• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
10 macam tarian tradisional jawa
 

10 macam tarian tradisional jawa

on

  • 119,149 views

10 macam tarian tradisional jawa. semoga bermanfaat.

10 macam tarian tradisional jawa. semoga bermanfaat.

Statistics

Views

Total Views
119,149
Views on SlideShare
119,149
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
517
Comments
3

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

13 of 3 previous next Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • @guretaleb: Terima kasih atas informasinya. Orang Aceh mestinya lebih banyak menulis tentang tarian dari Aceh, dsb. Tapi maaf, ini tari Jawa. Mungkin salah tempat? :-) Terima kasih sudi mampir kemari...
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • Tari Seudati Aceh ada dua, yaitu seudati inong dan seudati agam. Tari seudati inong bukanlahseudati agam yang dimainkan oleh wanita. Melainkan Seudati inong merupakan tari laweut (seudati inong) . tari ini salah satu tari trai disional Aceh, yang berasal dari Daerah Pidie.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • opop
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    10 macam tarian tradisional jawa 10 macam tarian tradisional jawa Document Transcript

    • 10 Macam Tarian Tradisional Jawa1. Tari Merak Jawa Tengah Tari Merak meerupakan tari paling populer di Tanah Jawa. Versi yang berbeda bisa didapati juga di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur. Seperti namanya tarian Merak merupakan tarian yang melambangkan gerakan- gerakan burung Merak. Merupakan tarian solo atau bisa juga dilakukan oleh beberapa orang penari. Penari umumnya memakai selendang yang terikat dipinggang, yang jika dibentangkan akan menyerupai sayap burung. Penari juga memakai mahkota berbentuk kepala burungMerak. Gerakan tangan yang gemulai dan iringan gamelan, merupakan salah satukarakteristik tarian ini.2. Tari Gambyong Konon Tari Gambyong tercipta berdasarkan nama seorang penari jalanan (tledhek) yang bernama si Gambyong yang hidup pada zaman Sinuhun Paku Buwono IV di Surakarta (1788-1820). Sosok penari ini dikenal sebagai seorang yang cantik jelita dan memiliki tarian yang cukup indah. Tak heran, dia terkenal di seantero Surakarta dan terciptalah nama Tari Gambyong.Tarian ini merupakan sejenis tarian pergaulan di masyarakat. Ciri khas pertunjukan TariGambyong, sebelum dimulai selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. Tariannya terlihat indahdan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang. Sebab,kendang itu biasa disebut otot tarian dan pemandu gendhing.Pada zaman Surakarta, instrumen pengiring tarian jalanan dilengkapi dengan bonang dangong. Gamelan yang dipakai biasanya meliputi gender, penerus gender, kendang, kenong,kempul, dan gong. Semua instrumen itu dibawa ke mana-mana dengan cara dipikul.Umum dikenal di kalangan penabuh instrumen Tari Gambyong, memainkan kendangbukanlah sesuatu yang mudah. Pengendang harus mampu jumbuh dengan keluwesan tarianserta mampu berpadu dengan irama gendhing. Maka tak heran, sering terjadi seorang penariGambyong tidak bisa dipisahkan dengan pengendang yang selalu mengiringinya. Begitu jugasebaliknya, seorang pengendang yang telah tahu lagak-lagu si penari Gambyong akan mudahmelakukan harmonisasi.3. Tari SintrenSintren adalan kesenian tradisional masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Sintren adalahsebuah tarian yang berbau mistis/magis yang bersumber dari cerita cinta Sulasih dan
    • Sulandono.Tersebut dalam kisah bahwa Sulandono adalah putra Ki Baurekso hasilperkawinannya dengan Dewi Rantamsari. Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih,seorang putri dari Desa Kalisalak, namun hubungan asmara tersebut tidak mendapat restu dariKi Baurekso. Akhirnya R.Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian pertemuan diantara keduanya masih terus berlangsung malalui alam goib. Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang pada saat meninggal jasadnya raib secara goib, yaitu dengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka Dewi Rantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih,pada saat itu pula R.Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunyauntuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuan diantara Sulasih dan R.Sulandono, yaitudengan cara bahwa pada setiap acara dimana Sulasih muncul sebagai penari maka DewiRantamsari memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih, pada saat itu pula R.Sulandono yangsedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih dan terjadilah pertemuandiantara Sulasih dan R.Sulandono.Sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan sintren,sang penari pasti dimasuki roh bidadarioleh pawangnya, dengan cacatan bahwa hal tersebut dilakukan apabila sang penari betul-betulmasih dalam keadaan suci (perawan). Sintren diperankan oleh seorang gadis yang masih suci,dibantu pawang dan diiringi gending 6 orang, sesuai pengembangan tari sintren sebagaihiburan budaya maka dilengkapi dengan penari pendamping dan bador (lawak).4. Tari Bondan Payung Pada Tari Bondan, tarian dari Surakarta, seorang anak wanita dengan menggendong boneka mainan dan payung terbuka, menari dengan hati- hati di atas kendi yang diinjak dan tidak boleh pecah. Tarian ini melambangkan seorang ibu yang menjaga anak-anaknya dengan hati-hati.5. Tari Angsa Tari Angsa adalah Tarian yang menggambarkan keagungan seorang Dewi yang diiringi oleh sekelompok burung angsa. Di dalam tarian ini terdapat perpaduan antara kebudayaan Timur maupun Barat. Dibawakan oleh 7 orang penari wanita (satu orang penari berperan sebagai Dewi, enam orang penari sebagai angsa).
    • 6. Tari Bugis Kembar Tari Bugis Kembar adalah tarian yang sering digunakan untuk menjamu tamu, anak kembar emas yaitu seorang laki-laki dan seorang perempunan.7. Tari Remog Tari Remong merupakan tari selamat datang khas Jawa Timur yang menggambarkan kharakter dinamis Masyarakat Surabaya / Jawa Timur Yang dikemas sebagai gambaran keberanian seorang pangeran.tarian itu diiringi dengan musik gamelan dalam suatu gending yang terdiri dari bonang, saron, gambang, gender, slentem, siter, seruling, ketuk, kenong, kempul dan gong dan irama slendro. Biasanya menggunakan irama gending jula-juli Suroboyo tropongan, kadang kadang diteruskan dengan walang kekek,gedong rancak, krucilan atau kreasi baru lainnya.Tari remong dapat ditarikan dengan gaya wanita atau gaya pria baik di tampilkan secarabersama-sama atau bergantian. biasanya tari ini di tampilkan sebagai tari pembukaan dari seniludruk atau wayang kulit jawa timuran. penarinya menggunakan jenis kostum yaitusawonggaling atau gaya surabaya yang terdiri dari bagian atas hitam yang menghadirkanpakaian abad 18,celana bludru hitam dengan hiasan emas dan batik.dipinggang ada sebuahsabuk dan keris .dipaha kanan ada selendang menggantung sampai kemata kaki. penariperempuan memakai simpul(sanggul)di rambutnya di sebutkan bahwa tarian remo ini dipromosikan sekitar tahun1900, yang kemudian dimanfaatkan oleh nasionalis indonesia untukberkomunikasi kepada masyarakat.8. Reog PonorogoReog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut danPonorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasioleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan.Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-halyang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanandan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani denganpakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkansosok singa yang pemberani.
    • Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada reogtradisionil, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita.Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tarikuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yangmembawakan adegan lucu.Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantungkondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yangditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya ceritapendekar,Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dankadang-kadang dengan penonton.Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemaintersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikankepuasan kepada penontonnya.Adegan terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakaitopeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berattopeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi.Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, jugadipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tap.9. Tari Jejer GandrungTari jejer gandrung merupakan salah satu kebudayaan tradisional yang ada di daerahKabupaten Banyuwangi. Jejer Gandrung itu sendiri berasal dari bahasa osing (bahasa aslibanyuwangi) yang artinya “Jejer” adalah ditampilkan dan “Gandrung” adalah senang. Jadi traijejer gandrung adalah tari yang ditampilkan untuk menyambut tamu-tamu atau undangan yangberkunjung ke Banyuwangi.Tari jejer gandrung berasal di daerah Kemiren yaitu didaerah kaki gunung Ijen. Tari inidimainkan oleh beberapa remaja putri dengan serasi, elok dan menawan.10. Tari Jaipong Jaipongan adalah seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Ia terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu. Sehingga ia dapat mengembangkan tarian atau kesenian yang kini di kenal dengan nama Jaipongan. Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong”dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra danputri). Awal kemunculan tarian tersebut semula dianggap sebagai gerakan yang erotis dan vulgar,namun semakin lama tari ini semakin popular dan mulai meningkat frekuensi pertunjukkannya baik
    • di media televisi, hajatan, maupun perayaan-perayaan yang disenggelarakan oleh pemerintah atauoleh pihak swasta.Dari tari Jaipong ini mulai lahir beberapa penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, YetiMamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kirniadi. Kehadiran tari Jaipongan memberikan kontribusiyang cukup besar terhadap para pencinta seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyatyang sebelumnya kurang di perhatikan. Dengan munculnya tari Jaipongan ini mulai banyak yangmembuat kursus-kursus tari Jaipongan, dan banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untukpemikat tamu undangan.Di Subang Jaipongan gaya “Kaleran” memiliki ciri khas yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat,spontanitas, dan kesederhanaan. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya,ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pulatarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilahini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang.Tari Jaipongan pada saat ini bisa disebut sebagai salah satu tarian khas Jawa Barat, terlihat padaacara-acara penting kedatangan tamu-tamu dari Negara asing yang datang ke Jawa Barat, selalu disambut dengan pertunjukkan tari Jaipongan. Tari Jaipongan ini banyak mempengaruhi padakesenian-kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung,genjring dan lainnya yang bahkan telah dikolaborasikan dengan Dangdut Modern oleh Mr. Nur danLeni hingga menjadi kesenian Pong-Dut.