2   GEOMAGZ   Desember 2011
EditorialPEMBACA YTH    Sejak 2004, di setiap penghujung tahun, kitaselalu digetarkan oleh ingatan akan peristiwa bencanat...
Surat     Wah, majalah ini sudah sangat baik. Teruskan saja     Geomagz bagus-bagus isinya. Hanya sedikit saran:     denga...
Sketsa bentang alam terobosan diorit (G.Tenongan, 1) terhadap kompleks batuan vulkanik andesitik (Dusun Kalipuru, 2), meng...
6   GEOMAGZ   Desember 2011
JERE, BATU KERAMAT       GUNUNG GAMKONORAPara pendaki Gunung Gamkonora ketika tiba di mulut kawah harus mengikuti acara ri...
ZONA MERAH                              DANAU MANINJAU8   GEOMAGZ   Desember 2011
Tebing kaldera pantai barat Danau Maninjau yang runtuh menghancurkanpermukiman dan memutus jalan akibat dikoyak gempa bumi...
10   GEOMAGZ   Desember 2011
BANGKAI TSUNAMIACEH 2004Senin, 27 Desember 2004, di satu sudut kota Banda Aceh, tidak jauhdari Krueng Aceh, sungai utama y...
MENARA               STACK BATUPAYUNG               SISA ABRASI TANJUNG AAN, LOMBOK               Pantai Kuta di selatan P...
13
14   GEOMAGZ   Desember 2011
JARUM GIPSUMIJENStalaktit gipsum di Gunung Ijen bentuknya menyerupai kumpulanjarum. Gipsum tersebut ditemukan di salah sat...
Dekade Teror       Gempa      Sumatra                                                  Oleh: Danny Hilman Natawidjaja     ...
Dinamika umum tektonik Indonesia diper-                                                                          lihatkan ...
Sketsa diagram zona subduksi Sumatra memperlihatkan struktur Bumi di bawah permukaan. Sumber gempa besar di Sumatra adalah...
A. Lempeng samudra bergerak                                                                  ke bawah Sumatra. Pulau-pulau...
Gempa-gempa besar megathrust yang terjadi pada 11 tahun                                                      terakhir. Eli...
gempa besar tahun 2000 di Bengkulu (Abercrombie,            Gempa bumi ini memecahkan bidang kontak zona2002), disusul gem...
sumber data penting bagi para ahli untuk lebih                         Seperti halnya waktu gempa Aceh tahun 2004,      me...
Pantai Nias yang terangkat 3 m. Terumbu karang yang banyak tumbuh pada paparan pasang-surut ini kebanyakan mati karenatera...
adalah kebalikannya dengan yang terjadi pada waktu      gempa Aceh Desember 2004, bagian utara Pulau      Simeulue naik 15...
Tsunami dari gempa 26 Desember 2004 di Sirombu Nias yang rusak parah, B. Setelah dihantam tsunami Pelabuhan    Sirombu ini...
A. Pulau Bale turun 1 m. Air pasang terlihat menggenangi hampir ke tengah pulau. B. Desa Haloban turun 50 cm. Sekarang, se...
Dari data pola pengangkatan pada, kemudian dibuat                    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, besarnyapemode...
Simeulue) sudah terangkat ketika gempa terjadi               terangkat sampai lebih dari 25 cm karena dekat      sebelum t...
Pola pengangkatan yang terjadi ketika gempa tahun 2007 dari hasil pengukuran          koral mikroatol yang terangkat (Tim ...
di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa         Penelitian lapangan Tim LIPI – EOS menguak      September 2007. Ge...
Data tinggi tsunami yang terjadi pada gempa Oktober 2010 dari survei lapangan yang dilakukan Tim         Geoteknologi LIPI...
Cara Mengukur      Gempa      O               byek utama untuk mengerti gempa bumi                ketiga, GPS, mengukur ba...
Koral mikroatol tumbuh dari sejenis terumbu                       Apabila koral terangkat seluruhnya, maka akankarang, gen...
Koral yang terangkat. Besarnya pengangkatan dapat diukur dari permukaan koral (muka laut sebelum gempa) ke batas koral    ...
Peta perubahan muka Bumi di Simeulue dari hasil                                                                           ...
Selain dari koral mikroatol dan citra satelit,               diketahui. Dengan cara ini maka besarnya laju dan      perger...
Antisipasi dan Mitigasi                                    GempaP        eta potensi akumulasi energi gempa dapat        i...
Peta potensi akumulasi regangan tektonik (energi gempa) dari data GPS dan koral. Warna merah menunjuk-               kan w...
Contoh X-ray lempengan vertikal koral (dari tengah ke samping) dari koral yang hidup di abad ke-17 yang diambil dari lokas...
Rekonstruksi siklus gempa besar dari data penurunan pada masa antar gempa dan pengangkatan gempa selama lebih dari 7 abad ...
diingat bahwa proses selanjutnya akan kembali            longsoran, peta inundasi tsunami, dsb.   menenggelamkan daratan b...
6.	 Melaksanakan rencana pembangunan dan                   rumah-rumah dan bangunan yang akan           pengembangan wilay...
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Geomagz201112
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Geomagz201112

1,542

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,542
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
234
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Geomagz201112"

  1. 1. 2 GEOMAGZ Desember 2011
  2. 2. EditorialPEMBACA YTH Sejak 2004, di setiap penghujung tahun, kitaselalu digetarkan oleh ingatan akan peristiwa bencanatsunami Aceh, 26 Desember 2004. Tsunami dahsyat itumemporakporandakan pantai-pantai wilayah ProvinsiNanggroe Aceh Darussalam (NAD), meliputi Banda Aceh,Meulaboh, Lamno, dan lainnya. Tsunami hebat itu jugamenghantam pantai-pantai Nias dan lainnya di SumatraUtara; dan menerjang hingga wilayah pantai-pantai nunjauh dari NAD, mulai dari Phuket di Thailand hingga PulauMadagaskar. Dengan jumlah korban mencapai lebih dari250.000 jiwa meninggal dan kerusakan harta benda yangtak terhitung jumlahnya, Tsunami Aceh 2004 adalah tsunamiterbesar dalam kurun 100 tahun terakhir. Rehabilitasi akibat bencana itu hingga kini masih terus berlangsung. Tsunami itu disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan M 9,2 yang berpusat beberapa puluh kilometerdi sebelah barat Banda Aceh pada kedalaman kurang dari 40 km. Kita selalu ingin tahu, bagaimana perilakugempa bumi penyebab tsunami, dan perilaku tsunami itu sendiri; dan bagaimana antisipasi yang harusdilakukan terhadap gempa bumi serta tsunami yang mungkin muncul di kemudian hari? Jawaban ataspertanyaan-pertanyaan itu sangat diperlukan untuk satu tujuan utama: meminimalkan jatuhnya korban jiwa,baik akibat gempa bumi itu sendiri, maupun karena tsunami yang dipicunya. Inilah mitigasi bencana gempabumi dan tsunami. Dengan berpedoman kepada informasi ilmiah kegempaan dari suatu wilayah, dan pengalaman darikejadian dan penanganan bencana gempa bumi dan tsunami; sejumlah rencana aksi mitigasi bencana gempabumi dan tsunami dapat diterapkan di wilayah itu. Rencana aksi itu mulai dari penelitian rinci sumber gempabumi, pemetaan kawasan rawan bencana gempa bumi dan tsunami, penataan ruang wilayah pantai, sosialisasipengurangan risiko bencana, latihan evakuasi dan penyelamatan diri saat terjadi bencana, pendidikankebencanaan; peringatan dini, tanggap darurat, serta restorasi dan rehabilitasi. Semuanya ditujukan untukmengurangi hingga ke tingkat sekecil mungkin risiko gempa bumi dan tsunami, terutama korban manusia. Untuk mengenang Tsunami Aceh dan Sumatra Utara 2004, Geomagz Volume 1 Nomor 4 ini menurunkandua tulisan yang bertautan. Tulisan pertama membahas secara komprehensif perilaku kegempaan Sumatra,khususnya di pantai sebelah baratnya; tsunami yang diakibatkannya, dan antisipasi akibat gempa bumi dantsunami ke depan. Tulisan kedua membahas tsunami dari sisi hilirnya, yaitu penjalaran dan fenomena tsunamidi pantai; rendaman dan potensi kerusakan oleh tsunami. Dalam tulisan kedua dikemukakan pula suatucontoh analisis kerentanan dan risiko atau dampak bencana tsunami untuk Pulau Sumatra. Tulisan berikutnya tentang gunung api di Kilometer Nol, Pulau Weh, Aceh. Kami sajikan pula tulisan tentangsalah satu sumber daya geologi, yaitu panas bumi yang ternyata sering “berkerabat” dengan keterdapatanlogam mulia emas. Adapun esei foto kali ini, melengkapi artikel-artikel utamanya, menampilkan Aceh di masakini, tujuh tahun setelah kejadian gempa bumi dan tsunami nan dahsyat itu. Berkaitan dengan Hari Ibu, 22 Desember 2011, profil Geomagz edisi akhir tahun ini menampilkan seorangtokoh ibu ahli geologi Indonesia, yaitu Prof. Dr. Emmy Suparka. Beliau adalah profesor geologi perempuanyang pertama di Indonesia yang juga menekuni seni tradisi, khususnya seni tari. Tokoh geologi ini menunjukkanbahwa perempuan pun dapat menekuni bidang geologi dan berkiprah melalui disiplin ilmu kebumian itudengan tetap kukuh dalam karakter budaya sendiri.Selamat membaca. ■ Oman AbdurahmanPemimpin Redaksi 3
  3. 3. Surat Wah, majalah ini sudah sangat baik. Teruskan saja Geomagz bagus-bagus isinya. Hanya sedikit saran: dengan artikel-artikel barunya. mohon agar jilidnya menggunakan pengikat benang/ dijahit. Kiriman Geomagz yang ada di perpustakaan Fauzie Hasibuan saya kini sudah pada lepas lemnya karena dibaca Profesor Riset Badan Geologi banyak orang. Kalau jilidnya dijahit akan lebih tahan lama. Selain itu, bagaimana jika Geomagz menggunakan kertas daur ulang, sehingga memuat pesan mitigasi untuk pelestarian lingkungan? Membaca Geomagz memberikan banyak informasi dan bukti, betapa kaya dan indahnya alam Nusantara. P. Amalia Siregar, Sebagai guru geografi, saya sangat terbantu dengan Aktivis Disaster Mitigation Readiness of Indonesia kehadiran geomagz dalam memberikan materi Community, Koordinator 3, Jawa Barat, pelajaran geografi. Obyek dan materi geografi tinggal di Sukabumi. menjadi lebih menarik dan lebih mudah dipahami, sehingga kami tak hanya memandangi keindahannya saja tapi juga melihat dengan pemahaman. Saya sudah berkunjung ke berbagai daerah, seperti: Citatah, Maros, Jambi, Museum Gunung Merapi, Semoga Geomagz juga berkenan untuk meliput Gunung Galunggung, Gunung Krakatau, Curug obyek dan pesona alam Pati dan sekitarnya yang Malela, dan tempat-tempat wisata di Indonesia, tapi meliputi: Gunung Karst Kendeng Utara, air terjun sebagai pengunjung biasa yang kurang memahami tadah hujan, goa pancur, goa wareh, waduk gunung keadaan daerah tersebut. Begitu membaca geomagz, rowo, waduk gembong, mata air tiga rasa dan yang berkali-kali saya bergumam, “Oh, begitu, ya... oh, paling sensasional adalah penemuan candi Hindu di karena begitu, ya...” Saya menjadi paham tentang wilayah Kecamatan Kayen. keadaan, kejadian tempat-tempat yang pernah saya kunjungi itu. Geomagz sudah memberikan wawasan Ali Muchlas, MPd., yang mudah dipahami. Guru Geografi SMA Negeri 3 Pati, Jawa Tengah Amie Ch. Umaran, PNS, tinggal di Bandung Kami sangat bangga dengan hadirnya Geomagz, Bangga dan sangat terkesan dengan Geomagz, media yang mempopulerkan ilmu kebumian, sehingga kehadirannya setiap edisi selalu saya sehingga dapat menambah nilai pengetahuan nantikan. Mengingatkan saya akan kebesaran Sang positif yang dibutuhkan oleh masyarakat. Seiring Pencipta, menambah wawasan saya mengenai alam dengan banyaknya fenomena kebencanaan yang raya dengan penjelasan yang mudah dipahami, serta terjadi di sekitar kita, mudah-mudahan Geomagz mengenalkan fenomena-fenomena alam yang belum dapat menjawab dan menginformasikan, sehingga sempat saya lihat/kunjungi melalui gambar-gambar masyarakat lebih siap menghadapi, mencegah dan yang sangat menarik, sehingga menggugah saya menanggulangi bencana, dan akhirnya terbentuk untuk suatu saat nanti mengunjungi tempat-tempat mental yang siap menyikapi bencana. Semoga tersebut. Geomagz terus sukses dan berkembang menjadi media informasi yang membahas kebumian secara populer. Semoga lestari bumi kita. Indri Virgianti, S.Pd, M.T., Guru Geografi SMAN 1Subang Elfa Maulana Yusron, Komunitas Mata Bumi, Bandung, Indonesia4 GEOMAGZ Desember 2011
  4. 4. Sketsa bentang alam terobosan diorit (G.Tenongan, 1) terhadap kompleks batuan vulkanik andesitik (Dusun Kalipuru, 2), mengakibatkanterjadinya mineralisasi epitermal emas pada batuan vulkanik; dengan latar belakang kaldera gunung api purba (3). Dilihat dari arahkecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah (digambar oleh Danny Z. Herman, 1997). 5
  5. 5. 6 GEOMAGZ Desember 2011
  6. 6. JERE, BATU KERAMAT GUNUNG GAMKONORAPara pendaki Gunung Gamkonora ketika tiba di mulut kawah harus mengikuti acara ritual yang dipimpin oleh sang jurukunci. Diawali dengan membakar kemenyan di depan batu yang dikeramatkan, yang disebut Jere, menaburkan uang koin,dan diakhiri dengan doa.Untuk mendaki Gunung Gamkonora di Halmahera, Maluku Utara, juru kunci yang memimpin pendakian tidak bolehmemakai alas kaki. Aturan lainnya para pendaki tidak boleh mendahului atau berbincang dengan sang juru kunci. Kononkatanya, apabila aturan itu dilanggar, cuaca mendung atau lainnya akan menghadang para pendaki. Tidak heran, walauuang koin berserakan di sekitar batu Jere itu, tak ada seorangpun yang berani mengambilnya.Foto: Agus SolihinTeks: SR. Wittiri 7
  7. 7. ZONA MERAH DANAU MANINJAU8 GEOMAGZ Desember 2011
  8. 8. Tebing kaldera pantai barat Danau Maninjau yang runtuh menghancurkanpermukiman dan memutus jalan akibat dikoyak gempa bumi 30 September2009 dikenal sebagai Zona Merah. Saat ini Zona Merah mulai pulih danmenjadi objek wisata baru yang banyak dikunjungi. Zona tersebut dilaranguntuk permukiman.Foto dan Teks: Oki Oktariadi 9
  9. 9. 10 GEOMAGZ Desember 2011
  10. 10. BANGKAI TSUNAMIACEH 2004Senin, 27 Desember 2004, di satu sudut kota Banda Aceh, tidak jauhdari Krueng Aceh, sungai utama yang membelah kota, tumpukansampah dari berbagai jenis benda termasuk mobil, berserakan.Sehari sebelumnya gelombang tsunami mendorong air laut dengansangat kuat membentuk dinding setinggi puluhan meter, menggulungsangat cepat merambah daratan.Gelombang raksasa itu mendorong segala benda yang berada dihadapannya dan menyeretnya kembali ke arah berlawanan, salingbertabrakan, menghasilkan tumpukan sampah itu. Bangkai tsunamiitu membuktikan betapa kita sangat lemah berhadapan dengankekuatan alam.Foto: Cahya PatriaTeks: SR. Wittiri dan Budi Brahmantyo 11
  11. 11. MENARA STACK BATUPAYUNG SISA ABRASI TANJUNG AAN, LOMBOK Pantai Kuta di selatan Pulau Lombok, mengungkap bukti-bukti adanya gunung api purba bawah laut yang tersingkap di pantai berbatunya. Lapisan-lapisan endapan piroklastik, tuf, dengan sisipan lava dari Formasi Pengulung yang berumur Oligo-Miosen membentuk morfologi tanjung dan perbukitan di sekitarnya. Dengan waktu, gelombang selalu menggerus pantai berbatu itu. Semakin lama semakin intensif sampai akhirnya menyisakan suatu bentukan abrasi yang dikenal dalam Geomorfologi sebagai menara stack. Masyarakat kemudian menamainya Batupayung sekalipun jauh dari bentuk payung, bahkan lebih menyerupai patung- patung kepala raksasa seperti di Pulau Paskah, di Samudera Pasifik. Foto: Ina Herliana Koswara. Teks: Budi Brahmantyo12 GEOMAGZ Desember 2011
  12. 12. 13
  13. 13. 14 GEOMAGZ Desember 2011
  14. 14. JARUM GIPSUMIJENStalaktit gipsum di Gunung Ijen bentuknya menyerupai kumpulanjarum. Gipsum tersebut ditemukan di salah satu dinding KaliBanyupahit yang terbentuk secara alamiah. Air kawahnyayang sangat asam dengan pH mencapai 0,5 didominasi asamsulfat (H2SO4) merembes keluar danau dan bereaksi denganbatugamping (CaCO3) membentuk gipsum (CaSO4.2H2O).Gunung Ijen yang berdiri di Tanjung Blambangan, Jawa Timurselain sangat terkenal sebagai penghasil belerang di Indonesia,juga memiliki danau kawah yang indah.Foto: PriatnaTeks: Priatna dan SR. Wittiri 15
  15. 15. Dekade Teror Gempa Sumatra Oleh: Danny Hilman Natawidjaja Catatan Redaksi: Tulisan ini terdiri atas empat bagian yang seluruhnya ditulis oleh Danny Hilman Natawidjaja. Tulisan utama "Dekade Teror Gempa Sumatra" merupakan inti wacana yang menceritakan bagaimana Pulau Sumatra menjadi pulau yang sangat rawan terkena bencana gempa bumi. Untuk melengkapi wacana tersebut, disajikan pula kotak "Gempa Besar Masa Silam" dan dua judul yang masih saling berkaitan, yaitu "Cara Mengukur Gempa," dan "Antisipasi dan Mitigasi Gempa." Selamat membaca. P roses alam itu ada yang terjadi secara sangat Mengapa Sumatra Rawan Gempa perlahan tapi konsisten terus-menerus selama Karena posisi pulau Sumatra terletak di sepanjang bertahun-tahun, puluhan tahun sampai jalur tumbukan dua lempeng Tektonik, maka wilayah ratusan tahun, ribuan, bahkan jutaan tahun. Proses barat Sumatra sering terjadi gempa. Lempeng erosi pantai, misalnya, lambat laun menggerus ke (Samudra) Hindia bergerak terus menunjam ke darat, merusak lingkungan binaan manusia secara bawah lempeng (benua) Sumatra. Sumatra dan busur kepulauan di bagian baratnya merupakan bagian dari perlahan-lahan, atau proses dinamika sungai di lempeng Eurasia, sedangkan lempeng lainnya berada wilayah hilir yang mengakibatkan proses erosi dan di bawah Samudra Hindia. banjir yang mengganggu permukiman. Namun, ada Batas tumbukan dua lempeng ini terlihat dengan proses alam yang terjadi sangat cepat, sehingga jelas berupa jalur palung laut dalam di sebelah barat mengakibatkan perubahan besar dalam waktu Sumatra sampai ke Kepulauan Andaman. Lempeng sangat singkat, yang kita kenal sebagai bencana Hindia menunjam di bawah Sumatra dengan alam, seperti peristiwa gempa bumi, tsunami, dan kecepatan 50-60 mm/tahun dan kemiringan dari batas penunjamannya sekitar 120 ke arah timur letusan gunung api. Proses alam, baik yang terjadi (Natawidjaja, 2003; Prawirodirdjo, 2000). Batas secara perlahan atau yang datang mendadak, dapat lempeng atau bidang kontak ini disebut zona menjadi bencana untuk manusia dan lingkungan subduksi. Di Sumatra, zona subduksi ini dapat hidup, apabila kurang diantisipasi sebelumnya. diamati dari data seismisitasnya sampai kedalaman16 GEOMAGZ Desember 2011
  16. 16. Dinamika umum tektonik Indonesia diper- lihatkan oleh respon Kepulauan Indonesia terhadap pergerakan relatif tiga lempeng bumi dari data GPS (Global Positioning System). Panah besar merah adalah ke- cepatan gerak dari lempeng. Panah-panah hitam menunjukkan kecepatan gerak dari lokasi tempat pengukuran monumen GPS antara tahun 1989 dan 2002 (sumber dari Bock, 2003).sekitar 300 km di bawah Pulau Sumatra. Bagian menyebabkan pulau-pulau terhentak dengan sangatzona subduksi dari palung sampai kedalaman 40- kuat ke arah barat dan atas. Lentingan lempeng ini50 km-an, atau kira-kira di bawah garis pantai barat menghasilkan goncangan keras dan membuat pulau-Sumatra, umumnya bersifat regas (elastik) dan di pulau di sebelah barat terangkat, sebaliknya yang dibanyak bagian bidang kontaknya terekat/terkunci bagian timur turun ke bawah akibat efek deformasierat. Karena itu dorongan terus-menerus dari elastik. Setelah itu, bidang kontak akan merekatLempeng Hindia menyebabkan terjadinya akumulasi lagi dan pulau-pulau kembali terseret ke bawah.energi-potensial regangan pada bidang kontak ini Siklus proses gempa bumi ini berlangsung terus,sehingga ‘mengkerut’. Bidang kontak yang terkunci setelah selama satu abad atau lebih tekanan Bumiini sering juga disebut sebagai megathrust (mega- terakumulasi kembali, maka suatu saat nanti akanpatahan naik yang berkemiringan landai). Inilah yang terjadi gempa bumi besar lagi.menjadi sumber gempa besar di lepas pantai barat Ketika pulau-pulau terhentak ke atas saatSumatra yang sering diikuti tsunami. gempa bumi, permukaan bumi di dasar laut ikut Di bawah kedalaman 40 km-an, temperatur di terangkat, sehingga sejumlah besar volume air ikutsekitar bidang kontak melebihi 300-4000 C, sehingga terdorong ke atas dan menghasilkan bumbungantidak lagi memungkinkan adanya akumulasi energielastik (gempa). Dengan kata lain, pada kedalamanini, lempeng yang menunjam akan bergeserandengan lempeng di atasnya tanpa terkunci ataumenimbulkan pengkerutan, sehingga umumnya tidakakan menghasilkan gempa besar. Pada kedalamanantara 150-200 km, temperatur Bumi bertambahpanas, sehingga batuan di sekitar zona kontak inimeleleh. Kemudian, lelehan batuan panas ini naikke atas membentuk kantung-kantung bubur batuanpanas yang kita kenal sebagai kantung-kantungmagma. Pada akhirnya magma ini mendesak ke ataspermukaan membentuk kubah magma, yaitu gunungapi. Itulah sebabnya mengapa selain banyak gempabumi, Sumatra juga mempunyai jajaran gunung api dipunggungan pulaunya, dikenal sebagai PegununganBukit Barisan. Ketika terjadi proses penunjaman, pulau-pulauyang berada di atas lempeng Sumatra ikut terseret kebawah dan termampatkan ke arah daratan Sumatra. Tektonik aktif Pulau Sumatra memperlihatkan sumber-sumberSuatu saat, tekanan bumi yang terhimpun di antara utama gempa bumi pada zona subduksi dan zona Patahan Su-dua lempeng ini menjadi terlalu besar, sehingga matra. Banyak gempa besar yang terjadi pada kedua zona utamarekatan pada bidang kontak dua lempeng ini pecah, gempa ini. Garis A B adalah lintasan penampang skematik pada sketsa di halaman berikutnya. 17
  17. 17. Sketsa diagram zona subduksi Sumatra memperlihatkan struktur Bumi di bawah permukaan. Sumber gempa besar di Sumatra adalah pada megathrust dan jalur Patahan Sumatra. Megathtrust adalah bidang kontak zona subduksi sampai kedalaman ~50 km. Pada kedalaman 150-200 km, lempeng meleleh menjadi magma. Magma naik ke atas menjadi gunung api (Natawidjaja, 2006). besar air di atas permukaan laut. Bumbungan air ini Di khatulistiwa, gempa besar terkhir terjadi tahun kemudian menyebar ke segala arah sebagai tsunami. 1935 dengan kekuatan gempa M 7,7. Gempa ini Tsunami sangat panjang dan bergerak sangat cepat menyebabkan kerusakan yang cukup parah di Telo, menerjang dan membanjiri daratan. Tsunami bisa kota Kecamatan di Kepulauan Batu dan wilayah sangat berbahaya walaupun hanya beberapa meter, sekitarnya. Di beberapa tempat di Kepulauan karena seluruh massa airnya bergerak dengan sangat Batu dilaporkan adanya kenaikan air laut ketika cepat sehingga mempunyai energi momentum yang gempa, namun tidak dilaporkan adanya kerusakan tinggi. Ini berbeda dengan gelombang biasa yang serius akibat gelombang laut yang naik. Di utara pergerakannya hanya di bagian atasnya saja. khatulistiwa, gempa dan tsunami besar pernah terjadi Lempeng Hindia-Australia menabrak bagian barat di wilayah Nias-Simeulue tahun 1861. Gempa tahun Sumatra dengan arah miring terhadap kelurusan 1861 ini diperkirakan berkekuatan lebih dari 8,5 palung atau pulau-nya, sehingga tekanan dari gerak skala magnitudo (~Richter). Tercatat dalam sejarah, antar lempeng ini terbagi menjadi dua komponen. bahwa tsunami yang terjadi cukup besar (Newcomb Pertama komponen yang tegak lurus dengan and McCann, 1987; Wichmann, 1918a). palung, yang sebagian besar diakomodasi oleh zona Pada tahun 1907 terjadi lagi bencana tsunami subduksi. Kedua komponen yang sejajar dengan arah besar di wilayah Simeulue dan Nias. Meskipun gempa palung yang menekan bagian barat Sumatra ke arah yang menyebabkan tsunami 1907 ini tidak terlalu baratlaut. Komponen gerak inilah yang menyebabkan besar (M 7,6), namun tinggi tsunami yang terjadi di terbentuknya Patahan Besar Sumatra di sepanjang pantai barat dan utara Simeulue mencapai lebih dari Bukit Barisan (Sieh & Natawidjaja, 2000). 10 m atau dua kali lebih besar dari tsunami Aceh di wilayah ini. Peristiwa tsunami tahun 1907 inilah yang Teror dari Bawah Perairan konon melahirkan istilah smong, bahasa lokal untuk Zona subduksi Sumatra itu merupakan jalur tsunami. Para orang tua yang selamat waktu tsunami gempa bumi yang paling banyak menyerap energi 1907 menceritakan tragedi bencana alam ini pada pergerakan lempeng, karenanya paling sering anaknya, yang sampai sekarang banyak yang masih menghasilkan gempa-gempa besar. Di masa lampau hidup. Inti nasehatnya adalah, “apabila nanti air laut sudah banyak gempa bumi yang terjadi dengan tiba-tiba surut sampai jauh ke tengah, maka itulah magnitudo (e.g. skala Richter) di atas 8. Di selatan tandanya smong akan datang, larilah cepat ke bukit, khatulistiwa, gempa besar pernah terjadi tahun selamatkan jiwa dan tinggalkan saja harta benda”. 1833 (M 8,9) dan pada tahun 1797 (M 8,5-8,7). Sejak 11 tahun terakhir, zona subduksi Sumatra Kedua gempa ini menghasilkan tsunami besar yang menghasilkan rentetan gempa-gempa besar yang menghantam perairan Sumatra barat dan Bengkulu. memakan banyak korban dan harta benda. Mulai dari18 GEOMAGZ Desember 2011
  18. 18. A. Lempeng samudra bergerak ke bawah Sumatra. Pulau-pulau merekat-tersambung pada lempeng sehingga ikut terseret ke bawah dan terhimpit ke arah Sumatra. B. Suatu hari tekanan bumi sudah tak tertahankan, lalu sambungan itu pecah dan pulau-pulau dan dasar laut melenting balik ke atas. Maka bumi pun bergoncang keras... gempa bumi !!! C. Ketika dasar laut terangkat maka lautan ikut terdorong ke atas membentuk bumbungan air. Kemudian bumbungan air ini menyebar cepat menjadi gelombang maut tsunami.Proses siklus gempa bumi pada zona subduksi/penunjaman lempeng. 19
  19. 19. Gempa-gempa besar megathrust yang terjadi pada 11 tahun terakhir. Elips dan poligon berwarna menunjukkan sumber gempa dan angka di sebelahnya menunjukkan tahun dan besarnya magnitudo gempa yang terjadi. Gempa Besar Masa Silam U ntuk mengerti apa yang terjadi pada masa Puy (1845) mengindikasikan bahwa gempa ini adalah sekarang, kita harus memahami apa yang yang terkuat dalam ingatan penduduk Padang waktu sudah terjadi di masa lampau. Informasi ini itu. tercatat dalam naskah tua yang memuat peristiwa Namun pernyataan ini berlawanan dengan gempa dan tsunami 10 Februari 1797 pukul 22 dan laporan du Puy tahun 1847 yang menyebutkan bahwa 24 November 1833 pukul 20 di wilayah Mentawai, ada gempa yang lebih kuat yang terjadi 40 tahun yang menghancurkan Sumatra Barat dan Bengkulu. sebelumnya (~1757). Banyak rumah yang ambruk Semua laporan gempa dan tsunami tahun 1797 ketika gempa. Di tanah banyak rekahan dengan itu terfokus pada dampak tsunami di wilayah muara bukaan 3-4 inci. Beberapa orang yang berusaha sungai sampai pelabuhan (Muaropadang). Ini tidak memanjat pohon untuk menghindari tsunami di berarti bahwa limpasan tsunami hanya terlihat di Airmanis keesokan harinya ditemukan sudah mati wilayah ini, karena perumahan penduduk memang di atas pohon. Seluruh kota terendam tsunami baru menempati wilayah ini pada saat itu. Walaupun dan beberapa rumah dilaporkan hanyut terbawa dilaporkan kerusakan di Padang cukup parah, tapi gelombang. Di Padang dilaporkan tsunaminya juga yang meninggal hanya dua orang. Lama guncangan menggenangi seluruh kota. Orang melaporkan ada yang terasa di Padang selama satu menit. Laporan du 3-4 kali gelombang ”pasang-surut” di pelabuhan.20 GEOMAGZ Desember 2011
  20. 20. gempa besar tahun 2000 di Bengkulu (Abercrombie, Gempa bumi ini memecahkan bidang kontak zona2002), disusul gempa tahun 2002 di Simeulue, kemu- subduksi sepanjang 1600 km, mulai dari Pulau Simeu-dian terjadi gempa dan tsunami Aceh yang dahsyat lue sampai ke wilayah Kepulauan Andaman, akibattahun 2004 yang melanda seluruh wilayah Laut An- Lempeng Hindia yang bergerak sekitar 50 mm/tahun,daman, termasuk Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). menghimpit lempeng Sumatra-Andaman. Setelah le-Sejak itu, zona subduksi Sumatra seperti tidak henti- bih dari 300 tahun tidak ada gempa bumi raksasa,hentinya menggetarkan wilayah Sumatra sampai akhirnya tekanan yang terakumulasi sekian lamanyasekarang. Gempa Nias-Simeulue meledak pada bulan ini dilepaskan dalam satu hentakan maut denganMaret 2005, hanya tiga bulan setelah gempa Aceh. skala Mw 9,2. Pulau-pulau dan dasar lautan di timurDua tahun kemudian, gempa besar Bengkulu terjadi palung sepanjang 1600 km tersebut tiba-tiba terpe-bulan September 2007 mengoyak wilayah Bengku- lanting ke barat sejauh 10-30 meter, dan terangkatlu sampai ke Selatan Kepulauan Mentawai. Terakhir, ke atas beberapa meter. Dapat dibayangkan, betapapada bulan Oktober 2010, gempa Mentawai kembali dahsyatnya bumi berguncang dan berapa banyaknyamenggoncang wilayah Pagai disertai tsunami dahsyat volume air laut yang tiba-tiba ikut terangkat akibatyang menelan sekitar 500 jiwa penduduk. dasar laut yang naik tersebut. Tak heran kalau tsuna- mi yang terjadi demikian dahsyatnya.Gempa Aceh-Andaman 2004 Selain merupakan bencana alam besar, gempa Sekarang kita paham bahwa gempa tahun 2004 Aceh tahun 2004 menjadi obyek yang sangat pentingdi Aceh-Andaman bukanlah refleksi dari alam yang bagi para ahli gempa bumi dan tsunami se-Dunia.murka, melainkan ekspresi bumi dalam melepaskan Gempa megathrust tahun 2004 ini merupakantekanan selama beratus-ratus tahun yang sudah tak yang pertama terjadi setelah alat pemantau gempatertahankan lagi. Bagi Bumi, ini merupakan proses bumi modern banyak terpasang, khususnya jaringanbiasa saja yang akan terus berulang kali terjadi dalam seismometer dan stasiun GPS (Global Positioningkurun waktu Bumi. Meskipun demikian, gempa bumi System), sehingga menjadi obyek penelitian gempadan tsunami yang terjadi bulan Desember 2004 bumi yang sangat penting dalam abad ini. Datadi wilayah Aceh-Andaman adalah bencana alam gempa dan tsunami Aceh yang sekarang tersedia,terbesar dalam kurun seratus tahun terakhir. baik dari peralatan modern yang terpasang ataupun Gempa bumi yang menimbulkan tsunami maut dari hasil penelitian geologi lapangan, merupakanini terjadi pada zona subduksi Sumatra-Andaman. Lukisan tsunami yang terjadi tahun 1861 di wilayah Sumatra Utara, Nias, dan Simeulue menggambarkan kedahsyatan tsunami tersebut. 21
  21. 21. sumber data penting bagi para ahli untuk lebih Seperti halnya waktu gempa Aceh tahun 2004, mengerti proses alam yang seringkali membawa gempa tahun 2005 inipun mengangkat sebagian malapetaka besar ini. Sebelumnya zona subduksi wilayah, terutama bagian barat Pulau Nias yang Aceh-Andaman diklasifikasikan sebagai yang kurang terangkat sampai 3 m, termasuk Pelabuhan Sirombu berpotensi untuk menghasilkan gempa raksasa di pantai Nias barat, yang sekarang tidak berfungsi (Skala Magnitudo/Richter ≥ 9), karena lempeng yang lagi. Wilayah selatan Pulau Simeulue juga terangkat menunjam umurnya sangat tua dan kecepatan gerak 1 sampai 1,5 m, termasuk Kota Sinabang, sehingga lempengnya relatif rendah. Oleh karena itu Gempa tampak air laut sepertinya menjadi susut di sepanjang Aceh-Andaman tahun 2004 ini telah mengubah pantai. Kota Gunungsitoli terletak di sekitar sumbu paradigma dasar dalam ilmu gempa bumi dan pemisah antara wilayah yang naik di barat dan wilayah konsep mitigasinya. yang turun di timur, sehingga kota ini posisinya tetap, alias tidak naik dan tidak turun. Sebaliknya desa dan Gempa Nias 28 Maret 2005 kota kecamatan di wilayah timur, seperti Desa Haloban Setelah gempa Aceh 2004, bumi Sumatra seperti di Pulau Tuanku, Banyak dan Kecamatan Bale, turun tidak henti-hentinya bergoncang dalam tujuh tahun 0,5 dan 1 m. Hal ini menyebabkan banyak rumah- terakhir ini. Sudah puluhan gempa berkekuatan 7 rumah di tepi pantai di Haloban dan Bale terendam di SR, ratusan gempa 6 SR, dan ribuan gempa 5 SR bawah air sehingga tidak bisa dihuni lagi. atau lebih kecil. Sejak itu ribuan korban jiwa dan Ketika gempa Nias-Simeulue terjadi, tim LIPI- tidak terhitung banyaknya kerugian harta benda Caltech baru saja memasang beberapa unit stasiun akibat digoyang gempa dan dilibas tsunami yang GPS di wilayah ini, tepat di atas dan sekitar sumber menyertainya, dan kelihatannya dekade teror gempa gempa, sehingga pergerakan tektonik yang terjadi ini belum selesai. Untuk lebih memahami dan dapat sebelum, sewaktu dan setelah gempa terekam mengantisipasi bencana di masa datang marilah kita dengan baik oleh alat pemantau ini. Selain itu di mengkaji gempa-gempa besar yang sudah terjadi. sekeliling Pulau Nias juga banyak dijumpai populasi Hanya tiga bulan setelah bencana besar di bulan koral mikroatol yang digunakan untuk mengukur Desember 2004, terjadi lagi gempa besar di wilayah pangangkatan dan penurunan akibat gempa. Simeulue dan Nias pada tanggal 28 Maret 2005. Di selatan Simeulue, pangangkatan maximum Gempa ini merupakan perulangan dari gempa besar mencapai ~150 cm. Tingginya pengangkatan pada yang pernah terjadi di wilayah yang sama sekitar 145 waktu gempa Maret 2005 ini makin mengecil ke tahun silam tahun 1861 (M ~8,5). bagian utara sampai 0 cm di ujung utara pulau. Ini Satu laporan menyatakan bahwa tsunami naik sampai sepertiga bukit atau Semenanjung Apenberg yang tinggi totalnya 104 m. Artinya, tinggi tsunami mencapai 30 meteran. Laporan itu juga menyebutkan bahwa Bukit Appenberg tersebut yang memecahkan gelombang tsunami. Laporan lain menyebutkan bahwa ketika tsunami, tinggi air laut sekitar 50 kaki di atas normal. Di Padang, gelombang tsunami membuat dasar sungai terlihat kering dan meninggalkan banyak ikan mati di atasnya. Semua perahu di sungai menjadi berada di atas tanah kering. Ada kapal besi dari Inggris seberat 150-200 ton yang ditambatkan ke sebuah pohon di dekat muara sungai terbawa tsunami sampai 0,75 mil ke arah hulu, kemudian terdampar di daerah Pasarburung. Kapal ini merusakkan beberapa rumah saat terhanyut. Semua rumah di tepi laut dikabarkan tenggelam. Di Airmanis, di sebuah kampung kecil di tepi pantai sebelah barat bukit Apenberg, tinggi tsunami cukup untuk menenggelamkan orang yang berusaha memanjat pohon-pohon untuk menghindar. Pohon- Peta Kota Padang tahun 1781 dan 1828 digambar kembali pohon ini kemungkinan sekitar 4-5 m untuk dapat dari arsip peta kuno (diambil dari Natawidjaja et al., 2006). menahan beban rata-rata orang dewasa. Kemudian22 GEOMAGZ Desember 2011
  22. 22. Pantai Nias yang terangkat 3 m. Terumbu karang yang banyak tumbuh pada paparan pasang-surut ini kebanyakan mati karenaterangkat ke atas air.dari fakta bahwa tsunami bisamembawa kapal besi Inggris sebe-rat 150-200 ton, artinya tinggi tsu-nami (flow depth) paling tidak limameteran, mengingat tinggi pinggi-ran sungai sekitar 2 m dan draft ba-wah kapal sekitar tiga meteran. Jadidari dua catatan kejadian ini dapatdisimpulkan bahwa tinggi tsunamisekitar lima meteran. Ini perkiraanyang cukup konservatif dibanding-kan dengan laporan yang me-nyebutkan bahwa tinggi tsunami Peta Kota Padang tahun 2005 (diambil dari Natawidjaja et al., 2006).sekitar 30 meter di tepi Bukit Apen-berg dan sekitar 50 kaki (15 m) ditempat lainnya di sepanjang pantai. Tahun 1833 terjadi guncangan gempa, terasa sampai 5 menit diLaporan ini meragukan, karena ka- Bengkulu dan sekitar 3 menit di Padang. Guncangan terasa sampai kelau benar hal itu terjadi, seharusnya Singapura dan Jawa. Terjadi tsunami besar yang merusakkan wilayahtsunami sebesar ini menghancur- Bengkulu, Pulau Cinco, Indrapura, Padang, dan Pariaman. Laporankan seluruh perumahan penduduk menyebutkan tidak ada korban meninggal di Bengkulu dan hanyadi Padang dan menyebabkan kema- satu di Padang. Goncangan sangat kuat di wilayah sepanjang pantaitian yang lebih banyak lagi. Diper- dari Bengkulu sampai Pariaman dan di Pulau-pulau Pagai. Di Pariamankirakan, tinggi maksimum tsunami goncangan demikian kuat sehingga tidak ada orang yang bisa berdiri.setinggi 5-10 meteran. Kerusakan besar terjadi di Padang dan Bengkulu, tapi yang lebih pa- 23
  23. 23. adalah kebalikannya dengan yang terjadi pada waktu gempa Aceh Desember 2004, bagian utara Pulau Simeulue naik 150 cm, sedangkan bagian selatannya turun. Jadi, setelah mengalami dua kejadian gempa raksasa secara beruntun, Pulau Simeulue menjadi terangkat ~150 cm seluruhnya. Demikian uniknya, Pulau Simeulue ini menjadi tempat rendevouz dua gempa raksasa. Berbeda dengan wilayah di bagian barat, wilayah timur Simeulue, Banyak dan Nias mengalami penurunan tektonik sampai lebih dari 1 m. Di beberapa tempat, akibat penurunan muka bumi ini sangat dramatis. Banyak perkampungan yang tidak dapat dihuni kembali karena sudah berada di bawah air, seperti yang terlihat di Pulau Bale dan Desa Haloban. Pantai di bagian selatan Pulau Simeulue terangkat sampai 150 cm waktu gempa Maret 2005. Foto ini memperlihatkan pembentukan tebing pantai baru yang bergeser ke arah laut. Besarnya pengangkatan dapat diukur dari ketinggian tebing pantai lama ke pantai baru. Model gempa bumi Aceh-Andaman memperlihatkan sumber gempa bumi 26 Desember 2004 adalah pergerakan bumi pada bidang zona subduksi. Bidang sumber gempa ini berkemiringan ~120 ke timur, panjangnya sampai 1600 km, lebar 150 km. Blok bumi di atasnya bergerak ke barat sampai 30 m. Zona me- rah muda adalah bagian yang bergerak paling besar. Panah hitam adalah data pergerakan dari pengukuran GPS. Panah merah adalah dari model (sumber: Chlieh et al., 2006; Subarya et al., 2006). rah adalah di Bengkulu, seluruh struktur bangunan rusak berat. Benteng dan menara hancur total. Di Padang, rumah-rumah kayu tetap berdiri, tapi banyak rumah tembok rusak parah. Di Sumatra bagian timur, kerusakan bangunan dilaporkan sam- pai ke Kota Palembang. Rekahan tanah selebar 2 kaki terjadi di Pariaman, dan juga banyak retakan-retakan tanah di sepanjang pantai antara Pariaman dan Padang, dan di pinggiran sungai di Padang. Tsunami yang terjadi di Padang menghanyutkan banyak kapal bersama jangkarnya dan sebagian kapal hilang. Di pan- tai, hempasan tsunami mencapai ketinggian 3-4 m. Peta Kota Padang tahun 1828 memperlihatkan perumahan yang masih sedikit di sepanjang pantai, dan pusat kota masih berada di wilayah bagian utara sungai, sampai sekitar 1 km ke arah darat. Dermaga dan bangunan pelabuhan di Bengkulu tersapu ludes oleh tsunami, dan beberapa kapal terhempas ke darat. Di Pari- aman, dilaporkan tsunami didahului surutnya air laut. Gelom-24 GEOMAGZ Desember 2011
  24. 24. Tsunami dari gempa 26 Desember 2004 di Sirombu Nias yang rusak parah, B. Setelah dihantam tsunami Pelabuhan Sirombu ini terangkat hampir 3m ketika gempa Maret 2005, C. Pantai di timurlaut Pulau Nias yang terangkat sekitar 1m, D. Survei dengan RTK GPS untuk mengukur besar pengangkatan terumbu karang di Pulau Hinako, barat Nias.bang menghempaskan kapal-kapal dari tempat tam- besar. Fakta bahwa kerusakan lebih parah terjadi dibatnya. Di Pulau Cinco, tsunami menyapu beberapa Bengkulu dari pada di Padang adalah indikasi yangrumah dan orang. Di Indrapura, di utara Kota Beng- kuat bahwa sumber gempanya lebih dekat ke Beng-kulu, tsunami yang dahsyat menerjang daratan mem- kulu, berda di bawah Kepulauan Pagai, tapi tidakbanjari daratan rendah, dan satu kampung luluh-lan- sampai ke Siberut (pulau yang berhadapan dengantak. Seorang ibu beserta anaknya terbawa tsunami Padang). Kerusakan akibat tsunami juga dilaporkandan hilang, tapi banyak orang yang bisa menyelamat- lebih parah yang terjadi di Bengkulu – Indrapura da-kan diri dengan memanjat pohon, menunggu sampai ripada di Padang. Memang dilaporkan bahwa kapal-pagi. Tsunami yang sampai di Pulau Seychelles yang kapal di Pariaman terlepas dari tambatannya, tapiberada sekitar 5000 km dari pantai barat Sumatra deskripsinya menunjukkan bahwa gelombang airlautdi lautan Hindia, tinggi tsunaminya seperti tsunami tidak sampai melewati dam alam di pinggiran sungai,yang terjadi di Aceh-Andaman tahun 2004. seperti halnya tsunami yang terjadi pada tahun 1797. Dua gunung api, Marapi dan Kerinci, memperli- Meskipun demikian catatan sejarah menunjukkanhatkan kenaikan aktivitas setelah gempa. Runtuhnya bah­ a gelombang laut mencapai ketinggian 3-4 m wdam alam di puncak Gunung Kaba menyebabkan di Pantai Padang, yang tentunya cukup untuk me-banjir di lembah-lembah di lereng sebelah tengga- nyapu wilayah pantai sampai beberapa ratus meterranya. Banjir bandang ini menyebabkan hilangnya ke darat. Tapi kelihatannya tidak melanda banyak pe-90 orang penduduk. Satu kampung tenggelam oleh rumahan yang masih jarang seperti terlihat di petabanjir yang dalamnya sampai 20 kaki (~6 m) dan tahun 1828.meninggalkan timbunan lumpur sedalam 7 kaki (2 m Sudah takdir alam, bahwa kita sekarang hiduplebih). di zona subduksi Sumatra yang mulai melepaskan Lama goncangan gempa dan luasnya caku- akumulasi regangan tektoniknya, seperti yang pernahpan serta hebatnya kerusakan yang ditimbulkan, terjadi pada masa lalu. ■mengindikasikan bahwa sumber gempanya sangat 25
  25. 25. A. Pulau Bale turun 1 m. Air pasang terlihat menggenangi hampir ke tengah pulau. B. Desa Haloban turun 50 cm. Sekarang, sebagian rumah berada di bawah air, sehingga tidak dapat dihuni lagi. Perubahan muka Bumi yang terjadi karena gempa Nias, 28 Maret 2005. Pulau Simeulue dan bagian barat Pulau Banyak dan Nias naik sampai maksimum 3 m. Kota Sinabang naik 1-1,5 m. Kecamatan Bale turun 1m. Kota Singkil turun 0,5-1,5 m. Perubahan muka Bumi ini mencerminkan besarnya pergerakan lempeng dan gempa bumi yang terjadi (dimodifikasi dari Briggs et al, 2006).26 GEOMAGZ Desember 2011
  26. 26. Dari data pola pengangkatan pada, kemudian dibuat Seperti yang sudah dijelaskan di atas, besarnyapemodelan dari sumber patahan gempanya. Model tsunami yang terjadi tergantung dari besarnyapatahan gempa memperlihatkan bahwa pergeseran volume air yang didorong ke atas oleh permukaanmaksimum terjadi persis di bawah Pulau Nias bagian dasar laut yang terangkat. Berikut ini perbandinganutara mencapai 11 m, sedangkan di bawah Pulau gempa 2004 dan 2005. Pertama, zona subduksiSimeulue bagian selatan pergeseran terjadi mencapai yang pecah dan bergeser pada waktu gempa 20048 m. Pergeseran lempeng sampai ke bawah Pulau adalah sepanjang 1600 km sedangkan pada waktuModel sumber gempa bumi Nias-Simeulue, 28 Maret 2005. Bayangan kuning-merah-gelap menggambarkan besar pergeseran bumipada bidang kontak zona subduksi yang menjadi sumber gempa. Di bawah Nias maksimum pergeseran 12 m dan di Simeulue 8 m.Pergeseran ini mengecil ke barat dan timur dari sumber gempanya. Panah hitam adalah data pergerakan permukaan dari GPS. Panahmerah muda adalah pergerakan dari model sumber gempa. Titik-titik hijau adalah lokasi pengamatan koral mikroatol untuk data naikdan turun (dimodifikasi dari Briggs et al., 2006).Simuk (Kepulauan Batu) di selatan. Di sini pergeseran gempa 2005 hanya 400 km. Kedua, pengangkatanmencapai ~3 m dan membuat Pulau Simuk terangkat tektonik yang terjadi pada waktu gempa 2004~25 cm. Model sumber gempa bumi Nias-Simeulue mencapai 5,4 m, sedangkan gempa 2005 hanya 2,9ini menunjukkan bahwa kekuatan gempanya m. Ketiga, pada waktu gempa 2004 pengangkatanmencapai Mw 8,7 (Briggs et al., 2006). maksimum banyak terjadi pada bagian laut yang Gempa Nias-Simeulue tahun 2005 ini meluluh- dalam, sedangkan pada gempa 2005 pengangkatanlantakan banyak bangunan di sekitar Kota terfokus pada bagian daratan (Pulau Nias dan PulauGunungsitoli dan Sinabang, daerah dengan populasi Simeulue) dan laut dangkal di sekitarnya. Ketigaterpadat, sehingga memakan korban jiwa hampir dua fakta ini menunjukkan bahwa volume air laut yangribu orang. Meskipun demikian, masih beruntung terdorong ke atas pada waktu gempa Nias-Simeuluekarena tsunami yang terjadi tidak besar, sehingga 2005 jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yangtidak ada korban. Setelah gempa 2005 ini, banyak pada waktu gempa Aceh-Andaman 2004. Alasanorang bertanya-tanya mengapa tidak ada tsunami? yang terakhir karena daratan (Pulau Nias dan 27
  27. 27. Simeulue) sudah terangkat ketika gempa terjadi terangkat sampai lebih dari 25 cm karena dekat sebelum tsunami datang 10 menit kemudian. Hal dengan gempa yang kedua dengan M 7,9. ini membuat limpasan tsunami di sepanjang pantai Pemodelan gempa berdasarkan data pergerakan menjadi lebih kecil. Misalnya, kalaupun tsunaminya bumi yang terekam oleh jaringan SuGAR (Sumatran mencapai tinggi 5 m, tapi karena daratan naik 3 GPS Array), pengukuran besar pengangkatan koral- m maka tsunami yang menghempas pantai terasa koral, dan analisis teleseismik, data menunjukkan seperti hanya 2 m. Hal lainnya yang menyebabkan bahwa sumber gempa ini di patahan megathrust mengapa tsunami yang menghempas pantai barat di bawah pulau sepanjang sekitar 300 km, dengan Sumatra juga kecil karena keberadaan Pulau Nias dan lebar sekitar 100 m yang bergerak sampai 7 m. Simeulue menjadi seperti penghalang atau dam alam Untungnya, gempa 2007 ini tidak disertai bagi tsunami yang terbentuk di bagian barat pulau- tsunami yang besar, sehingga kerusakan yang terjadi pulau itu (Natawidjaja et al., 2007). hanya disebabkan oleh efek goncangannya. Satu hal yang positif dari hasil pendidikan masyarakat tentang Gempa Bengkulu-Mentawai 2007 gempa dan tsunami adalah ketika masyarakat Setelah rentetan gempa-gempa besar di Aceh merasakan goncangan gempa yang cukup kuat, dan Nias tahun 2004 dan 2005, gempa bumi kembali mereka serta merta lari menjauhi pantai untuk berguncang saat magrib tanggal 12 September 2007. menghindari kemungkinan datangnya gelombang Gempa besar dengan kekuatan 8,4 SR ini dalam waktu tsunami, meskipun ternyata tsunami yang datang 13 dan 16 jam berikutnya diikuti gempa berkekuatan kecil saja. Gempa ini memang mengangkat dasar 7,9 dan 7,1 yang mengoyak segmen zona subduksi laut sampai 1,5 m, namun wilayah yang terangkat di wilayah Bengkulu-Mentawai. Pada tahun 1797 umumnya perairan yang dangkal, kemudian pulau- dan 1833, gempa dengan kekuatan M 8,7 dan M pulau sudah terangkat, sehingga tinggi tsunami yang 8,9 pernah mengoyak wilayah yang sama. Walaupun datang di pantai kecil. Jadi kurang lebih kasusnya Pantai barat Pulau Pagai Selatan yang terangkat sampai 1 m ketika gempa bulan September 2007. potensi gempa ini sudah diprediksi sebelumnya, sama dengan apa yang terjadi pada waktu gempa namun tetap kejadian ini mengejutkan. Gempa 2007 tahun 2005 di wilayah Nias. ini cukup banyak menimbulkan kerusakan bangunan di wilayah Pulau Pagai, Kota Bengkulu, dan Kota Gempa Mentawai 2010 Padang. Sepertinya, teror dari dasar laut perairan barat Dari survei lapangan yang dilakukan oleh Tim Sumatra ini tidak kenal ampun. Setelah agak sepi dari Geoteknologi LIPI dan Caltech USA, diketahui bahwa gempa selama tiga tahun sejak gempa tahun 2007, kembali gempa maut memecahkan keheningan gempa ini menyebabkan Pulau Mego, di antara Pulau di pantai Mentawai. Pada malam hari tanggal 25 Enggano dan Pagai Selatan, terangkat 1,5 m dan November 2010, terjadi gempa besar berkekuatan pantai barat Pulau Pagai Selatan terangkat sampai Mw 7,7 di barat daya Pulau Pagai Selatan, Kabupaten 1 m. Ke arah utara, pengangkatan tanah umumnya Mentawai, Provinsi Sumatra Barat. Gempa ini juga makin mengecil sampai di Kota Sikakap hampir tidak terjadi pada megathrust. Episenter gempa terletak ada pengangkatan. Namun, Kota Tuapejat di Sipora28 GEOMAGZ Desember 2011
  28. 28. Pola pengangkatan yang terjadi ketika gempa tahun 2007 dari hasil pengukuran koral mikroatol yang terangkat (Tim LIPI-Caltech, 2007). Model patahan gempa dari gempa September 2007 berdasarkan data GPS, pengukuran pengangkatan koral dan data teleseismik (Konca et al., 2008). 29
  29. 29. di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa Penelitian lapangan Tim LIPI – EOS menguak September 2007. Gempa 2010 ini merobek bidang fakta bahwa tsunami di Mentawai pada tanggal 25 megathrust di atas bidang gempa 2007, atau lebih Oktober 2010 ternyata jauh lebih besar dari yang dekat dengan palung laut dalam. diperkirakan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa gelombang tsunami rata-rata mencapai ketinggian Di wilayah ini terdapat jaringan stasiun GPS 5-8 m di pantai barat Pulau Pagai Selatan, bahkan kontinyu SuGAR yang merekam pergerakan gempa. pada sebuah pulau kecil di barat Pagai Selatan itu Data SuGAR menunjukkan bahwa gempa 2010 tinggi tsunami mencapai 17 m. Tsunami ini juga membuat Pulau Pagai Selatan bergerak sampai lebih melibas habis Pulau Sibigiu. Terlihat bahwa seluruh dari 3 m ke arah Tenggara. Ini mengindikasikan hutan belukarnya menjadi rata dengan tanah. Apa bahwa pergerakan pada megathrust mencapai 7 m. yang tersisa hanyalah gundukan besar dari bongkah- Peta sumber gempa-gempa megathrust di Mentawai dari analisis data GPS, seismologi dan koral mikroatol. Wilayah yang dibatasi poligon dan elips adalah perkiraan bidang patahan dari sumber gempa tahun 2005, 2007, dan 2010. Wilayah elips warna biru adalah segmen megathrust yang masih mempunyai potensi gempa berkekuatan sekitar 8,8 SR. Memperlihatkan posisi bidang patahan gempa 2010 yang berada lebih dekat ke arah palung atas batas pertemuan dua lempeng.30 GEOMAGZ Desember 2011
  30. 30. Data tinggi tsunami yang terjadi pada gempa Oktober 2010 dari survei lapangan yang dilakukan Tim Geoteknologi LIPI, ITB, dan EOS (Earth Observatory of Singapore).bongkah karang dan sampah-sampah yang dibawa earthquake) atau ‘gempa pelan’ (slow earthquake).tsunami sampai ratusan meter dari pantai. Data Gempa jenis ini dapat membangkitkan gelombanglapangan dari tinggi tsunami ini ternyata jauh dari tsunami yang jauh lebih besar dan mematikan dariyang diperkirakan dalam pemodelan tsunami atau yang diperkirakan hanya berdasarkan kepada ukuranpun berdasarkan data seismologi (Mw 7,7). kekuatan skala Richter-nya atau besar getaran Tsunami membuat banyak kerusakan dan korban gempanya saja. Slow earthquake ini bukan hal baru,di banyak desa. Beberapa di antaranya korban jiwa ini dan pernah terjadi di Indonesia, seperti kejadiandisebabkan karena tidak ada akses untuk menghindar gempa-tsunami tahun 1994 di Jawa Timur yangatau jalur evakuasi ke tempat tinggi. Umumnya membunuh 200 orang. Juga gempa-tsunami padapenduduk setempat cukup mendapat pengetahuan bulan Juli 2006 di wilayah Pangandaran, Jawa Barat,tentang bahaya tsunami. Namun, karena getaran yang menimbulkan korban jiwa lebih dari 600 orang.gempanya terasa pelan dan juga terjadi malam Gempa tahun 1907 (M 7,6) yang membunuh lebihhari, hal ini menyebabkan banyak penduduk merasa dari 50% penduduk Pulau Simeulue, waktu itu didugatidak perlu evakuasi. Banyak penduduk mengatakan juga merupakan slow earthquake. Gempa 1907 inibahwa memang mereka agak bingung karena yang membuat kearifan lokal tentang smong. Tipewalaupun gempanya pelan tapi lama sekali, lebih dari gempa ini juga terjadi di banyak tempat di dunia,satu menit. Penduduk baru lari tunggang-langgang seperti di Amerika Tengah dan Jepang. ■ketika mulai mendengar gemuruh dari tsunami yangmendekat, seperti bunyi mesin pesawat jet, namunbanyak di antara mereka sudah terlambat. Gempa Mentawai tahun 2010 diklasifikasikankhusus sebagai ‘gempa tsunami’ (tsunami 31
  31. 31. Cara Mengukur Gempa O byek utama untuk mengerti gempa bumi ketiga, GPS, mengukur baik perubahan naik-turun lebih akurat dalam memperkirakan potensi dan juga pergerakan horizontal. Dari pengukuran ini bencananya di masa depan adalah dengan dapat memodelkan dimensi dan kekuatan sumber meneliti fenomena dan perubahan alam yang terjadi gempanya. pada waktu gempa bumi. Salah satu fenomena Pada bulan Januari dan April 2005, tim peneliti yang terjadi adalah adanya pergerakan lempeng Geoteknologi LIPI dan California Institute of dan perubahan muka bumi. Dalam hal gempa Technology mengukur perubahan muka bumi di megathrust Aceh-Andaman, daerah yang berada di Pulau Simeulue akibat gempa Aceh-Andaman dengan atas blok lempeng yang bergerak akan terhentak naik memanfaatkan koral mikroatol yang banyak tumbuh ke atas dan bergeser ke barat. Perubahan muka Bumi di Pulau Simeulue. Pada waktu gempa Aceh, banyak ini dapat diukur dengan memakai tiga metoda: (1) pantai terangkat. Hal ini menyebabkan banyak koloni metoda mikroatol untuk mengukur terumbu karang terumbu karang menjadi tersembul di permukaan air (koral) yang terangkat/tenggelam (Natawidjaja et al., dan mati. Pulau pun menjadi bertambah luas karena 2004), (2) analisis citra satelit (Meltzner et al., 2006), wilayah perairan dangkal di sekitarnya sekarang dan (3) GPS. Kedua metoda pertama dapat mengukur sudah menjadi daratan. gerak naik dan turunnya muka bumi, dan yang Pantai di barat laut Pulau Simeulue yang terangkat oleh gaya tektonik setinggi 150 cm.32 GEOMAGZ Desember 2011
  32. 32. Koral mikroatol tumbuh dari sejenis terumbu Apabila koral terangkat seluruhnya, maka akankarang, genus porites yang hidup di zona pasang- mati total. Dalam hal ini kita harus mencari mukasurut di tepi pantai. Porites pertumbuhannya sangat air laut setelah gempa pada koral mikroatol laindipengaruhi oleh perubahan tinggi muka air laut. yang berada di lokasi lebih dalam, sehingga adaPertumbuhan koral mikroatol tidak bisa melebihi bagian tubuhnya yang masih terendam air dantinggi airlaut minimum (air surut). Artinya, koral ini hidup. Apabila tanda muka air laut setelah gempaakan tumbuh ke atas sehingga mencapai permukaan tidak dapat ditemukan pada tubuh koral, makaair, dan setelah itu akan tumbuh kesamping. Maka dapat menghitungnya dari pengukuran lapanganpermukaan dari koral mikroatol identik dengan dan kurva pasang-surut (Meltzner et al., 2006).permukaan air laut kala itu. Apabila pantai terangkat, Sebaliknya, apabila muka pantai turun, maka koralmaka tubuh mikroatol yang tersembul ke atas air akan tenggelam Besarnya penenggelaman ini dapatakan mati. Bagian koral yang masih berada dalam air diukur dari tinggi permukaan mikroatol ke tinggi airakan tetap hidup. Batas bagian koral hidup dan yang laut (surut) setelah gempa bumi.mati ini dapat jelas diamati di lapangan.Mempergunakan koral porites mikroatol untuk mengukur naik dan turunnya daratan/pantai. Prinsipnya: koral mati kalau berada di atasmuka laut. A. Koral tidak terangkat seluruhnya sehingga hanya bagian atasnya saja yang mati. Besar naiknya pantai diukur dari bagianatas mikroatol sampai bagian koral yang masih hidup. B. Koral terangkat seluruhnya sehingga mati total. Besarnya pengangkatandiukur dari bagian atas koral mati sampai muka air-laut (surut). C. Pantai turun sehingga koral mikroatol tenggelam. Besarnya pantaiturun diukur dari permukaan koral ke muka laut (dimodifikasi dari Briggs et al., 2006). 33
  33. 33. Koral yang terangkat. Besarnya pengangkatan dapat diukur dari permukaan koral (muka laut sebelum gempa) ke batas koral yang masih hidup (muka laut setelah gempa). Bagian utara Simeulue naik sampai 150 cm. Pengukuran naik dan turunnya muka bumi Paparan terumbu karang dangkal di zona pasang dengan metoda mikroatol di atas sangat akurat. surut yang tadinya terendam air, sekarang berada Ketelitiannya antara 5-10 cm, namun metoda ini di atas air menjadi daratan. Dengan kata lain, garis cukup mahal dan seringkali tidak mudah dilakukan pantai menjadi jauh ke laut, dan daratan bertambah untuk memetakan wilayah yang sangat luas. Untuk beberapa puluh sampai ratusan meter. Kontras itu diperlukan metoda bantu lainnya, yang walaupun dengan bagian utara, bagian selatan Simeulue tidak begitu akurat, tapi dapat memetakan perubahan malah turun sampai beberapa puluh sentimeter. muka bumi untuk wilayah luas dengan cepat dan Penenggelaman bagian selatan Pulau Simeulue yang lebih murah. Untuk itu pengukuran dibantu dengan hanya beberapa puluh sentimeter, tentunya tidak metoda analisis citra satelit (Meltzner et al., 2006). sedramatis daerah utara yang terangkat, namun Dari citra satelit yang diambil sebelum dan hal ini banyak dirasakan oleh penduduk setempat. sesudah gempa, kita dapat melihat dan mengukur Mereka mengamati bahwa air laut yang makin perubahan muka bumi yang terjadi. Terumbu karang menjorok ke arah darat, mendekati rumah-rumah yang mengelilingi pulau terlihat agak buram sebelum mereka. gempa bumi karena berada di bawah air laut. Dari banyak pengukuran di 39 lokasi survei, Apabila pantai ini terangkat maka terumbu karang kemudian dibuat peta perubahan muka bumi dari berada di atas air akan lebih banyak merefleksikan Simeulue. Batas antara wilayah yang naik dan turun sinar matahari, sehingga terlihat lebih terang dalam terlihat berada di tengah-tengah Pulau Simeulue. citra yang diambil setelah gempa bumi. Demikian Batas ini menandai batas selatan dari sumber gempa pula sebaliknya, apabila pantai tenggelam, maka citra bumi atau bagian lempeng yang tersobek di bawah setelah gempa bumi akan memperlihatkan gugusan bumi tatkala gempa terjadi. Jadi, dengan mengukur terumbu karang yang lebih buram karena berada pengangkatan tanah, dapat diketahui di mana lebih jauh di bawah air, dan air laut pun terlihat naik sumber patahan gempa dan besar pergerakannya. ke daratan.34 GEOMAGZ Desember 2011
  34. 34. Peta perubahan muka Bumi di Simeulue dari hasil pengukuran koral mikroatol (Tim LIPI – Caltech, 2005). Garis biru (penuh dan putus-putus) adalah kontur yang menghubungkan daerah yang terangkat sama besar. Satuan dalam sentimeter. Garis hitam tebal adalah batas selatan dari daerah yang terangkat. Di selatan garis itu, bagian selatan pulau turun.Pulau yang naik dan turun terlihat pada citra satelit. (a) Sebelum gempa, gugusan terumbu karang di sekeliling pulau terlihat samar-samar. (b) Setelah gempa terumbu karang menjadi putih berkilau karena terangkat ke atas air. (c) sebelum gempa gugusan terumbukarang terlihat lebih terang karena dekat air. (d) Setelah gempa, terumbu karang menjadi lebih gelap karena tenggelam (dimodifikasidari Meltzner et al., 2006). 35
  35. 35. Selain dari koral mikroatol dan citra satelit, diketahui. Dengan cara ini maka besarnya laju dan pergerakan mukabumi juga terekam di stasiun-stasiun arah dari pemampatan kerak (tekanan tektonik) GPS. Alat GPS ini dapat merekam pergerakan bumi pada saat sebelum gempa bumi dapat dihitung. dari titil lokasi antenna GPS dengan sangat akurat Demikian juga apabila terjadi gempa, maka besarnya (ketelitian sub mm pertahun). Prinsipnya, sejumlah pergerakan dari lokasi GPS dapat diketahui. satelit GPS yang mengitari Bumi memancarkan Orang dapat juga mengukur pergerakan dengan gelombang yang dapat ditangkap oleh antena GPS, cara mengukur titik-titik monumen geodesi yang sehingga alat penerima data GPS (receiver) mencatat telah dipasang di berbagai lokasi dengan peralatan jarak antara antenna dengan satelit-satelit yang mobile GPS. Dengan cara ini maka orang dapat tertangkap sinyalnya. Posisi satelit-satelit tersebut menghitung besarnya pergerakan pada waktu setiap saat dapat diketahui dengan sangat akurat, gempa, yaitu jarak dari titik monumen sebelum dan sehingga posisi dari lokasi GPS setiap saat dapat setelah gempa bumi. ■ Stasiun GPS SuGAR (Sumatran GPS Array) yang terdiri dari kubah berisi antena yang didirikan di atas empat kaki besi yang sangat kokoh dan tiang dengan kotak putih yang berisi alat penerima data yang tersambung kepada sel matahari sebagai sumber tenaganya. A. GPS di Aceh Jaya. B, GPS di Bandara Lasikin, Sinabang, C. GPS di Lewak, Simeulue, D. GPS di Lahewa, Nias.36 GEOMAGZ Desember 2011
  36. 36. Antisipasi dan Mitigasi GempaP eta potensi akumulasi energi gempa dapat ini. Walaupun banyak sudah rahasia alam yang sudah dimodelkan dari rekaman data stasiun GPS dipahami, namun masih banyak lagi misteri alam dan juga data geologi dari terumbu karang. yang belum terpecahkan. Untuk saat ini, kita hanyaPada prinsipnya stasiun GPS ini merekam pergerakan bisa katakan bahwa fakta ilmiah yang sangat kuatbumi dengan sangat teliti. Apabila pergerakan stasiun menunjukkan bahwa kemungkinan terjadinya gempaGPS ini makin besar dan searah dengan pergerakan dan tsunami yang lebih besar di wilayah Mentawaitumbukan lempeng Hindia terhadap Sumatra, dan pesisir barat Sumatra itu sangat tinggi.maka hal ini menunjukkan makin besar juga tingkat Tapi seberapa tinggi kemungkinan itu? Untukkuncian dari batas tumbukan lempeng di bawahnya, menguraikannya lebih lanjut, harus diteliti statusartinya, makin besar akumulasi energi regangan dari wilayah megathrust yang merah itu denganyang terjadi. Terumbu karang berjenis mikroatol juga melihat sejarah dan siklus gempa-gempa besarnyamenunjukkan data serupa. Pertumbuhan mikroatol jauh ke zaman pra-sejarah. Beruntung, di Kepulauansensitif terhadap perubahan muka air laut, sehingga Mentawai terdapat banyak koral mikroatol yang poladapat merekam gerak turun-naiknya pulau-pulau itu pertumbuhannya sangat sensitif terhadap pergerakansejak 30-70 tahun terakhir. Makin cepat gerak pulau turun-naiknya pulau karena proses gempa, sehinggaitu turun, maka makin tinggi kuncian dari batas kita dapat merekonstruksi proses siklus gempa besartumbukan dua lempeng di bawahnya. dengan sangat baik sampai hampir 1000 tahun ke Setelah megathrust Sumatra pecah secara belakang.beruntun selama 11 tahun terakhir ini, apakah Terlihat jelas bahwa status segmen megathrustancaman gempa di wilayah ini sudah berakhir? Mentawai ada dalam penghujung siklus gempa,Kita semua tentu berharap demikian, tapi data dan terjadi pelepasan dari akumulasi regangan sejakprediksi ilmiah menunjukkan sebaliknya. Gempa gempa terakhir tahun 1797 dan 1833. Gempa tahunraksasa yang tidur sejak terakhir bangun di tahun 2007 dan 2010 adalah pertanda dimulainya proses1797 dan 1833 ternyata belum sepenuhnya terusik. itu. Jadi sudah selayaknya usaha mitigasi bencanaMelihat peta potensi akumulasi energi gempa dan harus dilakukan dengan serius agar jumlah korbanbagian-bagiannya yang sudah dilepaskan dalam dapat ditekan serendah mungkin, apabila gempagempa-gempa yang sudah terjadi tampaknya masih besar berikutnya datang.ada segmen besar yang belum tercabik. Segmen Kota Padang tahun 1833 penduduknya hanyamegathrust yang masih utuh itu utamanya berada di berjumlah sekitar 14.000 jiwa. Sekarang, wilayahbawah Pulau Siberut, Sipora dan Pagai Utara. ini penduduknya mencapai lebih dari 800.000 jiwa. Sampai kapan wilayah merah di bawah Siberut Kejadian gempa seperti tanggal 12-13 September 2007itu dapat bertahan? Sayangnya pertanyaan penting saja sudah cukup menimbulkan banyak kerusakanini sukar untuk dijawab secara lugas oleh IPTEK saat dan memakan puluhan korban jiwa. Gempa pada 37
  37. 37. Peta potensi akumulasi regangan tektonik (energi gempa) dari data GPS dan koral. Warna merah menunjuk- kan wilayah megathrust yang terkunci penuh atau mengakumulasi regangan paling banyak. Gambar elips dan poligon menunjukkan lokasi bidang megathrust yang sudah pecah mengeluarkan simpanan energinya seba- gai gempa-gempa besar tahun 2000, 2005, 2007, dan 2010. Gambar kotak menunjukkan lokasi patahan dari gempa-gempa di masa silam yang terjadi tahun 1797, 1833, dan 1935. Terlihat bahwa megathrust terkunci di wilayah Pulau Siberut masih belum terusik.38 GEOMAGZ Desember 2011
  38. 38. Contoh X-ray lempengan vertikal koral (dari tengah ke samping) dari koral yang hidup di abad ke-17 yang diambil dari lokasiCimpungan, Pagai, memperlihatkan lingkaran tahun pertumbuhan (ditandai garis kuning), dan garis hijau menandai setiap 10 tahun.Panah hitam menunjuk ke garis pertumbuhan yang melingkar sebagai indikasi terjadinya penurunan muka air laut akibat prosespengangkatan. Contoh memperlihatkan bahwa koral di awal hidupnya (di tengah-tengah) terbalik, mungkin akibat tsunami. Kemudiankoral mengalami proses penenggelaman selama puluhan tahun. Selanjutnya koral mengalami pengangkatan selama puluhan tahunberikutnya. Akhirnya koral terangkat tiba-tiba di pertengahan abad ke-17 akibat gempa besar.bulan September 2009 bahkan meluluh-lantakan Pagai umumnya akan turun secara perlahan-lahanKota Padang dan wilayah sekitarnya, serta menelan sampai10-20 mm/tahun. Artinya, untuk rumah-korban hampir 1000 orang. Sebagai catatan, gempa rumah di tepi pantai yang hanya 50 cm di atastahun 2009 ini bukan bagian dari gempa megathrust muka laut, maka dalam kurun waktu 30-60 tahunantapi gempa jenis lain akibat patahan pada lempeng saja, rumah-rumah ini bisa berada di bawah air. Diyang menunjam di kedalaman sekitar 100 km. Oleh Kepulauan Mentawai, banyak pohon-pohon kelapakarena itu risiko bencana gempa berkekuatan 8,8 SR dan lainnya yang tadinya di atas muka laut sekarangpersis di lepas pantai Padang tentu sangat tinggi. sudah terendam air di wilayah pasang-surut laut. Selain wilayah Mentawai – Sumatra Barat dan Ketika gempa, sebagian tanah akan terangkatBengkulu, sebenarnya masih ada wilayah lain di utara serentak sedang di sisi lainnya akan tenggelam.yang juga masih berpotensi untuk menghasilkan Perubahan ini tentunya dapat menimbulkan masalahgempa besar. Salah satunya yang sekarang sedang bagi manusia. Misalnya seperti pantai barat Pulauditeliti adalah wilayah barat dari Kepulauan Banyak Nias sebelum gempa Maret 2005 makin terendamdi NAD. Pada bulan Februari tahun 2010, wilayah laut secara perlahan-lahan, tapi pada waktuTimur dari Kepulauan Banyak ini sudah dihantam gempa Maret 2005 pantai ini terangkat sampai 3gempa dengan kekuatan 7,6 SR. Dari peta deformasi m. Pengangkatan gempa ini memberikan dampakgempa yang terjadi tahun 2005, dapat diperkirakan kerusakan lingkungan antara lain:bahwa setelah gempa Februari 2010 ini, wilayah • Populasi terumbu karang pada zona pasang-surutbaratnya yang belum pecah, yaitu segmen di antara di sepanjang tepi pantai akan terangkat ke atasPulau Simeulue dan Nias, masih berpotensi untuk air dan mati, baik sebagian ataupun total.menghasilkan gempa besar. Karena kedekatannya • Rusaknya ekosistem terumbu karang jugadengan palung laut dalam, maka gempa yang terjadi membuat populasi ikan yang tadinya banyakbisa mempunyai karakter seperti gempa yang terjadi hidup di terumbu karang menjadi kabur mencaripada bulan Oktober 2010 di barat Pagai, Mentawai, tempat yang baru. Hal ini tentu akan berpengaruhyaitu merupakan gempa yang disertai tsunami besar. pada mata pencaharian para nelayan di sekitarnya.Perubahan Lahan • Pengangkatan juga menyebabkan dasar laut naik Selain bencana gempa dari goncangan, deformasi sehingga dapat mempengaruhi peta navigasitanah dan tsunami, gempa juga menyebabkan laut. Ada daerah yang tadinya bisa dilalui perahuperubahan relief dan lahan tanah. Dalam perioda nelayan menjadi tidak bisa lagi karena sudahantar gempa, muka Bumi bergerak naik atau turun terlalu dangkal.secara perlahan-lahan dalam hitungan milimeter • Hal yang positif pengangkatan wilayah pantaisampai beberapa centimeter pertahun. Pulau- adalah membuat daratan menjadi luas, sehinggapulau yang persis berada di atas megathrust seperti membuka lahan kehidupan baru untuk dijadikanPulau Simeulue, Nias, Batu, Siberut, Sipora dan sawah ladang dan sebagainya. Namun perlu 39
  39. 39. Rekonstruksi siklus gempa besar dari data penurunan pada masa antar gempa dan pengangkatan gempa selama lebih dari 7 abad dari data di lokasi (A) Bulasat, (B) Simanganya, and (C) Sikicidi Pulau Pagai-Sipora. Garis penuh didapat langsung dari data koral dan garis putus-putus adalah hasil interpretasi/extrapolasi data. Nilai pengangkatan (dalam cm, ± 2σ) ditandai huruf merah. Kecepatan penurunan (dalam mm/thn, ± 2σ) ditandai huruf biru. Kecepatan pengangkatan millennial ditandai dengan huruf hitam (dalam mm/ thn. Garis panah merah menandai siklus besar gempa (earthquake supercycles).40 GEOMAGZ Desember 2011
  40. 40. diingat bahwa proses selanjutnya akan kembali longsoran, peta inundasi tsunami, dsb. menenggelamkan daratan baru ini secara 2. Program nasional jangka panjang untuk perlahan-lahan sampai terjadi lagi gempa besar menggalakkan riset di bidang kebencanaan, yang mengangkat kembali daratan ini. untuk terus meng-update database potensi sumber bencana dan juga peta-peta kebencanaan Di lain sisi, penurunan tanah karena gempa di seperti yang tercantum dalam butir 1.wilayah pantai seperti di Desa Haloban dan Pulau 3. Melaksanakan pemantauan (sumber) bencanaBale di Kepulauan Banyak atau di wilayah Calang, alam yang berbasis pengetahuan kebencanaanPantai Barat NAD, menyebabkan ekosistem yang yang memadai berdasarkan butir 1 dan 2.tadinya hidup di atas air menjadi tenggelam dan Pemantauan ini mencakup: jaringan seismometermati. Wilayah pantai pun menjadi menyusut, dan dan GPS pemantau proses gempa bumi, jaringansebagian wilayah permukiman yang terlalu dekat pemantau cuaca, jaringan sensor pemantaudengan muka laut menjadi tenggelam di bawah air, gunung api, jaringan sensor pemantau gerakansehingga tidak bisa dihuni lagi. tanah, jaringan sensor pemantau banjir. Usaha ini seiring dengan penyelenggaraan Early WarningInfrastruktur Aman Bencana System (EWS) dan post-disaster rapid assesments. Perencanaan wilayah permukiman dan infras-truktur, seharusnya tidak hanya mempertimbangkanaspek yang berkaitan dengan kepentingan dan ak-tivitas manusia saja, tapi juga memahami bentangalam dan semua proses yang membentuknya. Tanpa Perencanaan wilayah permukim­ n apemaham­ n dan pengetahuan yang cukup tentang ahal ini, maka akan sukar untuk mengembangkan dan infrastruktur, seharusnya tidakling­ ungan hidup yang aman dari bencana alam. k hanya mempertimbangkan aspek Pada masa lalu mitigasi bencana alam hanyasebatas himbauan dan anjuran pemerintah, sehingga yang berkaitan dengan kepentingankenyataan ini tidak pernah dilakukan dengan serius.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 dan aktivitas manusia saja, tapiTahun 2007 yang dikeluarkan pada bulan April2007 merupakan awal dari era baru dalam mitigasi juga memahami bentang alam danbencana di Indonesia. Sekarang, mitigasi bencanabukan lagi sekadar anjuran dan himbauan, tapi sudah semua proses yang membentuknya.merupakan kewajiban untuk dilaksanakan. Satu falsafah dasar dalam mitigasi bencanaalam, bahwa laju pertumbuhan penduduk danpembangunan yang pesat, maka ancaman menjadi 4. Pendidikan untuk para pejabat pemerintahan dansemakin tinggi, karena akan semakin banyak manusia petugas pelaksana penanggulangan bencana danmenempati wilayah-wilayah rawan bencana, yang juga untuk masyarakat umum untuk membanguntadinya tidak atau sedikit dihuni atau dikembangkan. kesiapan masyarakat dan sarana-fasilitasnyaTujuan yang sangat penting dalam mengurangi dalam mengurangi efek bencana di masa datangdampak bencana alam adalah dengan memasukkan dan menyiapkan pelaksanaan kondisi daruratfaktor bencana alam dalam perencanaan apabila bencana terjadi, usaha rehabilitasi, danpembangunan dan perluasan wilayah. Disamping rekonstruksi. Perlu diingat bahwa hal ini akanitu, juga melakukan usaha-usaha untuk mengurangi sukar dilaksanakan apabila butir (1) dan (2) tidakkerawanan bencana bagi wilayah yang terlanjur ada dilaksanakan.di wilayah rawan bencana. 5. Membangun kesiapan manajemen dan infrastruktur apabila bencana terjadi, yaitu untuk Kesuksesan dalam usaha mitigasi bencana alam membantu pelaksanaan evakuasi, tindak tanggapnasional tergantung dari beberapa faktor: darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Usaha ini 1. Pengetahuan yang up to date tentang potensi meliputi misalnya: pelebaran atau pembuatan sumber bencana alam, baik pengetahuan dasar jalan-jalan untuk membantu evakuasi, membuat ataupun peta potensi bencana dan detil teknis bangunan khusus untuk tempat berlindung bagi yang efektif dan efisien untuk pelaksanaan masyarakat dari tsunami, menyiapkan sarana- mitigasinya. Misalnya data sumber gempa bumi fasilitas untuk membantu korban dalam situasi dan tsunami untuk setiap daerah, kemudian tanggap darurat, menyiapkan bahan makanan dituangkan dalam bentuk peta bahaya di tempat yang aman dan strategis untuk para goncangan, peta bahaya sesar aktif, peta bahaya korban, dll. 41
  41. 41. 6. Melaksanakan rencana pembangunan dan rumah-rumah dan bangunan yang akan pengembangan wilayah (RTRW) yang aman dibangun harus memenuhi persyaratan tingkat bencana alam. Artinya, kita harus mengantisipasi ketahanan gempa tertentu sesuai dengan tingkat di mana saja daerah yang padat penduduk kerawanannya. Untuk populasi penduduk yang dan infrastruktur yang sudah terlanjur berada berada di wilayah inundasi tsunami, maka di daerah rawan bencana. Kemudian untuk harus direncanakan bagaimana penduduk bisa selanjutnya tidak lagi mengembangkan suatu menyelamatkan diri ketika tsunami datang. Hal daerah tanpa memperhitungkan risiko bencana ini bisa dilakukan, misalnya dengan membuat alam. rute dan tempat evakuasi yang sebaik-baiknya 7. Good governance dalam sistem manajemen atau membuat struktur bangunan untuk evakuasi penanggulangan bencana. di dekat permukiman apabila penduduk tidak akan sempat untuk keluar dari wilayah inundasi tsunami. 3. Memasukkan faktor kerawanan bencan alam Perlu digarisbawahi bahwa pada RTRW, sehingga dalam jangka panjang akan semakin sedikit permukiman serta bangunan- maraknya kegiatan mitigasi bangunan umum yang berada di lokasi rawan bencana alam. Dengan kata lain, dengan RTRW bencana di Kota Padang sekarang yang aman bencana, maka bencana alam yang terjadi di masa depan akan semakin sedikit ini adalah bukti kesuksesan hasil memakan korban, bukan sebaliknya. 4. Mempersiapkan post-disaster emergency riset kebencanaan yang langsung response dan recovery bagi wilayah yang berpotensi tinggi untuk terjadi bencana alam diterapkan untuk mendorong dalam kurun waktu dekat. 5. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan masyarakat untuk pengetahuan kebencanaan untuk para pejabat, petugas, dan masyarakat umum. Sekarang sudah menghadapi bencana. saatnya juga untuk memasukkan pengetahuan tentang bencana alam ini dalam pendidikan formal SD, SMP, dan SMA. Perlu digarisbawahi bahwa maraknya kegiatan mitigasi bencana di Kota Padang sekarang ini adalah bukti kesuksesan hasil riset kebencanaan yang langsung diterapkan untuk mendorong Tips Mitigasi Bencana kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi bencana. Lika-liku cerita perkembangan mitigasi di 1. Mempunyai peta dan informasi yang cukup Padang juga membukakan mata, bahwa tidaklah mengenai potensi bencana alam. Peta rawan mudah untuk menggerakkan masyarakat agar mau bencana yang bisa dipakai untuk input dalam bersiaga mengantisipasi bencana, walaupun di-back- pembuatan RT RW, kontingensi plan, menyiapkan up oleh data ilmiah yang kuat tentang tingginya masyarakat siap bencana dan lain-lain, harus ancaman bencana tersebut. Maka dapat dibayangkan mempunyai ketelitian atau skala yang cukup akan lebih sukar lagi dalam meyakinkan masyarakat besar. Untuk wilayah dengan populasi padat apabila potensi ancaman bencana alamnya saja maka skalanya harus 1:10.000 atau lebih besar belum teridentifikasi dan terukur dengan baik secara lagi. Peta ini harus mempunyai informasi yang ilmiah. Jadi, riset harus menjadi poros utama dari cukup detil tentang parameter-parameter sumber manajemen bencana alam, bukan sebagai embel- bencana dan analisis potensinya. embel. 2. Melakukan usaha-usaha untuk mengurangi rawan bencana bagi penduduk yang berada di Riset kajian potensi bencana alam tidak bisa wilayah rawan bencana. Hal ini bisa dilakukan dilakukan dalam tempo singkat, tapi harus dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari jenis secara komprehensif, sistematis dan terintegrasi bencananya. Misalnya untuk bahaya gempa dalam road-map yang jelas. Sejalan dengan usaha bumi, maka Pemerintah dapat memberikan ini maka data base informasi potensi bencna alam bantuan untuk pelaksanaan teknis memberi dan semua peta-peta rawan dan risiko bencana alam tambahan struktur pada bangunan, supaya harus dikelola secara nasional dan di-update serta menjadi lebih tahan gempa. Kemudian untuk direvisi secara berjangka.■42 GEOMAGZ Desember 2011

×