0
KRISISHIPERTENSI
LATAR BELAKANG   Hipertensi  Masalah kesehatan masyarakat                   dunia   Beberapa penulis  1% dari penderit...
DEFINISI   Krisis hipertensi   Suatu keadaan peningkatan tekanan    darah yang mendadak (sistole ≥180    mmHg dan/atau d...
KLASIFIKASI KRISIS HIPERTENSI1.   Hipertensi emergensi     Kenaikan TD mendadak yg disertai kerusakan     organ target yan...
MANIFESTASI KLINIS KRISIS HIPERTENSI1.   Bidang neurologi:     Sakit kepala, hilang/ kabur penglihatan, kejang,     defisi...
4.   Bidang ginjal:     Azotemia, proteinuria, oligouria.5.   Bidang obstetri      Preklampsia dg gejala berupa gangguan  ...
FAKTOR RISIKO   Penderita hipertensi yg tidak meminum obat atau    minum obat anti hipertensi   Kehamilan   Penggunaan ...
PENDEKATAN AWAL PD KRISIS HIPERTENSI   Anamnesis    R/ hipertensi (awal hipertensi, jenis obat anti       hipertensi, ket...
   Pemeriksaan fisik    Sesuai dengan organ target yang terkena    Pengukuran TD di kedua lengan    Palpasi denyut nadi d...
Pemeriksaan laboratorium awal dan penunjang   Pemeriksaan laboratorium awal:    a. Urinalisis    b. Hb, Ht, ureum, kreati...
PENETAPAN DIAGNOSTIK   Walau biasanya pd krisis hipertensi ditemukan    TD ≥180/120 mmHg perlu diperhatikan    kecepatan ...
TATALAKSANA KRISIS HIPERTENSI   Penatalaksanaan krisis hipertensi    sebaiknya dilakukan di rumah sakit,    namun dapat d...
TATALAKSANA HIPERTENSI EMERGENSI   Harus dilakukan di RS dg fasiltas pemantauan    yg memadai   Pengobatan parenteral di...
b. 2 s/d 6 jam kemudian TD diturunkan sampai  160/100 mmHg.c. 6-24 jam berikutnya diturunkan sampai <140/90   mmHg bila ti...
OBAT-OBATAN YANG DIGUNAKAN PADA          HIPERTENSI EMERGENSI   Clonidin (catapres) IV (150 mcg/ampul)    a. Ckonidin 900...
c. Clonidin tidak boleh dihentikan mendadak,   tetapi diturunkan perlahan-lahan oleh karena   bahaya rebound phenomen, dim...
   Diltiazem (Herbesser) IV (10 mg dan 50 mg/ampul)    a. Diltiazem 10 mg IV diberikan dalam 1-3 menit       kemudian dit...
   Nicardipin (Perdipin) IV (12 mg dan 10    mg/ampul)    a. Nicardipin diberikan 10-30 mcg/kgBB bolus.    b. Bila TD tet...
KRISIS HIPERTENSI PD KEADAAN                   KHUSUS    Krisis hipertensi pd gangguan otak1.   Stroke      A. Infark: at...
 Obat anti hipertensi parenteral diberikan sesuai  prosedur dengan batas penurunan maksimal  TD 20-25% dari mean arterial...
b. Perdarahan: perdarahan intraserebral,   perdarahan subarachnoid, pecahnya Arteriovenous  Malformation (AVM). TD sistol...
 Obat anti hipertensi parenteral diberikan sesuai  prosedur tatalaksana krisis hipertensi dg batas  penurunan TD 20-25% d...
Tabel No. 1. Obat-obat parenteral untuk terapi emergensi hipertensi pada                 stroke akutObat           Dosis  ...
2. Ensefalopati hipertensi TD sistolik >220 mmHg dan diastolik >120  mmHg. Pengukuran dua kali dalam jangka  waktu 30 men...
3. Cedera kepala dan Tumor intrakranial   Terdapat gejala tekanan intrakranial yg    meningkat seperti: sakit kepala heba...
   Obat anti hipertensi parenteral diberikan sesuai    prosedur tatalaksana hipertensi krisis dg batas    penurunan TD 20...
KRISIS HIPERTENSI PADA PENYAKIT JANTUNGKrisis Hipertensi dan Diseksi aortaDefinisiSuatu kondisi akibat robekan pada dindin...
MANIFESTASI KLINIS           Keluhan dapat bervariasi1.   Nyeri khas Aorta: onset mendadak, nyeri teriris     sudah maksim...
DIAGNOSIS   Kecurigaan diagnosa Diseksi Aorta berdasarkan    anamnesa dan pemeriksaan fisik cukup unruk    menatalaksana ...
Prinsip tatalaksana/ sasaran tekanan darah   Atasi rasa nyeri dg morfin iv. Menurunkan TD    diastolik segera (dalam 10-2...
Tabel No.1 Obat-obat intravena Diseksi Aorta yg                ada di Indonesia          OBAT      DOSIS Bolus            ...
Krisis Hipertensi dengan edema paruDefinisi Suatu keadaan timbulnya tanda dan gejala gagal jantung yang disertai dengan pe...
Manifestasi KlinisKeluhan/ gejala: 1. Sesak Nafas 2. Orthopnea 3. Dyspnea d’effort
Pemeriksaan fisik1.   TD sesuai definisi krisis hipertensi2.   Frekwensi pernafasan meningkat3.   Pada pemeriksaan jantung...
DIAGNOSIS1.   Peningkatan tekanan darah sesuai krisis     hipertensi2.   Gejala dan tanda gagal jantung3.   Edema paru pad...
Prinsip Tatalaksana dan Sasaran                Tekanan Darah1.   O2 dengan target saturasi 02 perifer > 95%,     bila perl...
   Target penurunan TD sistolik atau diastolik    sebesar 30 mmHg dalam beberapa menit.   Sasaran akhir TD sistolik < 13...
Tabel No 2 Obat-obat parenteral untuk penanganan hipertensi emergensi                  pd edema paru dan sindroma koroner ...
Krisis Hipertensi pd Sindroma Koroner AkutDefinisi Krisis hipertensi yang terjadi pada pasien dengan sindroma koroner akut...
Manifestasi KlinisKeluhan  Nyeri dada dg penjalaran ke leher atau lengan kiri  dengan durasi lebih dari 20 menit dan dapat...
Diagnosis 1. Anamnesis 2. EKG 3. Enzim petanda kerusakan otot jantung    (CKmb, Troponin T)
Prinsip tatalaksana dan Sasaran Tekanan Darah1.   Penyekat Beta dan nitrogliserin merupakan anjuran     utama.2.   Bila ti...
KRISIS HIPERTENSI PADA PENYAKIT GINJALStenosis arteri renalis dicurigai biladitemukan:1. Ditemukan hipertensi sebelum usia...
4. Terjadinya peningkatan TD tiba-tiba pd keadaan   pasien hipertensi yg terkontrol baik sebelumnya.5. Hipertensi maligna ...
Pemeriksaan penunjang diagnostik1.   Arteriografi ginjal (pemeriksaan baku emas)2.   Magnetic resonance angiography.3.   C...
KRISIS HIPERTENSI PD GANGGUAN             ENDOKRINKrisis Feokromositoma Keganasan pd kelenjar adreno-medulari  menyebabka...
   Diagnosis feokromositoma ditegakkan dengan    pemeriksaan katekolamin plasma, katekolamin    urine dan atau metabolitn...
KRISIS HIPERTENSI PADA KEHAMILAN   Keadaan yg menyertai krisis hipertensi adalah    preeklampsi.   Dapat ditemukan gangg...
   Krisis hipertensi hanya dapat diakhiri dengan    proses persalinan dan penanggulangan dilakukan    sesuai penanggulang...
HIPERTENSI KRISIS PD PENGGUNA NAPZA   Sejumlah obat/ senyawa yg termasuk NAPZA    dapat menimbulkan krisis hipertensi, te...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Krisis hipertensi

13,727

Published on

0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
13,727
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
222
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Krisis hipertensi"

  1. 1. KRISISHIPERTENSI
  2. 2. LATAR BELAKANG Hipertensi  Masalah kesehatan masyarakat dunia Beberapa penulis  1% dari penderita hipertensi akan mengalami krisis hipertensi Majalah the Lancet dan WHO  Kejadian krisis hipertensi akan m↑ dari 0,26% th 2000  0,29% th 2025 pd penduduk dewasa di dunia Untuk mencegah kerusakan organ akibat krisis hipertensi di Indonesia perlu dilakukan upaya pengenalan dini dan penatalaksanaan krisis hipertensi yang disepakati bersama.
  3. 3. DEFINISI Krisis hipertensi Suatu keadaan peningkatan tekanan darah yang mendadak (sistole ≥180 mmHg dan/atau diastole ≥120 mmHg), pd penderita hipertensi, yg membutuhkan penanggulangan segera.
  4. 4. KLASIFIKASI KRISIS HIPERTENSI1. Hipertensi emergensi Kenaikan TD mendadak yg disertai kerusakan organ target yang progresif. Di perlukan tindakan penurunan TD yg segera dalam kurun waktu menit/jam.2. Hipertensi urgensi Kenaikan TD mendadak yg tidak disertai kerusakan organ target. Penurunan TD harus dilaksanakan dalam kurun waktu 24-48 jam.
  5. 5. MANIFESTASI KLINIS KRISIS HIPERTENSI1. Bidang neurologi: Sakit kepala, hilang/ kabur penglihatan, kejang, defisit neurologis fokal, gangguan kesadaran (somnolen, sopor, coma).2. Bidang mata: Funduskopi berupa perdarahan retina, eksudat retina, edema papil.3. Bidang kardiovaskular Nyeri dada, edema paru.
  6. 6. 4. Bidang ginjal: Azotemia, proteinuria, oligouria.5. Bidang obstetri Preklampsia dg gejala berupa gangguan penglihatan, sakit kepala hebat, kejang, nyeri abdomen kuadran atas, gagal jantung kongestif dan oliguri, serta gangguan kesadaran/ gangguan serebrovaskuler.
  7. 7. FAKTOR RISIKO Penderita hipertensi yg tidak meminum obat atau minum obat anti hipertensi Kehamilan Penggunaan NAPZA Penderita dg rangsangan simpatis yg tinggi seperti luka bakar berat, phaechromocytoma, penyakit kolagen, penyakit vaskuler, trauma kepala. Penderita hipertensi dengan penyakit parenkim ginjal
  8. 8. PENDEKATAN AWAL PD KRISIS HIPERTENSI Anamnesis R/ hipertensi (awal hipertensi, jenis obat anti hipertensi, keteraturan konsumsi obat). Ganguan organ (kardiovaskuler, serebrovaskular, serebrovaskular, renovaskular, dan organ lain).
  9. 9.  Pemeriksaan fisik Sesuai dengan organ target yang terkena Pengukuran TD di kedua lengan Palpasi denyut nadi di keempat ekstremitas Auskultasi untuk mendengar ada/ tidak bruit pembuluh darah besar, bising jantung dan ronki paru. Pemeriksaan neurologis umum Pemeriksaan funduskopi
  10. 10. Pemeriksaan laboratorium awal dan penunjang Pemeriksaan laboratorium awal: a. Urinalisis b. Hb, Ht, ureum, kreatinin, gula darah dan elektrolit. Pemeriksaan penunjang: ekg, foto toraks Pemeriksaan penunjang lain bila memungkinkan: CT scan kepala, ekokardiogram, ultrasonogram.
  11. 11. PENETAPAN DIAGNOSTIK Walau biasanya pd krisis hipertensi ditemukan TD ≥180/120 mmHg perlu diperhatikan kecepatan kenaikan TD tersebut dan derajat gangguan organ target yang terjadi.
  12. 12. TATALAKSANA KRISIS HIPERTENSI Penatalaksanaan krisis hipertensi sebaiknya dilakukan di rumah sakit, namun dapat dilaksanakan di tempat pelayanan primer sebagai pelayanan pendahuluan dengan pemberian obat anti hipertensi oral.
  13. 13. TATALAKSANA HIPERTENSI EMERGENSI Harus dilakukan di RS dg fasiltas pemantauan yg memadai Pengobatan parenteral diberikan secara bolus atau infus sesegera mungkin TD harus diturunkan dalam hitungan menit sampai jam dengan langkah sbb: a. 5 menit s/d 120 menit pertama TD rata-rata (mean arterial blood pressure) diturunkan 20- 25%.
  14. 14. b. 2 s/d 6 jam kemudian TD diturunkan sampai 160/100 mmHg.c. 6-24 jam berikutnya diturunkan sampai <140/90 mmHg bila tidak ada gejala iskemia organ.
  15. 15. OBAT-OBATAN YANG DIGUNAKAN PADA HIPERTENSI EMERGENSI Clonidin (catapres) IV (150 mcg/ampul) a. Ckonidin 900 mcg dimasukkan dalam cairan infus glucosa 5% 500cc dan diberikan dengan mikrodrip 12 tetes/ menit, setiap 15 menit dapat dinaikkan 4 tetes sampai TD yg diharapkan tercapai. b. Bila TD target tercapai pasien diobservasi selama 4 jam kemudian diganti dg tablet clonidin oral sesuai kebutuhan.
  16. 16. c. Clonidin tidak boleh dihentikan mendadak, tetapi diturunkan perlahan-lahan oleh karena bahaya rebound phenomen, dimana TD naik secara cepat bila obat dihentikan.
  17. 17.  Diltiazem (Herbesser) IV (10 mg dan 50 mg/ampul) a. Diltiazem 10 mg IV diberikan dalam 1-3 menit kemudian diteruskan dg infus 50 mg/jam selama 20 menit. b. Bila TD telah turun >20% dari awal, dosis diberikan 30 mg/jam sampai target tercapai. c. Diteruskan dg dosis maintenance 5-10 mg/jam dg observasi 4 jam kemudian diganti dg tablet oral.
  18. 18.  Nicardipin (Perdipin) IV (12 mg dan 10 mg/ampul) a. Nicardipin diberikan 10-30 mcg/kgBB bolus. b. Bila TD tetap stabil diteruskan dengan 0,5-6 mcg/kgBB/menit sampai target TD tercapai. Labetalol (Normodyne) IV Diberikan 20-80 mg IV bolus setiap 10 menit atau dapat diberikan dalam cairan infus dg dosis 2 mg menit. Nitroprusside (Nitropress, Nipride) IV Diberikan dlm cairan infus dg dosis 0,25-10.00 mcg/kg/menit.
  19. 19. KRISIS HIPERTENSI PD KEADAAN KHUSUS Krisis hipertensi pd gangguan otak1. Stroke A. Infark: aterotrombotik, kardioembolik, lakunar.  TD sistolik >220 mmHg dan diastolik >120 mmHg. Pengukuran dilakukan dua kali dalam jangka waktu 30 menit  Tidak ada tanda-tanda yg meningkatkan TD seperti nyeri kepala/artikular, kandung kemih penuh.
  20. 20.  Obat anti hipertensi parenteral diberikan sesuai prosedur dengan batas penurunan maksimal TD 20-25% dari mean arterial blood pressure. Jika TD sistolik 180-220 mmHg dan TD diastolik 105-120 mmHg, dilakukan penatalaksanaan seperti terapi pd hipertensi urgensi.
  21. 21. b. Perdarahan: perdarahan intraserebral, perdarahan subarachnoid, pecahnya Arteriovenous Malformation (AVM). TD sistolik >220 mmHg dan diastolik >120 mmHg. Pengukuran dilakukan dua kali dalam jangka waktu 30 menit. Tidak ada tanda-tanda lain yg meningkatkan TD seperti nyeri kepala/ artikular, kandung kemih penuh.
  22. 22.  Obat anti hipertensi parenteral diberikan sesuai prosedur tatalaksana krisis hipertensi dg batas penurunan TD 20-25% dari mean arterial blood pressure. Target TD adalah sistolik 160 mmHg dan diastolik 90 mmHg.
  23. 23. Tabel No. 1. Obat-obat parenteral untuk terapi emergensi hipertensi pada stroke akutObat Dosis Mulai kerja Lama Efek samping Keterangan kerjaLabetolol 20-80 mg iv 5-10 menit 3-6 jam Nausea, vomtus Terutama bolus setiap 10 ,hipotensi, blok untuk menit at 2 atau gagal kegawatdarurat mg/menit, jantung,kerusakan an hipertensi, infus kontinyu hati, kecuali pd bronkospasme gagal jantungNikardipin 5-15 mg/jam 5-15 menit Sepanjang Takikardi Larut dalam Infus kontinyu infus air, tidak berjalan sensitif terhadap cahayaDiltiazem 5-40 5-10 menit 4 jam Blok nodus A-V, Krisis µg/kg/menit denyut prematur hipertensi infus kontinyu atrium, terutama usia lanjut
  24. 24. 2. Ensefalopati hipertensi TD sistolik >220 mmHg dan diastolik >120 mmHg. Pengukuran dua kali dalam jangka waktu 30 menit. Terdapat gangguan kesadaran, retinopati dg papiledema, peningkatan tekanan intrakranial sampai kejang. Tidak ada tanda-tanda lain yg meningkatkan TD Obat antihipertensi parenteral diberikan sesuai prosedur tatalaksana hipertensi krisis dg batas penurunan TD 20-25% dari MAP.
  25. 25. 3. Cedera kepala dan Tumor intrakranial Terdapat gejala tekanan intrakranial yg meningkat seperti: sakit kepala hebat, muntah proyektil/ tanpa penyebab gastrointestinal, papiledema (sembab papil), kesadaran menurun. TD sistolik >220 mmHg dan diastolik >120 mmHg . Pengukuran 2x dlm jangka waktu 30 menit. Tidak ada tanda-tanda lain yg meningkatkan TD
  26. 26.  Obat anti hipertensi parenteral diberikan sesuai prosedur tatalaksana hipertensi krisis dg batas penurunan TD 20-25% dari MAP. Khusus untuk tumor intrakranial hipofisis perlu dilakukan pemeriksaan hormonal dan penatalaksanaan sesuai dg hipertensi krisis dengan gangguan endokrin.
  27. 27. KRISIS HIPERTENSI PADA PENYAKIT JANTUNGKrisis Hipertensi dan Diseksi aortaDefinisiSuatu kondisi akibat robekan pada dinding aortasehingga lapisan dinding aorta terpisah dandarah dapat masuk ke sela-sela lapisan dindingpembuluh darah aorta.
  28. 28. MANIFESTASI KLINIS Keluhan dapat bervariasi1. Nyeri khas Aorta: onset mendadak, nyeri teriris sudah maksimal dirasakan saat awal, lokasi nyeri sesuai lokasi dimana robekan aorta tadi.2. Rasa nyeri dada seperti nyeri dada khas infark miokard, bila proses diseksi menjalar ke ostium arteri koronaria.3. Rasa nyeri leher disertai pandangan kabur, bila proses diseksi ekstensi ke arteri karotis.4. Sinkope merupakan petanda komplikasi yg fatal, spt tamponade jantung, hipoperfusi serebri.
  29. 29. DIAGNOSIS Kecurigaan diagnosa Diseksi Aorta berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik cukup unruk menatalaksana sebagai diseksi aorta. Diagnosa pasti dengan pencitraan: 1. Ekokardiografi transesofageal (TEE) 2. CT scan dengan kontras. 3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
  30. 30. Prinsip tatalaksana/ sasaran tekanan darah Atasi rasa nyeri dg morfin iv. Menurunkan TD diastolik segera (dalam 10-20 menit) dg target TD sistolik 110-120 mmHg dan frekwensi nadi 60 x/mnt. β-blocker merupakan obat pilihan utama untuk mengurangi shear stress dan mengontrol TD Terapi medikamentosa dapat dilakukan pd diseksi aorta desenden tanpa komplikasi ke organ lain (hipoperfusi ginjal, ekstremitas dan mesenterika) Setelah pasien stabil, idealnya 24-48 jam, obat IV diganti dengan oral.
  31. 31. Tabel No.1 Obat-obat intravena Diseksi Aorta yg ada di Indonesia OBAT DOSIS Bolus DOSIS PEMELIHARAANPenyekat Beta Propanolol 1 mg IV setiap 3-5 menit 2-6 mg IV (max 6.15 mg/kgBB) Setiap 4-6 jamKalsium Antagonis 0,25 mg/kg IV dalam 2 5 mg/jam dapat dititrasi 2,5- Diltiazem menit setelah 15 menit 0,35 5 mg/jam, max 15 mg/jam mg/kg IV Verapamil 0,075-0,1 s/d 2,5-5 mg/kg 5-15 mg/jam IV drip Selama 2 menit
  32. 32. Krisis Hipertensi dengan edema paruDefinisi Suatu keadaan timbulnya tanda dan gejala gagal jantung yang disertai dengan peningkatan tekanan darah dan gambaran rontgen toraks sesuai dengan edema paru.
  33. 33. Manifestasi KlinisKeluhan/ gejala: 1. Sesak Nafas 2. Orthopnea 3. Dyspnea d’effort
  34. 34. Pemeriksaan fisik1. TD sesuai definisi krisis hipertensi2. Frekwensi pernafasan meningkat3. Pada pemeriksaan jantung ditemukan S3 dan/ atau S4 gallop.4. Pada pemeriksaan paru suara nafas ekspirasi memanjang disertai ronchi basah halus seluruh lapangan paru.5. Peningkatan tekanan vena jugularis.
  35. 35. DIAGNOSIS1. Peningkatan tekanan darah sesuai krisis hipertensi2. Gejala dan tanda gagal jantung3. Edema paru pada foto thorax
  36. 36. Prinsip Tatalaksana dan Sasaran Tekanan Darah1. O2 dengan target saturasi 02 perifer > 95%, bila perlu dapat digunakan CPAP atau ventilasi mekanik non-invasif bahkan ventilasi mekanik invasif.2. Pemberian Nitroglycerin sublingual, bila perlu dilanjutkan dg pemberian drip.3. Pemberian diuretik loop IV (Furosemid)4. Pemberian obat anti hipertensi IV at sublingual5. Bila tidak ada kontra indikasi morfin IV dapat dipertimbangkan.
  37. 37.  Target penurunan TD sistolik atau diastolik sebesar 30 mmHg dalam beberapa menit. Sasaran akhir TD sistolik < 130 mmHg dan TD diastolik < 80 mmHg. Sebaiknya dicapai dalam 3 jam
  38. 38. Tabel No 2 Obat-obat parenteral untuk penanganan hipertensi emergensi pd edema paru dan sindroma koroner akutObat Golongan Dosis Onset Masa Efek samping kerja kerjaSodium Vasodilator 0,25-10 Segera stlh 1-2 Mual, hipotensi,keracunannitroprusid Arteri & Mg/kg/mnt distop mnt tiosianat, vena methemoglobinemia dan sianida.Nitrogliserin Vasodilator: 5-300 1-5 mnt 3-5 Sakit kepala, mual, Arteri & mcg/mnt mnt takikardia, muntah toleransi venaIsosorbid Vasodilator: 1- 10 1-5 mnt 3-5 Sakit kepala,mual, takikardia,dinitrat Arteri & mg/jam mnt muntah, toleransi venaNikardipin Kalsium 5-15 5-15 30-40 Hipotensi,takikardi,mual antagonis mg/jam menit menit muntah, muka merahFurosemide Diuretik 20-40 mg 10-20 mnt 4-6 Hipokalemi loop jam Hipovolemia
  39. 39. Krisis Hipertensi pd Sindroma Koroner AkutDefinisi Krisis hipertensi yang terjadi pada pasien dengan sindroma koroner akut. Sindroma koroner akut tdd : 1. angina pektoris tidak stabil, 2. Infark miokard non ST elevasi 3. Infark miokard dengan ST elevasi
  40. 40. Manifestasi KlinisKeluhan Nyeri dada dg penjalaran ke leher atau lengan kiri dengan durasi lebih dari 20 menit dan dapat disertai dg gejala sistemik berupa keringat dingin, mual dan muntah dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda- tanda gagal jantung.Temuan Klinis Pemeriksaan fisik dapat normal atau tanda-tanda gagal jantung
  41. 41. Diagnosis 1. Anamnesis 2. EKG 3. Enzim petanda kerusakan otot jantung (CKmb, Troponin T)
  42. 42. Prinsip tatalaksana dan Sasaran Tekanan Darah1. Penyekat Beta dan nitrogliserin merupakan anjuran utama.2. Bila tidak terkontrol dapat diberikan gol kalsium antagonis parenteral, nicardipin dan diltiazem bila tidak ada kontraindikasi.3. Sasaran TD sistolik adalah <130 mmHg dan TD diastolik < 80 mmHg.4. Penurunan TD harus dilakukan secara bertahap.5. Penurunan TD perlu pemantauan ketat agar TD diastolik tidak lebih rendah dari 60 mmHg, karena dapat mengakibatkan iskemia miokard bertambah berat.
  43. 43. KRISIS HIPERTENSI PADA PENYAKIT GINJALStenosis arteri renalis dicurigai biladitemukan:1. Ditemukan hipertensi sebelum usia 30 th khususnya jika tidak ada riwayat hipertensi di keluarga.2. Ditemukan hipertensi berat (hipertensi stadium II dengan TD > 160/100 mmHg) setelah usia > 50.3. Ditemukan hipertensi yg refrakter dan sulit dikendalikan dengan obat kombinasi lebih dari 3 macam ( termasuk diuretik)
  44. 44. 4. Terjadinya peningkatan TD tiba-tiba pd keadaan pasien hipertensi yg terkontrol baik sebelumnya.5. Hipertensi maligna ( hipertensi dg keterlibatan gangguan organ lain seperti gagal ginjal akut, perdarahan retina, gagal jantung, dan kelainan neorologis.6. Peningkatan plasma kreatinin dalam waktu singkat setelah pemberian golongan obat ACEI/ARB
  45. 45. Pemeriksaan penunjang diagnostik1. Arteriografi ginjal (pemeriksaan baku emas)2. Magnetic resonance angiography.3. Computed tomography angiography.4. Duplex doppler ultrasonography.
  46. 46. KRISIS HIPERTENSI PD GANGGUAN ENDOKRINKrisis Feokromositoma Keganasan pd kelenjar adreno-medulari menyebabkan terjadi krisis hipertensi, karena kelebihan produksi epinefrin dan non epinefrin dilepaskan ke dalam peredaran darah. Juga karena stimulasi beta reseptor ginjal oleh kadar katekolamin yg tinggi menyebabkan dilepaskannya renin yg pd akhirnya meningkatkan tekanan arteri
  47. 47.  Diagnosis feokromositoma ditegakkan dengan pemeriksaan katekolamin plasma, katekolamin urine dan atau metabolitnya dalam urine 24 jam ( seperti metanefrin dan VMA= Vanil mandelic acid). Feokromositoma jarang ditemukan, tetapi merupakan penyebab yang penting pada krisis hipertensi.
  48. 48. KRISIS HIPERTENSI PADA KEHAMILAN Keadaan yg menyertai krisis hipertensi adalah preeklampsi. Dapat ditemukan gangguan penglihatan, sakit kepala hebat, nyeri abdomen kuadran atas, gagal jantung kongestif dan oliguri sampai gangguan serebrovsaskuler. Bila terjadi kejang penderita masuk stadium eklampsia.
  49. 49.  Krisis hipertensi hanya dapat diakhiri dengan proses persalinan dan penanggulangan dilakukan sesuai penanggulangan krisis hipertensi dg perhatian khusus pd kehamilan. Keputusan untuk melakukan terminasi kehamilan/ proses persalinan dilakukan oleh ahli medis di bidang kebidanan. (Obstruksi ginekolog)
  50. 50. HIPERTENSI KRISIS PD PENGGUNA NAPZA Sejumlah obat/ senyawa yg termasuk NAPZA dapat menimbulkan krisis hipertensi, terutama pada pasien yg sudah hipertensi. Senyawa tersebut adalah, kokain, amfetamin, metamfetamin, phencyclidine. Penanganan disesuaikan dengan penatalaksanaan krisis hipertensi.
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×