Metode Pembelajaran yang Efektif dalam Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Menengah Debora Steffi Andriani 12120100028
Definisi ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) <ul><li>Matematika: ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedu...
Definisi <ul><li>Pembelajaran matematika yang efektif : </li></ul><ul><li>suatu proses yang menjadikan individu berhasil m...
Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah <ul><li>Di sekolah menengah, murid telah mendapatkan pengetahuan dasar matemat...
Metode Pembelajaran berpusat Pada Guru (Langsung ) <ul><li>Dalam metode ini, guru mengendalikan seluruh kegiatan akademis ...
 
Model Pembelajaran Berpusat pada Siswa (Kooperatif ) <ul><li>Pembelajaran kooperatif mengutamakan kerjasama diantara siswa...
Siswa saling berdiskusi dengan guru sebagai fasilitator
 
<ul><li>Sebagian peneliti berasumsi bahwa  kecepatan dan otomatisasi  merupakan dasar pencapaian matematika yang efektif <...
<ul><li>Depdiknas (2003) menekankan bahwa dalam mengelola pembelajaran matematika, siswa dikondisikan untuk  menemukan kem...
<ul><li>Ausubel (Suparno, 2001) menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih bermakna bila mengutamakan proses terbentuknya su...
<ul><li>The National Research Council (2005) menyimpulkan bahwa kedua aspek sama pentingnya guna menciptakan pembelajaran ...
<ul><li>Menurut saya, dalam penerapan pembelajaran matematika yang efektif di sekolah menengah di Indonesia, setidaknya da...
<ul><li>Membuat matematika realistis dan menarik </li></ul><ul><li>- Pembelajaran matematika seharusnya  merupakan  pelaja...
<ul><li>Mempertimbangkan pengetahuan murid sebelumnya </li></ul><ul><li>- Guru harus mengevaluasi pengetahuan apa  yang su...
<ul><li>OBSERVASI </li></ul><ul><li>SMA Santo Kristoforus 2 </li></ul>
Hasil Observasi <ul><li>Dari hasil observasi di SMA Santo Kristoforus 2, saya mengamati bahwa sebagian besar metode yang d...
Hasil Observasi <ul><li>Pembelajaran matematika yang dilakukan juga hanya menekankan pada penguasaan prosedural dan kurang...
Evaluasi dan Saran <ul><li>Menurut saya, pengajaran matematika di SMA Santo Kristoforus perlu mengubah cara belajar yang b...
Evaluasi dan Saran <ul><li>Guru tidak perlu terlalu banyak memberikan pengarahan, melainkan hanya dasar-dasarnya saja, dan...
Daftar Pustaka <ul><li>http://muhfida.com/model-pengajaran-langsung/ </li></ul><ul><li>http://muhfida.com/model-pembelajar...
THE ENd
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

pendidikan

1,798

Published on

Published in: Technology, Business
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
1,798
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
82
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

pendidikan

  1. 2. Metode Pembelajaran yang Efektif dalam Mata Pelajaran Matematika di Sekolah Menengah Debora Steffi Andriani 12120100028
  2. 3. Definisi ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) <ul><li>Matematika: ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yg digunakan dl penyelesaian masalah mengenai bilangan </li></ul><ul><li>Belajar :berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu </li></ul><ul><li>Efektif : ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); dapat membawa hasil </li></ul>
  3. 4. Definisi <ul><li>Pembelajaran matematika yang efektif : </li></ul><ul><li>suatu proses yang menjadikan individu berhasil memperoleh pengetahuan mengenai ilmu bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang digunakan dalam menyelesaikan masalah mengenai bilangan </li></ul>
  4. 5. Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah <ul><li>Di sekolah menengah, murid telah mendapatkan pengetahuan dasar matematika untuk mengembangkan penalaran matematis yang lebih kuat. </li></ul><ul><li>Matematika di sekolah mengengah juga harus mempersiapkan murid untuk menangani solusi kuantitatif dalam kehidupan nyata </li></ul><ul><li>Murid harus mengetahui hubungan antar konsep yang ada dan dapat memvisualisasikan, mendeskripsikan, dan menganalisis situasi dalam konteks matematis disertai pembuktiannya ( Santrock,2009) </li></ul>
  5. 6. Metode Pembelajaran berpusat Pada Guru (Langsung ) <ul><li>Dalam metode ini, guru mengendalikan seluruh kegiatan akademis dengan harapan yang tingi untuk kemajuan siswa </li></ul><ul><li>Fokusnya adalah aktivitas akademis, segala hal yang non-akademis sangat tidak ditekankan </li></ul><ul><li>Peran guru : mendemonstrasikan keterampilan atau menyajikan informasi tahap demi tahap, memberi latihan terbimbing, mengecek kemampuan siswa dan memberikan umpan balik dan mempersiapkan latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan sehari-hari. </li></ul>
  6. 8. Model Pembelajaran Berpusat pada Siswa (Kooperatif ) <ul><li>Pembelajaran kooperatif mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. </li></ul><ul><li>Pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri: </li></ul><ul><li>- siswa belajar dalam kelompok secara bekerja sama </li></ul><ul><li>- kelompok dibentuk dari siswa dengan beragam kemampuan,ras, suku, budaya, dan jenis kelamin </li></ul><ul><li>- penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan </li></ul><ul><li>- penilaian yang dilakukan melalui kuis mingguan atau tugas kelompok </li></ul>
  7. 9. Siswa saling berdiskusi dengan guru sebagai fasilitator
  8. 11. <ul><li>Sebagian peneliti berasumsi bahwa kecepatan dan otomatisasi merupakan dasar pencapaian matematika yang efektif </li></ul><ul><li>Sebaliknya,pendekatan konstruktivis berasumsi pengajaran yang efektif berfokus pada keterlibatan anak-anak dalam memecahkan soal dan mengembangkan konsep untuk mencari akurasi solusi-solusi alternatif. ( Van de Walle & Lovin, 2006) </li></ul>Kompetensi prosedural atau pemahaman konseptual?
  9. 12. <ul><li>Depdiknas (2003) menekankan bahwa dalam mengelola pembelajaran matematika, siswa dikondisikan untuk menemukan kembali rumus, konsep, atau prinsip dalam matematika melalui bimbingan guru. Belajar akan bermakna bagi siswa apabila mereka aktif dengan berbagai cara untuk mengonstruksi atau membangun sendiri pengetahuannya </li></ul>
  10. 13. <ul><li>Ausubel (Suparno, 2001) menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih bermakna bila mengutamakan proses terbentuknya suatu konsep daripada menghafalkan konsep yang sudah jadi. </li></ul><ul><li>Konsep-konsep dalam matematika tidak diajarkan melalui definisi, melainkan melalui contoh-contoh yang relevan dengan melibatkan konsep tertentu yang sudah terbentuk dalam pikiran siswa. </li></ul><ul><li>Pembelajaran secara bermakna terjadi bila siswa menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka, tidak hanya sekedar menghafal. </li></ul>
  11. 14. <ul><li>The National Research Council (2005) menyimpulkan bahwa kedua aspek sama pentingnya guna menciptakan pembelajaran matematika yang efektif </li></ul><ul><li>Pengajaran matematika dengan hanya menekankan pada kompetensi prosedural menghasilkan murid dengan pemahaman konseptual terlalu sedikit </li></ul><ul><li>Pengajaran matematika dengan hanya sedikit pengetahuan tentang prosedur seringkali tidak dapat memecahkan soal matematika secara kompeten </li></ul>
  12. 15. <ul><li>Menurut saya, dalam penerapan pembelajaran matematika yang efektif di sekolah menengah di Indonesia, setidaknya dapat dilakukan melalui beberapa hal : </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan konsep dasar, dan memancing siswa untuk mengembangkan sendiri konsep yang ada dalam pengerjaan soal yang lebih sulit . </li></ul><ul><li>- Guru memberikan informasi-informasi yang penting diketahui siswa namun tetap menyembunyikan beberapa informasi untuk ditemukan sendiri oleh siswa </li></ul><ul><li>-Hal ini akan memacu murid untuk mengaktifkan kemampuan analisanya . </li></ul>Pembelajaran Matematika yang Efektif
  13. 16. <ul><li>Membuat matematika realistis dan menarik </li></ul><ul><li>- Pembelajaran matematika seharusnya merupakan pelajaran yang mengasyikkan apabila guru dapat membangkitkan ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran itu. </li></ul><ul><li>- Guru dapat memberikan soal yang sesuai dengan lingkungan siswa dan menantang </li></ul><ul><li>- Penggunaan permainan matematika akan mendorong murid untuk saling mendiskusikan strategi matematika dengan teman sebayanya </li></ul>
  14. 17. <ul><li>Mempertimbangkan pengetahuan murid sebelumnya </li></ul><ul><li>- Guru harus mengevaluasi pengetahuan apa yang sudah pernah didapatkan murid dan menghubungkannya dengan materi baru ataupun pemecahan suatu soal matematika </li></ul><ul><li>Membuat kurikulum matematika yang interaktif </li></ul><ul><ul><li>- Kerja sama antar-murid dalam memecahkan soal juga diperlukan sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi mereka. </li></ul></ul><ul><ul><li>- Hal ini dapat dikembangkan dengan memberikan tugas yang memancing perdebatan dan kompromi. </li></ul></ul>
  15. 18. <ul><li>OBSERVASI </li></ul><ul><li>SMA Santo Kristoforus 2 </li></ul>
  16. 19. Hasil Observasi <ul><li>Dari hasil observasi di SMA Santo Kristoforus 2, saya mengamati bahwa sebagian besar metode yang digunakan dalam kelas matematika berpusat pada guru. </li></ul><ul><li>Guru telah menjelaskan semua konsep diawal pertemuan, dan siswa hanya diberikan soal-soal evaluasi dari yang telah dipelajari sehingga murid tinggal memakai rumus-rumus yang telah diberikan </li></ul><ul><li>Murid diberikan tugas mandiri (seatwork) dan kurang berkomunikasi dengan teman sebaya </li></ul>
  17. 20. Hasil Observasi <ul><li>Pembelajaran matematika yang dilakukan juga hanya menekankan pada penguasaan prosedural dan kurang dalam pembentukan konsep. </li></ul><ul><li>Hanya dengan menggunakan rumus menurut saya akan membuat murid hanya menghafal dan murid kurang dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di kehidupan nyata. </li></ul><ul><li>Namun, tampak guru telah memasukkan beberapa prinsip dari pengajaran konstruktivis, yaitu seperti mengambil nilai melalui kuis mingguan </li></ul><ul><li>Guru juga memberikan soal-soal modifikasi yang merangsang pemikiran analitis siswa </li></ul>
  18. 21. Evaluasi dan Saran <ul><li>Menurut saya, pengajaran matematika di SMA Santo Kristoforus perlu mengubah cara belajar yang berfokus pada guru jadi lebih melibatkan murid-murid </li></ul><ul><li>Murid-murid dapat diberikan proyek kelompok yang berhubungan dengan kehidupan mereka sehari-hari sehingga murid merasa tertantang </li></ul><ul><li>Melalui tugas kelompok mereka mengembangkan sosialisasi dan pemikiran yang kritis dan kreatif </li></ul>
  19. 22. Evaluasi dan Saran <ul><li>Guru tidak perlu terlalu banyak memberikan pengarahan, melainkan hanya dasar-dasarnya saja, dan tetap mendorong siswa untuk menemukan solusi sendiri untuk tingkat soal yang kompleks </li></ul><ul><li>Pada waktu tertentu, pengaturan tempat duduk dikondisikan agar siswa duduk berkelompok dan berhadap-hadapan sehingga siswa lebih mudah berinteraksi untuk mencari solusi mengenai suatu soal </li></ul>
  20. 23. Daftar Pustaka <ul><li>http://muhfida.com/model-pengajaran-langsung/ </li></ul><ul><li>http://muhfida.com/model-pembelajaran-kooperatif/ </li></ul><ul><li>http://www.masbied.com/2010/03/20/implementasi-pembelajaran-matematika-realistik-setting-kooperatif-materi-aritmetika-sosial-pada-siswa-kelas-vii-smp/ </li></ul><ul><li>Santrock, John W. 2009. Educational Psychology . New York : McGraw-Hill </li></ul>
  21. 24. THE ENd
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×