Antropologi -Dinamika Kebudayaan-

9,992 views

Published on

Dwiayu Citra Putriani - Universitas Gunadarma 2013

Kelas : 1PA17 (Psikologi Karawaci)

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,992
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
173
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Antropologi -Dinamika Kebudayaan-

  1. 1. ANTROPOLOGI KELOMPOK 6 1PA17 •Annida Fakhriyah Khansa •Dwiayu Citra Putriani •Nur Adha •Dian Pratiwi •Syarifah Fetimah •Gitarani Ajeng Asriningpuri •Afrizal
  2. 2. DINAMIKA KEBUDAYAAN  Pengertian - kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang manapun dan tidak mengenai sebagian dari cara hidup itu yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan - dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan, mengikuti pengaruh dan keadaan di sekitarnya Sehingga disimpulkan bahwa dinamika kebudayaan adalah tata cara kehidupan masyarakat yang selalu bergerak, berkembang dan menyesuaikan diri dengan setiap keadaan dan seiring dengan perkembangan zaman
  3. 3. 1. 2. 3. 4.
  4. 4. 1. BELAJAR KEBUDAYAAN SENDIRI  Dibagi menjadi: 1. Proses Internalisasi Menurut Koentjaraningrat (1996: 142-143) adalah proses yang berlangsung sepanjang hidup individu, yaitu mulai dari ia dilahirkan sampai akhir hayatnya. Sepanjang hayatnya seorang individu terus belajar untuk mengolah segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang kemudian membentuk kepribadiannya. - Proses internalisasi pada dasarnya tidak hanya monoton didapat dari keluarga, melainkan dapat didapat dari lingkungan kita. Lingkungan yang dimaksud tersebut adalah lingkungan sosial. Secara tidak sadar kita telah dipengaruhi oleh berbagai tokoh masyarakat, seperti kiyai, ustad, guru, dan lain-lain. Dari situlah kita dapat memetik beberapa hal yang kita dapatkan dari mereka yang kemudian kita menjadikannya sebagai sebuah kepribadian dan kebudayaan kita.
  5. 5. 2. Proses Sosialisasi Talcott Parson (dalam Koentjaraningrat, 1996: 143-145) menggambarkan proses mengenai kebudayaan sebagai bagian dari proses sosialisasi individu. Semua pola tindakan individu-individu yang menempati berbagai kedudukan dalam masyarakatnya yang dijumpai sesorang dalam kehidupannya sehari-hari semenjak ia dilahirkan, dicerna olehnya sehingga individu tersebut pun akan menjadikan pola-pola tindakan tersebut sebagai bagian dari kepribadiannya.
  6. 6. 3. Proses Enkulturasi  Menurut Koentjaraningrat (1996: 145-147) proses enkulturasi adalah proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran serta sikap terhadap adat, sistem norma, dan semua peraturan yang terdapat dalam kebudayaan seseorang. Proses ini telah dimulai sejak awal kehidupan, yaitu dalam lingkungan keluarga, dan kemudian dalam lingkungan yang semakin lama semakin meluas. Pada awalnya seorang anak kecil mulai belajar dengan cara menirukan tingkah laku orang-orang yang berada di sekitarnya, yang lama kelamaan menjadi pola yang mantap, dan norma yang mengatur tingkah lakunya “dibudayakan”.
  7. 7.  Contoh video dari Belajar Kebudayaan Sendiri :
  8. 8. 2. EVOLUSI KEBUDAYAAN DAN DIFUSI  Evolusi Kebudayaan Proses evolusi sosial mencakup dua hal, yaitu: a. Proses evolusi sosial budaya yang dianalisis secara detail akan menunjukkan proses perubahan yang terjadi dalam dinamika kehidupan sehari-hari dalam tiap masyarakat di dunia. Misalnya, adat serta peraturan diubah sesuai dengan desakan keperluan-keperluan baru dari individu-individu dalam masyarakat. b. Proses-proses evolusi sosial budaya yang dipandang seolah-olah dari jauh hanya akan menampakkan kepada peneliti perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam waktu yang panjang, misalnya tingkat perkembangan yang telah dialami oleh penduduk di zaman purbakala.
  9. 9.  Contoh video dari Evolusi Kebudayaan:
  10. 10.  Difusi Kebudayaan  W.A. Haviland menyatakan bahwa difusi adalah penyebaran kebiasaan atau adat istiadat dari kebudayaan satu kepada kebudayaan lain. Proses difusi berlangsung menggunakan teknik meniru atau imitasi.  Meniru lebih mudah daripada menciptakan sendiri, terutama tentang hal-hal yang baru. Contoh proses terjadinya difusi, yaitu: - Unsur-unsur budaya timur dan barat yang masuk ke Indonesia dilakukan dengan teknik meniru. Misalnya, model pakaian yang digunakan, lambat laun ditiru oleh masyarakat.
  11. 11.  Contoh video dari Difusi Kebudayaan :
  12. 12. 3. AKULTURASI DAN ASIMILASI   Akulturasi Akulturasi menurut Koentjaraningrat, adalah istilah dalam antropologi yang memiliki beberapa makna yang kesemuanya itu mencakup konsep mengenai proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan kepada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur-unsur asing tersebut lambat laun dapat diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu.
  13. 13.  Contoh video dari Akulturasi :
  14. 14.   Asimilasi Asimilasi menurut Koentjaraningrat adalah suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latarbelakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan golongan-golongan itu masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.
  15. 15.  Contoh video dari Asimilasi :
  16. 16. 4. INOVASI Inovasi adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi dan modal, serta penataan kembali dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru, sehingga terbentuk suatu sistem produksi dari produk-produk baru.  Menurut Koentjaraningrat bahwa suatu proses Inovasi tentu berkaitan dengan penemuan baru dalam teknologi, yang biasanya merupakan suatu proses sosial yang bertahap dari discovery (penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru). 
  17. 17.  Contoh video dari Inovasi:

×