• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tugas TIK - Media komunikasi tradisional dan modern
 

Tugas TIK - Media komunikasi tradisional dan modern

on

  • 10,527 views

Tugas TIK (SMP), media komunikasi tradisional dan modern

Tugas TIK (SMP), media komunikasi tradisional dan modern
Semoga bermanfaat.

Statistics

Views

Total Views
10,527
Views on SlideShare
10,525
Embed Views
2

Actions

Likes
2
Downloads
188
Comments
2

1 Embed 2

http://www.docseek.net 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

12 of 2 previous next

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tugas TIK - Media komunikasi tradisional dan modern Tugas TIK - Media komunikasi tradisional dan modern Document Transcript

    • TUGAS TIKMEDIA KOMUNIKASITRADISIONAL DAN MODERN Disusun oleh: xxxxxxxxxxxxxxxxx Kelas xxxxx Sekolah xxxxxxx xxxxxxx 2012
    • MEDIA KOMUNIKASI TRADISIONAL1. Lonceng Lonceng, Genta atau Bel adalah suatu peralatan sederhana yang digunakan untuk menciptakan bunyi. Bentuknya biasanya adalah sebuah tabung dengan salah satu sisi yang terbuka dan bergema saat dipukul. Alat untuk memukul dapat berupa pemukul panjang yang digantung di dalam lonceng tersebut atau pemu- kul yang terpisah. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), lonceng memiliki dua pengertian, pertama lonceng adalah semacam bel yang dibunyi- kan untuk menentukan waktu atau memberitahukan sesuatu, sedang- kan pengertian yang kedua, lonceng adalah jam besar atau arloji. Lon- ceng-lonceng besar pada umumnya terbuat dari logam namun lonceng- lonceng kecil dapat pula terbuat dari keramik atau porselen. Lonceng Zygmunt di Krakow, Polandia. Sumber: http://upload.wikimedia.org Dahulu lonceng digunakan untuk mengabarkan suatu berita kepadamasyarakat dan sebagai penanda waktu. Lonceng atau genta digunakan diberbagai agama di dunia sebagai penanda waktu ibadah atau sebagai bagiandari perangkat ritual. Genta digunakan antara lain dalam ritual Buddhisme danHinduisme. Dalam agama Buddha genta digunakan untuk menandai waktuberibadah, genta besar biasanya diletakkan di wihara dan dibunyikan padawaktu-waktu tertentu. Pada agama Hindu terutama Hindu Bali genta kecil berukirwajra digunakan pedanda (pendeta) Hindu dalam ritual pemujaan.Lonceng juga digunakan oleh umat Kristiani untuk memberi tanda waktuberibadah, biasanya dibunyikan tiga kali, pada pukul 06.00. 12.00, dan 18.00.Lonceng digunakan pertama kali dalam gereja Katolik sekitar tahun 400 masehi,dan dianggap diperkenalkan oleh Paulinus, Uskup Nola, sebuah kota di Cam-pania, Italia. Penggunaannya menyebar luas dengan cepat dan tidak hanyadigunakan untuk mengumpulkan umat dalam acara keagamaan, tetapi juga se-bagai peringatan ketika ada bahaya. 1
    • 2. Bedug Bedug adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, se- buah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug Sumber: http://upload.wikimedia.org Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enausepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi se-hingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besarditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaputgendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah,tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh.3. Kentongan Pada jaman dahulu kita mengenal beberapa alat kumunikasi, seperti alat tiup dari kulit kerang untuk pen- duduk yang mendiami pesisir pantai; Bedug, terbuat dari kulit sapi/ kambing; untuk penduduk didaerah pedesaan dan pegunungan kita mengenalnya kentongan, terbuat dari batang kayu yang dipahat. na- mun alat komunikasi tradisional tersebut telah banyak digantikan Bermain kentongan oleh alat kumunikasi modern berupa Sumber: www.deteksibasketball.com telepon, baik selular maupun fixed phone.Kentongan dibunyikan dengan cara dipukul, dibandingkan dengan alat komuni-kasi yang terbuat dari kulit kerang, alat komunikasi tradisional kentongan ini ma-sih sering dipergunakan, namun demikian fungsinya telah banyak bergeser.Pada jaman dahulu bunyi-bunyian kentongan dipergunakan sebagai alat bantuuntuk menyampaikan pesan bagi penduduk pedesaan, seperti pada saat adanyabencana, pencurian, kebakaran, rapat penduduk atau pertanda masuknya waktuSholat bagi umat Islam, setiap peristiwa atau kegiatan, kentongan dibunyikandengan pukulan yang berbeda, sehingga apabila penduduk mendengar suara 2
    • kentongan, mereka akan paham pesan yang disampaikannya dari jenisbunyinya. Pada saat ini bunyi kentongan tidak lagi setandar seperti dahulu,karena kentongan ini banyak dipergunakan oleh penjual-penjual makanan ke-liling, di mana bunyinya disesuaikan selera masing-masing.Banyak jenis-jenis kentongan, mulai dari yang kecil sampai yang besar dan dariyang terbuat dari bahan bambu sampai dengan bahan yang terbuat dari batangkayu jati bahkan besi (lonceng). Pada umumnya kentongan jaman dahulu terbuatdari batang kayu jati utuh, dengan ukuran yang cukup besar (diameter 40 Cmdan tinggi 1,5 M - 2 M yang dipahat sehingga berlubang, dan dari lubang itulahbunyi-bunyian akan keluar apabila dipukul serta ditempatkan di kantor-kantorpedesaan atau di Langgar/ Surau.Kentongan bekas peninggalan jaman dahulu yang terbuat dari kayu jati danukurannya seperti tersebut di atas, dapat direferensikan sebagai koleksi barangseni peninggalan budaya Indonesia yang jumlahnya sangat terbatas, biasanyamenjadi barang koleksi yang dipelihara sebagai benda kuno peninggalan sejarahmasa lalu.4. Prasasti Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Pene- muan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tu- lisan, menuju zaman sejarah, dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mem- pelajai tentang prasasti disebut Epi- Batu bertulis dari Sumatera Barat grafi. Sumber: http://upload.wikimedia.org Di antara berbagai sumber sejarahkuno Indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti dianggap sumber ter-penting karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa. Ada banyak halyang membuat suatu prasasti sangat menguntungkan dunia penelitian masalampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap se-jumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan.Dalam pengertian modern di Indonesia, prasasti sering dikaitkan dengan tulisandi batu nisan atau di gedung, terutama pada saat peletakan batu pertama atauperesmian suatu proyek pembangunan. Dalam berita-berita media massa,misalnya, kita sering mendengar presiden, wakil presiden, menteri, atau kepaladaerah meresmikan gedung A, gedung B, dan seterusnya dengan peng- 3
    • guntingan pita dan penandatanganan prasasti. Dengan demikian istilah prasastitetap lestari hingga sekarang.Isi prasasti lainnya berupa keputusan pengadilan tentang perkara perdata (dise-but prasasti jayapatra atau jayasong), sebagai tanda kemenangan (jayacikna),tentang utang-piutang (suddhapatra), dan tentang kutukan atau sumpah.Prasasti tentang kutukan atau sumpah hampir semuanya ditulis pada masakerajaan Sriwijaya. Serta adapula prasasti yang berisi tentang genealogi rajaatau asal usul suatu tokoh.Sampai kini prasasti tertua di Indonesia teridentifikasi berasal dari abad ke-5Masehi, yaitu prasasti Yupa dari kerajaan Kutai, Kalimantan Timur. Prasastitersebut berisi mengenai hubungan genealogi pada masa pemerintahan rajaMulawarman. Prasasti Yupa merupakan prasasti batu yang ditulis dengan hurufPallawa dan bahasa Sanskerta. Periode terbanyak pengeluaran prasasti terjadipada abad ke-8 hingga ke-14. Pada saat itu aksara yang banyak digunakanadalah Pallawa, Prenagari, Sanskerta, Jawa Kuna, Melayu Kuna, Sunda Kuna,dan Bali Kuna. Bahasa yang digunakan juga bervariasi dan umumnya adalahbahasa Sanskerta, Jawa Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna.Batu bertulis dari Sumatera BaratPrasasti dapat ditemukan dalam bentuk angka tahun maupun tulisan singkat.Angka tahun dapat ditulis dengan angka maupun candrasengkala, baik kata-katamaupun tulisan. Tulisan singkat dapat ditemukan pada dinding candi, pada am-bang pintu bagian atas dan pada batu-batu candi.Pada zaman kerajaan Islam, prasasti menggunakan aksara dan bahasa Arabataupun aksara Arab namun berbahasa Melayu aksara Pegon. Sebagian besarprasasti terdapat pada lempengan-lempengan tembaga bersurat, makam, mas-jid, hiasan dinding, baik di masjid maupun dirumah para bangsawan, pada cincincap dan cap kerajaan, mata uang, meriam, dll. Pada masa yang lebih mudayaiyu masa kolonial, aksara Latin banyak digunakan, meliputi bahasa-bahasaInggris, Portugis, dan Belanda. Prasasti Latin umumnya terdapat pada gereja-gereja, rumah dinas pejabat kolonial, benteng-benteng, tugu peringatan, meriam,mata uang, cap, dan makam. Prasasti beraksara dan berbahasa Cina juga dike-nal di Indonesia yang tersebar antara masa Klasik sampai masa Islam. Prasastitersebut terdapat pada mata uang, benda-benda porselin, gong perunggu danbatu-batu kubur yang biasanya terbuat dari batuan pualam.Bahan yang digunakan untuk menuliskan prasasti biasanya berupa batu ataulempengan logam, daun, dan kertas. Selain andesit, batu yang digunakan adalahbatu kapur, pualam, dan basalt. Dalam arkeologi, prasasti batu disebut upalaprasasti. Prasasti logam yang umumnya terbuat dari tembaga dan perunggu, bi-asa disebut tamra prasasti. Hanya sedikit sekali prasasti yang berbahan lem-baran perak dan emas. Adapula yang disebut ripta prasasti, yakni prasasti yangditulis di atas lontar atau daun tal. Beberapa prasasti terbuat tanah liat atau tabletyang diisi dengan mantra-mantra agama Buddha. 4
    • 5. Daun Lontar Lontar (dari bahasa Jawa: ron tal, "daun tal") adalah daun siwalan atau tal (Borassus flabellifer atau pal- myra) yang dikeringkan dan dipakai sebagai bahan naskah dan keraji- nan. Artikel ini terutama membahas lontar sebagai bahan naskah manuskrip. Lontar sebagai bahan naskah di- pakai di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di Nusantara banyak ditemukan naskah lontar dari Sunda Lukisan di atas daun lontar Sumber: www.isi-dps.ac.id (Jawa Barat), Jawa, Bali, Madura, Lombok, dan Sulawesi Selatan.Setiap lempir lontar yang akan ditulisi, biasanya diberi garis dahulu supaya nantikalau menulis tidak mencong-mencong. Hal ini dilakukan dengan menggunakansebuah alat yang disebut panyipatan. Tali-tali kecil direntangkan pada dua pakubambu. Lalu dibawahnya ditaruh lempir-lempir lontar. Tali-tali ini lalu diberi tintadan ditarik. Rentangan tali yang ditarik tadi lalu mental dan mencipratkan tinta kelempiran lontar sehingga terbentuk garis-garis.Pisau untuk menulisi lontar.Lalu lontar yang sudah siap ditulisi ditulisi menggunakan pisau tulis yang di Balidisebut pengropak atau pengutik. Di Jawa Barat dalam bahasa Sunda disebutdengan istilah péso pangot. Sang penulis sebenarnya mengukir aksara padalempir-lempir lontar ini. Setelah selesai ditulis sebuah lempir, biasanya padakedua sisi, maka lempir harus dihitamkan. Cara menghitamkan dilakukan denganmenggunakan kemiri yang dibakar sampai mengeluarkan minyak. Lalu kemiri-kemiri ini diusapkan pada lempir dan ukiran aksara-aksara tadi jadi terlihat tajamkarena jelaga kemiri. Minyak kemiri sekaligus juga menghilangkan tinta-tintagarisan. Lalu setiap lempir dibersihkan dengan lap dan kadangkala diolesidengan minyak sereh supaya bersih dan tidak dimakan serangga.Lalu tumpukan lempir-lempir ini disatukan dengan sebuah tali melalui lubangtengah dan diapit dengan sepasang pengapit yang di Bali disebut sebagaitakepan. Namun kadangkala lempir-lempir disimpan dalam sebuah peti kecilyang disebut dengan nama kropak di Bali (di Jawa kropak artinya adalah naskahlontar). 5
    • MEDIA KOMUNIKASI MODERN1. Telegrapf Telegraf merupakan sebuah me- sin/alat yang menggunakan teknologi telegrafi untuk mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh. Kata telegraf yang sering didengar saat ini, secara umum merupakan telegraf elektrik. Telegraf ditemukan oleh seorang warga Amerika Serikat bernama Samuel F.B. Morse ber- sama dengan asistennya Alexander Bain. Telegraf elektrik pertama kali dite- Telegraph mukan oleh Samuel Thomas von Sumber: www.nextstoptupperlake.org Sömmering pada tahun 1809. Ke- mudian pada tahun 1832, BaronSchilling membuat telegraf elektrik pertama. Carl Friedrich Gauss dan WilhelmWeber merupakan orang pertama yang menggunakan telegraf elektrik untuk alatkomunikasi tetap pada tahun 1833 di Göttingen. Telegraf komersil pertamadibuat oleh William Fothergill Cooke dan dipasarkan pada Great Western Rail-way di Inggris. Telegraf ini dipatenkan di Inggris pada tahun 1837. Telegram inidikirimkan pada jarak 13 mil/21 km dari stasiun Paddington ke West Drayton danmulai dioperasikan pada tanggal 9 April 1839.Pada tahun 1843, seorang penemu asal Skotlandia, Alexander Bain, menemu-kan sebuah alat yang bisa dikatakan merupakan sebuah mesin faksimil pertama.Ia menyebut penemuannya ini dengan “recording telegraph” (teleraf perekam).Telegraf yang ditemukan Bain ini mampu mengirimkan gambar menggunakankawat elektrik. Pada tahun 1855, seorang biarawan Italia, Giovanni Caselli, jugamembuat sebuah telegraf elektrik yang dapat mengirimkan pesan. Casellimenamai penemuannya ini dengan “Pantelegraf”. Pantelegraf telah suksesdigunakan dan diterima sebagai saluran telegraf antara kota Paris dan Lyon.Sebuah telegraf elektrik, pertama kali dengan bebas ditemukan dan dipatenkandi Amerika Serikat pada tahun 1837 oleh Samuel F. B. Morse. Asistennya, AlfredVail, membuat kode morse yang menyimbolkan huruf dengan Morse. TelegrafAmerika pertama dikirimkan oleh Morse pada tanggal 6 Januari 1838 melalui 2mil / 3 km kawat di Speedwell Ironworks dekat Morristown, New Jersey.Pesannya dibaca "Seorang penunggu yang sabar bukanlah pecundang" (A pa-tient waiter is no loser) dan pada tanggal 24 Mei 1844, ia mengirim sebuahpesan “Apa yang telah Tuhan ciptakan" (What hath God wrought) dari the OldSupreme Court Chamber di Gedung DPR di Washington kepada Mt. Clare Depot 6
    • di Baltimore. Morse/Vail telegraf dengan cepat disebarkan pada 2 dasawarsaberikutnya.Kabel lintas atlantik mulai dicoba digunakan pada tahun 1857, 1858, dan 1865.Kabel pada tahun 1957 hanya dioperasikan beberapa kali. Kabel telegraf komer-sil pertama yang mampu melintasi samudera atlantik berhasil diselesaikan padatanggal 18 Juli 1866.Australia merupakan penghubung pertama dunia pada Oktober 1872 melaluitelegraf bawah laut di Darwin. Hal ini menimbulkan berita baru bagi dunia. Ke-majuan teknologi telegraf selanjutnya terjadi pada awal tahun 1970, ketika Tho-mas Edison menemukan "telegraf dua arah dengan rangkap dua penuh" (full du-plex two-way telegraf) dan melipatgandakan kapasitasnya dengan menemukanguadruplex pada tahun 1874. Edison mendaftarkannya pada lembaga pe-matenan US dan duplex telegraf berhasil dipatenkan pada tanggal 1 september1874.Pada Awal tahun 1830, telegraf elektrik berkembang dengan digunakannyategangan listrik untuk mengontrol elektromagnet yang didengarkan pada ujung-ujung transmisi. Keterbatasan teknologi saat itu adalah hasil pengiriman kodemelalui kabel tidak dapat di print. Kemudian, telegrap elektrik dikembangkandengan menggunakan elektromagnet receiver. Dengan elektromagnet receiver,kode morse dapat ditranslate dari pendengarnya dalam bentuk tulisan,2. Telepon Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampai- kan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Ke- banyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya. Suara yang bergetar di udara dise- but gelombang bunyi. Setiap gelom- Telepon kabel (PSTN) bang bunyi dapat merambat melalui Sumber: www.smarthome.com sinyal arus listrik yang melalui kabel. Ketika kita berbicara menggunkantelepon, gelombang bunyi dari suara kita, merambat melalui arus listrik mengalirdi sepanjang kabel hingga diterima dalam bentuk getaran udara yang menghasil-kan gelombang bunyi yang dapat didengar oleh penerima telepon. 7
    • 3. Telpon Genggam (Handphone) Telepon seluler (ponsel) atau telepon genggam (tel- gam) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mem- punyai kemampuan dasar yang sama dengan tele- pon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon mengguna- kan kabel (nirkabel; wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sis- tem GSM (Global System for Mobile Telecommuni- cations) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi se- luler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Se- luler Indonesia (ATSI). Telepon genggam (Nokia 5110) Sumber: http://images.google.com4. Faksimile Faksimile atau biasa dikenal dengan faks, berasal dari kata fac simile (make similar) dalam bahasa latin, yang artinya membuat salinan yang sama dengan aslinya. Dalam bidang yang lain, mesin faks juga dapat disebut telecopier. Mesin faks adalah peralatan komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan do- kumen dengan menggunakan suatu perangkat yang mampu beroperasi Mesin faksimile melalui jaringan telepon dengan ha- Sumber: www.hafeezcentre.pk sil yang serupa dengan aslinya.Sedangkan Menurut A.G. Pringgodigdo, mesin faks adalah sistem transmisitanpa kawat untuk gambar-gambar dan grafik-grafik dengan cara mengatur sinarcahaya dan foto elektrik sel serta mengubah bagian gelap dan terang dari suatubahan sehingga dapat dipancarkan dalam suara, lalu pesawat penerima akanmengubahnya kembali seperti aslinya kepada kertas yang telah diolah secarailmiah. Selain mengirimkan dokumen, mesin faks juga mampu menghantarkan 8
    • citra foto dengan fasilitas half tone. Mesin faks biasanya terdiri dari modem, me-sin fotokopi, alat pemindai gambar, dan alat pencetak data (printer).5. Televisi Televisi merupakan alat telekomu- nikasi yang berfungsi menangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision, yang memiliki arti jauh (tele) dan tampak(vision). Jadi, televisi berarti melihat jarak jauh. Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak yang terlibat baik perorangan maupun badan usaha. Penemuan televisi tidak dapat dipisahkan dari penemuan hukum dasar gelombang eletromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry Televisi tabung (CRT) Sumber: http://images.google.com dan Michael Faraday (1831).Televisi pertama kali dijual secara komersial sejak tahun 1920-an, dan sejak saatitu televisi telah menjadi barang biasa di rumah, kantor bisnis, maupun institusi,khususnya sebagai sumber kebutuhan akan hiburan dan berita serta menjadimedia periklanan. Sejak 1970-an, kemunculan kaset video, cakram laser, DVDdan kini cakram Blu-ray, juga menjadikan kotak televisi sebagai alat untuk untukmelihat materi siaran serta hasil rekaman. Dalam tahun-tahun terakhir, siarantelevisi telah dapat diakses melalui Internet, misalnya melalui iPlayer dan Hulu.Walaupun terdapat bentuk televisi lain seperti televisi sirkuit tertutup, namun jenistelevisi yang paling sering digunakan adalah televisi penyiaran, yang dibuat ber-dasarkan sistem penyiaran radio yang dikembangkan sekitar tahun 1920-an,menggunakan pemancar frekuensi radio berkekuatan tinggi untuk memancarkangelombang televisi ke penerima gelombang televisi.Penyiaran TV biasanya disebarkan melalui gelombang radio VHF dan UHFdalam jalur frekuensi yang ditetapkan antara 54-890 megahertz. Kini gelombangTV juga sudah memancarkan jenis suara stereo ataupun bunyi keliling di banyaknegara. Hingga tahun 2000, siaran TV dipancarkan dalam bentuk gelombanganalog, tetapi belakangan ini perusahaan siaran publik maupun swasta kini ber-alih ke teknologi penyiaran digital.Televisi telah memainkan peran penting dalam sosialisasi abad ke-20 dan ke-21.Pada tahun 2010, iPlayer digunakan dalam aspek media sosial dalam bentuklayanan televisi internet, termasuk di antaranya adalah Facebook dan Twitter. 9
    • Referensi:http://id.wikipedia.org/wiki/Lonceng (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Bedug (1 Agustus 2012).http://pesonaantik.blogspot.com/2008/06/kentongan-sebagai-alat-komunikasi-kuno.html (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Lontar (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Telegraf (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Faksimile (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Telepon_genggam (1 Agustus 2012).http://id.wikipedia.org/wiki/Radio (1 Agustus 2012).Budiyanto, Ida Bagus dan Raden Roro Phitsa Maulina. 2010. Mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional 10