PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH KEIKUTSERTAAN SISWA DALAM KEGIATAN
EKSTRAKURIKULER PRAMUKA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA
( Expos...
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang ma...
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......................................
2. Langkah-langkah Penelitian.....................................22
C. Populasi dan Sampel..................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai
hubungan yang sangat luas...
(IPTEK) yang menjadi tolak ukur dari kemajuan suatu bangsa. Akan tetapi
pada kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pel...
pembelajaran IPA. Bagi beberapa anak yang memiliki masalah di
lingkungan keluarga maupun masyarakat terlihat bahwa hasil b...
dari guru. Mereka ada yang bermain sendiri dan bercanda dengan teman
sebangkunya. Hal tersebut menyebabkan proses pembelaj...
didasarkan pada karakteristik siswa tingkat dasar yang menyukai kegiatan
bermain dalam kehidupannya.
Selain itu, dalam keg...
keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap
hasil belajar IPA kelas V di SDN Ciracas 05 Pagi”.
B. ...
tujuan untuk memperbaiki pembelajaran IPA sehingga pembelajaran IPA
dapat tersampaikan dengan baik. Berdasarkan latar bela...
2. Secara Praktis
a. Bagi guru, memperoleh pengalaman dalam menerapkan
pembelajaran IPA. Guru dapat menciptakan pembelajar...
BAB II
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS
PENELITIAN
A. Landasan Teori
1. Hakikat Hasil Belajar IPA
a. Penger...
akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan
perubahan serta – merta akibat refleks atau perilaku yang bers...
baik lisan maupun tulisan. Beberapa ahli berpendapat tentang
pengertian hasil belajar. MisalnyaAnni (dalam mbegedut, 2011)...
pendidikan ilmu pengetahuan alam atau natural science sangat
penting sehingga menjadi mata pelajaran wajib di dunia
pendid...
(IPA) atau Sains merupakan pengetahuan manusia tentang gejala-
gejala alam dan kebendaan yang diperoleh dengan cara observ...
Hasil belajar IPA merupakan kemampuan yang dapat diukur
berupa penguasaan ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan
sebagai...
kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di dalam
kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa.
Se...
menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak-
anak pergi bersama, mengadakan penembaraan seperti kakak
berad...
B. Kerangka Berpikir
Gambar 1. Diagaram kerangka berpikir
Masalah dalam
pembelajaran
IPA
Ektrakurikuler pramuka
diharapkan...
Kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pelajaran IPA tidak
begitu diminati dan cenderung kurang diperhatikan.Hal ini ti...
menarik bagi siswa. Siswa dapat belajar IPA melalui kegiatan bermain
yang menyenangkan sehingga menghilangkan kejenuhan se...
C. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir di atas, maka
dapat dirumuskan hipotesis peneliti...
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada kelas V Sekolah Dasar Negeri...
Keterangan :
X = Pelaksanaan Kegiatan Penelitian
B. Metode Penelitian
1. Jenis dan Desain Penelitian
Untuk mencapai tujuan...
2. Penyusunan instrumen.
3. Uji coba instrumen.
4. Validasi instrumen.
5. Pemberian instrumen.
6. Pengolahan data.
C. Popu...
1 Va 37
2 Vb 36
Jumlah 73
3. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber
data dan dapat mewaki...
2) Untuk masing-masing kelas dipilih lagi secara acak sebagai
subjek penelitian sebanyak 20 siswa.
D. Metode Pengumpulan D...
(Riduwan (dalam Suryana, 2009)). Adapun teknik pengambilan data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut...
Cahaya dan Pemanfaatannya,Pembentukan Tanah, Susunan Bumi,
Daur Air, Peristiwa Alam Beserta Dampaknya, dan Dampak
Kegiatan...
benda pada permukaan
yang berbeda-beda
(kasar, halus).
o Menjelaskan berbagai
cara memperkecil atau
memperbesar gaya
gesek...
karya/model (cembung atau cekung).
o Menunjukkan contoh
peristiwa pembiasan
cahaya dalam kehidupan
sehari-hari melalui
per...
nya
Mendeskripsika
n perlunya
penghematan
air
Daur Air o Mengidentifikasi
kegiatan manusia yang
dapat mempengaruhi daur
ai...
mendapatkan instrumen baku ini, cara yang digunakan adalah
dengan menguji validitas konstruk dan validitas internal instru...
Keterangan :
Rbis = koefisien korelasi antara skor butir soal
dengan skor total
Xi bar =
Dengan JBY = jml Y (skor total) y...
R11 =
Keterangan :
K banyaknya butir soal yang valid
c) Teknik Pengujian Tingkat Kesukaran
Tingkat Kesukaran (Pi) =
Dengan...
Dengan :
TKB proporsi responden kelompok bawah yang dapat
menjawab dengan benar butir soal.
BB banyaknnya responden kelomp...
simpangan baku. Selain itu, ditampilkan pula daftar distribusi frekuensi
yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk histo...
Menurut Siregar (dalam Suryana,2009), formula yang
digunakan adalah
1) Mean ( X ) :
2) Median (Med) : tb + c
3) Modus (Mo)...
c : panjang interval
fmed : frekuensi kelas median
fks : frekuensi kumulatif sebelumnya
2. Teknik Analisis Persyaratan Dat...
Jika iz > 0, maka nilai iF z = 0,5 + nilai tabel.
Jika iz < 0, maka nilai iF z = 0,5 – nilai tabel.
5) Menghitung proporsi...
4) Tentukan 1 2 1 2, , , 1, 1tabel dk dk n n
F F F dari tabel distribusi
F.
5) Jika hitung tabelF F , maka kedua kelompok ...
An = banyaknya sampel kelompok eksperimen
Bn = banyaknya sampel kelompok kontrol
s = simpangan baku gabungan
Untuk penguji...
DAFTAR PUSTAKA
Riduwan dan Tita Lestari. (1997). Statistika 1. Cetakan pertama. Bandung : CV
Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi...
http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/197/jiptiain--fitridewii-9809-5-
babii.pdf
http://rozakbeliave18.blogspot.com...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Pengaruh keikutsertaan Siswa Dalam kegiatan ekstrakulikuler pramuka terhadap hasil belajar ipa

841

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
841
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
34
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Pengaruh keikutsertaan Siswa Dalam kegiatan ekstrakulikuler pramuka terhadap hasil belajar ipa"

  1. 1. PROPOSAL PENELITIAN PENGARUH KEIKUTSERTAAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ( Expose Facto Pada Siswa Kelas V SDN Ciracas 05 Pagi ) Disusun Oleh : Nama : Dendi Septiandi NPM : 201041500078 Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI 2013
  2. 2. KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “Pengaruh Keikutsertaan Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Hasil Belajar IPA”. Sehingga penyusunan proposal penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah ikut serta membantu dalam penyusunan proposal penelitian ini, yang mana untuk memenuhi tugas mandiri yang diberikan oleh dosen dalam mata kuliah Metodologi Penelitian. Penulis menyadari dalam penyusunan proposal penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, penulis sangat mengharapakan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan proposal penelitian ini. Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, semoga proposal penelitian ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya. Jakarta, Juni 2013 Penulis
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ........................................................1 B. Identifikasi Masalah................................................................6 C. Pembatasan Masalah...............................................................6 D. Perumusan Masalah................................................................7 E. Tujuan Penelitian....................................................................7 F. Kegunaan Penelitian...............................................................7 BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR dan HIPOTESIS PENELITIAN A. Landasan Teori......................................................................9 1. Hakikat Hasil Belajar IPA...............................................9 a. Pengertian Belajar.....................................................9 b. Pengertian Hasil Belajar...........................................10 c. Pengertian IPA..........................................................11 d. Pengertian Hasil Belajar IPA....................................13 2. Hakikat Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka...................14 a. Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler........................14 b. Pengertian Pramuka..................................................15 B. Kerangka Berpikir................................................................17 C. Hipotesis Penelitian..............................................................20 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian...............................................21 B. Metode Penelitian.................................................................22 1. Jenis dan Desain Penelitian............................................22
  4. 4. 2. Langkah-langkah Penelitian.....................................22 C. Populasi dan Sampel.......................................................23 1. Populasi Target.........................................................23 2. Populasi Terjangkau.................................................23 3. Sampel......................................................................24 4. Teknik Sampling......................................................24 D. Metode Pengumpulan Data............................................25 1. Variabel Penelitian...................................................25 2. Sumber Data.............................................................25 3. Teknik Pengambilan Data........................................25 E. Pembakuan Instrumen Penelitian...................................26 1. Definisi Konseptual..................................................26 2. Definisi Operasional.................................................26 3. Kisi-kisi Instrumen...................................................27 4. Validasi Instrumen...................................................30 a. Teknik Pengujian Validitas Instrumen...............31 b. Teknik Pengujian Reliabitas Instrumen.............32 c. Teknik Pengujian Tingkat Kesukaran................33 d. Daya Pembeda....................................................33 F. Teknik Analisis Data......................................................34 1. Teknik Analisis Deskriptif.......................................34 a. Pembuatan tabel distribusi frekuensi.................35 b. Penentuan Mean, Median, Modus, Ragam, Simpangan Baku, Histogram, dan Poligon.....................................35 2. Teknik Analisis Persyaratan Data............................37 a. Uji Normalitas Data...........................................37 b. Uji Homogenitas................................................38 3. Teknik Pengujian Hipotesis.....................................39 G. Hipotesis Statistik..........................................................40 DAFTAR PUSTAKA..................................................41
  5. 5. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah IPA merupakan konsep pembelajaran alam dan mempunyai hubungan yang sangat luas terkait dengan kehidupan manusia. Pembelajaran IPA sangat berperan dalam proses pendidikan serta perkembangan teknologi, karena IPA memiliki upaya untuk membangkitkan minat manusia, yaitu kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemahaman tentang alam semesta yang mempunyai banyak fakta yang belum terungkap dan masih bersifat rahasia, sehingga hasil penemuannya dapat dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan alam yang baru serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Abdullah (1998 : 18), IPA merupakan pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengait antara cara yang satu dengan cara yang lain.Pendidikan IPA telah berkembang di Negara – negara maju dan telah terbukti dengan adanya penemuan – penemuan baru yang terkait dengan teknologi. Dengan demikian, IPA memiliki peran yang sangat penting karena mempengaruhi perkembangan dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi
  6. 6. (IPTEK) yang menjadi tolak ukur dari kemajuan suatu bangsa. Akan tetapi pada kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pelajaran IPA tidak begitu diminati dan cenderung kurang diperhatikan. Pembelajaran IPA dikatakan berhasil apabila semua tujuan pembelajaran yang ditentukan telah tercapai dan terungkap dalam hasil belajar IPA. Namun dalam kenyataannya, masih ada siswa yang belum mencapai standar ketuntasan yang telah ditentukan. Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar IPA, diantaranya adalah materi atau kurikulum yang kurang sesuai atau malah mempersulit pihak sekolah dan peserta didik. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru pun kurang bervariasi karena biasanya metode yang digunakan adalah ceramah dan penugasan. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran IPA menjadi monoton dan membosankan,sehingga membuat siswa kurang memperhatikan pelajaran yang disampaikan. Selain itu, antusias siswa dalam belajar IPA pun rendah. Sebagian siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Sebagian siswa terlihat kurang memperhatikan penjelasan dari guru saat pembelajaran berlangsung. Ada yang bermain dan berbicara dengan teman, beraktivitas sendiri, serta kurang berkonsentrasi dengan penjelasan guru. Di sisi lain, faktor lingkungan pun mempunyai peran yang signifikan dalam menentukan hasil belajar IPA, baik itu dari keluarga maupun dari masyarakat. Karena jika lingkungan yang kurang mendukung maka akan berdampak pada motivasi siswa itu sendiri dalam mengikuti proses
  7. 7. pembelajaran IPA. Bagi beberapa anak yang memiliki masalah di lingkungan keluarga maupun masyarakat terlihat bahwa hasil belajar IPA mereka jauh dibawah nilai KKM. Beberapa faktor di atas menunjukkan bahwa proses pembelajaran IPA yang terjadi di dalam kelas masih berjalan secara konvensional, baik itu dari guru maupun dari siswa itu sendiri. Materi pelajaran IPA yang disampaikan dengan metode ceramah membuat peran siswa dalam pembelajaran hanyalah mendengarkan dan memperhatikan penjelasan dari guru. Pembelajaran konvensional yang dilakukan secara terus-menerus pada siswa kelas V tersebut dapat menimbulkan masalah yang menyebabkan hasil belajar IPA tidak tercapai dengan baik. Masalah yang timbul adalah siswa merasa kesulitan dalam menerima materi pelajaran IPA yang dilakukan dengan metode ceramah oleh guru. Siswa tidak dapat mengerti dan memahami konsep – konsep IPA yang disampaikan dengan metode ceramah, sehingga siswa merasa kesulitan untuk membayangkan materi pelajaran IPA yang disampaikan dengan metode ceramah saja. Kesulitan dalam belajar tersebut membuat siswa tidak dapat mengerjakan dengan baik soal – soal tes yang diberikan guru sehingga hasil belajar yang didapat rendah. Kesulitan yang dialami oleh siswa kelas V tersebut dalam mempelajari IPA menimbulkan dampak rendahnya antusias siswa selama pembelajaran IPA berlangsung. Siswa menjadi bosan dan kurang menarik dalam belajar IPA, sebagian besar siswa tidak memperhatikan penjelasan
  8. 8. dari guru. Mereka ada yang bermain sendiri dan bercanda dengan teman sebangkunya. Hal tersebut menyebabkan proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas tidak dapat berjalan dengan baik. Dari uraian masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA yang telah berlangsung kurang berjalan dengan baik. Masalah – masalah yang timbul dalam pembelajaran IPA di atas merupakan suatu kendala yang menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Masalah – masalah tersebut yang menyebabkan hasil belajar IPA yang dicapai rendah atau masih di bawah KKM. Permasalahan tersebut harus segera diatasi, salah satu nya dengan memperbaiki rencana pembelajaran.Diantaranya dengan mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dijadikan alternatif dalam memperbaiki rencana pembelajaran IPA adalah ekstrakurikuler pramuka. Ekstrakurikuler pramuka merupakan kegiatan yang diwajibkan dalam kurikulum 2013 nanti dan berkaitan sangat erat dengan pembelajaran IPA,disamping dapat memperkenalkan serta mendekatkan siswa dengan alam, ekstrakurikuler pramuka juga dapat menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan sekaligus mengembangkan eksplorasi siswa. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka digunakan dalam memperbaiki pembelajaran IPA karena di dalamnya terdapat kegiatan bermain yang menarik bagi siswa. Siswa dapat belajar IPA melalui kegiatan bermain yang menyenangkan. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler pramuka ini
  9. 9. didasarkan pada karakteristik siswa tingkat dasar yang menyukai kegiatan bermain dalam kehidupannya. Selain itu, dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka siswa dapat belajar bermain dengan menggunakan permainan sains. Siswa dapat merencanakan, merancang, mengkonstruksi, melakukan eksperimen dan melakukan revisi gagasan mereka. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka juga mendidik siswa menjadi lebih jujur,mandiri, disiplin, penuh perhitungan, aktif, kreatif dan tangkas, serta penuh tanggung jawab. Melihat esensi kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang sesuai dengan karakteristik siswa, maka pembelajaran IPA akan menjadi lebih menarik dan menyenangkan apabila dikemas dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang aktraktif, sehingga diharapkan dapat mempelajari IPA dengan mudah. Hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat membuat siswa memiliki motivasi yang kuat dalam mengikuti proses pembelajaranIPA sehingga memperoleh hasil yang baik.Yaitu yang mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Dari prasurvey yang penulis lakukan disalah satu SDN di Jakarta Timur, dugaan ini cukup terbukti dengan ditemukannya siswa yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran IPA di kelas.Berdasarkan hasil prasurvey tersebut, penulis merasa tertarik untuk mencoba menelaah lebih lanjut mengenai pengaruh keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar IPA. Dalam pembuatan proposal penelitian ini penulis mengangangkat judul “pengaruh
  10. 10. keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar IPA kelas V di SDN Ciracas 05 Pagi”. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengidentifikasi masalah penelitian ini pada : 1. Apakah peran dari pembelajaran IPA? 2. Apakah pengertian IPA menurut Abdullah? 3. Mengapa IPA menjadi tolak ukur kemajuan suatu bangsa? 4. Bagaimanakah tingkat keberhasilan pembelajaran IPA? 5. Apakah faktor yang mempengaruhi hasil belajar IPA? 6. Apakah masalah yang timbul dalam pembelajaran IPA? 7. Kesulitan apakah yang dialami oleh siswa selama pembelajaran IPA berlangsung? 8. Apakah solusi dalam mengatasi permasalahan pembelajaran IPA? 9. Apakah peran dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka? 10. Adakah pengaruh keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar IPA? C. Pembatasan Masalah Rendahnya hasil belajar IPA perlu segera ditangani, yaitu dengan memperbaiki rencana pembelajaran melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler pramuka dilakukan dengan
  11. 11. tujuan untuk memperbaiki pembelajaran IPA sehingga pembelajaran IPA dapat tersampaikan dengan baik. Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka penulis membatasi masalah penelitian ini pada meningkatkan hasil belajar IPA melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka. D. Perumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah yang telah ada, maka rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu : Adakah pengaruh keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar IPA? E. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap hasil belajar IPA. F. Kegunaan Penelitian 1. Secara Teoritis a. Sebagai bahan referensi lanjutan b. Menambah Literatur c. Memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen dalam mata kuliah Metodologi Penelitian
  12. 12. 2. Secara Praktis a. Bagi guru, memperoleh pengalaman dalam menerapkan pembelajaran IPA. Guru dapat menciptakan pembelajaran IPA yang menarik dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik siswa sehingga materi pelajaran IPA dapat tersampaikan dengan baik. b. Bagi siswa, dapat bermain sekaligus belajar IPA dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi lebih tertarik dan senang untuk belajar IPA. c. Bagi sekolah, dapat memberikan masukan baru mengenai cara belajar yang dilaksanakan di luar jam sekolah untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa.
  13. 13. BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. Landasan Teori 1. Hakikat Hasil Belajar IPA a. Pengertian Belajar Belajar merupakan suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh seseorang sehingga memperoleh suatu pengalaman. Banyak ahli yang berpendapat tentang pengertian belajar itu sendiri. Misalnya Winkel (dalam Hariyanto, 2010), mendefinisikan belajaradalah semua aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan – perubahan dalam pengelolaan pemahaman. Surya (dalam Hariyanto, 2010), menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Sementara itu, dalam bukunya The Conditions of Learning,Gagne (dalam Hariyanto, 2010), mengemukakanbahwa belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi
  14. 14. akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta – merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah. Dari beberapa uraian pengertian belajar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar adalah semua proses mental atau psikis yang dilakukan seseorang sehingga menimbulkan perubahan tingkah laku yang berbeda antara sesudah belajar dan sebelum belajar. b. Pengertian Hasil Belajar Setiap proses belajar yang dilaksanakan oleh peserta didik akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran, guru sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan peserta didik yang dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan faktor intern dari siswa itu sendiri.Dalam setiap mengikuti proses pembelajaran di sekolah sudah pasti setiap peserta didik mengharapkan mendapatkan hasil belajar yang baik, sebab hasil belajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam mencapai tujuannya. Hasil belajar yang baik hanya dicapai melalui proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik. Hasil belajar merupakan tolak ukur dari pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran, yang dinyatakan melalui tes
  15. 15. baik lisan maupun tulisan. Beberapa ahli berpendapat tentang pengertian hasil belajar. MisalnyaAnni (dalam mbegedut, 2011), yang mengungkapkan bahwa hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh pembelajar setelah mengalami aktivitas belajar. Sukmadinata (dalam Intan, 2005), menyatakan hasil belajar merupakan realisasi dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki seseorang. Menurut Winkel (dalam Sunarto, 2009), hasil belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Dari uraian pengertian hasil belajar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh individu yang direalisasikan dalam bentuk kecakapan- kecakapan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya. c. Pengertian IPA IPA merupakan singkatan dari ilmu pengetahuan alam. Dalam kepustakaan asing dikenal dengan sebutan natural science yang sering dilawankan dengan social science. Pada setiap jenjang pendidikan formal mata pelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran yang harus ada mulai pada tingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Pada tingkat sekolah dasar IPA lazimnya disebut dengan pendidikan/mata pelajaran “sains”. Mengapa
  16. 16. pendidikan ilmu pengetahuan alam atau natural science sangat penting sehingga menjadi mata pelajaran wajib di dunia pendidikan? Untuk melacak jawaban dari pertanyaan tersebut kita dapat mencermati dari beberapa pengertian yang telah dirumuskan oleh beberapa teoretisi di bawah ini. Menurut Fowler (dalam Sri , 2012), Ilmu pengetahuan alam adalah pengetahuan alam yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan deduksi.Iskandar (dalam Hetty, 2013), menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam adalah pengetahuan manusia yang luas yang didapatkan dengan cara observasi dan eksperimen yang sistematik, serta dijelaskan dengan bantuan aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan hipotesa. Sementara itu, menurut Asy’ari (dalam Hetty, 2013), IPA atau Sains adalah pengetahuan manusia tentang alam yang diperoleh dengan cara yang terkontrol. Penjelasan ini mengandung maksud bahwa IPA atau Sains selain menjadi sebagai produk juga sebagai proses. IPA atau Sains sebagai produk yaitu pengetahuan manusia dan sebagai proses yaitu bagaimana mendapatkan pengetahuan tersebut. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian Ilmu Pengetahuan Alam
  17. 17. (IPA) atau Sains merupakan pengetahuan manusia tentang gejala- gejala alam dan kebendaan yang diperoleh dengan cara observasi, eksperimen/penelitian, atau uji coba yang berdasarkan pada hasil pengamatan manusia. Pengamatan manusia dapat berupa fakta- fakta, aturan-aturan, hukum-hukum, prinsip-prinsip, teori-teori dan lain sebagainya. d. Pengertian Hasil Belajar IPA Hasil belajar biasanya dinyatakan dengan skor yang diperoleh dari satu tes hasil belajar yang diadakan setelah selesai mengikuti suatu program pembelajaran. Hasil belajar IPA adalah segenap perubahan tingkah laku yang terjadi pada siswa dalam bidang IPA sebagai hasil mengikuti proses pembelajaran IPA (Bundu, 2006 : 23). Menurut Darmodjo dan Kaligis (dalam Eprint, 2009), hasil belajar IPA dapat diukur dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Ranah kognitif mengukur hasil belajar dari dimensi produk sains. Ranah psikomotor mengukur hasil belajar dimensi proses sains. Ranah afektif mengukur hasil belajar dimensi sikap. Selain itu, Anni (dalam Afif, 2012), menyatakan bahwa hasil belajar IPA merupakan tingkat penguasaan terhadap suatu hal setelah mengalami proses dan aktivitas belajar mata pelajaran IPA dan dinyatakan dengan nilai yang meliputi keterampilan pengetahuan, keterampilan berfikir maupun keterampilan motorik.
  18. 18. Hasil belajar IPA merupakan kemampuan yang dapat diukur berupa penguasaan ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai hasil dari kegiatan proses belajar mengajar mata pelajaran IPA. Dari beberapa uraian pengertian hasil belajar IPA di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar IPA merupakan perubahan yang terjadi pada siswa setelah mengalami proses pembelajaran IPA yang diukur dari ranah kognitif, afektif dan psikomotor. 2. Hakikat Kegiatan Ekstrakurikulet Pramuka a. Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa sekolah maupun universitas di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat dan kemampuannya diberbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah. Arikunto (dalam Dewi, 2012), menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalahkegiatan tambahan, di luar struktur program yang pada umumnyamerupakan kegiatan pilihan. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (2002:291), ektrakurikuler adalah suatu
  19. 19. kegiatan yang berada di luar program yang tertulis di dalam kurikulum seperti latihan kepemimpinan dan pembinaan siswa. Selain itu, menurut Usman (dalam Dewi, 2012),kegiatan ekstrakurikulermerupakan kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran (tatapmuka) baik dilaksanakan di sekolah maupun diluar sekolah denganmaksudserta mempunyai tujuanuntuk lebih memperkaya danmemperluas wawasan pengetahuan sertakemampuan yang telahdimilikinya dari berbagai bidang studi. Berdasarkan pendapat dari beberapa para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatantambahan di luar struktur program yang dilaksanakan di luar jampelajaran biasa agar memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuandan kemampuan peserta didik. b. Pengertian Pramuka Kata pramuka merupakan singkatan dari Praja MudaKarana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya. Gerakan pramuka adalah gerakan kepanduan praja muda karana. Oleh karena itu pramuka adalah sekelompok pemuda – pemudi yang aktif dalam kepramukaan, serta mengamalkan satya pramuka dan dharma pramuka. Adapun pengertian pramuka menurut para ahli, antara lain menurut Powel (dalam Rozak, 2011), yang menyatakan bahwa pramuka bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun. Pramuka adalah suatu permainan yang
  20. 20. menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa dan anak- anak pergi bersama, mengadakan penembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagian, keterampilan dan memberi pertolongan. Dalam AD Gerakan Pramuka bab III, pasal 8 ayat 2, point a djelaskan bahwa pramuka ialah proses pendidikan luar sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak. Selain itu dijelaskan pula dalam ART Gerakan Pramuka bab III, pasal 6 ayat 2 bahwa pramuka merupakan proses kegiatan belajar sendiri yang progesif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya baik fisik, nonfisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pramuka merupakan suatu kegiatan yang menarik dan menyenangkan yang dilakukan di alam terbuka untuk mengembangkan potensi diri baik fisik maupun nonfisik.
  21. 21. B. Kerangka Berpikir Gambar 1. Diagaram kerangka berpikir Masalah dalam pembelajaran IPA Ektrakurikuler pramuka diharapkan memiliki pengaruh terhadap hasil belajar IPA Memperbaiki rencana pembelajaran melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka
  22. 22. Kenyataan yang terjadi di Indonesia, mata pelajaran IPA tidak begitu diminati dan cenderung kurang diperhatikan.Hal ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar IPA, diantaranya adalah materi atau kurikulum yang kurang sesuai atau malah mempersulit pihak sekolah dan peserta didik. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru pun kurang bervariasi.Selain itu, antusias siswa dalam belajar IPA pun rendah. Di sisi lain, faktor lingkungan pun mempunyai peran yang signifikan dalam menentukan hasil belajar IPA, baik itu dari keluarga maupun dari masyarakat. Masalah yang timbul adalah siswa merasa kesulitan dalam menerima materi pelajaran IPA sehingga tidak dapat mengerti dan memahami konsep – konsep IPA. Kesulitan dalam belajar tersebut membuat siswa tidak dapat mengerjakan soal – soal tes yang diberikan guru sehingga hasil belajar yang didapat rendah.Masalah – masalah yang timbul dalam pembelajaran IPA di atas merupakan suatu kendala yang menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik dan menyebabkan hasil belajar IPA yang dicapai rendah atau masih di bawah KKM. Permasalahan tersebut harus segera diatasi, salah satu nya dengan memperbaiki rencana pembelajaran. Diantaranya dengan mengikutsertakan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka digunakan dalam memperbaiki pembelajaran IPA karena di dalamnya terdapat kegiatan bermain yang
  23. 23. menarik bagi siswa. Siswa dapat belajar IPA melalui kegiatan bermain yang menyenangkan sehingga menghilangkan kejenuhan sekaligus mengembangkan eksplorasi siswa. Pemilihan kegiatan ekstrakurikuler pramuka ini didasarkan pada karakteristik siswa tingkat dasar yang menyukai kegiatan bermain dalam kehidupannya.Siswa dapat merencanakan, merancang, mengkonstruksi, melakukan eksperimen dan melakukan revisi gagasan mereka. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka juga mendidik siswa menjadi lebih jujur, mandiri, disiplin, penuh perhitungan, aktif, kreatif dan tangkas, serta penuh tanggung jawab. Hal ini merupakan salah satu faktor yang dapat membuat siswa memiliki motivasi yang kuat dalam mengikuti proses pembelajaran IPA sehingga memperoleh hasil yang baik.Yaitu yang mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Keberhasilan belajar IPA siswa dipengaruhi oleh banyak faktor. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka diharapkan menjadi salah satu faktor yang memiliki pengaruh dalam memperbaiki rencana pembelajaran IPA siswa. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka tersebut akan diteliti lebih lanjut yang diduga memiliki pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh keikutsertaan siswa dalam kegiatan ekstrkurikuler pramuka terhadap hasil belajar IPA.
  24. 24. C. Hipotesis Penelitian Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian ini yaitu : “ Terdapat pengaruh dari kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam pembelajaran IPA sehingga dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Ciracas 05 Pagi”.
  25. 25. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada kelas V Sekolah Dasar Negeri Ciracas 05 Pagi, Jakarta Timur. Waktu penelitian adalah semester genap tahun akademik 2012/2013 yang membutuhkan waktu selama 5 bulan sejak proposal penelitian diajukan, yaitu pada bulan Maret 2013 sampai bulan Juli 2013. Adapun deskripsi kegiatan dan waktu penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Jadwal Kegiatan dan Waktu Penelitian Maret April Mei Juni Juli Agustus No Deskripsi 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Penulisan Proposal X X 2 Penentuan Sampel X 3 Penyusunan Instrumen X X 4 Uji coba Instrumen X X 5 Validasi Instrumen X X X 6 Pemberian Instrumen X X X X X X X 7 Pengolahan Data X X X 8 Penulisan Laporan X X X 9 Prediksi Sidang Skripsi X X X X
  26. 26. Keterangan : X = Pelaksanaan Kegiatan Penelitian B. Metode Penelitian 1. Jenis dan Desain Penelitian Untuk mencapai tujuan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hal ini dikarenakan dalam pengambilan, pengumpulan, dan sampai memperoleh hasil datanya diperoleh dalam bentuk skor/angka. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian expose facto. Adapun desain expose factonya dapat digambarkan sebagai berikut : /////// A1 A2 B O1 O2 Keterangan : A1 = Kelas eksperimen 1 A2 = Kelas eksperimen 2 B = Pengambilan sampel O = Pemberian instrumen (tes dan angket) 2. Langkah-langkah Penelitian Pemberlakuan terhadap subjek dalam penelitian ini berupa : 1. Penentuan sampel.
  27. 27. 2. Penyusunan instrumen. 3. Uji coba instrumen. 4. Validasi instrumen. 5. Pemberian instrumen. 6. Pengolahan data. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Target Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto (dalam Suryana,2009)). Menurut walpole (dalam Suryana, 2009), populasi adalah keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian kita. Menurut Triyuliana (dalam Suryana, 2009), populasi adalah sekumpulan orang atau objek yang sedang diteliti. Dalam pengambilan populasi, sebaiknya peneliti mengambil keseluruhan subjek dalam penelitian. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Ciracas 05 Pagi. 2. Populasi Terjangkau Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah siswa kelas V semester II Tahun Ajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa sebagai berikut : Tabel 2. Jumlah Rombongan Belajar Perkelas pada Semester II Kelas V SDN Ciracas 05 Pagi No Kelas Jumlah Siswa
  28. 28. 1 Va 37 2 Vb 36 Jumlah 73 3. Sampel Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi (Riduwan (dalam Suryana, 2009)). Oleh karena itu, sampel diperlukan untuk pengambilan data yang dapat menggambarkan keadaan sebenarnya. Untuk pengambilan sampel penelitian ini, tiap kelas yang tergabung dalam populasi terjangkau diambil masing-masing 20 siswa secara acak untuk diikutsertakan dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. 4. Teknik Sampling Teknik sampling adalah suatu cara mengambil sampel yang representatif dari populasi (Riduwan (dalam Suryana, 2009)). Untuk memperoleh sampel yang baik, diperlukan metode yang baik dalam pemilihan anggota sampel (Harini dan Kusumawati (dalam Suryana, 2009)). Dalam pengambilan data, peneliti mengambil teknik sampling “simple random sampling”. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut : 1) Dari 2 kelas yang ada, yaitu kelas Va dan Vb untuk diberi perlakuan melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
  29. 29. 2) Untuk masing-masing kelas dipilih lagi secara acak sebagai subjek penelitian sebanyak 20 siswa. D. Metode Pengumpulan Data 1. Variabel Penelitian Variabel merupakan atribut dari seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan orang lain atau satu objek dengan objek lain (Sasmoko (dalam Suryana, 2009)). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas 2 variabel (1 variabel bebas dan 1 variabel terikat), yaitu : a) Variabel bebas (X), yaitu kegiatan ekstrakurikuler pramuka. b) Variabel terikat (Y), yaitu hasil belajar IPA. 2. Sumber Data Sumber data adalah dari mana data dapat diperoleh (Arikunto (dalam Suryana, 2009)). Dalam penelitian ini, ada 2 jenis data yang dikumpulkan berdasarkan sumbernya, yaitu : a) Kegiatan ekstrakurikuler pramuka bersumber dari pengamatan. b) Hasil belajar IPA bersumber dari siswa yang menjadi sampel penelitian. 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengambilan data adalah alat bantu yang dipilih dan dipergunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya
  30. 30. (Riduwan (dalam Suryana, 2009)). Adapun teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a) Kegiatan ekstrakurikuler pramuka diambil dengan teknik pengamatan. b) Hasil belajar IPA diambil menggunakan tes kemampuan yang telah dikembangkan peneliti. E. Pembakuan Instrumen Penelitian 1) Definisi Konseptual Hasil belajar IPA merupakan perubahan yang terjadi pada siswa setelah mengalami proses pembelajaran IPA yang diukur dari ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Kemampuan ini diukur sesudah siswa mengalami proses pembelajaran IPA selama satu semester. 2) Definisi Operasional Hasil belajar IPA merupakan perubahan yang dinyatakan dalam skor siswa yang diperoleh dari hasil tes pembelajaran IPA sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mata pelajaran IPA kelas V SDN Ciracas 05 Pagi yang berbentuk pilihan ganda. Sesuai dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V semester II Tahun Ajaran 2012/2013, maka mata pelajaran tersebut mempelajari materi tentang Gaya, Pesawat Sederhana, Sifat-sifat
  31. 31. Cahaya dan Pemanfaatannya,Pembentukan Tanah, Susunan Bumi, Daur Air, Peristiwa Alam Beserta Dampaknya, dan Dampak Kegiatan Manusia terhadap Permukaan Bumi. 3) Kisi-kisi Instrumen Berdasarkan definisi konseptual dan definisi operasional tentang hasil belajar IPA, maka kisi-kisi instrumen ini diberikan dalam Tabel 3. Tabel 3. Rancangan Kisi-kisi Instrumen Hasil Belajar IPA Kelas V Semester II No. Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ smt Materi Pokok Indikator soal Ranah Kognitif Nomor soal 1. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Mendeskripsika n hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui percobaan (gaya gravitasi, gaya gesek, gaya magnet) V/ 2 Gaya o Mengelompokkan benda- benda yang bersifat magnetis dan yang tidak magnetis. o Menunjukkan kekuatan gaya magnet dalam menembus beberapa benda melalui percobaan. o Memberi contoh penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari- hari. o Membuat magnet. o Menyimpulkan bahwa gaya gravitasi menyebabkan benda bergerak ke bawah. o Memprediksi seandainya tidak ada gaya gravitasi di bumi. o Membandingkan gerak C2 C1 C2 C5 C6 C6 1 2 3 4 5 6
  32. 32. benda pada permukaan yang berbeda-beda (kasar, halus). o Menjelaskan berbagai cara memperkecil atau memperbesar gaya gesekan. o Menjelaskan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari. C6 C2 C2 7 8 9 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Pesawat Sederhana o Mengidentifikasi berbagai jenis pesawat sederhana misal pengungkit, bidang miring, katrol dan roda. o Menggolongkan berbagai alat rumah tangga sebagai pengungkit, bidang miring, katrol, dan roda. o Mengidentifikasi kegiatan yang menggunakan pesawat sederhana. o Mendemonstrasikan cara menggunakan pesawat sederhana. C1 C3 C1 C3 10 11,12 13,14 15 2. Menerapkan sifat-sifat cahaya melalui kegiatan membuat suatu Mendeskripsikan sifat-sifat cahaya Sifat-sifat Cahaya dan Pemanfaata nnya o Mendemonstrasikan sifat cahaya yang mengenai berbagai benda (bening, berwarna, dan gelap). o Mendeskripsikan sifat- sifat cahaya yang mengenai cermin datar dan cermin lengkung C3 C2 16 17
  33. 33. karya/model (cembung atau cekung). o Menunjukkan contoh peristiwa pembiasan cahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui percobaan. o Menunjukkan bukti bahwa cahaya putih terdiri dari berbagai warna. o Memberikan contoh peristiwa penguraian cahaya dalam kehidupan sehari-hari. C1 C1 C2 18,19 20 21 3. Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam Mendeskripsika n proses pembentukan tanah karena pelapukan Pembentuka n Tanah Menjelaskan proses pembentukan tanah karena pelapukan. C2 22 Mengidentifika si jenis-jenis tanah Susunan Bumi Mengidentifikasi komposisi dan jenis-jenis tanah, misalnya : berpasir, tanah liat, humus. C1 23,24 Mendeskripsika n struktur bumi Susunan Bumi Menggambarkan secara sederhana lapisan-lapisan bumi (lapisan inti, lapisan luar dan kerak). C1 25,26, 27 Mendeskripsika n proses daur air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi Daur Air o Menjelaskan pentingnya air. o Menggambarkan proses daur air dengan menggunakan diagram atau gambar. C2 C1 28 29
  34. 34. nya Mendeskripsika n perlunya penghematan air Daur Air o Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi daur air. o Melakukan pembiasaan cara menghemat air C1 C3 30,31 32,33 Mengidentifika si peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan Peristiwa Alam Beserta Dampaknya o Membuat suatu laporan berdasarkan hasil pengamatan atau pengalaman pribadi atau laporan surat kabar/media lainnya tentang peristiwa alam misalnya banjir, gempa bumi, gunung meletus. o Menjelaskan dampak dari peristiwa alam terhadap kehidupan manusia, hewan dan lingkungan. C5 C2 34,35 36,37, 38 Mengidentifika si beberapa kegiatan manusia yang dapat mengubah permukaan bumi (pertanian, perkotaan, dsb) Dampak Kegiatan Manusia terhadap Permukaan Bumi Mengidentifikasi kegiatan manusia yang dapat mempengaruhi permukaan bumi. C1 39,40 4) Validasi Instrumen Validasi instrumen dilakukan dalam rangka memperoleh instrumen baku yang akan digunakan dalam penelitian. Untuk
  35. 35. mendapatkan instrumen baku ini, cara yang digunakan adalah dengan menguji validitas konstruk dan validitas internal instrumen yang dibuat. Validitas konstruk dilakukan untuk melihat kesesuaian antara soal yang dibuat dengan RPP yang digunakan. Validitas konstruk diperoleh dengan mengkonsultasikan instrumen yang telah disusun kepada kepala sekolah maupun guru yang berpengalaman dalam penelitian di lingkungan SDN Ciracas 05 Pagi. Selain itu, untuk menguji validitas internal dilakukan dengan melakukan uji coba instrumen. Uji coba instrumen dilakukan terhadap siswa yang bukan sampel penelitian, yaitu siswa kelas VI yang berjumlah 69. a) Teknik Pengujian Validitas Instrumen Validitas instrumen adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keadaan atau kesahihan alat ukur (Riduwan (dalam Suryana, 2009)). Validitas instrumen dapat dikatakan valid jika dapat mengukur keterandalan suatu instrumen. Analisis terhadap validias instrumen dilakukan melalui analisis internal consistency yaitu korelasi antara butir soal pilihan ganda dan total instrumen. Pengukuran dilakukan dengan korelasi product moment. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut : Rbis =
  36. 36. Keterangan : Rbis = koefisien korelasi antara skor butir soal dengan skor total Xi bar = Dengan JBY = jml Y (skor total) yg di jwb dgn bnr JB = jml skor yg bnr Xt bar = Dengan ∑Y = jml Xt (skor yg diperoleh tiap responden) n = banyaknya responden St = standar deviasi Pi = Dengan JB = jml skor yg benar N = jml skor max jawaban benar Qi = 1 – Pi b) Teknik Pengujian Reliabilitas Instrumen Reliabilitas suatu alat pengukur adalah derajat keajegan alat tersebut dalam mengukur apa yang diukurnya (Samoko (dalam Suryana, 2009)). Analisis untuk menghitung reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan rumus :
  37. 37. R11 = Keterangan : K banyaknya butir soal yang valid c) Teknik Pengujian Tingkat Kesukaran Tingkat Kesukaran (Pi) = Dengan JB jml skor jawaban benar N jml skor max jawaban benar Jika : P 0.3 soal sukar (SK) 0.3 < P < 0.7 soal sedang (SD) P soal mudah (MD) d) Daya Pembeda DB = TKA – TKB TKA = Dengan : TKA proporsi responden kelompok atas yang dapat menjawab dengan benar butir soal. BA banyaknya responden kelompok atas yang dapat menjawab dengan benar butir soal. JA jumlah responden yang termasuk dalam kelompok atas. TKB =
  38. 38. Dengan : TKB proporsi responden kelompok bawah yang dapat menjawab dengan benar butir soal. BB banyaknnya responden kelompok bawah yang dapat menjawab dengan benar butir soal. JB jumlah responden yang termasuk dalam kelompok bawah. Maka Daya pembeda (DB) : DB < 0 buruk sekali (BRS) 0 < DB < 0.2 buruk (BRK) 0.2 DB < 0.4 sedang (SDG) 0.4 DB < 0.7 baik (BA) 0.7 DB < 1 sangat baik (SBA) F. Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif, analisis persyaratan data, dan pengujian hipotesis. 1. Teknik Analisis Deskriptif Analisis data secara deskriptif dilakukan untuk menyajikan, mendeskripsikan, serta mengkomunikasikan data mentah menjadi bentuk tabel, gambar atau grafik. Pengolahan dan penyajian data mentah hasil penelitian menggunakan perhitungan secara manual. Dari pengolahan data mentah tersebut, maka diperoleh nilai mean, median, modus, ragam, dan
  39. 39. simpangan baku. Selain itu, ditampilkan pula daftar distribusi frekuensi yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk histogram dan poligon. Adapun rumus-rumus yang digunakan dalam analisis deskriptif ini adalah sebagai berikut : a) Pembuatan tabel distribusi frekuensi Menurut Sudjana (dalam Suryana, 2009), prosedur yang digunakan adalah 1) Menentukan rentang kelas, yaitu data terbesar dikurangi data terkecil. 2) Menentukan banyak kelas interval yang diperlukan. Aturan yang digunakan adalah aturan Sturgess, yaitu : Banyak kelas = 1+(3,3)log n. n menyatakan banyaknya data penelitian dan hasil akhirnya dijadikan bilangan bulat. 3) Menentukan panjang kelas interval dengan aturan : P = 4) Pilih ujung bawah kelas interval pertama. Untuk ini dapat diambil sama dengan data terkecil atau nilai data yang lebih kecil dari data terkecil tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang telah ditentukan. b) Penentuan Mean, Median, Modus, Ragam, Simpangan Baku, Histogram, dan Poligon
  40. 40. Menurut Siregar (dalam Suryana,2009), formula yang digunakan adalah 1) Mean ( X ) : 2) Median (Med) : tb + c 3) Modus (Mo) : tb + c 4) Ragam (s²) : 5) Simpangan Baku : 6) Histogram dan Poligon Poligon Histogram Keterangan : Xi : data n : banyak data tb : batas bawah S1 : selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya S2 : selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya
  41. 41. c : panjang interval fmed : frekuensi kelas median fks : frekuensi kumulatif sebelumnya 2. Teknik Analisis Persyaratan Data Dikarenakan uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t, maka sebelumnya perlu dilakukan analisis persyaratan data. Analisis persyaratan data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji homogenitas data. a) Uji Normalitas Data Untuk mengetahui data hasil penelitian berdistribusi normal atau tidak, maka penelitian harus diuji normalitasnya, yaitu dengan uji normalitas menggunakan Uji Liliefors. Adapun langkah- langkahnya adalah sebagai berikut : 1) Mengurutkan skor yang diperoleh sampel secara descending. 2) Menentukan nilai z dari setiap skor yang diperoleh sampel, yaitu : i i X X z s . 3) Menentukan nilai tabel distribusi normal setiap nilai z (dilihat dari tabel distribusi normal). 4) Menentukan iF z yang merupakan peluang luas daerah kurva normal sebelum iz dengan aturan sebagai berikut :
  42. 42. Jika iz > 0, maka nilai iF z = 0,5 + nilai tabel. Jika iz < 0, maka nilai iF z = 0,5 – nilai tabel. 5) Menghitung proporsi frekuensi setiap iz yang dinyatakan oleh iS z dengan rumus : ( ) kum i f S z n . 6) Hitung selisih i iF z S z kemudian tentukan harga mutlaknya. 7) Ambil harga yang paling besar diantara harga-harga mutlak selisih tersebut. Harga terbesar ini disebut Lo. 8) Selanjutnya untuk melihat data terdistribusi normal atau tidak, dilakukan perbandingan antara Lo yang diperoleh dengan nilai kritis L (L tabel) untuk taraf nyata 0,05. 9) Data terdistribusi normal bila Lo yang diperoleh kurang dari L tabel. (Herman dalam Suryana, 2009). b) Uji Homogenitas Untuk mengetahui data penelitian homogen atau tidak homogen, maka dalam pengujian homogenitas menggunakan uji F, dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Hitung varians kelompok sampel pertama 2 1s . 2) Hitung varians kelompok sampel kedua 2 2s . 3) Tentukan nilai hitungF : 2 1 2 2 hitung s F s , jika 2 2 1 2s s atau 2 2 2 1 hitung s F s , jika 2 2 2 1s s .
  43. 43. 4) Tentukan 1 2 1 2, , , 1, 1tabel dk dk n n F F F dari tabel distribusi F. 5) Jika hitung tabelF F , maka kedua kelompok sampel homogen, dan jika hitung tabelF F , maka kedua kelompok sampel tidak homogen. Bentuk hipotesis statistik yang akan diuji adalah 2 2 0 1 2:H (Kedua kelompok sampel homogen). 2 2 1 1 2:H (Kedua kelompok sampel tidak homogen). 3. Teknik Pengujian Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini diuji menggunakan Uji t. Adapun rumus yang digunakan adalah sebagai berikut : BA BA nn s XX t 11 dimana 2 11 22 BA BBAA nn snsn s Keterangan: AX = rerata skor kelompok eksperimen BX = rerata skor kelompok kontrol 2 As = varians kelompok eksperimen 2 Bs = varians kelompok kontrol
  44. 44. An = banyaknya sampel kelompok eksperimen Bn = banyaknya sampel kelompok kontrol s = simpangan baku gabungan Untuk pengujian hipotesis, selanjutnya nilai t hitung di atas dibandingkan dengan nilai dari tabel distribusi t (t tabel). Cara penentuan nilai t tabel didasarkan pada taraf signifikansi tertentu (misal α = 0,05) dan dk = nA+nB-2. Adapun kriteria pengujian hipotesisnya adalah Tolak H0, jika t hitung > t tabel atau Terima H0, jika t hitung < t tabel. G. Hipotesis Statistik Untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan pada bab sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis statistik sebagai berikut : Ho : µ1 = µ2 H1 bukan Ho Keterangan : µ1 nilai rerata hasil belajar IPA untuk kelompok siswa yang diikutsertakan dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka. µ2 nilai rerata hasil belajar IPA untuk kelompok siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka.
  45. 45. DAFTAR PUSTAKA Riduwan dan Tita Lestari. (1997). Statistika 1. Cetakan pertama. Bandung : CV Alfabeta. Arikunto, Suharsimi (2006), Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cetakan ke-13, Jakarta : Rineka Cipta. Riduwan (2009). Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Cetakan ke-6, Bandung : Alfabeta. http://belajarpsikologi.com/pengertian-belajar-menurut-ahli http://mbegedut.blogspot.com/2011/02/pengertian-hasil-belajar-menurut- para.html http://www.scribd.com/doc/51282702/Pengertian-Hasil-Belajar-Menurut-Para- Ahli http://www.kajianteori.com/2013/03/pengertian-ilmu-pengetahuan-alam-ipa.html http://sriwahyuwidyaningsih.blogspot.com/2012/02/definisi-ilmu-pengetahuan- alam-ipa.html http://eprints.uny.ac.id/7710/3/bab%202%20-07501241011.pdf http://pramukamuda.blogspot.com/2010/03/pengertian-pramuka-kepramukaan- dan.html
  46. 46. http://digilib.sunan-ampel.ac.id/files/disk1/197/jiptiain--fitridewii-9809-5- babii.pdf http://rozakbeliave18.blogspot.com/2011/12/pramuka-sejati_16.html http://dara9.wordpress.com/ipa/definisi-ipa

×