Your SlideShare is downloading. ×
3.1.1.1 materi training awareness iso 14001
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

3.1.1.1 materi training awareness iso 14001

1,623

Published on

1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
1,623
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
179
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • Physical Impact of Climate Change and Sea Level Rise
    1. Physical and Biological Impacts of Climate Change
    Changes in temperature – one study provides estimates of annual average temperature increases for inland south Asia and the indo-china peninsula of 0.3 to 0.7°C by 2010 and 1.2 to 4.5°C by 2070 (Ghosh 1995)
    Changes in the amount of precipitation - some areas of Asian and Pacific region may receive more rain than at present and some less. Note that the various climate models do not necessarily agree on the pattern that these changes will take place. The Goddard Institute for Space Studies (GISS) model on a doubling of atmospheric CO2 concentration, provides prediction for the East Asian region with an increase in precipitation in most areas, but with a slight decrease for the Philippines (Chow 1994)
    Changes in the timing of precipitation-such as the shifting of monsoons patterns and changes in the severity of monsoons. It is not yet clear , from the model results, whether the annual monsoons in the Asian and Pacific region will become stronger or weaker as a result of climate changes.
    Change in the plant growth rates – positive and negative rates are predicted. Increases could occur, induced by higher concentrations of CO2 and, (particularly in the more northerly countries of the region such as Japan), through longer growing seasons due to higher temperatures. Decreases could occur as a result of intolerance of high temperatures, or from changes in the amount or timing of precipitation (Topping 1990).
    The very survival of some countries such as small island developing states could be at stake due to climate change.
    Change in forest due to changes in temperature, precipitation, and evaporation-The Asian and pacific region is home to large tracts of tropical forest, which due to the long lives and long maturation periods required for large trees, will probably be less able than other ecosystem to adapt to changes in climate (Qureshi 1993).
    Changes in the distribution and prevalence of plant and animal pests end diseases, and also the changes in the susceptibility of plant and animal to these pressures.
    Change in the biodiversity and species distribution – All of the changes above have the potential to alter the distribution and range of plant and animal species, including both domesticated crops and livestock, and native flora and fauna (Qureshi 1993).
    Changes in ocean temperature and their effects on ocean productivity, including the productivity of and growth rates of reef ecosystem – The organism that build coral reef are especially sensitive to temperature : a temperature increase (not related to global warming) of 1.5°C experienced in Indian Ocean waters in 1987 resulted in widespread bleaching of corals in that region.
  • Physical Impact of Climate Change and Sea Level Rise
    1. Physical and Biological Impacts of Sea Level Rise
    The most obvious regional (as well as global) impact of SLR brought on by climate change is inundation of coastal lands by the higher water level of oceans. Estimates of the extent of inundation by one meter SLR in the region includes 23,000 km2 in people’s Republic of China, and significant losses of land in many other nations. Shoreline inundation by hundreds of meters to many kilo meters may result from tens of centimeters of SLR.
    CountrySLR Land LossPeople Displaced
    (cm) km2 % Millions %
    Bangladesh (1)4515.66810,95.55,0
    Bangladesh (2)10029.84620,714.813,5
    India1005.7630,47.10,8
    Indonesia6034.0001,92.01,1
    Malaysia1007.0002,1<0.050,3
    Pakistan2001.7000,2n.an.a
    Vietnam90>20.0006,1n.an.a
    Source : Nation study team report, ADB. 1993.
  • There has been speculation about the health of the ozone layer since the early of 70s, but in the mid of 80s, it was revealed that a large of hole in the ozone layer was appearing over antartica during September and October. Initially this hole was observed expanding and contracting roughly every two years in a cycle related to weather patterns. However, since 1989 an ozone hole was observed each year, with ozone hole in 1991 being the largest on record (Environment Agency of Japan 1992). That year’s hole was approximately the size of people’s Republic of China and India together. Roughly 95 % of the ozone in this hole disappear between the altitude of 12 and 24 kilometers which is the heart of the protective layer.
    Outside the polar region, it is estimated that about 3 % of the ozone layer has been depleted 30 degree north of the equator, approximately the latitude of Shanghai, Lhasa, Lahore and Delhi. 40 degree north has experienced a 4 % depletion, which spans northern Honshu island (Japan), Beijing, and the northern half of Korean peninsula. The ozone layer above far northern China and Mongolia may be depleted by over 5 % (NASA 1989).
    Ozone depletion has a number of consequences for human health and agriculture. These include increased rates of skin cancer and eye cataracts, weakening of immune system, damage to crops, reduction in primary producers (plankton) in the ocean and increased air pollution.
  • Status Pollutions in the megacities of the region, 1992
    City SO2 SPM Pb CO NO2 O3
    Bangkok+x^+++
    Beijingxx+-+^
    Bombay+x+++-
    Calcutta+x+-+-
    Delhi+x+++-
    Jakarta+x^^^x
    Karachi+xx---
    Manila+x^---
    Seoulxx++++
    Shanghai^x----
    Tokyo++-++x
    Source : World Health Organization and United Nations Environment Programme,
    Urban Air Pollution in Megacities of the World (Blackwell, Oxford, UK.,
    1992),0.39.
    X : Serious Problem
    ^ : Moderate
    + : Low Pollution
    - : No data available or insufficient data for assessment
  • Pada tahun 1983 sekretaris jendral PBB menugaskan Gro Brundtland dari Norwegia (yang kemudian menjadi perdana menteri negara tersebut) mempersiapkan laporan tentang agenda suatu perubahan. Secara lebih rinci penugasan dari PBB tersebut terdiri dari dua hal, pertama merencanakan strategi jangka panjang di bidang lingkungan hidup bagi terselenggaranya pembangunan yang berkelanjutan. Kedua mengidentifikasi kemungkinan memasukkan faktor manusia, sumber daya, lingkungan dan pembangunan dalam kebijaksanaan di tingkat nasional dan internasional.
    Kemudian dibentuk World Commission on Environment and Development pada tahun 1987 yang anggotanya terdiri wakil-wakil negara industri dan negara berkembang. Dalam melaksanakan tugasnya, komisi tersebut menyelenggarakan pertemuan dengar pendapat di berbagai negara. Perlu di catat disini bahwa Indonesia turut berperan aktif dalam komisi ini, terutama dengan kesertaan Prof. Dr. Emil Salim yang saat itu menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan.
  • Agenda Rio 21
    Program kerja di bidang lingkungan dan pembangunan yang membuat program aksi komprehensif dan ditujukan guna menata kegiatan-kegiatan manusia dalam menanggulangi kerusakan lingkungan dan menjamin proses pembangunan berkelanjutan (Laporan delegasi RI ke KTT Bumi di Rio, 1992). Agenda 21 adalah salah satu dokumen yang dihasilkan oleh konferensi tingkat tinggi bumi yang berlangsung dari tanggal 3 – 14 Juni 1992.
    ITTO – International Tropical Timber Organizational
    Dibentuk untuk wadah produsen dan konsumen kayu tropis. Bertujuan untuk menyelenggarakan eksploitasi yang berkesinambungan.
    Konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati
    Konvensi PBB tentang hukum kelautan
    Menggariskan hak dan kewajiban dari setiap negara tentang pemanfaat sumber daya kelautan
    Deklarasi Bergen 1990 tentang Prinsip Pencegahan
    Langkah-langkah pengelolaan untuk pencegahan, pengantisipasian dan penghilangan sebab-sebab dari kerusakan lingkungan, jika ada ancaman serius atau kemungkinan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan, belum adanya keterangan ilmiah yang pasti tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak mengambil tindakan awal.
    Maastricht Treaty 1992 tentang Prinsip Pencegahan
    Idem dengan Deklarasi Bergen, tambahan denda bagi pencemar lingkungan.
    Zero Emmisions Research Initiative (ZERI), 1994
    Production without emissions
    Konvensi Wina, perlindungan lapisan ozon, 1985
    Protokol Montreal, substansi yang menyebabkan penipisan lapisan ozon, 1987
    TAP – Tropical Forestry Action Plan
    Mengelola Hutan secara berkesinambungan
    Konvensi PBB tentang perubahan iklim, 1992
  • Perubahan standart ISO 14001:1996 ke ISO 14001:2004 lebih kearah compatibility dengan ISO 9001:2000.
    Perubahan standart ini merupakan tanggung jawab dari TC 207 (Technical Committee), yang terdiri dari 47 negara. TC 207 adalah komite yang ada di dalam lembaga ISO, dimana tanggung jawabnya adalah meninjau dan merivisi dari standart-standart yang terkait dengan pengelolaan praktek-praktek lingkungan.
    Hal-hal yang menjadikan latar belakang kenapa perlu standart tersebut di revisi adalah :
    Adanya keingingan dari pihak-pihak terkait yang mengharapkan standart ISO 14001 sesuai dengan ISO 9001
    Adanya kejelasan di dalam standart
    Merefleksikan pengalaman-pengalaman dalam menerapkan standart ISO 14001 yang lama
    Keinginan untuk memastikan bahwa standart dapat digunakan oleh segala macam jenis perusahaan
    Salah satu rapat tahunan yang dilakukan oleh TC 207 untuk membahas perubahan standart adalah pada bulan Juni 2003 dimana rapat tersebut dilakukan di Bali.
    Sesi ke-8 tahun 2000 -> Stockholm, Swedia
    Sesi ke-9 tahun 2001 -> Kuala Lumpur, Malaysia
    Sesi ke-10 tahun 2002 -> Johannesburg, Afrika Selatan
    Sesi ke-11 tahun 2003 -> Bali, Indonesia
    6 Tahapan perubahan standart
    Tahapan Proposal/pengajuan
    Tahapan persiapan
    Tahapan komite (CD, Committee Draft)
    Tahapan enquiry
    Tahapan Persetujuan (FDIS, Final Draft Int. Std.)
    Tahapan Publikasi
  • ISO 14001:2004 merupakan standart sistem manajemen lingkungan yang berisi minimum requirements, dimana aplikasinya merupakan auditable standart.
  • Gambaran sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2004 diatas merupakan penterjemahan persyaratan-persyaratan ISO 14001 ke dalam konsep tindakan perbaikan berkelanjutan.
    Ketika pertama kali suatu perusahaan akan menerapkan sistem tersebut diatas, maka perusahaan tersebut harus memulai dengan suatu sasaran yang jelas, misalnya kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan, penurunan biaya-biaya yang terkait dengan energi.
    Sekali ditetapkan bahwa sistem tersebut akan diterapkan, maka keseluruhan elemen organisasi mutlak untuk mendukungnya.
  • Organisasi mempunyai kebebasan dalam menetapkan ruang lingkup dari sistem manajemen lingkungannya.
    Ketika batasan sudah ditetapkan, maka segala aktifitas, produk dan jasa yang ada dalam batasan tersebut harus masuk ke dalam sistem manajemen lingkungannya.
    Sekali batasan-batasan sudah ditetapkan, maka kredibilitas suatu organisasi tergantung dari pilihan batasannya.
  • Kebijakan Lingkungan
    Keseluruhan niatan dan arahan dari organisasi terhadap kinerja lingkungannya yang secara formal diekspresikan oleh manajemen puncak.
    (ISO 14001:2004, 3.11)
  • Tinjauan Awal Lingkungan dapat juga mencakup masalah lain seperti:
    Evaluasi kinerja berdasarkan tolok ukur yang sesuai - baik internal/eksternal
    Kebijakan dan prosedur mengenai pengadaan barang dan jasa yang ada
    Peluang untuk meraih keunggulan bersaing
    Pandangan dari pihak-pihak terkait
    Pengumpulan informasi terkait dengan praktek pengelolaan lingkungan yang ada bisa memalui :
    Proses pengendalian terhadap pembelian material B3
    Penyimpanan dan handling terhadap bahan kimia (secondary containment, house keeping, dll)
    Pengendalian emisi
    Metode pembuangan limbah
    Penanganan terhadap kondisi darurat
    Penggunaan sumber daya
    Program-program pelatihan lingkungan
    Kegiatan pengukuran karakteristik kunci
  • Penetapan Tugas dan Tanggung Jawab pada beberapa perusahaan ditetapkan dengan menggunakan peta organisasi
  • Istilah lain dari kompetensi adalah persyaratan minimal yang harus ada pada suatu posisi.
    Ketika suatu kompetensi sudah ditetapkan, maka organisasi harus melihat bagaimana status personel yang ada terkait dengan kompetensi yang sudah ditetapkan. Jika didapati status yang ada pada seorang personel dengan kompetensi yang ditetapkan tidak sesuai, maka organisasi harus mengakomodirnya pada suatu kegiatan penyediaan pelatihan atau aktifitas lainnya.
    Dengan kata lain kompetensi yang ada bisa dijadikan sebagai masukan untuk menganalisa kebutuhan pelatihan (Training Need Analysis)
  • Fokus utama dari suatu organisasi harus berpijak kepada penerapan yang efektif dari sistem manajemen lingkungannya dan terhadap kinerja lingkungannya, bukan didasarkan pada sistem kendali dokumen yang kompleks.
  • Hal – hal yang dapat menjadi pertimbangan tambahan untuk pengembangan sistem tanggap darurat dan kecelakaan
    Komunikasi internal dan eksternal jika terjadi kondisi darurat/kecelakaan
    Pelatihan untuk memastikan pemahaman dari prosedur darurat/kecelakaan
    Rute evakuasi
    Penentuan titik evakuasi
    Pembentukan tim kondisi darurat dan kecelakaan
    Daftar telepon pihak-pihak yang terkait dengan penanganan kondisi darurat dan kecelakaan
    Peta kondisi darurat (peta potensi terjadinya tumpahan bahan B3)
  • Pemastian kesesuaian peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya bisa berdiri sendiri atau diintegarasikan dengan mekanisme internal audit.
  • Transcript

    • 1. Pelatihan Awareness Environment Management System Based on ISO 14001:2004 SELAMAT DATANG di
    • 2. Sasaran Pelatihan • Peserta Paham mengenai isu-isu Lingkungan serta motivasi di balik lahirnya ISO 14001:2004 • Peserta memahami prinsip-prinsip Indentifikasi Aspek Dampak Lingkungan (IADL) • Peserta paham terhadap persyaratan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004 • Peserta paham mengenai prinsip-prinsip perencanaan, implementasi dan audit Sistem Manajemen Lingkungan berbasis ISO 14001:2004
    • 3. Agenda Pelatihan • Session 1.a Isu-Isu Lingkungan • Session 1.b Pengembangan dan Struktur ISO 14000 • Session 1.c Persyaratan dan Implementasi ISO 14001:2004 • Session 1.d Perencanaan dan Penerapan
    • 4. Session 1.a Isu-Isu Lingkungan
    • 5. Isu Lingkungan Global Apa yang menjadi Perhatian para Pemerhati lingkungan Kerusakan atmosfer-> Global Warming Penipisan Lapisan Ozon Hujan Asam Penggundulan Hutan Polusi Penipisan Sumber daya alam Kemiskinan dan penurunan kualitas hidup 11
    • 6. Isu Lingkungan Global : Kerusakan Atmosfer11 Meningkatnya kadar konsentrasi CO2 , CH4, CFC & N2O menyebabkan gangguan terhadap keseimbangan temperatur di bumi. Aktifitas Manusia Proses Alami Peningkatan Konsentrasi Gas-gas rumah kaca Peningkatan Rata-rata Temperatur global Perubahan Iklim Kekeringan Peningkatan Curah hujan Kenaikan Permukaan Air laut Hilangnya Keanekaragaman hayati
    • 7. Isu Lingkungan Global : Kerusakan Atmosfer11 Gambar 1. Emisi CO2/Kapita Source : WHO & UNEP, Urban Air Pollution in Megacities of the World (Blackwell, Oxford, U.K.,1992) Gambar 2. Emisi CO2 dari sumber energi, produksi semen dan & kerusakan hutan tropis untuk skenario 6 IPPC tahun 1992 (IS92 a-f) dan skenario A IPPC tahun 1990 A(SA 90) Gambar3. Perkiraan kenaikan permukaan air laut
    • 8. Isu Lingkungan Global : Kerusakan Atmosfer11 Ozon berada di lapisan stratosphere sekitar 12 sampai 50 km di atas permukaan bumi, mem- bentuk lapisan pelindung yang membentengi bumi dari radiasi sinar ultra violet. ODS (Ozone Depleting Substance) CFC-11, CFC- 12, CFC-113, Halon, Trichloroethane (TCE) dan Carbon tetrachloride (CCl4) menyebabkan penipisan lapisan ozon. Gambar 4. Konsumsi CFC dan Halon oleh penggunaan-penggunaan utama
    • 9. Isu Lingkungan Global : Polusi11 Polusi Udara Pencemaran Tanah/Air Salah satu Penyebab Polusi adalah aktifitas manusia : - SPM (Suspended Particulate matter) - Aerosol - Pembakaran bahan bakar fosil Sumber polutan gas - Sulfur ,S : SO2 & SO3 - Nitrogen, N : N2O,NH3, NO2 - Ozone, O3 - Gas rumah kaca:CH4, N2O, CFC, CO2 - Carbon : CO, CO2, HC Partikel - Organic material : C6H6, DDT - Anorganic material : Cd, Cr, As, Si, Pb, Be Bising Parameter - Ph, acidity, alkalinity - Temperatur - Warna, Bau, Rasa - Suspended (TSS/SS) - DO (BOD/COD) - Pathogen microorganism - Minyak - Metal berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni) - Radioaktif Penyebab - Pertanian (Pestisida) - Limbah industri - Lombah domestik
    • 10. Agenda Bisnis Lingkungan Tonggak-tonggak Kepedulian terhadap lingkungan hidup Konferensi Stockholm 1972 Laporan Komisi Brundtland 1987 Agenda Rio 21 Inisiatif lembaga internasional dan Regional di bidang lingkungan 11
    • 11. Agenda Bisnis Lingkungan Konferensi Stockholm pada 1972 1. Perencanaan dan pengelolaan pemukiman manusia demi kualitas lingkungan hidup 2. Segi-segi lingkungan hidup dalam pengelolaan sumber daya alam 3. Identifikasi dan pengendalian jenis-jenis pencemaran dan gangguan yang berpengaruh secara luas dalam skala internasional 4. Segi-segi pendidikan, penerangan, sosial dan budaya dalam masalah lingkungan hidup 5. Pembangunan dan lingkungan hidup 6. Implikasi organisasi secara internasional mengenai tindakan- tindakan yang diusulkan oleh konferensi Laporan Komisi Brundtland pada 1987 Our Common Future “…Hal ini berarti hidup dari hasil mengelola bumi bukannya menggerogoti sumberdaya. Ini berarti menjaga konsumsi sumberdaya yang dapat diperbaharui dalam batas-batas kemampuan regenerasinya Ini berarti mewariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya kesejahteraan buatan manusia, tapi juga kesejahteraan alami seperti pasokan air yang bersih dan memadai, lahan yang subur, kehidupan liar yang sejahtera dan hutan yang luas….” 11
    • 12. Agenda Bisnis Lingkungan Agenda Rio 21 1. Prinsip-prinsip tentang kehutanan : 1. fungsi hutan, 2. Peningkatan perlindungan, pemanfaatan dan konservasi hutan. 3. Efisiensi pemanfaatan dan telaah tentang nilai dan jasa hasil hutan. 4. Peningkatan kemampuan perencanaan, pemantauan dan evaluasi dari kegiatan di bidang kehutanan. 2. Konvensi perubahan iklim. 3. Konvensi Keanekaragaman hayati Inisiatif Internasional Dan Regional di Bidang Lingkungan 1. ITTO – International Tropical Timber Organizational 2. Konvensi PBB tentang keanekaragaman hayati 3. Konvensi PBB tentang hukum kelautan 4. Deklarasi Bergen 1990 tentang Prinsip Pencegahan 5. Maastricht Treaty 1992 tentang Prinsip Pencegahan 6. Zero Emmisions Research Initiative (ZERI), 1994 7. Konvensi Wina, perlindungan lapisan ozon, 1985 8. Protokol Montreal, substansi yang menyebabkan penipisan lapisan ozon, 1987 9. TAP – Tropical Forestry Action Plan 10. Konvensi PBB tentang perubahan iklim, 1992 11
    • 13. Tekanan untuk Mengelola Lingkungan Tekanan untuk mengelola lingkungan hidup Protokol Internasional Perundangan Nasional Pelanggan dan konsumen Penanam modal Kelompok pecinta lingkungan (LSM) Masyarakat setempat Pihak asuransi Kesehatan & Keselamatan Kerja 11
    • 14. Perubahan Sikap Terhadap Lingkungan Perubahan sikap Pengelolaan lingkungan Sebelum tahun 1980-an - End of pipe solutions - Peraturan perintah dan kendali Tahun 1980-an - Penelusuran penyebab - Pengendalian pencemaran Tahun 1990-an - Masalah sistem pengelolaan - Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan - Responsible Care - Perbaikan berkelanjutan 11
    • 15. Session 1.b Pengembangan dan Struktur ISO 14000
    • 16. Pengembangan dan Struktur ISO 1400011 Isu Lingkungan • Pemanasan global • Kebakaran Hutan • Hujan asam Tindakan Nyata • UNEP (Stockholm 1972) • SAGE (1991) • Earth Summit (Rio 1992) ISO - TC 207 (1993) International Standard ISO 14000 series (Pada 15 Nov 2004 standart ISO 14001 dan ISO 14004 telah diterbitkan untuk versi 2004) Standard Regional • BS 7750 (1992) • EMAS Pengembangan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000
    • 17. Pengembangan dan Struktur ISO 1400011 Bagian dari sistem manajemen yang digunakan untuk menetapkan dan menerapkan kebijakan lingkungan dan mengelola aspek-aspek penting lingkungannya yang terdiri dari :  struktur organisasi  kegiatan perencanaan  tanggung jawab  praktek  prosedur  proses  sumberdaya Definisi ISO 14001:2004, 3.8 Definisi Sistem Manajemen Lingkungan
    • 18. Pengembangan dan Struktur ISO 14000 EMS ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM 14001 – SPESIFIKASI 14004 – GUIDELINES 14061 – GUIDELINES FOR USING ISO 14001 AND ISO 14004 FOR FORESTRY LCA LIFE CYCLE ANALYSIS 14040 - PRINSIP UMUM 14041 - INVENTORY ANALYSIS 14042 - IMPACT ASSESSMENT 14043 - IMPROVEMENT ASSESSMENT 14048 - PROVIDE INFORMATION 14047 - PROVIDE EXAMPLE EPE ENVIRONMENTAL PERFORMANCE EVALUATION 14031 – GUIDELINES 14032 – EXAMPLE 14063 – COMMUNICATION EA ENVIRONMENTAL AUDITING 19011 – GUIDANCE FOR AUDITING 14015 – IDENTIFY & ASSESS ENV ASPECT MANAGEMENT SYSTEM (ORGANIZATION ORIENTED) SUPPORTING (PRODUCT ORIENTED) EVALUATION & AUDIT TOOLS 14050 - ISTILAH DAN DEFINISI EL ENVIRONMENTAL LABELING 14020 - PRINSIP DASAR 14021 - ISTILAH & DEFINISI 14024 - PRACTITIONER PROGRAMMES (KRITERIA & PROSEDUR SERTIFIKASI) 14025 - TYPE III ENV LABELLING Keluarga Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000 11
    • 19. Pengembangan dan Struktur ISO 1400011 Continual Improvement 4.2. Environmental Policy 4.4. Implementation and Operation 4.4.1. Resources, Roles, Responsibility and Authority 4.4.2. Competence, Training and awareness 4.4.3. Communication 4.4.4. Documentation 4.4.5. Control of Documents 4.4.6. Operational control 4.4.7. Emergency preparedness and response 4.5. Checking 4.5.1. Monitoring and Measurement 4.5.2. Evaluation of Compliance 4.5.3. Non-Conformance and Corrective and Preventive Action 4.5.4. Control of Records 4.5.5. Internal Audit 4.6. Management Review 4.3. Planning 4.3.1. Environmental Aspects 4.3.2. Legal and Other Requirements 4.3.3. Objective and Targets Programme (s) ISO 14001:2004
    • 20. Pengembangan dan Struktur ISO 14000 Hubungan ISO 14001 dan siklus PDCAHubungan ISO 14001 dan siklus PDCA PlanPlan Menetapkan sasaran- sasaran dan proses- proses yang penting untuk mencapai hasil yang sesuai dengan kebijakan lingkungannya DoDo Mengimplementasikan proses-proses yang sudah ditetapkan ChekChek Memantau dan mengukur proses-proses terhadap kebijakan, sasaran dan target, peraturan dan persyaratan lainnya, dan melaporkannya ActionAction Mengambil tindakan- tindakan untuk secara berkelanjutan memperbaiki kinerja sistem manajemen lingkungannya 11
    • 21. Session 1.c Persyaratan dan Implementasi ISO 14001:2004
    • 22. Pengembangan dan Struktur ISO 1400011 1. Ruang Lingkup 2. Rujukan Normatif 3. Istilah dan Definisi 4. Persyaratan Sistem Pengelolaan Lingkungan 4.1 Persyaratan-persyaratan Umum 4.2 Kebijakan Lingkungan 4.3 Perencanaan 4.4 Pelaksanaan dan Operasi 4.5 Pemeriksaan 4.6 Tinjauan Ulang Manajemen Lampiran A - Pedoman Penggunaan Persyaratan Lampiran B - Hubungan antara ISO 14001:2004 dengan ISO 9001:2008 Persyaratan-Persyaratan ISO 14001:2004Persyaratan-Persyaratan ISO 14001:2004
    • 23. EMS ISO 14001:2004 : Persyaratan Umum11 4.1 Persyaratan Umum Organisasi harus menetapkan, mendokumentasikan, menerapkan dan secara berkelanjutan memperbaiki sistem manajemen lingkungannya sesuai dengan persyaratan-persyaratan dari standart internasional ini dan menetapkan bagaimana sistem manajemen lingkungannya memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut. Organisasi harus menetapkan dan mendokumentasikan ruang lingkup dari sistem manajemen lingkungannya.
    • 24. EMS ISO 14001:2004 : Kebijakan Lingkungan 4.2 Kebijakan Lingkungan Top Manajemen harus menetapkan kebijakan lingkungan organisasi dan memastikan bahwa di dalam ruang lingkup yang sudah ditetapkan dari sistem manajemen lingkungannya, kebijakan lingkungannya : a) Sesuai dengan sifat, skala dan dampak lingkungan dari aktivitas, produk dan jasa b) Mencakup komitmen untuk perbaikan berkelanjutan dan pencegahan polusi c) Mencakup komitmen untuk memenuhi persyaratan perundang-undangan yang relevan dan dengan persyaratan-persyaratan lainnya yang diikuti oleh organisasi yang terkait dengan aspek lingkungannya d) Menyediakan kerangka kerja untuk penetapan dan peninjauan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran lingkungan e) Didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara f) Dikomunikasikan ke semua orang yang bekerja untuk atau atas nama organisasi g) Tersedia untuk umum 11
    • 25. EMS ISO 14001:2004 : Kebijakan Lingkungan Kebijakan Lingkungan harus mencerminkan/berhubungan dengan aspek dan dampak dari aktifitas, produk dan jasa. How To ? Tinjauan Awal Lingkungan Persyaratan perundang- undangan dan peraturan Aspek lingkungan yang berdampak penting Umpan balik dari kejadian ketidaksesuaian sebelumnya Praktek-praktek pengelolaan lingkungan yang ada Aspek Lingkungan Penting Lingkungan alami - Pencemaran udara - Pencemaran air - Kontaminasi tanah Lingkungan buatan manusia - Bahan berbahaya terhadap kesehatan - Bising dan gangguan lainnya 11
    • 26. EMS ISO 14001:2004 : Kebijakan Lingkungan11 Kebijakan Lingkungan harus mencakup komitmen untuk perbaikan berkelanjutan dan pencegahan pencemaran. Perbaikan Berkelanjutan Pencegahan Pencemaran Pendekatan umum dari perbaikan berkelanjutan adalah melalui penetapan tujuan dan sasaran. Kegiatan perbaikan berkelan- jutan bervariasi tergantung dari lingkungan organisasi, profil bisnis dan kondisi finansial. Penggunaan proses, praktik, material atau produk yang menghindari, mengurangi atau mengendalikan polusi, yang bisa mencakup recycling, treatment, Perubahan proses, mekanisme kendali, penggunaan yang efisien dari sumberdaya dan substitusi material
    • 27. EMS ISO 14001:2004 : Kebijakan Lingkungan11 Menyediakan kerangka kerja untuk penetapan dan peninjauan tujuan- tujuan dan sasaran-sasaran lingkungan Kebijakan LingkunganKebijakan Lingkungan TujuanTujuan SasaranSasaran Menjaga kualitas air di sekitar perusahaan Menurunkan kadar BOD/COD Menurunkan sebesar 10 % dari rata-rata tahun 2004
    • 28. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan11 Perencanaan Aspek Lingkungan (4.3.1) Peraturan perundangan dan persyaratan lainnya (4.3.2) Tujuan, Sasaran dan Program Manajemen Lingkungan (4.3.3)
    • 29. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 4.3.1 Aspek Lingkungan Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk : 1. Untuk mengidentifikasi aspek-aspek penting lingkungannya dari aktifitas, produk dan jasa di dalam ruang lingkup yang sudah ditetapkan dari sistem manajemen lingkungannya yang dapat dikendalikan dan aspek-aspek lingkungannya yang dapat mempengaruhi diperhitungkan dalam perencanaan atau pengembangan baru atau aktifitas-aktifitas yang mengalami modifikasi, produk dan jasa, dan 1. Menetapkan aspek-aspek tersebut yang mempunyai atau dapat mempunyai dampak penting lingkungannya terhadap lingkungan (aspek penting lingkungan) Organisasi harus mendokumentasikan informasi ini selalu mutakhir. Organisasi harus menjamin bahwa aspek penting lingkungan dilibatkan dalam penetapan, penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen lingkungannya.
    • 30. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Aspek Lingkungan Definisi ISO 14001:2004; 3.6 Element dari suatu aktifitas, produk dan jasa nya organisasi yang dapat berinteraksi dengan lingkungan Catatan. Suatu aspek penting lingkungan mempunyai atau dapat mempunyai suatu dampak penting lingkungan
    • 31. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Dampak Lingkungan Definisi ISO 14001:2004; 3.7 Perubahan apapun terhadap lingkungan, baik merugikan atau menguntungkan, baik secara keseluruhan atau sebagian yang dihasilkan dari aspek penting dari suatu organisasi
    • 32. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Aspek LingkunganAspek Lingkungan Dampak LingkunganDampak Lingkungan Aktifitas, Produk dan Jasa Dari suatu organisasi Pencemaran Air Pencemaran Tanah Polusi Udara Pemborosan sumberdaya Gangguan kesehatan dan keselamatan kerja dll Sebab Akibat
    • 33. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Aspek LingkunganAspek Lingkungan Dampak LingkunganDampak Lingkungan Tetesan Solar Uap NH3 Majun Bekas Kaleng Bekas Tinta Tinta Bekas Asap hasil pembakaran Pencemaran Tanah/Air Pencemaran Udara Pencemaran Tanah Pencemaran Tanah Pencemaran Air/Tanah Pencemaran Udara
    • 34. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Mengidentifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan DAMPAK Pencemaran Tanah atau Air KEGIATAN Penanganan Bahan Berbahaya 2. Identifikasi aspek-aspek lingkungan kegiatan, produk atau jasa. Pertimbangkan kondisi Normal, Abnormal, Start-up/Shut-down, emergency. 1. Pilih kegiatan, produk atau jasa 3. Identifikasi berbagai dampak lingkungannya 4. Evaluasi tingkat penting dampak ASPEK Potensi terjadinya kecelakaan tumpahan
    • 35. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Thinking Method for identifying -> Brainstorming Aktifitas/Produk/JasaAktifitas/Produk/Jasa Man Machine Method Material Produk Scrap Air Listrik FossilFuel Emisi Cair Solid
    • 36. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Mengevaluasi tingkat penting dampak lingkungan : Hal – hal berikut bisa menjadi bahan pertimbangan Faktor Lingkungan  kejadian  Jumlah Probabilitas orang terkena dampak  Luas sebaran dampak  Lama dampak berlangsung  Intensitas dampak  Jumlah unsur lingkungan lain terkena dampak  Sifat kumulatif dampak  Sifat keberbalikan dampak Faktor Lingkungan  kejadian  Jumlah Probabilitas orang terkena dampak  Luas sebaran dampak  Lama dampak berlangsung  Intensitas dampak  Jumlah unsur lingkungan lain terkena dampak  Sifat kumulatif dampak  Sifat keberbalikan dampak Faktor Bisnis  Hukum atau peraturan perundangan  Kesulitan mengubah dampak  Biaya pengubahan dampak  Dampak perubahan terhadap kegiatan dan proses lain  Pandangan pihak-pihak terkait  Dampak terhadap citra perusahaan di masyarakat Faktor Bisnis  Hukum atau peraturan perundangan  Kesulitan mengubah dampak  Biaya pengubahan dampak  Dampak perubahan terhadap kegiatan dan proses lain  Pandangan pihak-pihak terkait  Dampak terhadap citra perusahaan di masyarakat
    • 37. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.111 Apa yang harus dilakukan dengan dampak penting Lingkungan Aspek PentingAspek Penting Tujuan dan Sasaran Tujuan dan Sasaran Pengendalian Operasional Pengendalian Operasional Pemantauan dan Pengukuruan Pemantauan dan Pengukuruan Pengendalian Kondisi darurat Pengendalian Kondisi darurat Program Manajemen Lingkungan Program Manajemen Lingkungan
    • 38. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.211 4.3.2 Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara sebuah prosedur atau lebih untuk : 1. Mengidentifikasikan dan mempunyai akses terhadap peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang diikuti oleh organisasi dan terkait dengan aspek lingkungannya 1. Menetapkan bagaimana persyaratan-persyaratan tersebut mengacu ke aspek-aspek lingkungannya Organisasi harus mendokumentasikan informasi ini selalu mutakhir. Organisasi harus menjamin bahwa peraturan perundangan-undangan dan persyaratan lainnya yang diacu dilibatkan dalam penetapan, penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen lingkungannya.
    • 39. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.211 AksesAkses Keputusan applicabilityKeputusan applicability DikomunikasikanDikomunikasikan DimutakhirkanDimutakhirkan Bagaimana memenuhi persyaratan ini
    • 40. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.211  Khas terhadap kegiatan (misalnya: izin operasi)  Khas terhadap produk dan jasa organisasi  Khas terhadap industri organisasi  Hukum lingkungan umum  Autorisasi dan lisensi (Peraturan yang ditetapkan oleh pengelola kawasan industri)  Persyaratan perusahaan induk  Persyaratan yang ditetapkan oleh pelanggan  Protokol/Konvensi Peraturan ada dalam berbagai bentuk
    • 41. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.211 1. UUD 45 2. Ketetapan MPR 3. Undang-undang 4. Perpu UU 5. Keputusan Presiden 6. Keputusan Mentri Lingkungan Hidup 7. Keputusan Mentri terkait 8. Kep-Ka Bapedal 9. Perda 10. Kep. Gubernur/Kepala daerah tingkat I/II 11. Peraturan kawasan industri terkait 12. Peraturan induk perusahaan 13. Persyaratan lainnya Hirarki Peraturan Perundang-undangan Bidang Lingkungan Hidup di Indonesia
    • 42. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.211 Klasifikasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Lingkungan Hidup di Indonesia PerusahaanPerusahaan Bahan dan LB3Bahan dan LB3 1. PP 18 th 1999 Pengelolaan LB3 2. PP 85 th 1999 Jo. PP 18 th 1999 3. PP 74 th 2001 B3 4. Kep. 05/BAPEDAL/09/1995 Simbol dan Label Limbah B3 5. Kep. 255/BAPEDAL/08/1996 Cara penyimpanan dan pengumpulan minyak pelumas bekas 6. dll Pencemaran UdaraPencemaran Udara 1. PP 41 th 1999 Pengendalian Pencemaran Udara 2. Kep. Men LH No.45 th 1997 Indeks Standart Pencemaran Udara 3. Kep. Men LH No.50 th 1996 Baku mutu tingkat kebauan 4. dll Pencemaran AirPencemaran Air 1. PP No.82 th 2001 Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air 2. Kep. Men LH No.51 th 1995 Baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri 3. dll AMDALAMDAL 1. PP No.27 th 1999 AMDAL 2. Kep. Men LH No. 17 th 2001 Usaha/kegiatan wajib AMDAL 3. dll
    • 43. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.366 4.3.3 Tujuan, Sasaran dan Program Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara dokumen tujuan dan sasaran lingkungan di tingkat dan fungsi yang relevan di dalam organisasi. Tujuan dan sasaran harus terukur jika bisa diterapkan dan konsisten dengan kebijakan lingkungan, termasuk komitmen untuk pencegahan polusi, kesesuaian terhadap peraturan perundang-undangan persyaratan lainnya yang berlaku dan untuk perbaikan berkelanjutan. Ketika menetapkan dan mengkaji tujuan dan sasaran lingkungannya, organisasi harus mempertimbangkan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berlaku bagi perusahaan dan aspek penting lingkungannya. Organisasi diharuskan juga mempertimbangkan pilihan teknologinya, aspek finansial, persyaratan bisnis dan operasional dan pandangan dari pihak-pihak terkait. Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memeliharan sebuah/lebih program untuk pencapaian tujuan-tujuan dan sasaran-sasarannya. Program tersebut harus mencakup a) Penunjukan penanggung jawab untuk pencapaian tujuan dan sasaran pada fungsi dan level yang relevan di dalam organisasi, dan b) Alat dan rentang waktu dimana program akan diselesaikan.
    • 44. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.311 Tujuan dan Sasaran harus konsisten dengan Kebijakan Lingkungan Kebijakan Lingkungan Objective 1 Objective 2 Objective 3 Target 2 a Target 2 b Target 2 c Kami berkomitmen untuk Mengurangi Limbah Padat Mengurangi limbah padat kemasan 35 % dari penggunaan Tahun 2004
    • 45. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan – 4.3.366 Tujuan dan Sasaran bisa terukur/tidak terukur MeasurableNonM S pecific M easurable A chievable R ealistic T ime Bound Meningkatkan kualitas udara ambient sebesar 10 % dari kualitas udara tahun 2004 pada tahun 2006 Mengurangi penggunaan timah dengan kadar Pb Sebesar 5 % dari penggunaan timah pada tahun 2004 Memperbaiki komunikasi dengan masyarakat sekitar PT. XYZ untuk menjamin kesepahaman terkait dengan isu-isu lingkungan Meningkatkan kesadaran karyawan PT. XYZ akan pentingnya menjaga Kualitas lingkungan hidup
    • 46. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi11 Implementasi dan Operasi Sumberdaya, Peranan, Tanggung Jawab dan Wewenang (4.4.1) Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran (4.4.2) Komunikasi (4.4.3) Dokumentasi (4.4.4) Pengendalian Dokumen (4.4.5) Pengendalian Operasional (4.4.6) Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat (4.4.7)
    • 47. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.111 4.4.1 Sumberdaya, Peranan, Tanggung Jawab dan Wewenang Manajemen harus memastikan ketersediaan sumber daya-sumber daya yang penting untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan memperbaiki sistem manajemen lingkungan. Sumber daya termasuk sumberdaya manusia dan ketrampilan-ketrampilan khusus, infrastruktur organisasi, teknologi dan sumber daya keuangan. Peran, tanggung jawab dan wewenang harus ditetapkan, didokumentasikan yang bertujuan untuk memfasilitasi keefektifan manajemen lingkungan. Pimpinan puncak manajemen harus menunjuk wakil manajemen tertentu (bisa lebih dari satu) yang selain tanggung jawab lainnya, mempunyai peranan, tanggung jawab dan wewenang yang ditetapkan untuk : a) Menjamin bahwa sistem manajemen lingkungan ditetapkan, diterapkan, dan dipelihara sehubungan dengan persyaratan-persyaratan dari standart internasional ini, b) melaporkan ke pimpinan puncak terhadap kinerja dari sistem manajemen lingkungan untuk peninjauan termasuk rekomendasi untuk perbaikan
    • 48. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.111 Penyediaan sumber daya yang cukup harus disediakan oleh pimpinan puncak Sumber Daya Manusia Teknologi Finansial Disediakan Untuk mengendalikan aspek penting lingkungan melalui :  Program manajemen lingkungan  Pengendalian operasional  Pemantauan dan Pengukuran  Tanggap darurat
    • 49. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.111 Peran, Tanggung Jawab dan Wewenang Struktur Organisasi Deskripsi Kerja Geographic Area Ditetapkan Didokumentasikan Disampaikan Dipastikan mengerti
    • 50. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.211 4.4.2 Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran Organisasi harus memastikan bahwa setiap orang yang bekerja untuk organisasinya atau atas nama perusahaan yang mempunyai potensi untuk menyebabkan suatu dampak penting lingkungan diidentifikasikan oleh organisasi adalah kompeten berdasarkan pendidikan, pelatihan atau pengalaman dan harus menyimpan catatan-catatan terkait dengan kompetensi tersebut. Organisasi harus mengidentifikasi kebutuhan pelatihan terkait dengan aspek-aspek lingkungannya dan sistem manajemen lingkungannya. Organisasi harus menyediakan pelatihan atau mengambil tindakan lainnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan harus menyimpan catatan pelatihannya. Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk membuat orang- orang yang bekerja untuknya atau atas nama perusahaan sadar akan a) Pentingnya akan kesesuaian dengan kebijakan lingkungan dan prosedur-prosedur dan dengan persyaratan-persyaratan dari sistem manajemen lingkungan a) Aspek-aspek penting lingkungan dan dampak aktual atau potensi terkait dengan pekerjaannya dan manfaat-manfaat lingkungan dari kinerja personel yang membaik a) Peranan dan tanggung jawab dalam pencapaian kesesuaian dengan persyaratan- persyaratan dari sistem manajemen lingkungan dan a) Potensi Konsekuensi dari penyimpangan prosedur yang telah ditetapkan
    • 51. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.211 Kompetensi Aspek dan Dampak Lingkungan Aspek dan Dampak Penting Lingkungan Pastikan orang-orang yang pekerjaannya terkait dengan dampak penting lingkungan atau orang yang bekerja atas nama perusahaan harus kompeten terhadap - Pelatihan - Pendidikan atau - Pengalaman
    • 52. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.211 Pelatihan Aspek dan Dampak Lingkungan Aspek dan Dampak Penting Lingkungan Training Need Analysis Karyawan mengerti : 1. Kesesuaian dengan Kebijakan, prosedur dan persyaratan SML 2. Aspek penting lingkungan baik aktual maupun potensial terkait dengan aktifitasnya, termasuk dampak positif dari kinerja yang membaik 3. Tugas dan tanggung jawab 4. Dampak terhadap lingkungan jika terjadi penyimpangan dengan prosedur
    • 53. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.311 4.4.3 Komunikasi Terkait dengan aspek-aspek lingkungannya dan sistem manajemen lingkungan, organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk a) Komunikasi internal diantara berbagai macam tingkatan-tingkatan dan fungsi-fungsi dari organisasi b) Penerimaan, pendokumentasian dan penanggapan komunikasi relevan dari pihak eksternal Organisasi harus memutuskan apakah diperlukan untuk mengkomunikasikan aspek penting lingkungannnya dan harus mendokumentasikan keputusannya. Jika keputusannya adalah mengkomunikasikan aspek penting lingkungannya, maka organisasi harus menetapkan dan menerapkan metode untuk komunikasi eksternalnya.
    • 54. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.311 KomunikasiKomunikasi Internal Eksternal Kegiatan internal komunikasi harus dilakukan terkait dengan keefektifan sistem manajemen lingkungannya. Bisa dilakukan melalui buletin, papan pengumuman, environment meeting, e-mail dll PenerimaanPenerimaan PendokumentasianPendokumentasian TanggapanTanggapan Keluhan lingkungan dari masyarakat sekitar, dari pemerintahan dll Organisasi dapat mengkomunikasikan aspek penting lingkungannya kepihak luar. Jika diputuskan untuk dikomunikasikan, keputusannya harus dinyatakan dalam suatu dokumen dan menetapkan mekanismenya (annual report, pelaporan dg media koran, website atau pertemuan dg komunitas sekitar).
    • 55. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.411 4.4.4 Dokumentasi Dokumentasi dari sistem manajemen lingkungan harus meliputi a) Kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran b) Deskripsi dari ruang lingkup sistem manajemen lingkungan c) Deskripsi dari elemen-elemen utama dari sistem manajemen lingkungan dan interaksinya, dan referensi dengan dokumen terkait d) Dokumen-dokumen termasuk catatan-catatan yang diperlukan oleh standart internasional ini, dan e) Dokumen-dokumen, termasuk catatan-catatan, yang ditetapkan sendiri oleh organisasi yang dirasakan perlu untuk menjamin keefektifan dari perencanaan, operasi dan pengendalian dari proses-proses yang terhubung dengan aspek-aspek penting lingkungannya
    • 56. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.511 4.4.5 Pengendalian Dokumen Dokumen-dokumen yang diperlukan oleh sistem manajemen lingkungan dan oleh standart internasional ini harus dikendalikan. Catatan – catatan adalah dokumen tipe khusus dan harus dikendalikan sehubungan dengan persyaratan yang diberikan di klausul 4.5.4 Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk a) Menyetujui dokumen untuk kecukupannya sebelum diterbitkan b) Meninjau dan update seperlunya dan menyetujui ulang dokumen c) Menjamin bahwa perubahan-perubahan dan status revisi terkini dari dokumen teridentifikasi d) Menjamin bahwa versi-versi yang relevan dari dokumen yang berlaku tersedia di titik- titik penggunaan e) Menjamin bahwa dokumen masih bisa terbaca dan segera dapat teridentifikasi f) Memastikan bahwa dokumen-dokumen yang berasal dari luar yang ditetapkan berlaku bagi organisasi untuk perencanaan dan operasi dari sistem manajemen lingkungan teridentifikasi dan distribusinya dikendalikan dan g) Mencegah penggunaan tidak disengaja dokumen kadaluarsa dan untuk menerapkan identifikasi yang sesuai pada dokumen bila disimpan untuk maksud apapun.
    • 57. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.611 4.4.6 Pengendalian Operasional Organisasi harus mengidentifikasi dan merencanakan operasi-operasinya yang terkait dengan aspek-aspek penting lingkungan yang sudah teridentifikasi, konsisten dengan kebijakan lingkungannya, tujuan dan sasaran, yang bertujuan untuk menjamin operasi- operasi tersebut dilakukan dengan kondisi terkontrol, melalui : a) Penetapan, penerapan dan pemeliharaan suatu prosedur-prosedur terdokumentasi untuk mengendalikan situasi-situasi dimana dengan ketidakhadirannya dapat menghasilkan penyimpangan dari kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran, dan a) Penetapan kriteria operasi di dalam prosedur dan a) Penetapan, penerapan dan pemeliharaan prosedur-prosedur terkait dengan aspek- aspek penting lingkungannya dari barang dan jasa yang digunakan oleh organisasi dan mengkomunikasikan prosedur-prosedur yang berlaku dan persyaratan-persyaratan ke pemasok, termasuk kontraktor.
    • 58. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.611 Aspek dan Dampak Lingkungan Aspek dan Dampak Penting Lingkungan How To Kendali Operasional 1. Mengolah aspek penting lingkungan yang teridentifikasi 2. Memastikan kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya 3. Pencapaian tujuan dan sasaran dan menjamin konsistensi dengan kebijakan lingkungan (komitmen pencegahan pencemaran lingkungan dan perbaikan ber- kelanjutan) 4. Menghindari atau meminimalkan resiko- resiko lingkungan
    • 59. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.711 4.4.7 Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk mengidentifikasi potensi situasi darurat dan potensi kecelakaan yang dapat mempunyai suatu dampak terhadap lingkungan dan bagaimana menanggapinya. Organisasi harus menanggapi situasi –situasi darurat aktual dan kecelakaan-kecelakaan dan mencegah atau meredakan dampak-dampak lingkungan terkait yang tidak menguntungkan. Organisasi harus secara berkala meninjau dan, bila perlu, merevisi prosedur kesiapsiagaan dan tanggap darurat, khususnya setelah terjadinya kecelakaan atau kondisi darurat. Organisasi juga harus menguji secara berkala prosedurnya jika dapat dilakukan.
    • 60. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.711 Potensi/Aktual kondisi darurat/Kecelakaan Kondisi Darurat (Potensi/Aktual) Kondisi Darurat (Potensi/Aktual) Emisi ke udara (Kebocoran gas B3, Dust collector yang tidak berfungsi Polusi Tanah/Air (Tanki solar yang bocor dg kuantitas yang besar, WWTP yang tidak berfungsi) Ledakan/Kebakaran
    • 61. EMS ISO 14001:2004 : Implementasi dan Operasi – 4.4.711 Siklus Penanganan Kondisi Darurat dan Kecelakaan Mengidentifikasi Menanggapi Mencegah ->Meredakan Meninjau Disimulasikan jika memungkinkan
    • 62. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan11 Pemeriksaan Pemantauan dan Pengukuran (4.5.1) Evaluasi Kesesuaian (4.5.2) Ketidaksesuaian, Tindakan perbaikan Dan Tindakan Pencegahan (4.5.3) Internal Audit (4.5.5) Pengendalian Catatan (4.5.4)
    • 63. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.111 4.5.1 Pemantauan dan Pengukuran Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur, secara teratur, karakteristik kunci dari operasi-operasinya yang dapat mempunyai dampak lingkungan penting. Prosedur harus mencakup pendokumentasian informasi untuk memantau kinerja, operasional kontrol yang berlaku dan kesesuaian dengan tujuan dan sasaran lingkungan organisasi Organisasi harus memastikan bahwa alat pemantauan dan pengukuran dikalibrasi atau diverifikasi digunakan dan dipelihara dan harus menyimpan catatan-catatan terkait.
    • 64. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan– 4.5.111 Jadwal berkala Untuk pemantauan Kegiatan Pemantauan (Pengumpulan data) Tindakan perbaikan Jika terjadi penyimpangan Dg standart When, Where, How, Who, What (BoD, CoD, pH, jumlah scrap dll) Pastikan alat pemantauan terkalibrasi/terverifikasi. Trend dalam bentuk Grafik akan sangat membantu Bandingkan dengan target (peraturan perundang -undangan, internal target)
    • 65. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.211 4.5.2 Evaluasi Kesesuaian 4.5.2.1 Sesuai dengan komitmennya untuk kesesuaian, organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk secara berkala mengevaluasi kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Organisasi harus menyimpan catatan dari hasil evaluasi berkala. 4.5.2.2 Organisasi harus mengevaluasi kesesuaian dengan persyaratan lainnya yang diacu oleh perusahaan. Organisasi boleh mengkombinasikan evaluasi ini dengan evaluasi kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan dengan mengacu pada 4.5.2.1 atau menetapkannya pada prosedur terpisah. Organisasi harus menyimpan catatan dari hasil evaluasi berkala.
    • 66. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.211 No Undang-undang Judul Rangkuman 2 PP No. 18 Tahun 1999 Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Bab IV Kegiatan Pengelolaan Bagian Kedua (Pengemasan) Pasal 28 1. Setiap kemasan LB3 wajib diberi simbol dan label yg menunjukkan karakteristik dan jenis limbah Bagian ketiga (Penyimpanan) Pasal 29 1. Penyimpanan LB3 sesuai dengan persyaratan (karakteristik limbah) 2. Syarat penympanan: bebas banjir, tdk rawn bencana alam, diluar kawasan lindung dan sesuai dg rencana tata ruang. DAFTAR PERATURANG PERUNDANG-UNDANGAN PT. X Y Z, tbk Hasil dari 4.3.2 Setelah ditetapkan daftar peraturan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berlaku, maka harus ada mekanisme yang terdokumentasi untuk memastikan kesesuaiannya termasuk catatannya.
    • 67. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.311 4.5.3 Ketidaksesuaian, Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk menangani ketidaksesuaian aktual dan potensial dan untuk pengambilan tindakan perbaikan dan pencegahan. Prosedur harus menjelaskan persyaratan untuk a) Pengidentifikasian dan koreksi terhadap ketidaksesuaian dan pengambilan tindakan untuk meredakan dampak lingkungannya a) Penyelidikan ketidaksesuaian, penetapan penyebabnya dan pengambilan tindakan untuk mencegah keterulangannya a) Pencatatan hasil dari tindakan perbaikan dan pencegahan yang diambil a) Pengkajian keefektifan dari tindakan perbaikan dan pencegahan yang diambil Tindakan yang diambil harus sesuai dengan besarnya permasalahan dan dampak lingkungan yang dihadapi. Organisasi harus memastikan bahwa perubahan apapun, dibuat dokumentasi sistem manajemen lingkungannya.
    • 68. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.311 Pengidentifikasian ketidaksesuaian Koreksi Analisa Sebab Tindakan Perbaikan Evaluasi Keefektifan Tetapkan Pe- nanggung Ja- wab Pastikan tin- dakan yang di- ambil sesuai dengan besar- nya masalah Kendalikan do- kumen peru- bahan
    • 69. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.311 Ketidaksesuaian Aktual (Tindakan Perbaikan) Potensi (Tindakan Pencegahan) Kinerja Sistem Kinerja Lingkungan - Tujuan dan Sasaran Tidak tercapai - Penanggung jawab kondisi darurat tumpahan H2SO4 tidak ditetapkan - Penanggungjawab tidak ditetapkan untuk program “waste reduction” - Target pengurangan energi tidak tercapai - Kadar BOD yang melebihi target - Kendali operasional tidak terpenuhi
    • 70. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.411 4.5.4 Pengendalian Catatan Organisasi harus menetapkan dan memelihara catatan seperlunya untuk mendemonstrasikan kesesuaian dengan persyaratan-persyaratan dari sistem manajemen lingkungannya dan standart internasional ini dan hasil-hasil yang dicapai. Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk identifikasi, penyimpanan, perlindungan, pelacakan, lama penyimpanan dan pembuangan dari catatan. Catatan harus dan tetap bisa terbaca, terdentifikasi dan dapat dilacak.
    • 71. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.511 4.5.5 Internal Audit Organisasi harus memastikan bahwa internal audit sistem manajemen lingkungan dilaksanakan pada interval terencana untuk a) Menetapkan apakah sistem manajemen lingkungan 1) Sesuai dengan pengaturan yang direncanakan untuk manajemen lingkungan termasuk persyaratan dari standart internasional ini, dan 2) Telah diimplementasikan dan dipelihara secara layak dan b) Menyediakan informasi hasil audit ke manajemen. Program audit harus direncanakan, ditetapkan, dilaksanakan dan dipelihara oleh organisasi dengan melibatkan pertimbangan kepentingan dari perhatian operasi dan hasil dari audit sebelumnya. Prosedur audit harus ditetapkan, dilaksanakan dan dipelihara yang menunjukkan - Penanggung jawab dan persyaratan untuk perencanaan dan pelaksanaan audit, pelaporan hasil dan pemeliharaan catatan - Penetapan audit kriteria, ruang lingkup, frekuensi dan metode. Pemilihan auditor dan pelaksanaan dari audit harus menjamin keobjektifan dan ketidakberpihakan dari proses audit.
    • 72. EMS ISO 14001:2004 : Pemeriksaan – 4.5.511 Penetapan Program Internal Audit - Tujuan, lingkup - Sumber daya - Prosedur Pelaksanaan Program Internal Audit - Jadwal (kepentingan lingkungan) - Tetapkan tim audit (Objectivity and Impartiality) - Pengarahan aktifitas audit - Pemeliharaan catatan Pemantauan dan Pengkajian program internal audit - Identifikasi kebutuhan utk koreksi - Identifikasi kebutuhan CA/PA - Identifikasi peluang perbaikan Kompetensi & Evaluasi internal auditor Aktifitas Internal Audit Perbaikan Program Internal Audit PP DD CC AA
    • 73. EMS ISO 14001:2004 : Tinjauan Manajemen11 4.6 Tinjauan Manajemen Manajemen puncak harus meninjau sistem manajemen perusahaan, pada interval terencana, untuk memastikan kesesuaian yang berkelanjutan, kecukupan dan keefektifannya. Tinjauan harus mencakup peluang-peluang untuk perbaikan dan kebutuhan untuk perubahan terhadap sistem manajemen lingkungan, termasuk kebijakan lingkungan dan tujuan dan sasaran lingkungan. Catatan tinjauan manajemen harus disimpan. Masukan untuk tinjauan manajemen harus mencakup a) Hasil dari internal audit dan evaluasi kesesuaian terhadap peraturan perundang- undangan dan persyaratan lainnya yang berlaku bagi organisasi b) Komunikasi dari pihak terkait eksternal, termasuk keluhan c) Kinerja lingkungan dari organisasi d) Jangkauan sejauh mana tujuan dan sasaran terpenuhi e) Status tindakan perbaikan dan pencegahan f) Tindak lanjut dari tinjauan manajemen sebelumnya g) Perubahan-perubahan sekitar, termasuk pengembangan peraturan perundangan- undangan dan persyaratan lainnya terkait dengan aspek lingkungannya h) Rekomendasi untuk perbaikan Keluaran dari tinjauan manajemen harus mencakup keputusan apapun dan tindakan- tindakan terkait dengan perubahan yang mungkin terhadap kebijakan lingkungan, tujuan, sasaran dan elemen-elemen lain dari sistem manajemen lingkungan, konsisten dengan komitmen untuk perbaikan secara berkelanjutan.
    • 74. Session 1.d Perencanaan dan Penerapan
    • 75. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Implementation • IER • Environmental Aspect, Impact • Environmental Legislations • Environmental Policy, Objective, Target, Programme • Documentation • Implementation Certification • Audit • Corrective Action • Award of Certificate Maintenance • Surveillance Audits • Environmental Objective, Target, Programme Proses Penerapatan dan sertifikasi ISO 14001
    • 76. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Strategi praktis dan efektif dalam menerapkan ISO 14001 Tinjauan AwalTinjauan Awal Perencanaan StrategiPerencanaan Strategi Desain dan PengembanganDesain dan Pengembangan Implementasi / PenerapanImplementasi / Penerapan Evaluasi Kinerja LingkunganEvaluasi Kinerja Lingkungan Audit & TinjauanAudit & Tinjauan SertifikasiSertifikasi
    • 77. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Strategi praktis dan efektif dalam menerapkan ISO 14001 Tinjauan Awal LingkunganTinjauan Awal Lingkungan Audit Lingkungan di Lokasi Laporan Persiapan Presentasi Laporan Laporan Tinjauan awal dan persetujuan
    • 78. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Strategi praktis dan efektif dalam menerapkan ISO 14001 Strategi PerencanaanStrategi Perencanaan Menyampaikan Rencana Implementasi Membuat Project Programmes Menetapkan SC, MR dan Project Teams Membuat Daftar Peraturan Perundang-undangan Membuat Daftar Aspek dampak Lingkungan Membuat Tujuan, Sasaran dan Program Lingkungan
    • 79. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Strategi praktis dan efektif dalam menerapkan ISO 14001 Desain dan Pengembangan Desain dan Pengembangan Design Business Process Membuat Manual Lingkungan Memetakan persyaratan ISO 14001 Structure dokumentasi EMS Membuat Prosedur Operasi Membuat Instruksi Kerja Membuat sistem Record
    • 80. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Strategi praktis dan efektif dalam menerapkan ISO 14001 Implementasi / Penerapaan Implementasi / Penerapaan Prosedur Penerapan Menyiapkan catatan / Record
    • 81. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan A Practical & Effective Strategy for ISO 14001 Implementation Evaluasi Kinerja Lingkungan Evaluasi Kinerja Lingkungan EMS Internal Audit Monitor Tujuan dan Sasaran Monitor Kinerja Operasi Monitor Kinerja Perundangan Monitor Program
    • 82. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan A Practical & Effective Strategy for ISO 14001 Implementation Audit & TinjauanAudit & Tinjauan Melaksanakan Management Review Pre-Assessment Melaksanakan tindakan Perbaikan
    • 83. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan A Practical & Effective Strategy for ISO 14001 Implementation Audit SertifikasiAudit Sertifikasi Audit Pihak Ke-tiga (Certification Body) Accreditation Body Certification Body ISO 14001:2004 Certified Company Eg.UKAS, KAN Eg.BSI, BV, DQS, PSB, Lloyd, SGS, TUV, Sucofindo
    • 84. EMS ISO 14001:2004 : Perencanaan dan Penerapan Life Cycle Sertifikasi Application Desktop Assessment Preliminary Assessment Certification Assessment Award of Certificate Post Audit Routine Surveillance Renewal Of Certificate CORRECTIVE ACTIONSCORRECTIVE ACTIONSCORRECTIVE ACTIONSCORRECTIVE ACTIONS
    • 85. TERIMA KASIH

    ×