Kepribadian & dinamikanya

  • 1,397 views
Uploaded on

Kepribadian =

Kepribadian =

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,397
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
44
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1.  Defrida Sembiring  Desma Kristina Situmorang  Devi Pramita  Dini Erlina Paramita Martondang  Doni Syahputra  Dwika Wulandari Marbun  Eka Oktavia APIKES
  • 2. Teori-teori psikologi kepribadian merupakan sub bidang psikologi yang paling langsung berhubungan dalam membahas kompleksitas pribadi manusia.
  • 3. Gordon W. Allport (1937) Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Eysenck (1982) Kepribadian merupakan totalitas aktual dan potensi perilaku seseorang yang berhubungan erat dengan faktor keturunan dan lingkungannya.
  • 4. Kepribadian Sehat  Memiliki rasa takut kepada Tuhan  Bisa menilai secara realistik atas kelebihan dan kekurangan  Bisa menghadapi situasi dan kondisi lingkungsn secara real  Bisa menerima tanggung jawab menurut potensinya  Bisa mengontrol emosi dengan nyaman dan konstruktif  Berorientasi pada tujuan dan beraktivitas secara matang
  • 5.  Bersikap menghargai, empati, peduli, fleksibel dalam berpikir, tidak menjadi korban pemanfaatan dari orang lain  Memiliki kebahagiaan realistik yang didukung prestasinya  Memiliki toleransi tinggi terhadap kemajemukan masyarakat
  • 6. Keribadian yang tidak sehat  Tidak memiliki rasa takut kepada Tuhan  Gampang tersinggung, marah, kuatir, cemas dan sering tertekan (stres dan defresi, kejam, kasar, tempramental)  Ketidakmampuan untuk menghindari perilaku menyimpang meski sudah deberikan hukuman  Kebiasaan berbohong dan perilaku hiperaktif  Sikap permusuhan dan bertindak otoriter terhadap orang lain  Suka mengkritik tanpa bukti, memfitnah atau mencemooh
  • 7.  Tidak bertanggung jawab atas perbuatannya  Sering sulit tidur sebagai akibat rasa ketakutan baik yang realistik atau unrealistik yang disertai dengan rasa kegelisahan  Senang mengadudombakan orang lain  Pesimis menghadapi kehidupan dan bermuram durja
  • 8. Faktor Bawaan a. Proporsi cairan tubuh manusia Hipocrates dan Glanelus menyimpulkan cairan tubuh seseorang :  Sifat kering chole (empedu kuning)  Sifat basah melanchole (empedu hitam)  Sifat dingin flegmatis (lendir)  Sifat panas sanguistik (darah) b. Genetik Faktor genetik memegang peran penting dalam menentukan kepribadian seseorang
  • 9. Faktor psikodinamika kepribadian a. Struktur kepribadian  Das Es = aspek biologi yang merupakan sistem original di dalam kpribadian manusia  Das Ich = aspek psikologi yang timbul antara kebutuhan dan realita  Das Ueber Ich = aspek sosiologi yang menentukan apakah sesuatu itu benar atau salah, pantas atau tidak pantas, susila atau asusila Concientia itu efek tindakan seseorang berupa hukuma, dosa atau sanksi Ich-ideal adalah reward (hadiah) yang dapat menimbulkan rasa bangga
  • 10. Instink adalah sebagai sumber perangsang somatis dan psikologi dalam mencapai kebutuhan Sigmund Freud mengatakan bahwa manusia memiliki 2 instink : hidup dan mati
  • 11. Ada berbagai cara mendistribusikan kepribadian, yang membuat keseimbangan ( defence mechanisme) antara das Es, das Ich dan das Ueber Ich. Defence mechanisme adalah bentuk ketidak sadaran seseorang untuk mengatasi berbagai bentuk ketidakmampuannya dalam mengatasi maslah.
  • 12. Refresi Usaha seseorang untuk melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan atau mengganggu perasaan. Faktor2 penyebabnya ialah cemas, gangguan emosional, tekanan fisik atau psikologi Pelarian Usaha seseorang meruduksi kondisi yang tidak menyenangkan dengan cara melarikan diri dari kenyataan ke alam khayalan dimana bisa membayangkan hal2 yang di inginkan Regresi Usaha mempertahankan diri dengan cara mundur ke prilaku sebelumnya yang di anggap sebagai penyesuaian diri, seperti mengompol, teriak berlebihan dsb Displacement Bentuk pertahanan diri dengan memindahkan satu kondisi ke kondisi lain yang dianggap masih diterima dilingkungan. Rasionalisasi Usaha mempertahankan diri dengan memberikan berbagai alasan yang masuk akal dalam tingkah laku yang sebenarnya merupakan tingkah laku yag tidak di inginkan.
  • 13. Proyeksi Bentuk pertahanan diri dengan mencari kesalahan di luar diri atau kepada orang lain Fiksasi Usaha mempertahankan diri dengan melakukan kemajuan lebih awal dari tahap perkembangannya, sehingga perilakunya terkesan lebih dewasa dari usia kronologinya Sublimasi Usaha memepertahankan diri dengan menggantikan implus atau perasaan dengan lawan dari implus atau perasaan. Misalnya rasa benci di ganti dengan rasa sayang berlebihan untuk menutupi perasaan bencinya yang luar biasa.
  • 14. Sigmund Freud (Westen, 1998) Kehidupan mental manusia sangat berkaitan dengan kehidupan alam sadar dan alam bawah sadar manusia. Carl Gustav Jung Ketidaksadaran merupakan hal atau kondisi yang tidak di sadari yang di manifestasikan dalam bentuk symptom, kompleks, mimpi, fantasi, khayalan, reaksi instink, proyeksi, imago, bayangan, animus anima (sifat sifat kesadaran)
  • 15. Pembentuka kepribadian manusia berkaitan erat dengan pengalaman hidup. Pembentukan kepribadian masa kini dipegaruhi kepribadian masa lalu dan kepribadian masa kiini pilihan kepribadian masa yang akan datang. Jhon Locke mengatakan bahwa pengalaman sebagai akar pengetahuan
  • 16. Pertumbuhan dan perkembangan fisik dianggap salah satu faktor yang turut mempengaruhi kepribadian manusia. Kepribadian manusia ketika masa kanak- kanak akan berbeda dengan kepribadianya pada saat masa remaja, karena hal ini sangat berkaitan erat dengan kematangan (mature) pertumbuhan dan perkembangannya. Mature dianggap sebagai salah satu penyebab kepribadian seseorang (Pervin, Cervone dan Jhon, 2010)
  • 17. 1. Keluarga Faktor keluarga merupakan salah satu fator yang kuat dalam pembentukan kepribadian seseorang (Collin, dkk, 2000)  Anak sulung Anak sulung lebih bertujuan kepada pretai dan lebih gigi (Paulhus, dkk, 1999) Sementara Hurlock (1980) mengatakan :  Berperilaku matang, karena harus memikul tanggung jawab  Benci terhadap fungsi peran dirinya, karena dia selalu dianggap sebagai tauladan bagi adiknya  Memiliki perasaan kurang aman & benci sebagai akibat lahirnya adik yang sekarang menjadi perhatian orang tuanya  Kurang agresif & kurang berani karena selalu dalam perlindungan & pengawasan orang tua yang berlebihan
  • 18.  Dapat mengembangkan kemampuan memimpin sebagai akibat adanya harapan memikul tanggung jawab di rumah  Sering merasa tidak bahagia karena merasa kurang aman akibat berkurangnya perhatian orang tua atas kelahiran adiknya  Rasa benci karena selalu di bebani tugas dan tanggung jawab tambahan ketimbang tugas adik-adiknya  Anak tengah  Belajar mandiri & berpetualang akibat banyaknya kebebasan  Menjadi benci/berusaha melebihi perilaku kakanya  Tidak menyukai keistimewaan yang diperoleh kakanya
  • 19.  Bertingkah & melanggar peraturan agar menarik perhatian orang tua dari kakak atau adiknya  Mengembangkan kecendrungan untuk menjadi bos, mengejek, ata mengganggu adiknya yang memperoleh perhatian lebih  Mengembangkan kebiasaan tidak berprestasi tinggi karena kurangnya harapan & kurangnya tekanan untuk berprestasi  Memilikki tanggung jawab yang lebih sedikit  Ada perasaan diabaikan yang memicu gangguan perilaku  Rasa benci karena selalu dibebani tugas & tanggung jawab tambahan ketimbang tugas adik2nya.
  • 20.  Anak bungsu  Cenderung keras & banyak menuntut sebagai akibat dimanjakan anggota keluarga lainnya  Tidak banyak memiliki rasa benci & merasa lebih aman karena tidak disaingi oleh saudaranya  Biasanya dilindungi orang tuanya dari serangan fisik atau verbal  Sering tergantung & kurang memiliki rasa tanggung jawab  Kurang berprestasi  Mampu bersosialisasi di luar rumah & lebih populer  Jarang menjadi pemimpin karena cenderung memperoleh perhatian & dimanjakan keluargan
  • 21. 2. Teman sebaya Haris (2000) Pengaruh teman sebaya terkadang melebihi pengaruh dari dalam keluarga, terutama ketika mereka pada usia remaja. 3. Kultur Beberapa ahli psikolgi mengatakan bahwa kultur dapat memepengaruhi kepribadian secara halus dan meresap. Artinya kultur yg terdapat di tengah2 hidup seseorang akan mendefinisikan kebutuhan & cara2 memuaskan kebutuhan tersebut. Pengalaman seseorang dlm berbagai emosi & bgmna mengekspresikan apa yg akan dirasakannya, hbgan sosial dgn org lain, bagaiman menghadapi hidup, kematian, memikirkan sesuatu yg lucu/menyedihkan, pandangan tentang sakit/sehat semuanya berkaitan denangan kultur yg dimiliki (Markus & Kitayama, 1991)
  • 22. 4. Kelas sosial Adanya perbedaan status sosial diindikasikan turut mempengaruhi terhadap sehat atau tidak sehatnya perkembangan kepribadian seseorang. Yang dimaksud pengalaman disini adalah pengalama psikologis yang secara kualitas mmiliki integrasi (koheren) dengan pembentukan kepribadian seseorang Contoh kasus : mereka yang mengalami pelecehan atau kekerasan seksual. Mereka dipastikan memberikan penilaian negatif terhadap pengalaman yang di terimanya.
  • 23. Secara tradisional konsep diri mndiskripsikan  Kesadaran seseorang dalam mempresentasikan pengalaman fenomenologis dan pengalaman subjektif  Sebagi self reference yang secara kasual memberikan pengaruh terhadap perasaan, pemikiran dan perilaku seseorang  Sebagai ekspresi aspek-aspek integral pribadi
  • 24.  Tipe kepribadian menurut temperamennya 1. Tipe kolelris/chole (empedu kuning) Positif :  Cenderung unggul dalam prestasinya  Berbakat menjadi pemimpin dan berorientasi pada tugas  Dinamis & aktif  Sangat membutuhkan perubahan, memperbaiki kesalahannya, tidak emosional dalam bertindak, dan tidak mudah putus asa  Memancarkan percaya diri  Bebas dan mandiri serta memiliki managemen diri yang teratur  Suka memotivasi orang
  • 25. Negatif  Menekankan hasil sehingga lebih mengedepankan kuantitas dari pada kualitas kerja  Mencari pemecahan yang bersifat praktis yang terkadang melanggar norma- norma yang berlaku  Tidak terlalu banyak milih teman  Selalu merasa dirinya benar sehingga sulit menerima masukan  Suka mendelegasikan tugas dan menyerahkan tanggung jawab atas tugasanya kepada orang lain  Terkesan kurang mandiri  Suka membuat target yang terkadang sukar dilakukannya
  • 26.  Tipe melankolis (empedu hitam) Positif  Cenderung memiliki IQ yang cerdas  Memiliki pola pikir analitis, idealis dan filosofis  Berbakat dan kreatif  Serius, tekun, gigih dan cermat, teratur dan rapih  Bersikap perfeksionis, artistik dan musikal  Berorientasi pada jadwal / waktu, berorientasi pada masalah & suka pada grafik, bagan/daftar  Memiliki perasaan terhadap orang lain  Mau mendengarkan keluhan & bisa memecahkan masalah orang lain, setia berbakti
  • 27. Negatif Ekonomis sehingga terkesan pelit Takut berdebat sebagai akibat tidak mau berdebat sehingga dia lebih suka memilih menghindari pertengkaran Hati-hati dalam berteman, bersikap perfeksionisme yang tinggi, besikap kaku dan terkadang tertutup Memiliki standar hidup yang tinggi, mudah frustasi / defresi
  • 28.  Tipe flegmentasi Positif  Cenderung memiliki IQ cerdas, rendah hati & mudah bergaul & santai, pendiam, tenang & sabar (emosi seimbang)  Berusaha unutk konsisten  Simpatik (memiliki rasa kasihan)  Cukup mantap dalam bekerja & tahan terhadap tekanan  Menunjukan sikap sebagai pendengar Negatif  Suka memberikan kritik yang pedas  Suka marah dan gampang baik lagi  Memiliki sikap yang tidak stabil atau pelin-pelan  Memiliki sikap curiga kepada orang lain/paranoid  Bekerja tidak suka tergesa2 shingga terkesan lambat
  • 29.  Tipe singuistis atau darah Positif  Kreatif & inovatif  Memiliki ingatan yang kuat terhadap warna  Memiliki ide-ide yang cemerlang  Mengilhami orang untuk ikut idenya  Antusias & memmiliki dinamika kepribadian yang cukup baik  Suka bercderita & senang menghidupi suasana  Mudah berteman (bergaul), humoris & orangny memikat  Emosional &dedmontratif, periang dan penuh semangat  Hidup pada dunia sekarang, memaafkan orang lain & berhati tulus
  • 30. Negatif Mudah berubah-ubah, kurang setia (tidak loyal) Lugu, polos, dan terkadang terkesan kekanak-kanakan Gila pada pujian & senag pada hal penampilan agar dia terkesan lebih intelektual, bersifat ragu-ragu & mengambl keputusan & cenderung menjadi pendendam Suka menolong orang, namun tujuan dia agar menapatkan pujian diri
  • 31.  Golongan darah A  Golongan darah B  Golongan darah O  Golongan darah AB
  • 32. Kepribadiaan tempramen tinggi Kepribadaian tempramen rendah •Implusif •Emosional yang timbul (rendah) •Mudah marah namun juga mudah tertwa •Berhati dingin •Memiliki perhatian yang tidak mendalam •Sikap hati-hati dalam mengeluarkan pendapat •Tidak suka pada hal- hal praktis •Praktis •Teguh pada pendapatannya •Jujur dalam batas hukum •Selalu ingin berkuasa •Suka tenggang rasa •Dapat di percayai dalam hal keuanganan •Pandai menahan hawa nafsu •Siap untuk di kritik
  • 33. Tipe kepribadian Gambar kepribadian Viscorotonia (endomorfik) •Selalu tenang/rileks •Senang kepada hiburan •Suka makan & suka tidur •Jika adad masalah tergantung pada orang lain unutk menyelesaikannya •Kurang mandiri & kurang percaya diri atas kemampuannya Somatonia (ektomorfik) •Sikap gagah, perkasa & energik •Suka terus terang & suaranya lantang •Bergerak banyak •Keliahatan lebih dewasa dari usia sebenarnya •Jika ada masalah dia sering melakukan gerakan •Bagi yang mengalami gangguan kepribadian tampak gerakan okupasi
  • 34. Cerebotania (ektomorfik) •Sikap kurang gagah, ragu-ragu denagn reaksinya amat cepat •Tidak suka bergaul •Tidak berani bicara di depan banyak orang •Hidup teratur, suara tidak bebas •Sukar tidur •Tampak lebih muda dari usia sebenarnya •Apabila menghadapi masalah lebih suka menutup diri 1. Tipe kepribadian introvert  Cendrungan defresi  Ketakutan dan selalu diikuti obsesi  Curiga dan mudah tersinggung  Apatis, labil dan mudah gugup  Gampang luka batin, rendah diri dan sering melamun  Sukar tidur  Berpendirian, keras kepala dan kaku  Kurang humor dan memiliki banyak kosa kata
  • 35. 2. Tipe kepribadian ekstrovert  Cenderung histeria  Sedikit energis  Perhatian sempit dan prestasi kerja kurang  Kurang teliti  Kosa kata sedikit dan cenderung gagap  Mudah kecelakaan dan sselalu sakit-sakitan  IQ relatif rendah  Bekerja buru-buru  Mengutamakan persahabatan  Prestasi selalu dinilai berlebihan