Your SlideShare is downloading. ×
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Jurnal radiologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Jurnal radiologi

2,592

Published on

OK

OK

Published in: Health & Medicine, Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,592
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide
  • v
  • Transcript

    • 1. JOURNAL READING - STASE RADIOLOGI RS PERSAHABATAN PERIODE 01 JULI – 31 JULI 2011
      Screening for Lung Cancer
      with Digital Chest Radiography:
      Sensitivity and Number of Secondary
      Work-up CT Examinations 1
      Bartjan de Hoop , MD, Cornelia Schaefer-Prokop , MD , PhD, Hester A. Gietema , MD , PhD, Pim A. de Jong , MD , PhD, Bram van Ginneken , PhD, Rob J. van Klaveren , MD , PhD, Mathias Prokop , MD , PhD ,
      -Radiology: Volume 255: Number 2—May 2010 n radiology.rsna.org
      Dr. EFRIADI
      PPDS DEPARTEMEN PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI
      FKUI – RS PERSAHABATAN JAKARTA 2011
      7/25/2011
      1
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 2. PENDAHULUAN
      CR : paling seringdigunakandalampraktik diagnosis penyakitparu
      CT : sensitifiti > tinggimendeteksilesikecilintrapulmonerdibanding CR
      Kelebihan CR : murah, dosisradiasikecil, danmudahdiakses.
      Skrining Ca parudenganpemeriksaansitologidan CR konvensional  belummemuaskan
      7/25/2011
      2
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 3. lanjutan
      Skrining CR konvensionaljugatidakdianjurkan
      Tapi, dalamstudiini : CR analog screen-film digunakan.
      peralatan digital modern dengandetektorkuantumtinggiefisien ,
      elaborasidengan tool processor canggihmeningkatkanperforma CR dalamvisualisasistrukturparudibanding CR konvensional.
      7/25/2011
      3
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 4. Teknik digital CR
      7/25/2011
      4
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 5. Skematik digital CR
      7/25/2011
      5
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 6. lanjutan
      sedikitinformasitentangkemampuan CR digital modern dalamskrining ca paru
      Penelitianinidenganmetodenested case-control berdasarkan data dari the Dutch-Belgian Randomized Lung Cancer Screening (NELSON) trial
      Studibagaimana confidence level adanyalesiberdasarkankemampuanobservernya
      7/25/2011
      6
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 7. lanjutan
      Denganasumsi : hasil CR skriningpositif dilanjutkandengan work-up CT- Scan
      Estimasijumlah CT yang dilakukanuntukmendeteksi 1 kasus Ca parudalamstudikohort Nelson.
      Asumsihasil CR +  lanjut work up CT, hitungjugaberapa X CT / 1 ca parudalam Nelson kohort
      Tujuan : estimasikemampuan CR digital dalammendeteksi Ca paru
      7/25/2011
      7
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 8. MATERIAL DAN METODE
      Populasistudi : dari 2 tempatstudiskrining
      (Utrecht and Groningen, the Netherlands)
      4938 pasiendilakukanfoto digital CR di follow-up 1 tahunsampaiJuli 2007.
      DisetujuikeduaKomiteEtik 2 senterdiatas
      Semuapastisipan Nelson trial bekas/ perokokberat, dideteksi 65 penderita Ca parupadaskriningawaldansetelah follow-up 1tahun dengan Cancer Rate 1,3 %.
      7/25/2011
      8
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 9. lanjutan
      Case cohort: 65 pasienterdeteksidgn low dose CT memilikikeganasanparudirekrutdarisalahsatutempatpenelitian.
      Sudahterbuktisecarahistologis.
      CR digital setelahdideteksidengan low CT
      10 pasientersangkanoduldiekslusi (tidakmenjalani CR 6 mggupasca CT)
      55 pasiendgn minimal 1 nodul (termasuk 12 pasienterdeteksisecararetrospectifdengannodul, dalam follow-up 1 tahun)
      7/25/2011
      9
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 10. Subjekkontrol
      N = 4873,
      MenurutAhli CR ; Gambaranabnormalitas PPOK pada CR termasukkriteriaekslusi (72).
      Gambaran Ro PPOK bisamengaburkanlesi
      Indikasiekslusi CR :
      Akut CVD (18)
      Follow up PPOK (17)
      Abnormalitasparuec. Penyakitrematik (13)
      Pre-op skrinningbedah CV (11)
      FUO (11)
      Trauma (1)
      Malaise (1)
      7/25/2011
      10
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 11. lanjutan
      Diuji prevalence PPOK subjekkasusdankontrol karena PPOK mempengaruhipenampakkannodul ( sebelumnyadilakukan test fungsiparu)
      HasilTesFungsiparu ;
      • 43 (78%) dengan Ca Paru
      • 12. 46 (64%) darisubjekkontrol
      • 13. 2547 (54%) bukansuspek Ca parupadaskrinningawal.
      7/25/2011
      11
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 14. Hasildanevaluasiskrinning CT Scann
      Berdasarkanprotokol Nelson
      Volume danrerata diameter noduldinilaidengan software volumetric ( lung CARE; siemens, Erlangen, dan Germany)
      7/25/2011
      12
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 15. Hasildanevaluasi CR
      identik CR konvensionaldi RS University Medical Centre, Utrecth , Belanda
      Hasil CR dinilaioleh 4 radiologist independent
      Pengamat A dan B : ahliRadiologitoraks, pengalamanlebihdari 20 tahun
      Pengamat C ahliradiologiumum, pengalamanlebihdari 20 tahun
      Pengamat D resident radiologitingkat III, pengalamandan interest diradiologithorak
      7/25/2011
      13
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 16. PenilaianNodul
      Nodulkurangdari < 5 mm, tidakdimasukkan.
      Level penilaiannodul
      7/25/2011
      14
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 17. 7/25/2011
      Thorax 2011;66:308e313. doi:10.1136/thx.2010.152066
    • 18. lanjutan
      Melokalisirlesi, jika > 1, tandaiygdominan
      Ahlirothorakmenyatakan TP jikalesi benar2 terlihat.
      Waktubaca 140 – 175 menitsemuakasus
      75 - 90 detik / foto
      Setelah data terkumpulahli A, denganhasil CT menentukanadaatautidaklesi yang tidakterlihatolehpengamatlainnyapada CR.
      7/25/2011
      16
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 19. ANALISIS STATISTIK
      Nested- case control (Nelson Trial )  full cohort
      Data kategoridiujidengan Chi-square
      Data kontinuediujidengan student t-test
      Denganasumsisensitifiti CT 100 %, CI dihitungdengan Wilson score
      7/25/2011
      17
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 20. 4 parameter yang dipakaiuntukmenilaiperforma CR sebagaisalahsatualatskrinning Ca paru
      Lokalisasianalisiskurva ROC (Receiving Operasional Characteristic)
      Sensitifitidanspesifiti
      Jumlah unit CT work-up / setiap CR positif Ca
      Total persentasikeganasan yang ditemukanpada CT work-up
      dengan p < 0.05 adalahsignifikan.
      7/25/2011
      18
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
    • 21. HasilPenelitian
      Populasistudi ;  padakasusdankontroltidakadaperbedaanbermakna (umur, seks, danprevalens PPOK
      Dengan Full kohortjugatidakberbedabermakna
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      19
    • 22. Lanj. Hasilpenlit…
      Keganasan : rerata diameter nodul : 6.8 – 50,7 mm.
      4 berupagambaran ‘’ground glass opacity” (CT) : 1 masa solid, 3 massasetengah solid
      2 /3 setengah solid dideteksi o/ 3 pengamat, 2 lagitakterdeteksi o/ satupun.
      Lesiterbanyakdilobusataskanan (25), lobustengahkanan (3) lobusbawahkanan (9), lobusataskiri (8), lobusbawahkiri (10)
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      20
    • 23. Lanj. Hasilpenlit…
      Padafoto PA : 26 lesi, tersamarolehstrukturanatomi vaskulerhillus (7), clavicula (9), jantung (9), costae (6) danrecessusdiagfragma (1).
      Lesi yang tersamarrerata = 43% pd semualesi yang takterdeteksi. Pengamat A (36%), B (41%), C (39%) , D (55%)
      24 lesi (44%) tepatdidteksi o/ pengamat, 7 lesi (13%) takseorangpunmampumendeteksi
      3/7 yang takterdeteksidengan CR, bahkan CT.
      Diameter terdeteksitepat : 11,8 – 17,1 mm, lesi yang takterdeteksi 10,6 – 11,6 mm BERBEDA BERMAKNA
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      21
    • 24. Lanj. Hasilpenlit…
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      22
    • 25. Lanj. Hasilpenlit..
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      23
      Lokalisasi ROC digunakanuntukmenilaiadaatautidakperbedaanbermaknaantarpengamatdenganmemakai software khusus
      Pengamat A = 0,69
      Pengamat C = 0,52
      A dan B lebihbaikdari C dan D
      Yang bedabermaknaCuma A vs C
    • 26. Lanj. Hasilpenlit..
      Sensitifiti CR pada CI 95% : 18% - 49%
      Spesifitipada CI 95% (100%) : 92 – 97 %
      False positive 0 % (0/72) – 13 % (90/72)
      Padalesi level 4 Se naikjadi 36 % (D) dan 73 % (A) sp naikjadi 82 % - 99 %
      Sebagianbesarlesi level 5 tepatdideteksi (PPV) sbgaikeganasan : A (82%) , B (84%), C (71%) dan D (100%)
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      24
    • 27. Lanj. Hasilpenlit..
      Jumlah work-up CT per ca terdeteksi pd CR ;
      lesi level 5  1 – 24 / ca paru
      lesi level 4  4 – 46 / ca paru
      Persentase total keganasan yang dideteksidengan work-up CT ( 0 % - 8 %) pd level tertinggi (5)
      Persentase total 53 % pada 13 work-up CT / ca paru
      18 % pada 1 work-up CT / ca paru
      Padasemuapengamatpersentase total insidenterdeteksikeganasanmeningkatjika CI diturunkan
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      25
    • 28. 7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      26
    • 29. 7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      27
    • 30. DISKUSI
      Di era digital, CR layakdiperhitungkan u/ mendeteksi tumor paru masihsubjektiftergantungpemeriksanya  tindaklanjutdenganpemeriksaan yang lebihsensitif.
      Deteksikeganasan 37 – 38 % (level 4)
      Dengan CR saja 22 – 63 %, keganasantakterdeteksikecualidengan CT.
      Meskiahli, hanya 90% deteksitercapai, bilapada CL terendah (level 1 dan 2) = work up CT bisa FP
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      28
    • 31. Lanj. Diskusi..
      Begitupun, 62 work up CT/ ca, pada 3191 CT semuakasustetapada 3 ca, yang takterdeteksi
      PPV Nelson kohort 35,7 %, dari 3 rujukanke pulmonologist hanyaterdeteksi 1 ca.
      Jadi Digital CR TIDAK LEBIH BAIK dari low dose CT mendeteksi tumor paru
      Walaudemikian > setengah CR mampumendeteksilesisesuai CT mungkinkarenafc. randomisasijika CR sebagaikontrol
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      29
    • 32. Lanj. Diskusi..
      Lazimnyaskrining CR dengan frontal Ro. Penelitianinidengan CR PA dan Lateral.
      CR dipakaimemprediksimortalitasdan survival ??  tidakjelas --> perilakubiologik primer sebaranbronchogenic yang sangatbervariasi
      Prognosis bervariasitgtngkapanterdeteksinya
      Rata2 yang terdeteksi pd CR > yang takterdeteksi
      Analisis ROC  pengalamandanlatihankhususbaikdalammendeteksi. (A dan B)
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      30
    • 33. Lanj. Diskusi..
      Skrinning digital CR = CR konvensionaldalamukuran diameter lesi.
      Konvensional se = 23 % , dan sp = 96%
      Digital CR se = 36 %, dan sp = 84 %
      Penelitianiniretrospektif. Case control dalam cohort luas.
      PPOK dapatmengaburkangambaranlesi
      Keterbatasanpenelitianini : takadareferensistandar
      Se Nelson kohort 94 %  maka CT awaldigunakansebagaireferensistandart
      Terkadang underestimate.
      Ca rate > Nelson trial  pengamatlebihteliti
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      31
    • 34. KESIMPULAN
      Angkatinggideteksilesikeganasanpada digital CR dicapaipada stage yang terlihatpada CT skrinning, tetapidenganmengabaikanspesifitidanbanyaknya work up CT yang dilakukan
      Kemampuandeteksilesi digital CR tergantungkeahlian, ketelitiandanpengalamanpengamat
      Digital CR tidaklebihbaikdariSkrinningdalammendeteksilesi tumor paru
      7/25/2011
      Radiology : vol.255: Number 2 - May 2010 n radiology.rsna.org
      32
    • 35. Terimakasih
      SEKIAN
      7/25/2011

    ×