• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
702010163 dwi utomo
 

702010163 dwi utomo

on

  • 160 views

 

Statistics

Views

Total Views
160
Views on SlideShare
160
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    702010163 dwi utomo 702010163 dwi utomo Document Transcript

    • Nama : DwiUtomoNIM : 702010163KURIKULUM 2013RasionalitasPenambahan Jam PelajaranPerubahan proses pembelajaran [darisiswadiberitahumenjadisiswamencaritahu] danproses penilaian[dariberbasis output menjadiberbasis proses dan output]memerlukanpenambahan jam pelajaran•Kecenderunganakhir-akhirinibanyaknegaramenambah jam pelajaran[KIPP di AS, KoreaSelatan]•Perbandingandengannegara-negaralainmenunjukkan jam pelajaran di Indonesiarelatiflebihsingkat
    • •Walaupunpembelajaran di Finlandiarelatifsingkat, tetapididukungdenganpembelajaran tutorialPermasalahanKurikulum 2006Kontenkurikulummasihterlalupadat yangditunjukkandenganbanyaknyamatapelajarandanbanyakmateri yangkeluasandantingkatkesukarannyamelampauitingkatperkembanganusiaanak.•Kurikulumbelumsepenuhnyaberbasiskompetensisesuaidengantuntutanfungsidantujuanpendidikannasional.•Kompetensibelummenggambarkansecaraholistik domain sikap, keterampilan, danpengetahuan.•Beberapakompetensi yang dibutuhkansesuaidenganperkembangankebutuhan(misalnyapendidikankarakter, metodologipembelajaranaktif, keseimbangan soft skills dan hardskills, kewirausahaan) belumterakomodasi di dalamkurikulum.•Kurikulumbelumpekadantanggapterhadapperubahansosial yang terjadipadatingkatlokal,nasional, maupun global.•Standar proses pembelajaranbelummenggambarkanurutanpembelajaran yangrincisehinggamembukapeluangpenafsiran yang beranekaragamdanberujungpadapembelajaranyang berpusatpada guru.•Standarpenilaianbelummengarahkanpadapenilaianberbasiskompetensi (proses danhasil)danbelumsecarategasmenuntutadanyaremediasisecaraberkala.•Dengan KTSP memerlukandokumenkurikulum yang lebihrinci agar tidakmenimbulkan multitafsir.12AlasanPengembanganKurikulum
    • 1. TantanganMasaDepan2. Globalisasi: WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA3. masalahlingkunganhidup4. kemajuanteknologiinformasi5. konvergensiilmudanteknologi6. ekonomiberbasispengetahuan7. kebangkitanindustrikreatifdanbudaya8. pergeserankekuatanekonomidunia9. pengaruhdanimbasteknosains10. mutu, investasidantransformasipadasektorpendidikan11. Hasil TIMSS dan PISAKompetensiMasaDepan1. Kemampuanberkomunikasi2. Kemampuanberpikirjernihdankritis3. Kemampuanmempertimbangkansegi moral suatupermasalahan4. Kemampuanmenjadiwarganegara yang efektif5. Kemampuanmencobauntukmengertidantoleranterhadappandangan yang berbeda6. Kemampuanhidupdalammasyarakat yang mengglobal7. Memilikiminatluasmengenaihidup8. Memilikikesiapanuntukbekerja9. Memilikikecerdasansesuaidenganbakat/minatnyaFenomenaNegatif yang Mengemukan1. Perkelahianpelajar2. Narkoba3. Korupsi4. Plagiarisme5. KecurangandalamUjian (Contek, Kerpek..)6. Gejolakmasyarakat (social unrest)PersepsiMasyarakat
    • 1. Terlalumenitikberatkanpadaaspekkognitif2. Bebansiswaterlaluberat3. KurangbermuatankarakterPRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUMPengembangankurikulumdidasarkanpadaprinsip-prinsipberikut:Kurikulumsatuanpendidikanataujenjangpendidikanbukanmerupakandaftarmatapelajaran.Atasdasarprinsiptersebutmakakurikulumsebagairencanaadalahrancanganuntukkontenpendidikanyang harusdimilikiolehseluruhpesertadidiksetelahmenyelesaikanpendidikannya disatusatuanataujenjangpendidikantertentu.Kurikulumsebagai prosesadalahtotalitaspengalamanbelajarpesertadidik disatusatuanataujenjangpendidikanuntukmenguasaikontenpendidikan yangdirancangdalamrencana.Hasilbelajaradalahperilakupesertadidiksecarakeseluruhandalammenerapkanperolehannya dimasyarakat.Standarkompetensilulusanditetapkanuntuksatusatuanpendidikan, jenjangpendidikan, danprogram pendidikan.SesuaidengankebijakanPemerintahmengenaiWajibBelajar 12TahunmakaStandarKompetensiLulusan yangmenjadidasarpengembangankurikulumadalahkemampuan yangharusdimilikipesertadidiksetelahmengikuti proses pendidikanselama 12 tahun.Selainitusesuaidenganfungsidantujuanjenjangpendidikandasardanpendidikanmenengahsertafungsidantujuandarimasing-masingsatuanpendidikanpadasetiapjenjangpendidikanmakapengembangankurikulumdidasarkanpulaatasStandarKompetensiLulusanpendidikandasardanpendidikanmenengahsertaStandarKompetensisatuanpendidikan.STRUKTUR KURIKULUM
    • Struktur kurikulum terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalenderpendidikan. Mata pelajaran terdiri atas:Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiapsatuan atau jenjang pendidikanMata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuaidengan pilihan mereka.Kedua kelompok mata pelajaran tersebut (wajib dan pilihan) terutama dikembangkan dalamstruktur kurikulum pendidikan menengah (SMA dan SMK) sementara itu mengingat usia danperkembangan psikologis peserta didik usia 7 – 15 tahun maka mata pelajaran pilihan belumdiberikan untuk peserta didik SD dan SMP.Struktur Kurikulum SDBeban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satusemester. Beban belajar di SD Tahun I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untukTahun IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD adalah 40 menit.Struktur Kurikulum SD adalah sebagai berikut:PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGUI II III IV V VIKelompok A1. Pendidikan Agama 4 4 4 4 4 42. PendidikanPancasiladanKewarganegaraan 5 6 6 6 6 63. Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 104. Matematika 5 6 6 6 6 6Kelompok B
    • 1. SeniBudayadanKeterampilan(termasukmuatanlokal)4 4 4 6 6 62. PendidikanJasmani, Olah RagadanKesehatan(termasukmuatanlokal)4 4 4 4 4 4JumlahAlokasiWaktu Per Minggu 30 32 34 36 36 36Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspekintelektual dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankanpada aspek afektif dan psikomotor.Integrasi konten IPA dan IPS adalah berdasarkan makna mata pelajaran sebagai organisasikonten dan bukan sebagai sumber dari konten. Konten IPA dan IPS diintegrasikan ke dalammata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia dan Matematika yang harus ada berdasarkan ketentuanperundang-undangan.Pembelajarantematikmerupakanpendekatanpembelajaran yangmengintegrasikanberbagaikompetensidariberbagaimatapelajaran.Pengintegrasiantersebutdilakukandalam 2 (dua) hal, yaituintegrasisikap, kemampuan/keterampilandanpengetahuandalam prosespembelajaransertapengintegrasianberbagaikonsepdasar yang berkaitan.Temamemberikanmaknakepadakonsepdasartersebutsehinggapesertadidiktidakmempelajarikonsepdasartanpaterkaitdengankehidupannyata.Dengandemikian,pembelajaranmemberikanmaknanyatakepadapesertadidik.Tema yang dipilihberkenaandenganalamdankehidupanmanusia.Keduanyaadalahpemberimaknayang substansialterhadapbahasa, PPKn,matematikadansenibudayakarenakeduanyaadalahlingkungannyatadimanapesertadidikdanmasyarakathidup.Disinilahkemampuandasar/KD dari IPA dan IPS yang= PembelajaranTematikTerintegrasi
    • diorganisasikankematapelajaranlain yang memilikiperanpentingsebagaipengikatdanpengembangKD matapelajaranlainnya.Berdasarkansudutpandangpsikologis,tingkatperkembanganpesertadidiktidakcukupabstrakuntukmemahamikontenmatapelajaransecaraterpisah-pisah.Pandanganpsikologiperkembangandan Gestalt memberidasar yangkuatuntukintegrasi KD yang diorganisasikandalampembelajarantematik.Darisudutpandangtransdisciplinaritymakapengotakankontenkurikulumsecaraterpisahketattidakmemberikankeuntunganbagikemampuanberpikirselanjutnya.Struktur Kurikulum SMPBeban belajar di SMP untuk Tahun VII, VIII, dan IX masing-masing 38 jam per minggu. Jambelajar SMP adalah 40 menit.Struktur Kurikulum SMP adalah sebagai berikut:MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR PERMINGGUVII VIII IXKelompok A1. Pendidikan Agama 3 3 32. PendidikanPancasiladanKewarganegaraan 3 3 33. Bahasa Indonesia 6 6 64. Matematika 5 5 55. IlmuPengetahuanAlam 5 5 56. IlmuPengetahuanSosial 4 4 4
    • 7. BahasaInggris 4 4 4Kelompok B1. SeniBudaya (termasukmuatanlokal) 3 3 32. PendidikanJasmani, Olah Raga,danKesehatan(termasukmuatanlokal)3 3 33. Prakarya(termasukmuatanlokal)2 2 2JumlahAlokasiWaktu Per Minggu 38 38 38Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspekintelektual dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankanpada aspek afektif dan psikomotor.Struktur Kurikulum SMAUntuk menerapkan konsep kesamaan antara SMA dan SMK maka dikembangkan kurikulumPendidikan Menengah yang terdiri atas Kelompok mata pelajaran Wajib dan Mata pelajaranPilihan. Mata pelajaran wajib sebanyak 9 (Sembilan) mata pelajaran dengan beban belajar 18jam per minggu. Konten kurikulum (Kompetensi Inti/KI dan KD) dan kemasan konten sertalabel konten (mata pelajaran) untuk mata pelajaran wajib bagi SMA dan SMK adalahsama.Struktur ini menempatkan prinsip bahwa peserta didik adalah subjek dalam belajar dan merekamemiliki hak untuk memilih sesuai dengan minatnya.Mata pelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik (SMA) sertapilihan akademikdan vokasional(SMK). Mata pelajaran pilihan ini memberikan corak kepada fungsi satuan pendidikan dandidalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Beban belajar di SMA untuk
    • Tahun X, XI, dan XII masing-masing 43 jam belajar per minggu. Satu jam belajar adalah 45menit.Struktur Kurikulum Pendidikan Menengah kelompok mata pelajaran wajibsebagaiberikut.MATA PELAJARANALOKASI WAKTUBELAJARPER MINGGUX XI XIIKelompokWajib1. Pendidikan Agama 3 3 32. PendidikanPancasiladanKewarganegaraan 2 2 23. Bahasa Indonesia 4 4 44. Matematika 4 4 45. Sejarah Indonesia 2 2 26. BahasaInggris 2 2 27. SeniBudaya 2 2 28. Prakarya 2 2 29. PendidikanJasmani, Olah Raga, danKesehatan 2 2 2Jumlah Jam Pelajaran Kelompok Wajibper minggu 23 23 23Kelompok PeminatanMata Pelajaran Peminatan Akademik (SMA) 20 20 20
    • Mata Pelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi (SMK) 28 28 28Kompetensi Dasar mata pelajaran wajib memberikan kemampuan dasar yang sama bagi tamatanPendidikan Menengah antara mereka yang belajar di SMA dan SMK.Bagi mereka yang memilih SMA tersedia pilihan kelompok peminatan (sebagai ganti jurusan)dan pilihan antar kelompok peminatan dan bebas. Nama Kelompok Peminatan digunakan karenamemiliki keterbukaan untuk belajar di luar kelompok tersebut sedangkan nama jurusan memilikikonotasi terbatas pada apa yang tersedia pada jurusan tersebut dan tidak boleh mengambil matapelajaran di luar jurusan.Struktur Kelompok Peminatan Akademik (SMA) memberikan keleluasaan bagi peserta didiksebagai subjek tetapi juga berdasarkan pandangan bahwa semua disiplin ilmu adalah sama dalamkedudukannya. Nama kelompok minat diubah dari IPA, IPS dan Bahasa menjadi Matematikadan Sains, Sosial, dan Bahasa. Nama-nama ini tidak diartikan sebagai nama kelompok disiplinilmu karena adanya berbagai pertentangan fisolosfis pengelompokan disiplin ilmu. Berdasarkanfilosofi rekonstruksi sosial maka nama organisasi kurikulum tidak terikat pada nama disiplinilmu.Terlampir di bawahadalahmatapelajaranpeminatandanmatapelajaranpilihan(pendalamanminatdanlintasminat).MATA PELAJARANKelasX XI XIIKelompok Wajib 23 23 23Peminatan Matematika dan SainsI 1 Matematika 3 4 42 Biologi 3 4 4
    • 3 Fisika 3 4 44 Kimia 3 4 4Peminatan SosialII 1 Geografi 3 4 42 Sejarah 3 4 43 Sosiologi dan Antropologi 3 4 44 Ekonomi 3 4 4Peminatan BahasaIII 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 4 42 Bahasa dan Sastra Inggris 3 4 43 Bahasa dan Sastra Asing lainnya 3 4 44 SosiologidanAntropologi 3 4 4Mata Pelajaran PilihanPilihanPendalamanMinatatauLintasMinat 6 4 4Jumlah Jam Pelajaran Yang Tersedia 73 75 75Jumlah Jam Pelajaran Yang harus Ditempuh 41 43 43Pengembangan Buku SiswadanPedoman GuruImplementasi kurikulum dilengkapi dengan bukusiswadanpedoman guru yang disediakan olehPemerintah. Strategi ini memberikan jaminan terhadap kualitas isi/bahanajardanpenyajianbukusertabahan bagi pelatihan guru dalam keterampilanmelakukanpembelajarandanpenilaianpada proses sertahasilbelajarpesertadidik.
    • Pada bulan Juli 2013 yaitu padaawal implementasi Kurikulum 2013 buku sudah dimiliki olehsetiap peserta didik dan guru.Ketersediaan buku adalah untuk meringankan beban orangtua karena orangtua tidak perlumembeli buku baru.Evaluasi KurikulumPelaksanaan evaluasi implementasi kurikulum dilaksanakan sebagai berikut:Jenis Evaluasi:Formatif sampai tahun Belajar 2015-2016Sumatif: Tahun Belajar 2016 secara menyeluruh untuk menentukan kelayakan ide, dokumen,dan implementasi kurikulum.Evaluasi pelaksanaan kurikulum diselenggarakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalahpelaksanaan kurikulum dan membantu kepala sekolah dan guru menyelesaikan masalah tersebut.Evaluasi dilakukan pada setiap satuan pendidikan dan dilaksanakan pada satuan pendidikan diwilayah kota/kabupaten secara rutin dan bergiliran.Evaluasi dilakukan di akhir tahun ke II danke V SD, tahun ke VIII SMP dan tahun ke XISMA/SMK. Hasil dari evaluasi digunakan untuk memperbaiki kelemahan hasil belajar pesertadidik di kelas/tahun berikutnya.Evaluasi akhir tahun ke VI SD, tahun ke IX SMP, tahun ke XII SMA/SMK dilakukan untukmenguji efektivitas kurikulum dalam mencapai StandarKemampuanLulusan (SKL).