Your SlideShare is downloading. ×

Asuhan reproduksi remaja & permasalahannya

8,727

Published on

by norma duallo

by norma duallo

2 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
8,727
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
537
Comments
2
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. ASUHAN REPRODUKSI REMAJA & PERMASALAHANNYA Oleh: Ana, Norma, Leli, Eugeu, Esti
  • 2. Pengertian Kesehatan Reproduksi
        • Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, yang tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan, dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya.
  • 3.
    • adalah untuk membantu remaja agar memahami dan menyadari ilmu tersebut, sehingga memiliki sikap dan perilaku sehat dan tentu saja bertanggung jawab kaitannya dengan masalah kehidupan reproduksi .
  • 4. Tujuan Umum Kesehatan Reproduksi Remaja
    • Mewujudkan keluarga berkualitas melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran sikap dan perilaku remaja dan orang tua agar peduli dan bertanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga, serta pemberian pelayanan kepada remaja yang memiliki permasalahan khusus.
  • 5. Sasaran Program Kesehatan Reproduksi Remaja
    • adalah agar seluruh remaja dan keluarganya memiliki pegetahuan,kesadaran sikap dan perilaku kesehatan reproduksi sehingga menjadikan remaja siap sebagai keluarga berkualatas pada tahun 2015(BKKBN,2002:98).
  • 6. Landasan hukum yang dipakai sebagai dasar pembinaan kesehatan remaja
    • UU No 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak.
    • UU No 10 tahun 1992 tentang pengembangan kependudukan dan keluarga sejahtera.
    • UU No 23 tahun 1992 tentang kesehatan.
    • Inpres 1997 tentang penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan kualitas anak.
  • 7.
    • Berdasarkan sifat atau ciri perkembangannya, masa (rentang waktu) remaja ada tiga tahap, yaitu:
    • Massa remaja awal (10-12 tahun)
    • Tampak dan memang merasa lebih dekat dengan teman sebaya.
    • Tampak dan merasa ingin bebas.
      • Perkembangan remaja, ciri-cirinya dan tugasnya
  • 8.
    • 2. Masa remaja tengah (13-15 tahun)
    • Tampak dan merasa ingin mencari identitas diri.
    • Ada keinginan untuk berkencan atau ketertarikan pada lawan jenis.
    • Timbul perasaan cinta yang mendalam
    • 3. Masa remaja akhir (16-19 tahun)
    • Menampakkan pengungkapan kebebasan diri.
    • Dalam mencari teman sebaya lebih selektif.
  • 9.
    • Perubahan yang terjadi pada pertumbuhan tersebut diikuti munculnya tanda-tanda sebagai berikut:
    • Tanda-tanda seks primer
    • Yang dimaksud seks primer adalah organ seks.
    • Pada perempuan Semua organ reproduksi wanita tumbuh selama masa puber.
    Perubahan fisik pada masa remaja
  • 10.
    • Namun tingkat kecepatan antara organ satu dan lainnya berbeda. Berat uterus pada anak usia 11 atau 12 tahun kira-kira 5,3 gram, pada usia 16 tahun rata-rata beratnya 43 gram.
    • Sebagai tanda kematangan organ reproduksi pada perempuan adalah datangnya haid. Ini adalah permulaan dari serangkaian pengeluaran darah, lendir dan jaringan sel yang hancur dari uterus secara berkala, yang akan terjadi kira-kira setiap 28 hari.
  • 11.
    • Tanda-tanda seks sekunder
    • Pada laki-laki yaitu :
    • Mulai tumbuh rambut seperti rambut di kemaluannya, ketiak,kumis dan cambang.
    • Kulit menjadi lebih besar, tidak jernih, pori-pori membesar.
    • Terjadi perubahan suara. dll
  • 12.
    • Pada perempuan
    • Tumbuh rambut kemaluannya dan ketiak.
    • Pinggul menjadi berkembang, membesar dan membulat.
    • Seiring pinggul membesar, maka payudara juga membesar dan puting susu menonjol.
    • Suara berubah semakin merdu. dll
  • 13. Perubahan kejiwaan pada masa remaja
    • Perubahan emosi
    • Perubahan tersebut berupa kondisi:
    • Sensitif atau peka misalnya mudah menangis, cemas, frustasi, dan sebaliknya bisa tertawa tanpa alasan yang jelas. Utamanya sering terjadi pada remaja puteri, lebih-lebih sebelum menstruasi
  • 14.
    • Mudah bereaksi bahkan agresif terhadap gangguan atau rangsangan luar yang mempengaruhinya. Itulah sebabnya mudah terjadi perkelahian. Suka mencari perhatian dan bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu.
    • 2. Perkembangan intelegensia
    • Pada perkembangan ini menyebabkan remaja:
    • Cenderung mengembangkan cara berpikir abstrak, suka memberikan kritik.

×