Kader kesehatan lingkungan

2,601 views
2,336 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,601
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
89
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kader kesehatan lingkungan

  1. 1. Pertemuan Kader Kesehatan Lingkungan UPF PKM RANGKAPAN JAYA BARU TAHUN 2014
  2. 2. 1 2
  3. 3. Siapa itu Kader Kesehatan Lingkungan ? KADER KESLING ADALAH ANGGOTA MASYARAKAT YANG DENGAN SUKARELA, BERSEDIA, MAMPU & MEMILIKI WAKTU UNTUK MENYELENGGARAKAN KEGIATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI MASYARAKAT.
  4. 4. PELOPOR Dapat menjadi acuan dalam melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan. Sebagai contoh: Melaksanakan gerakan 3 M Kerja bakti Pemantauan Jentik Berkala (PJB) Penyuluhan tentang Kesehatan Lingkungan
  5. 5. P E M B A H A R U Mempunyai ide – ide baru dalam penanganan masalah yang berhubungan dengan kesehatan Contoh: Dahulu bila membuang air besar dilakukan di sungai atau kebun. Sebagai pembaharu memberikan ide dengan membuat Jamban Swadaya. Membuat pupuk kompos dari sampah rumah tangga
  6. 6. PENGGERAK • MASYARAKAT terus – Menyerukan/ menginformasikan secara menerus secara berkesinambungan, memotivasi masyarakat untuk mau melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan • Contoh: Mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai dan memisahkan sampah organik dan non organik, Mengajak masyarakat untuk kerja bakti di lingkungan masing-masing.
  7. 7. PERAN UTAMA KADER KESEHATAN LINGKUNGAN Sebagai Pelaku Penggerakan Masyarakat dalam hal: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pengamatan terhadap masalah kesehatan lingkungan di wilayahnya
  8. 8. PERAN TAMBAHAN Pencegahan Terhadap Penyakit Berbasis Lingkungan Kesiapsiagaan Bencana / Keadaan Darurat Pencatatan dan Pelaporan
  9. 9. Masalah Kesehatan Bibit Penyakit Lingkungan Kurang Sehat Perilaku Kurang Sehat. Dimusnahkan Disehatkan Diubah  PHBS
  10. 10. Masalah Kebersihan Perorangan Masalah Kesehatan Lingkungan
  11. 11. 1. 2. 3. 4. Udara segar dan bersih (bebas polusi) Kualitas air sungai yang memenuhi baku mutu Penyediaan air minum yang layak diminum Pembuangan limbah domestik yang tidak mencemari lingkungan 5. Pengelolaan sampah yang hygienis dan saniter 6. Pembenahan dan pengelolaan drainase yang bebas banjir 7. Pengadaan dan penataan lingkungan perumahan / pemukiman yang sehat
  12. 12. PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah Tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan PHBS serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
  13. 13. ADA DI LIMA TATANAN PHBS • PHBS DI RUMAH TANGGA • PHBS DI SEKOLAH • PHBS DI INSTITUSI KESEHATAN • PHBS DI TEMPAT KERJA • PHBS DI TEMPAT UMUM
  14. 14. 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan 2. Memberi bayi ASI Eksklusif 3. Menimbang bayi dan balita setiap bulan 4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun 5. Menggunakan air bersih 6. Menggunakan jamban sehat 7. Memberantas jentik di rumah 8. Makan sayur dan buah setiap hari 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari 10.Tidak merokok didalam rumah.
  15. 15. 1 18
  16. 16. MASALAH Kader Kesling masih terbatas Pengetahuan masyarakat tentang pentingnya Kesling masih rendah Kesadaran masyarakat menerapkan PHBS & Kesehatan Lingkungan yg optimal masih harus di optimalkan Dana Kegiatan yg terbatas
  17. 17. TANTANGAN KADER • SIAP • CEPAT • TEPAT • LENGKAP LINGKUNGAN SEHAT • PJB PSN TERATUR & KERSINAMBUNGAN • DETEKSI DINI PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN • PENDATAAN SARSANDAS PHBS • PENERAPAN 10 INDIKATOR PHBS TATANAN RUMAH TANGGA • PENDATAAN PHBS TATANAN RUMAH TANGGA • PENYULUHAN KESLING DI MASYARAKAT
  18. 18. KESIMPULAN • KADER KESEHATAN LINGKUNGAN (KESLING) ADALAH UJUNG TOMBAK PENINGKATAN KESLING DIMASYARAKAT WILAYAH KEL. RANGKAPAN JAYA & RANGKAPAN JAYA BARU • FAKTOR TERBESAR YANG MEMPENGARUHI DERAJAT KESEHATAN ADALAH KESEHATAN LINGKUNGAN & PERILAKU  INTERVENSI OLEH PUSKESMAS DIBANTU KADER • PELAKSANAAN PJB – PSN YANG BERKESINAMBUNGAN AKAN MENURUNKAN ANGKA PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN • PENDATAAN SARSANDAS & PHBS TATANAN RT AKAN MEMETAKAN MASALAH YANG ADA DI MASYARAKAT • KERJASAMA YANG HARMONIS AKAN MENINGKATKAN KEBERHASILAN PROGRAM DIMASYARAKAT
  19. 19. RENCANA KEGIATAN PJB – PSN • LAPORAN HASIL PJB SETIAP AWAL BULAN PENDATAAN SARSANDAS • SEMUA RW  MARET&APRIL 2014 PENDATAAN PHBS TATANAN RT • APRIL 2014 DETEKSI DINI PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN • TBC • KUSTA • DBD/CHIKUNGUNYA  FOGGING FOCUS • FILARIASIS • CAMPAK, DLL
  20. 20. KESEHATAN LINGKUNGAN
  21. 21. RUMAH SEHAT Adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga serta memenuhi syarat kesehatan
  22. 22. SYARAT RUMAH SEHAT • Bangunan terbuat dari bahan yang tidak berbahaya • Lantai, dinding, atap kedap air dan tidak licin • Pencahayaan alami cukup, terang dan tidak silau, intensitas minimal 60 lux • Ventilasi minimal 10% dari luas lantai
  23. 23. • Tersedia sarana sanitasi : 1. Sumber air bersih (PAM, sukur gali, mata air, dll) 2. Jamban 3. SPAL (saluran pembuangan air limbah) 4. Tempat sampah • Memiliki cerobong asap dapur • Luas kamar tidur min 8 m2 max untuk 2 orang • Tempat menyimpan makanan tertutup
  24. 24. UPAYA AGAR RUMAH MENJADI SEHAT • • • • Membuka jendela kamar tidur pagi dan siang hari Menjaga kebersihan rumah Memasang kawat kasa anti nyamuk Memberi warna terang pada dinding, lantai dan langit-langit rumah • Menata rumah denga rapi • Menyimpan makanan dalam tempat tertutup
  25. 25. • Menguras bak, tempayan, vas minimal 1 minggu sekali dan menutup rapat penyimpanan air • Mengubur barang-barang bekas • Memasak tidak sambil menggendong balita • Orang tua dan anak tidur terpisah • Tidak ada anggota keluarga yang merokok
  26. 26. UDARA • Pencemaran Udara outdoor 1. Sumber bergerak : pembakaran BBM - asap tebal - Pb (timbal) - sulfur 2. Sumber tidak bergerak - kegiatan industri - kebakaran hutan dan pembakaran sampah
  27. 27. • Pencemaran Udara Indoor - asap dapur - asap rokok - obat nyamuk - cat kayu - cat tembok, dll Dampak pencemaran indoor lebih berbahaya karena erat kaitannya dengan pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis, streptococcus, pneumonia, dsb
  28. 28. RADIASI • Sumber radiasi di dalam rumah a. Radiasi medan listrik, medan magnet: televisi, komputer b. Radiasi cahaya tampak, ultra violet & infra merah : matahari, lampu listrik, las karbit & las listrik c. Radiasi gelombang micro : hp d. Radiasi gas radon & thoron : tanah, air, elpiji & bahan bangunan
  29. 29. • Dampak Radiasi : rasa letih, hilang nafsu makan, mual, muntah, rambut rontok, kamndulan, kematian sel-sel tubuh, gangguan metabolisme tubuh & dampak psikologis (rasa takut)
  30. 30. VEKTOR Adalah serangga/pengerat yang berperan dalam penularan penyakit : 1. Nyamuk - Aedes aegypty : DBD - Culex : Filaria 2. Lalat - Musca domestica (lalat rumah) : disentri, diare, typhoid, cholera
  31. 31. 3.Kecoa Blatella Germanica (kecoa Jerman) : diare, disentri, typhoid, cholera 4.Tikus Rattus diardi (tikus rumah) : pes, murine thypus
  32. 32. HYGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMAN 1 3 2 4 5
  33. 33. AIR MINUM Kep. Menkes No. 907/2002: Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum
  34. 34. Air minum yang aman dan sehat : a. Air Bersih : jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa dimasak sampai mendidih 100” selama 15 menit b. Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) segel pengaman masih baik/rapat, jernih, rasanya segar, tidak berbau, tidak berwarna
  35. 35. Penularan Penyakit Karena Makanan tercemar
  36. 36. KEWASPADAAN PANGAN 1. Kontaminasi masuknya zat asing yang tidak dikehendaki pada makanan (bakteri, virus, jamur, debu, pupuk, dll) 2. Keracunan timbulnya gejala gangguan kesehatan akibat makanan tidak sehat
  37. 37. 3.Pembusukan perubahan komposisi makanan dari kondisi normal menjadi tidak dikehendaki 4.Pemalsuan - pemakaian zar warna tekstil (rodhamin B) - bahan pemanis (sakarin, siklamat) - bahan pengawet/pengental (asam benzoat, asam sitrat, soda kue) - penggantian bahan
  38. 38. PESTISIDA Adalah semua zat kimia dan bahan lain serta jasad renik dan virus yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit perusak tanaman JENIS PESTISIDA : 1. Pestisida Rumah Tangga : pembunuh serangga 2. Pestisida Pertanian pembunuh hama pertanian
  39. 39. Cara masuk pestisida ke dalam tubuh : 1. Melalui Mulut lupa membersihkan tangan sebelum makan 2. Melalui Pernafasan uap pestisida terhirup selanjutnya diserapkan dan diedarkan ke seluruh tubuh 3. Melalui Kulit lebih cepat diserap bila ada luka
  40. 40. PENGAWASAN KUALITAS AIR Syarat air bersih dibedakan dalam 3 tingkatan : 1. Syarat fisik 2. Syarat kimia 3. Syarat bakteriologis
  41. 41. Syarat Fisik - Tidak berwarna Tidak berasa Segar (suhu air tidak melebihi suhu udara luar) Tidak berbau
  42. 42. Syarat Kimia • Tidak mengandung bahan kimia beracun (Pb, Hg) • Fe, Mg, dll tidak melebihi syarat yang ditetapkan • pH antara 6,5 – 8 • Tidak mengandung racun (racun tikus, nyamuk, pestisida, dll)
  43. 43. Syarat Bakteriologis • Tidak mengandung bibit-bibit penyakit seperti penyakit kolera, tipus, disentri, kencing tikus, dll)
  44. 44. Penyakit yang ditularkan melalui air 1. Water Borne diseases penyakit yang ditularkan langsung oleh air minum : kholera, ty phoid, hepatitis infektosa, disentri, gastrointerities) 2. Water Washed Diseases penyakit yang disebakan kurangnya air untuk hygiene perseorangan : a. Penyakit infeksi saluran pencernaan : diare melalui alat dapur yang dicuci tidak bersih
  45. 45. b. Penyakit infeksi kulit dan selaput lendir infeksi jamur pada kulit, trachoma, dll c. Penyakit yang disebakan serangga pada kulit : scabies, 3.Water Based Diseases penyakit yang ditularkan bibit penyakit punya siklus hidup di air : larva Schistosoma hidup dalam keong air dan menembus kulit
  46. 46. 4.Water Related Insects Vectors penyakit yang ditularkan oleh vektor yang hidupnya tergantung pada air malaria, DBD, filariasis, yellow fever, dll
  47. 47. PENYAKIT BERBASIS LINGKUNGAN
  48. 48. Pengertian Penyakit Berbasis Lingkungan adalah penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan, yang pada umumnya terjadi karena tidak terpenuhinya kebutuhan air bersih, pemanfaatan jamban yang masih rendah, tercemarnya tanah, air dan udara karena limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian dan sarana transportasi serta kondisi lingkungan yang memungkinkan berkembangnya vector / bibit penyakit.
  49. 49. TB PARU FILARIASIS DEMAM BERDARAH ANTRAKS MALARIA
  50. 50. Penyakit Berbasis Lingkungan – – – – – – – – – – TBC Demam Berdarah Dengue ( DBD ) Penyakit Kaki Gajah ( Filariasis ) Diare ISPA Kecacingan Penyakit Kulit Chikungunya Flu Burung Kusta
  51. 51. TBC
  52. 52. Apa Itu TBC ? • Tuberkulosis (TBC) adalah Penyakit yang disebabkan oleh Kuman, yang dapat menular dari penderita kepada orang disekitarnya melalui percikan ludah yang terhisap lewat udara yang masuk kedalam pernafasan. • Setiap penderitaTBC BTA (POS) akan menularkan penyakitnya kepada 10-15 orang • TBC bukan penyakit keturunan • TBC dapat disembuhkan dengan minum Obat Anti Tuberkulosis secara benar dan teratur
  53. 53. Apa Gejala TBC ? Gejala Utama Batuk Berdahak 3 Minggu / lebih Gejala Lain : ♣ Batuk Darah ♣ Nafsu Makan berkurang / berat badan menurun ♣ Demam Lebih dari 1 Bulan ♣ Berkeringat malam meskipun tanpa melakukan kegiatan ♣ Sakit Dada disertai batuk
  54. 54. Cara Penularan  Penderita TBC berbicara, meludah, batuk, dan bersin maka kuman–kuman TBC yang berada di paru – paru menyebar ke udara terhirup oleh orang lain.  Kuman TBC terhirup oleh orang lain yang berada di dekat penderita
  55. 55. Faktor Pendukung Orang Untuk Menderita TBC • Daya tahan tubuh rendah : seperti pada penderita HIV / AIDS dan Gizi Buruk • Banyaknya kuman yang terhirup • Sering menghirup percikan dahak yang mengandung kuman
  56. 56. Perjalanan Alamiah TBC yang tidak di obati • Tanpa pengobatan, setelah 5 tahun, 50 % penderita TBC akan Meninggal • 25 % akan sembuh sendiri dengan adya tahan tubuh yang tinggi • 25 % akan menjadi kronis yang tetap akan menularkan.
  57. 57. CARA PENCEGAHAN • Membuka jendela pada pagi hari sampai sore hari agar rumah mendapat sinar matahari dan udara yang cukup • Bila batuk mulut ditutup • Menjemur kasur, bantal secara teratur (1 minggu sekali ) • Lantai rumah diseman / diplester • Jumlah hunian dalam satu kamar tidak lebih dari 3 orang
  58. 58. • Menjaga kebersihan diri, rumah dan lingkungan disekitar rumah • Gunakan kaleng tertutup untuk menampung dahak dan buang kelubang WC atau ditimbun dalam tanah • Tidak meludah disembarang tempat • Tidak Merokok • Istirahat yang cukup, tidur tidak larut malam • Makan makanan bergizi seimbang
  59. 59. Bagaimana Bila Ada Gejala tsb ? • Cepat Periksa ke Puskesmas terdekat • Di Puskesmas akan di periksa Dahak 3 kali, sewaktu, Pagi, Sewaktu (SPS)
  60. 60. TB Dewasa VS TB Anak TB Klinis Diagnosis Terapi Dewasa Batuk Batuk darah Sputum BTA Radiologi Berdasarkan kategori Anak Masalah makan & BB Multi L, gampang sakit Uji tuberkulin Radiologi Tidak berdasarkan kategori
  61. 61. Diagnosa TB pada Anak : Parameter 0 1 2 3 Kontak TB Tidak jelas - Lap kel, BTA /tdk jelas BTA (+) Uji tuberkulin/ Mantoux Negatif - - Pos (≥ 10 mm)/ ≥ 5 mm pd imunosup BB/gizi - BB/TB <90% at BB/U<80% Klinis gizi buruk at BB/TB <70% at BB/U<60% - Demam tdk diket penyebabnya - ≥ 2 minggu - - Batuk kronik - ≥ 3 minggu - - Pembsran kel limfe - ≥1 cm, jmlh >1, tdk nyeri - - Pembengkakan tulang/sendi/pan ggul., lutut - Ada pembengkakan - - Foto thoraks Normal/kelainan tdk jelas Gamb Tb sugestif - --
  62. 62. DBD
  63. 63. APA PENYAKIT DBD ITU ? DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah : • Penyakit Menular • Disebabkan oleh Virus Dengue • Ditularkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti • Ditandai : Panas Mendadak, perdarahan • Dapat Menyebabkan Kematian • Belum Ada obatnya • Berat ringannya penyakit sangat ditentukan oleh daya tahan tubuh seseorang
  64. 64. Tanda – Tanda Penyakit DBD • Mendadak panas tinggi selama 2 – 7 hari, tampak lemah dan lesu. Suhu badan 38 C sampai 40 C atau lebih • Tampak bintik-bintik merah pada kulit seperti bekas gigitan serangga, disebabkan pecahnya pembuluh darah kapiler di kulit. Bintik merah tidak hilang jika kulit diregangkan • Kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan)
  65. 65. • Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah. • Kadang terjadi nyeri ulu hati, karena terjadi perdarahan di lambung. • Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat. Bila tidak segera ditolong di Rumah Sakit dalam 2-3 hari dapat meninggal.
  66. 66. Pertolongan Pertama Penderita DBD • Beri minum sebanyak-banyaknya dengan air yang sudah dimasak, seperti air susu, the atau air minum lainnya. Dapat juga dengan oralit • Berikan kompres air dingin/air es • Berikan obat penurun panas, misalnya Parasetamol dengan dosis : - Anak : 10-20 mg/Kg BB per hari - Dewasa : 3 x 1 tablet per hari • Harus segera dibawa ke dokter atau Puskesmas/Rumah Sakit
  67. 67. Sifat dan Ciri Nyamuk Aedes Aegypti • Berwarna hitam dan belang-belang (loreng) putih, pada seluruh tubuh • Berkembangbiak di tempat penampungan air (TPA) dan barang-barang yang memungkinkan air tergenang • Nyamuk Aedes Aegypti tidak dapat berkembangbiak di selokan/got, atau kolam yang airnya berhubungan langsung dengan tanah • Biasanya menggigit (menghisap darah) pada pagi hari sampai sore hari • Mampu terbang sampai 100 meter
  68. 68. Sifat & Ciri Jentik Aedes Aegypti • Ukuran 0,5 – 1 cm • Selalu bergerak aktif dalam air • Gerakannya berulang-ulang dari bawah ke atas permukaan air untuk bernafas, turun kembali ke bawah,dst • Pada waktu istirahat posisinya hampir tegak lurus dengan permukaan air
  69. 69. Sifat & Ciri Telur Nyamuk Aedes Aegypti • Ukuran sangat kecil : 0,7 mm • Warna Hitam • Tahan sampai 6 bulan di tempat kering
  70. 70. Tempat Perkembangbiakan Nyamuk Aedes Aegypti Tempat – tempat penampungan air : bak mandi, bak WC, tempayan, drum dan Barang - barang yang memungkinkan air tergenang, seperti tempat minum burung, pot tanaman air, vas bunga, ban bekas, kaleng bekas, plastik bekas, tempurung kelapa.
  71. 71. Bagaimana Cara Mencegah Penyakit DBD ? • Memberantas Sarang Nyamuk PJB PJAS PSN • Memberantas Nyamuk Dewasa Fogging / Penyemprotan Kelambu Repellent
  72. 72. Bagaimana Cara Memberantas Nyamuk Aedes Aegypti • Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali atau menaburkan racun pembasmi jentik (abatisasi) • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air • Mengubur atau menyingkirkan barang bekas dan sampah-sampah yang dapat menampung air hujan.
  73. 73. FILARIASIS
  74. 74. Penyakit Kaki Gajah ( Filariasis ) adalah : • Penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis penyakit. • Penyakit ini bersifat menahun ( kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin
  75. 75. Penyebab 3 Spesies Cacing Filaria • Wuchereria Bancrofti • Brugia Malayi • Brugia Timori
  76. 76. Cara Penularan • Seseorang dapat tertular jika orang tersebut digigit oleh nyamuk yang mengandung Larva infektif • Nyamuk mendapatkan cacing filaria dari penderita
  77. 77. Gejala Klinis • Demam berulang – ulang 3 – 5 hari • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa adanya luka) lipat paha / ketiak • Radang saluran kelenjar getah bening • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, kantong buah zakar, kemerahan dan panas • Gejala kronis : pembesaran yang menetap
  78. 78. DIARE
  79. 79. Pengertian Diare Akut adalah Buang air Besar ( berak )lembek / cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya, (3 / lebih) berlangsung < 14 hari
  80. 80. ETIOLOGI Secara klinis diare dapat disebabkan oleh 6 golongan, tetapi lebih sering disebabkan infeksi / keracunan. 6 gol tbs adalah : • Infeksi • Malabsorbsi • Alergi • Keracunan • Imunisasi Defisiensi • Sebab – sebab lain
  81. 81. Epidemiologi • Penyebab Kuman : Kuman penyebab diare biasanya menyebar melalui fecal oral. Beberapa perilaku yg menyebabkan penyebaran kuman entrik : – – – – – – Tidak memberikan ASI secara penuh Menggunakan botol susu Menyimpan makanan masak pd suhu kamar Menggunakan air yg tercemar Tidak mencuci tangan sesudah BAB dan sebelum makan Pembuangan tinja tidak benar
  82. 82. • Faktor Penjamu Faktor penjamu dapat ↑ insiden Tidak memberikan ASI sampai 2 tahun Kurang gizi Penyakit Campak Imunodefisiensi / Imunosupresi Usia Balita
  83. 83. • Faktor Lingkungan dan Perilaku  Sarana Air Bersih  Pembuangan Tinja  Kedua faktor diatas akan berinteraksi dengan perilaku manusia
  84. 84. Cara Pencegahan : • Menutup makanan dengan tudung saji, agar lalat tidak hinggap dimakanan • Mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar (BAB) • Mencuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan makanan, menghidangkan dan makan • Menggunakan sumber air bersih untuk mencuci dan mengolah makanan • Merebus air sampai mendidih untuk minum • Mencuci bahan makanan dengan air bersih • Penyediaan dan penggunaan air bersih dan memenuhi syarat • Pemeliharaan sumber air bersih • Memberikan Air Susu Ibu ( ASI ) • Membuang tinja bayi di jamban
  85. 85. Prinsip Tata Laksana Penderita Diare ☺ Mencegah terjadinya dehidrasi ☺ Mengobati Dehidrasi ☺ Memberikan Makanan ☺ Mengobati Masalah Lain
  86. 86. ISPA
  87. 87. Pengertian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah : Penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian / lebih dari saluran nafas, mulai dari hidung hingga alveoli, termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Atau Batuk pilek dengan nafas cepat disertai tarikan dinding dada.
  88. 88. Penyebab • • • • Bakteri Streptococcus pneumonia Hemophillus influenzae Asap dapur Sirkulasi udara yang tidak sehat
  89. 89. Cara penularan Melalui udara yaitu kontak langsung dengan mulut penderita dan tidak langsung melalui udara yang terkontaminasi dengan bakteri karena penderita batuk.
  90. 90. PNEUMONIA Adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru – paru (alveoli)
  91. 91. Penentuan Ada / Tidaknya Tanda Bahaya Umur 2 bl - < 5 th Umur < 2 bulan ♠ Kurang bisa minum ♣ Tidak bisa minum ♣ Kejang ♣ Kesadaran Menurun ♣ Stridor ♣ Gizi Buruk ♠ Kejang ♠ Kesadaran menurun ♠ Stridor ♠ Wheezing ♠ Demam / Dingin Mempunyai salah satu tanda bahaya, harus segera dirujuk ke Sarana Kesehatan
  92. 92. Cara pencegahan • • • • • Menjaga sirkulasi udara bersih dalam rumah dengan membuka jendela (ventilasi cukup ) Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya Hindari polusi udara dalam ruang seperti : asap dapur dan asap rokok Hindari jumlah hunian dalam satu kamar tidur tidak lebih dari 3 orang Menyemen lantai rumah ( plester )
  93. 93. CHIKUNGUNYA
  94. 94. Pengertian Chikungunya Adalah Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus chikungunya yang bersifat self limiting diseases, tidak menyebabkan kematian dan diikuti dengan adanya imunitas didalam tubuh penderita, tetapi serangan kedua kalinya belum diketahui.
  95. 95. Penyebab • Agent ( Virus Penyebab ) adalah virus chikungunya Genus Alphavirus atau “ Group A “ anthropod-borne viruses (flavivirus) famili Togavindas. Virus ini telah berhasil diisolasi di berbagai daerah di Indonesia. • Vektor utama penyakit ini sama dengan Demam Berdarah Dengue yaitu nyamuk Aedes Aegypti.
  96. 96. gejala • Gejala utama demam tinggi, timbul mendadak • Nyeri pada persendian • Terdapat kumpulan bintik – bintik kemerahan pada kulit yang kadang – kadang disertai dengan gatal • Nyeri otot, Sakit Kepala, Menggigil • Kemerahan pada Konjunktiva • Pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher • Mual, muntah • Nyeri di belakang bola mata dan bisa terlihat mata kemerahan
  97. 97. Masa Inkubasi : Masa inkubasi antara 1 – 12 hari tetapi umumnya 2 – 3 hari Sumber dan Cara Penularannya : Penularan terjadi apabila penderita yang sakit digigit oleh nyamuk penular Aedes Aegypti, kemudian menggigit orang lain. Biasanya penularan terjadi dalam satu rumah, tetangga dan dengan cepat menyebar ke satu wilayah ( RT / RW / Dusun / Desa )
  98. 98. Cara pencegahan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN ) Pemberian Abatesasi dan memelihara ikan pemakan jentik Perlingungan diri dengan menggunakan repellent, obat nyamuk bakar Penggunaan kelambu Isolasi penderita agar tidak digigit nyamuk Penyemprotan / Fogging untuk membunuh nyamuk dewasa terinfeksi Pemantauan jentik berkala
  99. 99. FLU BURUNG
  100. 100. PENGERTIAN Flu Burung • Adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Avian Infuenza A (AI), Influenza A atau Virus H5N1 • Virus ini dapat hidup didalam saluran pencernaan unggas yang terinfeksi. Unggas yang terinfeksi menularkan melalui air liur, ingus, dan kotorannya. • Jenis unggas yang terserang adalah ayam, kalkun, merpati, unggas air, burung-burung peliharaan dan burung liar, hewan mamalia (babi, kuda, anjing laut, harimau, kucing, dan macan tutul)
  101. 101. Proses Penularannya Pada Manusia Virus dapar ditularkan melalui dua jalan : 1. Kontaminasi langsung dari lingkungan unggas yang terinfeksi virus ini kepada manusia. Medianya bisa udara atau air. Penularan diduga dari kotoran unggas yang mengandung virus lalu masuk ketubuh melalui mulut atau saluran pernafasan.
  102. 102. 2. Penularan manusia lewat perantara babi. Virus dari unggas dan manusia, keduanya dapat hidup dan berkembang dalam tubuh babi tanpa membuatnya sakit atau mati. Babi yang tampaknya sehat bisa jadi sudah terjangkit virus ini yang kemudian menularkan pada manusia.
  103. 103. Gejala Flu Burung • • • • • • Panas > 38 C, diikuti dengan keluhan sakit kepala. Pilek Batuk Sakit Tenggorokan Nyeri otot Tidak semua orang yang terserang gejala terinfeksi virus avian influenza (H5N1). Bedanya, sejak gejala awal muncul terlihat perkembangan kondisi tubuh penderita cepat menurun drastis, selain diare, sebagian besar penderita mengalami produksi dahak meningkat, sebagian bercampur darah.
  104. 104. • Dari pemeriksaan foto rontgen, semua penderita memperlihatkan limpopenia sebagian besar mengalami trombositopeni. • Flu burung dapat sangat mematikan karena berbagai komplikasi yang mengakibatkan gagal nafas dan gangguan fungsi tubuh lainnya, dan virus ini mampu menurunkan hampir keseluruhan respons sistem imunitas tubuh manusia.
  105. 105. Yang Sering Terserang Flu Burung • Anak-anak dibawah usia 12 tahun, karena sistem kekebalan tubuh anak belum begitu kuat. • Orang dewasa yang berisiko besar seperti pekerja peternakan unggas, penjual, dan penjamah unggas
  106. 106. Masa Inkubasi Tergantung pada kondisi tubuh masing – masing pengidap, bisa 1 – 3 hari, ada juga yang lebih lama, bahkan antara 10 – 14 hari
  107. 107. Upaya Pencegahan Flu Burung 1. Pastikan lingkungan sekitar rumah dalam keadaan sehat. 2. Menjaga kesehatan tubuh melalui konsumsi makanan sehat dan istirahat cukup, maka kemungkinan terinfeksi virus dapat diperkecil. 3. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setelah beraktifitas dan sebelum makan.
  108. 108. 4. Segera laporkan pada pihak terkait bila ada kasus khusus, seperti matinya ayam dalam jumlah besar di satu peternakan, atau ada satu keluarga yang tiba-tiba sakit parah dengan gejala mirip influenza biasa. Hal ini penting untuk melokalisir dan mempermudah penanganan. 5. Pastikan membeli unggas (ayam, itik, burung) di tempat-tempat yang telah mendapat sertifikat kesehatan dari lembaga terkait. Bila berbelanja, pastikan ayam dalam keadaan segar, tidak berbau, dan bila ditekan terasa keras/tidak lembek.
  109. 109. Langkah-langkah Untuk Meminimalkan Kemungkinan Penularan • Rebus daging unggas dalam air mendidih atau panaskan selama minimal 1 menit pada suhu 80 C atau selama 30 menit pada suhu 70 C. Virus ini juga mati pada pemanasan 56C selama 3 jam. • Konsumsilah unggas dengan pengolahan yang benarbenar matang, misalnya direbus atau digoreng. Bila ingin dikonsumsi dengan cara dibakar pastikan kematangannya merata disemua bagian untuk mengantisipasi kemungkinan adanya virus ini.
  110. 110. KUSTA
  111. 111. Cara Penularan : -manusia merupakan satu sa tu nya sumber penularan. -Penularan terjadi dari penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain melalui pernafasan atau kontak kulit yang lama. KUSTA adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang terutama menyerang saraf tepi, kulit dan organ tubuh lain kecuali susunan saraf pusat. MASA INKUBASI : 2 – 5 TAHUN BISA KURANG ATAU LEBIH
  112. 112. 100 ORANG YANG TERPAPAR : - 95 ORANG KEBAL - 5 ORANG SAKIT * 3 ORANG SEMBUH DNG SENDIRINYA * 2 ORANG SAKIT..
  113. 113. INFEKSI KUSTA KEKEBALAN HUMORAL Masy Tetangga Perilaku -Gizi -Higiene & Sanitasi -Sos-Ek BCG (+) Kel MDT (+) KEKEBALAN SELULAR 2 minggu pengob. (-) menular
  114. 114. SISTEMATIKA PEMERIKSAAN • Syarat Pemeriksaan : Pencahayaan, privasi, sistematis • Anamnesis • Pemeriksaan : • - Periksa bercak ( 3 D ) : dipandang menyelu ruh dan lengkap (dari kepala sampai telapak kaki) dan kalau bercak kurang jelas : diterawang Tes mati rasa pada bercak ditemukan(diraba ) - Palpasi saraf - Pemeriksaan fungsi saraf .
  115. 115. DIAGNOSIS PENYAKIT KUSTA DITEGAKKAN JIKA SESEORANG MEMPUNYAI SATU ATAU LEBIH TANDA UTAMA ( CARDINAL SIGN ) KUSTA YANG DITEMUKAN PADA WAKTU PEMERIKSAAN KLINIS.
  116. 116. CARDINAL SIGN KELAINAN KULIT YG MATI RASA PENEBALAN SARAF DG GANGGUAN FS BTA POSITIF KUSTA TYPE PB : - BERCAK < 5 - PENEBALAN SARAF DG GGUAN FS HANYA 1 - BTA NEGATIF TYPE MB : - BERCAK > 5 - PENEBALAN SARAF DG GGUAN FS > 1 - BTA POSITIF
  117. 117. FUNGSI NORMAL SARAF Fungsi Saraf Motorik Sensorik Facialis Mempersarafi kelopak mata agar bisa menutup Ulnaris Mempersarafi jari tangan ke 4 dan ke 5 Rasa raba telapak tangan : separuh jari ke 4 (jari manis) & ke 5 (jari kelingking) Medianus Mempersarafi jari ibu jari, telunjuk dan jari tengah Rasa raba telapak tangan bagian ibu jari, jari ke 2, 3, dan separuh jari ke 4. Radialis Kekuatan pergelangan tangan Peroneus Kekuatan pergelangan Kaki Tibialis posterior Mempersarafi jarijari kaki Rasa raba telapak kaki Otonom Mempersarafi kelenjar keringat, kelenjar minyak dan pembuluh darah
  118. 118. TYPE PB TYPE MB -MDT - PB : •DEWASA : Dosis bulanan : RIFAMPISIN 600 DDS 100 mg. Dosis harian : DDS 100 mg -MDT – MB : DEWASA Dosis bulanan : RIFAMPISIN 600 DDS 100 mg LAMPRENE 300 mg Dosis harian :LAMPRENE 50 DDS 100 MG ANAK : sesuai tabel -JUMLAH : 12 BLISTER. -WAKTU : 12 – 18 BULAN ANAK : sesuai tabel. -JUMLAH : 6 BLISTER -WAKTU : 6 – 9 BULAN
  119. 119. TERIMA KASIH UPF PKM RANGKAPAN JAYA BARU

×