LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
i
LAPORAN PRAKTIKUM
MEKANISASI PERTANIAN
Oleh :
Edi Nugroho
11011025
PROGRAM S...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
ii
LAPORAN PRAKTIKUM
MEKANISASI PERTANIAN
Di susun oleh :
Edi Nugroho
11011025...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah m...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
iv
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………….. iii
DAFTAR ISI …………………………………..…...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
v
DAFTAR LAMPIRAN
Gambar 1 . Traktor besar (roda 4) dan bagian – bagiannya ………...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Perkembangan zaman dengan meningkatnya ...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
2
e) meningkatkan taraf hidup petani
f) memungkinkan pertumbuhan ekonomi subsi...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
3
1.2.Maksud dan Tujuan
Tujuan dari Praktikum Mekanisasi Pertanian ini yaitu a...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin)
A. Traktor S...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
5
B. Alat dan Mesin Pengelola tanah
1. Bajak Singkal (Molboard plow)
Bajak sin...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
6
lebih praktis untuk pengolahan tanah sistem kontur, tidak menimbulkan
alur m...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
7
dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan
merata k...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
8
rumput dan pemanen padu, secara praktis tidak mungkin untuk
memanfaatkan leb...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
9
terbatas, sehingga perlu upaya penggemburan setelah masa panen. Kegiatan
mem...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
10
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.Hasil
A. Identifikasi Alat dan Mesin (Alsi...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
11
Gambar 1 . Traktor besar (roda 4) dan bagian – bagiannya
Ket :
1. P
2. Kopl...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
12
Kapasitas tangki (l) : 2 liter
Bahan bakar : solar
Pelumas
Mesin : oli
Tran...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
13
Gambar 3 . Bajak singkal dan bagian – bagiannya
Ket :
1. Draw bar
(pengait)...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
14
3. Pengamatan spesifikasi garu piringan (disk herrow)
Nama : Garu piringan
...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
15
c. Alat dan mesin pemelihara tanaman
1. Pengamatan spesifikasi knapsack han...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
16
B. Kapasitas Kerja Lapang
1. Waktu hilang oleh overlap
: 30 cm
: Lebar kerj...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
17
T :762 detik
:9 detik
% waktu macet ( ) =
=
= 1,18 %
: 1 % = 0,01
: 31,28% ...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
18
3.2.Pembahasan
A. Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin)
1. Traktor sebagai su...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
19
(track type tractor). traktor menggunakan roda karet (wheel type
tractor), ...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
20
pengolah tersebut akan dibahas pada praktikum kali ini, mulai dari
pengolah...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
21
B. Kapasitas Kerja Lapang
Praktikum dengan judul pengukuran kapasitas dan e...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
22
mengalami slip, hal tersebut merupakan data kerugian akibat slip dan data
l...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
23
C. Membajak
Praktikum dalam acara membajak kali ini dilakukan di kebun
perc...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
24
Memundurkan traktor. Kopling dalam posisi OFF setelah itu
masukkan gigi ke ...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
25
BAB IV
KESIMPULAN
Traktor merupakan salah satu alat mesin pertanian menggun...
LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013
26
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun, Penuntun Praktikum IRIGASI DAN DRAINASE, 2005....
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Laporan mekanisasi pertanian

2,382

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
2,382
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
103
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan mekanisasi pertanian

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 i LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN Oleh : Edi Nugroho 11011025 PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS AGROINDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA 2013
  2. 2. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 ii LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN Di susun oleh : Edi Nugroho 11011025 Laporan tersebut telah di terima sebagai persyaratan yang di perlukan untuk menempuh praktikum Mekanisasi Pertanian Yogyakarta, 15 Januari 2013 Mengetahui / Menyetujui Dosen Pengampu Ir.Bambang Sriwijaya, M.P.
  3. 3. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 iii KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis berhasil menyelesaikan Laporan Praktikum ini. Laporan ini akan penulis gunakan sebagai Laporan akhir Praktikum mekanisasi pertanian. Dengan laporan ini kita bisa mengetahui bagai mana tentang identifikasi alsin, kapasitas kerja lapang, membajak. Diharapkan laporan ini dapat memberikan banyak informasi untuk kita semua khususnya di bidang pertanian. Tidak lupa, penulis mengucapkan terimakasih khususnya kepada Bpk.Ir. Bambang Sriwijaya,M.P. selaku dosen pengampu mata kuliah Praktikum Mekanisasi Pertanian. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. Yogyakarta,11 Januari 2013 Praktikan Edi Nugroho/11011025
  4. 4. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 iv DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ……………………………………….. iii DAFTAR ISI …………………………………..…… iv DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………….. v BAB I. PENDAHULUAN ……………………………... ………. 1 1.1.Latar Belakang ……………………………... ………. 1 1.2.Maksud dan Tujuan ……………………………... ………. 3 1.3.Kegunaan ……………………………………..... 3 BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ……………………………..... 4 2.1.Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin) ……………………..... 4 A. Traktor Sebagai Sumber Daya di Bidang Pertanian .... 4 B. Alat dan Mesin Pengelola tanah ……………………..... 5 C. Alat dan Mesin Pemeliharaan Tanaman……………..... 6 2.2.Kapasitas Kerja Lapang ………………….………….... 7 2.3.Membajak ………………….…………………………… 8 BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN ……………………..... 10 3.1.Hasil ……………………………………………..... 10 A. Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin) ……………..... 10 B. Kapasitas Kerja Lapang ……………………………..... 16 C. Membajak ……………………………………................. 17 3.2.Pembahasan ……………………………………………..... 18 A. Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin) ……………..... 18 B. Kapasitas Kerja Lapang ……………………………..... 21 C. Membajak ……………………………………………..... 23 BAB IV. KESIMPULAN ……………………………………..... 25 DAFTAR PUSTAKA
  5. 5. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 v DAFTAR LAMPIRAN Gambar 1 . Traktor besar (roda 4) dan bagian – bagiannya ……….. 11 Gambar 2 . Hand traktor (roda 2) dan bagian – bagiannya ……….. 12 Gambar 3 . Bajak singkal dan bagian – bagiannya ……………….. 13 Gambar 4 . Bajak piringan dan bagian – bagiannya ……………….. 13 Gambar 5 garu piringan dan bagian – bagiannya ……………….. 14 Gambar 6 . knapsack hand sprayer dan bagian – bagiannya ……….. 15
  6. 6. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Perkembangan zaman dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk berfikir akan selalu mengembangkan sesuatu hal agar menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, proses perubahan akan terus berjalan. Penggunaan alat dan mesin pertanian sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan alat ini mula- mula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian (Sukirno, 1999). Sesuai dengan defenisi dari mekanisasi pertanian (agriculture mechanization), maka penggunaan alat mekanisasi pertanian adalah untuk meningkatkan daya kerja manusia dalam proses produksi pertanian dan dalam setiap tahapan dari proses produksi tersebut selalu memerlukan alat mesin pertanian (Sukirno, 1999). Setiap perubahan usaha tani melalui mekanisasi didasari tujuan tertentu yang membuat perubahan tersebut bisa dimengerti, logis, dan dapat diterima. Diharapkan perubahan suatu sistem akan menghasilkan sesuatu yang menguntungkan dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Secara umum, tujuan mekanisasi pertanian adalah : a) mengurangi kejerihan kerja dan meningkatkan efisiensi tenaga manusia b) mengurangi kerusakan produksi pertanian c) menurunkan ongkos produksi d) menjamin kenaikan kualitas dan kuantitas produksi
  7. 7. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 2 e) meningkatkan taraf hidup petani f) memungkinkan pertumbuhan ekonomi subsisten (tipe pertanian kebutuhan keluarga) menjadi tipe pertanian komersil (comercial farming). Tujuan tersebut di atas dapat dicapai apabila penggunaan dan pemilihan alat mesin pertanian tepat dan benar, tetapi apabila pemilihan dan penggunaannya tidak tepat hal sebaliknya yang akan terjadi (Rizaldi, 2006). Perubahan-perubahan untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat yang dilakukan pemerintah sekarang berjalan dengan diarahkan pada semua sektor. Tidak terkecuali sektor pertanian. Pertanian memiliki peranan yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat. Berhasilnya sektor pertanian akan berdampak pada ketahanan pangan. Ilmu mekanisasi Pertanian adalah bagian dari industri pertanian hal ini yang penting karena produksi yang efisien dan pengolahan bahan-bahan tergantung pada mekanisasi. Oleh karena itu, mayoritas pekerja bekerja pada bidang keduanya baik di lahan maupun di pemasaran hasil-hasil pertanian yang membutuhkan keahlian-keahlian yang memungkinkan mereka untuk mengoperasikan, mempertahankan, dan memprebaiki mesin dan peralatan. (Shin and Curtis, 1978). Menurut Hardjosentono dkk (1996) peranan mekanisasi pertanian dalam pembangunan pertanian di Indonesia adalah: a) Mempertinggi efisiensi tenaga manusia b) Meningkatkan derajat dan taraf hidup petani c) Menjamin kenaikan kuantitas dan kualitas serta kapasitas produksi pertanian d) Memungkinkan pertumbuhan tipe usaha tani yaitu dari tipe pertanian untuk kebutuhan keluarga(subsistence farming) menjadi tipe pertanian perusahaan (commercial farming) e) Mempercepat transisi bentuk ekonomi Indonesia dari sifat agraris menjadi sifat industri.
  8. 8. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 3 1.2.Maksud dan Tujuan Tujuan dari Praktikum Mekanisasi Pertanian ini yaitu agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis alat dan mesin, yang nantinya mahasiswa mampu dan terampil mengoprasikan alat dan mesin pertanian dengan baik dan benar dan juga dapat menghitung efektifitas penggunaan peralatan dan mesin pertanian. 1.3.Kegunaan  Agar mahasiswa mengenal jenis-jenis alat dan mesin pertanian, traktor roda dua maupun traktor roda empat.  Agar mahasiswa mampu dan terampil mengoperasikan alat maupun mesin pertanian dengan baik,aman dan benar.  Agar mahasiswa dapat menghitung efektifitas penggunaan peralatan dan mesin pertanian.
  9. 9. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin) A. Traktor Sebagai Sumber Daya di Bidang Pertanian Traktor merupakan sumber tenaga yang penting dalam pertanian moderen. Traktor pertanian dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu traktor roda empat dan traktor roda 2 atau traktor tangan. 1. Traktor Besar ( Roda 4) Traktor roda empat adalah mesin berdaya gerak sendiri berupa motor diesel beroda empat (ban karet atau ditambah roda sangkar yang terbuat dari baja) mempunyai tiga titik gandeng yang berfungsi untuk menarik, menggerakan mengangkat, mendorong alat dan mesin pertanian dan juga sebagai sumber daya gerak. Traktor roda empat mempunyai kisaran daya motor penggerak yang besar. Traktor yang biasa digunakan di taman/kebun mempunyai daya sekitar 11 kW (15 hp). Traktor ini di pasaran biasa disebut traktor mini atau traktor kebun. Traktor raksasa yang biasa digunakan di perkebunan yang luas mempunyai daya sampai 150 kW (200 hp). Namun begitu, biasanya traktor roda empat yang biasa digunakan mempunyai daya antara 30 – 60 kW (40 - 80 hp). 2. Hand traktor ( Roda 2 ) Traktor roda-2 merupakan alat pengolah tanah utama saat ini. Hal ini mengingat ternak kerja sudah sangat berkurang. Sekarang memelihara ternak kerbau/sapi untuk digemukkan ataupun diperah susunya. Traktor roda-2 ini digunakan untuk mengolah tanah sehingga siap untuk ditanami.Traktor roda dua dilihat dari penghubungan dengan perlengkapannya terdiri dari dua tipe yaitu tipe hitch dan tipe rotary. Pada tipe rotary apabila unit rotarynya dilepas maka dapat dipasangi hitch untuk menarik peralatan. Peralatan yang dapat dipasang pada hitch adalah bajak singkal, bajak parabola, garu, gelebek, ridger.
  10. 10. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 5 B. Alat dan Mesin Pengelola tanah 1. Bajak Singkal (Molboard plow) Bajak singkal termasuk bajak yang paling tua. Di Indonesia bajak singkal inilah yang paling sering digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah, dengan tenaga ternak hela sapi atau kerbau sebagai sumber daya penariknya. Secara umum bajak singkal dibedakan atas 2 jenis, yaitu bajak singkal satu arah (one-way moldboard plow) dan bajak singkal dua arah (two-way moldboard plow). Bajak singkal satu arah adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya pada satu arah saja. Sedangkan bajak singkal 2 arah pada waktu mengolah tanah arah pelemparan atau pembalikan tanah dapat diatur 2 arah, yaitu ke kanan dan ke kiri. Bagian-bagian utama dari bajak singkal yang aktif mengolah tanah adalah pisau bajak (share), singkal (moldboard) dan penstabil bajak (landside). Untuk meyempurnakan hasil kerjanya, selain bagian-bagian utama di atas, bajak singkal juga dilengkapi dengan perlengkapan tambahan, yaitu roda alur penstabil (furrow wheel), roda dukung (land wheel), kolter, jointer dan kerangka. Furrow wheel berfungsi untuk menjaga kestabilan pembajakan. Land wheel berfungsi untuk mengatur kedalaman sehingga kedalamannya konstan. Kolter berfungsi untuk memotong seresah dan memotong tanah ke arah vertikal sehingga pembalikan tanah menjadi lebih ringan dan biasanya dipasang di depan bajak serta berada sedikit di atas mata bajak. Jointer berfungsi untuk memungkinkan penutupan seresah lebih sempurna dalam pembajakan, terpasang di atas pisau bajak dengan kedalaman kerja + 5 cm. Pada kerangka terdapat titik penggandengan yang nantinya akan dirangkaikan dengan sumber daya penariknya. Penggunaan bajak singkal ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain : pembalikan tanah lebih seragam pada tiap petak tanah yang diolah,
  11. 11. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 6 lebih praktis untuk pengolahan tanah sistem kontur, tidak menimbulkan alur mati (dead furrow) atau alur punggung (back furrow) sehingga pembajakan lebih rata. Bajak singkal dapat dipergunakan untuk mengait dan mencacah gulma, serta pembajakan di bawah vegetasi hijau yang tinggi. Bajak ini bekerja dengan ditarik oleh penggandeng misalnya traktor. Namun bajak jenis ini konstruksinya biasanya lebih berat dan lebih rumit, sehingga untuk ukuran yang besar perlu dilengkapi sistem hidrolis untuk pemutaran mata bajaknya, dengan tenaga operator yang lebih terampil. 2. Bajak Piringan (Disk Plow) Bajak piringan fungsinya sama dengan bajak singkal, yaitu untuk pengolahan tanah pertama tetapi singkalnya diganti dengan piringan. Piringan bulat seperti parabola dan berfungsi untuk memotong dan membalik tanah. 3. Garu Piringan (Disk Herrow) Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan tanah, untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah ( furrow slice) lebih berhubungan dengan tanah dasar. Juga dapat digunakan untuk penyiangan, atau untuk menutup biji-bijian yang ditanam secara sebar. Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (trailing disk harrow), dan 2) garu piring tipe angiat (mounted disk harrow). Garu piring dapat mempunyai aksi tunggal (single action) apabila pada saat memotong tanah hanya melempar tanah ke satu arah saja. Juga dapat mempunyai aksi ganda (double action ) apabila piringan yang di depan berlawanan arah dengan yang di belakang dalam melempar tanah. C. Alat dan Mesin Pemeliharaan Tanaman 1. Knapsack Hand Sprayer Prinsip kerja alat penyemprot handsprayer adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk
  12. 12. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 7 dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus. 2.2.Kapasitas Kerja Lapang  Kapasitas lapang teoritis Kapasitas lapang teoritis sebuah alat ialah kecepatan penggarapan lahan yang akan diperoleh seandainya mesin tersebut melakukan kerjanya memanfaatkan 100 % waktunya, pada kecepatan maju teoritisnya dan selalu memenuhi 100 % lebar kerja teoritisnya. Waktu per hektar teoritis ialah waktu yang dibutuhkan pada kapasitas lapang teoritis tersebut. Waktu kerja efektif ialah waktu sepanjang mana mesin secara aktual melakukan fungsi/kerjanya. Waktu kerja efektif per hektar akan lebih besar dibanding waktu kerja teoritik per hektar jika lebar kerja terpakai lebih kecil dari lebar kerja teoritisnya.  Kapasitas lapang efektif Kapasitas lapang efektif ialah rerata kecepatan penggarapan yang aktual menggunakan suatu mesin, didasarkan pada waktu lapang total sebagaimana didefinisikan pada Bagian 2. Kapasitas lapang efektif biasanya dinyatakan dalam hektar per jam. Kapasitas lapang efektif suatu alat merupakan fungsi dari lebar kerja teoritis mesin, prosentase lebar teoritis yang secara aktual terpakai, kecepatan jalan dan besarnya kehilangan waktu lapang selama pengerjaan. Dengan alat-alat semacam garu, penyiang lapang,pemotong
  13. 13. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 8 rumput dan pemanen padu, secara praktis tidak mungkin untuk memanfaatkan lebar teoritisnya tanpa adanya tumpang tindih Kecepatan maju terbesar yang diijinkan berkaitan dengan faktor- faktor semacam sifat pengerjaan, kondisi lapang, dan besarnya daya tersedia. Untuk alat pemanen, faktor pembatasnya boleh jadi ialah kecepatan maksimum dapat ditanganinya bahan secara efektif dengan mesin tersebut. Waktu hilang merupakan variabel yang paling sulit dinilai dalam hubungannya dengan kapasitas lapang.Waktu lapang bisa hilang akibat penyetelan / pembetulan atau pelumasan alat, kerusakan, penggumpalan, belok di ujung, dsb. Dalam kaitannya dengan kapasitas lapang efektif dan efisiensi lapang, waktu hilang tidak mencakup waktu pemasangan atau perawatan harian alat, ataupun waktu hilang akibat kerusakan yang berat. Waktu hilang hanya mencakup waktu untuk perbaikan kecil di lapang dan waktu untuk pelumasan yang dibutuhkan di luar perawatan harian, di samping hal-hal lain seperti diuraikan di depan. Waktu lapang total dianggap sama dengan jumlah waktu kerja efektif ditambah waktu hilang. Waktu yang dipakai untuk perjalanan dari dan ke lapang biasanya tercakup dalam menggambarkan biaya overall dari suatu pengerjaan, namun tak diperhitungkan ketika menentukan kapasitas lapang efektif atau efisiensi lapang. Efisiensi lapang ialah perbandingan antara kapasitas lapang efektif dengan kapasitas lapang teoritis, dinyatakan dalam persen. Efisiensi lapang melibatkan pengaruh waktu hilang di lapang dan ketakmampuan untuk memanfaatkan lebar teoritis mesin. 2.3.Membajak membajak tanah adalah sebuah proses kegiatan dalam pengolahan tanah yang dilakukan di masa tanam. Kegiatan ini merupakan proses yang tidak bisa ditinggalkan dalam rangka menyuburkan kembali tanah yang sebelumnya sudah dipakai. Sebagaimana kita ketahui, unsur hara dalam tanah itu sangat
  14. 14. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 9 terbatas, sehingga perlu upaya penggemburan setelah masa panen. Kegiatan membajak ini paling sering dilakukan di lahan basah (sawah) dibandingkan dengan lahan kering (ladang, pekarangan). Membajak tanah berarti melakukan pembalikan tanah dengan alat seperti cangkul, garu, waluku dan traktor. Pembalikan tanah biasanya sampai kedalaman 30-50 cm, tergantung jenis tanah yang dimiliki oleh petani. Setelah dilakukan pembalikan maka tanah harus diratakan sampai halus agar bisa jadi media tanam yang baik. Proses membajak tanah akan kelihatan berhasil jika pertumbuhan tanaman kelihatan baik. Media tanam harus dipastikan mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Fase membajak tanah merupakan tahap yang paling banyak menghabiskan tenaga para petani, beaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit. hampir 40% beaya produksi dihabiskan pada fase pengolahan tanah ini. Pada tanaman padi, para petani sering kali harus segera menjual hasil panennya atau bahkan terjerat utang dikarenakan petani membutuhkan uang tunai untuk membayar pekerja dalam pengolahan tanah. Melakukan kegiatan membajak sawah sebenarnya memiliki makna yang cukup dalam, dimana petani harus mengerti bahwa untuk menghasilkan produksi yang baik, diperlukan media tanam yang bagus. Benih yang unggul akan menjadi percuma jika lingkungannya tidak mendukung. Pola pertanian sawah di Indonesia, khususnya jawa, dimana pada sawah yang beririgasi hampir tiap tahun panen 3 kali cukup menguras bahan-bahan organik yang terkandung dalam tanah. hal ini berdampak pada semakin menurunnya kesuburan tanah dengan ditandai tekstur tanah yang semakin keras dan tandus. Bahkan di musim kemarau akan terlihat sekali tanah tersebut mengalami retak-retak yang cukup besar. Kondisi ini diperparah dengan pemakaian pupuk dan pestisida kimia yang berlebihan.
  15. 15. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 10 BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1.Hasil A. Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin) a. Traktor sebagai sumber daya dalam bidang pertanian 1. Pengamatan spesifikasi traktor besar Nama : Traktor Besar Merek : juh. bilt Model/tipe : “F” (transmission fluid) Negara pembuatan/tahun : Amerika/ Motor penggerak Nama : Diesel Merek : tri-tractor Model/tipe : D8/8 HP/RPM : - Jumlah silinder : 1 Volume silinder : - Perbandingan kompresi : - Urutan penyalaan : - System pendinginan : Radiator / oli System pelumasan : oli System transmisi : roda gigi Kopling : otomatis PTO : - Persneling : manual Ukuran Traktor Panjang/Lebar/Tinggi (Cm) : 305 cm/120 cm/120 cm Berat (Kg) : - Jarak poros roda (mm) : 185 cm Jarak antar roda Depan : 125 cm Belakang : 75 cm Renggang dngan tanah (mm) : 46 cm Ukuran roda Depan :  45 cm Belakang :  91 cm Kapasitas tangki (l) : 5 liter Bahan bakar : solar Pelumas Mesin : oli Transmisi : oli Saringan udara : oli
  16. 16. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 11 Gambar 1 . Traktor besar (roda 4) dan bagian – bagiannya Ket : 1. P 2. Kopling 3. Saringan udara 4. Tangki solar 5. Roda belakang 6. Roda depan 7. Setir 2. Pengamatan spesifikasi Hand Traktor Nama : hand traktor Merek : quick g-3000 Model/tipe : steming clutch Negara pembuatan/tahun : Jepang rakitan Indonesia Motor penggerak Nama : Diesel Merek : kobuta direct injection diesel Model/tipe : direct injection HP/RPM : 2200 Jumlah silinder : 1 Volume silinder : 487 cc Perbandingan kompresi : - : - Urutan penyalaan : System pendinginan : liquid cold System pelumasan : oli System transmisi : v-belt Kopling : manual PTO : - Persneling : - Ukuran Traktor Panjang/Lebar/Tinggi (Cm) : 275 cm/115 cm/100 cm Berat (Kg) : - Jarak poros roda (mm) : 100 mm Jarak antar roda (mm) : 590 mm Renggang dngan tanah (mm) : 400 mm Ukuran roda Depan : Belakang :
  17. 17. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 12 Kapasitas tangki (l) : 2 liter Bahan bakar : solar Pelumas Mesin : oli Transmisi : v-belt Saringan udara : - Gambar 2 . Hand traktor (roda 2) dan bagian – bagiannya Ket : 1. Roda 2. Tangki 3. Radiator 4. Knalpot 5. Start (ontel) 6. Perseneling 7. Kopling 8. Handle (stang) 9. Gas (tuas) 10. Draw bar 11. Mesin 12. Standar 13. kerangka b. Alat dan mesin pengolah tanah 1. Pengamatan spesifikasi bajak singkal (molboard plow) Nama : Bajak singkal Merek : - Model/tipe/nomor seri : - Negara pembuat/tahun : indonesia Cara penggandengan : maunted Ukuran Panjang/lebar/tinggi (cm) : 60 cm/37 cm/ 76 cm Renggang bawah (mm) : 44 cm Renggang samping (mm) : 4,2 cm Berat (kg) : 37 kg Perlengkapan bajak Singkal bajak (coulter) : ada / tidak Jointer : ada / tidak Roda alur (furrow wheel) : ada / tidak Roda dukung (land wheel) : ada / tidak
  18. 18. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 13 Gambar 3 . Bajak singkal dan bagian – bagiannya Ket : 1. Draw bar (pengait) 2. Singkal bajak 3. Kerangka bajak 4. Pengatur kedalaman 5. Mata bajak 2. Pengamatan spesifikasi bajak piringan (disk plow) Nama : Bajak piringan Merek : Quick traktor Model/tipe/nomor seri : Negara pembuat/tahun : indonesia Cara penggandengan : Ukuran Panjang/lebar/tinggi (cm) : 85 cm/ 43 cm/ 60 cm Renggang bawah (mm) : 23 cm Renggang samping (mm) : 7 cm Berat (kg) : Perlengkapan bajak Singkal bajak (coulter) : ada / tidak Jointer : ada / tidak Roda alur (furrow wheel) : ada / tidak Roda dukung (land wheel) : ada / tidak Gambar 4 . Bajak piringan dan bagian – bagiannya Ket : 1. Pirinan bajak 2. Roda alur 3. Draw bar 4. Pengatur kedalaman 5. Pengatur roda 6. Kerangka bajak
  19. 19. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 14 3. Pengamatan spesifikasi garu piringan (disk herrow) Nama : Garu piringan Merek : juft-bilt Model/tipe/nomor seri : type “ 8 transmission fluid Negara pembuat/tahun : Indonesia / Amerika Jumlah rangkaian (gang) : 3 gang Jumlah piringan (rangkaian) : 8 rangkaian Jenis piringan : lingkaran bergerigi pada tepi Diameter piringan (cm) : 40 cm Lebar kerja garu : 125,6 cm Cara penggandengan : garu piringan dipasangkn ditraktor Ukuran Panjang/lebar/tinggi (cm) : 124 cm/ 43 cm / 55 cm Berat (kg) : Perlengkapan garu Roda alur (furrow wheel) : ada / tidak Roda dukung (land wheel) : ada / tidak Gambar 5 garu piringan dan bagian – bagiannya Ket : 1. Draw bar (pengait) 2. Roda garu 3. Kerangka (dudukan piringan) 4. Mata garu piringan 5. Roda alur
  20. 20. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 15 c. Alat dan mesin pemelihara tanaman 1. Pengamatan spesifikasi knapsack hand sprayer Nama : Knapsack sprayer Merek : SWAN Model/tipe/nomor seri : SWA, no 152877 Negara pembuat/tahun : Indonesia Jenis nosel/pengabut : menyebar bentuk V Volume tangki obat (l) : 14/16 l Tekanan kerja (kg/ ) : 10 kg / Ukuran Panjang/lebar/tinggi (cm) : 60 cm/ 21 cm Berat (kg) : 5 kg Gambar 6 . knapsack hand sprayer dan bagian – bagiannya Ket : 1. Tangki 2. Pengukur tekanan kerja 3. Lubang tempat memasukan cairan 4. Pemompa tangki 5. Tali punggung 6. Kran knapsack 7. Keran pengatur cairan 8. Selang 9. Pipa nosel 10. nosel
  21. 21. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 16 B. Kapasitas Kerja Lapang 1. Waktu hilang oleh overlap : 30 cm : Lebar kerja : i. 36 cm i. 36 cm ii. 76 cm ii. 40 cm iii. 89 cm iii. 13 cm Rata-rata : 29,7 cm % waktu overlap ( ) : : : 1 % 2. Waktu hilang karena slep D : 77 cm N : 10 L : i. 1650 cm ii. 1660 cm iii. 1680 cm Rata- rata L = 1663 cm % waktu slep ( ) = = = = 31,28 % 3. Waktu hilang untuk membelok T : 12 menit 42 detik = 762 detik : 12 detik % waktu belok ( ) = = = 1,57 % 4. Waktu hilang karna macet
  22. 22. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 17 T :762 detik :9 detik % waktu macet ( ) = = = 1,18 % : 1 % = 0,01 : 31,28% = 0,3128 : 1,57 % = 0,0157 : 1,18 % = 0,0118 Efisien kerja = ( )( )( ) x 100% = (1 – 0.01)(1 – 0,3128)(1 – 0,0157 – 0,0118) x 100% = (0,99)(0,6872)(0,9725) x100% = 66,16 % C. Membajak Praktikum membajak membajak dilaksanakan : Hari / tanggal praktikum : Selasa / 08 januari 2013 Tempat : kebun percobaan kaliurang Alat dan mesin yang digunakan : hand traktor (roda 2) Putaran : 1 kali putaran /praktikan
  23. 23. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 18 3.2.Pembahasan A. Identifikasi Alat dan Mesin (Alsin) 1. Traktor sebagai sumber daya dalam bidang pertanian Praktikum dengan judul pengenalan dasar dan latihan pengendalian traktor memiliki tujuan untuk mengetahui bagian-bagian dari traktor dan untuk mengetahui fungsi dari bagian-bagian utama traktor tersebut, di dalam kaitannya untuk dapat menjalankan usaha pemeliharaan, perbaikan dan penggunaan serta pengendalian traktor secara tepat. Agar praktikum dapat dilakukan dengan efektif dan efisien, maka diperlukan pengetahuan mengenai watak laku teknis dari traktor, mulai dari bagian beserta fungsi hingga operasionalnya. Praktikum kali ini mengidentifikasi jenis traktor yaitu traktor besar (roda 4) dan hand traktor (roda 2) Traktor besar dan Hand traktor ini dapat digunakan untuk mengolah lahan yang lebih luas dengan lebih cepat. Masing-masing traktor mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Namun pada dasarnya traktor mempunyai komponen sama yang tidak dimiliki oleh kendaraan jenis lain. Antara lain pengunci differensial (differential lock), final drive, tempat pengambilan daya (power take off), sistem pengangkatan hidrolis, batang penarik (draw bar), double throtle, dan double pedal. Traktor yang di identifikasi saat praktikum kali ini yaitu traktor besar merek juh.bilt,buatan Negara Amerika dan hand traktor merek quick G3000 , model/tipe steming cluth , buatan Negara Jepang rakitan Indonesia, untuk menggerakkan traktor ini diperlukan motor penggerak, Motor penggerak traktor besar bermerek tri-tractor model/tipe D8/8, sistem tranmisi roda gigi dan untuk motor penggerak hand traktor ini bermerk kobuta model/tipe direct injection, system tranmisi v-belt. Pada umumnya traktor dapat dibedakan. berdasarkan roda penggeraknya traktor dapat dibedakan menjadi traktor menggunakan roda karet (wheel type tractor) dan traktor menggunakan roda rantai
  24. 24. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 19 (track type tractor). traktor menggunakan roda karet (wheel type tractor), selain dapat dipakai di lahan pertanian, jenis traktor ini juga bisa dipakai di jalan aspal sebagai alat transportasi. Traktor ini terdiri atas traktor beroda dua (hand tractor), biasanya berukuran kecil . Cara pengendaliannya, operator tidak naik diatas traktor tetapi berjalan di belakang. Cocok untuk usaha pertanian kecil. dan traktor roda empat (four wheel tractor), traktor ini mempunyai dua roda depan yang terpisah dan dua roda belakang yang terpisah. Traktor ini cocok untuk menarik beban berat misalkan bajak. Traktor menggunakan roda rantai (track type tractor), traktor ini menggunakan landasan roda rantai besi biasanya traktor ini berdaya besar dan berat. Cocok untuk pekerjaan berat misalnya untuk pembukaan hutan, meratakan tanah, serta pekerjaan-pekerjaan sebelum pengolahan tanah. Berdasarkan kegunaannya traktor digolongkan atas traktor serbaguna (general purpose tractor), traktor penggunaan khusus (all special purpose tractor), traktor perkebunan (plantation tractor), traktor industri (industrial tractor), dan traktor kebun (garden tractor). 2. Alat dan mesin pengolah tanah Praktikum mengenai pengidentifikasian, pengenalan alat dan mesin pengolah tanah ini, akan di perkenalkanya berbagai macam alat pengolahan tanah. Pengolahan tanah dapat dibagi menjadi dua yaitu pengolahan tanah primer dan pengolahan tanah sekunder. Perbedaan antara pengolahan tanah primer dan sekunder terletak pada kedalaman pengolahan, hasil pengolahan tanah, dan alat pengolah tanah tersebut, dimana kedalaman pengolahan tanah primer lebih dari 15 cm sedangkan pengolahan tanah sekunder kurang dari 15 cm dan hasil pengolahan tanah primer masih berbentuk bongkahan kasar sedangkan pada pengolahan tanah sekunder sudah lebih halus. Alat yang digunakannya pun berbeda Pada pengolahan tanah primer menggunakan bajak seperti bajak singkal, bajak piringan, sedangkan pengolahan tanah kedua menggunakan garu piringan. Keseluruhan alat
  25. 25. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 20 pengolah tersebut akan dibahas pada praktikum kali ini, mulai dari pengolahan tanah primer dengan bajak, pengolahan tanah skunder dengan garu. Hal yang pertama kali di bahas yaitu bajak, lebih khususnya bajak singkal. Bajak singkal menggunakan tipe penggandengan maunted dan jenis daya penarikan berupa hand traktor. Bajak singkal ditujukan untuk pemecahan banyak tipe tanah dan cocok sekali untuk pembalikan tanah serta penutupan sisa-sisa tanaman. Untuk bagian-bagian bajak singkal, biasanya bajak ini dilengkapi jointer, namun pada praktikum, bajak singkal yang digunakan tidak dilengkapi dengan jointer, jointer yang berfungsi untuk menutup serasah lebih sempurna dalam pembajakan. Pada praktikum ini juga terdapat bajak piringan, piringan pada bajak ini sebagai komponen pemotong, pengangkat dan pembalik tanah pada bajak piringan. Beberapa keunggulan bajak piringan terhadap singkal antara lain dapat bekerja ditanah lengket dan liat, di tanah kering dan keras di mana singkal tidak bisa masuk kedalam tanah, di tanah kasar dan di dalamnya banyak batu-batu dan akar, menghasilkan pembajakan yang lebih dalam dari bajak singkal. Pengolah tanah skunder pada praktikum ini digunakannya garu piringan, garu piringan mempunyai ukuran dan kecekungan piringan yang relative lebih kecil dibandingkan dengan bajak piringan, hal ini disebabkan pada pengolahan tanah kedua dilakukan lebih dangkal dan tidak diperlukan pembalikan tanah yang efektif seperti pengolahan tanah pertama. Pada garu piringan ini menggunakan 5 piringan dalam setiap rangkaian dengan menggunakan satu poros. Jenis piringan adalah piringan standard yaitu tepinya rata. Sudut piringan pada garu adalah hingga , sudut ini mempengaruhi lebar potongan tanah dan kecenderungan menggelinding.
  26. 26. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 21 B. Kapasitas Kerja Lapang Praktikum dengan judul pengukuran kapasitas dan efisiensi kerja lapang memiliki tujuan untuk mempelajari kinerja alat mesin pengolah tanah secara mekanis ditinjau dari aspek teknik kerekayasaan, teknik operasional dan aspek ekonomi di dalam kaitannya menjalankan usaha , pengolahan tanah menggunakan traktor secara tepat. Traktor merupakan salah satu mesin bersumber daya mekanis yang digerakkan oleh motor penggerak dengan berbahan solar atau bensin. Dengan menggunakan traktor, usaha pertanian akan lebih efektif dan efisien, karena traktor dapat mempersingkat waktu kerja serta tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Dalam praktikum kali ini menggunakan hand traktor dan traktor tangan. Hand trakto dapat digunakan untuk mengolah lahan yang lebih luas dengan lebih cepat. Selain itu juga menghemat tenaga dari operator. Pada praktikum kali ini hand traktor yang digunakan merek quick G3000, buatan Negara Jepang rakitan Indonesia, Traktor tangan ini memiliki ukuran dimensi total yakni panjang 275cm / lebar 115cm/ tinggi 100 cm. Traktor ini dilengkapi bajak singkal. Traktor tangan ini dilengkapi dengan roda alur penyetabil. Pengumpulan data pada praktikum kali ini dilakukan dengan pengukuran lebar kerja, kerugian akibat terjadinya tumpang tindih, kerugian waktu dan kerugian karena slip. Pengolahan tanah dengan traktor mini pada praktikum ini menggunakan pola tepi (headland pattern, from boundaries). Pola operasi lapang ini cocok untuk mengerjakan tanah yang bentuk lahannya empat persegi panjang pada praktikum. Pola ini umumnya digunakan untuk pengerjaan tanah menggunakan bajak singkal karena mempunyai satu arah pembalikan tanah, umumnya kearah kanan. Pembajakan dimulai dari arah tepi sebelah kanan, bajak diangkat pada ujung lintasan dan kembali diturunkan, selama bajak diangkat itu merupakan pengumpulan data waktu tidak efektif. Arah gerakan traktor berlawanan arah jarum jam. Pada saat pembajakan, adakalanya roda
  27. 27. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 22 mengalami slip, hal tersebut merupakan data kerugian akibat slip dan data lainnya dilakukan dengan pengukuran menggunakan rollmeter.setelah data terkumpul dilakukan perhitungan. Dari data pengukuran dan perhitungan diperoleh efisiensi kerja (E) berdasarkan waktu yang hilang diperoleh sebesar 1 % , sebesar31,28%, sebesar 1,57 %, sebesar 1,18 % ,sehingga diperoleh efisiensi sebesar 66,16 %. Adakalnya data yang terukur terlihat tidak wajar, baik itu terlalu besar maupun terlalu kecil, misalnya pada pengukuran lebar kerja, data yang terlalu besar dapat disebabkan karena ada pengelangan pembajakan atau saat pembajakan, bajak terhambat mengakibatkan bajak tergeser yang mempengaruhi lebar kerja, sedangkan pada data yang terlalu kecil dapat disebabkan adanya tumpang tindih pembajakan atau dengan katalain hasil bajakan sebagian terbajak lagi. Pengolahan tanah dengan traktor tangan pada praktikum ini menggunakan pola bersambung balik merapat (continuous pattern turn strips at each end). Pada saat pembajakan, adakalanya roda mengalami slip, hal tersebut merupakan data kerugian akibat slip dan data lainnya dilakukan dengan pengukuran menggunakan rollmeter. Hasil perhitungan dari data yang terkumpul, terlihat bahwa efisiensi traktor tangan Dalam praktikum kali ini sebesar 66,16 Semakin besar nilai efisiensi maka penggunaan traktor semakin baik pula, penggunaan tktor tangan lebih baik dibanding traktor mini karena nilai efisiensinya lebih besar, hal tersebut cocok karena lahan yang dibajak pada praktikum kali ini berpetak kecil,Berdasarkan teori traktor mini akan berefisiensi lebih tinggi jika lahan yang akan dibajak lebih berukuran besar, karena pada lahan yang besar penggunaan traktor mini akan lebih mudah dalam pengendalianya dibandingkan dengan menggunakan hand traktor, karena hand traktor memerlukan tenaga yang ekstra kuat untuk mengendalikan pada lahan yang cukup luas karena resiko tertarik oleh traktor itu sendiri semakin besar.
  28. 28. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 23 C. Membajak Praktikum dalam acara membajak kali ini dilakukan di kebun percobaan kaliurang pada hari selasa januari 2013 , traktor yang di gunakan untuk membajak yaitu hand traktor atau traktor tangan, awal mula yaitu menghidupkan motor pengerak. traktor yang menggunakan motor diesel dihidupkan dengan engkol. Mula – mula engkol dipasang pada poros engkol (crank Shaft). Setelah gas dibesarkan sedikit. Engkol diputar beberapa kali sampai putarannya cukup untuk menghidupakan motor. Sewaktu pemutaran, jangan lupa menrik alat penghilang kompresi (dekompresi level). Jika tidak akan dapat memutar engkol motor. Memajukan hand traktor, Traktor roda dua baru dapat maju setelah motor dihidupkan. Setelah itu periksalah apakah gigi / porsneling sudahj netral dan kopling, jika tidak mungkin saja dapat menimbulkan kecelakaan. Disamping itu pada traktor terdapat alat yang dapat mengatur kecepatan rendah atau tinggi. Alat ini digunakan untuk menambah atau mengurangi kecepatan lajunya traktor dan juga untuk putaran garu/ cangkul putar. Menghentikan traktor. Traktor dapat dihentikan cukup dengan menarik tongkat kopling kebelakang. Yaitu ke posisi “OFF”. Kalau dalam posisi “OFF” traktor belum berhenti , berarti penyetelan kopling tidak baik atau piringannya sudah aus. Setelah traktor berhenti, segera netralkan gigi kembali dan turunkan gas. Membelokkan traktor. Membelokkan traktor sewaktu bekerja dilakukan dengan menggunakan steering clutch/ kopling pembelok kiri dan kanan. Sewaktu membelok jangan lupa menurunkan gas dan mengangkat sedikit bagian belakang traktor agar pembelokannya lebih mudah dilaksanakan. Hal ini perlu dilakukan terutama kalau bekerja ditanah yang lembek dan basah. Jika tidak ada kemungkinan traktor terbenam. Tekanlah kopling pembelok kiri bila hendak membelok kekiri dan tekanlah kopling kekanan kalau hendak membelok kekanan.
  29. 29. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 24 Memundurkan traktor. Kopling dalam posisi OFF setelah itu masukkan gigi ke gigi mundur R, kemudian lepaskan kopling pelan pelan dan gas jangan terlalu besar. Kalau kopling dilepaskan sekaligus maka kecelakan mungkin akan terjadi. Menjalankan lurus kedepan. TRaktor harus dapat jalan lurus ke muka selama operasi. Kalau traktor jaln berbelok – belok. Maka akan menyulitkan pekerjaan selanjutnya dan memungkinkan traktor terbenam terutama jika tanahnya basah atau lembek. Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk membuat traktor dapat berjalan lurus kedepan yaitu : 1. operator harus memandang lurus kedepan. 2. Peganglah pegangan traktor dengan tangan lentur dan tidak kaku. 3. Jika traktor membelok ke kiri atau kekanan, tekanlah segera kopling pembelok kanan atau kiri. 4. Kalau menggunakan ban karet usahakanlah agar tekanan angin ban kiri dan kanan sama.
  30. 30. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 25 BAB IV KESIMPULAN Traktor merupakan salah satu alat mesin pertanian menggunakan sumber daya mekanis sebagai sumber dayanya dan berfungsi sebagai unit penggerak penarik beban dalam hal pengolahan, perawatan, pemanenan kegiatan pertanian.Traktor yang menggunakan motor diesel dihidupkan dengan engkol. Mula–mula engkol dipasang pada poros engkol (crank Shaft). Setelah gas dibesarkan sedikit. Engkol diputar beberapa kali sampai putarannya cukup untuk menghidupakan motor.Traktor harus dapat jalan lurus ke muka selama operasi. Kalau traktor jaln berbelok – belok. Maka akan menyulitkan pekerjaan selanjutnya dan memungkinkan traktor terbenam terutama jika tanahnya basah atau lembek.Traktor tangan ( hand tractor ) adalah sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanianmempunyai bentuk beroda dua dan lebih kecil dari pada traktor mini.Traktor tangan ( hand tractor ) digunakan untuk mengolah tanah di persawahan dan juga untuk tenaga penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing,trailer, dan lain-lain. Kapasitas teoritis pembajakan menunjukan seberapa besar kemampuan optimum traktor dalam membajak lahan pertanian.Efisiensi pembajakan diperoleh dari seberapa besar kapasitas actual dan teoritis yang diperoleh pada traktor saat pengolahan lahan.Umumnya pada lahan pertanian yang basah, kadar liat tinggi, dan konfigurasi lahan yang fluktuatif / tidak seragam, menimbulkan slip yang besar pada laju traktor.Besarnya overlapping akan mempengaruhi lamanya waktu pembajakan keseluruhan areal pembajakan yang akan dilakukan.efektifitas kerja dari praktikum yang kami peroleh adalah 66,16 %.
  31. 31. LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN 2013 26 DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun, Penuntun Praktikum IRIGASI DAN DRAINASE, 2005. Laboratorium Mesin dan Peralatan I, Jur. Teknik Pertanian, FAPERTA, UNSYIAH. http://id.wikipedia.org/wiki/Traktor. (Diakses tanggal 20 januari 2013) http://www.ideelok.com/alat-dan-mesin/traktor-tangan. 9 (Diakses tanggal 20 januari 2013) Mulyoto H. dkk, 1996. Mesin-mesin Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta. Nawawi Gunawan, Ir., MS. 2001. Pengenalan Alat Dan Mesin Pertanian. Departemen Pendidikan Nasional Proyek Pengembangan Sistem Dan Standar Pengelolaan Smk. Direktorat Pendidikan Menengah Ke

×