6 kurs valuta asing
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

6 kurs valuta asing

on

  • 5,900 views

Eko. Internasional

Eko. Internasional

Statistics

Views

Total Views
5,900
Views on SlideShare
5,900
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
114
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3
  • 3

6 kurs valuta asing 6 kurs valuta asing Presentation Transcript

  • PENENTUAN NILAI (KURS) VALUTA ASING
  • Pendahuluan
    • Valuta Asing (VA) atau mata uang asing:
    • jenis-jenis mata uang yang digunakan di negara lain
    • Nilai valuta asing:
    • nilai yang menunjukkan jumlah mata uang dalam negeri yang diperlukan untuk mendapat satu unit mata uang asing.
    • Penentuan nilai mata uang asing dapat dibedakan kepada dua pendekatan:
    • 1. melalui pasar bebas
    • 2. ditetapkan oleh pemerintah.
  • Mekanisme Pertukaran VA Xportir (US) Importir (Jkt) Bank Devisa (BNI) Bank Indonesia Bank Devisa (BCA) Xportir (Jkt) Importir (US) US $ 10.000 mesin Kurs jual Rp. 10.000,- Kurs beli Rp. 9000,- US $ 10.000 gandum
  • Penentuan Dalam Pasar Bebas
    • Kurs Valuta Asing yang ditentukan dalam pasaran bebas tergantung kepada permintaan dan penawaran mata uang asing.
  • Permintaan VA
    • Permintaan VA  keinginan penduduk suatu negara untuk memperoleh suatu jenis uang asing.
    • Permintaan VA  besarnya jumlah suatu VA tertentu yang ingin diperoleh penduduk suatu negara.
    • Keinginan memperoleh VA  untuk membayar pembelian barang-barang dari luar negeri.
    • Sifat permintaan VA  berhubungan erat dengan sifat permintaan terhadap barang-barang dari luar negeri.
    • Dengan asumsi ceteris paribus, perubahan permintaan VA tergantung kepada harga barang-barang di negara lain apabila dinyatakan dalam mata uang dari negara pembeli.
    • Apabila harga barang-barang lebih mahal maka permintaannya berkurang, atau sebaliknya, permintaannya bertambah banyak apabila harga-harga mereka lebih murah.
    • Misalkan di dunia ini hanya ada 2 negara yaitu Indonesia dan Amerika. Bagaimana sikap penduduk Indonesia dalam meminta dolar?
    • Makin murah nilai dolar, makin murah pula harga-harga barang Amerika jika dinyatakan dalam rupiah.
    • Harga barang yang makin murah akan meningkatkan permintaan barang-barang dari AS. Maka: makin murah harga mata uang dolar, makin banyak dolar yang akan diminta.
  • Penawaran VA
    • Penawaran VA  keinginan penduduk Amerika untuk memperoleh uang rupiah.
    • Penawaran VA  banyaknya uang dolar yang digunakan untuk membeli barang-barang buatan Indonesia dan ditawarkan kepada penduduk Indonesia.
    • Harga kemeja batik Rp100.000. Misal: $1 = Rp 1000, harga dalam dolar: $100. jika $1 = Rp 2000, harga dalam dolar: $ 50. Orang Amerika lebih menyukai $1 = Rp 2000, karena harga kemeja batik menjadi sangat murah.
    • Makin mahal harga mata uang dolar makin banyak penawarannya; sebaliknya apabila harga dolar makin murah, penawarannya makin sedikit.
  • Nilai VA S D D S 3000 2000 1000 Qo Jumlah VA ($) Kurs dolar (RP) Kelebihan permintaan Kelebihan penawaran Gambar 1 Kurs antara Rupiah dengan Dolar
  • Perubahan – Perubahan Kurs VA D D1 S $ Rp E E’ 2000 2500 Gambar 2: Perubahan Kurs VA
    • Jika kurs VA sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar, maka kurs tersebut akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
    • Perubahan terjadi karena perubahan permintaan dan penawaran VA.
    • Gambar 2  kenaikan permintaan terhadap dolar menyebabkan naiknya nilai dolar dan merosotnya nilai rupiah. Contoh: dari $1: 2000 menjadi 2500.
    • Kurs pertukaran yang ditentukan oleh mekanisme pasar disebut kurs pertukaran bebas atau mengambang.
  • Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Kurs Pertukaran
    • 1. Perubahan selera masyarakat
    • 2. Perubahan harga barang-barang ekspor
    • 3. Kenaikan harga-harga umum (inflasi)
    • 4. Perubahan tingkat bunga dan tingkat pengembalian investasi
    • 5. Perkembangan ekonomi.
  • Kurs Tetap: Penentuan Nilai Mata Uang Asing Oleh Pemerintah
    • Kurs pertukaran VA yang ditentukan pemerintah  kurs tetap atau kurs resmi
    • Kurs resmi  untuk membedakan dengan kurs yang berlaku di pasar gelap (kurs pasar gelap), yaitu kurs yang tidak termasuk dalam pasar VA yang ditetapkan oleh pemerintah.
    • Kurs pasar gelap terjadi di negara-negara yang mengalami masalah kekurangan VA, yaitu negara yang terus menerus menghadapi: (a). impor > ekspor; (b). Aliran modal keluar > aliran modal masuk
  • Menentukan Nilai Kurs Tetap S D Kurs dolar ( Rp ) Jumlah dolar Gambar 3. Perbandingan Kurs Bebas Dengan Kurs Tetap E A B M N Qo 2000 3000 1000 S D Dinilai terlalu tinggi ( over valued ) Dinilai terlalu rendah ( under valued )
  • Lanjutan……
    • Kurva DD : permintaan terhadap dolar oleh penduduk Indonesia
    • Kurva SS: penawaran dolar oleh penduduk AS.
    • Kurva DD dan SS berpotongan pada kurs sebesar Rp2000,-
    • Jika kurs ditentukan oleh pasar bebas, maka kurs antara dolar dan rupiah adalah Rp2000.
    • Jika kurs ditentukan oleh pemerintah, maka bisa terjadi overvalued atau undervalued .
  • Kurs Tetap Atau Kurs Berubah Bebas?
  • Pandangan Pendukung Kurs Tetap
    • Menimbulkan kepastian dalam perdagangan luar negeri
    • Memudahkan para pengusaha membuat ramalan-ramalan mengenai keadaan perdagangan di masa yad.
    • Mengurangi spekulasi jual beli VA
    • Menstabilkan harga-harga di dalam negri
    • Kritik  sistem kurs tetap pada waktu-waktu tertentu harus melakukan perubahan yang cukup besar terhadap kurs VA  justru menimbulkan ketidakpastian.
  • Pandangan Pendukung Kurs Bebas
    • Menggunakan alasan yang sama seperti pendukung sistem kurs tetap, yaitu:
    • Kurs bebas lebih menimbulkan kepastian dalam perdagangan dan mengurangi kegiatan spekulasi.
    • Keseimbangan antara permintaan dan penawaran selalu terjadi.
    • Sistem ini tidak memerlukan cadangan Valuta Asing, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan jual beli VA (menyimpan cadangan VA)
  • Beberapa Implikasi Penggunaan Sistem Kurs Tetap
    • Apakah Implikasi yang timbul apabila kurs tetap yang ditentukan bersifat ” overvalued ” atau ” undervalued ”?
  • Kurs Tetap dan Cadangan VA
    • Jika penentuan kurs ”overvalued”  terjadi kelebihan kelebihan permintaan > penawaran  AB (gb. 3)
    • Untuk menutupi kelebihan permintaan  pemerintah harus menjual persediaan VA yang dimilikinya dengan jumlah paling sedikit harus sama dengan kelebihan permintaan yang terjadi.
    • Kalau tidak  pasar gelap akan terjadi  harga lebih tinggi dari kurs resmi.
  • Lanjutan…
    • Sebaliknya jika kurs “undervalued”  terjadi kelebihan penawaran MN (gb. 3)
    • Agar kurs dapat dipertahankan, pemerintah harus mmbeli kelebihan penawaran VA yang terjadi pada harga yang ditetapkan tsb.
    • Jika tidak, VA dapat dibeli dengan harga lebih murah daripada kurs resmi.
    • Dalam sistem kurs tetap, pemerintah harus memiliki cadangan VA dan melakukan jual beli VA.
  • Kurs Tetap dan Devaluasi
    • Devaluasi: tindakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing.
    • Revaluasi: tindakan pemerintah untuk menaikkan nilai mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing.
    • Suatu negara akan berusaha mempertahankan kurs yang ditetapkan dalam jangka waktu yang lama.
    • Selama kurs yang ditetapkan tidak menimbulkan akibat yang kurang menguntungkan, negara tidak akan melakukan perubahan kurs.
    • Tetapi perubahan corak kegiatan ekonomi di luar negeri dan di dalam negeri  kurs yang ditetapkan tidak sesuai lagi
    • Perubahan corak kegiatan ekonomi:
    • Di dalam negeri: inflasi dan kenaikan upah pekerja
    • Di luar negeri: perkembangan produktivitas yang pesat (karena kemajuan teknologi misalnya)
    • Perubahan tsb  ekspor lebih lambat daripada impor  permintaan VA > penawarannya  nilai mata uang negara tersebut merosot  kurs “overvalued”
  • Apabila mata uang suatu negara terus-menerus overvalued, masalah2 yang dihadapi:
    • Pemerintah harus terus menerus menjual VA untuk menutup kelebihan permintaan  cadangan VA akan menipis
    • Karena Ekspor negara tsb lebih lambat berkembang daripada impornya  tingkat kegiatan ekonomi menurun  pengangguran meningkat.
    • Kegiatan ekonomi kurang bergairah di dalam negeri  modal dalam negeri mengalir keluar  investasi menurun  memperburuk kondisi perekonomian.
  • Kurs Tetap dan Revaluasi
    • Revaluasi lebih jarang dilakukan, karena jika mata uang suatu negara dinilai terlalu rendah, akibat yang ditimbulkannya tidak seburuk “overvalued”
    • Kurs yang terlalu rendah  mendorong ekspor dan menekan impor.
    • Akibat buruk dari kurs“undervalued” adalah jika penggunaan tenaga kerja penuh telah tercapai.
    • Jika ekspor > impor  perekonomian menghadapi masalah kelebihan pengeluaran agregat  masalah inflasi akan timbul