Pesawat penerima radioModul ELKA-MR.AM.004.A)4747
  • 53. sistem AM atau band MW ini menerima frekuensi sebesar 455 Khzfrekuensi ini disebut Intermediate frekuensi (IF).2. Pesawat Penerima Radio sistem FM adalah pesawat penerima radiodengan frekuensi kerja lebih tinggi dari pesawat penerima AM. Pesawatpenerima radio sistem FM ini dengan frekuensi menengah (IF) sebesar10,7 Mhz. Perbedaan antara Sistem AM dengan Sistem FM antara lain:a. Pada Sistem FM frekuensi kerja lebih tinggib. Membutuhkan limiter dan deempasisc. Berbeda dalam demodulasid. Perbedaan methoda dalam mendapatkan AGC.3. Alat/instrumen yang dibutuhkan untuk pekerjaan perbaikan/reparasiada dua bagian yaitu:1) Alat yang digunakan sebagai pekerjaan mekanik.2) Alat yang digunakan keperluan pekerjaan pengukuran (elektrik).d. Tugas1. Buatlah diagram blok pesawat penerima sistem AM/band MW dengandilengkapi bentuk sinyal tiap-tiap bagian.2. Buatlah diagram blok pesawat penerima sistem FM dan dilengkapibentuk sinyal setiap bagian.Modul ELKA-MR.AM.004.A)4848
  • 54. 3. Sebutkan alat yang digunakan sebagai pekerjaan mekanik, dan alatukur /instrumen yang sangat pokok didalam pekerjaanperbaikan/reparasi.e. Test formatifBerilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang Andaanggap benar.1. Pesawat Radio sistem AM adalah:a. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 445Khz.b. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 455Khz.c. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 465Khz.d. Pesawat penerima Radio dengan frekuensi IF 10,7Khz.2. Selisih kedua Frekuensi yang diperoleh dari Mixer dan Oscilatormerupakan frekuensi menengah disebut:a. frekuensi Intermediate frekuensib. frekuensi hasil penguranganc. frekuensi penalad. frekuensi modulasi.3. Panjang gelombang untuk frekuensi Pesawat Radio sistem AM adalah:Modul ELKA-MR.AM.004.A)4949
  • 55. a. 577 meter - 184 meter dengan frekuensi 520 Khz - 1630Khzb. 488 meter - 194 meter dengan frekuensi 530 kHz - 1640kHzc. 588 meter - 198 meter dengan frekuensi 510 Khz - 1620Khzd. 577 meter - 184 meter dengan frekuensi 530 Khz - 1640Khz.4. Jika Pesawat penerima radio menerima frekuensi dari pemancar sebesar1000kHz, Frekuensi oscillator lokal lebih tinggi dari frekuensi RF, bilafrekuensi IF 455kHz maka frekuensi oscilator lokal:a. 1455 Khzb. 1460 Khzc. 1475 Khzd. 1555 Khz5. Pada Soal No 4 Berlaku rumus untuk oscillator local adalah;a. Fo = IF - RFb. Fo = IF + RFc. Ro = Fo + RFd. Ro = IF – FoModul ELKA-MR.AM.004.A)5050
  • 56. 6. Suatu rangkaian yang dapat mengatur secara otomatis akibat turunnaiknya sinyal input yang diperoleh dari antena disebut.a. Amplifier c. Filterb. Dektektor d. AGC ( Automatic Gain Control )7. Oscilator adalah suatu rangkaian yang dapat membangkitkan sinyal:a. Sinyal AC dengan sumber tegangan DCb. Sinyall AC dengan sumber tegangan ACc. Sinyal DC dengan sumber tegangan DCd. Sinyal DC dengan sumber tegangan AC8. Rangkaian Penala dari sebuah pesawat radio AM/band MW terdiri daritiga bagian yaitu:a. Oscilator, Mixer dan Tunerb. Oscilator, IF dan MIxerc. Oscilator, Mixer dan RFd. RF, mixer dan IF9. Dioda detektor berfungsi sebagai pemisah antara sinyal pembawadengan sinyal:a. Sinyal informasiModul ELKA-MR.AM.004.A)5151
  • 57. b. Sinyal Oscilatorc. Sinyal Intermediate frekuensid. Sinyal RF10. Sinyal yang masuk ke penguat Audio adalah:a. Sinyal suara yang diteruskan ke Loadspeakerb. Sinyal suara yang diperoleh dari penguat IFc. Sinyal suara yang diperkuat dari Mixerd. Sinyal sinus mengandung audio11. Yang membedakan sistem AM terhadap sistem FM adalah:a. Frekuensi kerja lebih tinggib. Membutuhkan limitter dan deempasisc. Berbeda dalam demodulasid. a,b dan c benar12. Daerah kerja frekuensi sistem FM sebesar:a. 77 Mhz s/d 107 Mhzb. 87 Mhz s/d 107 Mhzc. 88 Mhz s/d 108 Mhzd. 89 Mhz s/d 108 MhzModul ELKA-MR.AM.004.A)5252
  • 58. 13. Untuk frekuensi menengah sistem radio FM adalah;a. 88 Mhzb. 10,7 Mhzc. 88,7 Mhzd. 108 Mhz14. Penguat RF amplifier diperlukan pada sistem FM dalam hal ini diperlukanuntuk;a. Menguatkan sinyal dengan frekuensi yang tinggib. Sebagai pelengkap sistem FMc. Mencegah terjadinya distorsid. Agar tidak terjadi cacat sinyal RF15. Limitter pada sistem FM digunakan untuk:a. Menghasilkan ouput yang konstanb. Memotong sinyal yang tinggic. Menghitung sinyal yang datang dari Penguat IFd. Mengurangi terjadinya distorsi16. Obeng termasuk alat yang digunakan untuk pekerjaan perbaikan pesawatelektronika/penerima Radio sebagai;a. Pekerjaan mekanikModul ELKA-MR.AM.004.A)5353
  • 59. b. Membengkokan komponenc. Memotong kaki komponend. Pemegang komponen sedang disolder17. Tang kombinasi dalam pekerjaan perbaikan pesawat elektronika, dapatdigunakan sebagai:a. Pemotong kaki komponenb. Penjepit bok pesawatc. Membuka bautd. Membengkokan mata solder18. Multitester/Multimeter dapat dipergunakan menentukan kerusakankomponen dalam;a. Rangkaian dengan sumber teganganb. Rangkaian tanpa teganganc. Jalur PCB (printed circuit board)d. a, b dan c benar19. Oskiloskop suatu alat yang dapat digunakan melakukan pengukuran;A. Tegangan dan sinyalB. Frekuensi dan teganganC. Arus yang besarModul ELKA-MR.AM.004.A)5454
  • 60. D. a, b benar20. Signal injektor digunakan untuk melacak bagian yang rusak denganouput signal adalah:a. Sinyal audiob. Sinyal Sinus ACc. Sinyal Sinus DCd. Sinyal Sinus RFf. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaPersiapan Pekerjaan Perbaikan/ReparasiA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana memahamidasar-dasar pesawat radio sistem AM maupun sistem FM sertaperalatan yang akan digunakan untuk pekerjaan perbaikan/reparasi.Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, ituberarti Anda sudah memiliki kemampuan dari hasil pembelajaranpersiapan awal untuk kompetensi memperbaiki pesawat penerima radiotape recorder.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5555
  • 61. Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahamidengan benar.B. Alat dan bahan1. Macam-macam alat ukur dan alat tools.2. Buku – buku penunjang untuk pembahasan pesawat radioModul ELKA-MR.AM.004.A)5656
  • 62. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk memahami cara kerja radioTape Reocrder).2. Catatlah Alat-alat yang diperlukan untuk keperluan pekerjaanperbaikan/reparasi.3. Buat ringkasan pemahaman tentang prinsip-prinsip dari pesawatpenerima radio AM/FM.4. Buat penjelasan singkat dari tatacara menggunakan peralatan baikuntuk pekerjaan mekanik maupun pekerjaan elektrik.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D.KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5757
  • 63. Kegiatan Belajar 2 : Mengamati Gejala KerusakanPada kegiatan belajar 2 ini materi pembelajaran tentang mengamati gejalakerusakan pada pesawat radio tape recorder. Pesawat radio diopersikan untukdiamati gejala kerusakan yang timbul dengan melakukan pengamatan padabagian-bagian tombol power, tombol pengatur volume, tombol pengaturpencari gelombang AM/FM.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 2, peserta diklat diharapkan:1. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol power.2. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol pengatur volume.Modul ELKA-MR.AM.004.A)5858
  • 64. 3. Memahami kerusakan yang ditimbulkan pada tombol pengatur pencarigelombang AM/FM.b. Uraian materiSeperti pada kegiatan belajar 1 telah dijelaskan bahwa pesawat Radiosistem AM maupun sistem FM yang dijelaskan satu persatu. Padapembelajaran berikuti peserta diklat diharapkan dapat memahami gejalakerusakan yang ditimbulkan oleh tombol power, tombol pengatur volume,dan tombol pengatur pencarian gelombang. Tentu saja dalamperkembangan elektronika pesawat radio sistem AM maupun sistem FMdiperoleh dalam satu kemasan yang kita temukan yaitu “Pesawat RadioTape Recorder”. Untuk memahami dan mengatahui kerusakan, maka adabebrapa langkah yang harus dilakukan oleh peserta diklat;Modul ELKA-MR.AM.004.A)5959
  • 65. Mengamati kerusakan pada tombol powerGambar 19. Tombol Power1. Ambillah Pesawat Radio Tape Recorder!2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!3. Hidupkan pesawat penerima radio Tape Recorder denganmenekan tombol power on/off maka pesawat radio.4. Mati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyalamaka tombol power berpungsi dengan baik, jika lampu indikatortidak menyala maka tombol power tidak berpungsi sebagaimanamestinya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6060
  • 66. 5. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikansehingga memperoleh pemahaman tentang tombol power padapesawat radio tape recorder.Catatan:Pemahaman tentang tombol power akan didapat kepada peserta diklat,bahwa tombol power merupakan bagian utama untuk pesawat radiomendapatkan sumber tegangan. Karena pada tombol power ini adalahsalah satu komponen yang bekerja sebagi penghubung dan pemutus arusyang masuk ke bagian catu daya DC. Dengan sumber tegangan DC inimaka peswat radio dapat bekerja dengan baik dan dapat menerima siaranyang dipancarkan oleh pemancar radio.Mengamati kerusakan pada pengatur volumeModul ELKA-MR.AM.004.A)6161
  • 67. Gambar 20. Menunjukan Tombol Volume1. Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder!2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!3. Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombolpower4. Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampumenyala maka tombol power berpungsi dengan baik.5. Opersikan Tombol Pengatur volume dan pesawat radio akanmenerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio.6. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikansehingga memperoleh pemahaman tentang tombol pengaturvolume.Catatan:Pemahaman tentang tombol pengatur volume akan didapat kepada pesertadiklat, bahwa tombol pengatur volume merupakan komponen yang dapatmengatur besar kecilnya sinyal yang akan diproses menjadi suara. Karenapada tombol pengatur volume ini adalah salah satu komponen yang bekerjaModul ELKA-MR.AM.004.A)6262
  • 68. sebagai pengatur sinyal yang akan diteruskan kebagian penguat audioseperti yang dijelaskan pada pembelajaran 1. Dengan tombol pengaturvolume maka pesawat penerima radio dapat menghasilkan besar kecilnyasuara yang kita inginkan.Mengamati kerusakan pada Pengatur pencari gelombangGambar 21. Tombol pencari gelombang1. Ambillah Pesawat penerima Radio Tape Recorder!2. Hubungkan penghubung kabel AC pada sumber PLN!3. Hidupkan pesawat radio Tape recorder dengan menekan tombol powerModul ELKA-MR.AM.004.A)6363
  • 69. 4. Amati bagian panel radio atau lampu indikator jika lampu menyala makatombol power berpungsi dengan baik.5. Operasikan Tombol Pengatur volume pesawat radio akanmenerima siaran radio yang dipancarkan dari pemancar radio.6. Lakukan pengaturan tombol gelombang maka pesawat radio akanmenyeleksi siaran yang akan diterima dengan indikator pada jarumpenunjuk pencarian gelombang.7. Jika pada tombol ini tidak bekerja maka kemungkinan kerusakanpada pengaturan tali gelombang.8. Buat catatan dari hasil pengamatan ini, kemudian diskusikansehingga memperoleh pemahaman tentang tombol pengaturpencari gelombang.Catatan:Pemahaman tentang tombol pengatur pencari gelombang akan didapatkepada peserta diklat, bahwa tombol pengatur pencari gelombangmerupakan bagian yang dapat merubah nilai komponen penala umumnyakomponen ini adalah condenstor variabel. Karena pada tombol pengaturpencari gelombang ini adalah bagian yang bekerja dapat merubah frekuensioscilator lokal dari pesawat radio tape recorder.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6464
  • 70. c. RangkumanUntuk mengamati gejala kerusakan yang diakibatkan oleh tombol power,tombol pengatur volume dan pengatur pencarian gelombang diperlukanpesawat Radio Tape Recorder yang dapat bekerja dengan baik.Kegiatan pembelajaran kedua ini peserta diklat harus dapatmengembangkan pengamatannya yang didapat, agar lebih meningkatkankompetensi yang diperoleh dari hasil belajarnya.1. Pesawat penerima radio tape recorder tidak dapat menerima siaranakibat tombol power yang rusak atau tidak bekerja sebagaimanamestinya.2. Pesawat radio tape recorder tidak menghasilkan suara akibat kerusakantombol pengatur volume tidak berfungsi sebagai pengatur sinyal yangmasuk.3. Pesawat radio tape recorder tidak dapat menyeleksi/memilih siaran daripemancar akibat kerusakan pada bagian pengatur tombol pencarigelombang.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6565
  • 71. d. Tugas1. Datangi bengkel-bengkel reparasi disekitar kota anda, mintakaninfomasi kepada teknisi jenis-jenis kerusakan pada radio tape recorder.2. Buatlah tabel jenis-jenis kerusakan serta hubungannya terhadaprangkaian/bagian terhadap jenis kerusakan tersebut.e. Test formatifBerilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yangAnda anggap benar!1. Pesawat Radio Tape Recorder dapat menerima siaran, jika;a. Tombol power baikb. Tombol power sebagai penghubungc. Tombol power sebagai pemutus arusd. Tombol power berfungsi on/off2. Kerusakan Pada pesawat Radio tape recorder yang disebabkan tombolpower adalah:a. Pesawat radio bunyib. Pesawat radio tidak baikc. Pesawat radio tidak menerima siarand. Pesawat radio tidak nyala lampu indikatornya.Modul ELKA-MR.AM.004.A)6666
  • 72. 3. Mengapa radio tape recorder tidak bekerja, jika disebabkan kerusakantombol power ?a. Karena Tombol power untuk menghubungkan sumber arusb. Karena tombol power sebagai saklarc. Karena tombol power pemutus arusd. Tombol power berfungsi on/off suber arus4. Kemungkinan lain yang mengakibatkan tidak bekerjanya tape recorderadalah:a. Sumber tegangan dc rusakb. Trafo rusakc. Diada penyearah terbakard. a,b dan c benar5. Pesawat RadioTape Recorder tidak bunyi disebabkan oleh:a. Tombol volume rusakb. Tombol volume maksimumc. Potensio Volume minimumd. a,c benar6. Pesawat Radio Tape Recorder dapat menerima siaran dan bunyi jika;a. Tombol volume dapat dioperasikanb. Tombol volume tidak rusakModul ELKA-MR.AM.004.A)6767
  • 73. c. Tombol volume maksimumd. Tombol volume dapat meneruskan sinyal ke penguat audio7. Kerusakan Pada pengatur volume pesawat Radio tape recorderberakibat;a. Pesawat radio tidak bunyib. Pesawat radio tidak dapat menerima siaran dari pemancarc. Pesawat radio suaranya kecild. Pesawat radio tidak nyala lampu indikatornya.8. Mengapa radio tape recorder tidak bekerja, jika disebabkan kerusakantombol volume?a. Karena pengatuir volume untuk meneruskan sinyal ke penguat audiob. Karena tombol volume sebuah potensioc. Karena tombol volume sebagai saklard. Tombol volume berfungsi penerus suber arus9. Kemungkinan lain yang mengakibatkan suara kurang jelas:a. Potensio volume sudah haus arangnya.b. Penguat audio rusakc. Speaker rusakd. a,b dan c benarModul ELKA-MR.AM.004.A)6868
  • 74. 10. Pesawat RadioTape Recorder hanya dapat menerima satu gelombangAM/FM kerusakan pada:a. Tombol pencari gelombangb. Tombol Volumec. Tombol Powerd. Detektorf. Kunci Jawabab (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMengamati Gejala KerusakanA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana mengetahuigejala kerusakan dengan mengoperasikan tombol kontrol padapesawat radio Tape Recorder. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Andaakan memiliki kemampuan untuk menyimpulkan jenis-jenis kerusakandengan bantuan mengopersikan tombol kontrol dari tape recorder.Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulModul ELKA-MR.AM.004.A)6969
  • 75. ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Andafahami dengan benar.B. Alat dan bahan1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo)2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7070
  • 76. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk memahami tombol kontrolvolume, tombol power, dan tombol pengatur pencari gelombang).2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiaptombol kontrol.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawatradio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol terhadaprangkaian yng menjadi bagiannya.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D.KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7171
  • 77. Kegiatan Belajar 3: Mengalokasi KerusakanBerdasarkan pengamatan gejala kerusakan Pada kegiatan belajar 2, makamateri pembelajaran 3 membahas tentang mengalokasikan kerusakanmengacu pada skema rangkaian yaitui; kerusakan pada komponen,kerusakan pada koneksitas PCB (printed ciruit board) atau kabel, dan masalahbagian mekanik.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 3, peserta diklat diharapkanmampu menentukan gangguan/kerusakan yang terdapat pada radio taperecorder antara lain:Modul ELKA-MR.AM.004.A)7272
  • 78. 1. Mengerti secara persis keadaangangguan.2. Menyimpulkan bagian-bagian yangrusak dengan metode pengukuran3. Membatasi daerah yang rusakdengan metoda mengusik rangkaian jalur PCB4. Menemukan bagian yang rusakpada bagian mekanik.b. Uraian materiPesawat Radio Tape Recorder pada dasarnya komponen-komponenelektronika yang di rangkai menjadi satu di atas papan yang di sebutpapan rangkaian tercetak/PRT atau printed circuit board (PCB).Dalam perjalanan waktu komponen-komponen ini mengalami gangguanatau kerusakan.Rangkaian elektronika adalah suatu sistem yang terbagi-bagi, misal: padapenerima radio ada bagian Penala, IF, Detektor,dan penguat audiokarenanya dalam melacak gangguan perlu penetapan alokasi pada bagianmana gangguan atau kerusakan terjadi.Biasanya, prosedur pencariankerusakan yang umum dilakukan dan juga merupakan cara yang efisienadalah sebagai berikut:Modul ELKA-MR.AM.004.A)7373
  • 79. 1. Mengerti secara persis keadaan gangguanDalam banyak hal, anda harus mendengarkan secara rinci penjelasandari orang yang meminta tolong untuk mereparasi pesawatnya. Jadianda harus mendengarkan dengan seksama gangguan–gangguanmacam apa saja yang tengah terjadi pada pesawat bersangkutan.Kemudian untuk meyakinkan kaeadaan gangguan tersebut, putarlahtombol–tombol pengatur yang ada pada pesawat.2. Penyimpulan blok–blok yang rusakBila gejala gangguan telah diketahui secara pasti, buatlah suatukesimpulan sementara bahwa gangguan tersebut terjadi karenaadanya kerusakan pada bagian inti atau bagian itu dan sebagainya.Sebab seperti yang diketahui bahwa sebuah pesawat terdiri daribeberapa blok sirkuit yang terangkum dalam satu sirkuit lengkap.Sebuah pesawat radio transistor, ini pada konstruksinya terdiri daribagian penala, mixer dan detektor serta penguat akhir. Kalaugangguannya telah diketahui maka dapat disimpulkan bahwakerusakan mungkin terjadi pada bagian penala, atau mixer ataupenguatnya, dan lain sebagainya.3. Membatasi daerah yang rusakModul ELKA-MR.AM.004.A)7474
  • 80. A BMeskipun daerah yang dicurigai telah ditemukan berdasarkan keadaangangguan, tetapi umumnya daerah tersebut memiliki konstruksi yangrumit, sehingga yang harus diperiksa bukan hanya satu titik tertentusaja, tetapi dapat dikatakan cukup luas. Misalnya, walaupun telahdiperkirakan bahwa kerusakan terjadi pada sirkuit bagian penguat, tapipada sirkuit bagian penguat itupun terdiri dari penguat awal danpenguat akhir. Karena itu bagian yang rusak akan lebih mudahditemukan dan diperiksa apabila daerah tersebut semakin dipersempitpada waktu melakukan pemeriksaan. Banyak cara untuk dapatmelakukan hal tersebut salah satu contoh dapat melakukan sepertidiagram dibawah:Daerah circuit yang dicurigaiApakah A normal? TidakyaModul ELKA-MR.AM.004.A)7575B.RusakA. Rusak
  • 81. Ini merupakan cara pembagian satu blok menjadi dua bagian danselidiki bagian mana yang rusak. Misalnya pada blok penguat darisebuah radio transistor. Periksa dulu pada bagian penguat depannya,kalau berfungsi normal berarti kerusakan terjadi pada penguat akhir.Begitu juga dengan yang lain.4. Mengalokasi kerusakan dengan metode pengukuranPengetesan tegangan ini dimaksudkan untuk mencari bagiankomponen yang rusak, terutama pada transistor–transistor dan ICberdasarkan tegangan yang keluar dari elektroda–elektrodanya.Umumnya pengetesan tersebut mempergunakan AVO meter(multimeter atau multitester) pada daerah pengukuran DC. Normalatau tidaknya tegangan yang keluar dapat dimengerti denganmembuat perbandingan antara besaran yang diukur dengan AVOmeter dengan diagram rangkaian yang ada. Dalam hal ini juga perludiperhatikan bahwa pada beberapa bagian menunjukan harga yangberbeda sampai pada batas tertentu yang disebabkan oleh adanyaresistansi dalam AVO meter bersangkutan.Langkah-langkah Mengukur tegangan yang harus dilakukan;Modul ELKA-MR.AM.004.A)7676
  • 82. +V5V1uF1k 1k1kDC VN1uF1kNPN+V5V1uF1k 1k1kDC~VNO DATA1uF1kNPN1. Hidupkan pesawat penerima radio dan datalah pemancar-pemancar yang ada dilokasi daerah anda untuk mand MW!2. Matikan pesawat penerima, kemudian sambungkan antena denganground pesawat menggunakan kabel penghubung yang tersediauntuk menghindari adanya sinyal yang masuk kedalam pesawatanda.3. Hidupkan kembali pesawat penerima.4. Mengukur tegangan, gunakan Multimeter untuk mengukurtegangan kaki-kaki semua komponen aktip seperti transistor, catathasil pengulkuran dan buat tabel hasil pengukuran.Dibawah ini contoh mencari kerusakan dengan cara pengukuran.Modul ELKA-MR.AM.004.A)7777
  • 83. Gambar 22. Pengukuran tegangan pada komponenModul ELKA-MR.AM.004.A)7878
  • 84. Mengukur tahanan:1. Matikan sumber dari pesawat penerima!2. Gunakan multimeter untuk mengukur tahanan dari elemen (kaki)semua penguat dan catat hasilnya pada lembar kerja!3. Lepaskan jumper (penghubuing) antena dan ground, kemudiansimpan peralatan pada tempat semula, buat kesimpulan dari hasilpengamatan.5. Mengalokasi kerusakan dengan melacak jalur rangkaianDalam menganalisis gangguan pesawat penerima radio, setelahdiyakini bahwa pesawat bekerja normal, maka dapat dilakukan metodemengusik rangkaian sebagai langkah lanjut untuk melokalisasigangguan pesawat tersebut. Metode ini menggunakan alat test yangsangat sederhana, yaitu obeng logam yang diisolasi pada sebagianbatangnya. Metoda ini berlaku bagi pesawat yang bekerja padategangan rendah dan arus rendah saja. Perlu diingat, janganlahmetode ini digunakan untuk pesawat yang dapat menimbulkan kejutanlistrik.Dengan menggunakan metode obeng yng disentuh dengan telunjukpada satu titik tertentu, akan diketahui lokasi gangguan yang terjadipada pesawat penerima radio. Prosedur percobaan ini dapat dilakukanModul ELKA-MR.AM.004.A)7979
  • 85. secara berurutan, mulai loudspeaker sampai ke depan rangkaian yaituterminal antena. Bila obeng disentu pada titik input rangkaianloudspeaker, akan didengar suatu bunyi tertentu yang menyatakanbahwa loudspeaker bekerja secara normal.Bila saat pengetesan loudspeaker tidakl mengeluarkan suara makarangkaian dibelakang test poin tersebut mendapat gangguan.makinkedepan titik pengetesan maka suara harus semakin kuat.khususpengetesan loudspeaker, kalau tidak berhasil dengan obeng makagantilah pengetesan dengan multimeter.Selanjutnya gambar 23 dapat diperhatikan contoh pengetesan jalur.Pengetesan kondusi dilakukan untuk menguji atau untuk mengetahuibahwa mungkin terjadi hubungan kawat yang terputus atau terjadinyahubungan singkat dalam rangkaian dari komponen – komponenbersangkutan. Pengetesan ini juga dilakukan dengan menggunakanmultimeter pada posisi pengukuran resistansi. Tentu saja pada waktumelakukan pengetesan resistansi /hubungan antar jalur pada papanrangkaian tercetak, perlu diingat pesawat dalam keadaan mati.Modul ELKA-MR.AM.004.A)8080OHMSNO DATA
  • 86. Gambar 23. Pengukuran jalur dengan AVO meterc. RangkumanDidalam menentukan kerusakan dengan cara pengukuran teganganmaupun pengukuran hambatan jalur rangkaian peserta diklat dapat lebihcepat menemukan bagian/komponen yang dianggap rusak.Jika sudah ditemukan bagian atau komponen yang rusak maka kita dapatmengganti komponen yang baru.Oleh karenanya penguasaan metoda pengukuran didalam menentukanbagian yang rusak adalah merupakan kompetensi yang penting dikuasaioleh peserta diklat.Modul ELKA-MR.AM.004.A)8181
  • 87. d. Tugas1. Buatlah kemungkinan kerusakan yang terjadi dari setiapbagian/komponen pada pesawat tape recorder.2. Buatlah diagram pengalokasian kerusakan, serta kembangkanpemahaman dengan mencari sumber lain diluar modul ini.e. Test formatifBacalah pertanyaan berikut, jawab pertanyaan dengan ringkas teratur danjelas.Dengan menggunakan multimeter analog:1. Uraikan langkah-langkah untuk pengukuran komponen didalamrangkaian.2. Uraikan langkah kerja dalam mengukur jalur PCB pada rangkaian.3. Uraikan langkah kerja dalam mengukur transistor di luar rangkaian.4. Uraikan langkah kerja dalam mengukur tahanan.5. Apakah ada kaitan yang erat antara kemampuan (kompetensi)mengukur komponen di luar rangkaian dengan kemampuanmemperbaiki sebuah pesawat radio? Jika ada jelaskan, jika tidak adasebutkan alasannya.f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)Modul ELKA-MR.AM.004.A)8282
  • 88. g. Lembar kerjaMengalokasi kerusakanA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana untukmenentukan kerusakan dengan mengoperasikan tombol kontrol padapesawat radio Tape Recorder. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, serta menentukan dengan teliti kerusakanmaka Anda akan memiliki kemampuan untuk melokalisai bagian-bagian/komponen yang terdapat pada pesawat radio tape recorder.Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Andafahami dengan benar.B. Alat dan bahana. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).b. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronikac. Gambar rangkaian Radio AM/FMC. Langkah kerjaModul ELKA-MR.AM.004.A)8383
  • 89. 1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk menjelaskan gejalakerusakan).2. Buatlah tabel, Catatlah jenis kerusakan yang terdapat dari setiapbagian atau komponen.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawatradio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrolterhadap rangkaian yng menjadi bagiannya.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D. Kesimpulan.Tulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerjaKegiatan Belajar 4: Menganalisa hasil pengukuranModul ELKA-MR.AM.004.A)8484
  • 90. Berdasarkan skema rangkaian yang telah dijelaskan pada pembelajaran 1,maka dianalisa setiap bagian/rangkaian untuk dapat diitentukan jeniskerusakan.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan kegiatan belajar 4, peserta diklat diharapkanTrampil menentukan kerusakan:Mengacu pada skema rangkaianBerdasarkan hasil pengukuran untuk menentukan kerusakan denganbenar.b. Uraian materiPerhatikan Gambar 24, ditunjukan gambar rangkaian pesawat radioAM/MW secara lengkap. Titik yang diberi test poin menunjukan bagian/komponen untuk dapat dilakukan pengukuran sehingga data hasilpengukuran dapat dipergunakan analisa kerusakan. Pada pembelajaran inidijelaskan ada dua contoh jenis kerusakan untuk dianalisa dandiindentifikasi kerusakannya.Jenis kerusakan yang dimaksud adalah:1) Suara radio lemah.2) Pesawat Radio tidak ada sinyal.Modul ELKA-MR.AM.004.A)8585
  • 91. 1) SUARA RADIO LEMAHNo.Bagian YangRusakAnalisa pengukuran Penyelesaian1. Detektor(transistor)Tegangan bias yg salahpada transistor- Betulkantegangan bias- Ganti dengantransistor yg baruModul ELKA-MR.AM.004.A)8686
  • 92. 0ut0+V12VTP17TP4TP3TP11uFL31uF+5pFL2TP2D1-D2 41481mH1uF+01005C8291k4k74739039kR A N G K . I F ( F R E K . M E N E N G A H )+V12VTP6TP5TP10TP9TP8TP7.1IN60.10011S1S1P1P1P1S5k004.1.1004+220/16002+10/16C829C82910039k5k647015k39039047kR A N G K . D E T E K T O RT R 3k e b a s i s T R 2+V12VTP10TP8005.1015kIN601S1P5K6470R A N G K . A U D I O A M P L I F I E R0000TP12TP151314TP11+V12v8+1uF+220/16.1uF 220pfIN4148C1684B698D7342205601 111470150k33kModul ELKA-MR.AM.004.A)87
  • 93. Gambar 24 Rangkaian Pesawat Radio AM/MWModul ELKA-MR.AM.004.A)88
  • 94. No.Bagian YangRusakAnalisa pengukuran Penyelesaian2. Detektro (dioda) Tegangan bias yg salahPada dioda- Betulkan teganganbias- Ganti dengan diodayg baru3. Filter AGC Kondensator filter AGCputus1. Periksa sirkuit/komponen sekitarrangkaian detektorDari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini:Tingkat detektor dan AGC radio penerima dapat mengakibatkan suararadio menjadi lemah, apabila pada tingkat-tingkat itu terdapat kerusakan-kerusakan antara lain seperti dibawah.1. Jika detektornya dari transistor, dari hasil pengukuran terjadi kesalahantegangan bias pada transistornya.2. Jika detektornya dari diode, mungkin diode itu diberi tegangan bias yangsalah.a. Periksalah tegangan bias laju detektor (diode atau transistor).Kesalahan tegangan ini jangan sampai melebihi 10-20 %. Jika adakesalahan tegangan bias ini maka suara radio dapat lemah danmungkin disertai dengan distorsi.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6161
  • 95. b. Coba gantilah dengan detektor yang baru dan perhatikanlahperobahannya.c. Periksalah sirkuit detektor (komponen-komponen detektor lainnya)seperti tahanan dari kondensator filter. Lepaslah detektor itu darisirkuitnya pada waktu pengukuran komponen-komponen sirkuittersebut.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6262
  • 96. 3. Filter AGC rusak.a. Jika kondensator filter AGC diduga putus (habis nilainya) periksalahdengan menghubungkan paralel kondensator yang baru.b. Kondensator filter AGC yang putus dapat mengakibatkan radiokurang sensitive, dan sering kali disertai dengan regeneration.Dalam menghubungkan kondensator filter ini jangan sampai terbalikpolaritasnya. Kondesnsator filter AGC radio transistor biasanya darielektrolit, jadi berbeda dengan kondensator filter AVC untuk radiotabung.4. Ada kerusakan pada diode-overload atau diode pembantu, jika radioyang bersangkutan menggunakannya.a. Coba periksalah diode-overload itu jika mungkin hubungan–pendek.Telitilah hubungan diode itu kalau terbalik pemasangannya dalamsirkuit.b. Diode-overload yang terbalik memasangnya atau hubungan pendekdapat mengakibatkan radio kurang peka (kurang sensitive).Selain hubungan yang telah diterangkan, kadang-kadang diode-overload dipasang antara sisi bawah gulungan transformator I-F keduabagian primernya dengan gulungan primer sisi atas transformator I-Fpertama. Jika hubungan yang sedemikian itu diode-overload.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6363
  • 97. 2) TiDAK ADA SINYALModul ELKA-MR.AM.004.A) 64No.Bagian YangRusakAnalisa pengukuran Penyelesaian1. Gulungantransformator IFHambatan kumparansekunder trafo putus- Ganti trafo IF2. Detektor (dioda)/(transistor)Tegangan bias yg salahPada dioda- Betulkan teganganbias- Ganti dengan diodayg baru3. Oscilator lokalpada rangkaianpenalaTransistor penguat RFtegangan bias yg salah- Priksa sirkuit/komponen- Sekitar rangkaianpenala64
  • 98. Dari tabel diatas dijelaskan lebih rinci seperti dibawah ini:1. Gulungan Transformator putus.Trafo yang rusak dapat mengakibatkan tidak dapat diteruskan sinyaldari tingkat ketingkat lainnya.Setelah dilakukan pengukuran pada gulungan primer dan sekundertransformator IF dengan ohm meter, dan menunjukan nilai yang tidaksesuai dengan data teknis, maka dapat disimpulkan sinyal berhentidisatu titik yang pada akhirnya radio tidak bunyi.2. Transistor detektornya rusak.Hal ini jika detektor menggunakan transistor, coba lepaslah transistoritu dan periksalah dengan ohm-meter, atau gantilah dengan transistoryang baru. Jika transistornya dalam keadaan baik, coba ukurlahkomponen-komponen detektor transistor itu.3. Diode germanium rusak (jika menggunakan detektor diodegermanium).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6565
  • 99. a. Ukurlah tahanan balik dan tahanan laju diode. Jika tahananbaliknya dibawah 20 k-ohm (20.000 ohm), sebaiknya gantilahkristal germanium itu. Kristal diode germanium yang masih baikmempunyai tahanan balik antara 100.000-500.000 ohm dantahanan lajunya kurang dari 100 ohm. Makin besar ketetapanarus diode kristal itu makin rendah pula tahanan lajunya.b. Mengukur tahanan laju dan tahanan balik diode cukup hanyadengan membalik kabel pengukur ohm-meter.c. Gantilah diode yang sudah rusak, dan perhatikanlah polaritasnyaketika memasang, jangan sampai keliru.Pada waktu memasang kristal diode, gunakanlah penyalur panasdengan hati-hati dan secepat mungkin mengerjakannya, agarsupaya diode itu tidak rusak karena panas yang berlebihan.(Panas ketika menyolder).4. Tegangan elektrode-elektrode detektor.a. Jika detektornya dari diode-germanium (kristal diode), ukurlahtegangan bias laju antara anode dan katodenya. Tegangan biaslaju ini kecil sekali, antara 0,025 volt-0,1 volt.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6666
  • 100. b. Jika detektornya dari transistor, ukurlah bias laju antara basis danemittor, dan tegangan bias ini juga kecil seperti tegangan biaspada diode germanium.c. Dalam pengukuran ini gunakanlah voltmeter d-c dengan batasukur yang cukup rendah, sehingga penunjukan jarum voltmetermudah dibaca.5. Osilator lokal pada rangkaian penala dapat menyebakan pesawat radiotidak ada sinyali, sinyal dari osilator dan sinyal RF yang datang dariluar (antena) agar menghasilkan sinyal IF dengan frekuensi 455 kHz.Jika bagian ini tidak bekerja maka pada pesawat tidak akan adasinyal.c. RangkumanDidalam menentukan/menganalisa hasil pengukuran pesawat penerimaradio, setelah diyakini bahwa pesawat radio bekerja dengan normal, makadapat dilakukan beberapa cara yaitu dengan cara menyocokan data hasilpengukuran dengan data besaran tegangan dengan kondisi pesawatbekerja dengan normal.Tujuan akhir dari anlisa hasil pengukuran adalah ditemukannyabagian/komponen yang rusak. Oleh karenanya setiap peserta diklat harusModul ELKA-MR.AM.004.A) 6767
  • 101. mampu menganalisa suatu data untuk mendapatkan informasi baru yangakan digunakan sebagai penyelesaian langkah-langkah perbaikan/reparasi.d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 4 pada modulini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4orang.2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempat tinggalanda.3. Menggunakan contoh format diatas, catatlah tipe dan jenis kerusakanpesawat radio yang diperoleh dari bengkel yang anda kunjungi.4. Setelah memperoleh jenis-jenis kerusakan dapat digunakan sebagaikajian pembahasan /diskusi kepada kelompok belajar anda atau denganguru.e. Test formatifBacalah pertanyaan berikut, jawab pertanyaan dengan ringkas teratur danjelas.Dengan mengacu pada sekema rangkaian:Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6868
  • 102. 1. Uraikan langkah-langkah untuk menganalisa hasil pengukuran!2. Dengan cara bagaimanakah anda, memperoleh data pengukurandengan kondisi radio tidak normal?3. Mungkinkah data pengukuran dijadikan bahan untuk menentukan jenis-jenis kerusakan?4. Bagaimanakah dapat diketahui oscilator lokal dikatakan tidak bekerja?5. Kesalahan Tegangan bias setiap transistor akan mengakibatkan radiomenjadi tidak bekerja, jelaskan?f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMenganalisa hasil pengukuranA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana untukmelakukan analisa data hasil pengukuran untuk memperoleh informasijenis-jenis kerusakan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkahkerja dengan benar, serta menganalisa dengan teliti maka Anda akanmemiliki kemampuan untuk menganalisa kerusakan bagian maupunkomponen yang terdapat pada pesawat radio.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 6969
  • 103. Satu hal yang perlu diingat, perbanyak data pengukuran untukmendapatkan hasil analisa yang benar. Baca kembali persiapan awalyang ada pada modul ini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apayang belum Anda fahami dengan benar.B. Alat dan bahan1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika3. Gambar rangkaian Radio AM/FMModul ELKA-MR.AM.004.A) 7070
  • 104. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orang atau lebih dalam satukelompok, Kemudian buat diskusi untuk menjelaskan gejalakerusakan).2. Buatlah tabel, Catatlah jenis kerusakan yang terdapat dari setiapbagian atau komponen.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jenis kerusakan pada pesawatradio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat terhadap hubungan tombol kontrol terhadaprangkaian yang menjadi bagiannya.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.D.KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7171
  • 105. Kegiatan Belajar 5: Melaksanakan Perbaikan/ReparasiPada kegiatan belajar 4 telah diindentifikasi jenis-jenis kerusakan dansebabkan dari komponen yang rusak. Pembelajaran selanjutnya pesertadikalat melaksanakan perbaikan/reparasi.a. Tujuan Kegiatan PembelajaranPeserta diklat trampil melakukan perbaikan/reparasi dari segala jeniskerusakan pada pesawat penerima radio.b. Uraian MateriLangkah-langkah perbaikan/reparasi pesawat tape recorder.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7272
  • 106. Dalam pekerjaan perbaikan/reparasi dianjurkan mengikuti langkah-langkahperbaikan /reparasi sebagai berikut:1. PEMERIKSAAN FISIK (sebelum pesawat-radio dihidupkan):a) Apakah stelan untuk tegangan jaringan (main voltage) betul?b) Apakah polaritas baterai betul? (tidak saling tukar terminalpositif/negatifnya).c)Apakah kontak–kontak baterai baik? (kontak–kontak harus bersih;tidakberkarat,dan tidak hijau oleh reaksi kimia). Bersihkan dengan kainbasah air panas,kemudian dikeringkan betul.d) Apakah tak ada perkawatan putus? (ada pelawan hangus,dlsb).2. PADA SAAT, DAN SEBENTAR SESUDAH, PESAWATDIHIDUPKAN:a) Adakah ada bau asap? (trafo atau dioda, pelawan,terbakar).b) Apakah ada kenaikan daya yang menyolok pada jaringan umum?(diukur dengan alat ukur watt atau alat ukur ma)c)Sampai berapakah tegangan baterainya jatuh?d) Apakah kawat pijar berpijar semuanya?e) Berapakah tegangan yang ada pada kondensator tapis pencatudaya?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7373
  • 107. 3. SELAMA PESAWAT HIDUPa) Pengeras suara berdengung? Dengung 100Hz ditimbulkan oleh Ctapis kering (habis kapasitasnya).Dengung 50 Hz ditimbulkan oleh satu sel (dioda) perata yang rusak.(Dengung 100 Hz lebih tinggi nadanya ketimbang dengung 50 Hz).b) Pengeras suara berdesah? Ada desah, berarti penerimamenangkap.c) Putarlah pengatur volume sampai maksimum, kemudian jamahlah(dengan jari) basis (atatu kisi) penguat audio. Jangkitdengung,berarti bahwa bagian ini baik.d) Putar-putarlah saklar jalur (bandswitch) (berpindah-pindah jalurfrekwensi). Ada ”krak” dari pengeras suara? Ada, berarti: penyampurdan penguat frekwensi antara baik.e) Sentuh-sentuh terminal antena dengan kawat (atau obeng). Ada“krak-krak” dari pengeras suara? Ada,berarti sirkit antena baik.f) Menguji transistor/IC: kalau mencurigai transistor atauIC, ujilah alat-alat itu, atau ganti saja dengan yang baru.Untuk menguji transistor, tidak perlu melepaskanya dari sirkit; cukupmengukur-ukur tegangan kolektor dan tegangan emitornya saja.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7474
  • 108. Dengan alat uji transistor khusus,transistor-transistor akan dapat diuji dengan mudah, tanpa menanggalkanya dari rangkaian. alat ujiyang di maksud adalah plug in circuit transistor tester. Alat uji iniakan dapat di bangun sendiri dengan mudah.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7575
  • 109. 4. TIDAK ADA SUARAa) Jamahlah sirkit masukan penguat audio. Timbul dengung?Kalau timbul dengung, berarti kesalahan berada di salah satutingkat depannya detector.b) Jamahlah dengan obeng pada kisi tabung, atau basistransistor.c) Ujilah osilator. Cara menguji osilator, Osilator supaya di ujipada berbagai frekwensi, dengan memutar-mutar kondensator taladari posisi minimum hingga maksimum (bersesuaian denganfrekwensi tertinggi hingga frekwensi terendah, di dalam satu jalur).Mungkin osilator hanya mau berguncang pada salah satu jalur saja,atau mungkin mau berguncang pada separuh belah jalur saja.d) Apakah penguat frekwensi antara berguncang? Ini dapat ditilik dengan jalan mengukur tegangan yang di hasilkan detector. Kalupenguat frekwensi antara berguncang akan ada tegangan rata dikeluaran detector. Meskipun penerima sedang tidak menangkapapapun.5. BUNYI LEMAHa) Apakah tegangan pencatu daya (baterai) terlampau rendah?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7676
  • 110. b) Titik bagian audio. (berilah sinyal lewat terminal masukan untuk “pickup”. Kalau bunyi ternyata normal, berarti kesalahan berada di salahsatu tingkat didepannya penguat audio.c) Titik tegangan-tegangan di penguat frekwensi antara dan dikonvertor.d) Bunyi lemah dapat juga ditimbulkan oleh salah satu transformatorkopling yang tergeser talaanya (tidak tepat 455 KHz). Kalau bunyilemah terjadi hanya ada pada sesuatu bagian dari jalur frekwensi,maka penilikan dilakukan terbatas pada bagian jalur itu saja!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7777
  • 111. 6. BUNYI GEMERTAKANa) Potensiometer pengatur volume kotor atau aus. Gantilah denganyang baru. Tidak cukup dengan hanya membersihkannya saja,karena toh akan segera gemertekan lagi!b) Periksa kondensator tala, kalau-kalau kotor. Dapat di bersihkandengan menyemprotkan udara, atau menggesek - gesekkan kertastipis di celah-celah kepingnya.c) Ujilah (periksa) saklar-saklar.7. SUMBER TEGANGAN DCBaterai supaya di ukur sementara pesawat sedang hidup. (mengukurtegangan beban; bukan G.E.M baterai!) Tegangan beban yang merosotakan membangkitkan bunyi cacat, sebab:a) Terjadi kopling lewat perlawanan dalam baterai;b) Kondisi kerja transistor tergeser kebawah.Jikalau baterai di jajari kondensator-kondensator yang cukup besar, lagipula di dalam pesawat terdapat sirkit-sirkit de kopling yang baik,makategangan baterai yang merosot akan tidak menimbulkan cacat yangsangat. Tetapi oleh kemerosotan tegangan itu,kepekaan penerimamerosot juga.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7878
  • 112. Gejala-gejala yang di timbulkan oleh kemerosotan tegangan bateraiadalah a.l.:1) Kepekaan penerima berkurang (bunyi dari pneras suara menjadilemah). Bunyi cacat.2) Netralisasi dalam penguat frekwensi antara menjadi kurangefektif,sehingga penerima cenderung berosilasi (bercuit-cuit).3) Bunyi dut-dut-dut. (Motorboating).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 7979
  • 113. 8. KONDENSATORKondensator elektrolit dengan kapasitas besar–besar di pakai dalamrangkaian transistor-transistor, mengingat bahwa transistor mempunyaiimpedansi masukan rendah-rendah.Dalam sirkit kopling, maka kondensator yang bocor akan menimbulkancacat. kondensator yang kering merosotkan penguatan, pula frekwensirendah-rendah audio jadi hilang.Dalam sirkit-sirkit jajaran (by pass) dan dalam tapis-tapis, maka C yangbocor menurunkan tegangan kerja dan arus kerja, hingga menimbulkancacat. C yang kering akan menimbulkan gejala motorboat.Kondensator kertas harus mempunyai perlawanan isolasi lebih dari 50M Ohm untuk kapasitas setiap mikro farad. (Contoh: kapasitas 0,5 mfdharus mempunyai perlawanan isolasi lebih dari 0,5 x 50 Mohm=25Mohm,dst.).Perlawan kondensator mika dan keramik harus melebihi 100 Mohm permfd nya.Kondensator elektrolit yang baik dengan tegangan kerja 400 Volt DCharus mempunyai perlawanan lebih dari 500 K ohm. Kondensator-kondensator elektrolit untuk tegangan-tegangan kerja kecil mempunyaiperlawanan serendah-rendahnya 100 K ohm.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8080
  • 114. Jikalau sedang menguji kondensator elektrolit, perlulah polaritas-polaritas alat ukur Ohm di perhatikan, sebab menguji dengan polaritas-polaritas tertukar akan menimbulkan salah ukur.PERHATIAN:Kondensator–kondensator dalam penerima bertransistor lazimnyabertegangan tembus rendah–rendah (1,5.......15 Volt). Kalau mengijialat-alat ini dengan alat ukur Ohm (ataupun alat-alat ukur lain) ingat-ingatlah, bahwa alat-alat ukur yang bersangkutan mungkinmenggunakan tegangan baterai yang lebih tinggi dari tegangan tembuskondensator!c. RangkumanUntuk dapat melaksanakan pekerjaan perbaikan/reparasi diperlukanpengetahuan yang cukup, pemahaman secara teori/prinsip kerja pesawatradio, juga diperlukan kompetensi pengoperasian alat ukur.Selain dari pada itu trampil didalam menggunakan alat mekanik; sepertiObeng, Tang, Solder.Sedangkan alat ukur terdiri; multimeter, oskiloskop, signal injektor dan alatpendukung lainnya.Tujuan akhir dari pekerjaan perbaikan/reparasi adalah dapat memperbaikidari bermacam-macam jenis kerusakan.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8181
  • 115. d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai uraian materi 5 pada modulini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut :1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum 4orang.2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitar tempattinggal anda.3. Dapatkan langkah-langkah penyelesaian praktis dalam pekerjaanperbaikan/reparasi.4. Setelah memperoleh petunjuk praktis laporkan kepada guru untukdijadikan bahan kajian pembahasan/diskusi kepada kelompok belajaranda.e. Test formatifBerilah tanda silang pada butir; a, b, c, dan d, untuk pernyataan yang Andaanggap benar.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8282
  • 116. 1. Dalam perbaikan pesawat elektronik, apakah langkah pertama dalampemeriksaan fisik sebelum pesawat-radio dihidupkan?a. Memeriksa polaritas bateraib. Memeriksa kontak – kontak bateraic. Memeriksa perkawatand. Memeriksa stelan untuk tegangan jaringan (main voltage)2. Berapa besar tegangan kerja kondensator elektrolit yang baik?a. 300 volt DC c. 300 volt ACb. 400 volt DC d. 400 volt AC3. Dan kondensator elektrolit tersebut harus mempunyai perlawanan lebihdari:a. 500 K Ohm c. 300 K Ohmb. 400 K Ohm d. 700 K Ohm4. Apa yang dimaksud dengan plug in circuit transistor tester?a. Alat pengukur transistorb. Alat pemberi tegangan pada transistorc. Alat uji transistord. Alat untuk memperbaiki transistor5. Apa yang dimaksud dengan Bandswitch ?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8383
  • 117. a. Saklar Jalur c. Saklar Togleb. Saklar Geser d. Saklar Push On6. Ditimbulkan oleh apa pengeras suara berdengung sebesar 100 Hz ?a. Ditimbulkan oleh satu sel (Dioda) perata yang rusakb. Ditimbulkan oleh C tapis yang kering (habis kapasitasnya)c. Ditimbulkan oleh kebocoran transistord. Adanya kerusakan pada speakerModul ELKA-MR.AM.004.A) 8484
  • 118. 7. Dan ditimbulkan oleh apa pengeras suara berdengung sebesar 50 Hz?a. Ditimbulkan oleh satu sel (Dioda) perata yang rusakb. Ditimbulkan oleh C tapis yang kering (habis kapasitasnya)c. Ditimbulkan oleh kebocoran transistord. Adanya kerusakan pada speaker8. Apa yang dimaksud dengan By Pass ?a. Papan sirkuit tercetak c. Sirkuit-sirkuit searahb. Sirkui-sirkuit jajaran d. Sirkuit-sirkuit setara9. Disebabkan oleh apakah terjadinya gejala Motorboating ?a. Transistor yang bocor c. Resistor yang terbakarb. Dioda yang bocor d. Condensator yang kering10.Bunyi lemah dapat juga ditimbulkan oleh .......a. Transistor Kopling c. Thyristor Koplingb. Thermistor Kopling d. Transformator KoplingModul ELKA-MR.AM.004.A) 8585
  • 119. f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMelaksanakan Perbaikan/ReparasiA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana kita dapatmelaksanakan perbaikan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkahkerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Anda akanmemiliki kemampuan dan tranpil memperbaiki jenis-jenis kerusakandengan mengganti komponen–komponen yang rusak.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8686
  • 120. Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Anda fahamidengan benar.B. Alat dan bahan1. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).2. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronika3. Multimeter, Toolkit, solderC. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orangatau lebih dalam satu kelompok, Kemudian buat diskusi untukmelaksanakan perbaikan).2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakanyang terdapat dari setiap tombol kontrol.3. Buat ringkasan pemahaman setiap jeniskerusakan pada pesawat radio tape recorder.4. Buat penjelasan singkat tentanglangkah-langkah perbaikan.5. Selamat bekerja, semoga berhasil.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8787
  • 121. D. KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja.E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerja.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8888
  • 122. Modul ELKA-MR.AM.004.A) 8989
  • 123. Kegiatan Belajar 6: Menguji hasil Perbaikan/Reparasia. Tujuan Kegiatan PembelajaranSetelah menyelesaikan pembelajaran ini, peserta diklat diharapkan:1. Mampu menggunakan alat ukur elektronik untuk menguji langkahperbaikan yang telah dilakukan.2. Dapat memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan sudah sesuaidengan standar prosedur operasi yang dipersyaratkan.3. Dapat memastikan bahwa semua komponen pengganti sudah terpasangdengan baik dan benar sesuai dengan prosedur perbaikan dan sesuaidengan buku petunjuk manual yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatperangkat elektronik yang diperbaiki.b. Uraian MateriSebuah langkah perbaikan terhadap gangguan yang didapat pada suatuperangkat elektronik pada dasarnya adalah sebuah langkah yangsistematis yang menuntut ketelitian tinggi dari mekanik elektronik yangmelakukan perbaikan.Dalam konteks ini adalah suatu keharusan jika kemudian seorang mekanikmelakukan pengujian ulang terhadap perbaikan yang telah dilakukan.Menguji hasil perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan langkah awalModul ELKA-MR.AM.004.A) 9090
  • 124. perbaikan. Perbaikan sebuah penerima misalnya dilakukan mulai darirangkaian depan (loudspeaker), kemudian dilanjutkan dengan rangkaianpenguat daya, rangkaian penguat tegangan dan seterusnya. Dengandemikian pengujian hasil perbaikan juga dimulai dari depan, dimanapengujian dilakukan dengan menggunakan multimeter, megukur teganganpada titik-titik uji (Test Point/TP) yang dapat dilihat dari diagram rangkaian(schematic diagram) yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat perangkatelektronik tersebut.Pengujian hasil perbaikan juga dapat dilakukan dengan menggunakan RFGenerator, Frequency Counter dan Oscilloscope, sehingga diketahui sinyalinput dan output dari setiap bagian serta frekuensi yang dihasilkan olehperangkat elektronik yang telah diperbaiki sesuai dengan spesifikasi teknisyang dikeluarkan oelh pabrik pembuatnya.Pada modul ini peserta diklat dapat melakukan pengujian/percobaan darisetiap bagian pada pesawat radio yang diperbaiki. Bagian-bagian yangakan diuji adalah: 1) RF Amplifier, 2) Osilator, 3) Mixer, 4) IF Amplifier, 5)Bandwidth Amplifier, 6) Karakteristi Dioda Detektor, 7) Detektor denganAVC (Automatic Volume Control), 8) Audio Amplifier, 9) Power Amplifier10) Power Supply (catu daya).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9191
  • 125. c. Rangkuman1. Langkah perbaikan pada pesawat elektronik pada dasarnya adalahsebuah langkah yang sisitematis.2. Menguji hasil perbaikan dapat dilakukan sesuai dengan langkah awalperbaikan.3. Perbaikan sebuah penerima radio misalnya dilakukan mulai darirangkain depan (loudspeaker).4. Pengujian hasil perbaikan juga dimulai dari depan.5. Pengujian dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter, mengukurtegangan pada Titik-titik Uji (Test Point/TP) yang dapat dilihat daridiagram rangkain (Schematik Diagram).6. Pengujian hasil perbaikan juga dapat dilakukan dengan menggunakanFrequency Counter dan Osilloscope.d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai pengujian hasil perbaikan padamodul ini, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompokmaksimum 4 orang.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9292
  • 126. 2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitartempat tinggal anda.3. Dapatkan langkah-langkah pengujian secara singkat danpraktis.4. Setelah memperoleh petunjuk praktis laporkan kepadaguru untuk dijadikan bahan kajian pembahasan/diskusi kepada kelompokbelajar anda.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9393
  • 127. e. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)f. Lembar kerjaRF AmplifierA. TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:1. Membuat kurva respon frekuensi penguat RF berdasarkan hasilpengamatan praktikum.2. Menguji/Mengukur besar penguatan penguat tingkat RF.B. PengantarRF amplifier adalah suatu rangkaian yg berfungsi memprkuat sinyalRF yang datang pada antena yg biasanya sangat kecil harganya. RFamplifier dasarnya ada dua jenis, yaitu RF amplifier yang berfungsisebagai penguat tegangan dan yg berfungsi sebagai penguat daya.Tujuan utama penguat daya adalah untuk menaikkan daya outputnyadengan mengingat besarnya tegangan, sedangkan tujuan utamarangkaian penguat tegangan adalah untuk menaikkan besarnyategangan tanpa mengingat besar dayanya.RF amplifier biasanya dapat memperkuat sinyal dengan frekuensi 30kHz sampai 300MHz. Sirkuit penguat RF bermacam-macamModul ELKA-MR.AM.004.A) 9494
  • 128. variasinya, tergantung pada rangkaian daerah frekuensinya. Padarangkaian RF, pesawat ini hanya akan memperkuat sinyal pembawabeserta kedua jalur sisinya yang berisi informasi dari suatu pemancar.RF amplifier pada pesawat ini berfungsi sebagai rangkaian konverteryang terdiri atas komponen L2,CA, dan TR1.Rangkaian tangki L dan C di sini berfungsi sebagai rangkaian penalayg akan meneruskan sinyal frekuensi resonansi yg sesuai denganselektivitas rangkaian penala tersebut.Penguat RF (TR1) mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:1. Sebagai penguat sinyal RF yg bervariasi tergantung pada perubahanCA.2. Dikombinasikan dengan L3 dan CB berfunsi sebagai oksilator lokal.3. Sebagai mixer yg mencampur sinyal RF dari pemancar dengansinyal dari silator lokal dan menghasilkan frekuensi menengah (IF)tertentu, yaitu 455 kHz. Bila dalam kerja rangkaian pesawat ini CAdan CB diubah bersama-sama maka selish frekuensi yg dicampurakan selalu sama. Secara fisik dilakukan dengan cara memasangCA dan CB menjadi satu poros (ganged capasitor).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9595
  • 129. EoutAV =E inContoh penjelasan hal diatas sebagai berikut:Bila oscilator menghasilkan frekuensi sebesar 1455 kHz dan sinyaldatang sebesar 1000 kHz, maka frekuensi menengah adalah 455 kHz.Bila CB dirubah maka sinyal oscilator akan berubah, misalnya menjadi1555 kHz. Demikian pula karena CA berubah maka frekuensi sinyalyang ditala menjadi 1100 kHz berubah. Dengan demikian sinyal selisihIF akan tetap besarnya, yaitu 455 kHz. Karena perubahan CA dan CBterjadi bersama-sama maka rangkaian berikutnya, yaitu IF amplifier,dapat dirancang untuk bekerja frekuensi tertentu (IF = 455kHz untuksistem AM) yang disalurkan melalui IFT-A ke TR2.Besarnya penguatan tingkat RF ini dapat ditentukan dengan rumussebagai berikut:Dengan : Av = Besarnya penguatan tegangan rangkaianEo = Tegangan output (Volt)Ein = Tegangan input (Volt)Kurva respon frekuensi dapat dianalisis dengan cara memvariasikankedudukan L2 dan CA untuk daerah frekuensi yang sesuai denganModul ELKA-MR.AM.004.A) 9696
  • 130. +V12VTP17TP4TP32LTP11uFL31uFTP2D1-D2 4148+01005C8291k4K74739039Kgelombang pembawa beserta kedua jalur sisinya yang mengandunginformasi.C. Alat dan Bahan1. Pesawat radio super heterodyne2. RF generator3. Multimeter4. Osciloscope5. Frekuensi counterGambar 24. Rangkaian RFconverterD. Langkah Kerja1. Siapkan pesawat radio AM yang akan digunakan praktek pengukuran.2. Atur kedudukan frekuensi RF generator pada posisi 1000 kHz.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9797
  • 131. 3. Hubungkan kabel output generator pada antena dan grond.4. atur posisi osciloscope untuk daerah pengukuran sekitar 1000 kHz.5. Sambungkan kabel vertikal input pada test point dengan grondpesawat penerima.PENGUKURAN FREKUENSI RESPON1. Hidupkan RF generator, pesawat penerma AM dan osciloscope.2. Atur output RF generator sampai didapat output TR1 (TP2 sebesar2 Volt/p-p) dengan terlebih dulu megatur kedudukan dial penalauntuk output maksimum.3. Atur frekuensi RF generator menjadi 1010 kHz dan catat hasilpenunjukan pada osciloscope.4. Naikan frekuensi RF generator dan catat penunjukan di osciloscope.5. Ulangi langkah 3 dan 4 untuk frekuensi RF generator sebesar 990kHz dan 980 kHz.6. Buatlah kurva respon rangkaian RF amplifier berdasarkan hasillangkah 3-4 dan 5.PENGUKURAN PENGUATAN RF AMPLIFIER1. Atur kembali frekuensi RF generator pada 1000 kHz dan atur posisioutput pada posisi mendekati minimum!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9898
  • 132. 2. Buatlah modulasi pada RF generator sebesar 30 %!3. Pindahkan proses osiloskop pada test point 1 (TP1) dengan ground!4. Putar piringan pemilih gelombang sampai didapat output maksimumpada osiloskop dan catat hasilnya pada lembar kerja!5. Pindahkan posisi osiloskop pada TP 2 dengan ground!6. Amati besarnya tegangan pada osiloskop dan catat pada lembarankerja!7. Hitung besarnya penguatan RF amplifier!8. Matikan semua peralatan!9. Buat kesimpulan hasil pengamatan!E. PERTANYAAN1. Apakah yang dimaksud dengan jalur sisi!2. Bagaimana cara menentukan selektivitas suatu rangkaian RF?Jelaskan!3. Apa yang dimaksud dengan respons frekuensi?Rangkaian OscilatorA. TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:Modul ELKA-MR.AM.004.A) 9999
  • 133. 1. Menguji/mengukur tegangan output osilator lokal.2. Menguji/mengukur besarnya osilator lokal pada suatu posisi dariposisi penalaan tersebut.B. Alat dan Bahan1. Trainer penerima radio AM2. Osiloskop3. RF generatorC. PengantarOsilator adalah suatu rangkaian yang dapat membangkitkan sebuahsinyal AC dari sumber DC. Pada pesawat ini, sinyal dari osilatordiheterodynekan dengan sinyal RF yang datang dari luar (antena) agarmenghasilkan sinyal IF dengan frekuensi 455 kHz. Pada pesawat, yangberfungsi sebagai osilator lokal yaitu pasangan TR1, L3 dan CB untukband MW (lihat gambar). Condenser trimmer CT2 digunakan untukmemperluas (menambah) frekuensi osilator lokal.Kerja osilator dapat dilihat pada rangkaian di atas. Dalam hal ini TR1merupakan penguat dari osilator yg mempunyai beberapa fungsi padapesawat penerima.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 100100
  • 134. 0ut0+V12VTP17TP4TP3TP11uFL31uF+5pFL2TP2D1-D2 41481mH1uF+01005C8291k4k74739039kSakelar pemilih pada saat pertama bekerja (nois relative sangat kecil)diperkuat oleh TR1 dan dikembalikan (feed-back)melalui gulungansekunder L3 ke bagian primernya. Akibat umpan balik ini, terjadilahosilasi dari rangkaian ini dengan frekuensi yang sesuai dengan frekuensiresonansi L3 yang terhubung dengan CB.Tegangan output yg dihasilkan melaui emitter TR1 akan dicampurdengan sinyal RF yang datang melalui base transistor tersebut. PrimerL3 tersebut dengan CB, CT2, dan C5 merupakan kondensator trimmeruntuk mendapatkan frekuensi resonansi. R3 berfungsi untuk menetapkanfactor kualitas rangkaian resonator dengan harga positif. Dengan adanyaD1 dan D2 maka rangkaian osilator dari convetor beroperasi dalamkonfigurasi terbumi (common base).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 101101
  • 135. Gambar 24. Rangkaian PenalaD. LANGKAH KERJA1. Ambillah trainer radio AM!2. Masukkan penghubung AC pada sumber lisktrik!3. Atur dial pemilih gelombang pada frekuensi 600 kHz!4. Ambillah osiloskop dan atur sedemikian rupa sehingga dapatdigunakan untuk pengukuran pada daerah 1000 kHz!5. Hubungkan output osiloskop pada emitter TR1 (test point3) denganground dari pesawat!Operasi Osilator1. Hidupkan pesawat penerima beserta osiloskop!2. Perhatikan gelombang yg dipergunakan osiloskop dan catat besartegangan beserta bentuk gelombang pada lembaran kerja yg tersedia!3. Atur dial pemilih gelombang searah jarum jam perlahan-lahan danamati pola yg terjadi pada osiloskop!4. Berilah komentar untuk kejadian pada langkah 8!5. Kembalikan posisi pemilih gelombang pada kedudukan 600kHz!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 102102
  • 136. 6. Ambil RF generator dan atur frekuensinya 600 kHZ dengan modulasi30%!7. Hubungkan output RF Generator pada antenna dan ground kemudianhidupkan RF generator!8. Tatalah L3 (trafo osilator ME + merah) sampai didapat amplitudepaling maksimum pada osiloskop!9. Matikan semua peralatan dan lepaskan RF generator dari pesawatpenerima!PENGUKURAN FREKUENSIPada langkah ini kita akan menggunakan metode pola Lissoyous untukpengukuran frekuensi osilator.1. Letakkan posisi gelombang sapu osiloskop pada posisi eksternal!2. Hubungkan horizontall output RF osiloskop pada TP3 dengan groundpesawat penerima!3. Hubungkan pula output RF Generator pada vertical input osiloskopdengan ground!4. Hidupkan kembali semua peralatan!5. Atur dial frekuensi RF Generator dan catat pada lembaran kerjasebagai frekuensi osilator!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 103103
  • 137. 6. Ulangi hasil langkah 19 dengan 600 kHz dan catat frekuensiselisihnya!7. Matikan semua peralatan!8. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!E. PERTANYAAN1. Apa sebabnya gulungan osilator MW terdiri atas L3 (primer dansekunder)?2. Benarkah umpan balik pada rangkaian osilator MW adalah positif?Jelaskan!3. Disebut apakah selisih frekuensi pada langkah 20?Rangkaian MixerA.TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan peserta diklat dapat:1. Menguji/mengukur bias rangkaian mixer.2. Menguji/mengukur penguatan rangkaian mixer.3. Menentukan frekuensi output rangkaian mixer melalui pengukuran.B. Alat dan Bahan1. Trainer penerima Radio AMModul ELKA-MR.AM.004.A) 104104
  • 138. EoutAV =E in2. Osiloskop3. RF Generator4. MultimeterC. PengantarRangkaian mixer pesawat penerima ini dapat dilihat pada gambar,ternyata juga merupakan rangkaian osilator local dan karena haldemikian, rangkaian ini disebut Coverter Authodyn.Pada TR1 ini terjadi pencampuran (mixer) antara sinyal RF yg datingmelalui base dan sinyal dari osilator local melalui emiternya. Hasilpencampuran kedua sinyal tersebut akan berupa frekuensi menengah(IF) yg dilanjutkan dari kolektor TR1 melalui R5 ke rangkaian IF am[lifierpertama (IFT-A).Rangkaian mixer sebenarnya juga merupakan suatu rangkaian penguatRF dan besar penguatannya dapat dihitung dengan rumus:Modul ELKA-MR.AM.004.A) 105105
  • 139. 0ut0 +V12VTP17TP4TP3TP11uFL31uF+5pFL2TP2D1-D2 41481mH1uF+01005C8291k4k74739039kGabungan primer dari IFT-A merupakan beban dari rangkaian mixer danditala pada frekuensi 455 kHz. Karena input dipasang antara base danbumi, sedangkan outputnya diambil antara kolektor dengan ground,maka rangkaian mixer pada hakikatnya merupakan rangkaian konfigurasiemitter terbumi (common emitter).Gambar 26. Rangkaian PenalaD. Langkah Kerja1. Hubungkan penghubung AC Trainer radio AM pada sumber listrik!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 106106
  • 140. 2. Atur dial pemilih gelombang pada posisi 1000 kHz!3. Tentukan lokasi osilator lokal!4. Sambungkan kawat penghubung emitter dengan ground untukmenghentikan kerja osilator!Pengukuran Bias1. Hidupkan pesawat penerima radio!2. Ukur dengan multimeter bias kolektor pada TP2 dengan ground dancatat hasilnya pada lembar kerja!3. Ukur pula bias base pada TP2 dan ground !4. Ukur bias base emitter melalui TP1 dan TP3 dan catat hasilnya padalembaran kerja!5. Lepaskan penghubung antara emitter dengan ground dan atur dialpemilih gelombang untuk mendapatkan siaran dari pemancarterkuat!6. Lihat kedudukan dial pemilih gelombang dan catat frekuensipemancar tersebut!7. Bila osilator lokalnya lebih tinggi 455 kHz daripada pemancar ygditerima, berapakah frekuensi osilatornya?8. Matikan pesawat dan lepaskan antena.OPERASI MIXERModul ELKA-MR.AM.004.A) 107107
  • 141. 1. Sambungkan kembali penghubung antara emitter dengan ground !2. Atur posisi dial pemilih gelombang pada 1000 kHz!3. Ambillah RF Generator dan atur frekuensinya pada 1000 kHzdengan output mendekati minimum 50 milli volt/p-p (termodulasi30%)!4. Hubungkan output RF generator pada TP1 dengan ground !5. Sambungkan vertikal output osiloskop pada TP2 dengan ground !6. Hidupkan pesawat penerima dengan osiloskop!7. Catat besarnya tegangan pada TP2 pada lembaran kerja!8. Hitung penguatan rangkaian mixer!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 108108
  • 142. 9. Tentuka frekuensi osilator mixer dengan metode Lissoyous!10.Matikan semua peralatan!11. Buat kesimpulan hasil pengamatan!E. Pertanyaan1. Apa sebabnya untuk mengamati kerja rangkaian mixer, osilator harusdimatikan?2. Berapakah seharusnya frekuensi output mixer?3. Bila terjadi frekuensi output mixer tidak sesuai dengan seharusnya,kira-kira apa penyebabnya? Jelaskan!Penguatan If AmplifierA. TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :1. Menguji/mengukur input dan output setiap tingkat IF amplifier.2. Menguji/mengukur besarnya penguatan setiap tingkat IF amplifierberdasarkan hasil pengukuran.B. Alat dan Bahan1. Trainer penerima2. radio AM3. OsiloskopModul ELKA-MR.AM.004.A) 109109
  • 143. R A N G K . I F ( F R E K . M E N E N G A H )+V12VTP6TP5TP10TP9TP8TP7.1IN60.10011S1S1P1P1P1S5k004.1.1004+220/16002+10/16C829C82910039k5k647015k39039047kC. PengantarPenguat pada IF amplifier bekerja memperkuat sinyal dan mixerdengan penguatan tertentu dan menyalurkan outputnya padarangkaian berikutnya. Besarnya penguatan rangkaian IF amplifierdapat ditentukan dengan cara membagi tegangan output dengantegangan inputnya. Penguatan rangkaian ini dirancang sedemikianrupa sehingga mempunyai band width sesuai dengan yangdiharapkan, demikian pula selektivitasnya. Frekuensi kerja IFamplifier pada sistem AM adalah 455 kHz.Gambar 27. Rangkaian IF (Frek. Menengah)D. Langkah Kerja1. Ambillah trainer penerima radio AM dan hubungan kabelpenghubung AC pada sumber listrik yang tersedia!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 110110
  • 144. 2. Dengan menggunakan kabel penghubung, sambungkan stator dariCB dengan ground pesawat dan ini berarti mematikan kerja osilatorlocal!3. Hidupkan RF generator dan atur dial frekuensi pada posisi 455kHz!4. Gunakan osiloskop untuk mengukur tegangan output RF generatordan atur sampai didapat tegangan sebesar 0,1 V/p-p!5. Lepaskan osiloskop dari RF generator dan hubungkan pada testpoint 6 (TP6) dengan ground !6. Hubungkan output RF generator pada TP5 dengan ground !7. Amati bentuk gelombang yang terdapat pada osiloskop dan catatpada lembar kerja besarnya tegangan!8. Hitung penguatan dari TR2 dan catat pada lembaran kerja!9. Pindahkan osiloskop pada test point 7 yang merupakan input TR3!10.Catat pada lembaran kerja besar tegangan pada TP7!11.Pindakan osiloskop pada TP8 dengan ground dan catat besarnyategangan yang merupakan output TR3!12.Hitung penguatan TR3 dan catat hasilnya pada lembaran kerja!13.Berilah komentar tentang penguatan TR2 dan TR3!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 111111
  • 145. 14.Matikan semua peralatan dan simpan pada tempatsemula, janganlupa melepaskan penghubung pesawat!15.Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!F. PERTANYAAN1. Berapa tingkatan penguat IF amplifier?2. Apa pengaruh penambahan tingkat pada selektivitas?3. Bila penerimanya terdiri atas 2 band, bagaimana frekuensi kerja IFamplifier?Band Width AmplifierA.TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan pesrta diklat dapat:1. Menentukan besarnya band width RF Amplifier berdasarkanhasil pengukuran.2. Menentukan faktor kualitas (selektivitas) rangkaian IF amplifierdari hasil pengukuran.B. Alat dan Bahan1. Trainer penerima radio AM2. RF generator3. OsiloskopModul ELKA-MR.AM.004.A) 112112
  • 146. C. PengantarRangkaian IF amplifier dirancang untuk bekerja pada frekuensiresonansi sebesar 455 kHz, fungsinya memperkuat sinyal yangdihasilkan rangkaian mixer yg mempunyai frekuensi center sebesar455 kHz.IF amplifier pada pesawat ini menggunakan 2 buah penguat yaitu TR2dan TR3 (lihat gambar), masing-masing pnguat mempunyai dua buahpenala untuk base dan collector. Kegunaan rangkaian penala tersebutdi samping menstabilkan frekuensi juga memperkecil daya kemudi(power driver) rangkaian. Jumlah rangkaian penala seluruhnya ada 3buah yaitu IFT-A,IFT-B, dan IFT-C.Lebar jalur seluruh penguat tergantung pada faktor kualitas ketigapenala tersebut dan masing-masing mempunyai faktor kualitas ygberlainan. Itulah sebabnya ketiganya diberi warnw yang berbeda:kuning, putih, dan hitam.Lebar jalur rangkaian IF tergangtung pada penguatannya. Bilapenguatannya semakin tinggi maka lebar jalur semakin sempit (lihatgambar). Istilah lain mengatakan bahwa lebar jalur semakin sempitberarti pesawat makin selektif.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 113113
  • 147. Dengan demikian, selektifitas pesawat sangat tergantung pada lebarjalur (band width) rangkaian tersebut. Yang dimaksud denganselektifitas adalah kemampuan rangkaian untuk melakukan suatudaerah frekuensi dan menahan frekuensi lain.Kurva lebar jalur akan naik semakin curam bila banyaknya penguatbertambah. Lebar jalur (band width) harus sama dengan dua kali nilaifrekuensi audio tertinggi yg dipancarkan suatu stasiun pemancar.Untuk transmisi sistem AM umumnya frekuensi audio tertinggi kira-kira5 kHz, sehigga lebar jalur IF amplifier cukup besar yaitu 10 kHz.Pada sistem AM yang berkualitas tinggi (high fidelity) mempunyaifrekuensi audio tertinggi kira-kira 10 kHz, sehingga lebar jalur menjadi20 kHz. Untuk menentukan faktor kualitas (selektivitas) suaturangkaian secara praktis dapat ditentukan sebagai berikut:Modul ELKA-MR.AM.004.A) 114114
  • 148. Keterangan :Q =Faktor kualitasFr =Frekuensi resonansiBW =Band widthFU =Frekuensi upperFL =Frekuensi lowerD. Langkah Kerja1. Siapkan pesawat radio AM yang akan digunakan percobaan!2. Hubungkan pesawat radio AM pada sumber tegangan yangsesuai dan atur dial pemilih gelombang pada kedudukan 1000 kHz!3. Ambillah RF generator dan atur Frekuensinya pada kedudukan 455kHz dengan modulasi 30%!4. Hubungkan dengan kabel penghubung emitter dengan grounduntuk mematikan osialtor lokal!5. Ambillah RF generator dan ukur outputnya dengan osiloskope!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 115115Fr FrQ = =BW FU - FL
  • 149. 6. Hubungkan output RF generator pada TP 4 dengan ground!7. Letakkan kabel penghubung dari vertikal input pada TP 2 denganround!8. Atur osiloskope dengan daerah pengukuran sekitar 100 kHz!9. Hubungkan vertikal input osiloskop pada TP 6 dengan ground!10.Dengan menggunakan obeng plastik, putarlah IFT-A sampaididapat tegangan maksimum pada osiloskop!11.Catat besar tegangan yang terukur pada lembar kerja!12.Pindahkan probe osciloscope pada TP8 dengan grond!13.Amati gelombang yang terjadi pada layar osciloscope!14.Atur kembali IF T-B sampai amplitudo yang diperagakan dilayarosciloscope mencapai harga yang paling maksimum!15.Pindahkan osciloscope pada TP10 dan atur IFT-C seperti yanglainnya!16.Catat tegangan maksimum yang dihasilkan TP10!17.Naikan Frekuensi RF Generator perlahan-lahan sampai didapattegangan kira-kira 0,70 x tegangan langkah 14 dan baca besarnyafrekuensi yang ditunjukan RF generator!18.Catat hasil langkah 15 pada lembaran kerja!19.Ulangi langkah 15-16 untuk frekuensi dibawah 455kHz!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 116116
  • 150. 20.Gambar kurva resonansi IF amplifier berdasarkan hasilpengukuran langkah sebelumnya!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 117117
  • 151. Karakteristik Dioda DetektorA.TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :1. Membuat kurva karakteristik dioda detektor berdasarkan hasilpengukuran praktikum.2. Menganalisis karakteristik dioda detektor yang menyebabkandioda tersebut efektif sebagai pendeteksi sinyal IF termodulasi.B. Alat dan Bahan1. Trainer penerima radio AM2. RF generator3. Osiloskop4. Multimeter elektronik5. Kondensator 200 pFC. PengantarRangkaian detektor bertugas mendeteksi sinyal RF termodulasi yangdihasilkan rangkaian IF. Sistem deteksi menggunakan dioda untukfrekuensi ini (dioda point contact) ternyata lebih efektif dibandingdengan sistem lain, karena menghasilkan distorsi yang lebnih kecil.Hal ini didapat karena karakteristik dinamis detektor lebih konduktifterhadap prestasi linier jenis detektor lain.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 118118
  • 152. R A N G K . D E T E K T O RT R 3k e b a s i s T R 2+V12VTP10TP8005.1015kIN601S1P5K6470Bila suatu sinyal RF diberikan kepada anoda dioda detektor makapada katoda dioda tersebut dihasilkan sinyal DC berpulsa yang sesuaidengan besar sinyal AC yang diberikan, dan hal ini menyebabkanmengalir arus DC pasa resistor beban.Pada percobaan ini, akan kita amati besarnya tegangan input sertaoutput dioda yang diumpani sinyal RF. Dengan tegangan input yangdivariasikan maka otomatis outputnya pun demikian, dan dari hasilinilah karakteristik dioda detektor dapat dibentuk.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 119119
  • 153. Gambar 28. Rangkaian DirektorD. Langkah Kerja1. Ambillah trainer penerima AM dan siapkan untuk dipergunakandalam percobaan ini!2. Hidupkan RF generator dan atur kedudukan frekuensinya pada455 kHz dengan output minimum!3. Pasang kondensator 200 pF pada output positif untuk mencegahmasuknya tegangan DC ke RF generator tersebut!4. Hubungan ujung positif RF pada katoda detector dan ground padarangkaian penerima radio AM, demikian pula osiloskopnya!5. Hubungkan multimeter pada anoda detektor dengan terlebihdahulu sakelar pemilih diletakkan pada batas ukur kira-kira 1,5volt/DC!6. Naikkan perlahan-lahan output RF generator sampai osiloskopmenunjukkan harga 5 V/p-p!7. Catat pada l;embar kerja output detektor yang ditunjukkan olehmultimeter!8. Turunkan secara bertahap input detektor dengan jarak0,5 V/p-psampai harga minimum (0,5 V/p-p)!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 120120
  • 154. 9. Padasetiap penurunan, catat padalembaran kerja output detektortersebut!10.Matikan semua peralatan!11.Dari hasil pengukuran-pengukuran di atas, buatlah kurva E yangmerupakan fungsi Eout dioda detektor!Catatan:Plot kurva karakteristik ini, dengan Ein merupakan ordinat bebas(sumbu horizontal) sedangkan Eout merupakan ordinat bebas (sumbuvertical).12.Amati kurva karakteristik tersebut dan berilah komentar hasilpengamatan!13.Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!E. Pertanyaan1. Dapatkan dioda yang digunakan sebagai penyearah power supllydigunakan sebagai detektor? Jelaskan!2. Apakah penting kita mengetahui karakteristik dioda detektor?Jelaskan!3. Mengapa arah dioda detektor seperti tergambar pada rangkaian?Jelaskan bagaimana kalau dioda posisinya dibalikkan!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 121121
  • 155. Detektor Dengan Avc (Automatic Volume Control)A. TujuanSetelah mneyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat:1. Membandingkan ouput pesawat penerima menggunakan AVC dantanpa AVC bila terjadi variasi sinyal input.2. Menyimpulkan kerja AVC dari hasil pengukuran dalam pratikum.B. Alat dan Bahan1. Pesawat penerima radio AM2. Osiloskop3. RF generatorC. PengantarAutomatic Volume Control adalah suatu rangkaian yang bekerjasecara otomatis dalam menaggulangi variasi sinyal input padaantenna. Pada transmisi sinyal RF termodulasi ke pesawat penerima,ternyata dipengaruhi oleh keadaan cuaca progasi beserta hambatan-hambatan lainnya selama perjalanan menuju pesawat penerima.Akibat hal di atas, ada yang disebut efek alunan (fading) yaituberubah - ubahnya kekerasan sinyal input yang datang pada antenaModul ELKA-MR.AM.004.A) 122122
  • 156. penerima terutama pada sistem SW. Untuk mengatasi hal ini makapada pesawat penerima sistem AM selalu dilengkapi denganrangkaian AVC yang bekerja mengkompensasi efek alunan tersebut.Ranglaian AVC pada pesawat ini terdiri atas komponen-komponenR12 dan C11. Kerja AVC sebenarnya merupakan umpan balik negatifdari output detektor ke input penguat pertama IF amplifier.Umpan balik ini bekerja menurunkan bias TP2 bila output pesawatterlalu besar ketika input pada antena bertambah dan akan bekerjabila input berubah menjadi lebih kecil.Perubahan bias TP2 dapat diatur secara otomatis karena sebagaioutput detektor akan difilter menjadi tegangan DC negatif oleh kerjaR12 dan C11. Tegangan negatif inilah yang akan bekerjamenurunkan atau menaikkan bias R12 dan hasilnya akanmengkompensasi output pesawat penerima.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 123123
  • 157. D. Langkah Kerja1. Hidupkan pesawat penerima AM dan atur posisi dial panalagelombang pada frekuensi 1600 kHz !2. Hidupkan RF generator dan AF generator untuk frekuensi 1600kHz termodulasi dengan frekuensi 100 Hz!3. Atur output AF generator sampai meter menunjukkan modulasimenyatakan 30%!4. Hubungkan output RF generator pada terminal antena denganground pesawat!5. Letakkan vertical input osiloskop antara katoda D4 dengan ground6. Atur output RF generator sampai osiloskop memperagakangelombang dengan amplitudo 0,04 V/p-p!7. Atur volume suara (VR) sampai didapat suara yang enak didengar!8. Pindahkan osiloskop pada anoda D4 dan catat besarnya teganganbeserta bentuk gelombangnya pada lembaran kerja yang tersedia!9. Ukur tegangan pada titik sambung antara R12 dan C11 (TP5) dancatat besarnya tegangan serta bentuk gelombangnya!10.Turunkan tegangan RF generator menjadi 0,3 V/p-p dan ulangilangkah 7 sampai 9!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 124124
  • 158. 11.Lakukan hal di atas untuk output RF generator 0,02 V/p-p, 0,05V.p-p!12.Berilah komentar tentang kekerasan suara pada loudspeaker padasetiap posisi output RF generator yang bervariasi sebagaigambaran efek alunan pada pesawat!13.Ulangi langkah 1 sampai dengan 12 untuk posisi di atas!14.Matikan semua peralatan!15.Buat kesimpulan dari hasil pengamatan!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 125125
  • 159. E. Pertanyaan1. Mengapa pengaruh AVC sangat terasa pada band SWdibandingkan pada band MW?2. Rangkaian AVC sebenarnya merupakan rangkaian apa?3. Mengapa tegangan yang dihasilkan rangkaian AVC berbentuktegangan DC?Rangkaian Audio AmplifierA. TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat :1. Mengukur bias rangkaian preamplifier dan rangkaian driver.2. Mengukur penguatan rangkaian preamplifier dengan rangkaiandriver.B. Alat dan Bahan1. Trainer pesawat penerima radio AM2. AF generator3. Osiloskop4. Multimeter eletronikC. PengantarModul ELKA-MR.AM.004.A) 126126
  • 160. R A N G K . A U D I O A M P L I F I E R1n0TP12TP151314TP16TP11+V12v8+220/16+1uF+220/16.1uf1uF.1uF 220pfIN41485kC1684C1684B698D7342205601 1112k21k470150k1k470k33kRangkaian audio amplifier pada pesawat ini terdiri atas empat buahpenguat (TR4 sampai dengan TR7) dan berfungsi memperkuat sinyalinformasi hasil dari rangkaian detektor. Kekerasan suara dapat diaturdengan mengubah kedudukan VR yang berfungsi sebagai volumecontrol.TR4 berfungsi sebagai penguat pertama audio amplifier dengankonfigurasi emitter terbumi (common emitter) dan melalui R20mendapat umpan balik negatif dari output power amplifier. Tujuanumpan balik ini untuk memperlebar band switch sehingga kualitassuara menjadi lebih baik.TR5 merupakan penguat tegangan tingkat kedua yang dapat disebutpula sebagai driver amplifier dengan konfigurasi sama dengan TR4.Transistor inipun mendapat umpan balik negatif melalui R21 (lihatgambar). Penguatan kedua transistor inipun sudah dirancangsedemikian rupa sehingga mampu mengeluarkan output yang dapatmengemudikan rangkaian power amplifier.Pada percobaan ini, akan diukur besarnya penguatan TR4 dan TR5.Dalam hal ini AF generator digunakan sebagai pengganti informasisiaran suatu pemancar.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 127127
  • 161. Gambar 29. Rangkaian Audio AmplifierD. Langkah Kerja1. Hidupkan pesawat penerima radio dan atur dial pemilih gelombangpada posisi pemancar yang kosong!2. Ukurlah tegangan sumber TR4 menggunakan multimeter pada TP16dengan ground pesawat dan catatlah hasilnya pada lembaran kerja!3. Lakukan pula pengukuran-pengukuran bias TR4, yaitu collector,emitter, base denagan ground pesawat menggunakan multimeter dancatat hasilnya pada lembaran kerja!4. Ukur dan catat tegangan bias antara base dengan emitter TR4!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 128128
  • 162. 5. Ulangai langkah 3 dan 4 TR5!6. Hidupakn AF generator dan atur frekuensi pada posisi11000 Hzdengan amplitudo 0,1 V/p-p (ukur menggunakan osiloskop) untuksinyalberbentuk sinus!7. Hubungan output generator pada TP10 dengan ground penerimapesawat!8. Hubungkan vertikal input osiloskop pada TP10 dan catat besarnyategangan lengkap dengan bentuk gelombangnya!9. Pindahkan osiloskop pada TP11 dan cata pula besarnya teganganbeserta bentuk gelombangnya!10. Hitung penguatan tegangan TR4!11. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk TP12 dan TR5!12. Matikan pesawat dan peralatan lainnya!13. Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan!E. Pertanyaan1. Apa yang terjadi apabila umpan balik TR4 dan TR5 positif ?2. Apa tujuan setiap tingkat penguat menggunakan umpan balik?3. Bila pernah mengamati penerima 2 band, adakah perbedaanamplifiernya untuk setiap band? Jelaskan!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 129129
  • 163. Rangkaian Power AmplifierA. TujuanSetelah menyelesaikan percobaan ini, diharapkan siswa dapat:1. Mengukur tegangan input dan output rangkaian power amlifier.2. Menentukan penguatan power berdasarkan hasil pengukuran.B. Alat dan Bahan1. Trainer penerima radio AM2. AF generator3. Osiloskop4. MultimeterC. PengantarRangkaian power amplifier pesawat penerima ini terdiri ats duatransistor yaitu TR6 dan TR7. Konfigurasi kedua transistor adalahsimetry complementry dan tipe transistor adalah NPN (TR6) dan PNP(TR7) yang keduanya mempunyai karakteristik yang sama.Kedua transistor bekerja bergantiam sesuai dengan input yang masukpada rangkaian ini. Tegangan bias sumber pesawat TR6 samaModul ELKA-MR.AM.004.A) 130130
  • 164. dengan bias TR7 atau setengah dari bias sumber pesawat penerima,hal ini dapat diatur oleh resistor R22 sampai dengan R25.Untuk memperlebar band width rangkaian kedua pesawat penguatmenggunakan umpan balik melalui R21 dan R26. dalam percobaanini, akan dilakukan penganalisisan kerja rangkaian power amplifierdengan menggunakan input dari audio signal generator dan akandilakukan pengukuran bias TR6 dan TR7.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 131131
  • 165. R A N G K . A U D I O A M P L I F I E R0000TP12TP151314TP11+V12v8+1uF+220/16.1uF 220pfIN4148C1684B698D7342205601 111470150k33kGambar 30. Rangkaian Audio AmplifierD. Langkah Kerja1. Hidupkan pesawat penerima untuk band width MW dan atur dialpemilih gelombang pada posisi 1000 kHz!2. Atur volume control untuk pendengaran yang enak!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 132132
  • 166. 3. Gunakan multimeter untuk pengukuran tegangan sumber pesawatpada TP10 dengan ground pesawat dan catat hasil pengukuranpada lembaran kerja!4. Pindahkan multimeter pada titik tengah antara R24 dan R23dengan ground pesawat dan catat hasil pengukuran bias TR6/TR7pada lembaran kerja!5. Lepaskan multimeter pada rangkaian!6. Hidupkan AF generator untuk frekuensi 1000 Hz dengan amplitudo0,1 V/p-p (pola gelombang sinus).7. Hubungkan output AF generator pada base dengan groundpesawat!8. Ukur tegangan input TR6 dengan osiloskop pada base denganground pesawat dan catat pada lembaran kerja!9. Gunakan pula osiloskop untuk pengukuran tegangan output TR6dan catat pada lembaran kerja!10.Hitung penguatan TR6!11.Ulangi langkah 1 sampai dengan 10 untuk TR7!12.Matikan semua peralatan dan simpan pada tempat semula!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 133133
  • 167. 13.Buatlah kesimpulan dari hasil pengamatan!E. Pertanyaan1. Apa bedanya power amplifier konfigurasi simetry complementrydengan push pull amplifier?2. Apa fungsi D5 dan D6 ? Jelaskan!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 134134
  • 168. Kegiatan Belajar 7: Membuat laporan perbaikana. TujuanSetelah menyelesaikan kegiatan belajar ini, peserta diklat dapat membuatlaporan perbaikan pesawat penerima radio.b.Uraian materiDalam industri elektronika diberlakukan apa yang disebut Final Assembly.Pada bagian ini diadakan pemeriksaan menyeluruh atau produk yang telahdihasilkan oleh rangkaian ban berjalan.Rangkaian ban berjalan adalah sebuah sistem dimana seorang karyawanbekerja memasang komponen pada bagian tertentu kemudian dilanjutkanoleh karyawan berikutnya. Dalam konteks ini pola pelaporan dari FinalAssembly dapat “Diadopsi” oleh sistim ketika membuat pelaporan perbaikanpesawat radio tape recorder.Bentuk laporan perbaikan tersebut adalah sebagai berikut:No.Bagian yangDiperiksaKerusakan/GangguanKomponen yangdiganti1. Power Amplifier 1.Tidak ada suara2.Suara tidak jelas3.Suara kecil-Kabel ke speakerputus-Potensio volumeModul ELKA-MR.AM.004.A) 135135
  • 169. -Transistor penguatakhir rusak satu.2. Catu daya 1.Suara dengung 50Hz2.Tidak ada sinyal-salah satu diodapenyearah rusaksatu.-Trafo power putuskumparan primer.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 136136
  • 170. No.Bagian yangDiperiksaKerusakan/GangguanKomponen yangdiganti3. Penala 1.Gelombang hanya satu yang diterima2.Suara hanya desis-KomponenCapasitortanki osilator-Trafo Osilatorrusak4. IF 1 1.Suara sangat lemah2.Suara mencuit-Trafo IF tingkat 1-Trafo IF perlu trim5. Detektor 1.Suara sangat lemah2.Suara berdesis-Condensatro filterpada detektorrusak-Dioda detektorrusak6. Osilator 1.Tidak dapat siaran -Transistor rusak-Transistorkesalahan tegbiasc. RangkumanModul ELKA-MR.AM.004.A) 137137
  • 171. 1. Final Assembly dikerjakan pada industri elektronika2. Industri Elektronika menggunakan sistim ban berjalan3. Dalam sistim ban berjalan seorang karyawan bertugas memasangkomponen pada bagian tertentu saja.d. TugasUntuk lebih mendalami dan lebih menguasai didalam membuat laporanpekerjaan perbaikan/reparasi, Anda sebaiknya melakukan tugas berikut:1. Buatlah kelompok belajar, masing-masing kelompok maksimum2 orang.2. Kunjungilah bengkel elektronika/bengkel reparasi sekitartempat tinggal anda.3. Menggunakan contoh format diatas, catatlah macam-macamkerusakan pesawat radio dan cara perbaikannya.4. Setelah memperoleh macam-macam kerusakan dapatdigunakan sebagai kajian pembahasan /diskusi kepada kelompok belajaranda, dengan bimbingan guru.e. Test formatif1. Ketika memperbaiki penerima radio yang mengalami gangguan, andamemeriksa kerusakan/gangguan pada bagian penguat daya dimanatransistor/resistor rusak.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 138138
  • 172. Pertanyaan:a. Mengapa Transistor atau resistor itu bisa rusak, buat penjelasansingkat?b. Bagaimana kalau tidak diganti!Jelaskan!c. Alat apa yang digunakan untuk penggantian komponen?Sebutkan!2. Didalam pemeriksaan kerusakan/gangguan pada catu daya, terdapatdioda zener yang rusak.Pertanyaan:a. Apa fungsi dioda zener pada power suplly?Jelaskan!b. Berapa besar daya dioda zener yang harus terpasang untuk catu dayategangan 12volt dengan arus 1 amp.?c. Dapatkah dioda zener dijadikan dioda penyearah?3. Kerusakan pesawat radio ditandai oleh suara yang kecil dan tidak jelas,didalam pemeriksaan ternyata dioda detektornya rusak.Pertanyaan:a. Dapatkah dioda detektor digantikan dengan transistor?b. Bagaimana dioda detektor jika digantikan dengan dioda penyearah!c. Apa penyebabnya dioda detektor menjadi rusak?Modul ELKA-MR.AM.004.A) 139139
  • 173. 4. Pesawat radio mengalami gangguan tidak mendapat gelombangpemancar, didalam pemeriksaan frekuensi 455khz tidak ada.Pertanyaan:a. Bagian manakah yang tidak bekerja? jelaskanb. Frekuensi 455 diperoleh dari frekuensi selisih denga ketentuan rumus.f. Kunci Jawaban (Terlampir pada BAB. III)g. Lembar kerjaMembuat Laporan PerbaikanA. PengantarLembar kerja ini berisi langkah-langkah praktek bagaimana kita dapatmembuat laporan perbaikan. Jika Anda dapat melakukan langkah-langkah kerja dengan benar, serta mengamati dengan teliti maka Andaakan memiliki kemampuan untuk membuat laporan perbaikan.Satu hal yang perlu diingat, utamakan keselamatan diri Anda dankeselamatan alat. Baca kembali persiapan awal yang ada pada modulini. Konsultasikan selalu dengan guru apa-apa yang belum Andapahami dengan benar.B. Alat dan bahana. Pesawat Radio Tape Recorder (mini compo).Modul ELKA-MR.AM.004.A) 140140
  • 174. b. Buku manual petunjuk penggunaan pesawat elektronikac. Multimeter, Toolkit, solder.Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakan yang terdapat dari setiaptombol kontrol!Modul ELKA-MR.AM.004.A) 141141
  • 175. C. Langkah kerja1. Buatlah kelompok belajar (empat orangatau lebih dalam satu kelompok, kemudian buat diskusi untukmembuat laporan)!2. Buatlah tabel, Catatlah gejala kerusakanyang terdapat dari setiap tombol kontrol!3. Buat ringkasan pemahaman setiapmelaporakan perbaikan!4. Buat penjelasan singkat terhadappelaporan dan sistim perbaikan15. Selamat bekerja, semoga berhasil.D. KesimpulanTulislah kesimpulan dari apa yang telah Anda lakukan berdasar lembarkerja!E. SaranJika dianggap perlu, tulislah saran-saran yang berkaitan denganpekerjaan yang telah Anda lakukan berdasarkan petunjuk dari lembarkerjaModul ELKA-MR.AM.004.A) 142142
  • 176. BAB. IIIEVALUASIA. Instrumen PenilaianEvaluasi Pemelajaran 1Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlahjawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumusModul ELKA-MR.AM.004.A) 143143
  • 177. tingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan andaterhadap materi yang telah diuraikan.Jumlah jawaban anda yang benarTingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %20Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya = 80% - 89%3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya = 70% - 79%4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%Evaluasi pembelajaran 2Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlahjawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumustingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan andaterhadap materi yang telah diuraikan.Jumlah jawaban anda yang benarTingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %10Modul ELKA-MR.AM.004.A) 144144
  • 178. Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya = 80% - 89%3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya = 70% - 79%4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%Evaluasi pembelajaran 3Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlahjawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumustingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan andaterhadap materi yang telah diuraikan.Jumlah jawaban anda yang benarTingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %5Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya = 80% - 89%3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya = 70% - 79%4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%Evaluasi pembelajaran 4Modul ELKA-MR.AM.004.A) 145145
  • 179. Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlahjawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumustingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan andaterhadap materi yang telah diuraikan.Jumlah jawaban anda yang benarTingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %5Modul ELKA-MR.AM.004.A) 146146
  • 180. Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya = 80% - 89%3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya = 70% - 79%4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%Evaluasi pembelajaran 5Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlahjawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumustingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan andaterhadap materi yang telah diuraikan.Jumlah jawaban anda yang benarTingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %10Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya = 80% - 89%3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya = 70% - 79%4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%Evaluasi pembelajaran 7Modul ELKA-MR.AM.004.A) 147147
  • 181. Setelah anda selesai menjawab pertanyaan test formatif diatas, cocokkanlahjawaban anda dengan kunci jawaban yang ada modul ini. Gunakan rumustingkat penguasaan materi untuk mengetahui tingkat penguasaan andaterhadap materi yang telah diuraikan.Jumlah jawaban anda yang benarTingkat penguasaan materi = -------------------------------------------- x 100 %10Modul ELKA-MR.AM.004.A) 148148
  • 182. Arti tingkat penguasaan yang anda peroleh adalah:1. Baik sekali, dapat melanjutkan materi berikutnya = 90% - 100%2. Baik dapat melanjutkan materi berikutnya = 80% - 89%3. Cukup,dapat melanjutkan materi berikutnya = 70% - 79%4. Kurang,tidak dapat melanjutkan materi berikutnya = 05 - 69%B. Kunci JawabanKunci Jawaban Test Formatif 11. b 2. a 3. a 4. a5. b6. d 7. a 8. c 9. a 10. a11. d 12. c 13. b 14. a 15. a16. a 17. a 18. d 10. c 20. aKunci Jawaban Test Formatif 21. a 2. c 3. d 4. d 5. d6. d 7. c 8. a 9. d 10. aKunci Jawaban Test Formatif 31) Langkah-langkah pengukuran komponen:1. Siapkan alat ukur dan fungsikan tombol slektor sesuai denganbagianyang akan diukur.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 149149
  • 183. 2. Pastikan rangkaian tidak dalam mengalir arus.3. Perhatikan perbandingan nilai hambatan terhadap beberapa kondisipengukuran.2) Langkah-langkah kerja dalam mengukur jalur PCB pada rangkaian:a. Siapkan AVO meter, kondisikan slektor pada pengukuran hambatan.b. Perhatikan jarum AVO meter selwaktu melakukan pengukuran.3) Langkah-langkah dalam mengukur transistor du liar rangkaian:a. Siapkan AVO meter, kondisikan slektor pada pengukuran hambatan.b. Perhatikan jarum AVO meter selwaktu melakukan pengukuranc. Pengukuran diperoleh dua kondisi nilai yaitu nilai maju dan nalaimundur,karena transistor sesungguhnya komponen dioda.4) Langkah kerja dalam mengukur tahanan:a. Siapkan AVO meter, kondisikan slektor pada pengukuran hambatan.b. Perhatikan jarum AVO meter selwaktu melakukan pengukuranc. Cocokan hasil pengukuran dengan nilai terdapat pada pisik tahanan.5) Ada, dengan kemampuan mengukur komponen maka kita cepat cepatmenyimpulkan bagian/komponen yang rusak.Kunci Jawaban Test Formatif 41) Langkah-langkah untuk menganalisa hasil pengukuranModul ELKA-MR.AM.004.A) 150150
  • 184. a. Siapkan data hasil pengukuran kondisi pesawat radio dalam keadaanbaik.b. Siapkan data hasil pengukuran radio tidak dalam keadaan normal,dengan memutus melepas bagian/komponen sehingga radio tidakbekerja dengan baik.c. Lakukan perbandingan nilai, kemudian analisis kemungkinan kerusakan.2) Radio di opersikan dengan melepas salah satu komponen/melepas jaluroutput dari satu bagian kebagian lainnya.3) Dapat, sebab dari data-data pengukuran diperoleh besar tegangan/nilaihambatan yang tidak standar.Kunci Jawaban Test Formatif 51. d 2. b 3. a 4.c 5. a6. b 7. a 8. b 9. d 10. dKunci Jawaban pertanyaan Tugas pembelajaran 6Uji Coba RF Amplifiera. Jalur sisi adalah jalur yangdi lewati oleh sinyal informasi dari suatu pemancar.b. Dengan cara rangkaiantangki L dan C yang berfungsi sebagai rangkaian penala yang akanModul ELKA-MR.AM.004.A) 151151
  • 185. meneruskan sinyal frekuensi resonansi yang sesuai dengan selektivitasrangkaian penala tersebut.c. Daerah frekuensi yangsesuai dengan gelombang pembawa beserta kedua jalur sisi nya yangmengandung informasi.Uji Coba Rangkaian oscilatora. Sebab gulungan sekunder L3 untuk sakelar pemilih pada saat pertamaberkerja (noise relatif sangat kecil) diperkuat oleh TR1 & dikembalikanmelalui gulungan sekunder L3. Primer L3 tersebut dengan CB, CT2 & C5merupakan kondensator trimmer untuk mendapatkan frekuensi resonansib. Karena R3 yang berfungsi untuk menetapkan faktor kualitas rangkaianresonator dengan harga positif.Uji Coba Rangkaian Mixera. Agar frekuensi RF tidakmasuk, sehingga kerja mixer dapat diamati.b. lebih besar dari oscilatorc. Penyebabnya frekuensiinformasi tidak dapat diterima.Uji Coba Penguat IF AmplifierModul ELKA-MR.AM.004.A) 152152
  • 186. a. 2 (dua) tingkatb. Penerima semakin positifc. Frekuensi informasi di pisahkan pada output mixerKarakteristik Dioda Detektora. Dapat, karena bekerja lebihefektifb. Penting, sehingga kerjapenyeleksian lebih efektif.c. Tidak dapat dikuatkan olehpenguatUji Coba Detektor dengan AVC (automatic volume control)a. Karena AVC sebagaipengatur tegangan ( Amplitudo sinyal)b. Dalam menanggulangivariasi sinyal input pada antena secara automatisc. Karena oleh kerja R12 danC11 tegangan negatif ini yang akan bekerja menurunkan atau menaikan biasR12 & hasilnya akan mengkompensasikan output pesawat penerima.Uji Coba Rangkaian Audio AmplifierModul ELKA-MR.AM.004.A) 153153
  • 187. a. Output yang di keluarkantidak dapat mengemudikan power amplifierb. Sehingga mampumengeluarkan output yang dapat mengemudikan rangkaian power amplifierc. Tidak ada, karenaamplifiernya samaUji Coba Rangkaian Pwer Amplifiera. Power amplifier konfigurasisimetri complementry menggunakan transistor NPN dan PNP secara deretpush pull amplifier menggunakan trafo OT dan ITb. Bias DC pada TransistorDriverKunci test formatif 71. Jawaban:a. Karena komponen Transistor mempunyai batas umur,sehingga sewaktu-waktu dapat rusak.b. Jika tidak diganti maka kondisi radio tidak dapat bekerja secara optimal.c. Alat yang diperlukan, yaitu solder timah dan atractor.2. Jawaban:Modul ELKA-MR.AM.004.A) 154154
  • 188. a. Fungsi dioda zene adalah sebagai penstabil tegangan, juga dapat dipakaisebagai proteksi tegangan.b. Sedikitnya 1 watt untukarus 1 amper.c. tidak, karena lain karakteristiknya.3. Jawaban:a. Dapat kemungkinan sedikit merubah sitim rangkaian detektornya.b. Tentu tidak bisa sebab, karakteristiknya tidak sama.c. Bisa karena batas usia, atau kesalahan tegangan bias.4. Jawabana. Bagian osilator lokal dari rangkaian penala.b. IF = Frekuensi RF – Frekuensi oscilator lokalModul ELKA-MR.AM.004.A) 155155
  • 189. BAB IVPENUTUPModul adalah suatu perangkat bahan ajar yang dirancang agar peserta diklatdapat belajar secara mandiri. Dalam konteks kurikulum berbasis kompetensimodul memegang peranan penting dimana peserta diklat berada pada posisi aktifdalam belajar (active learning) dan guru lebih berfungsi sebagai fasilitator.Modul Memperbaiki/Reparasi Radio dirancang agar setelah menyelesaikan modulini peserta diklat memiliki kompetensi dalam perbaikan/reparasi radio sesuaidengan standar kompetensi nasional.Materi yang terdapat dalam modul ini mengacu pada kurikulum edisi 2004 untukbidang keahlian elektronika audio video.Tak ada gading yang tak retak, sumbang saran rekan-rekan guru sangatdiharapkan agar modul ini menjadi lebih baik dan dapat digunakan oleh pesertauntuk meningkatkan dan menciptakan kualitas sumber daya manusia mendatangdi bidang elektronika audio video semakin meningkat.Modul ELKA-MR.AM.004.A) 156156
  • 190. Modul ELKA-MR.AM.004.A) 157157
  • 191. DAFTARPUSTAKAAdimas Ari Irawan Th.1993 Bengkel Elektronika, CV Aneka SoloWasito.s Th.1986 Teknik Frekwensi Tinggi, Penerbiot Karya UtamaIchwan Haryadi Th.1988 Radio Transistor dan Tekni Reparasi,YayasanPengembangan Ilmu PengetahuanIr.Ourba Tambunan Th.1984 Teknik Audio, BandungIr.Suyatno BSc.E Th.1978 Pesawat Elektronika,Jakarta DepdikbudModul ELKA-MR.AM.004.A) 158158

×