• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Mengelola budaya dan etika
 

Mengelola budaya dan etika

on

  • 2,424 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,424
Views on SlideShare
2,424
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
37
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Mengelola budaya dan etika Mengelola budaya dan etika Presentation Transcript

    • Oleh : Ega Jalaludin Pengantar Manajemen Sub. PB : Mengelola Budaya dan Etika STIE Bina Bangsa Banten
    • Sub. Pokok Bahasan  Pengertian dan Manfaat Budaya  Tingkatan dan Karekateristik Budaya  Budaya dan Sub Budaya  Perilaku dan Etika Individu
    • Mukaddimah Budaya adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pengalaman bersama yang dialami oleh orang-orang dalam organisasi tertentu dari lingkungan sosial mereka. Budaya merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dengan para pegawai berperilaku. (Chursway dan Ledge : 1993) Ilustrasi : Orang bisa saja sangat mampu tanpa tergantung pada orang lain, tetapi perilakunya tidak sesuai dengan budaya organisasi, misalnya cara berpakaian, maka ia tak akan berhasil dalam organisasi.
    • Mukaddimah (lanjutan) Organisasi tidak hanya sebagai alat untuk mengkordinasikan dan mengendalikan sekelompok orang. Organisasi layaknya manusia yang memiliki kepribadian yang bisa saja flexibel , tidak ramah, inovatif, dan bahkan konservatif Budaya organisasi dianggap sebagai Variable Independent yang mempengaruhi perilaku anggota di dalam organisasi.
    • A. Pengertian dan Manfaat Budaya Budaya Organisasi (Organizational Culture) dapat diartikan sebagai suatu persepsi umum yang diterima oleh seluruh karyawan dalam memandang sesuatu. Organisasi dapat dipandang sebagai karakteristik yang memberikan nilai pada organisasi. Melalui Budaya Organisasi, organisasi memiliki identitas yang membedakannya dengan organisasi lain. 1. Menurut Wilkins (1998) Budaya Organisasi sebagai suatu yang dianggap biasa dan dapat dibagi bersama yang diberikan orang terhadap lingkungan sosialnya. Contoh : Slogan, Legenda, Arsitek, Simbolis
    • A. Pengertian dan Manfaat Budaya Lanjutan 2. Schein (1992) Budaya adalah sebagai asumsi-asumsi dan keyakinan-keyakinan dasar yang dilakukan bersama oleh para anggota dari sebuah kelompok atau organisasi. 3. Robbins (1990) Budaya sebagai nilai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi. Pengertian ini merujuk pada sebuah sistem pengertian yang diterima secara bersama. Robbins percaya bahwa ada hal mitos dalam organisasi yang telah berkembang sejak beberapa lama. 4. Schiffman dan Kanuk (2000 : 322) Budaya adalah sejumlah nilai, kepercayaan dan kebiasaan yang digunakan untuk menunjukan perilaku konsumen langsung dari kelompok masyarakat tertentu. Dalam hal ini budaya menunjukkan adanya sekelompok masyarakat yang memiliki karakteristik yang membatasi mereka untuk bertindak.
    • A. Pengertian dan Manfaat Budaya Lanjutan Kesimpulan : Budaya Organisasi adalah wujud anggapan yang dimiliki, diterima secara implisit oleh kelompok dan menentukan bagaimana kelompok tersebut rasakan, pikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungannya yang beraneka ragam. 3 Karakteristik budaya organisasi 1. Budaya Organisasi diberikan kepada karyawan dengan proses sosialisasi 2. Budaya organisasi mempengaruhi kita ditempat kerja 3. Budaya Organisasi berlaku pada dua tingkat yang berbeda.
    • A. Pengertian dan Manfaat Budaya Lanjutan Selain memberikan identitas pada organisasi, Budaya Organisasipun menumbuhkan komitmen bagi para karyawan untuk mencapai tujuan organisasi Budaya Organisasi tidak saja secara kebetulan terbentuk, beberapa contoh diantaranya : 1. Sopir Taxy – Selalu melaporkan adanya barang semahal apapun yang tercecer 2. Wal Mart – Perlakuan karyawan dari atasan seperti Mitra, mendorong dan melakukan inovasi bersama. 3. Nasional – Panasonic : Terkenal dengan prinsip Senioritas untuk peningkatan karir. 4. Birokrasi : Staff yang malas, tidak cekatan, kurang ramah, korupsi, membuat SIM harus bayar. itu adalah contoh-contoh budaya organisasi. Sekali semua telah menjadi budaya, akan sulit sekali mengubahnya. Seperti kata Kaidah Ushul Fiqh : Al ‘adat al Muhakkamah (adat dapat menjadi hukum
    • A. Pengertian dan Manfaat Budaya Lanjutan Manfaat Budaya Organisasi : 1. Budaya memiliki peran dalam menetapkan tapal batas yang artinya bahwa budaya organisasi menciptakan perbedaan yang jelas antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. 2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi. 3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan individual seseorang. 4. Budaya itu meningkatkan kemantapan sistem sosial 5. Budaya berfungsi sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku para anggotanya.
    • B. Tingkatan dan Karakteristik budaya Simbol dan bahasa lain yang menyebabkan nilai inti Budaya tak tampak Nilai-nilai kepercayaan tentang cara yang benar untuk berperilaku Cerita-cerita tentang peristiwa yang menyebabkan nilai inti Heroes; orang yang menunjukkan nilai Upacara dan Ritual/perayaan
    • B. Tingkatan dan Karakteristik budaya Lanjutan Elemen Dasar Konsep Budaya : 1) Budaya itu diciptakan (Culture is Invented)  Ideological system (ide, kepercayaan, nilai dan pertimbangan berdasarkan keinginan  Technological System (Keterampilan, keahlian, dan seni yang mampu menghasilkan barang-barang  Organizasional System (sistem keluarga dan kelas sosial mungkin membentuk perilaku secara efektif) 2) Budaya itu dipelajari (Culture is Learned). Dengan melihat dan mengamati 3) Budaya secara Sosial diturunkan (Culture is Sosialy shared) 4) Budaya bersifat Adaptif (Culture is Adaptive) yang tidak memberikan manfaat akan ditinggalkan 5) Budaya memberikan petunjuk (Culture is Prescriptive) apa yang dilakukan oleh masyarakat akan memberikan masukan kepada organisasi pemasar menentukan bahwa itulah keinginan mereka.
    • B. Tingkatan dan Karakteristik budaya Lanjutan Peran Pemimpin dalam menanamkan dan memperkuat aspek-aspek budaya dengan lima mekanisme sebagai berikut : 1. Perhatian 2. Reaksi terhadap krisis 3. Permodelan Peran 4. Alokasi Imbalan-imbalan 5. Kriteria menseleksi dan memberhentikan
    • C. Budaya dan Sub-Budaya Lanjutan Tabel C.1 Contoh Kategori Subkultur Utama CATEGORIES EXAMPLE NATIONALITY French, Purtorico, Korean, INA RELIGION Chatolic, Hindu, Budha, Islam GEOGRAPHIC REGION Midwestern, Eastern RACE African America, Caucasian, Asian Amerikan GENDER Female, Male OCCUPATION Engineer, Cook, Plumber SOCIAL CLASS Lower, middle, Upper
    • C. Budaya dan Sub-Budaya Lanjutan Macam-macam Sub Budaya 1. Sub Budaya Pekerjaan (menganggap semua pekerjaan penting) 2. Sub Budaya Rasial (menempatkan Ras yang sama dengan memecahnya) 3. Sub Budaya Umur dan Generasional (beda usia beda semangat) 4. Sub Budaya Gender (Wanita dan Pria selalu berlomba)
    • D. Budaya yang Adaptif 3 Perspektif yang menjelaskan tipe budaya yang meningkatkan prestasi ekonomis organisasi. (Kreitner dann kinicki – 2000) a. Perspektif kekuatan Budaya yang kuat menciptakan kesamaan tujuan, motivasi karyawan, dan struktur dan pengendaliannya yang dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi organisasi. b. Perspektif Kesesuaian Budaya harus sesuai dengan konteks trategis atau bisnisnya. c. Perspektif Adaptasi Budaya yang bersifat adaptif meningkatkan prestasi finansial organisasi.
    • D. Budaya yang Adaptif Lanjutan Macam-macam Sub Budaya 1. Sub Budaya Pekerjaan (menganggap semua pekerjaan penting) 2. Sub Budaya Rasial (menempatkan Ras yang sama dengan memecahnya) 3. Sub Budaya Umur dan Generasional (beda usia beda semangat) 4. Sub Budaya Gender (Wanita dan Pria selalu berlomba)
    • D. Budaya yang Adaptif Lanjutan Para pemimpin organisasi lebih awal menciptakan dan mengimplementasikan suatu visi dan strategi bisnis yang benar-benar cocok dengan lilngkungan bisnis Para pemimpin bisnis menekankan pentingnya kontituensi dan kepemimpinan dalam menciptakan keberhasilan Organisasi Berhasil Budaya yang kuat timbul dengan menekankan layanan kepada pelanggan, pemegang saham, dan karyawan, sama pentingnya dengan kepemimpinan. Top manajer setelahnya bekerja untuk mempertahankan inti dari adaptasi budaya. Mereka menunjukkan komitmen yang kuat terhadap prinsip dasar dibandingkan strategi atau praktik bisnis spesifik lainnya. Pengembangan dan Pemeliharaan Budaya Adaptif
    • E. Perilaku dan Etika Individu Model Perilaku Etis Pengaruh budaya :  keluarga  Pendidikan  Agama  Media Masa/Hiburan Organisasi :  Kode Etik Budaya organisasi Model Peran Tekanan utk mencapai hasil  Sistem Penghargaan/hukuman Pengaruh Ekonomi / Politis / Hukum Individu ;  Kepribadian  Nilai  Prinsip Moral  Sejarah  Gender Perilaku Etis
    • Sekian Terima Kasih