Infertilitas

  • 542 views
Uploaded on

jklk;l

jklk;l

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
542
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
20
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PROBLEM PASANGAN SUAMI ISTRI
  • 2. PENATA LAKSANAAN PASANGAN INFERTILITAS SUB BAGIAN FERTILITAS ENDOKRINOLOGI REPRODUKSI BAGIAN OBSTETRI GINEKOLOGI RSUP DR KARIADI / F.K. UNDIP
  • 3. PENDAHULUAN Manusia berpasangan  melaksanakan fungsi reproduksi ASPEK DASAR a. Segi agama : ibadah , amanah Allah melanjutkan keturunan b. Demografi  sumber daya manusia. c. Anak merupakan - dambaan setiap Pasutri - mempunyai arti yang luar biasa
  • 4. ILMU KEDOKTERAN REPRODUKSI -Tehnologi semakin maju -Tehnik Reproduksi Berbantu = Assisted Reproduction Technic ( ART )  membuka peluang untuk mendapat keturunan Rekayasa reproduksi -Hormon / endokrin , imunologi , biomolekuler -Folikulogenesis – induksi ovulasi -Implantasi -Intra Uterine Insemination Husband -Tehnik fertilisai invitro  IVF , ICSI dll -Cloning
  • 5. DEFINISI dan PENGERTIAN DASAR Infertilitas Primer Pasangan suami istri ( Pasutri ) tidak pernah mengalami konsepsi meskipun sanggama teratur selama > 12 bulan tanpa perlindungan. Infertilitas Sekunder Pasutri sebelumnya pernah mengalami konsepsi ttp kmd tdk mampu konsepsi lagi meskipun sanggama teratur lebih 12 bulan tanpa perlindungan.
  • 6. Kehamilan sia-sia ( Wastage Preganancy ) Istri mampu hamil, ttp tdk mampu hamil sampai genap bulan atau melahirkan bayi hidup Infertilitas tak terjelaskan ( Unexplained ) Tidak ditemukan kelainan pada Pasutri, tetapi tetap belum bisa terjadi konsepsi
  • 7. Subfertil kesulitan konsepsi secara bersama , krn fertilitas keduanya kurang Infertilitas umum Ketidak mampuan istri untuk hamil , mengandung genap bulan , melahirkan bayi hidup atau suami tidak mampu menghamili istri.
  • 8. SYARAT FERTIL Suami 1. Testis minimal 1  menghasilkan sperma normal 2.Saluran Epididimis – vas deferens patent 3.Kemampuan ereksi – penetrasi 4.Ejakulasi adekuat  sperma masuk sempurna di vagina.
  • 9. Istri / Perempuan 1. Sistem neuroendokrin Hipotalamus hipofisis – ovarium – endometrium harmonis 2. Tuba Fallopii minimal satu patent, berfungsi 3. Uterus / endometrium menerima dan mampu membesarkan embrio 4. Vagina mampu menerima spermatozoa
  • 10. ETIOLOGI INFERTILITAS - Suami  penyebab 50 % Istri  penyebab 40 % Tidak diketahui 20 % Dinegara berkembang infeksi genitalia masih tinggi - Radang panggul ok Chlamidya  perlekatan / sumbatan tuba pada wanita atau sumbatan epididimis pada pria.
  • 11. FAKTOR YG BERPENGARUH 1. Usia Pasutri  semakin tua fertilitas turun 2. Frequensi coitus  2 – 3 X / minggu 3. Haid normal  ovulatoar 4. Obat, kimia, radiasi, pestisida, spermatisida 5. Rokok , alkohol  menurunkan kwalitas spermatozoa 6. Operasi / trauma organ genital 7. Infeksi Non Sexual Transmitted Disease ( Non STD ) maupun STD.
  • 12. Hanya satu Spermatozoa
  • 13. Proses blocking pada dinding ovum
  • 14. B. Basement layer O. Ooocyte Z. Zona pellucida G. Granulosa cell T. Thecal cell A. Antrum
  • 15. WHY … ????
  • 16. PEMERIKSAAN INFERTILITAS 1. COUPLE PROBLEM ( PASANGAN ) 2. RIWAYAT FERTILITAS SEBELUMNYA  TDK JAMIN FERTILITAS SAAT INI. 3. KONSELING BENAR & JUJUR MENGENAI a. Penyebab b. Prognosis c. Rencana terapi / tindakan d. Efek samping
  • 17. PEMERIKSAAN ISTERI BETAPA MERANA DIKAU…. CANTIK
  • 18. PEMERIKSAAN ISTERI A.Anamnesis 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. R/ fertilitas sebelumnya Komplikasi kehamilan sebelumnya Pemakaian kontrasepsi sebelumnya Penyakit : DM, TBC, Tiroi Obat-obatan terutama jangka panjang Pembedahan daerah perut, genitalia Radang panggul, infeksi genital Kelainan genitalia, bentuk , keluarnya ASI Risiko pekerjaan Haid dan tanda ovulasi, lendir yg lebih banyak pd tengah siklus, Mithelsmers synd. 11. Pengertian tentang cara, waktu sanggama, ggn sanggama
  • 19. b. Pemeriksaan fisik 1. Keadaan umum : TB, BB, gemuk , kurus 2. Tanda vital 3, Tanda kelamin sekunder mammae, pinggul, distribusi rambut 4. Pemeriksaan ginekologi - Inspeksi  tanda infeksi Inspekulo  lihat vagina , portio - Periksa dalam vagina - Periksa colok dubur
  • 20. Krriteria TANNER 1 - 5
  • 21. c. Pemeriksaan pendukung 1. Suhu basal badan : monofasik / bifasik 2. Lendir cervix : Spinbarkeit test, Fern test 3. Uji pasca sanggama  interaksi cervix >< sperm 4. Sampling endometrium 5. Ultrasonografi  kelainan genitalia interna 6. Hysterosalpingography  bentuk dan fungsi cavum uteri saluran tuba. 7. Laparoscopy dan Chromotubasi : diagnostik – terapi 8. Laboratorium umum 9. Laboratorium hormonal : Prolactin, Estrogen, Progesteron, FSH, LH, Thyroid 1,2,3,4  bisa dilaksanakan di pelayanan primer ( Puskesmas )
  • 22. BASAL BODY TEMPERATURE ( BBT ) BIPHASIC  Ada OVULASI
  • 23. CERVICAL MUCOUS TEST - Dilaksanakan pada masa subur. - pasang speculum vagina sampai portio – ostium uteri externum terlihat jelas. - Ambil lendir cervix , dinilai a. kejernihan lendir b. Spinbarkeit test  pembenangan 6- 10 cm c. Fern test  preparat basah pd gelas objek  mikroskop gambaran daun pakis. - Arti : bila baik – Oestrogen + progesteron baik  ada ovulasi. FERN TEST  baik
  • 24. UJI PASCA SANGGAMA - sangat bermanfaat menilai interaksi cervix dan spermatozoa - dilaksanakan pada perkiraan masa subur. - diperksa 8 – 10 jam pasca sanggama. - Pasca sanggama isteri dengan posisi tetap telentang (pantat sedikit diganjal ) – pakai pembalut – tidak boleh dibersihkan – tidak boleh mandi, kencing
  • 25. spesimen diambil dari 1. Fornix Posterior 2. Masuk ½ cm dari Os Uteri Extenum 3. Ddaerah Os Uteri Internum pengambilan pakai spuit steril dan jarum plastik besar, jarum diganti pada masing tempat , letakkan pd kaca objek - periksa dng mikroskop - penilaian : a. jumlah spermatozoa / LPB b. jumlah spermatozoa exellenc + good -
  • 26. MICROCURETTAGE - dilaksanakan hari ke 2 atau 10 , menstruasi - atau prahaid pakai microcurettage  ambil sedikit endometrium jadikan preparat hapus  fiksasi dng alkohol 95 % antara hari 2 – 7  proliferasi  estrogen 10  kelenjar mulai berkelok prahaid  kelenjar berkelok + glycogen pengambilan spesimen setelah hari 10  harus yakin tidak ada kehamilan !!! Pasca curettage berikan antibiotika. Saat ini sudah mulai ditinggalkan
  • 27. PEMERIKSAAN KHUSUS A. CERVICAL MUCOUS TEST ( Uji Lendir Serviks ) a. Speinbarkeit test : masa subur mucosa lendir cervix jernih, membenang, bila direntang bisa 6 – 10 cm b. Fern test : lendir cervix dioleskan pd objek gelas , akan tampak gambaran daun pakis. B. P0ST COITAL TEST ( Uji Pasca Sanggama ) Pasutri coitus waktu masa subur  8 -10 jam diperiksa sperma pada a. Fornix posterior vagina b. Ectocervix c. Endocervix Dinilai jumlah spermatozoa yang berada pd tempat tersebut dalam jumlah dan motilitas
  • 28. C. HYSTERO SALPINGOGRAPHY ( HSG ) Pengisian cairan kontras melalui canalis cervicalis cavum uteri  tuba fallopii  cavum peritonii Untuk menilai : - Uterus bentuk, posisi, kelainan cavum uteri - Tuba  patensi saluran tuba  fungsi transport sperma dan embryo, bila saluran baik  spill + ( patent ) D. ULTRASONOGRAPHY ( USG ) Memberikan gambaran secara umum ttg uterus , ovarium, massa abnormal genitalia interna.
  • 29. E. LAPAROSCOPY Termasuk pemeriksaan invasive  dng fiber optik lewatdinding perut  Diagnostik & Operative saat ini mrpk pemeriksaan yg cukup baik D. CHROMOTUBASI  memasukkan methylen blue cair dari cervix  bila fungsi tuba baik  tampak cairan pada ostium tubae Pemeriksaan bersamaan dengan Laparoscopy. E. PEMERIKSAAN HORMON Estrogen, Progesteron, Prolaktin, FSH , LH , Thyroid dll
  • 30. FAKTOR TUBA Penyebab pada istri 40-59% - Infeksi - endometriosis
  • 31. MUCOSA TUBA FALLOPII FIMBRIAE TUBAE
  • 32. HYSTEROSALPYNGOGRAFI 2 1 Uterus normal Tuba dextra spill + Tuba sinistra spill + Uterus normal 1. Tuba dextra  hydrosalpynx 2. Tuba sinistra spill -
  • 33. LENDIR CERVIX BAIK FERN TEST GAMBARAN DAUN PAKIS SPERMATOZOA DIDALAM CANALIS CERVICALIS
  • 34. PERLEKATAN TUBA OLEH ENDOMETRIOSIS
  • 35. PEMERIKSAAN SUAMI
  • 36. PEMERIKSAAN SUAMI A. ANAMNESIS - Penyakit yang berhubungan dengan kelamin, kelainan anatomis penis, testis , infeksi, trauma , infeksi Mumps - Kemampuan ereksi- ejakulasi  ejaculatio praecox - Kerja / kebiasaan berisiko  suhu tinggi, kimia, pakaian ketat, rokok, alkohol, obat coticosteroid, citostatika - Riwayat fertilitas sebelumnya.
  • 37. B. PEMERIKSAAN FISIK - Umum : obesitas, DM, ggn neurologi, dll C. PEMERIKSAAN KHUSUS GENITALIA. - Tanda kelamin sekunder. - Penis, bentuk, ukuran, kelainan hypoplasia, hypospadia kekuatan ereksi. - Scrotum  kelainan kulit, tanda infeksi dll - Testis  jumlah, ukuran, penurunan testis, varicocele
  • 38. D. ANALISA SEMEN. E. HORMONAL : - Testosteron, Thyroid, FSH, LH,
  • 39. SEMEN ANALYSIS ( Normal values ) WHO 1. Volume 2. Konsentrasi 3. Motilitas > 2 cc > 20 juta/ ml > 50 %  good atau > 25 % exellent 4. Morfologi > 30 % normal 5. Leukosit < 1 juta / ml 6. Aglutinasi < 20 % 7. Sperm Mar test < 10 % aglutinasi SPERMA ABNORMAL A. Oligozoospermia : konsentrasi sperma < 20 juta B. Azoospermi : ejakulat ada ( > 0 CC ) , konsenstrasi = 0 C. Aspermia : ejakulat = 0 , sperma = 0 D. Astenozoospermia = sperma > 20 jt , motilitas a < 25 % E. Teratozoospermia = sperma > 25 jt , motilitas a > 25 %, morfologi normal < 50 %
  • 40. SPERMA ABNORMAL A. Oligozoospermia : konsentrasi sperma < 20 juta B. Azoospermi : ejakulat ada ( > 0 CC ) , konsenstrasi = 0 C. Aspermia : ejakulat = 0 , sperma = 0 D. Astenozoospermia = sperma > 20 jt , motilitas a < 25 % E. Teratozoospermia = sperma > 25 jt , motilitas a > 25 %, morfologi normal < 50 %
  • 41. BENTUK SPERMATOZOA ABNORMAL
  • 42. FETUS OVUM PEMBELAHAN SEL
  • 43. EMBRYO Siap untuk tandur alih Didalam UTERUS. 4 – 8 cells
  • 44. PROSES IMPLANTASI
  • 45. KOMUNIKASI EMBRIO - ENDOMETRIUM
  • 46. EMBRIO ( BLASTOKIS ) IMPLANASI
  • 47. ASSISTED REPRODUCTION TECHNIQUES ( ART) Usaha membantu terjadinya fertilisasi dan kehamilan dimana bila tidak dimungkinkan terjadinya fertilisasi secara alami  dengan rekayasa reproduksi. ART meliputi : 1. Intra Uterine Insemination ( IUI ) di Indonesia sering disebut AIH ( Artificial insenination husband ) 2. InVitro Fertilization ( IVF ) 3. Cloning INTRA UTERINE INSEMINATION / AIH Dengan bantuan alat khusus spermatozoa dimasukkan langsung kedalam cavum uteri. Indikasi : a. Jumlah spermatozoa kurang dari normal b. Secara tehnis , suami tidak bisa menyampaikan semen sampai dekat cervix. c. UPS yang tidak baik d. Pemilihan jenis kelamin anak ( sexing )
  • 48. Syarat : 1. Istri dipastikan ada foliculogenesis  ovulasi 2. Saluran tuba minimal satu patent 3. Uterus normal 4. Semen bisa diproses untuk inseminasi. Cara pelaksanaan : ISTRI SUAMI - Induksi ovulasi - Pantau maturasi folikel - Folikel mature > 17 mm suntik hCG 36 jam IUI - D inseminasi ……………………….. - sperma dng masturbasi - proses semen dengan washing  swim up posisi lithotomi  masukkan spermatozoa dengan canula khusus  via canalis cervicalis  cav uteri Washing : sperma dipisahkan dengan diencerkan pakai media ttt Swim up : centrifuge 2000 RPM  jelek tenggelam  baik berenang kepermukaan  tangkap dng pipet khusus
  • 49. Mengapa spermatozoa harus diproses ( tidak boleh pakai whole sperm ) - Memisahkan semen dengan spermatozoa  washing - Semen mengandung bermacam partikel dan debries berupa protein, infeksi, prostaglandin dll. . Penularan infeksi . Protein akan dikenali sbg benda asing  immunologi - Prostaglandin  kontraksi uterus  nyeri - Memilih spermatozoa exellence + good ( a + b ) sebanyak mungkin atau separasi sperma laki / perempuan untuk keinginan sexing ( pemilihan kelamin anak )  dengan proses centrifuge – swim up - separasi Keberhasilan 15 – 25 % Bisa diulang sampai 3 X , bila gagal  IVF ?
  • 50. INVITRO FERTILIZATION = TEST TUBE BABY = BAYI TABUNG * IVF mrpk harapan bagi pasangan infertilitas * Bayi pertama IVF  Louis Brown 1978 Pengertian : Fertilisasi dilaboratorium  menaburkan spermatozoa  pada Oocyt yg diambil dengan aspirasi ( pick up ) dari folikel  Menjadi Embryo  tandur didalam uterus melalui canalis Cervicalis. Syarat keberhasilan IVF 1. Folikel matang dg spermatozoa yang baik 2. Uterus normal  siap untuk kehamilan 3. Laboratorium yang baik 4. Fertilisasi  Embryo baik  Tandur alih baik. 5. Keberhasilan 30 – 35 % Syarat peserta IVF 1. Pengelolaan infertilitas lengkap 2. Umur istri < 38 tahun 3. Punya biaya  mahal 4. Pasangan suami istri yang sah. 5. Oocyte dan sperma dari pasutri sah.
  • 51. Indikasi 1. Tuba Fallopii buntu / rusak tidak bisa diperbaiki 2. Endometriosis yg sulit diobati  perlekatan berat 3. Spermatozoa jumlah kurang untuk terjadi fertilisasi alami 4. Infertilitas yang tidak diketahuai sebabnya dengan pemeriksaan pasutri keduanya normal ( idiopatik = unexplained ) 5. Cervix / lendir cervix tidak normal 6. Faktor immunologi 7. Luteizing Unrupturer Follicle ( LUF ). 8. Gangguan peritoneum Pelaksanaan 1. Persiapan / pemeriksaan lengkap infertilitas 2. Pengobatan penyamarataan folikel ( Down Regulation ) dengan GnRH Analog 3. Pemicuan ovulasi ( super ovulasi ) dng regimen ttt. 4. Pemantauan pematangan folikel  USG , Estriol, LH sampai didapat folikel matang > 17 mm 5. Panen oocyte ( ovum pickup )  aspirasi trans vaginal USG 6. Fertilisasi oocyte vs Spermatozoa yg sudah diproses 7. Embryo Transfers 8. Kehamilan  persalinan Sectio Caesar.
  • 52. INDUKSI OVULASI DIDAPAT FOLIKEL MASAK LEBIH BANYAK TERJADI HYPERSTIULASI FOLIKEL TERLALU BANYAK
  • 53. OOCYT HASIL DARI OVUM PICKUP MACAM FERTILISASI 1. Partial zona dissection = PZD 2. Subzonal sperm injection = SUZI 3. Intra cytoplasmic sperm injetion = ICSI
  • 54. SPERMATOZOA DISC BERISI OOCYT 4. Tabur Langsung
  • 55. Cara fertilisasi 1. Tabur spermatozoa pada oocyte 2. Micromanipulasi  satu spermatozoa disuntikkan pada cytoplasma oocyte ( ICSI = Intra Cytoplasmic Sperm Injection ) CLONING = PERTUNASAN • • Clone = tunas muda Masing-masing sel pertunasan identik dng induk Tehnik Clone : Inti sel telur (Oocyte) yg belum dibuahi diambil  diganti dng inti dari sel tubuh lain dari donor  pembelahan asexual  embryo identik dng donor  tandur pd uterus induk  copy mahluk ??? Cloning pada tanaman dan hewan sudah banyak dimanfaatkan untuk industri ( domba Dolly ) Untuk manusia dari agama dan etika  tidak memungkinkan
  • 56. DOLLY …. Si domba cloning.
  • 57. DAMBAAN SETIAP PASANGAN SUAMI ISTRI Pengelolaan infertilitas harus PASANGAN
  • 58. ALL ………… INNOCENT ….