Ilmu Dasar KeperawatanAhmad Hifni Bik 1106053275Dwi Lakosono Abdhillah 1106089073Shofura Qonita Lillah 1106089086Zahro Bad...
Pokok BahasanProses Infeksi dan Konsep Dasar  MikrobiologiKonsep Dasar FarmakologiKonsep Dasar Patologi Klinik
Konsep Infeksi dan Konsep Dasar Mikrobiologi
Dua Tujuan Hidup    Survive         Reproduksi• Adaptasi       • Mencegah  mahluk hidup     kepunahan  terhadap       • Da...
Kontak antara Manusia dan        MikroorganismeMenguntungkan      Merugikan                  Mikroorganisme Bahan Makanan ...
Faktor yang Mempengaruhi        Transmisi                  Cara  Agen                Penularan      Kerentanan         Host
Agen Infeksius Virus      Bakteri       FungiClamidia    Riketsia      Parasit
Virus• Struktur tubuh          • Siklus Hidup  – Ukuran tubuh 20-300     – Daur Litik    nm                         •   Ad...
Bakteri• Struktur tubuh  –   Dinding sel  –   Membran plasma  –   Sitoplasma  –   Ribosom  –   Kapsul  –   Flagel  –   Pil...
Bakteri• Cara reproduksi  – Seksual    • Transformasi    • Transduksi    • Konjugasi  – Aseksual    • Pembelahan biner
Macam-macam bakteriBerdasarkan alat geraka) Atrich: tidak memiliki flagel, ex Escherichia colib) Monotrich: mempunyai 1 fl...
Berdasarkan cara memperoleh makanan:a) Bakteri heterotrofb) Bakteri autotrofBerdasarkan kebutuhan oksigen:a) Bekteri aerob...
Berdasarkan Bentuk bakteri
FungiKelompok organisme eukariotikUmumnya multiselularSebagian besar jamur ialah saprofit yang tidak berbahayaStruktur jam...
Reproduksi Fungi  Seksual                   Aseksual                                   Pembelahan        Konjugasi        ...
Clamidia• Berukuran 0.2-1.5 mikron• Tergolong bakteri, gram negatif• Tidak bergerak,mempunyai ribosom, RNA,  DNA, dinding ...
Siklus PerkembanganBadan elementer (bentuk sferisdengan diameter 0.2-0.4 mikron,berinti satu) masuk ke dalam seldengan car...
Siklus Perkembangan4 jam berikutnya badan inisialmembelah biner membentukbadan intermedier kemudianbadan elementer        ...
Riketsia• Berukuran 1-0.3 mikron• Tergolong bakteri, bersifat gram  negatif• Mengandung asam nukleat yang terdiri  dari RN...
Gambaran PatologisRickettsia berkembang biak di dalam sel endotel    pembuluh darah kecil. Sel membengkak dan       mengal...
ParasitProtozoa     Vermes     Athropoda
Siklus parasit• Lingkaran hidup parasit harus  menyesuaikan diri kepada hospes dan  lingkungan luar. Kebanyakan parasit  m...
Konsep Dasar Farmakologi
Penyakit InfeksiKondisi yang Melemahkan Pejamu Melawan             Mikroorganisme         Infeksi OportunisyikPengontrolan...
Kondisi yang Melemahkan Pejamu   Melawan Mikroorganisme1.   Sanitasi Buruk2.   Mengidap Imunodefisiensi3.   Malnutrisi4.  ...
Infeksi Oportunistik• Disebabkan oleh organisme yang biasanya  tidak menyebabkan penyakit pada orang  dengan kekebalan tub...
Infeksi Oportunistik        Bagaimana terjadinya Infeksi                OportunistikMenurunnya Limfosit T (CD4)   Disregul...
Pengontrolan Pertumbuhan         Mikroorganisme• Dilakukan dengan tiga cara   Mencegah Transmisi   Membunuh Patogen   M...
Pengontrolan Pertumbuhan            Mikroorganisme1. Mencegah  Transimisi                 KontakCara agen bertransimisi   ...
Pengontrolan Pertumbuhan          Mikroorganisme2. Membunuh Patogen,    3. Menurunkan  diantaranya meminum      mikroorgan...
FarmakologiPengaturan Obat, Pengembangan Obat Klasifikasi                     Obat               Farmakokinetik           ...
Pengaturan Obat1. Era 70-an : Obat didaftarkan bedasarkan                surat MenKes, obat ditandai    dengan kode No. Re...
Pengembangan Obat Baru1. Tahap Preklinis (Pada hewan)   obat diuji dari toksisitas,   farmakokinetiik, dan efek biologis y...
2. Uji Klinis (pengujian pada manusia)   Terdapat 4 Fasea. Fase 1 : pengujian metabolisme dan efek   biologis obat pada re...
Tata Nama Obat• Nama Kimia  Menggunakan tatanama kimia, panjang dan  kompleks. Mis : N-Acetyl-Para-  Aminophenol• Nama gen...
Farmakodinamik• Mempelajari efek biokimia dan fisiologi  obat serta mekanisme kerja obat dalam  tubuh.• Dibagi menjadi Ine...
FarmakodinamikInteraksi Dosis Respons1. Maksimal efikasi : efek   2. Relatif potensi :   terbesar yang               Berap...
FarmakodinamikInteraksi Obat-Reseptor• Afinitas : kemampuan tarik  menarik antara obat dan      • Agonis sebagian :  resep...
Farmakokinetik• Proses masuknya obat sampai  dalam tubuh.• Fase :  1. Absorpsi  2. Distribusi  3. Metabolisme Obat  4. Eks...
Farmakokinetik• Absorpsi  Penyerapan obat,         • Metabolisme obat :  dipengaruhi beberapa       dilakukan oleh enzim  ...
Efek samping, interaksi obat, dan  variasi individu     dalam respon  obatFarmakologi        dan       proses  keperawatan...
Efek Samping• Efek samping: hasil interaksi antara molekul obat  dengan tempat kerja spesifik• Efek samping               ...
Interaksi Obat          Interaksi obat memiliki dampak yang               Menguntungkan             Merugikan         Peni...
Variasi Individu dalam Respon               Obat• Interaksi obat dalam tiap individu  menimbulkan respon yang berbeda-beda...
Farmakologi dan Proses                    Keperawatan1. Pengkajian              Riwayat medis, riwayat alergi, data obat, ...
4. Implementasi   Transkripsi obat secara benar, kalkulasi                  dosis yang akurat, pemberian dosis yang       ...
Aspek Legal dan Etik dalam       Terapi Farmakologi• Kewajiban etis dan hukum wajib dimiliki  perawat untuk memahami indiv...
Konsep Dasar Patologi Klinik
Manajemen Spesimen Spesimen berguna untuk pemeriksaan Mikrobiologi.Setiap spesimen mempunyai tata cara : Pengambilan,penam...
Spesimen Urin• Urin Kateter• Urin Porsi Tengah (Diberitahu secara  lisan atau tertulis)• Urin Aspirasi Suprapubik
Urin KateterJepit kateter (<30 menit)Bersihkan dengan alkohol pada tempat ambil urinTusukkan jarum, ambil urin, tampung, t...
Urin Porsi Tengah (Diberitahu   secara lisan atau tertulis)• Duduk di toilet,buka kaki/lutut ke samping  selebar mungkin• ...
Urin Aspirasi SuprapubikAspirasi supra pubik adalah tehnik pengambilan sampel urin melalui aspirasi kulit abdomen pada dae...
HematologiPemeriksaan hematologi bertujuan untuk  mengetahui keadaan komponen darah  baik sel darah maupun serum serta  me...
Pemeriksaan Darah LengkapPemeriksaan Darah Lengkap (Complete  Blood Count / CBC) yaitu suatu jenis  pemeriksaaan penyaring...
Parameter pemeriksaanHemoglobin, Hitung Jenis Leukosit (Diff  Count),Hematokrit, Platelet Disribution Width  (PDW),Leukosi...
Pemeriksaan darah rutinPemeriksaan yang bertujuan untuk menghitung jumlah   sel-sel dalam darah dan mencegah adanya suatu ...
Glukosa dan PengukurannyaAda tiga waktu untuk mengukur tingkat gula darah• Tes gula darah sewaktu. Tes ini mengukur glukos...
Pemeriksaan gula darahPemeriksaan gula darah bertujuan untuk   mengetahui kadar glukosa di dalam darah, yang   dinyatakan ...
Pemeriksaan Gula darah postpandrial  (setelah makan)Uji gula darah post  prandial biasanya dilakukan untuk  menguji respon...
Analisa urin dan fesesAnalisa urin meliputi pemeriksaan warna,kejernihan,berat  jenis,derajat keasaman,sedimen  urin,prote...
Analisa FesesTujuan pemeriksaan Melihat ada tidaknya darah. Pemeriksaan ini mudah dilakukan baik oleh  perawat atau klie...
Pemeriksaan UrobilinDalam tinja normal selalu ada urobilin. Jumlah urobilin  akan berkurang pada ikterus obstruktif ( kega...
Kasus :Ny.CH,41 Tahun berdahak dan berkeringat setiap malam selama 6 bulan terakhir.Saat ke puskesmas dan diminta memeriks...
• Tuberkulosis atau TB (singkatan yang  sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah  suatu penyakit yang disebabkan oleh  inf...
Penanganan sputum dan pemeriksaan  mikoskopis BTA, sangat membantu  menegakkan diagnosis kasus infeksius  penderita TBC da...
Daftar Pustaka• Gandasoebrata,R.(1992).penuntun laboratorium  klinik.Jakarta : Dian Rakyat• Abrams,Ac.(1995).clinical drug...
• Anonimd. 2009. Pewarnaan Gram dan Pewarnaan Basil  Tahan Asam.• Ballschmiter M, Futterer O, dan Liebl W. 2006.  Identifi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Infeksi,mikrobiologi,farmakologi,patologi klinik ilmu biomedik dasar

4,217
-1

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
4,217
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
110
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • *Simfisis pubis adalahpersendian yang dibentukolehduaos pubis yang salingbertemu.*Desinfeksiadalahmenghancurkanataumembunuhkebanyakankebanyakanorganismepatogenpadabendaatauinstrumendenganmenggunakancampuranzatkimiacair
  • Infeksi,mikrobiologi,farmakologi,patologi klinik ilmu biomedik dasar

    1. 1. Ilmu Dasar KeperawatanAhmad Hifni Bik 1106053275Dwi Lakosono Abdhillah 1106089073Shofura Qonita Lillah 1106089086Zahro Badria 1106053180
    2. 2. Pokok BahasanProses Infeksi dan Konsep Dasar MikrobiologiKonsep Dasar FarmakologiKonsep Dasar Patologi Klinik
    3. 3. Konsep Infeksi dan Konsep Dasar Mikrobiologi
    4. 4. Dua Tujuan Hidup Survive Reproduksi• Adaptasi • Mencegah mahluk hidup kepunahan terhadap • Dapat dilakukan lingkungan secara seksual dan aseksual
    5. 5. Kontak antara Manusia dan MikroorganismeMenguntungkan Merugikan Mikroorganisme Bahan Makanan Patogen Kebusukan Antibiotik Makanan
    6. 6. Faktor yang Mempengaruhi Transmisi Cara Agen Penularan Kerentanan Host
    7. 7. Agen Infeksius Virus Bakteri FungiClamidia Riketsia Parasit
    8. 8. Virus• Struktur tubuh • Siklus Hidup – Ukuran tubuh 20-300 – Daur Litik nm • Adsorpsi – Mengandung • Penetrasi DNA/RNA • Replikasi • Perakitan – Memiliki selubung • Lisis protein – Daur Lisogenik
    9. 9. Bakteri• Struktur tubuh – Dinding sel – Membran plasma – Sitoplasma – Ribosom – Kapsul – Flagel – Pilus dan Fimbria – Vakuola gas – Endospora
    10. 10. Bakteri• Cara reproduksi – Seksual • Transformasi • Transduksi • Konjugasi – Aseksual • Pembelahan biner
    11. 11. Macam-macam bakteriBerdasarkan alat geraka) Atrich: tidak memiliki flagel, ex Escherichia colib) Monotrich: mempunyai 1 flagel di salah satu ujungnya, ex Vibrio cholerac) Lopotrich: mempunyai 1 atau lebih flagel pada salah satu ujungnya, ex Rodhospirillum rubrumd) Ampitrich: mempunyai 1 atau lebih flagel pada kedua ujungnya, ex Pseudomonas aeruginosae) Peritrich: mempunyai flagel pada seluruh tubuh, ex Salmonella typhosa
    12. 12. Berdasarkan cara memperoleh makanan:a) Bakteri heterotrofb) Bakteri autotrofBerdasarkan kebutuhan oksigen:a) Bekteri aerobb) Bakteri anaerob
    13. 13. Berdasarkan Bentuk bakteri
    14. 14. FungiKelompok organisme eukariotikUmumnya multiselularSebagian besar jamur ialah saprofit yang tidak berbahayaStruktur jamur terdiri dari hifaHifa-hifa tersebut berkumpul membentuk miselium
    15. 15. Reproduksi Fungi Seksual Aseksual Pembelahan Konjugasi Penguncupan Pembentukan spora aseksualPembentukan spora seksual Fragmentasi
    16. 16. Clamidia• Berukuran 0.2-1.5 mikron• Tergolong bakteri, gram negatif• Tidak bergerak,mempunyai ribosom, RNA, DNA, dinding sel dari peptidoglikan yang mengandung asam muramat, mempunyai enzim yang aktif pada metabolisme
    17. 17. Siklus PerkembanganBadan elementer (bentuk sferisdengan diameter 0.2-0.4 mikron,berinti satu) masuk ke dalam seldengan cara fagositosis Dalam waktu 8 jam badan elementer berkembang menjadi badan inisial yang berukuran 0,8-1,5 mikron
    18. 18. Siklus Perkembangan4 jam berikutnya badan inisialmembelah biner membentukbadan intermedier kemudianbadan elementer Sel hospes pecah, badan elementer tersebar dan menimbulkan infeksi pada sel hospes baru
    19. 19. Riketsia• Berukuran 1-0.3 mikron• Tergolong bakteri, bersifat gram negatif• Mengandung asam nukleat yang terdiri dari RNA dan DNA• Dinding sel mengandung mukopeptida, mempunyai ribosom
    20. 20. Gambaran PatologisRickettsia berkembang biak di dalam sel endotel pembuluh darah kecil. Sel membengkak dan mengalami nekrosis, kemudian terjadi thrombosis pembuluh darah yang dapat mengakibatkan rupture dan nekrosis. Di kulit Nampak adanya lesi vaskuler. Vaskulitis terjadi pada beberapa organ merupakan dasar terjadinya gangguan hemostatik. Dalam jaringan otak dapat ditemukan penumpukan limfosit.
    21. 21. ParasitProtozoa Vermes Athropoda
    22. 22. Siklus parasit• Lingkaran hidup parasit harus menyesuaikan diri kepada hospes dan lingkungan luar. Kebanyakan parasit manusia mencapai kedewasaan di dalam hospes.
    23. 23. Konsep Dasar Farmakologi
    24. 24. Penyakit InfeksiKondisi yang Melemahkan Pejamu Melawan Mikroorganisme Infeksi OportunisyikPengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme
    25. 25. Kondisi yang Melemahkan Pejamu Melawan Mikroorganisme1. Sanitasi Buruk2. Mengidap Imunodefisiensi3. Malnutrisi4. Mendapat Obat Imunosupresi5. Perubahan sel fagositik6. Kekurangan sel efektor
    26. 26. Infeksi Oportunistik• Disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan kekebalan tubuh normal, tetapi dapat terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh buruk.• Membutuhkan kesempatan untuk menginfeksi
    27. 27. Infeksi Oportunistik Bagaimana terjadinya Infeksi OportunistikMenurunnya Limfosit T (CD4) Disregulasi Sel B Respon imun gagal terhadap antigen Berkembangnya Infeksi Oportunistik
    28. 28. Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme• Dilakukan dengan tiga cara  Mencegah Transmisi  Membunuh Patogen  Menurunkan mikroorganisme kontaminan
    29. 29. Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme1. Mencegah Transimisi KontakCara agen bertransimisi UdaraCara Mencegah Transmisi : DarahMenghindari transimisinya,Menggunakan pelindung, MakananMenjaga kebersihan. Serangga
    30. 30. Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme2. Membunuh Patogen, 3. Menurunkan diantaranya meminum mikroorganisme obat kontaminan - antiviral Diantaranya : - antifungal a. Sterilisasi (mekanik, - antibiotik kimia, radiasi) - antimikrobial b. Disinfeksi (Proses menghancurkan/ menginaktifkan patogen)
    31. 31. FarmakologiPengaturan Obat, Pengembangan Obat Klasifikasi Obat Farmakokinetik Farmakodinamik
    32. 32. Pengaturan Obat1. Era 70-an : Obat didaftarkan bedasarkan surat MenKes, obat ditandai dengan kode No. Reg D (no pendek).2. Era 80-an : Pendaftaran obat diatur berdasarkan keputusan MenKes tentang kriteria pendaftaran obat jadi.3. Era 90-an : Revisi peraturan registrasi obat tentang wajib daftar obat jadi.4. Tahun 2001 : DirJen Pengawasan Obat dan Makanan berubah menjadi Badan Pengawas Obat dan Makanan.
    33. 33. Pengembangan Obat Baru1. Tahap Preklinis (Pada hewan) obat diuji dari toksisitas, farmakokinetiik, dan efek biologis yang potensial. Ketika semua data sudah terkumpul baru meminta izin pada FDA (Food and Drug Administration) untuk pengujian di manusia.
    34. 34. 2. Uji Klinis (pengujian pada manusia) Terdapat 4 Fasea. Fase 1 : pengujian metabolisme dan efek biologis obat pada relawanb. Fase 2: pengujian manfaat terapeutik, dan dosis. Di ujikan pada pasienc. Fase 3: Diujikan keamanan dan keefektifan. Diujikan pada pasien.d. Fase 4 : Setelah melewati fase 3, obat diajukan ke FDA untuk memperoleh New Drug Application, obat baru diedarkan untuk pemakain umum.
    35. 35. Tata Nama Obat• Nama Kimia Menggunakan tatanama kimia, panjang dan kompleks. Mis : N-Acetyl-Para- Aminophenol• Nama generik lebih singkat, namun lebih kompleks dari nama dagang. mis : Acetaminophen• Nama Dagang Melibatkan perusahaan yang membuat, namanya singkat. Mis : Panadol, Acephen
    36. 36. Farmakodinamik• Mempelajari efek biokimia dan fisiologi obat serta mekanisme kerja obat dalam tubuh.• Dibagi menjadi Ineteraksi Dosis- Respons dan Interaksi Obat Reseptor• Reseptor obat : mis kanal ion, protein, dll.
    37. 37. FarmakodinamikInteraksi Dosis Respons1. Maksimal efikasi : efek 2. Relatif potensi : terbesar yang Berapa banyak obat dikeuarkan obat. Tidak yang harus diberikan semua obat dengan untuk mendapat respon efikasi maksimal yang diinginkan dibutuhkan, sesuai dengan kebutuhan pasien.
    38. 38. FarmakodinamikInteraksi Obat-Reseptor• Afinitas : kemampuan tarik menarik antara obat dan • Agonis sebagian : reseptor kemampuan aktivitas intrinsiknya tidak• Aktivitas intrinsik : sebesar agonis penuh. kemampuan obat untuk • Antagonis : mengaktifkan dan mengikat reseptor Memberikan efek dengan cara mencegah pengaktivan reseptor.• Agonis : Mendukung mekanisme asli kerja Cara kkerja memblok tubuh. Meniru regulator regulator endogen. endogen, mengaktifkan hormon, neurotransmitter
    39. 39. Farmakokinetik• Proses masuknya obat sampai dalam tubuh.• Fase : 1. Absorpsi 2. Distribusi 3. Metabolisme Obat 4. Ekskresi Obat
    40. 40. Farmakokinetik• Absorpsi Penyerapan obat, • Metabolisme obat : dipengaruhi beberapa dilakukan oleh enzim faktor : kelarutan obat, mikrosom di RE sel kemampuan difusi obat, hati, yang sirkulasi pada letak mempengaruhi : fungsi absorpsi, cara pemakian hati, genetik, dll obat. • Eksresi obat :• Distribusi Obat : pengeluaran urin. dipengaruhi oleh Misalkan : urin, membran sel. Obat keringat, pernapasan. yang mudah menembus dinding sel dapat mencapai ekstra/intra sel
    41. 41. Efek samping, interaksi obat, dan variasi individu dalam respon obatFarmakologi dan proses keperawatanAspek legal dan etik dalam terapi farmakologiAspek budaya dalam terapi farmakologi dan terapi komplementer
    42. 42. Efek Samping• Efek samping: hasil interaksi antara molekul obat dengan tempat kerja spesifik• Efek samping dapat diperkirakan tidak dapat diperkirakan• Contoh efek samping: 1. alaergi akut karena penisilin 2. osteoporosis berat karena pemberian insulin 3. hipertensi karena penghentian pemberian klonidin
    43. 43. Interaksi Obat Interaksi obat memiliki dampak yang Menguntungkan Merugikan Penisilin dengan probenisid Kombinasi obat antihipertensi Kombinasi obat anti TBAda tiga (3) jenis interaksi obat1. Interaksi farmasetis2. farmakokinetik3. farmakodinamik
    44. 44. Variasi Individu dalam Respon Obat• Interaksi obat dalam tiap individu menimbulkan respon yang berbeda-beda• Respon yang berbeda dalam tiap individu dipengaruhi oleh genetik• Faktor genetik ini terjadi dalam proses farmakokinetik dan farmakondinamik
    45. 45. Farmakologi dan Proses Keperawatan1. Pengkajian Riwayat medis, riwayat alergi, data obat, riwayat diet, kondisi klien terkini, persepsi klien, sikap klien terhadap penggunaan obat, pengetahuan klien tentang terapi obat, dan kebutuhan pembelajaran klien2. Diagnosa Kurang pengetahuan, ketidakpatuhan terhadap terapi obat, hambatan mobilitas fisik, perubahan sensori/persepsi, ansietas, gangguan menelan, dan penatalaksanaan program terapeutik tidak efektif3. perencanaan Mengajarkan klien berobat secara mandiri dan membantu klien menyusun jadwal pengobatan
    46. 46. 4. Implementasi Transkripsi obat secara benar, kalkulasi dosis yang akurat, pemberian dosis yang benar, mencatat pemberian obat, peningkatan kesehatan melalui penyuluhan, dan mempertahankan hak klien5. Evaluasi Memahami terapi obat, mempertahankan keamanan klien, dan menentukan kemampuan klien menggunakan obat secara mandiri
    47. 47. Aspek Legal dan Etik dalam Terapi Farmakologi• Kewajiban etis dan hukum wajib dimiliki perawat untuk memahami individu yang menyalahgunakan obat dan mengalami ketergantungan obat
    48. 48. Konsep Dasar Patologi Klinik
    49. 49. Manajemen Spesimen Spesimen berguna untuk pemeriksaan Mikrobiologi.Setiap spesimen mempunyai tata cara : Pengambilan,penampungan,penyimpanan,pem berian label dan cara pengiriman spesimen.Tujuan Manajemen Spesimen adalah agar Spesimen tidak tercemari oleh benda lain (bakteri) dan mahluk hidup di dalam spesimen tidak matiMetode Pengumpulan dan Pengambilan Spesimen berbeda-beda tergantung dari spesimen yang ingin diambil
    50. 50. Spesimen Urin• Urin Kateter• Urin Porsi Tengah (Diberitahu secara lisan atau tertulis)• Urin Aspirasi Suprapubik
    51. 51. Urin KateterJepit kateter (<30 menit)Bersihkan dengan alkohol pada tempat ambil urinTusukkan jarum, ambil urin, tampung, tutup rapat
    52. 52. Urin Porsi Tengah (Diberitahu secara lisan atau tertulis)• Duduk di toilet,buka kaki/lutut ke samping selebar mungkin• Dengan sabun medis & spon/kain/kapas,cuci genital dengan gerak dari depan ke belakang• Bilas dengan spon basah depan ke belakang,Ulangi beberapa kali dengan spon basah baru• Pegang dengan jari dan taruh cawan/botol mulut,lebar di depan genital, dan jangan menyentuh tepi botol
    53. 53. Urin Aspirasi SuprapubikAspirasi supra pubik adalah tehnik pengambilan sampel urin melalui aspirasi kulit abdomen pada daerah suprapubikDesinfeksi kulit: Antar Pusar (Umbilicus) sd kelamin.Anastesi pada tempat tusukan.( Mid-line, 2 cm di atas simfisis)Masukkan jarum ke kandung kemih yang sedang penuhHisap, tampung dalam botol dan tutup rapat
    54. 54. HematologiPemeriksaan hematologi bertujuan untuk mengetahui keadaan komponen darah baik sel darah maupun serum serta menilai fungsi dari komponen darah tersebut.
    55. 55. Pemeriksaan Darah LengkapPemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count / CBC) yaitu suatu jenis pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa suatu penyakit dan atau untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit
    56. 56. Parameter pemeriksaanHemoglobin, Hitung Jenis Leukosit (Diff Count),Hematokrit, Platelet Disribution Width (PDW),Leukosit (White Blood Cell / WBC),Trombosit (platelet), Red Cell Distribution Width (RDW)Eritrosit (Red Blood Cell / RBC),Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC),Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR),
    57. 57. Pemeriksaan darah rutinPemeriksaan yang bertujuan untuk menghitung jumlah sel-sel dalam darah dan mencegah adanya suatu penyakit dengan cara mnegontrol jumlah sel-sel dalam darahPemeriksaan darah rutin meliputi ;Hemoglobin / Haemoglobin (Hb),Hematokrit (Ht),Leukosit: hitung leukosit (leukocyte count) hitung jenis (differential count),Hitung trombosit / platelet count,Laju endap darah (LED) / erythrocyte sedimentation rate (ESR),Hitung eritrosit (di beberapa instansi).
    58. 58. Glukosa dan PengukurannyaAda tiga waktu untuk mengukur tingkat gula darah• Tes gula darah sewaktu. Tes ini mengukur glukosadalam darah yang diambil kapan saja, tanpa memperhatikan waktu makan.• Tes gula darah puasa. Tes ini memakai contoh darah yang diambil saat perut kosong, setelah kita tidak makan atau minum apa pun (kecuali air putih) selama sedikitnya delapan jam.• Tes toleransi glukosa. Tes ini dimulai dengan tes gula darah puasa. Kemudian kita diberikan minuman manis yang mengandung gula dengan ukuran tertentu. Tingkat gula darah lalu diukur dengan memakai beberapa contoh darah yang diambil pada jangka waktu yang tertentu.
    59. 59. Pemeriksaan gula darahPemeriksaan gula darah bertujuan untuk mengetahui kadar glukosa di dalam darah, yang dinyatakan dalam g/dL. Pada masa sekarang banyak diedarkan peralatan pengukuran kadar gula darah yang praktis secara digital, sehingga mudah diterapkan di mana saja.Langkah-langkah pengukurannya adalah:1. Ambil darah kapiler dengan lanset yang terdapat pada set peralatan2. Letakkan darah pada monitor untuk mengetahui kadar glukosa3. Jika kadar glukosa terlalu tinggi, insulin diberikan. Jika kadar glukosa terlalu rendah konsumsi karbonhidrat4. Insulin diberikan dengan pompa insulin
    60. 60. Pemeriksaan Gula darah postpandrial (setelah makan)Uji gula darah post prandial biasanya dilakukan untuk menguji respons penderita terhadap asupan tinggi karbohidrat 2 jam setelah makan (sarapan pagi atau makan siang)Pemeriksaan gula darah Kurva Harian Serangkaian tindakan untuk proses pemeriksaan kadar gula darah klien sebanyak 3 kali dalam sehari pada waktu-waktu yang telah ditentukan
    61. 61. Analisa urin dan fesesAnalisa urin meliputi pemeriksaan warna,kejernihan,berat jenis,derajat keasaman,sedimen urin,protein,bilirubin,reduksi,galli mainini test,kehamilan imunologik1.Warna UrineCara pemeriksaan:Isi tabung reaksi dengan urine ¾ nyaDilihat dlm posisi miring dng penerangan matahari2. KejernihanCara pemeriksaan:Masukan urine kedlm tabung reaksi, ¾ nyaDilihat dng latar belakang hitam, dengan sinar matahariDilihat kejernihanya, apakah ada kekeruhan
    62. 62. Analisa FesesTujuan pemeriksaan Melihat ada tidaknya darah. Pemeriksaan ini mudah dilakukan baik oleh perawat atau klien sendiri. Pemeriksaan ini menggunakan kertas tes Guaiac, sering disebut tes GuaiacPemeriksaan makroskopis (jumlah,warna,bau) dan mikroskopis (Pemeriksaan mikroskopik meliputi pemeriksaan protozoa, telur cacing, leukosit, eritosit, sel epitel, kristal, makrofag dan sel ragi)
    63. 63. Pemeriksaan UrobilinDalam tinja normal selalu ada urobilin. Jumlah urobilin akan berkurang pada ikterus obstruktif ( kegagalan aliran bilirubin ke duodenum), Pada kasus obstruktif total hasil tes menjadi negatif, tinja dengan warna kelabu(tidak ada urobilinogen dalam saluran pencernaan) disebut akholik.Prosedur kerja1) Taruhlah beberapa gram tinja dalam sebuah mortir dan campurlah dengan larutan mercurichlorida 10 % dengan volume sama dengan volume tinja2) Campurlah baik-baik dengan memakai alunya3) Tuanglah bahan itu ke dalam cawan datar agar lebih mudah menguap dan biarkan selama 6-24 jam4) Adanya urobilin dapat dilihat dengan timbulnya warna merah
    64. 64. Kasus :Ny.CH,41 Tahun berdahak dan berkeringat setiap malam selama 6 bulan terakhir.Saat ke puskesmas dan diminta memeriksakan sputumnya,hasilnya BTA+.Dokter memeberi pengobatan anti-TB selama 6-9 bulan.Anda sebagai amahasiswa keperawatan yang sedang praktik di komunitas diminta pembimbing praktik untuk menjelaskan dasar patologi,mikrobiologi dan farmakologi terkait keadaan Ny.CH
    65. 65. • Tuberkulosis atau TB (singkatan yang sekarang ditinggalkan adalah TBC) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium tuberculosis. (dasar mikrobiologi)• Pada dinding sel mycobacteria, lemak berhubungan dengan arabinogalaktan dan peptidoglikan di bawahnya. Struktur ini menurunkan permeabilitas dinding sel, sehingga mengurangi efektivitas dari antibiotik.(dasar farmakologi)
    66. 66. Penanganan sputum dan pemeriksaan mikoskopis BTA, sangat membantu menegakkan diagnosis kasus infeksius penderita TBC dan penentuan pengobatan penyakit (dasar patologi )
    67. 67. Daftar Pustaka• Gandasoebrata,R.(1992).penuntun laboratorium klinik.Jakarta : Dian Rakyat• Abrams,Ac.(1995).clinical drug therapy:rationales for nursing practice.4th ed.Philadelphia: Lippincott William & Wilkins• Neva,F.A.Brown,H.W.(1994).Basic clinical parasitology.(edisi 6).Nortwalk:appleton & Lange• Gandahusada,s,dkk.(1992).parasitologi kedokteran.Jakarta:balai Penerbit FK-UI
    68. 68. • Anonimd. 2009. Pewarnaan Gram dan Pewarnaan Basil Tahan Asam.• Ballschmiter M, Futterer O, dan Liebl W. 2006. Identification and Characterization of a Novel Intracellular Alkaline -Amylase from The Hyperthermophilic Bacterium Thermotoga maritima MSB8. Appl. and Env. Microbiol. Vol 72 (3) : 2206-2211• Aunstrup KO, Andressen O, Falch EA dan Nielsen TK. 1979. Production of Microbial Enzymes in Microbial Technology. Vol. 1. Academic Press Inc. NewYork• Falch EA. 1991. Industrial Enzymes Developments in Production and Application. Biotech. Adv. 9(2):43-658
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×