Your SlideShare is downloading. ×
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Makalah keperawatan dewasa 3 ispa
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Makalah keperawatan dewasa 3 ispa

1,292

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,292
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
25
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang Suatu organisme atau mahluk hidup memiliki bermacam-macam sistemjaringan atau organ dalam tubuhnya, dimana sistem tersebut memiliki fungsi danperanan serta manfaat tertentu bagi mahluk hidup. Salah satu sistem yang adapada suatu organisme yakni sistem pernapasan.Sistem_pernafasan_pada_manusia_terdiri_dari_hidung, laring, faring, trakea,bronkus, bronkiolus, dan alveolus. Sistem pernapasan ini sendiri memiliki fungsidan peranan yang sangat penting bagi mahluk hidup. Pernafasan adalah aktivitaspenting dalam kehidupan. Untuk itu, dibutuhkan suplai oksigen yang terusmenerus, namun tidak semua oksigen yang dihirup bebas dari kuman, virusmaupun kotoran yang disebarkan di udara. Udara kotor dan sudah tercemar olehradikal bebas akan menyebabkan penyakit bagi tubuh manusia, terutama penyakityang berhubungan dengan pernafasan. Beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasanmanusia diantaranya yaitu sesak nafas, influenza, pilek, dan batuk. Gangguansistem pernapasan dapat terjadi karena faktor genetik, pola hidup tidak sehat,maupun infeksi mikroorganisme dan virus. Jika sistem pernafasan ini terganggukarena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu sehinggadapat menyebabkan kematian. Organ pernafasan merupakan salah satu organterpenting bagi tubuh manusia. Oleh karena itu pengetahuan yang cukup danmemadai tentang organ pernafasan, mekanisme terjadinya gangguan sistempernafasan, mekanisme pertahanan sistem pertahanan dan agen infeksi yang dapatmenyerang organ pernafasan penting untuk diketahui agar kita dapat mencegahdan mengobatinya dengan tepat. Pada makalah ini penyusun akan menjelaskantentang berbagai organ pernafasan (hidung, laring, faring, trakea, bronkus,bronkiolus, dan paru-paru), mekanisme pertahanan sistem pernafasan, gejala, danpenyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan (demam, influenza,menggigil, sesak nafas, dan batuk), agen infeksi penyebab terjadinya gangguan
  • 2. sistem pernafasan seperti bakteri, virus, dan mikroorganisme lainya serta jaringandan sel-sel yang terkait dengan gangguan sistem pernafasan.1.2. Tujuan Penulisan Tujuan Umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikanpengetahuan kepada pembaca tentang gejala demam, menggigil, pilek, dan sesaknafas. Hal ini dimaksudkan agar kita bisa berhati-hati dan mengenal kemungkinanbila terjadi gejala-gejala tersebut. Sehingga jika kita terserang gejala tersebut, kitadapat mengatasinya dengan tepat atas dasar pengetahuan yang benar.1.3. Rumusan Masalaha. Bagaimana mekanisme terjadinya demam?b. Bagaimana mekanisme terjadinya pilek?c. Bagaimana mekanisme terjadinya menggigil?d. Bagaimana mekanisme terjadinya sesak nafas?e. Apa yang menyebabkan keempat gejala tersebut bisa terjadi?1.4. Metode Penulisan Metode penulisan yang kami pergunakan adalah telusur pustaka, yaitumengadakan tinjauan kepustakaan untuk memperoleh bahan-bahan yangberhubungan dengan judul makalah ini. Kami pun menggunakan internet sebagaisarana referensi yang lain serta dilengkapi dengan diskusi kelompok dengantujuan saling memberi masukan terkait materi yang dibuat.1.5.Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari cover, kata pengantar, daftar isi, empat bab, dan daftarpustaka. Bab pertama adalah pendahuluan, terdiri dari latar belakang, tujuanpenulisan, rumusan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan. Babkedua berisi tinjauan pustaka yang membahas isi dari makalah. Bab ketiga berisipembahasan dan bab keempat kesimpulan dan saran. Terakhir adalah daftarpustaka.
  • 3. BAB II TINJAUAN PUSTAKA2.1. Mekanisme Pertukaran Karbon Dioksida dan Oksigen Pertukaran gas antara oksigen dan karbon dioksida terjadi melalui prosesdifusi. Proses tersebut terjadi di alveolus dan di sel jaringan tubuh. Proses difusiberlangsung sederhana, yaitu hanya dengan gerakan molekul-molekul secarabebas melalui membran sel dari konsentrasi tinggiatau tekanan tinggi kekonsentrasi rendah atau tekanan rendah. Proses pertukaran oksigen dan karbondioksida. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidungsampai alveolus. Di alveolus oksigen mengalami difusi ke kapiler arteripori-pori.Masuknya oksigen dari luar (lingkungan) menyebabkan tekanan parsial oksigen(P02) di alveolus Iebih tinggi dibandingkandengan P02 di kapiler arteri paru-paru.Karena proses difusi selalu terjadi dari daerah yang bertekanan parsial tinggi kedaerah yangbertekanan parsial rendah, oksigen akan bergerak dari alveolusmenuju kapiler arteri paru-paru. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yangmengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. Makin tinggi tekanan parsialoksigen dialveolus, semakin banyak oksigen yang terikat oleh hemoglobin dalamdarah. Hemoglobin terdiri dari empat sub unit, setiap sub unit terdiridari bagianyang disebut heme. Di setiap pusat heme terdapat unsur besi yang dapat berikatandengan oksigen, sehingga setiap molekulhemoglobin dapat membawa empatmolekul oksigen berbentuk oksihemoglobin. Reaksi antara hemoglobin danoksigen berlangsung secarareversibel (bolak-balik) yang dipengaruhi olehbeberapa faktor, yaitu suhu, pH, konsentrasi oksigen dan karbon dioksida, sertatekananparsial. Hemoglobin akan mengangkut oksigen ke jaringan tubuh yangkemudian akan berdifusi masuk ke sel-sel tubuh untuk digunakan dalamprosesrespirasi. Proses difusi ini terjadi karena tekanan parsial oksigen pada kapilertidak sama dengan tekanan parsial oksigen di sel-seltubuh. Di dalam sel-sel tubuh atau jaringan tubuh, oksigen digunakan untukproses respirasi di dalam mitokondria sel. Semakin banyak oksigenyangdigunakan oleh sel-sel tubuh, semakin banyak karbon dioksida yang terbentuk
  • 4. dari proses respirasi. Hal tersebut menyebabkan tekananparsial karbon dioksidaatau (PCO2) dalam sel-sel tubuh lebih tinggi dibandingkan PCO2 dalam kapilervena sel-sel tubuh. Oleh karenanyakarbon dioksida dapat berdifusi dari sel-seltubuh ke dalam kapiler vena sel-sel tubuh yang kemudian akan dibawa oleheritrosit menuju keparu-paru. Di paru-paru terjadi difusi CO2 dari kapiler venamenuju alveolus. Proses tersebut terjadi karena tekanan parsial CO2 padakapilervena lebih tinggi daripada tekanan parsial CO2 dalam alveolus.Karbon dioksidadalam eritrosit akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat. Akibatterbentuknya asam karbonat, pH darah menjadiasam, yaitu sekitar 4,5. Darah yangbersifat asam dapat melepaskan banyak oksigen ke dalam sel-sel tubuh ataujaringan tubuh yangmemerlukannya.Pengertian Paru-Paru Paru-paru merupakan organ dalam sistem pernafasan dan termasuk dalamsistem kitaran vertebrata yang bernafas. Ia berfungsi untuk menukar oksigen dariudara dengan karbondioksida dari darah dengan bantuan hemoglobin. Proses inidikenali sebagai respirasi atau pernafasan. Paru-paru terletak di dalam rongga dada (thoracic cavity), dilindungi olehstruktur tulang selangka dan diliputi dua dinding yang dikenal sebagai pleura.Kedua lapisan ini dipisahkan oleh lapisan udara yang dikenal sebagai ronggapleural yang berisi cairan pleural.Struktur Paru-Paru Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian sampingdibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yangberotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster)yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaputbagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleuravisceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengantulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleurayang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Cairan pleura berasal dari plasma
  • 5. darah yang masuk secara eksudasi. Dinding rongga pleura bersifat permeabelterhadap air dan zat-zat lain. Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, danpembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerahpermukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas.Jaringan Ikat Elastikmengandung Elastin.Elastin adalah protein jaringan ikat yang berperan atas sifatekstensitabilitas (daya regang) dan kelenturan (elastic recoil) jaringan.Polusi udaradapat menyebabkan gangguan pada silia menghambat fungsi makrofagalveolar.Fungsi makrofag alveolar adalah menghancurkan partikel asing termasukbakteri.Mekanisme Pernafasan Pernapasan adalah suatu proses yang terjadi secara otomatis walau dalamkeadaan tertidur sekalipun karena sistem pernapasan dipengaruhi oleh susunansaraf otonom. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi olehperbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh.Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya,apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara(inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasandibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.Pernapasan dada dan perut dapat terjadi secara bersamaan.Mekanisme Pernapasan Dada1. Fase Inspirasi pernapasan dadaMekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulangrusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalamparu-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luarmasuk ke paru-paru2. Fase ekspirasi pernapasan dada
  • 6. Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-parumenyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengantekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.Mekanisme Pernapasan Perut1. Fase inspirasi pernapasan perutMekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadimendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebihkecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk2. Fase ekspirasi pernapasan perutMekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekananudara luar -->udara keluar dari paru-paru. Batuk merupakan suatu refleks pertahanan yang timbul akibat iritasi percabangan trakeobronkial. Tujuannya untuk membersihkan saluran napas. Tidak semua batuk menunjukkan adanya penyakit, tetapi juga merupakan proses normal untuk mengeluarkan benda asing, debu, atau asap yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Namun ada batuk yang menunjukkan adanya penyakit, misalnya bronkitis kronik, asma, tuberkulosis, dan pneumonia. Cara penularan batuk bisa melalui udara. Refleks batuk terdiri dari lima komponen utama yaitu: reseptor batuk, serabut saraf aferen, pusat batuk, susunan saraf eferen dan efektor. Batuk bermula dari suatu rangsang pada reseptor batuk. Reseptor ini berupa serabut saraf non mielin halus yang terletak baik di dalam maupun di luar rongga toraks. Yang terletak di dalam rongga toraks antara lain terdapat di laring, trakea, bronkus dan di pleura. Jumlah reseptor akan semakin
  • 7. berkurang pada cabang-cabang bronkus yang kecil, dan sejumlah besarreseptor didapat di laring, trakea, karina dan daerah percabangan bronkus.Reseptor bahkan juga ditemui di saluran telinga, lambung, hilus, sinusparanasalis, perikardial dan diafragma. Serabut aferen terpenting ada pada cabang nervus vagus, yangmengalirkan rangsang dari laring, trakea, bronkus, pleura, lambung dan jugarangsang dari telinga melalui cabang Arnold dari nervus vagus. Nervustrigeminus menyalurkan rangsang dari sinus paranasalis, nervusglosofaringeus menyalurkan rangsang dari faring dan nervus frenikusmenyalurkan rangsang dari perikardium dan diafragma. Serabut aferen membawa rangsang ini ke pusat batuk yang terletakdi medula oblongata, di dekat pusat pernapasan dan pusat muntah.Kemudian dari sini oleh serabut-serabut eferen nervus Vagus, nervusFrenikus, nervus Interkostal dan lumbar, nervus Trigeminus, nervusFasialis, nervus Hipoglosus dan lain-lain menuju ke efektor. Efektor initerdiri dari otot-otot laring, trakea, bronkus, diafragma, otot-otot interkostaldan lain-lain. Di daerah efektor inilah mekanisme batuk kemudian terjadi. Mekanisme batuk ada tiga fase yaitu: 1. Fase Inspirasi, paru-paru memasukan kurang lebih 2,5 liter udara, esofagus dan pita suara menutup, sehingga udara terjerat dalam paru- paru. 2. Fase Kompresi, otot perut berkontraksi, sehingga diafragma naik dan menekan paru-paru, diikuti pula dengan kontraksi intercosta internus yang pada akhirnya akan menyebabkan tekanan pada paru-paru meningkat hingga 100mm/hg. 3. Fase Ekspirasi, esofagus dan pita suara terbuka dan udara meledak keluar dari paru-paru. Beberapa penyebab atau rangsangan yang menyebabkan batuk,diantaranya:  Iritan: rokok, asap, gas di tempat kerja  Mekanik: benda asing dalam saluran nafas  Penyakit paru obstruktif: bronkitis kronis, asma, emfisema
  • 8. Secara umum, kita dapat mengelompokkan batuk menjadi dua,yaitu batuk produktif dan batuk tidak produktif. Pengelompokan inididasarkan pada ada dan tidaknya dahak yang diproduksi oleh si penderita. o Batuk Produktif Masyarakat luas pada umumnya mengenal penyakit ini dengan sebutan batuk berdahak. Batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan dihasilkannya dahak. Batuk berdahak sangat mengganggu karena terasa gatal dan dahak akan keluar seiring dengan batuk. Hal ini membuat orang yang sedang mengalaminya harus bolak-balik membuang dahak setiap kali batuk. Hal ini tentu saja merepotkan terutama bagi mereka yang harus tetap beraktivitas saat batuk sedang menyerang. Untuk mengatasi batuk berdahak, pilihlah obat batuk khusus untuk batuk berdahak. Perawatan di rumah juga dapat dilakukan dengan cara menghirup uap panas atau dengan banyak minum air putih hangat. o Batuk Tidak Produktif Batuk tidak produktif, atau batuk tidak berdahak atau disebut juga batuk kering, adalah jenis batuk yang tidak disertai produksi dahak yang berlebihan. Gatal di tenggorokan biasanya dialami oleh si penderita dan sangat mengganggu aktivitas. Untuk mengatasinya, minum obat batuk khusus untuk batuk kering, dan minum banyak air putih. Ada juga jenis batuk yang dikelompokkan berdasarkan berapa lamabatuk tersebut bertahan yaitu: o Batuk Akut Batuk akut merupakan jenis batuk yang berlangsung kurang dari 2 minggu. Batuk jenis ini biasanya disebabkan oleh masuk angin, influenza, atau infeksi sinus. o Batuk Kronik Batuk kronik merupakan jenis batuk yang bertahan selama lebih dari 2 minggu, bahkan ada juga yang menahun. Jenis batuk ini juga terjadi
  • 9. secara berulang. Penyebab batuk kronik antara lain adalah asma, TB, dan batuk rejan. Orang dewasa normal menghasilkan mukus sekitar 100 ml dalam saluran napas setiap harinya. Mukus ini diangkut menuju faring dengan gerakan pembersihan normal silia yang melapisi saluran pernapasan. Jika terbentuk mukus yang berlebihan dan pembersihan menjadi tidak efektif mengakibatkan mukus menjadi tertimbun dan merangsang membran mukosa yang akhirnya mukus tersebut dibatukkan keluar sebagai sputum (dahak). Sputum dapat dikelompokkan berdasarkan sumber, warna, sifat dan konsistensi. Sputum yang dihasilkan sewaktu membersihkan tenggorokan kemungkinan besar berasal dari sinus atau saluran hidung. Sputum yang purulen dan banyak dari abses paru, sedangkan sputum yang semakin meningkat dan batuknya menahun merupakan bronkitis kronis/bronkiektasis. Sputum yang berwarna kekuning-kuningan menunjukkan adanya infeksi dan yang berwarna hijau adanya penimbunan nanah dari leukosit yang sudah mati. Sputum yang berbusa, merah muda merupakan tanda dari edema paru akut; berlendir, lekat, abu-abu atau putih tanda bronkitis kronis; dan sputum yang berbau busuk merupakan tanda abses paru atau bronkiektasis. Kandungan dari sputum misal adanya mikroorganisme (bakteri, virus), sel goblet atau sel epitel yang telah mati, nanah, dan darah. Demam atau panas tinggi merupakan suatu keadaan saat suhu tubuh menjadilebih tinggi dari suhu biasanya (normal). Biasanya hal ini terjadi karena daya tahan tubuhseseorang mengalami penurunan sehingga kesehatan pun menjadi terganggu.Seseorang memiliki suhu tubuh normal antara 36-37º C, sementara orang yangmengalami demam memiliki suhu tubuh lebih dari 37º C. Akan tetapi, sebenarnya padasuhu 37,5º C pun seseorang masih berada pada ambang batas suhu normal, sejauh suhutersebut tidak memiliki kecenderungan untuk meningkat. Maka ketika suhu tubuh kitasedang berada pada ambang batas normal, kita harus berhati-hati dan penuh perhatianagar kemungkinan suhu tubuh melewati ambang batas dapat dihindari. Seseorang yangmengalami demam biasanya memiliki ciri-ciri seperti menggigil, nafsu makan menurun,
  • 10. sakit kepala, mual dan muntah. Umumnya demam itu diderita oleh seseorang selamatiga hari, jika lebih dari itu perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Demam bisa diderita oleh siapa pun, dari bayi sampai orang yang lanjut usiasekalipun. Sebenarnya demam merupakan hal yang terjadi secara alamiah dengantujuan untuk melakukan usaha perlawanan terhadap serangan suatu penyakit. Ketikaada kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita, secara otomatis tubuh akanmelakukan perlawanan terhadap kuman penyakit tersebut dengan mengeluarkan zatantibodi. Pengeluaran zat antibodi yang lebih banyak dari biasanya menyebabkan suhutubuh menjadi meningkat. Sehingga semakin banyak zat antibodi yang dikeluarkan,maka mengakibatkan suhu tubuh akan semakin tinggi. Demam dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu demam noninfeksi dandemam infeksi. Demam noninfeksi adalah demam yang tejadi bukan karena masuknyabibit penyakit ke dalam tubuh. Demam ini jarang diderita oleh manusia, dan biasanyademam ini timbul karena adanya kelainan pada tubuh yang dibawa sejak lahir, dan tidakditangani secara baik. Contohnya adalah demam yang disebabkan karena adanyakelainan degeneratif atau kelainan bawaan pada jantung, demam karena stres, ataudemam yang disebabkan oleh adanya penyakit-penyakit berat, seperti leukimia ataukanker darah. Sedangkan demam infeksi merupakan demam yang terjadi karena adanyabibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh, seperti masuknya kuman, bakteri, atau viruske dalam tubuh seseorang. Demam seperti ini sering menyerang manusia dalamkehidupan sehari-hari. Imunisasi pun termasuk ke dalam kategori ini, yaitu dengansengaja memasukan bakteri, kuman, atau virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuhbalita dengan tujuan supaya ia menjadi kebal dari serangan penyakit tertentu. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, demam memiliki manfaat untukmelawan infeksi. Namun demam juga memilki dampak negatif, diantaranya itu adalahterjadi peningkatan metabolisme tubuh, dehidrasi ringan, dan membuat tubuh sertaperasaan merasa tidak nyaman, maka demam perlu diobati. Biasanya ketika seoranganak mengalami demam, orang tua merasa cemas dan stres. Maka mereka (orang tua)biasanya melakukan upaya untuk menurunkan demam anaknya dengan memberikanobat penurun panas/antipiretik seperti parasetamol, ibuprofen, dan aspirin. Namunselain itu, demam juga dapat diobati atau diatasi dengan cara mengompres demam danmenggunakan obat herbal seperti daun kaca piring dan madu.
  • 11. MEKANISME DEMAM Proses perubahan suhu yang terjadi saat tubuh dalam keadaan sakit lebihdikarenakan oleh zat toksin yang masuk kedalam tubuh. Umumnya, keadaan sakitterjadi karena adanya proses peradangan (inflamasi) di dalam tubuh. Proses peradanganitu sendiri sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan dasar tubuh terhadap adanyaserangan yang mengancam keadaan fisiologis tubuh. Proses peradangan diawali denganmasuknya zat toksin (mikroorganisme) kedalam tubuh kita. Mikroorganisme yang masukkedalam tubuh umumnya memiliki suatu zat toksin tertentu yang dikenal sebagaipirogen eksogen. Dengan masuknya mikroorganisme tersebut, tubuh akan berusahamelawan dan mencegahnya dengan memerintahkan tentara pertahanan tubuh antaralain berupa leukosit, makrofag, dan limfosit untuk memakannya (fagositosit). Denganadanya proses fagositosit ini, tentara-tentara tubuh itu akan mengeluarkan senjata,berupa zat kimia yang dikenal sebagai pirogen endogen (khususnya IL-1) yang berfungsisebagai anti infeksi. Pirogen endogen yang keluar, selanjutnya akan merangsang sel-selendotel hipotalamus untuk mengeluarkan suatu substansi yakni asam arakhidonat.Asam arakhidonat dapat keluar dengan adanya bantuan enzim fosfolipase A2. Asamarakhidonat yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan memacu pengeluaranprostaglandin (PGE2). Pengeluaran prostaglandin dibantu oleh enzim siklooksigenase(COX). Pengeluaran prostaglandin akan mempengaruhi kerja dari termostathipotalamus. Sebagai kompensasinya, hipotalamus akan meningkatkan titik patokansuhu tubuh (di atas suhu normal). Adanya peningkatan titik patokan ini dikarenakantermostat tubuh (hipotalamus) merasa bahwa suhu tubuh sekarang dibawah batasnormal. Akibatnya terjadilah respon dingin/ menggigil. Adanya proses mengigil (pergerakan otot rangka) ini ditujukan untuk menghasilkan panas tubuh yang lebihbanyak. Dan terjadilah demam. Sesak napas (dyspnea) merupakan keluhan subjektif dari seseorang yangmenderita penyakit paru. Keluhan sesak napas dipengaruhi faktor psikis,peningkatan “respiratory work”, dan otot respirasi yang abnormal. Keluhan inimempunyai jangkauan yang cukup luas, sesuai dengan interpretasi seseorang
  • 12. mengenai makna sesak napas tadi. Tulisan ini akan membahas mengenai definisi,etiologi, mekanisme, tanda & gejala sesak napas (dyspnea) yang dikaitkan dengankasus pemicu. Dyspnea adalah perasaan sulit bernapas dan merupakan gejala utama daripenyakit kardiopulmonar (Price & Wilson, 2003). Seseorang yang mengalamidyspnea sering mengeluh napasnya menjadi pendek atau merasa tercekik. Sesaknapas tidak selalu menunjukkan adanya penyakit. Orang normal akan mengalamihal yang sama setelah melakukan kegiatan fisik dalam tingkat-tingkat yangberbeda. Pada dasarnya, sesak napas akan timbul, ketika kebutuhan ventilasimelebihi kemampuan tubuh untuk memenuhinya. Sesak napas (dyspnea) adalah gejala subjektif berupa keinginan penderitauntuk meningkatkan upaya mendapatkan udara pernapasan. Karena sifatnyasubjektif, dispnea tidak dapat diukur, akan tetapi terdapat gradasi sesak napas(Djojodibroto, Darmanto, 2007). Dyspnea sebagai gejala yang bersifat subjektif,tingkat keparahannya dipengaruhi oleh respon penderita, kepekaan (sensitivitas)serta kondisi emosi. Tingkatan dyspnea dapat dirasakan sangat berbeda olehmasing-masing penderita walaupun kondisinya sama. Sesak napas merupakan suatu keluhan yang menunjukkan adanyagangguan atau penyakit kardiorespirasi. Faktor yang menyebabkan timbulnyakeluhan sesak napas, pada umumnya faktor psikis, peningkatan “respiratorywork”, dan otot respirasi yang abnormal (Alsagaff, Hood dkk, 1989). Faktor psikis menjadi salah satu penyebab terjadinya sesak napas(dyspnea). Seperti keadaan emosi tertentu, menangis terisak-isak, tertawaterbahak-bahak, mengeluh dengan menarik napas panjang dan merintih ataumengerang karena sesuatu penyakit, semuanya ini dapat mempengaruhi iramapernapasan. Perubahan emosi yang sering pula menyebabkan keluhan sesaknapas. Misalnya, adanya rasa takut, kagum atau berteriak-teriak dengan gembira.Sesak napas yang disebabkan oleh faktor psikis atau emosi, sering timbul padasaat istirahat, sedangkan sesak napas yang mempunyai latar belakang penyakitparu obstruktif menahun, sering dijumpai pada waktu penderita melakukanaktivitas.
  • 13. Mekanisme sesak napas yang berhubungan dengan faktor emosi, terjadimelalui hiperventilasi. Akan tetapi seorang peneliti bernama Dudley dalamAlsagaff, Hood dkk, 1898, menyatakan dalam penelitiannya bahwa pengaruhemosi seperti depresi dan kecemasan dapat menimbulkan sensasi sesak napasmelalui mekanisme hipoventilasi. Kedua mekanisme tersebut yang sama-samadapat dipakai oleh faktor psikis dalam menampilkan sensasi sesak napas, mungkindapat dipergunakan sebagai suatu bukti. Kesukaran bernapas yang timbul, semata-mata hanyalah merupakan reaksi somatik yang bersifat individu terhadappengaruh emosi tadi. Faktor sesak napas yang kedua adalah faktor peningkatan “respiratorywork”. Jika kemampuan mengembang dinding toraks atau paru menurunsedangkan resistensi saluran napas meningkat, maka tenaga yang diperlukan olehotot pernapasan untuk memberikan perubahan volume serta tenaga yangdiperlukan untuk “work of breathing” akan bertambah. Akibatnya, kebutuhanoksigen juga bertambah atau meningkat. Jika paru tidak mampu memenuhikebutuhan oksigen, maka akhirnya akan menimbulkan sesak napas. Faktor sesak napas yang ketiga adalah otot respirasi yang abnormal.Kelainan otot respirasi berupa kelelahan (fatigue), kelemahan, dan kelumpuhan.Monod Scherrer dalam Alsagaff, Hood dkk, 1898, melakukan penelitian pada ototdiafragma yang mengalami kelelahan. Pada hasil penelitian tersebut, dapatdisimpulkan bahwa kelelahan yang terjadi dan berkembang pada otot tergantungdari jumlah energi yang tersimpan di dalam otot kecepatan pemasokan energi,pemakaian otot yang tepat guna, serta kecepatan kerja otot. Otot-otot yang lelahini, tidak mampu memenuhi kebutuhan ventilasi dalam jangka panjang, akibatnyatimbul sesak napas. Besarnya tenaga fisik yang dikeluarkan sehingga menimbulkan dyspneabergantung pada usia, jenis kelamin, ketinggian tempat, jenis latihan fisik, danterlibatnya emosi dalam melakukan kegiatan tersebut. Untuk menentukan apakahdispnea terjadi setelah aktivitas sedang atau berat, atau terjadi pada saat istirahat,berikut tabel 1 berisi skala garis besar dyspnea yang dikembangkan olehAmerican Thoracic Society yang mungkin sesuai untuk penilaian klinis dyspneakronik.
  • 14. Tabel 1Skala DyspneaTingkat Derajat Kriteria 0 Normal Tidak ada kesulitan bernapas kecuali dengan aktivitas berat 1 Ringan Terdapat kesulitan bernapas, napas pendek-pendek ketika terburu-buru atau ketika berjalan menuju puncak landai 2 Sedang Berjalan lebih lambat daripada kebanyakan orang berusia sama karena sulit bernapas atau harus berhenti berjalan untuk bernapas 3 Berat Berhenti berjalan setelah 90 meter (100 yard) untuk bernapas atau setelah berjalan beberapa menit 4 Sangat Terlalu sulit untuk bernapas bila meninggalkan rumah atau Berat sulit bernapas ketika memakai baju atau membuka bajuData dari Brooks SM, chairman: ATS News 8:12-16, 1982
  • 15. BAB III PEMBAHASAN Berdasarkan kasus pemicu 1, mahasiswa laki-laki sedang mengalamigangguan kesehatan dan gejala batuk berdahak kental, disertai demam, menggigil,dan sesak napas. Gejala-gejala tersebut diakibatkan oleh faktor eksternal daninternal. Faktor eksternal terdiri dari musim pancaroba (pergantian musim) danlingkungan sosial. Adapun faktor internal yaitu mahasiswa laki-laki tersebutsedang mengalami penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh (sistem imun) yangdiakibatkan oleh aktivitas yang berlebihan, sehingga waktu istirahat menjadiberkurang. Keadaan ini mengakibatkan agen infeksius mudah menginvasi sistemkekebalan tubuh. Gejala batuk yang dialami mahasiswa tersebut merupakan batuk produktif,yaitu batuk yang mengandung sputum. Cara penularannya yaitu melalui udara.Dalam kasus ini, terjadi saat mahasiswa laki-laki melakukan kontak sosial denganbeberapa temannya yang menderita batuk-pilek atau penyebab lainnya yaituadanya benda asing (virus, bakteri, asap debu) yang masuk ke saluran pernapasan. Selain mengalami batuk, mahasiswa juga mengalami demam danmenggigil. Pada saat mahasiswa tersebut kehujanan suhu lingkungan menjadilebih rendah sehingga reseptor yang ada di kulit mengirimkan pesan kehipotalamus untuk memerintahkan otot untuk bergerak (menggigil) agar suhutubuh tubuhnya tetap normal. Menggigil merupakan salah satu gejala demam.Selain itu, nafsu makan berkurang, suhu tubuh >37,5°C, sakit kepala, mual, danmuntah merupakan gejala demam lainnya. Demam adalah proses alamiah dalamtubuh yang terjadi karena adanya infeksi mikroorganisme (kuman, bakteri, virus,jamur). Tubuh melakukan perlawanan terhadap infeksi mikroorganisme denganmengeluarkan zat antibodi yang lebih banyak dari biasanya, proses ini diikutidengan peningkatan suhu tubuh. Semakin banyak zat antibodi yang dikeluarkanmengakibatkan suhu tubuh semakin tinggi. Gejala selanjutnya yang dialami oleh mahasiswa tersebut yaitu gejalasesak nafas. Sesak nafas (dyspnea) merupakan perasaan sulit bernafas danmerupakan gejala utama dari penyakit kardiopulmonar. Keluhan sesak nafasdipengaruhi faktor psikis, peningkatan “respiratory work”, dan otot respirasi
  • 16. yang abnormal. Jika dilihat dari etiologinya, dapat dikelompokan dalam faktorpsikis (sesak nafas yang berhubungan dengan faktor emosi) dan faktor ototrespirasi yang abnormal. Mahasiswa laki-laki ini sedang sibuk mengumpulkantugas akhir dan mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester sehingga timbuldepresi atau kecemasan. Pengaruh emosi seperti depresi atau kecemasan dapatmenimbulkan sensasi sesak nafas. Selain itu, mahasiswa yang mengalami batuk-batuk disertai demam-menggigil, sedang sibuk mengerjakan tugas menyebabkantubuh kelelahan (fatigue). Otot-otot lelah ini tidak mampu memenuhi kebutuhanventilasi dalam jangka panjang, sehingga menimbulkan sesak nafas. Mahasiswa tersebut megalami pilek (common cold). Pilek (common cold)digunakan untuk menunjukkan gejala infeksi saluran nafas atas. Pilek disebabkanoleh virus. Virus yang sering menyebabkan pilek yaitu rinovirus. Virus tersebutcepat menular melalui beberapa temannya yang sedang mengalami batuk-pilek.Hal ini karena mahasiswa laki-laki sedang mengalami penurunan sistem dayatahan tubuh (sistem imun lemah). Pilek (common cold) dapat sembuh dalamwaktu yang cepat, yaitu 2-3 hari. Tetapi dalam kasus ini, mahasiswa tersebut tidaksembuh setelah minum obat warung. Jika terjadi infeksi sekunder terhadap pilek,bisa terjadi rinitis infeksi dan sekret hidung menjadi kental, mukoid berwarnakunig atau kuning hijau. Sekret hidung ini akibat dari sel-sel darah putih dan sel-sel debris yang timbul sebagai produk samping peperangan tubuh melawan infeksibakteri. Asap yang dihirup mahasiswa tersebut dapat menyebabkan gangguan padasilia sehingga menghambat fungsi makrofag alveolar. Makrofag alveolar adalahsebuah sel di paru-paru yang menelan bakteri dan benda asing dan menghasilkanenzim untuk melindungi paru-paru. Jika fungsi makrofag ini terganggu makapartikel asing dapat dengan mudah masuk ke alveoli sehingga sesak napas yangdiderita mahasiswa akan semakin parah. Asap rokok dapat mengaktifkanmakrofag dan epitel secara langsung. Makrofag alveolar yang telah teraktivasi dansel epitel melepaskan mediator seperti LTB4 (leucotrine B4), TNFα (tumuornecrosis factor), dan IL-8 (interleukin-8) yang merangsang neutrofil ke salurannafas (paru-paru). Neutrofil dalam saluran nafas ini bertanggung jawab terhadapkerusakan dinding alveolar. Karena dinding alveoli mengalami kerusakan, area
  • 17. permukaan alveolar yang berkontak langsung dengan kapiler paru secara kontinuberkurang, menyebabkan peningkatan ruang rugi (area di paru-paru yangpertukaran gas yang dapat terjadi). Area pertukaran gas berkurang, mahasiswamengalami sesak nafas yang lebih parah dari sebelumnya.
  • 18. BAB IV PENUTUP4.1. Kesimpulan4.2. Saran Sebagai mahasiswa kita dituntut untuk berpikir kritis. Di bangku perkuliahanpasti banyak tugas yang harus diemban dan dikerjakan. Namun, itu semua tidakharus mengorbankan kesehatan diri sendiri. Kita harus bisa menjaga kesehatandiri sendiri dengan baik agar terhindar dari berbagai penyakit. Berdasarkan pemicu, mahasiswa laki-laki saat itu kehujanan, mengalamibatuk berdahak disertai demam, menggigil dan sesak napas. Dia juga sudahmeminum obat warung. Sebaiknya ketika datang hujan dia berhenti atau berteduhmenunggu hujan reda, memakai payung dan menggunakan jaket supaya tidakkedinginan. Saat muncul gejala demam, menggigil dan batuk dia bisa meminumair hangat, jangan langsung membeli obat warung. Selain itu dia juga harus seringberolahraga agar tubuh tetap fit dan istirahat yang cukup. Bukan karena banyaktugas dia lupa akan waktu istirahatnya, itu yang menyebabkan tubuh merasa letihdan lemah sehingga virus atau bakteri mudah masuk ke dalam tubuh. Kebetulan saat itu teman-temannya juga mengalami batuk pilek. Untukmenghindari atau waspada agar tidak tertular, bisa menggunakan masker, ketikabatuk menutup dengan sapu tangan atau tisu, makan makanan yang bergizi danmengkonsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • 19. DAFTAR PUSTAKAPringgoutomo. (2002). Patologi I. Jakarta: Sagung Seto.Oz,Mehmet & Riozien,Michael.2004.Staying Young.Jakarta : PT.Mizan PublikaHttp://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21590/4/Chapter%20II.pdfMartini. (2001). Fundamentals of Anatomy and Physiology, (5th ed). ch 23, pp 814-844. New Jersey: Prentice Hall, Inc.Potter, P. A dan Perry, A. G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik, (Edisi 4). Jakarta: EGC.Price, Sylvia A dan Wilson, Lorraine M. (2006). Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, (edisi 6). bab 37, hlm 773-774. Jakarta: EGC.Syaifuddin. (2009). Anatomi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. bab 3, hlm 148. Jakarta: Salemba Medika. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21445/4/Chapter%20II.pdf diakses pada Kamis, 6 September 2012 pukul 14.08 WIB Heru S.MSc., dr. Adi. (1993). Kader Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hidayat, A. Aziz Alimul. (2008). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Salemba Medika. Widjaja, dr. M.C. (2003). Kesehatan Anak: Mencegah dan Mengatasi Demam pada Balita. Jakarta: Kawan Pustaka.Alsagaff, Hood; Amin, Muhammad; Saleh, WBM Taib. (1989). Pengantar Ilmu Penyakit Paru. Surabaya: Airlangga University Press.Djojodibroto, Darmanto. (2007). Respirologi (Respiratory Medicine). Jakarta: EGCGanong, W.F. (2008). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 22. Jakarta: EGC.Martini. (2001). Fundamentals of anatomy and physiology, (5th ed). New Jersy: Prentice-Hall, Inc.
  • 20. Price, Sylvia Anderson & Wilson, Lorraine McCarty. (2003). Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit. Edisi 6. Jakarta: EGC.

×