• Save
Keselamatan pasien Radiologi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Keselamatan pasien Radiologi

on

  • 4,391 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,391
Views on SlideShare
4,391
Embed Views
0

Actions

Likes
4
Downloads
0
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Cegah cedera melalui implementasi system Keselamatan pasien, “Gunakan informasi yg ada ttg kejadian/masalah utk melakukan perubahan pd sistem pelayanan”

Keselamatan pasien Radiologi Keselamatan pasien Radiologi Presentation Transcript

  • Keselamatan PASIEN
  • Pengertian Keselamatan
    • Keselamatan pasien di Rumah Sakit adalah system
    • (tatanan) pelayanan dalam suatu Rumah Sakit
    • yang memberikan asuhan pasien agar pasien
    • menjadi lebih aman. Termasuk di dalamnya:
    • mengukur risiko; identifikasi dan pengolahan risiko
    • terhadap pasien; pelaporan dan analisis insiden;
    • kemampuan untuk belajar dan menindaklanjuti
    • insiden serta menerapkan solusi untuk mencegah,
    • mengurangi serta meminimalkan risiko.
    • (Rochmanadji Widayat, 2009,hal:80).
  • Ber Awal dari banyak kesalahan…
    • tidak menerapkan pemeriksaan yang sesuai
    • menggunakan cara pemeriksaan yang sudah tidak dipakai atau tidak bertindak atas hasil pemeriksaan atau observasi;
    • tahap pengobatan seperti kesalahan pada prosedur pengobatan, pelaksanaan terapi, metode penggunaan obat, dan keterlambatan merespon hasil pemeriksaan asuhan yang tidak layak
    • tahap preventive seperti tidak memberikan terapi provilaktik serta monitor dan follow up yang tidak adekuat;
    • atau pada hal teknis yang lain seperti kegagalan berkomunikasi, kegagalan alat atau system yang lain.
  • Bicara Hukum …
    • Keselamatan Pasien sebagai Isu Hukum
    • a. Pasal 53 (3) UU No.36/2009 “Pelaksanaan Pelayanan kesehatan harus mendahulukan keselamatan nyawa pasien.”
    • b. Pasal 32n UU No.44/2009 “Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit.
    • c. Pasal 58 UU No.36/2009
    • 1)  “Setiap orang berhak menuntut G.R terhadap seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam Pelkes yang diterimanya.”
    • 2) “…..tidak berlaku bagi tenaga kesehatan yang melakukan tindakan penyelamatan nyawa atau pencegahan kecacatan seseorang dalam keadaan darurat.”
  • Rumah Sakit bertanggung jawab atas…
    • a. Pasal 29b UU No.44/2009 ”Memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit.”
    • b. Pasal 46 UU No.44/2009 “Rumah sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan di RS.”
    • c. Pasal 45 (2) UU No.44/2009 “Rumah sakit tidak dapat dituntut dalam melaksanakan tugas dalam rangka menyelamatkan nyawa manusia.”
  • bukan tanggung jawab rumah sakit bila..
    • Pasal 45 (1) UU No.44/2009 Tentang Rumah sakit
    • “ Rumah Sakit Tidak bertanggung jawab secara
    • hukum apabila pasien dan/atau keluarganya
    • menolak atau menghentikan pengobatan yang
    • dapat berakibat kematian pasien setelah adanya
    • penjelasan medis yang kompresehensif.
  • Hak pasien untuk Menyelamatkan dirinya !
    • a. Pasal 32d UU No.44/2009 “Setiap pasien mempunyai hak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional”
    • b. Pasal 32e UU No.44/2009 “Setiap pasien mempunyai hak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi”
    • c. Pasal 32j UU No.44/2009 “Setiap pasien mempunyai hak tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan”
    • d. Pasal 32q UU No.44/2009 “Setiap pasien mempunyai hak menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana”
  • Safety System Hospital
    • a.  Assessment risiko
    • Identifikasi dan pengelolaan yang terkait resiko pasien
    • c.  Pelaporan dan analisis insiden
    • d.  Kemampuan belajar dari insiden
    • e.  Tindak lanjut dan implementasi solusi meminimalkan resiko
  • T0Edju4n K35eL4m4t4n p4s!3n…
    • Terciptanya budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit
    • Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit thdp pasien dan masyarakat;
    • Menurunnya Kejadian Tidak Diharapkan(KTD)di Rumah Sakit
    • Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi pengulangan Kejadian Tidak Diharapkan(KTD).
  • Safety concept -__-
    • 1. Mengorganisir sikap kita terhadap pasien
    • 2. Bisa jadi kita sebagai agen pembawa
    • penyakit dari satu pasien ke pasien lain
    • 3. Manajemen resiko yang dapat kita
    • timbulkan pada pasien; salah foto,
    • Risiko pasien ketika masuk rumah sakit (Patient care related risk)
    • Risiko tenaga kesehatan ketika menerima pasien (Medical staff related)
    • Risiko tenaga non kesehatan (Employee related risk)
    • Risiko kerusakan alat ( Property related risk). Contoh: di depan, teras basah.
    • Risiko Keuangan (Financial risk)
    • Risiko lainnya (Other risk; e.g.: property & liability losses related to operation of automobiles, truck, vans, ambulances)
    Risk in Health Services (McCaffrey & Hagg-Ricken, Risk management handbook, pp 10-104, 2004)
  • Radiologi berbahaya bila…
    • Meletakkan tube tidak pada keadaan yang sebenarnya sehingga kemungkinan pasien bisa terbentur
    • Apabila ada bekas secret darah maupun feces harus segera dibersihkan,agar tidak terjadi kontaminasi silang antar pasien maupun petugas radiologi
    • Membiarkan pasien lain berada di ruang pemeriksaan
    • Membiarkan pasien sendirian saat melakukan pemeriksaan kontras
    • Penyuntikan bukan dilakukan oleh orang yang berwenang
    • Membuang jarum suntik yang sudah terpakai sembarangan
  • Safety culture
    • Sembilan solusi keselamatan Pasien di RS ( WHO Collaborating Centre
    • for Patient Safety, 2 May 2007 ), yaitu:
    • 1)      Perhatikan nama obat, rupa dan ucapan mirip (look-alike, sound-
    • alike medication names)
    • 2)   Pastikan identifikasi pasien
    • 3)      Komunikasi secara benar saat serah terima pasien
    • 4)      Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar
    • 5)      Kendalikan cairan elektrolit pekat
    • 6)      Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan
    • 7)      Hindari salah kateter dan salah sambung slang
    • 8)      Gunakan alat injeksi sekali pakai
    • 9)      Tingkatkan kebersihan tangan untuk pencegahan infeksi
    • nosokomial.
  • 7 STANDAR KESELAMATAN
    • Hak pasien
    • Mendidik pasien dan keluarga
    • 1) Memberikan info yg benar, jelas, lengkap dan jujur
    • 2) Mengetahui kewajiban dan tanggung jawab
    • 3) Mengajukan pertanyaan untuk hal yg tdk dimengerti
    • 4) Memahami dan menerima konsekuensi pelayanan
    • 5) Mematuhi instruksi dan menghormati peraturan RS
    • 6) Memperlihatkan sikap menghormati dan tenggang rasa
    • 7) Memenuhi kewajiban finansial yang disepakati
  • Langkah Langkah Menuju Selamat
    • Bangun kesadaran akan nilai keselamatan Pasien, “ciptakan kepemimpinan & budaya yang terbuka dan adil”
    • Pimpin dan dukung staf anda, “bangunlah komitmen &focus yang kuat & jelas tentang KP di RS anda”
    • Integrasikan aktivitas pengelolaan risiko, “kembangkan sistem & proses pengelolaan risiko, serta lakukan identifikasi & asesmen hal yg potensial brmasalah”
    • Kembangkan sistem pelaporan, “pastikan staf Anda agar dg mudah dpt melaporkan kejadian/insiden serta RS mengatur pelaporan kpd KKP-RS”
    • Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien, “kembangkan cara-cara komunikasi yang terbuka dengan pasien”
    • Belajar dan berbagi pengalaman tentang Keselamatan pasien, “dorong staf anda untuk melakukan analisis akar masalah utk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul”
    • Cegah cedera melalui implementasi system Keselamatan pasien, “Gunakan informasi yg ada ttg kejadian/masalah utk melakukan perubahan pd sistem pelayanan”
    • Kembangkan sistem pelaporan, “pastikan staf Anda agar dg mudah dpt melaporkan kejadian/insiden serta RS mengatur pelaporan kpd KKP-RS”
    • Libatkan dan berkomunikasi dengan pasien, “kembangkan cara-cara komunikasi yang terbuka dengan pasien”
    • Belajar dan berbagi pengalaman tentang Keselamatan pasien, “dorong staf anda untuk melakukan analisis akar masalah utk belajar bagaimana & mengapa kejadian itu timbul”
    • Cegah cedera melalui implementasi system Keselamatan pasien, “Gunakan informasi yg ada ttg kejadian/masalah utk melakukan perubahan pd sistem pelayanan”
  • Terima kasihhh semuaaa