Your SlideShare is downloading. ×
0
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Peran ulama dalam menegakkan syariah dan khilafah

520

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
520
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
21
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Sang Pencerah dan Penuntun umat
  • 2. Kata ‘ulamâ’ (bentuk plural dari ‘âlim),secara bahasa artinya orang yang berpengetahuan, ahli ilmu.Kata sû’ adalah mashdar dari sâ’a–yasû’u–saw’an; artinya jelek, buruk atau jahat.Dengan demikian, al-‘ulamâ’ as-sû’ secara bahasa artinya orang berpengetahuan atauahli ilmu yang buruk dan jahat.Rasul saw. Bersabda:Ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan sebaik-baik kebaikanadalah kebaikan ulama.(HR ad-Darimi).Apa itu ulama..??
  • 3. Peran ulama..??Peran ulama menentukan kebaikan dan keburukan masyarakat. Ad-Darimi menuturkan,ketika Said bin Jubair ditanya tentang tanda-tandakebinasaan masyarakat, ia menjawab,“Jika ulama mereka telah rusak.“
  • 4. 1• seseorangyang hidup dalam ilmunya dan orang lain hidupbersamanya dalam ilmunya itu.2• Kedua : seseorang yang hidup dalam ilmunya,tetapi tidak seorang pun hidup bersamanya dalamilmunya itu.3• Ketiga: seseorang yang orang lain hidupbersamanya dalam ilmunya,tetapi hal itu menjadi bencana baginya.Abu Muslim al-Khaulani mengatakan, bahwa ulama itu tiga macam
  • 5. 1• Pertama: orang yang takut kepada Allah danmengetahui hukum-hukum-Nya. Itulah orang alim yangsempurna.2• Kedua: orang yang takutkepada Allah tetapi tidak mengetahui hukum-hukum-Nya..3• Ketiga: orang yang mengetahui hukum-hukum Allah, tetapitidak takut kepada-Nya; dialah orang alim yang jahat(al-’âlim al-fâjir).Ibn Abi Hatim menuturkan dari jalan Sufyan ats-Tsauri,dariAbu Hayan at-Taymi,bahwa ulama itu juga ada tiga golongan.
  • 6. ulama sû’ atau fâjir, ilmu yang dimiliki tidak dijadikan penuntun. Ia tidakberamal sesuai dengan ilmu yang ia ketahui. Asy-Syathibi mengatakan,“Ulama sû’ adalah ulama yang tidak beramal sesuai dengan apa yang ia ketahui.”Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya denganayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunyayang rendah,(Al-Araaf :176)
  • 7. Di antara ulama sû’ itu adalah ulama salathîn, yaitu ulama yangmenjadi stempel penguasa. Anas bin Malik ra. menuturkan sebuahhadis:Kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama sû’; mereka menjadikan ilmusebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa merekauntuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri.Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam Perniagaan mereka itu.(HR al-Hakim)
  • 8. Muadz bin Jabal membagi ulama sû’ di dalam tujuhtingkatan neraka.Tingkat pertama: ulama yang jika mengingatkan manusia, ia bersikap kasar; jika diingatkan manusia, ia menolakdengan tinggi hati.Tingkat kedua: ulama yang menjadikan ilmunya alat untuk mendapatkan pemberian penguasa.Tingkat ketiga: ulama yang menahan ilmunya (tidak menyampaikannya).Tingkat keempat: ulama yang memilih-milih pembicaraan dan ilmu guna menarik wajah orang-orang dan ia tidakmemandang orang-orang yang memiliki kedudukan rendah..Tingkat kelima: ulama yang mempelajari berbagai perkataan dan pembicaraan orang Nasrani dan Yahudi gunamemperbanyak pembicaraannya.Tingkat keenam: ulama yang mengangkat dirinya sendiri seorang mufti dan ia berkata kepada orang-orang,“Bertanyalah kepadaku.” Orang itu ditulis di sisi Allah sebagai orang yang berpura-pura atau memaksakan diri danAllah tidak menyukai orang demikian.Tingkat ketujuh: ulama yang menjadikan ilmunya sebagai kebanggaan dan kepuasan intelektual saja.
  • 9. Hilangnya Peran ulama alimditengah-tengah umat
  • 10. al-Ghazali mengingatkan, “Hati-hatilah terhadap tipudaya ulama sû’.Sungguh, keburukan mereka bagi agama lebih buruk daripada setan.Sebab,melalui merekalah setan mampu menanggalkan agama dari hati kaum Mukmin.Atas dasar itu, ketika Rasul saw ditanya tentang sejahat-jahat makhluk,Beliau menjawab, “Ya Allah berilah ampunan.”Beliau mengatakannya sebanyak tiga kali, lalu bersabda,“Mereka adalah ulama sû’.”
  • 11. Kedudukan Ulama :• Sebagai pewaris para Nabi• Hamba Allah yang memiliki iman yangkokoh dan berilmu.• Laksana air yang mutlak diperlukan.
  • 12. Peran Ulama&Tokoh saat ini :Memimpin umatMenjaga umat dan nilai-nilai islamMenerangi penguasa dan rakyat dalam kegelapanMotivator perubahanRujukan umat
  • 13. dalam kitab Mathaalib Ulin Nuha fii Syarhi Ghayatil Muntaha dinyatakan:“…(dan mengangkat imam itu adalah fardhu kifayah) karena manusia memang membutuhkan hal tersebutuntuk menjaga kemurnian (agama), memelihara konsitensi (agama), menegakkan had, menunaikan hak-hak,dan amar makruf serta nahi munkar”. (Al ‘Allamah Asy Syeikh Musthafa bin Saad bin Abduh As Suyuthi AdDimasyqi Al Hanbali, Mathalibu Ulin Nuha fii Syarhi Ghayatil Muntaha, juz 18 hal. 381 )
  • 14. Sikap Ulama & Tokoh :Tidak berdiam diri ketika kebenaran diabaikanTidak melegitimasi kemaksiatanTidak menyembunyikan kebenaran(haq)Tegas terhadap kekufuranPeduli terhadap lingkunganIstiqamah dan optimis
  • 15. Kesimpulan :• Umat akan berubah jika, ditengah-tengah mereka hadirulama pewaris nabi.• Perubahan memerlukan proses dan perjuangan yangoptimal• Bekerja keras bersama seluruh komponen untukmenciptakan lingkungan yang diridhoi Allah SWT.• Haruslah menjadi keyakinan bahwa tidak akan pernahada kemulian kecuali dengan Islam.
  • 16. Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama .Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(Q.s.Faathir:48)

×