Tutorial menginstal-wordpress-secara-offline-di-windows
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tutorial menginstal-wordpress-secara-offline-di-windows

on

  • 463 views

 

Statistics

Views

Total Views
463
Views on SlideShare
440
Embed Views
23

Actions

Likes
0
Downloads
2
Comments
0

2 Embeds 23

http://ekanurulfauziah.blogspot.com 20
http://www.ekanurulfauziah.blogspot.com 3

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Tutorial menginstal-wordpress-secara-offline-di-windows Tutorial menginstal-wordpress-secara-offline-di-windows Document Transcript

  • TUTORIAL MENGINSTAL WORDPRESS SECARA OFFLINE DI WINDOWS Seiring bertambah populernya internet, semakin bertambah pula blog dan web yang ada. Web dan blog mempunyai banyak kegunaan. Salah satunya adalah fungsi berbagi ilmu (knowledge sharing). Ini biasa dilakukan oleh para blogger yang saling berinteraksi. Hmm...sekarang pertanyaannya, Bagaimana membuat blog yang interaktif dan full customized? Blog yang bisa kita modifikasi sendiri. Ditambah plugin, ganti template, script tambahan, yang itu semua membutuhkan skill yang perlu kita ketahui. Oke, sekarang aku pengen berbagi ilmu tentang gimana caranya membuat blog sendiri. Pada prinsipnya blog jenis ini berbeda dengan cara yang biasa temen2 lakukan saat mendaftar blog di situs http://www.blogger.com maupun http://www.wordpress.com. Kita di sini sama-sama menggunaan wordpress, tapi wordpress yang bersifat offline. Artinya wordpress ini dapat kita jalankan walaupun kita tidak terkoneksi dengan internet. Sekarang kita mulai saja.. Sebelum menjelaskan step-step yang harus dilakukan, kita perlu mempersiapkan software-software yang perlu kita gunakan. Layaknya memasak, percuma ada resep jika tidak ada bahanbahannya..haha.. Kebutuhan Minimum : Sistem Operasi : Windows (Boleh Windows XP, Vista, maupun 7. Di sini aku memakai Windows 7 Professional). Hardware : Karena bersifat web based, hardware yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi. Pake komputer Pentium 4, RAM 512 MB aja masih bisa kok..  Software : - Web server Web server adalah software yang bertindak sebagai server local bagi web kita. Ibaratnya seperti hosting lokal lah.. Di sini kita akan pakai AppServ versi 2.5.10 (bisa download di http://www.appservnetwork.com/ ). Di dalam AppServ ini sudah terpaket Apache dan MySQL. 1
  • Logo AppServ Apache HTTP Server adalah adalah server web yang dapat dijalankan di banyak sistem operasi (Unix, BSD,Linux, Microsoft Windows dan Novell Netware serta platform lainnya) yang berguna untuk melayani dan memfungsikan situs web. Protokol yang digunakan untuk melayani fasilitas web/www ini menggunakan HTTP (Menurut Wikipedia). Logo Apache MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahas Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia (Menurut Wikipedia juga ) Logo MySQL - Wordpress (versi offline) Wordpress offline adalah software web base Wordpress yang bisa customize sesukan hati kita. Filenya berbentuk file .zip atau tar.gz. Di dalam file ini terdapat file konfigurasi wordpress yang siap digunakan. Asal tahu saja, wordpress ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP. Kalau dilihat dari strukturnya sih, sudah memakai framework dalam pembuatannya. Oke bagian ini di-skip saja, segera kunjungi http://wordpress.org/download/ untuk mendapatkan Wordpress latest version. Saat tulisan ini kutulis, versinya sudah 3.1. 2
  • Manual instalasi lengkap bisa juga di sini http://codex.wordpress.org/Installing_WordPress (english version) - Browser Namanya aja software web base, pasti butuh browser untuk mengakses wordpress ini nantinya. Yang belum tahu definisi browser, Browser disebut juga peramban, adalah perangkat lunak yang berfungsi menampilkan dan melakukan interaksi dengan dokumen-dokumen yang disediakan oleh server web (kata Mbah Wikipedia juga ). Browser ini ada banyak macamnya..di antaranya.. Microsoft Internet Explorer (http://www.microsoft.com/windows/internetexplorer/default.aspx). Mozilla Firefox (http://www.mozilla.com/id/firefox/) Opera (http://www.opera.com/) Google Chrome (http://www.google.com/chrome) Masih banyak browser-browser yang lain..silahkan cari sendiri..  Macam-macam Browser Setelah semua bahan-bahan telah siap, segera lanjut ke tahap implementasi..  Langkah-langkah : Pertama kita install dulu browsernya.. terserah temen-temen mau pake browser apa, yang penting mendukung untuk kinerja kita nantinya. Kemudian kita menginstall web server (AppServ). Step-step menginstall bisa dilihat di http://www.appservnetwork.com/modules.php?name=Content&pa=showpage&pid=19 3
  • Setelah langkah menginstal selesai, ketik http://localhost pada browser. Akan muncul tampilan sebagai berikut. Jika tampilan di atas sudah muncul, maka itu tanda bahwa AppServ berhasil diinstall. Jika tidak, segera cek proses yang berjalan. Usahakan proses httpd.exe dan mysql-nt.exe ada. Proses ini bisa dilihat pada Task Manager ataupun menggunakan software third-party seperti Process Explorer (download di http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb896653). Apache berhasil dijalankan, sekarang kita membuat database yang diperlukan untuk menampung data-data dalam wordpress nantinya. Buka http://localhost/phpmyadmin untuk mengakses phpMyAdmin. Jika ada pertanyaan untuk memasukkan user dan password, isi user dengan root dan password dengan root. Ini adalah username dan password default, bisa diubah nantinya. phpMyAdmin adalah perangkat lunak bebas yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasiMySQL melalui Jejaring Jagat Jembar (World Wide Web). phpMyAdmin mendukung berbagai operasi MySQL, diantaranya (mengelola basis data, tabel-tabel, bidang (fields), relasi (relations), indeks, pengguna (users), perijinan (permissions), dan lain-lain).  Menurut Wikipedia. 4
  • Tampilan phpMyAdmin Buat database, isikan nama database pada textbox yang sudah tersedia, misalkan di sini kita beri nama wordpress_db. Kemudian tekan create. Database telah siap, sekarang kita lanjut ke penginstalan wordpress. Karena file wordpress berbentuk zip, kita extract dulu pada folder C:AppServwww (Jika directory systemnya C). Kemudian panggil wordpress dengan mengetik alamat http://localhost/wordpress pada browser. Jika penginstalan sukses, akan muncul tampilan seperti berikut : Klik tombol “Creata a Configuration File”. 5
  • Muncul tampilan sebagai berikut : Sekarang kita akan memulai mengatur konfigurasi wordpress. Konfigurasi di sini menyangkut server yang kita gunakan (dalam ini localhost). Ada beberapa parameter yang akan kita setting, di antaranya nama database, username database, password database, nama host (dalam eksperimen kali ini hostnya adalah localhost), dan tabel prefix. Tabel prefix ini adalah awalan nama tabel yang akan dibuat secara otomatis oleh wordpress. Misalkan ada tabel username dan product. Tabel prefixnya adalah “wp_”, maka tabel yang dihasilkan adalah “wp_username” dan “wp_product” Nama tabel awal : username Tabel prefix : wp_ Nama tabel yang dihasilkan : wp_username Klik tombol “Let’s go!” Muncul tampilan seperti ini. 6
  • Tampilan di atas adalah tampilan default sebelum kita ubah parameter-parameternya. Sesuaikan dengan konfigurasi pada database yang telah dibuat. Perhatikan contoh berikut Konfigurasi database : Database Name : wordpress_db User Name : root Password : root Database Host : localhost Table Prefix : wp_ (default)  boleh diganti sesuai keinginan. 7
  • Klik “Submit” Jika berhasil, akan muncul tampilan di bawah. Notifikasi Sukses Jika masih error, periksa apakah database sudah dibuat atau belum Next step, klik “Run the Install” 8
  • Site Title : Nama blog, menjadi identitas blog. Username : Identitas admin, digunakan saat akan masuk ke halaman administrator. Password : Password yang digunakan bersama username saat login. E-mail : Alamat email yang berguna memberitahu segala perubahan yang dilakukan pada blog, bisa dicustomize lebih lanjut. Allow my site.. : Pilihan apakah blog yang kita buat akan tampil di search engine seperti Google dan Technorati. Ini tergantung blog dengan karakteristik seperti apa yang ingin dibuat. Jika bertipe privasi, tidak usah dicentang. Contoh pengisian identitas blog: 9
  • Site Title : Blognya Mas Fadli Username : admin Password : admin E-mail : admin@gmail.com Klik “Install Wordpress” 10
  • Pemberitahuan bahwa Blog berhasil dibuat. Segera login dengan username dan password yang telah dibuat. Halaman ini terletak pada alamat %alamat_blog%/wp-admin. Pada contoh, halaman login diakses pada alamat “localhost/wordpress/wp-admin”. Bisa juga dengan “localhost/wordpress/wplogin.php”. Setelah diisi, klik tombol login. Inilah tampilan Halaman administrator dari Blog yang telah kita buat. 11
  • Untuk melihat halaman utama, klik nama blog yang terletak di kiri atas. 12
  • Blog yang kita buat masih menggunakan tema default, yaitu Twenty Ten. Kita bisa customize lebih lanjut. Penggantian Theme, penambahan plugin dan widget, dan lain-lain. Artikel tentang content dalam wordpress akan aku jelaskan di artikel yang lain. Semoga bermanfaat, Salam..  13