Your SlideShare is downloading. ×
Dkk05 menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (k3)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Dkk05 menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (k3)

6,118
views

Published on


0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
6,118
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
162
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Menerapkan keselamatan dankesehatan kerja (K3)Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
  • 2. PEMAHAMAN DASAR-DASARKESELAMATANDANKESEHATAN KERJA
  • 3. PENGERTIAN UMUM1. KESELAMATAN KERJA adalah daya upaya yang ditujukan untukmenjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohanitenaga kerja, hasil karya dan budayanya.2. KESEHATAN KERJA adalah kesehatan yang khusus meliputi upayauntuk mengatur kebersihan, peredaman udara/ suhu, penerangandll. disemua tempat kerja guna melindungi kesehatan jasmanimaupun rohani tenaga kerja.3. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA merupakan upayayang ditujukan untuk menjamin / menjaga / melindungikeselamatan dan kesehatan badan, jiwa manusia sesuai dengansyarat-syarat keselamatan dan kesehatan yang diberlakukan.
  • 4. DASAR HUKUM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJAUUD 1945 Pasal 27 ayat 2 : Setiap warga negara berhak atas pekerjaan danpenghidupan yang layak bagi kemanusiaanUU No. 14 tahun 1969UU No. 1 tahun 1970 tentangK3Peraturan Menteri No.04/1987 tentang P2K3Peraturan Menteri No.05/1996 tentang SMK3(Sistim ManajemenK3)Peraturan Menteri No.02/1992 tentang AK3(Asosiasi Ahli K3 )Pasal 10, Pemerintah membina perlindungan kerjayang mencakup : Norma Keselamatan Kerja, NormaKesehatan kerja & Hygiene perusahaan, Norma kerjadan Pemberian ganti kerugian pera- watan danrehabilitasi dalam hal keselamatan kerja.Pasal 9, Setiap warga negara berhak mendapatperlindungan atas keselamatan, kesehatan,pemeliharaan moril kerja serta perlakuan sesuaidengan harkat martabat manusia dan moral agama.
  • 5. Pedoman Dasar pelaksanaan K3 di PT. PLN (Persero)•UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja.•U No. 3 tahun 1969 tentang Hygiene.•Surat Kolektif Direksi PLN tanggal 10 Mei 1976 perihal pedomandan petunjuk Keselamatan Kerja.•Peraturan bangunan nasional tahun 1978 yang diterbitkan olehPemerintah c.q Departemen Pekerjaan Umum.•Surat Keputusan Direksi PLN No. 06/DIR/81 tanggal 7 - 12 - 1981•Instruksi Direksi PLN No. 002/84 tanggal 8 Mei 1984 tentangmembudayakan keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan PLN..
  • 6. Undang Undang No. 3 tahun 1969 tentang Hyegiene diantaranya berisikanpokok-pokok pikiran untuk :• Menetapkan ketentuan-ketentuan dasar dibidang Hygiene dalam rangka pelaksanaanundang-undang tentang pokok-pokok kesehatan.• Menetapkan usaha-usaha untuk melindungi, memelihara dan mempertinggi derajatkesehatan masyarakat umum maupun perorangan.• Usaha-usaha pemerintah mengenai hygiene untuk mencapai keadaan kesehatanmasyarakat, antara lain menyelenggarakan : Pendidikan dan penerangan secara terusmenerus, tindakan-tindakan nyata demi kepentingan hygiene, bimbingan, pencegahangangguan-gangguan kesehatan yang dapat merugikan kesejahteraan jiwa masyarakat danmemperkembangkan perlengkapan masyarakat agar dapat menjamin tingkat hidupanggota masyarakat yang sebaik-baiknya.
  • 7. UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerjaantara lain berisikan pokok-pokok tentang :• Syarat - syarat keselamatan kerja.• Kewajiban dan hak-hak tenaga kerja.• Kewajiban manajemen ( pengurus ).
  • 8. Syarat-syarat Keselamatan Kerja antara lain tentang bagaimana :• Mencegah dan mengurangi : kecelakaan, bahaya peledakan.• Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.• Memberikan : pertolongan pada kecelakaan, alat-alat perlindungan diri pada pekerja, kesempatan/ jalanmenyelamatkan diri waktu terjadi kebakaran atau kejadian-kejadian berbahaya lainnya.• Mencegah dan mengendalikan timbulnya : penyakit akibat kerja, penyebarluasan radiasi/ suara/ getaran/ sinar/gas/ kotoran/ debu/ asap/ kelembaban udara/ hembusan angin dll.• Menyelenggarakan : penerangan yang sesuai, penyegaran / suhu udara yang cukup.• Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban lingkungan.• Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.• Mengamankan dan memperlancar pekerjaan : pengangkutan, bongkar muat, perlakuan/penyimpanan barang.• Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.• Mencegah terkena sengatan aliran listrik.• Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang potensi bahaya kecelakaannya menjadibertambah tinggi.
  • 9. Kewajiban dan hak-hak tenaga kerja, a.l :• Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pengawas / ahlikeselamatan dan kesehatan kerja.• Memakai alat-alat pelindung diri yang diwajibkan.• Memenuhi dan mentaati semua syarat-syarat keselamatan dankesehatan kerja.• Meminta kepada manajemen agar dilaksanakan semua syarat-syaratkeselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan.• Menyatakan keberatan kerja pada situasi pekerjaan dimana syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja serta alat-alat pelindung diriyang diwajibkan diragukan olehnya kecuali dalam hal-hal khusus akanditentukan lain.Kembali UU No. 1
  • 10. Manajemen (pengurus) sesuai petunjuk pegawaipengawas dan atau ahli keselamatan kerja,berkewajiban :• Dalam tempat kerja dan pada tempat-tempat yang mudah dilihat danmudah terbaca menempatkan secara tertulis a.l : semua syarat-syarat keselamatan kerja yang diwajibkan, undang-undang sertaperaturan-peraturan yang berlaku pada tempat / jenis kerja yangbersangkutan.• Memasang gambar-gambar keselamatan kerja yang diwajibkan.• Menyediakan dalam jumlah yang cukup alat-alat pelindung diri yangdiwajibkan pada tenaga kerjanya, termasuk menyediakan pula bagiorang lain yang akan memasuki tempat kerja tersebut.Kembali UU No. 1
  • 11. KECELAKAANAdalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki, yangdapat mengganggu suatu proses dari aktivitas yang telah ditentukan sertadapat menimbulkan kerugian baik korban manusia maupun harta benda.Dapat terjadi karena :• ada sebab musababnya yaitu karena kerja(perbuatan) dan keadaan/kondisi tidak aman.• kerja(perbuatan) dan keadaan/kondisi tidak aman itu ditimbulkan oleh kesalahan manusiaitu sendiri atau dapat dikatakan dalam hal ini oleh tenaga kerja atau manajemen.• Kesalahan manusia disebabkan oleh berbagai faktor antara lain oleh lingkungan, kondisisosial ekonomi, tingkat pengetahuan dan ketrampilan serta adat budayanya.Secara umum prosentase terjadinya kecelakaan sesuai hasil survey ILO adalah :• 88 % karena manusia ( tindakan tidak aman ).• 10 % karena peralatan ( keadaan tidak aman ).• 2 % karena alam ( lingkungan ).Lanjut
  • 12. KECELAKAAN.terjadi disebabkan karena SEGALA SITUASI DAN KONDISI YANG BER-POTENSI BAHAYA MAUPUN AKTIVITASNYA TIDAK MENDAPATPERHATIAN.Terjadinya kecelakaan perlu diketahui dan dipahami dengan serius,mengingat KECELAKAAN :• Tidak bisa diperkirakan.• Dapat terjadi setiap saat.• Dapat terjadi dimana saja.• Dapat menimpa siapa saja.• Dapat mengakibatkan permasalahan yang serius.
  • 13. POTENSI BAHAYAAdalah : Suatu keadaan yang memungkinkan atau yangdapat menimbulkan : kecelakaan/cedera, penyakit,kerusakan, kerugian atau menurunnya fungsi/unjukkerja dari suatu standart yang telah ditetapkansebelumnya.Ada 2 (dua) faktor utama yang dapat menimbulkan potensi bahaya,antara lain :1. Tingkah laku berbahaya ( unsafe act ).2. Keadaan berbahaya ( unsafe condition ).
  • 14. TINGKAH LAKU BERBAHAYA (UNSAFE ACTION).Yaitu perbuatan berbahaya dari manusia (pekerja) yang dalam beberapa haldilatar belakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut :• Melaksanakan pekerjaan yang bukan tugasnya.• Mengoperasikan (peralatan) dalam kecepatan berbahaya.• Tidak memanfaatkan alat pengaman atau alat pelindung diri.• Salah dalam penggunaan alat pengaman atau alat pelindung diri.• Pemuatan, penempatan barang / material secara tidak aman.• Mengambil sikap dalam posisi yang tidak aman.• Mengganggu, mengejek, mengejutkan orang lain yang sedang bekerja.• Cara kerja yang gegabah / sembrono.• Kurangnya pengetahuan dan ketrampilan.
  • 15. KEADAAN BERBAHAYA (UNSAFE CONDITION).Yaitu suatu keadaan / kondisi tidak aman dari :• Alat pengaman / alat pelindung diri yang kurang memadai.• Tidak mempergunakan alat pengaman / alat pelindung diri.• Sifat pekerjaan, cara kerja, lingkungan kerja dan proses kerja.• Peralatan / instalasi• Kondisi tidak baik seperti : dari ketinggian, licin, kasar, tajam, longgar dsb.• Rancangan / konstruksi yang tidak aman / tidak baik.• Penyimpanan, penimbunan barang/material yang tidak pada tempatnya.• Keadaan penerangan yang kurang memadai / kurang baik.• Peredaran udara yang kurang baik dsb.
  • 16. PENGARUH DAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA.Kerugian yang timbul akibat kecelakaan kerja, yaitu :1. KERUGIAN YANG BERSIFAT NON EKONOMI.Berupa penderitaan sikorban baik berupa kematian, luka, cidera berat / ringan maupunpenderitaan keluarga bila korban menderita cacat atau meninggal.2. KERUGIAN YANG BERSIFAT EKONOMI.• Kerusakan peralatan, instalasi, mesin, bahan maupun bangunan.• Biaya perawatan dan pengobatan si korban.• Tunjangan kecelakaan.• Hilangnya waktu kerja.• Menurunnya jumlah maupun mutu produksi, (dalam hal ini pelayananterhadap pelanggan ).
  • 17. PENGARUH DAN AKIBAT KECELAKAAN KERJA.Akibat kecelakaan dapat berdampak / mempengaruhi terhadap :1. YANG BERSANGKUTAN ( KORBAN ).2. KELUARGA KORBAN.3. PERUSAHAAN.4. MASYARAKAT UMUM.
  • 18. PENGARUH KECELAKAAN KERJA TERHADAP KORBAN.• Penderitaan, sakit, meninggal.• Cacat badan / kehilangan sebagian anggota badan.• Tidak mampu mengerjakan pekerjaan semula.• Tidak mampu bekerja untuk selamanya.• Effek psychologis ( karena adanya cacat badan ).• Kehilangan pendapatan.• Tidak dapat / susah mengikuti kehidupan sosial yang baik.
  • 19. PENGARUH KECELAKAAN KERJA TERHADAP KELUARGAKORBAN.• Kehilangan seorang pencari nafkah.• Kehilangan seseorang yang dicintai.
  • 20. PENGARUH KECELAKAAN KERJA TERHADAPPERUSAHAAN.• Kehilangan pegawai yang terampil dan Kekurangan tenaga terampil.• Turunnya produksi / kualitas.• Kehilangan jam kerja.• Kerja lembur mengejar kehilangan / turunnya produksi.• Penggantian / perbaikan peralatan yang rusak.• Rehabilitasi pegawai yang mengalami kecelakaan.• Timbulnya biaya ganti rugi.• Membayar upah si korban selama korban tidak masuk kerja.• Mengeluarkan biaya pelatihan pegawai / pekerja yang baru.• Turunnya moral kerja pegawai.
  • 21. PENGARUH KECELAKAAN KERJA TERHADAPMASYARAKAT UMUM.• Dapat menimbulkan korban jiwa ataucacat pada masyarakat disekitarnya.• Dapat menimbulkan kerusakanlingkungan disekitarnya.• Dapat mengakibatkan kerugian hartabenda masyarakat disekitarnya.
  • 22. PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJADalam upaya pencegahan terjadinya kecelakaan kerja perlu dilakukan hal-hal antara lain :• Melatih ketrampilan pegawai secara tepat.• Belajar untuk mengantisipasi kecelakaan.• Turunnya produksi / kualitas.• Bekerja sama apabila tidak dapat melakukannya sendiri.• Inspeksi peralatan-peralatan.• Jangan paksakan bekerja apabila kondisi tidak memungkinkan.•Mengadakan investigasi kecelakaan secara teliti agar tidak terulanglagi.•Membuat/ menentukan standar-standar peralatan dan SOP(Standing Operation Prosedure ).Lanjut
  • 23. MANAJEMEN KESELAMATAN KERJASalah satu kendala dalam proses kerja adalah penyakit.Tidak masuk kerja karena urusan pribadi dapat diatasi dengan relatifmudah. Akan tetapi tidak masuk kerja karena penyakit akanmembawa dua kali lipat kerugian bagi perusahaan karena :•Perusahaan akan kehilangan waktu kerja.•Perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk mengatasi penyakittersebut.Dengan demikian pencegahan suatu penyakit akan jauh lebihmenguntungkan daripada pengobatannya.Lanjut
  • 24. DUA KATAGORI PENYAKIT PEKERJA.Manajemen harus menyadari bahwa peningkatan produktivitas erat kaitannyadengan efisiensi dan prestasi kerja, efisiensi dan prestasi kerja tidak bisaterlepas dari kondisi tenaga kerja yang sehat, selamat dan sejahtera. Jadipeningkatan kesejahteraan dan keselamatan kerja harus dilengkapi denganlingkungan yang sehat pula.Ada 2 (dua) kategori penyakit yang diderita tenaga kerja :Penyakit Umum, adalah :Semua penyakit yang mungkin dapat diderita oleh setiap orang.Penyakit Akibat kerja, adalah :Penyakit yang timbul setelah seorang pegawai yang semula terbuktisehat saat memulai pekerjaannya, dan menderita penyakit setelah lamamelaksanakan pekerjaan tersebut.Langkah Pencegahan
  • 25. PENYAKIT AKIBAT KERJA.Yaitu suatu penyakit / keadaan kesehatan yang diakibatkan oleh rutinitaspekerjaan dan beberapa faktor penyebab yang khusus antara lain dari :⇒ Faktor phisyk / pisik.⇒ Faktor chemish / kimia.⇒ Faktor biologis.⇒ Faktor yang berhubungan dengan fisiologis.⇒ Faktor yang berhubungan dengan hal yang fatal, psyk.
  • 26. PENYAKIT AKIBAT KERJA.Yang disebabkan oleh faktor physik / pisik antara lain dari :• Bunyi, getaran. Kebisingan.• Suhu ruang kerja• Radiasi Sinar ( sinar rongsen / sinar X dsb.).• Tekanan udara yang tinggi.• Penerangan yang kurang baik,• kelembaban udara ruang kerja.
  • 27. PENYAKIT AKIBAT KERJA.Yang disebabkan oleh faktor chemish / kimia antara lain dari :• Debu ( batubara, batu kapur dsb.).• Kabut ( hasil penyemprotan pestisida dsb.).• Gas ( karbon oksida, hidrogen sulfide dsb. )• Uap ( amonia dsb.).• Cairan beracun ( pestisida dsb.).Yang disebabkan oleh faktor biologis antara lain dari :• Tumbuh-tumbuhan yang menimbulkan alergi ( jamur dsb.).
  • 28. PENYAKIT AKIBAT KERJA.Yang disebabkan oleh faktor fisiologis (anatomi tubuh) a.l dari :• Konstruksi mesin / peralatan yang tidak sesuai dengan mekanisme tubuhmanusia.• Sikap kerja yang menyebabkan keletihan dan kelainan pisik.• Cara kerja yang membosankan atau meletihkan.Yang disebabkan oleh faktor psikologis ( jiwa ) a.l dari :• Proses kerja yang rutin dan membosankan.• Hubungan kerja yang terlalu menekan atau sangat menuntut.• Hubungan kerja yang serba kurang aman, dsb.
  • 29. DUA LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT.Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk pencegahan danpengamanan penyakit akibat kerja antara lain dengan adanya :Kesadaran manajemen untuk mencegah penyakit akibatPengaturan tata cara pencegahan penyakit akibat kerja.Untuk itu manajemen harus tetap menyadari bahwa peningkatanproduktivitas sangat erat kaitannya dengan efisiensi dan prestasikerja, maka peningkatan kesejahteraan dan keselamatan kerjaharus dilengkapi pula dengan lingkungan kerja yang sehat.
  • 30. LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.Kesadaran manajemen untuk mencegah penyakitakibat kerja.Partisipasi aktif manajemen sangat menentukan keberhasilanusaha-usaha pencegahan penyakit akibat kerja, karena manajemenharus memahami tugas operasional dan mampu untuk :• Memahami program pencegahan.• Memahami standar dan pencapaian standar.• Membina, mengukur dan mengevaluasi kinerja bawahannya.
  • 31. LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.Sebab yang paling mendasar terhadap terjadinya penyakit akibat kerja, meliputi :⇒ Kebijakan dan keputusan manajemen.⇒ Faktor manusia.• Kurang pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman.• Tidak adanya motivasi.• Masalah pisik dan mental.⇒ Faktor lingkungan.• Kurang atau tidak adanya standar.• Desain dan pemeliharaan yang kurang memadai.• Pemakaian yang abnormal.•Pengaturan tata cara pencegahan penyakit akibat kerja.
  • 32. TATA CARA PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.Beberapa tata cara pencegahan antara lain dengan selalu memperhatikan :⇒ Substitusi yaitu mengganti pemakaian bahan-bahan berbahaya atau yang terbukti dapatmenyebabkan penyakit secara cepat atau lambat dengan bahan yang lebih aman.⇒ Isolasi yaitu melakukan pengisolasian terhadap tempat / proses yang bising maupundalam pencampuran bahan / larutan yang dapat menimbulkan gas berbahaya.⇒ Ventilasi penyedotan yaitu memasang kipas penghisap pada tertentu, agar gasberbahaya yang timbul cepat terhisap keluar atau ditukar dengan udara yang bersih.⇒ Ventilasi Umum untuk memudahkan peredaran udara.⇒ Alat pelindung yaitu pemakaian alat-alat pelindung tubuh atau sebagian dari tubuhyang harus dan wajib dipakai.
  • 33. TATA CARA PENCEGAHAN PENYAKIT AKIBAT KERJA.Beberapa tata cara pencegahan antara lain dengan selalu memperhatikan :⇒Pemeriksaan kesehatan pra-karya yaitu pemeriksaan kesehatan umum dan khusus dari parapekerja/pegawai untuk mengidentifikasi kelemahan masing-masing pekerja sebelum ditempatkan padatempat tugas selanjutnya.⇒ Pemeriksaan kesehatan berkala yaitu pemeriksaan untuk mengidentifikasi sedini mungkin apakahfaktor-faktor penyebab penyakit sudah menimbulkan gangguan atau kelainan terhadap pekerja.⇒ Pemeriksaan kesehatan khusus yaitu pemeriksaan yang dilakukan apabila pekerja sudahmenunjukan gejala-gejala yang dicurigai ada kaitannya dengan lingkungan kerjanya, agar dapat cepatditangani lebih lanjut.⇒ Penerangan pra-karya yaitu memperkenalkan kepada lingkungan pekerjaannya termasuk semuaperaturan keselamatan dan kesehatan kerja yang diberlakukan.⇒ Pendidikan K3 yaitu kewajiban pegawai supervisor / senior untuk menjalani pendidikan K3 secaraberkala untuk meningkatkan kemampuannya dibidang K3, selanjutnya mendidik bawahannya dalampraktek sehari-hari.
  • 34. Menerapkan keselamatan dankesehatan kerja (K3)Melaksanakan prosedur K3
  • 35. PROSEDUR KESELAMATAN KERJA ini mempunyai :• RUANG LINGKUP, pada semua pekerjaan di instalasi / peralatantegangan tinggi maupun ekstra tinggi yang sudah tidak bertegangan.• Dengan TUJUAN untuk menghindari kesalahan akibat kelalaianpara pekerja, pengawas, penanggung jawab pekerjaan maupun oranglain yang dapat menimbulkan kecelakaan bagi manusia maupunkerusakan peralatan / instalasi.• HARAPAN dapat terciptanya “ZERO ACCIDENT” dan “SAFETYPRODUCT” dalam setiap pelaksanaan pekerjaan instalasi / peralatantegangan tinggi maupun ekstra tinggi.
  • 36. Dalam penerapan prosedur keselamatan kerja pada instalasi tegangan tinggi /ektra tinggi perlu adanya penunjukan seorang Penanggung Jawab Pekerjaandan para pengawasnya dengan peran, tugas serta tanggung jawabnya masing-masing.Sesuai BUKU BIRU Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan Pada Instalasi TT / TETNo. P3B/PRO/TIMSOP/B01/P3B edisi 01 pada BAB 2 halaman 5 pada :• Ayat 2.1 Pengorganisasian Kerja, dan tugas pengawasan tidakboleh dirangkap.• Ayat 2.4 Pedelegasian Tugas dapat diberikan kepada personillainnya antara lain untuk Penanggung Jawab Pekerjaan,Pengawas Manuver, Pengawas Pekerjaan dan Pengawas K3PENERAPAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA( WORKING PERMIT )
  • 37. PERAN PENANGGUNG JAWAB DAN PARA PENGAWAS PADAPELAKSANAAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA.PENGAWAS MANUVER ( PM )PENGAWAS PEKERJAAN ( PK )PENGAWAS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( PK3 )PENANGGUNG JAWAB PEKERJAANTAHAPAN PROSEDUR KE
  • 38. WEWENANG PENANGGUNG JAWAB PEKERJAANPERAN PENANGGUNG JAWAB PEKERJAAN antara lain :Bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian pekerjaan yang akan dansedang dilaksanakan pada instalasi listrik TT/TET.Penanggung Jawab Pekerjaan adalah kuasa pemilik asset yaitu Manager UnitPelayanan Transmisi ( UPT ).TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENANGGUNG JAWABPEKERJAAN antara lain sebagai berikut :Mengelola seluruh kegiatan pekerjaan yang meliputi Personil, PeralatanKerja, Perlengkapan K3 dan material Pekerjaan.Melakukan Koordinasi dengan Unit lain yang terkait.
  • 39. WEWENANG PENGAWAS MANUVERPERAN PENGAWAS MANUVER a.l : bertugas sebagai pengawasterhadap proses manuver (pembebasan / pengisian tegangan) pada instalasilistrik TT/TET, sehingga keselamatan peralatan dan operasi sistim terjamin.Personil yang ditunjuk harus memiliki kualifikasi keahlian setingkat OperatorUtama.TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS MANUVER a.l : menjagakeamanan instalasi dan menghindari kesalahan manuver yang mungkindilakukan oleh Operator GI / pelaksana manuver dengan cara sebagai berikut : Mengawasi pelaksanaan manuver. Mengawasi pemasangan dan pelepasan tagging di panel kontrol sertarambu-rambu pengaman / gembok di switch yard. Mengawasi pemasangan dan pelepasan sistim pentanahan.
  • 40. WEWENANG PENGAWAS PEKERJAANPERAN PENGAWAS PEKERJAAN antara lain : bertugas sebagai pengawas terhadapproses pekerjaan pada instalasi listrik TT/TET. Personil yang ditunjuk harus memilikikualifikasi keahlian minimal setingkat Juru Utama PemeliharaanTUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS PEKERJAAN antara lain mengawasipelaksanaan pekerjaan instalasi litrik yang meliputi :Pemasangan dan pelepasan pentanahan lokal.Pemasangan dan pelepasan tagging, gembok dan rambu-rambu pengaman di switchyard.Menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan.Pengaturan waktu pelaksanaan pekerjaan.Menunjuk personil pelaksana pekerjaan sebagai pelaksanan pengamanan instalasilistrik untuk memasang dan melepas taging, gembok dan rambu-rambu pengaman.
  • 41. WEWENANG PENGAWAS K3.PERAN PENGAWAS K3 antara lain : bertugas sebagai pengawas Keselamatan danKesehatan Kerja (K3) pada pekerjaan instalasi listrik TT / TET, sehingga keselamatanmanusia dan keselamatan instalasi listrik terjamin. Personil yang ditunjuk harus memilikikualifikasi Pengawas K3.TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PENGAWAS K3 antara lain : mencegah terjadinyakecelakaan kerja dengan cara sebagai berikut :Memeriksa kondisi personil sebelum bekerja.Mengawasi kondisi / tempat-tempat yang berbahaya.Pemasangan dan pelepasan tagging, gembok dan rambu-rambu pengaman.Mengawasi tingkah laku / sikap personil yang membahayakan diri sendiri atau oranglain.Mengawasi penggunaan perlengkapan Keselamatan Kerja.
  • 42. TAHAPAN PROSEDUR KESELAMATAN KERJA PADAINSTALASI TEGANGAN TINGGI / EKTRA TINGGI.PERSIAPANPEMBEBASAN TEGANGAN &PELAKSANAAN PEKERJAANPEKERJAAN SELESAI &PEMBERIAN TEGANGANTAHAP KESATUTAHAP KEDUATAHAP KETIGA
  • 43. AKTIVITAS PENGAWAS MANUVER PADATAHAP PERSIAPAN•Mempersiapkan dan mengisi Formulir No. 4, perihalMANUVER PEMBEBASAN TEGANGAN , termasukdidalamnya menggambar diagram satu garis berikut urutanmanuvernya.•Mempersiapkan dan mengisi Formulir No. 7, perihalMANUVER PEMBERIAN TEGANGAN , termasukdidalamnya menggambar diagram satu garis berikut urutanmanuvernya.Kembali ke Tahapan
  • 44. FormulirNo. 4PENGAWASK3PT PLN ( Persero) UBS P3BREGION JAWA TIMUR DAN BALIUNIT ………………..LOKASI PEKERJAAN :NAMA PERALATAN :MACAM PEKERJAAN :HARI / TANGGAL :WAKTU : WIB.NO JAM Status( Bila diperlukan, tambahkan lampiran single line diagram )…………………………………..URUTAN MANUVERNama PeralatanDIAGRAM SATU GARISPMTPelaksana ManuverPengawas manuverPMS LinePMS BusPMS Ground1………………………. ……………………………Penanggung Jawab Pekerjaan234FORMULIR No. 4AB1243MANUVER PEMBEBASAN TEGANGANINSTALASI TEGANGAN TINGGIPENGAWAS K3
  • 45. FormulirNo. 7Kembali ke Aktivitas PMPENGAWAS K3PT PLN ( Persero) UBS P3BREGION JAWA TIMUR DAN BALIUNIT ………………..LOKASI PEKERJAAN :NAMA PERALATAN :MACAM PEKERJAAN :HARI / TANGGAL :WAKTU : WIB.NO JAM Status( Bila diperlukan, tambahkan lampiran single line diagram )Penanggung Jawab Pekerjaan12344PMS GroundPMS LinePelaksana ManuverPengawas manuverPMS BusPMT…………………………………..URUTAN MANUVERNama PeralatanDIAGRAM SATU GARIS………………………. ……………………………FORMULIR. 743AB21MANUVER PEMBERIAN TEGANGANINSTALASI TEGANGAN TINGGIPENGAWAS K3
  • 46. AKTIVITAS PENGAWAS MANUVER PADA TAHAP PEMBEBASANTEGANGAN & PELAKSANAAN PEKERJAAN• Mengadakan komunikasi dengan Dispactcher• Mengawasi pelaksanaan manuver.• Mengawasi pemasangan taging di panel kontrol serta rambupengaman / gembok di switch yard.• Mengawasi pemasangan sistim pentanahan.• Mengisi dan menanda tangani Formulir No. 4, perihal“MANUVER PEMBEBASAN TEGANGAN”.• Mengisi dan menanda tangani Formulir No. 5, perihal“PERNYATAAN BEBAS TEGANGAN”.
  • 47. FormulirNo. 4Pada tahapan pembebasantegangan, pelaksanaaneksekusi oleh OperatorPelaksana Manuver harusmengikuti urutan manuverpada Form. No.4 yang sudahdirencanakan oleh PengawasManuver.PT PLN ( Persero) UBS P3BREGION JAWA TIMUR DAN BALIUNIT ………………..LOKASI PEKERJAAN :NAMA PERALATAN :MACAM PEKERJAAN :HARI / TANGGAL :WAKTU : WIB.NO JAM Status( Bila diperlukan, tambahkan lampiran single line diagram )…………………………………..URUTAN MANUVERNama PeralatanDIAGRAM SATU GARISPMTPelaksana ManuverPengawas manuverPMS LinePMS BusPMS Ground1………………………. ……………………………Penanggung Jawab Pekerjaan234FORMULIR No. 4AB1243MANUVER PEMBEBASAN TEGANGANINSTALASI TEGANGAN TINGGIPENGAWAS K3
  • 48. AKTIVITAS PENGAWAS MANUVER PADATAHAP PEMBERIAN TEGANGAN• Mengadakan komunikasi dengan Dispactcher.• Mengawasi pelepasan sistim pentanahan.• Mengawasi pelepasan taging di panel kontrol serta rambu pengaman /gembok di switch yard.• Mengawasi pelaksanaan manuver.• Menanda tangani Formulir No. 6, perihal “PERNYATAANPEKERJAAN SELESAI”• Menanda tangani dan mengisi Formulir No. 7, perihal “MANUVERPEMBERIAN TEGANGAN”.Kembali ke Tahapan
  • 49. PT PLN ( Persero) UBS P3BREGION JAWA TIMUR DAN BALIUNIT ………………..LOKASI PEKERJAAN :NAMA PERALATAN :MACAM PEKERJAAN :HARI / TANGGAL :WAKTU : WIB.NO JAM Status( Bila diperlukan, tambahkan lampiran single line diagram )Penanggung Jawab Pekerjaan12344PMS GroundPMS LinePelaksana ManuverPengawas manuverPMS BusPMT…………………………………..URUTAN MANUVERNama PeralatanDIAGRAM SATU GARIS………………………. ……………………………FORMULIR. 743AB21MANUVER PEMBERIAN TEGANGANINSTALASI TEGANGAN TINGGIFormulirNo. 7•Pada tahapan pemberiantegangan, pelaksanaan eksekusioleh Operator Pelaksana Manuverharus mengikuti urutan manuverpada Form. No.7 yang sudahdirencanakan oleh PengawasManuver.Ke Aktivitas PM pemberianPENGAWAS K3
  • 50. PENDELEGASIAN TUGAS PENANGGUNG JAWABPEKERJAANPENDELEGASIAN TUGAS dapat diberikan kepada pejabat atau personil yangmempunyai kemampuan, dalam hal :1. Personil yang ditunjuk berhalangan melaksanakan tugasnya.2. Dalam satu pekerjaan diperlukan beberapa pengawas.UNTUK TUGAS PENANGGUNG JAWAB PEKERJAAN dapatdidelegasikan / diberikan kepada :Asisten Manager Pemeliharaan ( ASMANHAR ).Ahli Muda ( AM ) bidang terkait dengan catatan kedua pejabat tersebuttidak sedang menjadi pengawas lainnya ( tidak merangkap).
  • 51. PENDELEGASIAN TUGAS PENGAWAS MANUVERPENDELEGASIAN TUGAS dapat diberikan kepada pejabat atau personil yangmempunyai kemampuan, dalam hal :1. Personil yang ditunjuk berhalangan melaksanakan tugasnya.2. Dalam satu pekerjaan diperlukan beberapa pengawas.UNTUK TUGAS PENGAWAS MANUVER dapat didelegasikan /diberikan kepada : Operator Utama. Personil yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam bidangmanuver.
  • 52. PENDELEGASIAN TUGAS PENGAWASPEKERJAANPENDELEGASIAN TUGAS dapat diberikan kepada pejabat atau personil yangmempunyai kemampuan, dalam hal :1. Personil yang ditunjuk berhalangan melaksanakan tugasnya.2. Dalam satu pekerjaan diperlukan beberapa pengawas.UNTUK TUGAS PENGAWAS PEKERJAAN dapat didelegasikan /diberikan kepada :Personil yang mempunyai ketrampilan, pengalaman dan keahlian dalambidang Pemeliharaan.
  • 53. PENDELEGASIAN TUGAS PENGAWASKESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K3 )PENDELEGASIAN TUGAS dapat diberikan kepada pejabat atau personil yangmempunyai kemampuan, dalam hal :1. Personil yang ditunjuk berhalangan melaksanakan tugasnya.2. Dalam satu pekerjaan diperlukan beberapa pengawas.UNTUK TUGAS PENGAWAS KESELAMATAN DANKESEHATAN KERJA ( K3 ) dapat didelegasikan / diberikan kepada :Personil yang mempunyai pengalaman dan keahlian dalam bidangKeselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ).
  • 54. FormulirNo. 5PT PLN ( PERSERO) UBS P3BREGION JAWA TIMUR DAN BALIUNIT …..Yang bertanda tangan dibawah ini :Nama :Jabatan :sebagai Pengawas Manuver pada instalasi tegangan tinggiUnit :Lokasi GI :Menyatakan bahwa pada hari ini :Hari / Tanggal :Waktu Pelaksanaan :Peralatan tersebut dibawah ini sesuai dengan rencana sudah dibebaskan daritegangan dan sudah diperiksa serta dilaksanakan dengan baik.Peralatan / Instalasi yang aman untuk dikerjakan adalah sebagai berikut :1 Diisi nama-nama peralatan yang dibebaskan23456 dan seterusnyaCatatan :Pengawas Manuver dan Pengawas Pekerjaan agar menjalin komunikasi audio( a.l, : handy talky, transceiver, telepon ) apabila pelaksanaan pekerjaan beradadiluar jangkauan pengamatan operator Gardu Induk.D:DATAWORKINGPERMIT.EXYang menerima pernyataan :Untuk keselamatan kerja pasanglah pentanahan lokal( ……………………………….. ) ( ……………………………….. )Yang memberi pernyataan :Pengawas Pekerjaan Pengawas ManuverPERALATAN SELAIN TERSEBUT DIATAS MASIH BERBAHAYA.Formuli No. 5PERNYATAAN BEBAS TEGANGANYANG MENERIMAPERNYATAAN(…………………..)PENGAWASPEKERJAANYANG MEMBERIPERNYATAAN(…………………..)PENGAWASMANUVERYANGMENYAKSIKANPERNYATAAN(…………………..)PENGAWAS K3