Prociding 1 tsunami

  • 529 views
Uploaded on

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
529
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
9
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Model Pengintegrasian Materi Bencana Tsunami keDalam Pembelajaran Fisika SmaAhmad Fauzi1), Yulkifli1), Desi Ariyanti Naspin2)dan Ichy Lucya Recha3)1. Staf Pengajar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Padang;2. Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Fisika Program Pascasarjana UniversitasNegeri Padang;3. Alumni Program Studi Sarjana Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA UniversitasNegeri Padang.ABSTRAKPENDAHULUANPendidikan merupakan prosespengembangan potensi diri yang dilakukansecara sadar dan terprogram dalam upayamenciptakan siswa yang memiliki kompetensispiritual, intelektual, emosional dan keahlianyang sesuai dengan standar kebutuhanmasyarakat. Peningkatkan mutu pendidikanharus terus menerus dilakukan. Hal inidikarenakan mengingat pentingnya peranpendidikan dalam perkembangan dankemajuan IPTEK. Menurut survey EducationDevelopment Index (EDI), indekspembangunan kualitas pendidikan Indonesiapada tahun 2012 menurun, berada pada urutanke-69 dari 127 negara di dunia, yaitu beradadibawah Brunei Darussalam (34) dan Jepangyang berhasil menduduki posisi pertama.Hasil survey tahun 2012 dari The GlobalCompetitivieness Report menunjukkan dayasaing pendidikan dari 144 negara yangdisurvey didunia, Indonesia berada padaurutan ke-50. Posisi ini jauh berada di bawahnegara kita yaitu Malaysia yang berada diposisi ke-25, Brunei Darussalam di posisi ke-28, dan Thailand yang berada di posisi ke-38.Terlihat bahwa kualitas pendidikan tinggi diIndonesia masih tertinggal dibandingkandengan negara-negara tetangga.Pemerintah Indonesia khususnya telahmelakukan berbagai upaya untukmeningkatkan kualitas pendidikan, salahsatunya dengan melakukan penyempurnaankurikulum. Mulai dari Kurikulum 1994,Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK),Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) sampai ke Kurikulum 2013.Pengembangan kurikulum ini berdasarkankepada panduan penyusunan kurikulum yaituPeraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Dimana salah satu pasalnya, yaitu Pasal 17disebutkan bahwa, “Kurikulum dikembangkansesuai dengan satuan pendidikan, potensidaerah/karakteristik daerah, sosial budayamasyarakat setempat, dan peserta didik”. Jadi,salah satu pertimbangan dalam upayamengembangkan kurikulum tingkat SMAadalah dengan memperhatikan karakteristikatau potensi daerah khususnya pada daerahrawan bencana seperti di provinsi SumateraBarat.Berdasarkan penjelasan atas PERDAProvinsi Sumatera Barat Nomor 5 Tahun 2007tentang Penanggulangan Bencana dijelaskan
  • 2. bahwa wilayah Sumatera Barat khususnyakota Padang merupakan salah satu daerahyang dikategorikan rawan bencana khususnyatsunami. Keadaan ini didukung oleh letakgeografis kota Padang yang terletak padapertemuan dua lempeng patahan dunia yaitulempeng Australia dan Asia (Eurasia).Kenyataan ini didukung karena wilayahmemiliki dua retakan yaitu retakan Sumateradi sepanjang Bukit Barisan dan retakanMentawai diantara Pesisir Barat denganKepulauan Mentawai. Berdasarkan penelitiandijelaskan bahwa dibagian barat KepulauanMentawai antara batas lempeng Eurasiadengan lempeng Australia yang disebut ZonaSubduksi Sumatera dimana lempeng Australiabergerak mendorong lempeng Eurasia dengankecepatan ±7 cm/tahun kearah timur lautsehingga pada suatu saat akan dapatmenimbulkan patahan besar yang dapatmenimbulkan gempa bumi yangmemungkinkan menimbulkan tsunami.Berdasarkan Development of Post-Earthquake Rehabilitation andReconstruction Plan Padang City (2008), kotaPadang dibagi ke dalam beberapa wilayahzona bahaya tsunami sebagai berikut:1. Pemukiman yang berada di sekitar pantaidengan ketinggian <10m diperkirakanakan hancur diterjang gelombang tsunami.Kawasan ini disebut Kawasan Bahaya I.2. Pemukiman (dengan konstruksipermanen) yang berada pada ketinggian>10m, diperkirakan juga akan terkenagelombang tsunami, namun tidak sampaihancur. Kawasan ini disebut KawasanBahaya II.3. Kawasan daerah datar akan terendamselama beberapa waktu oleh air tsunamiyang terjebak karena terhalang banjirkanal yang lebih tinggi letaknya daripemukiman beserta material yangdibawanya. Air tsunami akan mematikansemua jenis tanaman, hewan bahkanmanusia yang meminumnya. Kawasan inidisebut Kawasan Bahaya Ib.4. Setelah melalui Kawasan Bahaya II,kekuatan gelombang tsunami terusmenurun ke arah pedalaman seperti banjirbiasa, di kota Padang diperkirakan airakan mengalir 2 – 2,5 km dari garispantai.Berdasarkan data tersebut,karakteristik kota Padang mempunyaikemungkinan besarnya resiko dan dampakyang ditimbulkan dari bencana tsunami.Faktor kesiapan masyarakat dalammenghadapi bencana merupakan indikatorpenting pengurangan resiko dan dampaktsunami. Kesiapsiagaan akan membantudalam mengontrol dan mengendalikan mentalemosi masyarakat dalam menghadapibencana. Oleh karena itu, kesiapsiagaanmenjadi penting jika dicermati latar belakanggeografis Padang yang memiliki potensiterjadinya bencana tsunami.Fakta yang terdapat di lapanganmemperlihatkan bahwa meskipun seringkaliorang menyadari kebutuhan mereka akaninformasi tetapi pada saat yang sama merekatidak memahami dan tidak dibekali dengankemampuan untuk mengidentifikasi,mengakses, mengevaluasi dan kemudianmengaplikasikan kebutuhan ini. Hal ini tentusaja mengakibatkan timbulnya kepanikanmasyarakat ketika menghadapi bencana yangdatang. Kepanikan yang terjadi ini justru akanmengakibatkan dampak yang lebih besarkarena terjadinya kekacauan ditengah-tengahmasyarakat. Jika dibandingkan dengan negaraJepang, masyarakatnya telah diajarkanpendidikan siaga bencana tsunami sejak dini,jika terjadi tsunami mereka telah mengetahuiarah evakuasi bencana, tempat penampunganevakuasi para korban juga telah disiapkanoleh pemerintahnya, dan juga mereka telahmenyiapkan segala perbekalan yang dapatdimanfaatkan selama evakuasi sehinggadampak dari bencana tsunami dapatdiminimalisir.Penelitian yang dilakukan LIPIbekerja sama dengan UNESCO pada wargakota Padang menghasilkan data seperti yangditunjukkan pada Tabel 1 dibawah ini.
  • 3. Tabel 1. Nilai Indeks Kesiapsiagaan Stakeholders Utama Kota Padang dalam MengantisipasiBencanaIndeks ParameterRumahTanggaSekolah PemerintahPengetahuan 72 72 80Kebijakan - 57 69Rencana Tanggap Darurat 42 44 85Peringatan Bencana 73 56 49Kemampuan Mobilisasi Sumber Daya 32 37 76Indeks Kesiapsiagaan 56 (hampirsiap)59 (hampirsiap)75 (siap)Hidayati, dkk (LIPI UNESCO/ISDR, 2006: 463)Dari Tabel 1 diatas terlihat bahwanilai indeks masing-masing stakeholdersmenunjukkan perbedaan. Nilai indekspemerintah jauh lebih tinggi dibandingkandengan nilai indeks komunitas rumah tanggasekolah yang berada dalam kategori hampirsiap. Hidayati, dkk (2006: 419) menyebutkanbahwa dilihat dari segi tindakan yang sifatnyaaction dalam kesiapsiagaan tsunami masihbelum banyak dilakukan. Tindakan yangdilakukan hanya sebatas mendengar informasidari TV dan radio. Tindakan yang seharusnyadilakukan seperti penyelamatan diri, mitigasibencana, tanggap bencana sampai ke tindakanrehabilitasi rekonstruksi belum dipahamimasyarakat umum dan pemerintah denganbaik.Dalam Undang-Undang Nomor 24Tahun 2007 Tentang PenanggulanganBencana Pasal 14 dinyatakan bahwa “BadanNasional Penanggulangan Bencana (BNPB)menggantikan Badan Koordinasi NasionalPenanganan Bencana (Bakornas-PB) danBadan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) menggantikan Satkorlak dan Satlakdi daerah”, maka yang bertanggung jawab dipemerintahan kota dalam upayapenanggulangan bencana adalah BPBD.Sebagai salah satu daerah rawan bencanagempa dan tsunami, Pemerintah Kota Padangbersama BPBD selama satu tahun ini telahberkordinasi dengan berbagai LSM setingkatinternasional dan daerah dalam bentuk upayamengurangi resiko bencana. Menurut Fahdli(hasil wawancara) diantara program-programyang direncanakan BPBD untuk mitigasibencana gempa dan tsunami tersebut adalah:1. Buoy Tsunami Early Warning System atausirine pengaturan dini tsunamibekerjasama dengan GTZ.2. Pembuatan peta evakuasi dini tsunamibekerjasama dengan PUSDAOP (PusatPengendali Operasional).3. Pembuatan pembentukan kelompok siagabencana yang dibentuk oleh Mercy Corps.4. Pelatihan Pemetaan dan GIS (GeografisInformation System).5. Pembuatan kurikulum di sekolahmengenai pembelajaran penguranganresiko bencana gempa dan tsunami.6. Pembuatan shelter yaitu tempat evakuasisaat terjadi tsunami.7. Pembuatan bukit buatan yang akandilaksanakan di daerah Universitas NegeriPadang oleh LSM Geo Hazard.8. Pembentukan KSB (Kelompok SiagaBencana) dan KSBS (Kelompok SiagaBencana Sekolah sebagai bentuksosialisasi.Salah satu kebijakan baru yangdirencanakan pemerintah dari pokokkebijakan diatas adalah pembuatan kurikulumdi sekolah yang berkaitan denganpembelajaran yang dapat mengurangi resikobencana (poin nomor 5). Salah satu upayayang dapat dilakukan untuk meningkatkankesiapsiagaan dan mengurangi resiko bencanatsunami adalah dengan mengintegrasikanmateri bencana tsunami ke dalampembelajaran Fisika. Pembelajaran Fisika disekolah diharapkan dapat menanamkankarakter siaga terhadap bencana tsunami,khususnya kepada generasi muda melaluipengintegrasian karakter siaga terhadapbencana tsunami ke dalam kurikulumpendidikan. Hal ini juga sejalan dengan VisiProvinsi Sumatera Barat dalam RencanaPenanggulangan Bencana Provinsi Sumbar(2008-2012: 20) yaitu: “SUMATERA
  • 4. BARAT SIAGA, TANGGUH, DANTAWAKAL MENGHADAPI BENCANA”.Oleh karena itu kurikulum siaga bencana disekolah merupakan investasi jangka panjangyang akan melahirkan pemikir dan pembuatkebijakan di masa depan yang lebih adaptif,tangguh, dan tawakal terhadap bencanadengan meminimalkan dampak destruktifnya.Materi yang dipandang sesuai dengankajian bencana tsunami ini adalah materigelombang. Materi gelombang yang telahdiajarkan dari tingkat sekolah dasar,menengah dan sampai perguruan tinggimenjadi bagian penting dalam pembelajaranyang terintegrasi bencana tsunami ini.Tsunami yang menjadi salah satu contohaplikasi konsep gelombang mempunyaikarakteristik tertentu sehingga dapat dianalisismenggunakan pengetahuan gelombang secaraumum. Dengan dasar pertimbangan tersebutdiharapkan pengintegrasian bencana tsunamike dalam materi gelombang pada matapelajaran Fisika dapat menciptakan karakterkesiapsiagaan peserta didik terhadap bencanatsunami.Proses pembelajaran Fisika yangdilakukan oleh guru-guru di sekolahmenengah berasal dari pembelajaran yangdidapatkan para guru ketika mendudukitingkat perguruan tinggi. Para guru dibekalipendalaman konsep-konsep ilmu Fisika danpengetahuan tentang cara proses pengajaranFisika agar ilmu yang disampaikan kepadapeserta didik dapat diterimanya dengan baik.Namun, fakta yang terdapat di lapanganmenunjukkan bahwa pembelajaran Fisikakhususnya pada materi gelombang belumdapat memberikan hasil yang memuaskan.Siswa beranggapan bahwa materi gelombangdalam pembelajaran Fisika ini bukanlahmateri yang dapat memberikan manfaatlangsung kepada kehidupannya.Permasalahan ini timbul karena gurusebagai agen perubahan terkadang kesulitanuntuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnyake dalam pembelajaran Fisika di sekolah.Sebagai modal untuk menyelenggarakanpembelajaran yang aktif, kreatif, efektif danmenyenangkan, maka guru perlu merancangperencanaan pembelajaran, memilih modelpembelajaran yang sesuai dengan karakteristikmateri yang diajarkan, media yang menarik,dan alat evaluasi yang baik. Dalammelaksanakan proses pembelajaran di kelasguru terlebih dahulu mempersiapkan modeldan perangkat pembelajaran.Salah satu cara untuk meningkatkanproses pembelajaran Fisika di kelas,pemilihan model dan perangkat pembelajaranmenjadi hal yang sangat penting dilakukan.Ketika peneliti melakukan observasi kebeberapa sekolah menengah, penelitimenemukan bahwa pembelajaran Fisikakhususnya ketika guru menjelaskan materigelombang belum dapat dikategorikan baik.Dalam menjelaskan materi guru masih belumdapat memaksimalkan penggunaan model danperangkat pembelajaran yang dipakainya.Terlihat bahwa model dan perangkatpembelajaran yang dipilih belum sesuaidengan karakteristik materi gelombang yangpenuh dengan konsep-konsep abstrak danlanjut yang bersifat pengayaan. Belumjelasnya indikator materi gelombang yangterintegrasi bencana tsunami pada perangkatpembelajaran baik aspek kognitif, afektif, danpsikomotor tentu saja membuat siswakesulitan dalam proses memahami materi.Guru masih menggunakan metode ceramahdan tanya jawab konsep yang bersifat hafalansaja tanpa menumbuhkan makna konsepgelombang tersebut kepada siswa. Perangkatpembelajaran yang digunakan juga belumdapat memperlihatkan korelasi yang tinggiantara materi gelombang dengan bencanatsunami. Akibatnya mereka tidak dapatmenggunakan kemampuan berfikir dankemampuan memecahkan masalah secarailmiah.Upaya yang dapat dilakukan untukmendukung pembelajaran Fisika dan melatihsiswa untuk lebih aktif, kreatif, dan inovatifdalam membangun pengalaman belajarnyasecara mandiri dengan kecepatan belajarsesuai dengan kemampuannya masing-masingyakni dengan mengembangkan suatuperangkat pembelajaran yang berorientasimodel pembelajaran Induktif denganpendekatan Guided Discovery.Menurut beberapa penelitian danliteratur-literatur yang telah dibaca olehpeneliti, model pembelajaran Induktiftermasuk kedalam model pembelajaranPemrolehan Informasi. Ciri penting model iniadalah penekanan proses pembelajaran siswauntuk menjadi lebih aktif dalam menggali
  • 5. informasi. Model induktif ini dikembangkanberdasarkan cara berfikir induktif. Caraberfikir induktif dimulai denganmengemukakan pernyataan-pernyataan yangbersifat khusus, lalu dalam menyusunargumentasi diakhiri dengan pernyataan yangbersifat umum. Pendekatan Guided Discoveryyang digunakan bertujuan untuk lebihmemfasilitasi siswa secara aktif, dapatmenekankan pada pengalaman langsung siswauntuk menemukan prinsip dan konsep,sementara tugas utama guru adalahmengetengahkan masalah untuk dipecahkanoleh siswa. Dalam mata pelajaran Fisika,penerapan model induktif ini tidak dapat lepasdari kegiatan kerja ilmiah. Dalammelaksanakan kegiatan kerja ilmiah, gurudibantu dengan perangkat pembelajaran.Perangkat pembelajaran yangdikembangkan seperti modul dan LKSdirancang berdasarkan analisis kebutuhansiswa dengan memperhatikan karakteristikmateri gelombang yang terintegrasi tsunamidan latar belakang siswa yang beragam.Penyajiannya dilakukan secara sistematis,jelas dan spesifik, menyajikan ilustrasigambar-gambar, skema, contoh-contoh yangdapat menarik minat belajar, mudah dipelajaridan dipahami. Selain itu, di dalam modul jugaterdapat sejumlah pertanyaan dan pernyataanyang dapat menuntun siswa berfikir aktif,kreatif, inovatif dan menyenangkan. Modulpembelajaran juga dilengkapi dengan LKSyang akan mengarahkan siswa melakukankegiatan kerja ilmiah sehingga merekamemperoleh keterampilan sains daripenemuan yang dapat melatih siswamemecahkan masalah secara aktif.Perangkat pembelajaran yangdikembangkan berdasarkan pola pikir modelpembelajaran Induktif akan dikemas kedalambentuk bahan ajar berbasis komputer. Hal inidikarenakan bahwa pemanfaatan bahan ajarberbasis komputer dirasakan lebih efektif danefisien. Melalui penggunaan komputer inicontoh-contoh materi gelombang tsunamiyang ditampilkan menjadi lebih aplikatif,penyajiannya pun menjadi sederhana tetapimenarik. Penggunaan video-video presentasidiharapkan dapat menciptakan situasi yangsebenarnya ketika terjadinya tsunami.Konsep-konsep materi gelombang tsunamiyang bersifat abstrak dapat dijadikan lebihkonkret sehingga memudahkan pola berfikirsiswa dalam menganalisis suatu masalah yangberdampak pada peningkatan kualitas hasilbelajar khususnya dalam menumbuhkankarakter kesiapsiagaan siswa terhadapancaman bencana tsunami.Bertolak dari latar belakang diatas,maka peneliti tertarik untuk melakukanpenelitian dengan judul “PengembanganPerangkat Pembelajaran Fisika SMA MateriGelombang Terintegrasi Bencana TsunamiMenggunakan Model Pembelajaran Induktifdengan Pendekatan Guided Discovery”.METODE PENELITIANTahap Pendefinisian (define)Pada tahap ini dianalisis tiga aspek,yaitu analisis kurikulum, analisis siswa dananalisis konsep. Adapun hasil analisis ketigaaspek tersebut dapat diuraikan sebagaiberikut:1. Analisis KurikulumAnalisis kurikulum bertujuan untukmemantau tingkat pencapaian tujuanpendidikan sesuai dengan standar nasional,maka pemerintah membentuk BSNP yangmenyusun SK dan KD. Setiap satuanpendidikan perlu mengembangkan danmenyusun indikator-indikator pencapaiankompetensi untuk setiap mata pelajaranberdasarkan SK dan KD yang telah ditetapkanBSNP. Penjabaran SK dan KD secara umumdilakukan melalui pengembangan silabus danlebih rinci secara operasional dikembangkanmelalui RPP. Penyusunan RPP yangdilakukan guru masih belum optimal, yangterlihat dari indikator pencapaian kompetensidan tujuan pembelajaran yang hanya terpakupada aspek kognitif saja. Bahan ajar yangdigunakan guru adalah buku paket yangditerbitkan oleh penerbit. Walaupun bukupaket yang terbit sudah memenuhi Standar IsiKTSP 2006, namun alangkah baiknya jikaguru merancang bahan ajar sendiri agar sesuaidengan model pembelajaran yang diterapkan.Analisis kurikulum dilakukan denganmenganalisis SK dan KD yang telah disusunBSNP. Oleh karena itu, untuk mencapaiindikator-indikator dan tujuan yang telahditetapkan maka disusunlah RPP untuk materigelombang yang terintegrasi bencana tsunami.(+ indikator dan tujuan)
  • 6. 2. Analisis SiswaAnalisis siswa sangat pentingdilakukan untuk dijadikan kerangka acuandalam mengembangkan perangkatpembelajaran yang merupakan telaahkarakteristik siswa. Karakteristik siswa yangdimaksud meliputi latar belakang pengetahuansiswa, bahasa yang digunakan, motovasiterhadap mata pelajaran Fisika, kemampuanakademik, psikomotor dan keterampilansosial.Uji coba perangkat yangdikembangkan dilaksanakan di SMA ___yang memiliki __ kelas XII yang berada padausia 16-17 tahun dan berada pada tahapoperasional formal (Sanjaya, 2006). Padatahap formal siswa sudah sistematik danmeliputi proses-proses yang komplek.Operasionalnya tidak saja terbatas pada halkonkret, akan tetapi pada operasional lainnya.Anak pada usia ini sudah mampumemprediksi berbagai macam kemungkinan.Mereka sudah dapat membedakan mana yangterjadi serta dapat menyusun hipotesis.Untuk keperluan penelitian ini makapeneliti mengambil sampel pada kelas ___karena siswa di kelas ini tingkat kognitifnya____ dan mereka memiliki tingkatan formalyang diharapkan dapat diarahkan kepadapemikiran yang sistematik dan komplek.(latar belakang siswa dalam menerimakonsep)3. Analisis KonsepAnalisis konsep bertujuan untukmengetahui konsep materi yang akandikaitkan dengan tuntutan kurikulum sehinggadapat digunakan suatu model pembelajaranyang cocok untuk mencapai tujuanpembelajaran. Analisis konsep jugamemberikan gambaran umum tentang metodedan pendekatan yang sesuai digunakan untukmempelajari materi gelombang tsunami.4. Analisis Potensi DaerahMenurut PP No. 19 tahunn 2005tentang Standar Pendidikan Nasionalkurikulum dikembangkan atas dasar analisispotensi daerah taip satuan pendidikan. Atasdasar inilah, maka dilakukan analisis potensidaerah dalam mengembangkan perangkatpembelajaran.Berdasarkan kajian yang dilakukanoleh para ahli geologi dan didukung olehbeberapa dokumen Pemerintahan Belandadinyatakan bahwa kota Padang telah pernahmengalami kejadian bencana tsunami padatahun 1797 dan 1833. Saat itu dilaporkanketinggian tsunami mencapai 4 m danlandaannya mencapai lebih dari 1 km. Dalamwaktu dekat para ahli juga memperkirakanakan terjadi gempa besar yang merupakansiklus gempa yang berpusat pada zonasubduksi Kepulauan Mentawai, sehinggamemiliki potensi menimbulkan tsunami yangdapat menggenangi daerah pantai wilayahProvinsi Sumatera Barat. Gambar 1 berikutmemperlihatkan wilayah pesisir pantai yangterancam dilanda tsunami di Sumbar.Gambar 1. Peta Ancaman TsunamiPemerintah Sumbar menganggapbencana ini sebagai bencana dengan tingkatresiko I, yang berpotensi menimbulkan jumlahkorban yang sangat besar dengankemungkinan terjadi potensi kejadian bencanatersebut sangat tinggi serta mendesak untuksegera ditangani.Salah satu usaha yang dapat dilakukanadalah dengan mengintegrasikan bencanatsunami ke dalam pembelajaran Fisika diSMA. Bertolak dari pemikiran tersebut,peneliti mencoban mengembangkan perangkatpembelajaran yang dapat digunakan olehsiswa dalam upaya mengurangi dampak danresiko bencana tsunami di Provinsi SumaterBarat. Analisis terhadap gambaran potensidaerah Sumbar dilakukan agar dapatmengembangakan perangkat yang dapat
  • 7. mendeskripsikan tsunami dengan baiksehingga dapat digunakan secara maksimal.MATERI PENGINTEGRASIAN1. Gejala GelombangGelombang adalah getaran yangmerambat. Sebuah gelombang terdiri dariosilasi yang bergerak tanpa membawa materibersamanya. Suatu gelombang memilikibeberapa sifat yaitu dapat dipantulkan(refleksi), dibiaskan (refraksi), dipadukan(interferensi) dapat dilenturkan (difraksi) dandapat dipolarisasikan (diserap arah getarnya).Berdasarkan arah getarnya gelombang dapatdibedakan menjadi gelombang transversal dangelombang longitudinal. Gelombang jugadapat dibedakan berdasarkan amplitudonyayaitu gelombang berjalan dan gelombangberdiri (stasioner). Gelombang berjalan adalahgelombang yang bergerak dengan amplitudotetap. Gelombang berdiri (stasioner) adalahgelombang yang bergerak dengan amplitudoberubah (tidak sama) terhadap posisi.Permen RI Nomor 41 Tahun 2007menyatakan bahwa ”Materi ajar memuatfakta, konsep, prinsip, dan prosedur yangrelevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butirsesuai dengan rumusan indikator pencapaianhasil belajar”. Materi gelombang ini dapatdikelompokkan atas fakta, konsep, prinsip danprosedur berdasarkan permen 41 yangdiperlihatkan pada Tabel 2.Tabel 2. Materi Gejala GelombangFakta Gelombang bisa terbentuk ketika melemparkan batu ke dalam air.Gelombang bisa dibentuk ketika tali digetarkan.Konsep FrekuensiPeriodaAmplitudoPanjang gelombangCepat Rambat gelombangPrinsip 1. Gelombang adalah getaran yang merambat yang dalam perambatannyamembawa energi.2. Sifat-sifat gelombang antara lain:a. Dapat dipantulkan (refleksi)b. Dapat dibiaskan ( refraksi)c. Dapat dipadukan (interferensi)d. Dapat dilenturkan (defraksi)e. Dapat dipolarisasikan (diserap arah getarnya)3. Berdasarkan arah getaran partikel terhadap arah perambantan, gelombangdapat dibedakan menjadi gelombag transversal dan gelombang longitudinal.4. Jarak yang ditempuh getaran dalam satu periode disebut panjang gelombang(λ).5. Periode gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk menempuh satupanjang gelombang. Frekuensi gelombang adalah jumlah gelombang yangmelewati suatu titik setiap detik.6. Jarak yang ditempuh gelombang dalam satuan waktu disebut kecepatangelombang (v).7. Hubungan antara panjang gelombang, frekuensi, periode, dan kecepatangelombang dapat dinyatakan dengan persamaan 1.atau ... (1)8. Kecepatan gelombang bergantung pada sifat medium perambatannya.Misalnya, kecepatan gelombang pada tali bergantung pada tegangan tali (FT),dan massa tali per satuan panjang (m/L). Hubungan tersebut dapatdirumuskan menjadi persamaan 2.... (2)9. Besarnya simpangan gelombang yang amplitudonya A, periodenya T dancepat rambat gelombangnya v selama t detik dinyatakan oleh persamaan 3.
  • 8. ... (3)10. Gelombang berjalan adalah gelombang yang bergerak dengan amplitudotetap. Persamaan gelombang berjalan dinyatakan dengan persamaan 4.... (4)11. Gelombang stasioner adalah gelombnag yang bergerak dengan ampitudoberubah terhadap posisi. Gelombang stasioner dapat dihasilkan dengansebuah tali baik itu dengan ujung bebas maupn dengan ujung terikat.12. Persamaan gelombang stasioner dengan ujung bebas dinyatakan olehpersamaan 5.... (5)13. Persamaan gelombang stasioner dengan ujung terikat dinyatakan olehpersamaan 6.... (6)Prosedur 1. Melakukan eksplorasi terhadap gelombang.2. Mengidentifikasi besaran-besaran gelombang.3. Menganalisis besaran-besaran gelombang.4. Menganalisis persamaan gelombang.5. Membuat kesimpulan tentang konsep gelombang.2. Gelombang TsunamiGelombang tsunami diakibatkan olehperubahan strutur bumi dikedalaman laut.Oleh karena itu gelombang tsunami sangatdipengaruhi kedalaman laut. Kecepatangelombang tsunami dapat dihitung denganpersamaan 7.... (7)Dimana g adalah percepatan gravitasi(m/s2), h adalah kedalaman air (m) dan vadalah cepat rambat gelombang tsunami(m/s2).Ketika gelombang tsunami terbentuk,energi dari gelombang tsunami akanditeruskan sebagai energi kinetik dan energipotensial dalam persamaan 8.... (8)Ketika kecepatan gelombang tsunamitinggi, maka energi kinetik dari gelombangtsunami menjadi besar. Ketika gelombangtsunami mencapai daratan, kecepatangelombangnya akan menurun sehingga energikinetiknya akan mengecil. Jadi ketikamencapai daratan ada energi kinetik yanghilang. Dari hukum kekekalan energi dapatdiketahui bahwa energi kinetik yang hilangakan berubah menjadi energi potensial. Ketikamencapai daratan energi potensial akanmeningkat dengan bertambahnya ketinggiangelombang.Permen RI Nomor 41 Tahun 2007menyatakan bahwa ” Materi ajar memuatfakta, konsep, prinsip, dan prosedur yangrelevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butirsesuai dengan rumusan indikator pencapaianhasil belajar”. Materi gelombang tsunamidapat dikelompokkan atas fakta, konsep,prinsip dan prosedur berdasarkan Permen 41yang diperlihatkan pada Tabel 3.Tabel 3. Gelombang TsunamiFakta Gelombang tsunami merusak daerah yang dilaluinyaKonsep Kedalaman airCepat rambat gelombang tsunamiEnergi gelombang tsunamiPrinsip Gelombang tsunami diakibatkan oleh perubahan struktur bumi dikedalaman laut.Oleh karena itu gelombang tsunami sangat dipengaruhi kedalaman laut.Persamaan gelombang tsunami diturunkan dari persamaan gelombang airdangkal (Eze, 2009).
  • 9. Dimana H adalah kedalaman air di atas permukaan ekuipoensial, T adalah waktuyang dilalui, U dan V adalah komponen vertikal dan horizontal dari gelombangpermukaan, x dan y adalah komponen vertikal dan horizontal dari gelombangpermukaan, dan G adalah percepatan gravitasi.Persamaan dalam satu dimensi:Solusi persamaan diatas dinyatakan oleh persamaan 9.... (9)Dari persamaan 9 akan didapatkan persamaan 10.... (10)Untuk kecepatan gelombang tsunami dapat dihitung dengan persamaan 11.... (11)Dimana g adalah percepatan gravitasi (m/s2) dan H adalah kedalaman air (m).Ketika gelombang tsunami terbentuk, energi dari gelombang tsunami akanditeruskan sebagai energi kinetik dan potensial.Ketika kecepatan gelombang tsunami tinggi, maka energi kinetik darigelombang tsunami besar. Ketika gelombang tsunami mencapai daratan,kecepatan gelombangnya akan menurun sehingga energi kinetiknya mengecil.Jadi ketika mencapai daratan ada energi yang hilang. Dari hukum kekekalanenergi.Dapat diketahui bahwa energi inetik yang hilang akan berubah menjadi energipotensial. Sehingga ketika mencapai daratan energi potensial akan meningkatseiring dengan meningkatnya ketinggian gelombang.Prosedur 1. Melakukan eksplorasi tentang gelombnag tsunami.2. Mengidentifikasi besaran-besaran gelombang tsunami.3. Menganalisis besaran-besaran gelombang tsunami.4. Menganalisis persamaan pada gelombang tsunami.5. Membuat kesimpulan karakter siaga bencana tsunami.HASIL DAN PEMBAHASANHasil Tahap Defenisi (define)1. Hasil Analisis KurikulumTahap analisis kurikulum difokuskanpada analisis SK dan KD untuk materi gejalagelombang. Standar kompetensi yang dituntutterhadap siswa adalah “menerapkan konsepdan prinsip gejala gelombang dalammenyelesaikan masalah”. Selanjutnya,kompetensi dasarnya adalah“mendeskripsikan gejala dan ciri-cirigelombang secara umum”.
  • 10. Kompetensi dasar dijabarkan menjadibeberapa indikator pembelajaran. PenjabaranSK, KD, dan indikator untuk materigelombang ini berguna dalam menyusunperangkat pembelajaran. Indikator digunakanuntuk merumuskan tujuan pembelajaran setiapkali pertemuan. Materi gejala gelombang iniakan dipelajari siswa dengan alokasi waktu 8jam pelajaran ditetapkan maka disusunlahRPP untuk 3 kali pertemuan.Berdasarkan prinsip pengembangankurikulum, yaitu a) berpusat pada potensiperkembangan, kebutuhan, dan kepentinganpeserta didik dan lingkungannya, 2) beragamdan terpadu, 3) tanggap terhadapperkembangan IPTEK dan seni, 4) relevandengan kebutuhan kehidupannya, 5)menyeluruh dan berkesinambungan, 6) belajarsepanjang hayat, 7) seimbang antarakepentingan nasional dan kepentingan daerah,maka dengan menggunakan modelpembelajaran Induktif ini dapat memenuhiprinsip pengembangan kurikulum seperti yangdiharapkan.Hasil analisis SK dan KD dipakaiuntuk merumuskan indikato pencapaianpembelajaran. Adapun indikator yang penelitirumuskan adalah:a. Menjelaskan masalah perambatangelombang dalam suatu mediumb. Mengidentifikasi karateristik gelombangtransversal dan longitudinalc. Menyelidiki sifat-sifat gelombangd. Memformulasikan gejala-gejalagelombang dan efeknyae. Mendeskripsikan fenomena tsunamisebagai bentuk gelombang mekanik2. Analisis SiswaKegiatan uji coba pengembangan inidilakukan di kelas XII IPA ___ denganjumlah siswa ___ orang yang berusia 16-17tahun, yang terdiri dari __ orang siswa laki-laki dan __ orang siswa perempuan. Menurutteori perkembangan kognitif Piaget, merekaberada pada tahap operasional formal ataumereka sudah mampu berfikir secara abstrak,artinya siswa akan mudah dalammenyelesaikan masalah Fisika yangmembutuhkan daya analisis yang cermat danimajinasi yang tinggi. Dengan demikian,siswa telah mampu menyelesaikan masalahdengan cara yang lebih baik.Dalam pembelajaran sisw abersifatpasif dan hanya menerima apa yang diberikanoleh guru, siswa masih sulit dalam memahamikonsep serta minat siswa terhadap Fisikamasih rendah. Hal ini menyebabkan tujuanpembelajaran tidak tercapai sehingga hasilbelajar siswa berada di bawah KKM.Dilihat dari aspek siswa,pembelajaran Induktif ini memiliki peluanguntuk mengembangakan krativitas akademik.Hal ini disebabkan karena model inimenekankan pada kemampuan analitisterhadap konsep-konsep yang dijadikan tujuanutama. Selain itu, model induktif ini dapatmempermudah dan memotivasi siswa untukmengenal, menerima, menyerap, danmemahami hubungan antar konsep,pengetahuan, nilai atau tindakan yang terdapatdalam indikator yang dijabarkan.3. Analisis KonsepHasil dari analisis kurikulummerupakan dasar menentukan konsep-konseppenting pada materi gejala gelombang.Adapun konsep penting gejala gelombangdibagi menjadi tiga bagian, yaitu:a. Gelombang adalah getaran yangmerambat melalui suatu medium.Berdasarkan sifat fisisnya gelombangdikelompokkan berdasarkan arahperambatan gelombangnya yaitu:gelombang transversal dan longitudinal,berdasarkan medium perambatannyayaitu: gelombang mekanik danelektromagnetik, dan berdasarkanamplitudonya yaitu: gelombang berjalandan stasioner.b. Secara umum gelombang memiliki sifat-sifat yaitu pemantulan, pembiasan,difraksi, interferensi, dispersi, danpolarisasi.
  • 11. c. Tsunami merupakan jenis gelombangtransversal yang merambat dalam mediumperantara air dalam bentuk gelombangberjalan dengan karakteristik dan sifat-sifat tertentu yang selalu ada dalam setiapkejadian fenomenanya.Melalui model pembelajaran Induktif,siswa dapat memperoleh pengalamanlangsung sehingga dapat menambah kekuatanuntuk menerima, menyimpan, danmenerapkan konsep yang telah dipelajarinyadalam kehidupan sehari-hari. Dengandemikian, siswa terlatih untuk dapatmenemukan sendiri berbagai konsep yangdipelajarinya secara holistik, otentik, danaktif.Berdasarkan analisis konsep yangdilakukan, dapat diketahui gambaran umumtentang model yang sesuai digunakan untukmateri gelombang serta bentuk perangkanpembelajaran yang digunakan. Modulmerupakan bahan ajar alternatif yang dapatdigunakan dalam mempelajari gejalagelombang serta membantu guru dalammelaksanakan pembelajaran. LDS digunakansebagai panduan dalam melaksanakan diskusiuntuk menemukan konsep yang akandipelajari, sedangkan penilaian digunakanuntuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.4. Analisis Potensi DaerahBerdasarkan analisis potensi daerahSumatera Barat yang rawan dengan bencanatsunami, maka pembejalaran yang dilakukanpada satuan pendidikan SMA haruslahmengembangkan pembelajaran yang dapatmengintegrasikan konsep tsunami kedalammateri pembelajaran Fisika gelombang SMA.Pembelajaran dilakukan atas dasar kebutuhandaerah Sumbar yang membutuhkan manusia-manusia yang dapat berfikir mandiri, aktif,siaga dan kreatif dalam upayapenanggulangan dan pengurangan resikobencana tsunami yang melanda. Upayapembentukan manusia dengan karakter-karakter tersebut dilakukan denganpembelajaran yang menggunakan modelInduktif dalam mempelajari konsepgelombang secara umum yang terintegrasidengan bencana tsunami.KESIMPULANBerdasarkan penelitian yang telahdilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwamodel pembelajaran yang mengintegrasikanbencana tsunami ke dalam materi gelombangSMA dengan menggunakan modelpembelajaran Induktif dapat menumbuhkankarakter siaga dan tanggap bencana siswadalam upaya penanggulangan dan mitigasibencana tsunami.UCAPAN TERIMA KASIHDAFTAR PUSTAKA1) ______. 2013. Peringkat PendidikanIndonesia Turun.http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/03/04463810/Peringkat.Pendidikan.Indonesia.Turun. Download tanggal 11 Februari2013.2) Depdiknas. 2006. Petujuk TeknisPengembangan Silabus DanContoh/Model Silabus SMA/MA MataPelajarn Fisika. Direktorat JenderalManajemen Dikdasmen DirektoratPembinaan SMA.3) Depdiknas. 2008. PedomanPengembangan Perangkat PembelajaranKTSP. Jakarta: BSNP.4) Development of Post-EarthquakeRehabilitation and Reconstruction PlanPadang City 2008. Padang: BPBDPadang.5) Gubernur Sumatera Barat. 2008. RencanaPenanggulangan Bencana ProvinsiSumatera Barat 2008-2012. Padang.6) Hidayati, Deni, dkk. 2006. KajianKesiapsiagaan Masyarakat DalamMengantisipasi Bencana Gempa Bumidan Tsunami. Jakarta: Lembaga IlmuPengetahuan Indonesia.
  • 12. 7) Johnson, Eric N. 2012. Tsunami ModelsWith The Shallow Water Wave Equation”.8) Peraturan Daerah Provinsi SumateraBarat Nomor 5 Tahun 2007 tentangPenanggulangan Bencana. Padang: DPRDSumatera Barat.9) Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun2005 tentang Standar NasionalPendidikan. Jakarta: BSNP.10) Scott, MC. Daniel dan Green, Lisa. 2012.Independent Interactive Inquiry-BasedLearning Modules Using Audio-VisualInstruction in Statistic. Journal Issues:Technology Innovations in StatisticEducation, Vol. 6, No. 1,(http://www.escholarship.org/uc/item/322385kq#page-8, diakses tanggal 11 Maret2013).11) Shallin, Jew. 2008. Scaffolding DiscoveryLearning Spaces. MERLOT Journal ofOnline Learning and Teaching, Vol. 4,No. 4,(http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/5208121129.pdf, diakses tanggal 3 Februari2013).12) Silver, Harvey F, dkk. 2007. The Strategicthe Right Research-Based Strategy forEvery Lesson. Terjemahan oleh EllysTjio. 2012. Jakarta: PT Indeks PermataPuri Media.