Infeksi,mikrobiologi,farmakologi,patologi klinik ilmu biomedik dasar

  • 3,478 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
3,478
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
81
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide
  • *Simfisis pubis adalahpersendian yang dibentukolehduaos pubis yang salingbertemu.*Desinfeksiadalahmenghancurkanataumembunuhkebanyakankebanyakanorganismepatogenpadabendaatauinstrumendenganmenggunakancampuranzatkimiacair

Transcript

  • 1. Ilmu Dasar KeperawatanAhmad Hifni Bik 1106053275Dwi Lakosono Abdhillah 1106089073Shofura Qonita Lillah 1106089086Zahro Badria 1106053180
  • 2. Pokok BahasanProses Infeksi dan Konsep Dasar MikrobiologiKonsep Dasar FarmakologiKonsep Dasar Patologi Klinik
  • 3. Konsep Infeksi dan Konsep Dasar Mikrobiologi
  • 4. Dua Tujuan Hidup Survive Reproduksi• Adaptasi • Mencegah mahluk hidup kepunahan terhadap • Dapat dilakukan lingkungan secara seksual dan aseksual
  • 5. Kontak antara Manusia dan MikroorganismeMenguntungkan Merugikan Mikroorganisme Bahan Makanan Patogen Kebusukan Antibiotik Makanan
  • 6. Faktor yang Mempengaruhi Transmisi Cara Agen Penularan Kerentanan Host
  • 7. Agen Infeksius Virus Bakteri FungiClamidia Riketsia Parasit
  • 8. Virus• Struktur tubuh • Siklus Hidup – Ukuran tubuh 20-300 – Daur Litik nm • Adsorpsi – Mengandung • Penetrasi DNA/RNA • Replikasi • Perakitan – Memiliki selubung • Lisis protein – Daur Lisogenik
  • 9. Bakteri• Struktur tubuh – Dinding sel – Membran plasma – Sitoplasma – Ribosom – Kapsul – Flagel – Pilus dan Fimbria – Vakuola gas – Endospora
  • 10. Bakteri• Cara reproduksi – Seksual • Transformasi • Transduksi • Konjugasi – Aseksual • Pembelahan biner
  • 11. Macam-macam bakteriBerdasarkan alat geraka) Atrich: tidak memiliki flagel, ex Escherichia colib) Monotrich: mempunyai 1 flagel di salah satu ujungnya, ex Vibrio cholerac) Lopotrich: mempunyai 1 atau lebih flagel pada salah satu ujungnya, ex Rodhospirillum rubrumd) Ampitrich: mempunyai 1 atau lebih flagel pada kedua ujungnya, ex Pseudomonas aeruginosae) Peritrich: mempunyai flagel pada seluruh tubuh, ex Salmonella typhosa
  • 12. Berdasarkan cara memperoleh makanan:a) Bakteri heterotrofb) Bakteri autotrofBerdasarkan kebutuhan oksigen:a) Bekteri aerobb) Bakteri anaerob
  • 13. Berdasarkan Bentuk bakteri
  • 14. FungiKelompok organisme eukariotikUmumnya multiselularSebagian besar jamur ialah saprofit yang tidak berbahayaStruktur jamur terdiri dari hifaHifa-hifa tersebut berkumpul membentuk miselium
  • 15. Reproduksi Fungi Seksual Aseksual Pembelahan Konjugasi Penguncupan Pembentukan spora aseksualPembentukan spora seksual Fragmentasi
  • 16. Clamidia• Berukuran 0.2-1.5 mikron• Tergolong bakteri, gram negatif• Tidak bergerak,mempunyai ribosom, RNA, DNA, dinding sel dari peptidoglikan yang mengandung asam muramat, mempunyai enzim yang aktif pada metabolisme
  • 17. Siklus PerkembanganBadan elementer (bentuk sferisdengan diameter 0.2-0.4 mikron,berinti satu) masuk ke dalam seldengan cara fagositosis Dalam waktu 8 jam badan elementer berkembang menjadi badan inisial yang berukuran 0,8-1,5 mikron
  • 18. Siklus Perkembangan4 jam berikutnya badan inisialmembelah biner membentukbadan intermedier kemudianbadan elementer Sel hospes pecah, badan elementer tersebar dan menimbulkan infeksi pada sel hospes baru
  • 19. Riketsia• Berukuran 1-0.3 mikron• Tergolong bakteri, bersifat gram negatif• Mengandung asam nukleat yang terdiri dari RNA dan DNA• Dinding sel mengandung mukopeptida, mempunyai ribosom
  • 20. Gambaran PatologisRickettsia berkembang biak di dalam sel endotel pembuluh darah kecil. Sel membengkak dan mengalami nekrosis, kemudian terjadi thrombosis pembuluh darah yang dapat mengakibatkan rupture dan nekrosis. Di kulit Nampak adanya lesi vaskuler. Vaskulitis terjadi pada beberapa organ merupakan dasar terjadinya gangguan hemostatik. Dalam jaringan otak dapat ditemukan penumpukan limfosit.
  • 21. ParasitProtozoa Vermes Athropoda
  • 22. Siklus parasit• Lingkaran hidup parasit harus menyesuaikan diri kepada hospes dan lingkungan luar. Kebanyakan parasit manusia mencapai kedewasaan di dalam hospes.
  • 23. Konsep Dasar Farmakologi
  • 24. Penyakit InfeksiKondisi yang Melemahkan Pejamu Melawan Mikroorganisme Infeksi OportunisyikPengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme
  • 25. Kondisi yang Melemahkan Pejamu Melawan Mikroorganisme1. Sanitasi Buruk2. Mengidap Imunodefisiensi3. Malnutrisi4. Mendapat Obat Imunosupresi5. Perubahan sel fagositik6. Kekurangan sel efektor
  • 26. Infeksi Oportunistik• Disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan kekebalan tubuh normal, tetapi dapat terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh buruk.• Membutuhkan kesempatan untuk menginfeksi
  • 27. Infeksi Oportunistik Bagaimana terjadinya Infeksi OportunistikMenurunnya Limfosit T (CD4) Disregulasi Sel B Respon imun gagal terhadap antigen Berkembangnya Infeksi Oportunistik
  • 28. Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme• Dilakukan dengan tiga cara  Mencegah Transmisi  Membunuh Patogen  Menurunkan mikroorganisme kontaminan
  • 29. Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme1. Mencegah Transimisi KontakCara agen bertransimisi UdaraCara Mencegah Transmisi : DarahMenghindari transimisinya,Menggunakan pelindung, MakananMenjaga kebersihan. Serangga
  • 30. Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme2. Membunuh Patogen, 3. Menurunkan diantaranya meminum mikroorganisme obat kontaminan - antiviral Diantaranya : - antifungal a. Sterilisasi (mekanik, - antibiotik kimia, radiasi) - antimikrobial b. Disinfeksi (Proses menghancurkan/ menginaktifkan patogen)
  • 31. FarmakologiPengaturan Obat, Pengembangan Obat Klasifikasi Obat Farmakokinetik Farmakodinamik
  • 32. Pengaturan Obat1. Era 70-an : Obat didaftarkan bedasarkan surat MenKes, obat ditandai dengan kode No. Reg D (no pendek).2. Era 80-an : Pendaftaran obat diatur berdasarkan keputusan MenKes tentang kriteria pendaftaran obat jadi.3. Era 90-an : Revisi peraturan registrasi obat tentang wajib daftar obat jadi.4. Tahun 2001 : DirJen Pengawasan Obat dan Makanan berubah menjadi Badan Pengawas Obat dan Makanan.
  • 33. Pengembangan Obat Baru1. Tahap Preklinis (Pada hewan) obat diuji dari toksisitas, farmakokinetiik, dan efek biologis yang potensial. Ketika semua data sudah terkumpul baru meminta izin pada FDA (Food and Drug Administration) untuk pengujian di manusia.
  • 34. 2. Uji Klinis (pengujian pada manusia) Terdapat 4 Fasea. Fase 1 : pengujian metabolisme dan efek biologis obat pada relawanb. Fase 2: pengujian manfaat terapeutik, dan dosis. Di ujikan pada pasienc. Fase 3: Diujikan keamanan dan keefektifan. Diujikan pada pasien.d. Fase 4 : Setelah melewati fase 3, obat diajukan ke FDA untuk memperoleh New Drug Application, obat baru diedarkan untuk pemakain umum.
  • 35. Tata Nama Obat• Nama Kimia Menggunakan tatanama kimia, panjang dan kompleks. Mis : N-Acetyl-Para- Aminophenol• Nama generik lebih singkat, namun lebih kompleks dari nama dagang. mis : Acetaminophen• Nama Dagang Melibatkan perusahaan yang membuat, namanya singkat. Mis : Panadol, Acephen
  • 36. Farmakodinamik• Mempelajari efek biokimia dan fisiologi obat serta mekanisme kerja obat dalam tubuh.• Dibagi menjadi Ineteraksi Dosis- Respons dan Interaksi Obat Reseptor• Reseptor obat : mis kanal ion, protein, dll.
  • 37. FarmakodinamikInteraksi Dosis Respons1. Maksimal efikasi : efek 2. Relatif potensi : terbesar yang Berapa banyak obat dikeuarkan obat. Tidak yang harus diberikan semua obat dengan untuk mendapat respon efikasi maksimal yang diinginkan dibutuhkan, sesuai dengan kebutuhan pasien.
  • 38. FarmakodinamikInteraksi Obat-Reseptor• Afinitas : kemampuan tarik menarik antara obat dan • Agonis sebagian : reseptor kemampuan aktivitas intrinsiknya tidak• Aktivitas intrinsik : sebesar agonis penuh. kemampuan obat untuk • Antagonis : mengaktifkan dan mengikat reseptor Memberikan efek dengan cara mencegah pengaktivan reseptor.• Agonis : Mendukung mekanisme asli kerja Cara kkerja memblok tubuh. Meniru regulator regulator endogen. endogen, mengaktifkan hormon, neurotransmitter
  • 39. Farmakokinetik• Proses masuknya obat sampai dalam tubuh.• Fase : 1. Absorpsi 2. Distribusi 3. Metabolisme Obat 4. Ekskresi Obat
  • 40. Farmakokinetik• Absorpsi Penyerapan obat, • Metabolisme obat : dipengaruhi beberapa dilakukan oleh enzim faktor : kelarutan obat, mikrosom di RE sel kemampuan difusi obat, hati, yang sirkulasi pada letak mempengaruhi : fungsi absorpsi, cara pemakian hati, genetik, dll obat. • Eksresi obat :• Distribusi Obat : pengeluaran urin. dipengaruhi oleh Misalkan : urin, membran sel. Obat keringat, pernapasan. yang mudah menembus dinding sel dapat mencapai ekstra/intra sel
  • 41. Efek samping, interaksi obat, dan variasi individu dalam respon obatFarmakologi dan proses keperawatanAspek legal dan etik dalam terapi farmakologiAspek budaya dalam terapi farmakologi dan terapi komplementer
  • 42. Efek Samping• Efek samping: hasil interaksi antara molekul obat dengan tempat kerja spesifik• Efek samping dapat diperkirakan tidak dapat diperkirakan• Contoh efek samping: 1. alaergi akut karena penisilin 2. osteoporosis berat karena pemberian insulin 3. hipertensi karena penghentian pemberian klonidin
  • 43. Interaksi Obat Interaksi obat memiliki dampak yang Menguntungkan Merugikan Penisilin dengan probenisid Kombinasi obat antihipertensi Kombinasi obat anti TBAda tiga (3) jenis interaksi obat1. Interaksi farmasetis2. farmakokinetik3. farmakodinamik
  • 44. Variasi Individu dalam Respon Obat• Interaksi obat dalam tiap individu menimbulkan respon yang berbeda-beda• Respon yang berbeda dalam tiap individu dipengaruhi oleh genetik• Faktor genetik ini terjadi dalam proses farmakokinetik dan farmakondinamik
  • 45. Farmakologi dan Proses Keperawatan1. Pengkajian Riwayat medis, riwayat alergi, data obat, riwayat diet, kondisi klien terkini, persepsi klien, sikap klien terhadap penggunaan obat, pengetahuan klien tentang terapi obat, dan kebutuhan pembelajaran klien2. Diagnosa Kurang pengetahuan, ketidakpatuhan terhadap terapi obat, hambatan mobilitas fisik, perubahan sensori/persepsi, ansietas, gangguan menelan, dan penatalaksanaan program terapeutik tidak efektif3. perencanaan Mengajarkan klien berobat secara mandiri dan membantu klien menyusun jadwal pengobatan
  • 46. 4. Implementasi Transkripsi obat secara benar, kalkulasi dosis yang akurat, pemberian dosis yang benar, mencatat pemberian obat, peningkatan kesehatan melalui penyuluhan, dan mempertahankan hak klien5. Evaluasi Memahami terapi obat, mempertahankan keamanan klien, dan menentukan kemampuan klien menggunakan obat secara mandiri
  • 47. Aspek Legal dan Etik dalam Terapi Farmakologi• Kewajiban etis dan hukum wajib dimiliki perawat untuk memahami individu yang menyalahgunakan obat dan mengalami ketergantungan obat
  • 48. Konsep Dasar Patologi Klinik
  • 49. Manajemen Spesimen Spesimen berguna untuk pemeriksaan Mikrobiologi.Setiap spesimen mempunyai tata cara : Pengambilan,penampungan,penyimpanan,pem berian label dan cara pengiriman spesimen.Tujuan Manajemen Spesimen adalah agar Spesimen tidak tercemari oleh benda lain (bakteri) dan mahluk hidup di dalam spesimen tidak matiMetode Pengumpulan dan Pengambilan Spesimen berbeda-beda tergantung dari spesimen yang ingin diambil
  • 50. Spesimen Urin• Urin Kateter• Urin Porsi Tengah (Diberitahu secara lisan atau tertulis)• Urin Aspirasi Suprapubik
  • 51. Urin KateterJepit kateter (<30 menit)Bersihkan dengan alkohol pada tempat ambil urinTusukkan jarum, ambil urin, tampung, tutup rapat
  • 52. Urin Porsi Tengah (Diberitahu secara lisan atau tertulis)• Duduk di toilet,buka kaki/lutut ke samping selebar mungkin• Dengan sabun medis & spon/kain/kapas,cuci genital dengan gerak dari depan ke belakang• Bilas dengan spon basah depan ke belakang,Ulangi beberapa kali dengan spon basah baru• Pegang dengan jari dan taruh cawan/botol mulut,lebar di depan genital, dan jangan menyentuh tepi botol
  • 53. Urin Aspirasi SuprapubikAspirasi supra pubik adalah tehnik pengambilan sampel urin melalui aspirasi kulit abdomen pada daerah suprapubikDesinfeksi kulit: Antar Pusar (Umbilicus) sd kelamin.Anastesi pada tempat tusukan.( Mid-line, 2 cm di atas simfisis)Masukkan jarum ke kandung kemih yang sedang penuhHisap, tampung dalam botol dan tutup rapat
  • 54. HematologiPemeriksaan hematologi bertujuan untuk mengetahui keadaan komponen darah baik sel darah maupun serum serta menilai fungsi dari komponen darah tersebut.
  • 55. Pemeriksaan Darah LengkapPemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count / CBC) yaitu suatu jenis pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa suatu penyakit dan atau untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit
  • 56. Parameter pemeriksaanHemoglobin, Hitung Jenis Leukosit (Diff Count),Hematokrit, Platelet Disribution Width (PDW),Leukosit (White Blood Cell / WBC),Trombosit (platelet), Red Cell Distribution Width (RDW)Eritrosit (Red Blood Cell / RBC),Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC),Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR),
  • 57. Pemeriksaan darah rutinPemeriksaan yang bertujuan untuk menghitung jumlah sel-sel dalam darah dan mencegah adanya suatu penyakit dengan cara mnegontrol jumlah sel-sel dalam darahPemeriksaan darah rutin meliputi ;Hemoglobin / Haemoglobin (Hb),Hematokrit (Ht),Leukosit: hitung leukosit (leukocyte count) hitung jenis (differential count),Hitung trombosit / platelet count,Laju endap darah (LED) / erythrocyte sedimentation rate (ESR),Hitung eritrosit (di beberapa instansi).
  • 58. Glukosa dan PengukurannyaAda tiga waktu untuk mengukur tingkat gula darah• Tes gula darah sewaktu. Tes ini mengukur glukosadalam darah yang diambil kapan saja, tanpa memperhatikan waktu makan.• Tes gula darah puasa. Tes ini memakai contoh darah yang diambil saat perut kosong, setelah kita tidak makan atau minum apa pun (kecuali air putih) selama sedikitnya delapan jam.• Tes toleransi glukosa. Tes ini dimulai dengan tes gula darah puasa. Kemudian kita diberikan minuman manis yang mengandung gula dengan ukuran tertentu. Tingkat gula darah lalu diukur dengan memakai beberapa contoh darah yang diambil pada jangka waktu yang tertentu.
  • 59. Pemeriksaan gula darahPemeriksaan gula darah bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa di dalam darah, yang dinyatakan dalam g/dL. Pada masa sekarang banyak diedarkan peralatan pengukuran kadar gula darah yang praktis secara digital, sehingga mudah diterapkan di mana saja.Langkah-langkah pengukurannya adalah:1. Ambil darah kapiler dengan lanset yang terdapat pada set peralatan2. Letakkan darah pada monitor untuk mengetahui kadar glukosa3. Jika kadar glukosa terlalu tinggi, insulin diberikan. Jika kadar glukosa terlalu rendah konsumsi karbonhidrat4. Insulin diberikan dengan pompa insulin
  • 60. Pemeriksaan Gula darah postpandrial (setelah makan)Uji gula darah post prandial biasanya dilakukan untuk menguji respons penderita terhadap asupan tinggi karbohidrat 2 jam setelah makan (sarapan pagi atau makan siang)Pemeriksaan gula darah Kurva Harian Serangkaian tindakan untuk proses pemeriksaan kadar gula darah klien sebanyak 3 kali dalam sehari pada waktu-waktu yang telah ditentukan
  • 61. Analisa urin dan fesesAnalisa urin meliputi pemeriksaan warna,kejernihan,berat jenis,derajat keasaman,sedimen urin,protein,bilirubin,reduksi,galli mainini test,kehamilan imunologik1.Warna UrineCara pemeriksaan:Isi tabung reaksi dengan urine ¾ nyaDilihat dlm posisi miring dng penerangan matahari2. KejernihanCara pemeriksaan:Masukan urine kedlm tabung reaksi, ¾ nyaDilihat dng latar belakang hitam, dengan sinar matahariDilihat kejernihanya, apakah ada kekeruhan
  • 62. Analisa FesesTujuan pemeriksaan Melihat ada tidaknya darah. Pemeriksaan ini mudah dilakukan baik oleh perawat atau klien sendiri. Pemeriksaan ini menggunakan kertas tes Guaiac, sering disebut tes GuaiacPemeriksaan makroskopis (jumlah,warna,bau) dan mikroskopis (Pemeriksaan mikroskopik meliputi pemeriksaan protozoa, telur cacing, leukosit, eritosit, sel epitel, kristal, makrofag dan sel ragi)
  • 63. Pemeriksaan UrobilinDalam tinja normal selalu ada urobilin. Jumlah urobilin akan berkurang pada ikterus obstruktif ( kegagalan aliran bilirubin ke duodenum), Pada kasus obstruktif total hasil tes menjadi negatif, tinja dengan warna kelabu(tidak ada urobilinogen dalam saluran pencernaan) disebut akholik.Prosedur kerja1) Taruhlah beberapa gram tinja dalam sebuah mortir dan campurlah dengan larutan mercurichlorida 10 % dengan volume sama dengan volume tinja2) Campurlah baik-baik dengan memakai alunya3) Tuanglah bahan itu ke dalam cawan datar agar lebih mudah menguap dan biarkan selama 6-24 jam4) Adanya urobilin dapat dilihat dengan timbulnya warna merah
  • 64. Kasus :Ny.CH,41 Tahun berdahak dan berkeringat setiap malam selama 6 bulan terakhir.Saat ke puskesmas dan diminta memeriksakan sputumnya,hasilnya BTA+.Dokter memeberi pengobatan anti-TB selama 6-9 bulan.Anda sebagai amahasiswa keperawatan yang sedang praktik di komunitas diminta pembimbing praktik untuk menjelaskan dasar patologi,mikrobiologi dan farmakologi terkait keadaan Ny.CH
  • 65. • Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis. (dasar mikrobiologi)• Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik.(dasar farmakologi)
  • 66. Penanganan sputum dan pemeriksaan mikoskopis BTA, sangat membantu menegakkan diagnosis kasus infeksius penderita TBC dan penentuan pengobatan penyakit (dasar patologi )
  • 67. Daftar Pustaka• Gandasoebrata,R.(1992).penuntun laboratorium klinik.Jakarta : Dian Rakyat• Abrams,Ac.(1995).clinical drug therapy:rationales for nursing practice.4th ed.Philadelphia: Lippincott William & Wilkins• Neva,F.A.Brown,H.W.(1994).Basic clinical parasitology.(edisi 6).Nortwalk:appleton & Lange• Gandahusada,s,dkk.(1992).parasitologi kedokteran.Jakarta:balai Penerbit FK-UI
  • 68. • Anonimd. 2009. Pewarnaan Gram dan Pewarnaan Basil Tahan Asam.• Ballschmiter M, Futterer O, dan Liebl W. 2006. Identification and Characterization of a Novel Intracellular Alkaline -Amylase from The Hyperthermophilic Bacterium Thermotoga maritima MSB8. Appl. and Env. Microbiol. Vol 72 (3) : 2206-2211• Aunstrup KO, Andressen O, Falch EA dan Nielsen TK. 1979. Production of Microbial Enzymes in Microbial Technology. Vol. 1. Academic Press Inc. NewYork• Falch EA. 1991. Industrial Enzymes Developments in Production and Application. Biotech. Adv. 9(2):43-658