Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Buletin Litbang Bappeda Kota Palangka Raya   edisi 04-juni 2011
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Buletin Litbang Bappeda Kota Palangka Raya edisi 04-juni 2011

  • 1,247 views
Published

Buletin Litbang Bappeda Kota Palangka Raya edisi 04-juni 2011

Buletin Litbang Bappeda Kota Palangka Raya edisi 04-juni 2011

Published in Education , Technology , Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,247
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
116
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. EDISI 04/TAHUN III/2011 PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA  KAJIAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PALANGKA RAYA  PENYUSUNAN DATABASE INFRASTRUKTUR PENGAIRAN  DISAIN PENCETAKAN SAWAH DI KELURAHAN GAUNG BARU  POTENSI DAN KENDALA PENGEMBANGAN SAWAH DI KELURAHAN TANJUNG PINANG  PEMBANGUNAN PERTOKOAN PASAR KAHAYANFoto: Pertokoan Pasar Kahayan BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA JUNI 2011
  • 2. Daftar Isi 1 Kata Pengantar 2 Analisis dan Kajian Potensi PAD 3Penanggung Jawab Kota Palangka Raya Ir. SAING SALEH Penyusunan Database Sarana dan 13Pemimpin Umum Prasarana Infrastruktur Irigasi SRI SULASTRI, SH Kota Palangka RayaPemimpin Redaksi MARTINA, SH, MSi Penyusunan Desain Pencetakan 21 Sawah di Kelurahan Gaung BaruRedaktur Pelaksana Kecamatan Rakumpit Drs. SERNUS Inventarisasi Potensi dan Kendala 33Staf Redaksi KRISTHINE AGUSTINE, SE Pengembangan Sawah ROYSART ALFONS, ST, MT, MSc di Kelurahan Tanjung Pinang KIBARETHA ANE HANA, AMd IMMANUEL YUWANA YAKTI, ST Pembangunan Pertokoan Pasar 40 CHICILIA ANASTASIA A., AMd Kahayan melalui ProgramFotografer USDRP — Bank Dunia TARONGGAL SILALAHI, SP MEILIANA MERKUSI, SPd Lokakarya Peningkatan 43 NURMILANTY, AMd Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem InovasiDokumentasi HENDRA SURYA, ST, M.Eng IRWAN Ijin Penelitian di Wilayah 49 VALLERY BUDIANTO, ST Kota Palangka Raya MARTONO, SPDistribusi INDRIYANI HANDAYANI, ST GUNTUR SIMANJUNTAK OKTAVIASI, SP MAHTANI SRI SURYANTI, SP Alamat Redaksi Bappeda Kota Palangka Raya Jl. Tjilik Riwut No. 98 Telp/Fax. 0536-3231542, 3231539 Palangka Raya 73112 email: litbangbappedaplk@gmail.com
  • 3. P uji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan bimbingan-Nya sehingga kami dapat menerbitkan Buletin Litbang edisi keempat ini. Berbagai upaya tetap kami kerjakan demi peningkatan kualitas dan manfaat dari buletin ini, khususnya bagi jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya. Pada edisi keempat ini dirangkum beberapa kegiatan penelitian dan pendataanyang dilakukan oleh SKPD dalam jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya. Dari DinasPengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Palangka Raya diperoleh hasilKajian atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dilaksanakan bekerjasama denganUniversitas Gajah Mada, Yogyakarta. Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan KotaPalangka Raya dalam tahun 2010 melaksanakan dua kegiatan kajian khususnya dalambidang pertanian bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor. Dari Dinas PekerjaanUmum Kota Palangka Raya diliput kegiatan tentang pembuatan database pengairan diwilayah Kota Palangka Raya. Di samping kegiatan yang bersifat kajian atau penelitian, ditampilkan juga artikelberita seputar pelaksanaan pembangunan pertokoan Pasar Kahayan dan diakhiri denganbeberapa catatan dari hasil Workshop Dewan Riset Nasional dan Sidang ParipurnaDewan Riset Nasional di Serpong pada akhir tahun 2010. Kami senantiasa menyambut baik semua masukan dan saran positif untukperbaikan mutu Buletin Litbang ini di masa yang akan datang dan kiranya media inidapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam rangka pembangunan Kota CantikPalangka Raya yang kita cintai ini. Palangka Raya, Mei 2011 KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA Ir. SAING SALEH Pembina Utama Muda NIP. 19550515 198303 1 024 2
  • 4. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya Kerjasama Dinas Pengelola Keuangan dan Aset bangunan di daerahnya melalui Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya dengan Daerah (PAD). Tuntutan peningkatan PAD se- Program Magister Akuntansi Fakultas Eonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, makin besar seiring dengan semakin banyaknya Tahun Anggaran 2010. kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan kepada daerah disertai pengalihan personil,PENDAHULUAN peralatan, pembiayaan dan dokumentasi keLatar Belakang daerah dalam jumlah besar. Tiap daerah mempunyai hak dan kewajib- Sumber-sumber penerimaan daerah yangan mengatur dan mengurus sendiri urusan pe- potensial harus digali secara maksimal dalammerintahannya, sejalan dengan itu pemerintah koridor peraturan perundangan yang berlaku,daerah diharapkan mampu menggali sumber- termasuk di dalamnya pajak daerah dan retri-sumber keuangan, khususnya untuk memenuhi busi daerah yang memang telah sejak lamakebutuhan pembiayaan pemerintahan dan pem- menjadi unsur PAD yang utama. Untuk itu pe- 3
  • 5. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Rayamerintah melakukan Asli Daerah (PAD)berbagai kebijakan dalam rangka mengop-perpajakan daerah, di timalkan PAD di Kotaantaranya dengan me- Palangka Raya.netapkan UU No.28 Tujuan daritahun 2009 tentang kegiatan ini adalah ter-Pajak Daerah dan Re- wujudnya analisis dantribusi Daerah, yang kajian terhadap Potensimerupakan perubahan Pendapatan Asli Daerahatas UU No. 34 Tahun (PAD) dalam rangka2000 tentang Pajak mengoptimalkan PADDaerah dan Retribusi di Kota Palangka Raya.Daerah. Dengan diubahnya undang-undang terse- LANDASAN TEORIbut diharapkan pajak daerah dan retribusi Pendapatan pemerintah daerah terdiridaerah akan menjadi salah satu komponen PAD atas tiga sumber, yaitu Pendapatan Asli Daerahyang penting guna membiayai penyelenggaraan (PAD), Dana Perimbangan, dan Lain-lain penda-pemerintahan dan pembangunan daerah. Selan- patan daerah yang sah. PAD adalah semua pene-jutnya, pemberian kewenangan dalam pe- rimaan daerah yang berasal dari sumber eko-ngenaan pajak dan retribusi daerah diharapkan nomi daerah asli. PAD terdiri atas pajak daerah,dapat lebih mendorong pemerintah daerah retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaanterus berupaya untuk mengoptimalkan dan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yangmengidentifikasikan PAD, khususnya yang sah.berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah JENIS-JENIS PENDAPATAN ASLI DAERAHdaerah termasuk Pemerintah Kota Palangka 1. Pajak DaerahRaya memerlukan suatu analisis dan kajian po- 1) Pajak Hotel (10%)tensi PAD untuk mengetahui seberapa jauh 2) Pajak Restoran (10%)upaya dan kemampuan daerah dalam mengopti- 3) Pajak Hiburan (umum 35%, diskotik,malkan PAD-nya. karaoke, klab malam dll 75%, kesenian rakyat/tradisional 10%)Permasalahan 4) Pajak Reklame (25%) Permasalahan umum yang terjadi dan 5) Pajak Penerangan Jalan (10%)berkaitan dengan PAD di daerah, termasuk Pe- 6) Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuanmerintah Kota Palangka Raya adalah : (25%)1. Terdapat kecenderungan aparat pemerintah 7) Pajak Parkir (30%) daerah untuk merendah-rendahkan target 8) Pajak Air Tanah (20%) PAD. 9) Pajak Sarang Burung Walet (10%)2. Selama ini belum ada evaluasi untuk menge- 10) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan tahui apakah pungutan PAD Kota Palangka dan Perkotaan (0,3%) Raya telah dilaksanakan secara optimal. 11) Bea Perolehan hak Atas Tanah dan Ban- gunan (5%)Tujuan Maksud dari kegiatan ini adalah untukmenganalisis dan mengkaji potensi Pendapatan 4
  • 6. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya2. Retribusi Daerah 2) Retribusi Jasa Usaha : 1) Retribusi Jasa Umum :  Pemakaian kekayaan daerah  Pelayanan kesehatan  Pasar grosir dan/atau pertokoan  Pelayanan persampahan/kebersihan  Tempat pelelangan  Penggantian biaya cetak Kartu tanda  Terminal Penduduk dan Akte Catatan Sipil  Tempat khusus parkir  Pelayanan pemakaman dan pengabuan  Tempat penginapan/pesanggrahan/ mayat villa  Pelayanan parkir di tepi jalan umum  Rumah potong hewan  Pelayanan pasar  Pelayanan kepelabuhanan  Pengujian kendaraan bermotor  Tempat rekreasi dan olah raga  Pemeriksaan alat pemadam kebakaran  Penyeberangan di air  Penggantian biaya cetak peta  Penjualan produksi usaha daerah  Penyediaan dan/atau penyedotan ka- 3) Retribusi Jasa Perijinan Tertentu : kus  Izin mendirikan bangunan  Pengolahan limbah cair  Izin tempat penjualan minuman ber-  Pelayanan tera/tera ulang alkohol  Pelayanan pendidikan  Izin gangguan  Pengendalian menara telekomunikasi  Izin trayek  Izin usaha perikanan 5
  • 7. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya 6) Penerimaan keuntungan dari selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing 7) Pendapatan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan 8) Pendapatan denda pajak 9) Pendapatan denda retribusi 10) Pendapatan hasil eksekusi atas jaminan 11) Pendapatan atas pengembalian 12) Fasilitas sosial dan fasilitas umum 13) Pendapatan dari penyelenggaraan pen- didikan dan pelatihan 14) Pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pajak Hotel Pajak hotel adalah pajak atas pelayanan yang disediakan oleh hotel. Hotel adalah fasili- tas penyedia jasa penginapan/peristirahatan termasuk juga jasa lainnya seperti motel, los- men, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan dan sejenis-3. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang nya, serta rumah kos dengan jumlah kamar le- Dipisahkan bih dari 10 (sepuluh) kamar. Terdiri dari : Obyek pajak hotel adalah pelayanan yang 1) Bagian laba atas penyertaan modal pada disediakan oleh hotel dengan pembayaran, ter- perusahaan milik daerah/BUMD masuk jasa penunjang (telpon, fax, internet, 2) Bagian laba atas penyertaan modal pada laundry, transportasi dll) sebagai kelengkapan perusahaan milik pemerintah/BUMN hotel yang sifatnya memberikan kemudahan 3) Bagian laba atas penyertaan modal pada dan kenyamanan, termasuk fasilitas olahraga perusahaan milik swasta/kelompok dan hiburan. usaha masyarakat Subyek pajak hotel adalah orang pribadi atau badan yang melakukan pembayaran4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang kepada orang pribadi atau badan yang meng- Sah usahakan hotel. Sedangkan wajib pajak hotel Terdiri dari : adalah orang pribadi atau badan yang mengusa- 1) Hasil penjualan kekayaan daerah yang hakan hotel. tidak dipisahkan 2) Jasa giro Pajak Restoran 3) Pendapatan bunga Pajak restoran adalah pajak atas pelayan- 4) Penerimaan atas tuntutan ganti kerugian an yang disediakan oleh restoran. Restoran me- daerah rupakan fasilitas penyedia makanan dan/atau 5) Penerimaan komisi, potongan ataupun minuman dengan dipungut bayaran yang ter- bentuk lain sebagai akibat dari penjualan masuk juga rumah makan, kafetaria, kantin, wa- dan /atau pengadaan barang dan/atau rung, bar dan sejenisnya termasuk jasa boga/ jasa oleh daerah katering. 6
  • 8. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya Obyek pajak restoran adalah pelayanan Apabila suatu pemerintahan daerahyang disediakan oleh restoran. Subyek pajak memiliki saldo kas yang tinggi, pemerintahrestoran adalah orang pribadi atau badan yang daerah akan mengalami kerugian dalam bentukmembeli makanan dan/atau minuman dari res- kehilangan kesempatan untuk menginvestasi-toran, sedangkan wajib pajak restoran adalah kan dana tersebut pada kesempatan investasiorang pribadi atau badan yang mengusahakan lain yang lebih menguntungkan. Sebaliknya,restoran. apabila saldo kas terlalu rendah, kemungkinan pemda mengalami kesulitan likuiditas akan se-Pajak Reklame makin besar. Pajak reklame adalah pajak atas penye-lenggaraan reklame. Reklame adalah benda, METODOLOGIalat, perbuatan, atau media yang bentuk dan Pengumpulan Datacorak ragamnya dirancang untuk tujuan komer- Data yang digunakan dalam analisis dansial/promosi sesuatu benda, barang atau jasa kajian potensi PAD ini terdiri dari :yang dapat dilihat, dibaca, didengar, dirasakan  Data Primer ; data yang diperoleh secaradan/atau dinikmati oleh umum. langsung melalui observasi/pengamatan, Subyek pajak reklame adalah orang pri- wawancara dll.badi atau badan yang menggunakan reklame,  Data sekunder ; data yang diperoleh dari li-sedangkan wajib pajak reklame adalah orang teratur, publikasi dll.pribadi atau badan yang menyelenggarakanreklame. Metode Analisis Metode analisis yang digunakan yang adalah :Retribusi Pelayanan Pasar  Analisis Makro, dilakukan dengan : Obyek retribusi pelayanan pasar adalah  Membandingkan PAD dengan Produk Do-penyediaan fasilitas pasar tradisional/ mestik Regional Bruto (PDRB).sederhana, berupa peralatan, los, kios, yang  Analisis Tren ; pertumbuhan PDRB akandikelola pemerintah daerah dan khusus di- berbanding lurus dengan pertumbuhansediakan untuk pedagang. Obyek retribusi yang PAD.dimaksud tidak termasuk fasilitas pasar yang  Analisis Mikro, dilakukan dengan :dikelola oleh BUMN, BUMD dan pihak swasta.  Analisis terhadap komponen PAD itu sendiri.Retribusi Parkir  Analisis terhadap Sistem Pengendalian Pelayanan parkir dapat dibedakan men- Intern dalam mengoptimalkan PAD.jadi 2 (dua), yaitu retribusi pelayanan parkir di  Analisis terhadap potensi PAD berkaitantepi jalan umum dan retribusi tempat khusus dengan obyek-obyek potensi PAD.parkir (disediakan, dimiliki dan/atau dikelolaoleh pemerintah daerah). Teknik Perhitungan  Pajak HotelManajemen Kas Ruang lingkup manajemen kas mencakup Potensi Pajak Hotel = Rrh x RrBK x 30 x 12 x 10%pengumpulan yang efisian, pembayaran daninvestasi sementara kas. Manajemen kas dimak- Ket : Rrh = rata-rata tingkat huniansud untuk menjamin tersedianya kas pada RrBK = rata-rata pengeluaran tamuwaktu yang diperlukan, tidak terlalu banyak untuk biaya kamardan tidak pula terlalu sedikit. 7
  • 9. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya 30 = jumlah hari dalam sebulan pedagang 12 = jumlah bulan dalam setahun JPA = jumlah pedagang arahan 10% = tarif pajak maksimum TR = tarif retribusi Pajak Restoran  Potensi PAD melalui Manajemen Kas  Penentuan Aliran Kas BersihPotensi Pajak Restoran = Rt x Pt x 30 x 12 x 10% (TP – TPk) + Skaw = SKakKet : Rt = rata-rata tamu yang datang Ket : TP = total Penerimaan Pt = rata-rata pengeluaran tamu TPk = total Pengeluaran 30 = jumlah hari dalam sebulan SKaw = saldo kas awal 12 = jumlah bulan dalam setahun SKak = saldo kas akhir 10% = tarif pajak maksimum  Penentuan Dana Yang Diinvestasikan Pajak Reklame IC = SKak - SKMPotensi Pajak Reklame = Tarif Pajak x Basis Pajak Ket : IC = idle cash SKak = saldo kas akhir SKM = saldo kas minimal Retribusi Parkir  Penentuan Pendapatan yang Diperoleh Potensi Retribusi Parkir = ∑ Jk x Tp x Jh Pendapatan Bunga = Nilai Investasi x Suku Bunga x Jumlah HariKet : Jk = jumlah kendaraan yang parkir 365 Tp = tarif parkir Jh = jumlah hari ANALISIS DAN PEMBAHASAN Analisis Makro Retribusi Pelayanan Pasar 1. Analisis Rasio PAD dengan PDRB Analisis ini dilakukan dengan memban- Potensi Retribusi Pasar = dingkan rasio PAD dengan PDRB antara Kota [ (LKS x TR) + (LLS x TR) + Palangka Raya dengan dua atau lebih pemerin- (RLA x 6tJP x TR) ] x tah daerah yang memiliki PDRB yang setara [jumlah aktivitas pasar sebulan x 12] besarnya dengan PDRB Kota Palangka Raya. PDRB yang digunakan sebagai pemban-Ket : LKS = luas kios ding adalah PDRB tahun 2008, begitu juga de- LLS = luas los ngan PAD yang digunakan adalah tahun 2008. RLA = rerata luas areal arahan per Tabel 1 Perbandingan PDRB dan PAD PAD dalam Juta PDRB dalam Juta Kota/Kabupaten (PAD : PDRB) (Rp) (Rp)Kab. Bulukumba 19.060 2.771.000 0,0069Kota Palangka Raya 18.242 2.736.000 0,0066 8
  • 10. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya Tabel 2 Perbandingan Pertumbuhan PDRB dan PAD Pertumbuhan PDRB Pertumbuhan Tahun PAD (Rp) PAD (Milyard rupiah) PDRB 2005 10.573.100.000 1744 2006 11.236.100.000 6% 2053 18% 2007 13.360.000.000 19% 2365 15% Rerata 13% 16% Tabel 3 Perbandingan Pertumbuhan PDRB dan PAD Pertumbuhan PDRB Pertumbuhan Tahun PAD (Rp) PAD (Milyard rupiah) PDRB 2005 10.573.100.000 1.744 2006 11.236.100.000 6% 2.053 18% 2007 13.360.000.000 19% 2.365 15% 2008 18.242.000.000 37% 2.736 16% Rerata 21% 16% Berdasarkan hasil amatan untuk PDRB tumbuhan PAD (21%). Hal tersebut menunju-tahun 2008, PDRB Kota Palangka Raya setara kan selama ini PAD belum digali secara optimaldengan PDRB Kabupaten Bulukumba. Lihat Ta- (hanya meningkat 37% di tahun 2008), berartibel 1. praktek penggalian potensi PAD masih terlalu rendah karena masih bisa ditingkatkan melebihi2. Analisis Pertumbuhan PDRB dengan pertumbuhan PDRB. Pertumbuhan PAD Setiap pertumbuhan PDRB akan berban- Analisis Mikroding lurus dengan pertumbuhan PAD. Idealnya 1. Analisis Komponen PADpertumbuhan PAD setidaknya sama dengan Analisis ini digunakan untuk menganalisispertumbuhan PDRB. Analisis ini akan mencer- apakah terdapat komponen PAD “semu” dimati rerata pertumbuhan PAD di Kota Palangka dalam struktur PAD APBD Pemerintah KotaRaya dan dibandingkan dengan rerata pertum- Palangka Raya. PAD “semu” merupakan penda-buhan PDRB. Data tren PDRB dan PAD dapat patan yang tidak menunjukan kemampuan se-dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3. sungguhnya dari PAD. Berdasarkan data pertumbuhan PDRB Berdasarkan APBD Pemerintah Kotadan PAD dari tahun 2005-2007, rata-rata per- Palangka Raya tahun 2010, diketahui besarantumbuhan PDRB lebih besar (16%) dari pada kelompok PAD adalah Rp 32.300.000.000,-.pertumbuhan PAD (13%). Hal ini berarti PAD Besaran tersebut terbagi ke dalam jenisbelum digali secara optimal. pendapatan pada Tabel 4. Sementara jika dikaitkan dengan PDRB Jenis pendapatan berupa Lain-lain Penda-dan tingkat PAD tahun 2008, rata-rata pertum- patan Asli Daerah Yang Sah sebesarbuhan PDRB lebih kecil (16%) dari pada per- Rp 9.312.306.500,-. Besaran tersebut terdiri 9
  • 11. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Raya Tabel 4 Besaran Kelompok PAD Jenis Pendapatan Jumlah (Rp)Hasil Pajak Daerah 11.135.508.000,-Hasil Retribusi Daerah 11.345.260.000,-Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 506.925.500,-Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 9.312.306.500,-dari Jasa Giro Kas Daerah sebesar 3. Analisis Terhadap Penetapan TargetRp 600.000.000,-, Jasa Giro Pemegang Kas Penetapan target penerimaan PAD di KotaRp 208.500.000,-, Pendapatan Denda Palangka Rayabelum sepenuhnya mendasarkanRp 300.000.000,-, Hasil penjualan aset daerah pada potensi PAD yang sebenarnya. Ini disebab-Rp 110.000.000,-, Pendapatan dari pengem- kan penetapan target PAD di Kota Palangkabalian aset daerah Rp.7.700.000.000,-, dan lain- Raya masih bersifat incremental atau jumlahlain PAD yang sah senilai Rp 393.806.500,-. penetapan target yang selalu meningkat dari Berdasarkan data tersebut, Pendapatan tahun ke tahun pada presentase tertentu. SelainDenda Rp 300.000.000,-, Hasil penjualan aset itu, belum ada kajian secara khusus untuk men-daerah Rp 110.000.000,- dan Pendapatan dari ghitung besaran potensi masing-masing PADpengembalian aset daerah Rp 7.700.000.000,- yang sesungguhnya.merupakan PAD “semu” karena tidak menunju-kan potensi PAD yang sesungguhnya. 4. Analisis Terhadap Struktur Organisasi Nilai totalnya adalah Rp 8.110.000.000,- Berdasarkan amatan, dalam pelaksanaanatau sebesar 87% dari lain-lain PAD yang sah pemungutan PAD diperlukan pemisahan fungsidan 25% dari total PAD. dan tanggung jawab antar instansi terkait agar dalam prosesnya dapat lebih terkendali, cepat,2. Analisis Terhadap Basis Data tepat dan efisian. Basis data merupakan hal yang krusial Namun hal ini dapat menimbulkandalam rangka pengoptimalan potensi PAD yang implikasi sebagai berikut :akan dipungut oleh pemerintah Kota Palangka a. Harus ada pembagian tugas dan fungsi se-Raya. Basis data tersebut harus dapat men- cara jelas agar tidak terjadi tumpang tindihyediakan informasi yang memadai untuk pekerjaan.digunakan dalam pengambilan keputusan ter- b. Diperlukan koordinasi yang baik antar in-kait dengan potensi PAD. stansi, terutama pada pembagian wewe-1. Berdasarkan amatan, basis data terkait nang dan basis data. obyek PAD berupa pajak hotel, pajak resto- ran, retribusi pasar, retribusi parkir dan 5. Analisis Sistem Pengawasan pajak reklame yang dimiliki Pemerintah Tujuan pengawasan adalah menjamin Kota Palangka Raya tidak disajikan secara agar pelaksanaan pungutan PAD berjalan secara lengkap. optimal. Untuk mengevaluasi pelaksanaan2. Berdasarkan amatan, basis data terkait pungutan PAD agar sesuai dengan tujuannya, manajemen kas yang dimiliki oleh Pemerin- perlu dilakukan audit kepatuhan. Audit kepatuh tah Kota Palangka Raya belum memuat in- -an secara berkala akan memberi informasi se- formasi secara real time. jauh mana efisiensi dan efektivitas pelaksanaan 10
  • 12. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Rayapungutan PAD. Selain itu, untuk menjamin audit sumen serta upaya untuk memberikan kesadar-kepatuhan berjalan dengan baik, pelak- an kepada masyarakat dan wajib retribusisanaannya bisa melibatkan Kantor Akuntan khususnya terkait retribusi yang dipungut olehPublik (KAP) yang independen. Dimana hal ini Pemerintah Kota Palangka Raya.akan menjadi umpan balik bagi pelaksanaanpungutan PAD di masa datang. 7. Analisis Terhadap Koordinasi Dengan Instansi Terkait6. Analisis Terhadap Wajib Pungut Pajak Instansi terkait yang menangani pungutan dan Retribusi obyek pajak harus memiliki inisiatif untuk ber- Berdasarkan amatan, terdapat kesan koordinasi dan meminta informasi dengan in-bahwa bahwa pengusaha hotel, restoran dan stansi terkait lainnya. Dengan koordinasi terse-pedagang pasar merupakan wajib pajak but diharapkan bisa memberikan informasi se-(padahal mereka hanya wajib pungut). Akibat- benar-benarnya dan tidak merugikan pemerin-nya mereka merasa terbebani dengan pajak tah Kota Palangka Raya.tersebut. Selain itu sering kali pada nota pem-bayaran hotel dan restoran tidak mencantum- 8. Analisis Terhadap Potensi PADkan pajaknya secara jelas. Analisis ini berkaitan dengan obyek- Oleh karena itu sangat penting adanya obyek potensi PAD. Sampel obyek-obyek PADketerbukaan dan akuntabilitas terhadap kon- akan dilakukan penghitungan potensinya agar 11
  • 13. Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Palangka Rayadapat diketahui sesungguhnya potensi PAD. RekomendasiSampel yang dipilih untuk obyek PAD adalah Rekomendasi dalam studi terkait dalampajak hotel, pajak restoran, retribusi pasar, retri- penetapan target PAD adalah sebagai berikut :busi parkir dan manajemen kas. 1. Penetapan target PAD secara tahunan harus mendasarkan pada potensi PAD yang se-KESIMPULAN DAN REKOMENDASI sungguhnya di Kota Palangka RayaKesimpulan 2. Peningkatan penetapan target PAD secara Analisis dan Kajian Potensi Pendapatan tahunan harus sesuai dengan pertumbuhanAsli Daerah (PAD) adalah untuk mengevaluasi PDRB di Kota Palangka Rayapenggalian potensi PAD selama ini di Kota 3. Studi penghitungan potensi PAD yang se-Palangka Raya. Hal ini perlu dilaksanakan sungguhnya sangat diperlukan sebagaikarena secara umum terdapat kecenderungan dasar penetapan target PAD di masa datangaparat pemerintah daerah untuk merendah- 4. Perlunya inovasi dalam penggalian PADrendahkan target PAD. Selain itu, selama ini be- dengan cara yang elegan, seperti melakukanlum ada evaluasi untuk mengetahui apakah manajemen kas.pungutan PAD Kota Palangka Raya telah dilak-sanakan secara optimal. Rekomendasi dalam studi terkait dalam Analisis dan kajian potensi PAD ini dilak- pelaksanaan penggalian PAD adalah sebagaisanakan dengan 2 (dua) analisis utama, yaitu berikut :analisis makro dan mikro. Analisis makro 1. Perlunya penyempurnaan sistem pengawa-digunakan untuk menjelaskan keterkaitan san dalam pemungutan PAD dengan mela-antara potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kukan audit kepatuhan yang melibatkandengan indikator ekonomi makro, seperti Pro- KAPduk Domestik Regional Bruto (PDRB), dengan 2. Perlunya sosialisasi kepada masyarakat ten-tujuan memberikan sinyal terhadap jumlah PAD tang peranan penting pajak dan retribusiselama ini, apakah di bawah kapasitas yang op- dalam pembangunan daerahtimal atau tidak. Hasilnya adalah : 3. Perlunya berkoordinasi bersama instansi1. Jika rasio PDRB dengan PAD Kota Palangka yang terkait dengan obyek PAD Raya dibandingkan dengan pemerintah 4. Perlunya penyempurnaan struktur or- daerah lainnya yang setara, target PAD Kota ganisasi dalam pengelolaan PAD agar tidak Palangka Raya relatif lebih kecil. Sebagai terdapat tumpang tindih dalam tugas dan contoh, jika dibandingkan dengan Kabu- fungsinya paten Bulu Kumba, maka PAD Kota Palangka Raya terlalu rendah 0,0003 atau Rekomendasi dalam studi terkait dalam PAD Kota Palangka Raya tahun 2008 seha- basis data PAD adalah sebagai berikut : rusnya sebesar Rp 19.071.000.000,- atau 1. Perlunya penyusunan basis data PAD yang terdapat selisih kurang sebesar berbasis komputer yang akan menghasilkan Rp 829.000.000,-. informasi yang akurat dan ter-update secara2. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan real time. PDRB, pertumbuhan PAD Kota Palangka 2. Perlunya pembaharuan format basis data Raya melebihi pertumbuhan PDRB. Hal ini untuk pajak hotel, pajak restoran, pajak rek- menunjukan masih adanya potensi PAD lame, retribusi pasar, retribusi parkir dan yang belum tergali secara optimal. lainnya yang mampu menjawab kebutuhan informasi. 12
  • 14. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka RayaPENDAHULUAN sembilan lokasi Daerah Irigasi (DI). Dengan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui berkembangnya jaringan irigasi di KotaDinas Pekerjaan Umum Kota Palangka Raya Palangka Raya dan tren pertumbuhannya didalam Tahun Anggaran 2010 telah masa yang akan datang, maka perlumelaksanakan kegiatan penyusunan database dilaksanakan pendataan sejak dini demisarana prasarana dan infrastuktur pengairan/ mendukung perencanaan ke depan yangirigasi. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bersifat komprehensif, akuntabel sertapengejawantahan dari UU Nomor 7 Tahun 2004 mempertimbangkan aspek sustainabilitas.tentang Sumber Daya Air dan PP Nomor 20Tahun 2006 tentang Irigasi yang memberi PERMASALAHANwewenang dan peluang yang lebih luas pada Permasalahan di bidang pertaniandaerah untuk memanfaatkan sumber data air khususnya pengelolaan Sarana Prasaranayang ada di daerah untuk dipergunakan sebesar Infrastruktur Pengairan selama ini adalah-besarnya guna kemakmuran rakyat secara adil belum tersusunnya secara digital data sumberdan merata. Penyusunan database sarana daya air dan jaringan irigasi yang ada di Kotaprasarana dan infrastruktur pengairan/irigasi Palangka Raya sehingga dirasa kurang efektifini diharapkan dapat mendukung pengambilan dan efisien dalam pengelolaannya. Kegiatankebijakan yang tepat mengingat fungsi air Penyusunan Data Base Sarana Prasarana danmempengaruhi hajat hidup orang banyak dan Infrastruktur Pengairan/Irigasi Kota Palangkaberdampak jangka panjang. Raya berbasis GIS ini dimaksudkan untuk Kondisi terkini pengairan/irigasi di Kota menjawab beberapa hal sebagai berikut :Palangka Raya ditandai dengan adanya a. Data-data yang ada masih berupa dataperkembangan pencetakan sawah-sawah baru manual sehingga proses updating, analisadan oleh karena itu diperlukan jaringan irigasi dan evaluasi juga sifatnya manual.yang handal. Jaringan-jaringan irigasi yang b. Belum efektif dan efisiennya prosessudah terbangun sampai saat ini sudah ada di updating, analisa dan evaluasi sehingga 13
  • 15. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka Raya proses pengembangan dan pengelolaan 2. Teridentifikasinya Pengembangan Jaringan sumber daya air dan jaringan irigasi dirasa Irigasi yang terdiri dari pembangunan dan belum efektif dan efisien. peningkatan Jaringan Irigasi sertac. Sistem pengembangan dan pengelolaan Pengelolaan Jaringan Irigasi meliputi operasi, jaringan irigasi yang ada belum mampu pemeliharaan serta rehabilitasi jaringan memenuhi harapan seluruh petani khususnya irigasi di Kota Palangka Raya. petani pengguna air karena arah 3. Tersusunnya desain sistem dan flowchart pengembangannya belum komprehensif atau data sumber daya air dan jaringan irigasi di parsial. Kota Palangka Raya.d. Sumber daya manusia yang ada belum 4. Terciptanya perangkat lunak (software) kompetitif dan perlu ditingkatkan termasuk sistem informasi yang dapat digunakan untuk kuantitasnya. melakukan updating, evaluasi dan analisa data secara cepat, tepat dan akurat denganTUJUAN DAN SASARAN nilai efisiensi tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah membangun 5. Teridentifikasinya kebutuhan jenis, jumlahsoftware Sistem Jaringan Manajemen Jaringan dan kualitas irigasi.Irigasi berbasis GIS Kota Palangka Raya.Sasarannya adalah : MANFAAT1. Teridentifikasinya potensi Sumber Daya Air Manfaat dari pembuatan Database Sarana khususnya sistem irigasi di Kota Palangka Prasarana dan Infrastruktur Pengairan/Irigasi Raya. berbasis GIS adalah untuk mengakomodasiLokasi : Kelurahan Kameloh Baru 14
  • 16. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka Rayatuntutan kebutuhan akan pengembangan danpengelolaan jaringan irigasi yang lebih efektifdan efisien, dalam rangka peningkatanpelayanan masyarakat sesuai visi dan misi KotaPalangka Raya. Selain itu dengan tersusunnyadatabase ini diharapkan proses pengembangandan pengelolaan jaringan irigasi di KotaPalangka Raya dapat lebih terukur danberkelanjutan.LOKASI STUDI Lokasi studi kegiatan ini meliputi area : Lokasi : Kelurahan Bereng Bengkel yaitu: Daerah Irigasi (DI) Luas (Ha) 1. Aspek Strategis DI Kelurahan Gaung Baru 500 Melalui pengelolaan dan perencanaan DI Kelurahan Petuk Bukit 200 sumber daya air yang baik diharapkan dapat DI Kelurahan Habaring Hurung 500 memberikan rangsangan bagi perkembangan DI Kelurahan Sei Gohong 250 dan pertumbuhan sektor-sektor lain sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. DI Kelurahan Petuk Katimpun 150 Pengembangan sistem informasi manajemen DI Kelurahan Tanjung Pinang 750 diharapkan dapat berintegrasi dengan database DI Kelurahan Bereng Bengkel 1.550 dan sistem aplikasi lainnya baik yang ada di Kelurahan Kalampangan 950 lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kota Kelurahan Kameloh Baru 500 Palangka Raya atau pun dari luar.METODOLOGI DAN PENDEKATAN 2. Aspek TeknisPELAKSANAAN PEKERJAAN Aspek teknis yang diperhatikan dalam sistem informasi ini meliputi kondisi geofisik Pendekatan yang dilakukan dalam kawasan, sosial ekonomi dan budayapekerjaan ini menyangkut beberapa aspek yang masyarakat, kondisi teknis sumber daya airterkait dengan perencanaan dan pengelolaan serta kondisi sarana dan prasaranapada lingkup pekerjaan dan tanggung jawab pendukungnya. Aspek teknis database yangDinas Pekerjaan Umum Kota Palangka Raya, ditonjolkan pada sistem informasi ini adalah koneksitas atau relasional antara data yang bersifat tabular dengan data yang bersifat spasial (kewilayahan) sehingga lebih komunikatif dan informatif. Pengelolaan data sumber air secara multi waktu dan integral merupakan aspek penting sebagai landasan dalam penyampaian informasi pada perencanaan dan pengelolaan sumber daya air. 3. Aspek Perencanaan dan Pengelolaan Hukum dan perundangan yang terkaitLokasi : Kelurahan Bereng Bengkel dengan aspek perencanaan dan pengelolaan 15
  • 17. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka Raya sumber daya air merupakan bagian dari perangkat agar rencana dan pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung dengan baik. Dengan demikian dalam kegiatan ini perlu dikaji aspek hukum, kelembagaan dan sumber- sumber pembiayaannya. PENDEKATAN SISTEM PERENCANAAN DAN PENYUSUNAN PROGRAM Penyusunan Sistem Informasi Daya Air Kota Palangka Raya ini diharapkan dapat Lokasi : DR Gaung Baru memberikan kemudahan dalam melakukan evaluasi kondisi jaringan irigasi beserta sarana Pendekatan Manajemen Sistem dan prasarana pendukungnya sehingga dapat Penyusunan Sistem Informasi Sumber dipergunakan dalam perencanaan dan Daya Air Kota Palangka Raya disusun dengan penyusunan program kegiatan di masa/periode memperhatikan model data dan output yang mendatang. Dengan demikian dalam diharapkan. Dengan demikian maka dalam penyusunan sistem informasi ini perlu menyusun langkah-langkah yang diperlukan memperhatikan cakupan data yang ada baik untuk perancangan, pengoperasian dan data yang berasal dari Dinas Pekerjaan Umum perawatan sebuah sistem jaringan irigasi/ Kota Palangka Raya maupun dari instansi Daerah Irigasi harus mempertimbangkan lainnya. Kedudukan Sistem Informasi Sumber identifikasi informasi, survei lokasi, formulasi Daya Air Kota Palangka Raya ditunjukkan pada konsep sistem informasi, desain program, Gambar 1. Program Kerja/ Pelaksanaan Hasil Pelak- Kegiatan Dinas PU Program Kerja/ sanaan Pro- Kegiatan gram Data dan Sistem Jaringan Irigasi Pelaksanaan Pro- Sarana dan Tolak Ukur & BAPPEDA gram Kerja/ Prasarana Evaluasi Pro-Kelembagaan dan Sumber Input Data Kegiatan Pendukung gram Kerja Daya Manusia Pengembangan SDM, Sarana dan Prasarana Opera- sional Umpan Balik untuk Pembangunan Kelem- bagaan & SDM serta Penyusunan Program Sistem Informasi Jaringan Irigasi, Pe- Kerja Tahunan, Jangka Menengah dan nyajian Data Secara Cepat, Tepat, Jangka Panjang Akurat dan Interaktif Gambar 1. Kedudukan Sistem Informasi Sumber Daya Air Kota Palangka Raya 16
  • 18. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka Raya INPUT PROSES OUTPUT Data demografi sosial, peta Membantu dalam penentuan kewilayahan/spasial, dan data prioritas program kerja dan sosial kemasyarakatan lainnya pengambilan keputusan Program kerja tahunan / Sebagai sarana untuk menam- rencana kegiatan Bappeda dan pung data dan informasi ter- kelembagaannya kait dengan prasarana ba- ngunan daerah Data pengamatan lapangan (kondisi fisik dan non fisik, Sebagai sarana untuk akses, fasilitas, dll) menampung data terkait program kerja tahunan, jangka Data dinas/instansi/lembaga menengah dan jangka panjang terkait dengan kondisi gedung di lingkungan Bappeda Laporan dan evaluasi hasil pelaksanaan program kerja Sebagai sarana untuk meng- Bappeda analisis kondisi bangunan daerah, membantu dalam pela- Informasi / masukan poran dan evaluasi program masyarakat kerja/kegiatan Gambar 2. Sistem Input-Output yang dikembangkan dalam sistem informasi sarana prasarana pengairanpembuatan program, validasi dan evaluasi, ada. Pada survey lapangan ini dilakukanmasukan data, manual operasi, pelatihan dan beberapa pengambilan data yaitu : data posisi,tahap implementasi. Model sistem input-output pengukuran dimensi saluran, dan data visualyang dikembangkan dalam sistem jaringan (foto) masing-masing saluran.irigasi ini ditunjukkan pada Gambar 2. 4. Perancangan Model Database dan Sistem Informasi ManajemenTAHAP PELAKSANAAN PEKERJAAN Perancangan model didasarkan atas1. Persiapan entitas-entitas dalam perencanaan dan Tahap ini meliputi kegiatan-kegiatan : pengelolaan sumber daya air di lingkunganperijinan dan administrasi, pembentukan tim Dinas Pekerjaan Umum yang meliputi : entitaskerja dengan instansi terkait, pendataan dan aspek perencanaan dan pengelolaan, entitaspengumpulan data, penyiapan perangkat lunak aspek hukum dan perundangan, dan entitasdan perangkat keras, studi terhadap aspek kelembagaan dan sumber daya manusia.dokumentasi sistem informasi yang telah ada,penentuan tingkat otomatisasi sistem.2. Pendataan dan Pengumpulan Data Sekunder Data yang dikumpulkan meliputi/bersumber dari : Buku Kota Palangka RayaDalam Angka, Peta Irigasi/Drainase yang ada,Peta Rupa Bumi, Peta Jaringan jalan, Petatematik yang berhubungan dengan saranaprasarana dan infrastruktur pengairan/irigasi.3. Survey Lapangan Survei lapangan dilakukan untukmemastikan kondisi terkini dari saluran yang Lokasi : DR Habaring Hurung 17
  • 19. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka Raya Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Hardware dan Daya Air Software Dinas PU Hukum, Perundangan Layanan dan Kota Palangka Raya dan Operasional GIS Informasi SDM, Kelembagaan Analisis serta Pembiayaan Kebutuhan Sistem Informasi Hirarki penyusunan database sarana prasarana dan infrastruktur pengairan Kota Palangka Raya5. Penyusunan Database keruangan/spasial dilakukan melalui beberapa Database yang dibangun menyangkut tahapan, yaitu : digitasi peta, editing/aspek perencanaan dan pengelolaan, peraturan penyuntingan, transformasi koordinat,dan perundangan, serta sumber daya manusia pembangunan topologi, konversi format datadan kelembagaan. Penyusunan database dan penyusunan atribut.mengacu pada format database standar karenadiharapkan dapat dikorelasikan dengan 6. Penyusunan Aplikasi Sistem Informasidatabase yang sudah ada. Aplikasi yang dikembangkan bersifat Khususnya database yang sifatnya standalone. Lokasi : DR Kameloh Baru 18
  • 20. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka RayaLokasi : Kelurahan Bereng Bengkel Lokasi : Kelurahan Gaung Baru7. Pelaporan Hasil Pekerjaan REKAPITULASI SALURAN IRIGASINo Nama DI Nama Saluran Fungsi Panjang Tipe Arah Aliran Permasalahan Kon- Lapangan struksi 1 DR Kalampangan Primer Kalampangan 1 Primer 5972,8 Tanah Sungai Kahayan Banjir di pangkal saluran 2 DR Kalampangan Primer Kalampangan 2 Primer 979,0 Tanah Primer 1 Kalampangan Sedimen di ujung 3 DR Kalampangan Primer Kalampangan 3 Primer 1475,1 Tanah Primer 1 Kalampangan Sampah kayu di ujung 4 DR Kalampangan Primer Kalampangan 4 Primer 2481,5 Tanah Sungai Kameloh Banjir 5 DR Kalampangan Primer Kalampangan 5 Primer 4610,4 Tanah Sungai Kahayan Banjir di pangkal saluran 6 DR Kalampangan Primer Kalampangan 5.1 Primer 2197,2 Tanah Primer 1 Kalampangan Banjir di pangkal saluran 7 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.1 Sekunder 550 Tanah Sungai Kahayan Banjir 8 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.2 Sekunder 800 Tanah Sungai Kahayan Banjir 9 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.3 Sekunder 900 Tanah Sungai Kahayan Banjir10 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.4 Sekunder 900 Tanah Sungai Kahayan Banjir11 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.5 Sekunder 1300 Tanah Sungai Kahayan Banjir12 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.6 Sekunder 1000 Tanah Sungai Kahayan Banjir13 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.7 Sekunder 1000 Tanah Sungai Kahayan Banjir14 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.8 Sekunder 1500 Tanah Sungai Kahayan Banjir15 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 1.9 Sekunder 1500 Tanah Sungai Kameloh Banjir16 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 2.1 Sekunder 1892 Tanah Primer 4 Kalampangan Banjir di pangkal17 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 2.2 Sekunder 1000 Tanah Primer 2 Kalampangan18 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 2.3 Sekunder 1957 Tanah Primer 4 Kalampangan Banjir di pangkal19 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 2.4 Sekunder 891 Tanah Primer 2 Kalampangan20 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 3.1 Sekunder 1883 Tanah Primer 4 Kalampangan Banjir di pangkal21 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 3.2 Sekunder 1026 Tanah Primer 2 Kalampangan22 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 3.3 Sekunder 1882 Tanah Primer 4 Kalampangan Banjir di pangkal23 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 3.4 Sekunder 1000 Tanah Primer 2 Kalampangan24 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 3.5 Sekunder 792 Tanah Sungai Kameloh25 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 3.6 Sekunder 1000 Tanah Primer 2 Kalampangan Sampah kayu di ujung26 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.1 Sekunder 1001 Tanah Primer 5 Kalampangan Banjir27 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.2 Sekunder 2197 Tanah Primer 1 Kalampangan Banjir28 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.3 Sekunder 1000 Tanah Primer 5 Kalampangan Banjir29 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.4 Sekunder 2196 Tanah Primer 1 Kalampangan Banjir30 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.5 Sekunder 1000 Tanah Primer 5 Kalampangan Banjir di pangkal31 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.6 Sekunder 1221 Tanah Primer 4 Kalampangan Banjir32 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.7 Sekunder 1000 Tanah Primer 5 Kalampangan Banjir di pangkal33 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.8 Sekunder 890 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di ujung34 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.9 Sekunder 1000 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di pangkal35 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.10 Sekunder 991 Tanah Primer 5 Kalampangan36 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.11 Sekunder 1000 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di pangkal37 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.12 Sekunder 1008 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di ujung Bersambung 19
  • 21. Penyusunan Database Sarana dan Prasarana Infrastruktur Irigasi Kota Palangka RayaLanjutanNo Nama DI Nama Saluran Fungsi Panjang Tipe Arah Aliran Permasalahan Kon- Lapangan struksi38 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.13 Sekunder 1000 Tanah Primer 5 Kalampangan Sampah kayu di pangkal39 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.14 Sekunder 981 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di ujung40 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.15 Sekunder 842 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di ujung41 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.16 Sekunder 999 Tanah Primer 5 Kalampangan42 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.17 Sekunder 939 Tanah Primer 5 Kalampangan Ujung kena tambang pasir43 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.18 Sekunder 986 Tanah Primer 5 Kalampangan Sedimen di pangkal44 DR Kalampangan Sekdr Kalampangan 5.19 Sekunder 972 Tanah Primer 5 Kalampangan Sampah kayu di pangkal45 DR Hbr Hurung Primer 1 Hbr Hurung Primer 992 Tanah Sekdr 8 Hbr Hurung46 DR Hbr Hurung Primer 2 Hbr Hurung Primer 1000 Tanah Sekdr 23 Hbr Hurung47 DR Hbr Hurung Sekdr 1 Hbr Hurung Sekunder 423 Tanah Sekdr 2 Hbr Hurung48 DR Hbr Hurung Sekdr 2 Hbr Hurung Sekunder 252 Tanah Sekdr 3 Hbr Hurung49 DR Hbr Hurung Sekdr 3 Hbr Hurung Sekunder 277 Tanah Primer 1 Hbr Hurung50 DR Hbr Hurung Sekdr 4 Hbr Hurung Sekunder 728 Tanah Sekdr 1 Hbr Hurung51 DR Hbr Hurung Sekdr 5 Hbr Hurung Sekunder 665 Tanah Sekdr 4 Hbr Hurung52 DR Hbr Hurung Sekdr 6 Hbr Hurung Sekunder 318 Tanah Sekdr 7 Hbr Hurung53 DR Hbr Hurung Sekdr 7 Hbr Hurung Sekunder 288 Tanah Sekdr 8 Hbr Hurung54 DR Hbr Hurung Sekdr 8 Hbr Hurung Sekunder 307 Tanah Primer 1 Hbr Hurung55 DR Hbr Hurung Sekdr 9 Hbr Hurung Sekunder 629 Tanah Sekdr 12 Hbr Hurung56 DR Hbr Hurung Sekdr 10 Hbr Hurung Sekunder 614 Tanah Sekdr 13 Hbr Hurung57 DR Hbr Hurung Sekdr 11 Hbr Hurung Sekunder 314 Tanah Sekdr 12 Hbr Hurung58 DR Hbr Hurung Sekdr 12 Hbr Hurung Sekunder 284 Tanah Sekdr 13 Hbr Hurung59 DR Hbr Hurung Sekdr 13 Hbr Hurung Sekunder 286 Tanah Primer 1 Hbr Hurung60 DR Hbr Hurung Sekdr 14 Hbr Hurung Sekunder 500 Tanah Primer 1 Hbr Hurung61 DR Hbr Hurung Sekdr 15 Hbr Hurung Sekunder 500 Tanah Sekdr 12 Hbr Hurung62 DR Hbr Hurung Sekdr 16 Hbr Hurung Sekunder 487 Tanah Sekdr 13 Hbr Hurung63 DR Hbr Hurung Sekdr 17 Hbr Hurung Sekunder 402 Tanah Sekdr 1 Hbr Hurung64 DR Hbr Hurung Sekdr 18 Hbr Hurung Sekunder 496 Tanah Sekdr 1 Hbr Hurung65 DR Hbr Hurung Sekdr 19 Hbr Hurung Sekunder 489 Tanah Sekdr 21 Hbr Hurung66 DR Hbr Hurung Sekdr 20 Hbr Hurung Sekunder 447 Tanah Sekdr 21 Hbr Hurung67 DR Hbr Hurung Sekdr 21 Hbr Hurung Sekunder 568 Tanah Sekdr 21 Hbr Hurung68 DR Hbr Hurung Sekdr 22 Hbr Hurung Sekunder 373 Tanah Primer 2 Hbr Hurung69 DR Hbr Hurung Sekdr 23 Hbr Hurung Sekunder 610 Tanah Sekdr 23 Hbr Hurung70 DR Hbr Hurung Sekdr 24 Hbr Hurung Sekunder 363 Tanah Primer 2 Hbr Hurung71 DR Hbr Hurung Sekdr 25 Hbr Hurung Sekunder 517 Tanah Sungai Hbr Hurung72 DR Ptk Katimpun Primer Petuk Katimpun Primer 1924 Tanah Saluran Desa Petuk Katimpun Banjir73 DR Ptk Katimpun Sekdr Petuk Katimpun Sekunder 1489 Tanah Primer Petuk Katimpun Banjir74 DR Petuk Bukit Primer Petuk Bukit Primer 1057 Tanah Sungai Petuk Bukit75 DR Petuk Bukit Sekdr Petuk Bukit Sekunder 100 Tanah Primer Petuk Bukit76 DR Kameloh Baru Primer Kameloh Baru Primer 4600 Tanah Saluran hilang dan banjir77 DR Tj Pinang Primer 1 Tanjung Pinang Primer 3530 Tanah Sungai Kahayan78 DR Tj Pinang Primer 2 Tanjung Pinang Primer 1965 Tanah Sungai Kahayan79 DR Tj Pinang Primer 3 Tanjung Pinang Primer 3485 Tanah Sungai Kahayan80 DR Tj Pinang Sekdr Tanjung Pinang Sekunder 876 Tanah Primer 1 Tanjung Pinang81 DR Gaung Baru Primer 1 Gaung Baru Primer 40 Pasangan Primer 2 Gaung Baru82 DR Gaung Baru Primer 2 Gaung Baru Primer 1160 Tanah Hutan Sedimen di ujung83 DR Gaung Baru Sekdr 1 Gaung Baru Sekunder 174 Pasangan Sekdr 2 Gaung Baru84 DR Gaung Baru Sekdr 2 Gaung Baru Sekunder 642 Tanah Hutan Sedimen di ujung85 DR Gaung Baru Sekdr 3 Gung Baru Sekunder 400 Tanah Hutan Sedimen di ujungSumber : Laporan Akhir Pekerjaan Penyusunan DataBase Sarana Prasarana dan Infrastruktur Pengairan/Irigasi Kota Palangka Raya 20
  • 22. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka RayaPENDAHULUAN yang berpotensi untuk pengembangan sawah.Latar Belakang Lahan yang dimaksud memiliki topografi ter- Swasembada dan ketahanan pangan golong datar dengan tanah terdiri dari tanahmerupakan dua sisi mata uang yang saling mineral pada bagian lahan yang agak tinggi danmelengkapi dalam menjawab memenuhi tanah gambut tipis di atas bahan alluvium haluskebutuhan pangan suatu wilayah. Keduanya pada bagian rendah (rawa). Sebagian rawa yanghanya dapat dicapai dengan adanya ada di wilayah ini berada pada posisi lebihpeningkatan jumlah produksi yang antara lain tinggi dari bagian lain, sehingga berpotensi un-dapat dicapai melalui perluasan areal tuk dijadikan sumber air irigasi.(ekstensifikasi) produksi pangan. Upaya Masyarakat setempat merupakan pen-perluasan lahan pertanian berkaitan dengan duduk asli suku Dayak yang secara tradisionilketersediaan lahan dan air, pembangunan tidak memiliki kebudayaan bercocok tanaminfrastruktur, serta ketersediaan tenaga kerja padi pada lahan sawah. Namun demikian hal initerampil. bukan menjadi hambatan, karena justru aspirasi Terkait dengan isu pemenuhan kebu- pengembangan lahan sawah berasal darituhan pangan, berdasarkan hasil studi mereka yang sudah mulai menjalani kehidupan“Pemetaan Potensi dan Penyusunan Master Plan dengan bertani sebagai mata pencaharian.Pengembangan Bidang Pertanian dan Peterna- Untuk merealisasikan rencana pence-kan di Kota Palangka Raya” pada tahun 2009, takan sawah di lokasi yang dimaksud makaDinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Pe- diperlukan suatu rancangan teknis. Rancanganmerintah Kota Palangka Raya telah mencanang- ini harus dibuat dengan cermat meliputi seluruhkan pencetakan lahan sawah di beberapa lokasi. komponen konstruksi pencetakan sawah secaraSkema pencetakan sawah yang dicanangkan detail berikut perhitungan kebutuhan biayanya.tersebut ialah pencetakan sawah di wilayah Perancangan atau disain yang baik harus di-desa-desa yang tersebar sepanjang Sungai Ru- dasarkan pada pengukuran berbagai parameterngan dengan target luasan disesuaikan dengan yang diperlukan secara akurat.jumlah kepala keluarga petani sasaran dimasing-masing desa. Untuk Tahun 2010 ini te- Tujuan dan Sasaranlah dicanangkan kajian perancangan pence- Tujuan dari kegiatan ini ialah untuktakan sawah dengan target seluas 100 ha untuk menyusun disain pencetakan sawah dengan tar-50 kepala keluarga di Kelurahan Gaung Baru, get seluas 100 ha di Kelurahan Gaung Baru, Ke-Kecamatan Rakumpit. camatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. Kelurahan ini terletak di bagian utara Sasaran kegiatan ini adalah tersusunnyawilayah Kota Palangka Raya di jalur aliran Su- disain pencetakan sawah dengan target luasngai Rungan. Di kelurahan ini tersedia lahan sesuai kondisi lapangan pada hamparan lahan seluas maksimal 100 ha di Kelurahan Gaung 21
  • 23. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka RayaBaru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya Pengolahan dan Interpretasi Data (Analisis)yang meliputi tata letak petak sawah, tata sa- Data hasil survey dikompilasi dan Diana-luran dan tata jalan usaha tani berikut ukuran- lisis untuk menentukan/menetapkan posisiukuran vertikal dan horisontal sebagai pedo- geografis dan luasan pasti lahan terpilih, pem-man pengerjaan konstruksi. buatan peta dan gambar rancangan, serta perhi- tungan kebutuhan biaya. Analisis yang dilaku-Ruang Lingkup kan meliputi : Ruang lingkup kegiatan ini adalah sebagai a. Analisis topografi dan hidrologi ;berikut : Untuk menetapkan batas tata letak petak1. Lokasi kajian adalah lahan calon sawah, se- sawah dan tata air. Untuk menggambarkan luas 100 ha di Kelurahan Gaung Baru, Ke- kondisinya juga dibuatkan profil melintang camatan Rakumpit, Kota Palangka Raya. dan membujur.2. Pengamatan, pengukuran dan kajian b. Analisis sifat tanah dan kedalaman gambut ; (analisis) faktor fisik seperti tanah, topografi Sebagai dasar untuk menetapkan tata letak dan hidrologi yang berpengaruh terhadap petak sawah serta disain konstruksinya disain pencetakan sawah. (pematang dan petakan) serta konstruksi3. Kajian terhadap faktor sosial ekonomi untuk saluran dan bangunan air serta jalan. menunjang pencetakan sawah. c. Pembuatan disain ;4. Menyusun peta situasi sebagai dasar Meliputi pembuatan peta rencana pence- pencetakan sawah. takan sawah (tata letak, pembagian petak,5. Membuat rancangan (disain) detil areal saluran irigasi, pintu air dan jalan usaha pencetakan sawah. tani), serta penggambaran rencana kon- struksi (gambar saluran irigasi dan drainase,METODOLOGI bangunan air dan jalan usaha tani) berikutPengumpulan Data metode pelaksanaan konstruksinya. Tahap Persiapan, terdiri dari pengadaan d. Perhitungan volume pekerjaan konstruksi danpeta situasi dan peta kerja serta bahan pustaka penyusunan RAB (Rencana Anggaran Biaya).lain yang diperlukan, konsolidasi tim,pengadaan bahan dan peralatan untuk survey, Penyajian Hasilpembuatan kuisioner serta form isian untuk Hasil analisis disajikan dalam peta-petapelaksanaan pencatatan dan pengumpulan data. dan gambar berskala dan diperjelas dengan Tahap Survey Lapang, ditujukan ter- uraian naratif.utama untuk pengukuran dan observasi sertapengambilan sampel unsur sumber daya lahan. KEADAAN UMUM LOKASISelain itu juga dilakukan pengumpulan data se- Administrasi, Letak dan Aksesibilitaskunder dan primer, yaitu : Lokasi lahan yang direncanakan dibangun Data Sekunder, meliputi kependudukan , sawah beririgasi dengan memanfaatkan sumber hidrologi dan klimatologi, serta harga air rawa yang berada di dalam wilayah Kelu- perkiraan setempat. rahan Gaung Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Data Primer, merupakan kombinasi peng- Palangka Raya dengan batas-batas sebagai beri- amatan visual dan pengukuran. Terdiri dari kut : kontur dan hidrologi (debit air, cadangan Sebelah Utara : Kelurahan Panjehang, air), pengamatan tanah, data sosial ekonomi Kecamatan Rakumpit CPCL melalui wawancara. 22
  • 24. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka RayaSebelah Selatan : Kelurahan Kanarakan, membangun saluran primer yang ditarik dari Kecamatan Bukit Batu rawa atas dan diarahkan ke lahan sasaranSebelah Timur : Kabupaten Pulang Pisau pencetakan sawah.Sebelah Barat : Kelurahan Pager, Lahan yang direncanakan untuk pence- Kecamatan Rakumpit takan sawah ini merupakan tempat terakumu- Kelurahan ini berada di bagian utara Kota lasinya bahan organik sisa-sisa vegetasi alamiPalangka Raya memanjang sejajar Sungai Ru- sepanjang waktu karena sisa-sisa tumbuhanngan. Secara geografis wilayah kelurahan ini sulit terdekomposisi pada kondisi seperti ini.terletak pada 113° 43’ BT dan 1° 48’ LS. Kelura- Oleh karena itu maka lahan ini memiliki tanahhan ini relatif terisolir dari keramaian, sulit di- yang tergolong tanah organik.jangkau dengan cepat karena belum terhubungdengan jalan darat. Jalur tercepat menuju kelu- Sosial Ekonomi dan Kependudukanrahan ini hanya melalui jalur sungai, dimulai Potensi sumber daya alam serta aktivitasdari Sungai Pager Besar pada perpotongan den- sosial ekonomi yang tidak merata dan tidakgan jalan raya yang menuju Tbg Talaken meng- seragam menyebabkan terdapat sektor-sektorgunakan perahu motor menuju Sungai Rungan yang bersifat strategis yang berbeda oleh akibatdan bergerak ke arah hulu pada sungai ini. besarnya sumbangan ataupun sumber peng- hidupan masyarakat Gaung Baru. KarakteristikKarakteristik Lahan tersebut dapat ditunjukan dengan distribusi Lahan yang direncanakan untuk dijadikan penggunaan lahan dan mayoritas sumber peng-sawah berada pada daerah rendahan di dekat hidupan masyarakat yang saat ini masih domi-Sungai Rungan dan anaknya yaitu Sungai Be- nan di perkebunan.ngamat. Secara geomorfologi lokasi ini meru- Kelurahan Gaung Baru memiliki total ke-pakan bagian dari rawa belakang tanggul su- luarga petani sebanyak 54 KK dengan ke-ngai. Di luar areal yang direncanakan topo- pemilikikan lahan pertanian pangan antara 1-5grafinya agak naik (kemiringan lereng 3-8%), ha, namun didominasi oleh para petani tanamannamun pada bagian agak tinggi ini masih terda- pangan yang tidak memiliki lahan (lihat Tabelpat bagian-bagian yang permukaannya ter- 1). Sedangkan luas lahan tanaman pangan yanggenang. Hal ini disebabkan karena tanah ini utama yaitu ubi kayu dan umbi-umbian (lihatmemiliki lapisan kedap air. Kumpulan air ini Tabel 2).kemudian terakumulasi di bagian-bagian ce-kung sehingga membentuk genangan perma- Tabel 1nen, sehingga walaupun agak jauh dari sungai Jumlah KK dan Luas Tanah Pertanian Yang Diusahakan di Kelurahan Gaung Barunampak bentukan rawa yang karakteristiknyaberbeda dari rawa belakang tanggul sungai. Tipe Kepemilikan Jumlah KK Salah satu rawa tersebut berdekatan de-ngan lokasi rencana pencetakan sawah ini. Dari Keluarga memiliki tanah pertanian 18informasi masyarakat setempat, air di rawa atas Tidak memiliki 36ini tidak pernah kering walaupun di musim Memiliki kurang 1 Ha 3kemarau. Atas dasar fakta ini, masyarakat Memiliki 1.0 — 5.0 Ha 15setempat berkeyakinan lokasi rencana ini layak Memiliki 5.0 —10.0 Ha 0dijadikan sawah dengan mengandalkan sumber Memiliki lebih dari 10 Ha 0air dari rawa atas. Berdasarkan kondisi sumber air (rawa Jumlah total keluarga petani 54atas) tersebut, Dinas Pekerjaan Umum telah 23
  • 25. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya Tabel 2 ANALISISLuas Tanaman Pangan menurut Komoditas Profil Lahan Di Kelurahan Gaung Baru Batas dan Luas Areal Komoditas Luas (Ha) Hasil (ton) Pengukuran dan penetapan batas arealJagung 2 4 untuk cetak sawah telah dilakukan denganUbi kayu 20 40 mempertimbangkan dua hal pokok, yaitu karak-Umbi-umbian lain 20 35 teristik tanah dan kondisi hidrotopografi. Pada mulanya luas pencetakan sawah di Kelurahan Penggunaan lahan di Kelurahan Gaung Gaung Baru ini ditargetkan seluas 100 Ha, na-Baru dominan untuk perkebunan dan pertanian. mun setelah dilakukan pengamatan pengukuranLuas yang masih sangat potensial di kelurahan hanya dilakukan pada lahan kurang dari 100 Ha.ini dapat direncanakan untuk beragam aktifitas Ini terjadi karena pada saat pengukuran se-yang diharapkan nantinya mendukung dan bagian areal yang dimaksud dalam keadaan ter-meningkatkan taraf hidup masyarakat (lihat genang cukup tinggi (>1m). Batas keliling atauTabel 3). polygon lahan dapat dilihat pada Peta Kontur Tabel 3 (lihat Gambar 1).Penggunaan Lahan di Kelurahan Gaung Baru No Jenis Penggunaan Luas (Ha) Topografi dan Hidrologi Keadaan topografi digambarkan dalam 1. Danau / Rawa 900 2. Pertanian 1.500 Peta kontur dengan interval 0,5 m. Dari Peta 3. Perkebunan 2.000 Kontur tersebut tampak bahwa terdapat beda 4. Lain-lain 508 tinggi sekitar 3 meter dari permukaan lahan Total 4.908 tertinggi dan terendah. Namun dari bagian tertinggi di pojok utara-timur bagian areal ke- Jumlah penduduk Gaung Baru tahun 2009 tinggian permukaan menurun drastis padatercatat 220 jiwa yang terdiri dari laki-laki 109 jarak yang sempit, sehingga sebagian besar la-jiwa dan wanita 111 jiwa (lihat Tabel 4). han hanya memiliki beda tinggi 0,5 s.d. 1 meter. Sedangkan tinggi muka air saat pengukuran se- Tabel 4 jalan dengan kontur permukaan, dimana areal Jumlah Penduduk Berdasarkan yang paling rendah dalam keadaan tergenang Kelompok Umur Di Kelurahan Gaung Baru dengan ketinggian sekitar 10 — 50 cm. Dengan adanya saluran sekunder pada No Kelompok Usia Jumlah (jiwa) sisi areal tertinggi, maka saluran tersier harus 1. 0—4 22 diarahkan mengalir searah kemiringan pada 2. 5—9 25 3. 10 —14 28 arah kurang lebih tegak lurus saluran sekunder. 4. 15 — 19 28 Jumlah dan jarak antar saluran tersier disesuai- 5. 20 — 24 18 kan dengan dimensi petak sawah yang akan di- 6. 25 — 29 24 bangun. 7. 30 — 34 23 8. 35 — 39 15 Berdasarkan efektifitas ketersedian lahan, 9. 40 — 44 13 luasan lahan dan jumlah petani yang ada, dapat 10. 45 — 49 7 ditetapkan bahwa luas masing-masing ke- 11. 50 — 54 7 pemilikan ialah sekitar 1 Ha. Dimana luasan ke- 12. 55 — 59 10 pemilikan dan hidrotopografi merupakan dasar Total 220 penting merancang tata letak sawah dan infra- 24
  • 26. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka RayaGambar 1. Garis Kontur Areal Rencana Pencetakan Sawah Kelurahan Gaung Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya 25
  • 27. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Rayastruktur saluran irigasi dan drainase berikut DESAIN, PENGERJAAN DAN PEMBIAYAANjalan usaha taninya. Komponen dan Parameter Disain Karena karakteristik tanah di areal ini Komponen disain pencetakan sawah :merupakan tanah gambut dan atau tanah mi- a. Tata letak (lay out) ; konfigurasi petak-petakneral bergambut, maka sangat penting untuk sawah, tata air serta jalan usaha tani.diperhatikan dalam merancang tata letak dan b. Gambar konstruksi ; tampak atas detail kom-dimensi saluran drainase dan irigasi dengan ponen yang terkait dengan komponen lain,prinsip menjaga lahan tidak pernah kering de- penampang melintang masing-masing kon-ngan tinggi air disesuaikan dengan kebutuhan struksi.padi. Sifat tanah gambut yang porous (bobot isi Parameter disain yang digunakan untukrendah) dan daya dukung mekanik rendah se- pencetakan sawah adalah sebagai berikut :cara bersama-sama harus diperhitungkan a. Tata letak (lay out) petak-petak sawah diran-dalam merancang tata letak dan dimensi pe- cang dengan memperhatikan arah garis kon-metakan dan saluran-saluran yang perlu diba- tur, yaitu memposisikan arah panjang sejajarngun. garis kontur guna meminimalkan perataan permukaan petak.Profil Petani b. Tata letak irigasi ditata dengan memperhati- Masyarakat kelurahan Gaung Baru ham- kan sistem sumber air di lokasi dan ran-pir 90% berasal dari keturunan Dayak Kalteng. cangan saluran primer yang sudah dibangunDari segi ekonomi kondisi masyarakatnya ma- dengan titik ikat muka air pada saluran se-sih tergolong ekonomi lemah yang berprofesi kunder.sebagai penyadap karet, penambang emas, pen- c. Tata letak jalan usaha tani disesuaikan de-cari rotan dan nelayan. ngan tata letak petak sawah dan saluran iri- Masyarakat Gaung Baru belum terbiasa gasi hamparan perluasan sawah.untuk bekerja keras. Mereka tidak memiliki d. Luas masing-masing petak sawah dibuatpengetahuan di bidang pertanian dan lebih sama 1 ha dengan jumlah sesuai dengan jum-cenderung suka menyadap karet yang sudah lah petani yang ada 50 kk.pasti hasilnya dari pada bertani, di samping itupekerjaan tersebut dirasa sudah cukup me- Disain Tata Letakmadai untuk kehidupan mereka. Mereka hanya Tata letak sawah beserta saluran irigasiberorientasi untuk memenuhi kebutuhannya tersier, saluran drainase, stop log, jalan usahapada saat hari itu saja, sementara untuk hari tani, serta komponen pelengkap yang diperlu-esok mereka baru akan memikirkannya esok kan disajikan pada Gambar 2. Pada peta terse-harinya. but ditunjukkan pengaturan letak petak-petak Pengelolaan tanaman yang dilakukan sawah yang berjumlah 50 buah dengan ukurandalam bertani karet umumnya masih terbatas masing-masing 1 Ha termasuk infrastrukturpada membersihkan lahan. Mereka belum terbi- yang mengelilinginya. Setiap petak sawah dike-asa bertani secara intensif dan menggunakan lilingi oleh saluran keliling yang terhubung kesaprodi secara teratur dalam usaha taninya. saluran tersier dimana sebuah stoplog dibuatBahkan sebagian dari mereka membiarkan untuk mengatur tinggi muka air saluran tersiergulma berkembang di lahan karetnya. Kalaupun agar air dapat masuk ke saluran keliling danmereka memiliki pengalaman bertanam padi, selanjutnya melimpas pada petak sawah.pengalaman tersebut adalah bertanam padi Saluran tersier berjumlah 5 buah yanggogo dengan pola ladang berpindah. menyadap air dari satu saluran sekunder. Tinggi 26
  • 28. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Rayamuka air saluran sekunder diatur oleh bendung terhubung dengan jalan usaha tani pada saluranyang dipasang pada saluran primer yang sudah sekunder.terbangun yang sumber airnya berasal dari Sesuai dengan topografi alami yang ter-rawa diluar areal cetak sawah ini. Air berlebih golong datar dengan beda tinggi sekitar hanyaakan dibuang melalui spill way yang mengalir 0,5m pada jarak 200m, maka jika ditarik tran-sepanjang batas luar petak sawah menuju ke sek utara-selatan terlihat potongan melintanganak Sungai Rungan. dari petak ke petak pada arah lereng permu- Jalan usaha tani utama sebesar 3m diapit kaan petak sawah sedikit bertingkat.oleh saluran drainase sawah. Jalan usaha tani ini Gambar 2. Desain Pencetakan Sawah 27
  • 29. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka RayaGambar 3. Peta Situasi Lokasi Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru, Kecamatan Rakumpit, KotaPalangkaraya (Sumber Dinas Pekerjaan Umum Kota Palangkaraya). 28
  • 30. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka RayaDisain Konstruksi Untuk tampak atas petakan sawah besertaPetak sawah dengan saluran keliling dan saluran drainase Dimensi ukuran petak sawah bersih ialah dapat dilihat pada Gambar 8. Sedangkanseluas 0.945 ha, terhitung dari batas terluar penampang melintang lengkap satu petakanyang dikelilingi saluran keliling. sawah beserta saluran tersier, drainase, saluran keliling, jalan usaha tani dan jalan inspeksi di-Jalan Usaha Tani tampilkan pada Gambar 7. Dimensi/bahan material jalan usaha tanipada proyek ini disesuaikan dengan kebutuhandi lapangan dan kemampuan petani melaluiRRA (Rapid Rural Appraisal) sederhana yangtelah dilakukan dan dituangkan dalam disainsederhana. Gambar tipikal konstruksi jalanusaha tani berikut saluran drainase di kirikanannya dapat dilihat pada Gambar 4, dimanaair dari kelima ruas saluran drainase ditampungpada saluran kolektor yang berada pada batasbawah lahan sawah. Gambar 5. Saluran Sekunder beserta Jalan Usaha Tani di Kedua SisinyaGambar 4. Jalan Usaha Tani dan Saluran Drainase di Kiri-KanannyaTata Air Gambar 6. Saluran Tersier beserta Jalan Petak-petak sawah telah dipilih berada Inspeksi di Kedua Sisinyapada ketinggian lebih rendah dari saluran se-kunder. Air irigasi dari saluran sekunder akan Stoplog atau pintu air pengatur ketinggiandialirkan ke tata air mikro (saluran tersier) dan saluran tersier harus dibuat pada setiap pe-selanjutnya ke saluran keliling yang mengelil- takan sawah dengan jarak masing-masingingi satu unit petak sawah dan akhirnya ke 100m. Masing-masing stoplog terdiri dari tum-petak-petak sawah melalui saluran cacing. Air pukan 5-7 karung yang diisi pasir tergantungdari saluran sekunder disadap dan dialirkan ke dari ketinggian air yang dikehendaki (lihatsaluran tersier, di kedua sisi saluran tersier Gambar 9).dibuat jalan inspeksi (lihat Gambar 5 dan 6). 29
  • 31. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya Gambar 7. Posisi Petakan Sawah, Saluran Keliling dan Saluran Drainase Penyiapan Lahan Batas Pembukaan Lahan Pembukaan lahan meliputi lahan untuk petak sawah berikut jalan usaha tani dan sa- lurannya. Secara keseluruhan berdasarkan tata letaknya pembukaan lahan akan dilakukan pada lahan di seluruh bagian areal di dalam batas (lihat Tabel 5). Tabel 5 Rencana Pembukaan Lahan Total No Pembukaan Lahan Luas Total 1. Petak sawah bersih (0,945Ha) 42,45 HaGambar 8. Tampak Atas Saluran Keliling, Saluran Cacing pada Satu Unit 2. Saluran-saluran tata air mikro, 2,75 Ha Petakan Sawah galengan, jalan inspeksi dan jalan usaha tani 3. Lahan konservasi air 1 Ha (embung) Metode Pembukaan Lahan (land clearing) dan Perataan Lahan (land leveling) Pembukaan lahan (land clearing) yang disarankan adalah dengan cara mekanis. Dalam penggunaan alat berat hendaknya mengguna- kan rel berupa balok-balok kayu untuk menghindarkan pemadatan tanah gambut yangGambar 9. Penumpang Melintang Stoplog pada berlebihan. Pohon-pohon yang ditebang hen- Saluran Tersier daknya ditumpuk diluar area persawahan di sebelah barat lokasi dan diusahakan tidak 30
  • 32. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Rayamengganggu aliran air, setelah itu baru dilaku- direkomendasikan untuk dilaksanakan pembu-kan pembuatan saluran tersier, drainase dan kaan lahan sekaligus pelaksanaan pemba-jalan usaha tani. ngunan saluran tata air dan jalan usaha tani. Mengingat lahan yang berupa gambut dankemungkinan masih ada sisa-sisa tunggul kayu, Volume dan Pembiayaan Kegiatanmaka disarankan perataan sawah (land level- Biaya pencetakan sawah yang pem-ing) hendaknya dilakukan secara manual. biayaannya menjadi tanggung jawab Dinas Per- tanian meliputi pembukaan lahan (tebang habis,Jadwal Penyiapan Lahan penumpukan dan pembersihan), perataan la- Berdasarkan analisis data hujan dan han, pemetakan dan pembuatan jalan usaha taniwawancara dengan masyarakat, hari kering ter- dan saluran-saluran tata air mikro.jadi pada akhir bulan Mei sampai pertengahan Perhitungan pembiayaan ini didasarkanbulan Agustus, sehingga pada saat seperti inilah atas dasar Harga Perkiraan Setempat (HPS) Tabel 6 Kebutuhan Biaya Pencetakan Sawah 50 Ha Di Kelurahan Gaung BaruNo. Uraian Kegiatan Volume Harga Satuan Total Biaya 1 Pembukaan lahan (tebas habis, penumpukan, 50 Ha Rp 7.480.000/Ha Rp 374.000.000 pembersihan, land leveling) 2 Pembuatan jalan usaha tani (timbunan) 3,2 km Rp 50.000/km Rp 160.000.000 3 3 3 Pembuatan drainase (galian) 1.775 m Rp 48.601/m Rp 86.266.775 4 Pembuatan saluran tersier (galian) 1.792 m3 Rp 48.601/m3 Rp 87.092.992 3 3 5 Pembuatan jalan inspeksi saluran tersier 576 m Rp 48.601/m Rp 27.994.176 (timbunan) 6 Pembuatan saluran keliling 1.650 m3 Rp 48.601/m3 Rp 80.191.650 7 Pembuatan stoplog 60 HOK Rp 90.000/m3 Rp 5.400.000 8 Pembuatan embung 1 unit Rp 50.000.000 Sub Total Pencetakan Sawah Rp 871.066.211Keterangan : harga satuan disesuaikan dengan ketentuan HPS Kota Palangka RayaKota Palangka Raya, termasuk di dalamnya un- REKOMENDASItuk item timbunan dan galian disesuaikan de- Rekomendasi Teknis Pencetakan Sawah danngan HPS Dinas Pekerjaan Umum Kota Palangka Pengelolaan LahanRaya. Disamping itu volume kegiatan juga sa- 1. Tinggi muka air pada lahan sawah harus se-ngat menentukan total besar biaya yang lalu diperhatikan, untuk itu diperlukandiperkirakan akan dikeluarkan. disiplin dari para petani dalam mengoperasi- Berdasarkan volume kegiatan dan HPS Kota kan stoplog yang telah terpasang.Palangka Raya, maka kebutuhan biaya dari 2 2. Pembuatan saluran tersier, drainase dankomponen utama kegiatan pembukaan sawah jalan usaha tani disarankan dikerjakan de-50 Ha tersaji pada Tabel 6. ngan konsep JITUT (Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani) atau JIDES (Jaringan Irigasi Desa). 31
  • 33. Penyusunan Desain Pencetakan Sawah di Kelurahan Gaung Baru Kecamatan Rakumpit Kota Palangka Raya3. Sangat disarankan agar TIDAK menggunakan b. Pelatihan Pengelolaan Tanaman Terpadu api pada saat pembukaan lahan. (PTT) Padi Sawah4. Untuk menghindari adanya lahan garung Teknologi PTT perlu disosialisasi dan di- yang tidak tergarap dan ditumbuhi semak latihkan kepada para petani calon pemilik sa- belukar, disarankan pada para petani agar wah. Sawah yang dibuka pada tahun pertama melakukan pembagian kerja yang terjadwal dapat dijadikan media sekolah lapang PTT bagi dalam kelembagaan kelompok tani. para petani calon pemilik sawah, sehingga bisa5. Disarankan untuk menjaga kelestarian sum- diharapkan para petani akan menerapkan ber air (air rawa) yang berada di daerah teknologi PTT pada saat mereka bertanam padi atasnya dengan cara membangun komitmen di sawahnya. dengan masyarakat setempat yang tertuang dalam aturan yang mengikat (seperti RTRW/ c. Pendampingan dalam produksi tahun I RDTR). dan II Petani sebaiknya didampingi dalam mela-Rekomendasi Pemberdayaan Petani kukan penanaman padi di sawah pada tahun IKelurahan Gaung Baru dan II, sehingga mereka dapat segera konsultasi Sesuai dengan kemampuan dan peng- apabila mereka menemukan permasalahanalaman petani di kelurahan Gaung Baru yang dalam usaha mereka. Pendampingan juga diper-masih sangat terbatas, maka pengembangan lukan untuk memberikan arahan dan bimbinganatau pencetakan sawah di kelurahan Gaung kepada petani dalam pengelolaan pertanamanBaru perlu dilakukan secara bertahap, sehingga padi di sawah.calon-calon petani sawah di kelurahan GaungBaru mempunyai kesempatan yang cukup untuk d. Dukungan dalam pengadaan benih danbelajar, melihat dan mengalami pengelolaan saprodi Tahunpertanaman padi di sawah. Beberapa program Bantuan pengadaan benih di tahun I perluyang perlu dilaksanakan untuk mempersiapkan diberikan kepada petani agar meringankancalon petani sawah di Gaung Baru untuk siap mereka dalam persiapan awal penanaman padimengelola sawah mereka adalah: di sawah, sehingga mereka dapat berkonsen- trasi pada teknis – teknis pelaksanaan budidayaa. Sawah Percontohan padi di sawah. Sebagai langkah awal yang penting bagipetani yang belum memiliki pengalaman dalam e. Penguatan Kelembagaanpengelolaan tanaman di sawah adalah membuat Kelembagaan kelompok tani yang barusawah percontohan. Jadi dalam tahap pertama terbentuk di Kelurahan Gaung Baru perlu diber-pencetakan sawah sebaiknya dalam luasan ter- dayakan, agar dapat mendukung para petanibatas, dan digunakan untuk percontohan. Seba- dalam mengelola sawah mereka. Kegiatan sim-iknya petani calon pemilik sawah yang akan pan pinjam perlu dikembangkan untuk mendu-dicetak di Kelurahan Gaung Baru dilibatkan mu- kung permodalan petani. Selain itu, perlu di-lai dari persiapan awal penanaman, pemeli- dorong adanya kebersamaan anggota dalamharaan hingga panen. Dengan demikian bisa pengadaan input maupun dalam pekerjaan –diharapkan para petani dapat mengelola sawah pekerjaan teknis budidaya.mereka dengan baik nantinya. Kebersamaan dalam pemanfaatan dan pengaturan air irigasi perlu dikembang diantara petani, apakah menggunakan kelompok tani yang ada atau membentuk kelembagaan baru. 32
  • 34. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung PinangPENDAHULUAN curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Produksi beras di Kota Palangkaraya ma- Kahayan melimpah dan menyebakan genangansih defisit dibandingkan dengan kebutuhan. di areal sekitarnya termasuk wilayah studi.Berdasarkan kenyataan itu perlu dilakukan Berdasarkan kondisi tersebut di atasupaya-upaya peningkatan produksi beras untuk perlu dilakukan suatu studi untuk menganalisismengurangi ketergantungan terhadap produk potensi dan permasalahan sejauh mana arealberas dari luar Kota Palangkaraya. Salah satu rawa tersebut dapat dikembangkan sebagaicara untuk meningkatkan produksi beras terse- areal pertanian, khususnya untuk persawahanbut adalah dengan memperluas areal tanam tanaman padi.padi. Kota Palangkaraya masih mempunyai la-han yang cukup luas, namun lahan tersebut KEADAAN UMUMumumnya bersifat marginal baik berupa lahan Kondisi Umum Wilayah Studikering dengan tingkat kesuburan yang rendah Lokasi wilayah kajian terletak di Kelu-ataupun berupa lahan rawa gambut. Lahan rahan Tanjung Pinang, tepatnya di antara Ban-rawa gambut mempunyai produktivitas yang dara Tjilik Riwut dan Sungai Kahayan. Wilayahrendah namun tersedianya air pada lingkungan studi masuk ke dalam Kecamatan Pahandut se-lahan gambut memungkinkan lahan tersebut bagai salah satu di antara 5 (lima) kecamatandijadikan sawah, dengan catatan penge- yang ada di Kota Palangka Raya dengan luaslolaannya harus dilakukan dengan hati-hati agar wilayah 14.652 km2 dengan topografi terdiridekomposisi gambut dapat dikurangi serendah dari tanah datar, berawa-rawa dan dilintasi olehmungkin. Sungai Kahayan. Salah satu lokasi yang dianggap mempu-nyai potensi untuk mengembangkan pertanianadalah areal rawa pada Kelurahan Tanjung Pi-nang. Keadaan tanah di sebagian besar wilayahKelurahan Tanjung Pinang keadaannya berpasirdan gambut dengan kedalaman 1—2,5 m. Na-mun ada beberapa lokasi yang terdiri dari ba-han liat hasil endapan Sungai Kahayan yang cu-kup potensial untuk dikembangkan menjadiareal pertanian. Curah hujan di wilayah TanjungPinang berdasarkan pemantauan Stasiun Mete-orologi dan Geofisika Bandar Udara Tjilik RiwutPalangka Raya termasuk beriklim tropis basah. Gambar 1. Lokasi Kelurahan Tanjung Pinang,Terkait dengan iklim ini maka sering terjadi Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya 33
  • 35. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung PinangPenduduk dan Mata Pencaharian Petani di kelurahan Tanjung Pinang yang Jumlah penduduk Kelurahan Tanjung Pi- berasal dari Jawa dan Kalimantantan Selatannang tahun 2009 tercatat 2.684 jiwa dengan umumnya sudah mempunyai pengalaman ber-dominasi penduduk berumur 22-59 sebanyak tanam padi di sawah. Dalam mengelola perta-1.452 jiwa berikutnya 7-15 tahun sebanyak 546 namannya petani dibantu oleh 1—3 orangjiwa, dan 16-21 tahun sebanyak 277 jiwa. Hal tenaga kerja keluarga, dan untuk kegiatan-ini artinya jumlah penduduk yang berada pada kegiatan yang memerlukan banyak tenaga padausia produktif mencapai hampir 65 % dari jum- suatu waktu, seperti menanam dan panen,lah penduduk yang ada (Tabel 1). digunakan tenaga kerja yang diupah. Tenaga kerja yang digunakan dalam usaha Tabel 1 budidaya semangka dan sayuran di Kelurahan Jumlah Penduduk Kel. Tanjung Pinang Tanjung Pinang semuanya masih dengan tenaga Berdasarkan Kelompok Usia kerja satu keluarga. Sistem pemasaran yang di- No Kelompok Usia Jumlah (jiwa) lakukan dengan cara menjual langsung ke pasar atau menjual kepada pengumpul besar di pasar, 1 0—1 28 2 1—4 159 sebagian hasil panen yang lain diambil oleh 3 5—6 141 pedagang pengumpul dari Palangka Raya. 4 7—15 546 5 16—21 277 Tabel 2 6 22—59 1.452 Jumlah Petani dan Peternak di Kelurahan 7 > 60 81 Tanjung Pinang Total 2.684 Pengusaha/Peternak (orang) Keramba (unit) Petani responden di Kelurahan Tanjung Sapi Ayam Sayur Palawija IkanPinang berusia 41 - 51 tahun, berpendidikan SD 3 8 30 25 24 -dengan mata pencaharian sebagai petani sayuratau nelayan. Lahan diusahakan antara 0,5 sam- Penggunaan Lahanpai 3,0 Ha. Penggunaan lahan di Kelurahan Tanjung Komoditas yang ditanam relatif beragam, Pinang (Tabel 3), nampak bahwa luasan sawahmulai jagung, ubi, sawi hijau, kacang tanah, ba- di Kelurahan ini masih sangat kecil (5 Ha). Se-yam, semangka. Jagung dijual dengan harga dangkan penduduk menurut mata pencaharianRp 2000,-/biji, ubi Rp 2000,-/kg, sawi hijau terdiri dari petani tanaman pangan sebanyakRp 4.000,-/ikat, kacang tanah dengan harga 158 jiwa, perkebunan 25 jiwa, peternakan 45antara Rp 12.000, - 15.000,-/kg. Bayam diang- jiwa, nelayan 65 jiwa, selebihnya 2.158 jiwagap salah satu komoditas yang paling mengun- atau hampir 89 % dari jumlah penduduk yangtungkan. Semangka juga merupakan salah satu ada berprofesi di luar sektor pertanian dalamtanaman yang menguntungkan yang dapat di- arti luas (Tabel 4).jual dengan harga mencapai Rp 1000,-/kg. Rendahnya persentase jumlah penduduk Pengelolaan tanaman sayuran umumnya yang bekerja pada lapangan pekerjaan perta-telah dilakukan secara intensif, sudah banyak nian (kurang dari 11%) merupakan suatu per-menggunakan pupuk seperti Urea, TSP dan NPK masalahan dalam rangka pengembangan arealdan pembelian saprodi dari toko pertanian. pertanian. Areal pertanian yang dikembangkanPembelian saprodi umumnya dilakukan secara akan efektif apabila diusahakan, dan dalam ka-tunai, dan kualitas saprodi yang digunakan se- itan ini memerlukan ketersediaan tenaga kerjalama ini kualitasnya baik menurut petani. pertanian. 34
  • 36. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung Pinang Tabel 3 but merupakan cekungan genangan yang diba- Penggunaan Lahan tasi oleh tanggul di bagian luarnya. di Kelurahan Tanjung Pinang No Jenis Penggunaan Luas (Ha) 1 Pekarangan 331 2 Tegal/Kebun/Ladang/huma 50 3 Padang rumput 1.900 4 Tambak 0 5 Kolam/Tabat/Empang 8 6 Tanah yg tidak diusahakan 233 7 Tanah utk tanaman kayu-kayuan 300 8 Perkebunan 58 9 Sawah 5 10 Lain-lain 1.510 Total 4.395 Gambar 2. Transek Survey Hydro-Topografi dan Survey Tanah Tabel 4 Jumlah Penduduk Kelurahan Tj. Pinang Hasil survey hydro-topografi pada transek Berdasarkan Kelompok Pekerjaan A-B ditunjukkan pada Gambar 3. Transek C-DKondisi Hidrologi dan Topografi ditunjukkan pada Gambar 4. Hampir keselu- No Penduduk Menurut Pekerjaan Jumlah ruhan titik pengamatan pada transek digenangi 1 Petani Tanaman Pangan 158 oleh air. Kedalaman genangan air diberapa tem- 2 Perkebunan 25 pat mencapai dapat mencapai 2 m. 3 Peternakan 45 4 Nelayan 65 5 Lain-lain (PNS, Pedagang, Buruh, 2.158 dll) Total 2.451 Secara geomorfologis daerah survey me-rupakan backswamp dan flood plain dari sungaiKahayan. Daerah ini secara periodis terkenagenangan banjir oleh Sungai Kahayan. Banjirtersebut membawa endapan dari daerah atas Gambar 3. Profil Kedalaman Air pada Transek A-Byang diendapkan pada lokasi survey. Selainlangsung dari Sungai Kahayan, limpasan air jugamasuk ke lokasi survey berasal dari outlet salur-an drainase kota yang berada di sebelah baratbandara. Berdasarkan survey topografi dan surveytanah yang dilakukan pada dua jalur transek,yaitu Transek A-B dan Transek C-D pada Gam-bar 2 maka diketahui bahwa lokasi ini ter-golong daerah rawa yang digenangi air. Terda-pat 2 (dua) bekas danau tapak kuda (oxbowlake) di lokasi survey. Danau tapak kuda terse- Gambar 4. Profil Kedalaman Air pada Transek C-D 35
  • 37. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung Pinang Tabel 5 Data Curah Hujan Kota Palangka Raya (mm)Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des 2000 214,4 181,9 116,3 364,4 81,6 254,2 83,4 53,1 58,1 228,6 300,8 154,2 2001 299,3 296,7 232,3 289,7 149,8 273,8 62,6 34,9 160,1 230,2 344 203,6 2002 379,5 123,8 401,5 210,3 85,7 235,5 10,5 4 1,2 40,9 423,9 191,4 2003 418 410,5 520,9 250,1 182 219,5 30,5 68,1 20,4 163,9 340,1 233,7 2004 170,8 177,8 177,2 224,5 219,5 138,5 233,6 0 185,3 27,6 211,7 414,8 2005 248,7 427,7 196,3 132,4 194,5 155,3 100,5 76,8 179,7 224,5 254,5 180,5 2006 189,6 207,3 168,8 248,6 114,8 141 119,1 8 32 3 37,5 407,1 2007 316,6 265,4 267,9 388,6 280,5 257,6 117,1 101,8 56,5 255,4 223,3 217,6 2008 266 66,3 357 156,7 82,5 124,5 66,8 152,2 23,4 199,9 317,1 418 2009 213,9 222,6 267,5 204,7 177,1 6,7 23,4 37,5 33,4 197,8 165,2 443,9Rataan 271,68 238 270,55 247 156,8 172,49 84,75 53,64 75,01 157,18 261,81 286,48 Tinggi genangan tersebut berpotensi da- Berdasarkan rata-rata curah hujan tahun-pat lebih tinggi, mengingat survey dilakukan an pada Gambar 5 terlihat bahwa bulan keringpada awal bulan Oktober. Berdasarkan data (<100 mm) sangat singkat (lebih singkat dari 3curah hujan (Tabel 5), curah hujan cenderung bulan).lebih tinggi pada bulan-bulan November s/d Sementara itu curah hujan bulan OktoberApril. sampai April cukup tinggi, hal ini salah satu bukti bahwa tanpa pembendungan air dari Ka-Curah Hujan hayan maka tanaman pada lokasi kajian besar Berdasarkan data curah hujan tahun 2000 peluangnya akan tergenangi sebelum panen.-2009 dapat dilihat bahwa daerah ini mempu-nyai curah hujan yang cukup tinggi pada bulan Kondisi TanahOktober s/d Juni. Bulan kering umumnya terjadi Kondisi tanah sangat menentukan potensimulai Juli s/d awal September (kolom warna kesuburannya bagi lahan pertanian. Lokasi sur-abu-abu) pada Tabel 5. vey merupakan daerah backswamp/floodplain dari Sungai Kahayan dimana umunya ditemu- kan endapan liat, khususnya pada transek A-B, sedangkan pada transek C-D ditemukan dibe- berapa lokasi bahan dari padas hitam dan pasir, bahkan beberapa lokasi berpotensi pirit. Se- benarnya beberapa petani pernah mencoba menanam padi pada lokasi survey, khususnya di jalur transek A-B, namun sering gagal akibat genangan banjir. Di samping itu berdasarkan keterangan dari penduduk di lokasi kajian,Gambar 5. Curah Hujan Rata-Rata di Kota tanah tersebut sering ditanamai semangka danPalangka Raya (mm) produksinya sangat memuaskan. Areal pada 36
  • 38. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung Pinang Gambar 6. Lokasi dimana Petani Sering Menanam Semangka di Musim KemarauGambar 6 adalah sebuah lokasi di Jl. Bangaris han sawah. Pada tansek A-B tidak ditemukandimana pada musim kemarau petani sering potensi pirit.menanam semangka. Berdasarkan hasil survey topografi dan survey tanah dibantu dengan interpretasi citraPOTENSI DAN PERMASALAHAN satelite maka daerah lokasi dapat dibagi dalamPotensi 3 prioritas pengembangan berdasarkan kese-Kependudukan suaian lahannya. Prioritas I yang perlu dikem- Penduduk merupakan modal dasar pem- bangkan menjadi persawahan adalah daerahbangunan yang senantiasa harus ditingkatkan dengan simbol unit 1 sebesar 106 ha (Gambarkualitas maupun kuantitas secara terprogram 7).guna menunjang pelaksanaan pembangunan.Penduduk yang berkualitas merupakan sumber-daya manusia yang produktif sehingga mampumeningkatkan kesejahteraan rakyat. Secara rinci jumlah penduduk di Kelu-rahan Tanjung Pinang dapat dilihat pada Tabel6. Jumlah penduduk yang memadai tersebutmerupakan salah satu modal bagi pengem-bangan pertanian di Kelurahan Tanjung Pinang. Tabel 6 Jumlah Penduduk di Kelurahan Tanjung Pinang Tahun 2009 KepadatanLaki-laki Perempuan Total Gambar 7. Peta Unit Lahan Lokasi Survey (jiwa/km2) Berdasarkan Potensi Prioritasnya 1.295 1.083 2.378 435 Karakteristik masing-masing unit lahanSumberdaya Lahan baik bahan substratum, potensi pirit, dan Berdasarkan data survey, maka dari segi genangan dapat dilihat pada Tabel 7.tanah lokasi ini yang umumnya terdiri dari liattersebut cukup berpotensi untuk dijadikan la- 37
  • 39. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung PinangPermasalahan peluang berhasil hanya 1x. Apabila pengem- Permasalahan utama yang menghambat bangan lahan pertanian seluas 106 Ha direalisirkesesuaian lokasi untuk lahan pertanian adalah sebagai prioritas pertama, maka dengan asumsitinggi banjir yang dapat mencapai 2—2,5m untuk budidaya sawah diperlukan tenaga kerjapada saat musim penghujan. Namun saat kema- 100 HOK per Ha, maka diperlukan tenaga kerjarau panjang tinggi muka air surut dan sebagian pertanian sekitar 10.600 HOK. Dalam hubunganlokasi tersebut dapat ditanami tanaman ber- ini, maka agar areal pengembangan pertanianumur pendek seperti semangka. Menanami de- ini efektif, maka diperlukan persiapan-ngan tanaman berumur panjang seperti padi persiapan untuk menyiapkan tenaga kerja per-cukup riskan karena besar kemungkinan banjir tanian, baik yang bersumber dari pendudukdatang saat padi belum dipanen. setempat maupun melalui program transmi- grasi. Tabel 7 Karakteristik Masing-Masing Unit Lahan Menanggulangi Banjir dengan Tanggul Pada Lokasi Survey Salah satu cara yang dapat ditempuh un-Unit Lahan 1 2 3 tuk menanggulangi limpasan air ke lokasi dari Sungai Kahayan adalah dengan membuat tang-Luas (Ha) 106 235 210 gul yang membentang dari Baku Merang ke Dar- Liast, pasir dan maga seperti ditunjukan oleh garis kuning padaBahan Liat padas hitam Liat Gambar 7. Dimensi tanggul yang dibangun di-Substratum (dominan liat) asumsikan adalah sebagai berikut : Tidak Tidak Panjang : 3.312 mPotensi Pirit Ada ada ada Lebar atas : 1,5 mPotensi utk Lebar bawah : 1,8 mlahan Perta- Baik Sedang Baik Dalam : 3,0 mnian Volume : 16.394 m3Genangan (m) 1—2,5 1—2,5 2—3 Tabel 8 memperlihatkan kebutuhan biaya pembuatan Tanggul Bakung Merang-Darmaga. Terkait dengan pembuatan tanggul, selain Banjir yang sering datang membuat ta- analisis kelayakan ekonomi/finansial makanaman sering belum dapat dipanen pada saat perlu dilakukan analisis lingkungan mengingatbanjir datang. Hal ini dikuatkan oleh kesaksian lokasi kajian adalah tempat bermuara saluranpetani yang pernah menanam padi di lokasi sur- drainase kota. Di samping itu perlu di buat pintuvey bahwa faktor keberhasilan pemanenan air di beberapa lokasi sepanjang tanggul agarhanya sebesar 20%, berarti dari 4 kali tanaman Tabel 8 Perhitungan Biaya Pembuatan Tanggul Bakung Merang - Darmaga Kode Uraian Kegiatan Volume Harga Satuan Total Biaya 1 Pengukuran dan pemasangan patok 15 HOK 151.100/HOK Rp 2.266.500 3 3 2 Transport material pasir- tanah dari luar lokasi 16.394 m Rp 30.000/m Rp 491.832.000 3 Urugan pasir- tanah urug (termasuk material, 16.394 m3 Rp 157.583/m3 Rp 2.583.478.753 mandor-buruh) 4 Pemadatan 16.394 m3 Rp 39.915/m3 Rp 654.382.476 Rp 3.731.959.729 38
  • 40. Inventarisasi Potensi dan Kendala Pengembangan Sawah di Kelurahan Tanjung Pinangair masih dapat masuk ke lokasi pada saat gunakan metoda Sekolah lapang Pengelolaanmusim kemarau sebagai sumber irigasi. Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi.KESIMPULAN DAN SARAN b. Pembinaan Dalam ProduksiKesimpulan Petani sebaiknya dibina dalam melakukan Berdasarkan sifat tanahnya lokasi ini ber- penanaman semangka dan sayuran, sehinggapotensi untuk dijadikan menjadi lahan perta- mereka dapat berkonsultasi apabila mereka me-nian. Luas lahan Prioritas I untuk pengem- nemukan permasalahan dalam usaha mereka.bangan adalah 106 Ha. Namun karena fre- Aspek pembinaan meliputi teknik budidaya dankuensi genangan yang tinggi (80%) maka secara manajemen keuangan, serta peningkatan ker-ekonomis menjadi tidak layak. Diperlukan jasama dalam dan antar kelompok masyarakatteknologi untuk mengurangi banjir. Salah satu dalam pelaksanaan dan pengembangan usa-alternatif adalah membuat tanggul dari Bakung hanya. Diharapkan peran serta yang signifikanMerang ke arah Darmaga sepanjang 3,3 km. dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) danBiaya yang diperlukan untuk membangun tang- Penyuluh Pertanian untuk memfasilitasi pe-gul memang cukup tinggi (Rp 3,7 Milliar), na- nguatan kelembagaan petani.mun dalam jangka panjang investasi ini dapatmenguntungkan bagi perkembangan produksi c. Dukungan Pemasaranpadi di Kota Palangka Raya. Saat ini, petani Tanjung Pinang sudah cu- Diperlukan studi lanjutan mengenai ke- kup mahir bertanam semangka dan berbagailayakan pembuatan tanggul baik dari segi eko- jenis sayuran, sehingga dapat diharapkan pro-nomi/finansial maupun dari segi lingkungan duksi semangka dan sayuran petani menjadimengingat areal kajian merupakan outlet lebih tinggi. Dengan meningkatnya produk yangdrainase kota dan dekat dengan bandara. dihasilkan petani, maka diperlukan pasar yang lebih luas lagi dari pada pasar yang ada saat ini.Saran Dengan demikian diperlukan dukungan peme- Agar investasi pengembangan areal, per- rintah untuk dapat memperluas dan menambahtanian ini efektif, maka diperlukan program un- variasi pasar produk semangka dan sayurantuk pemberdayaan sumberdaya tenaga kerja dari petani.pertanian pada areal lokasi kajian, mengingatlokasi ini merupakan lokasi rawa yang sering d. Penguatan Kelembagaantergenang. Kelompok tani yang sudah ada perlu diperkuat, baik dalam kegiatan simpan pinjamREKOMENDASI PEMBERDAYAAN maupun dalam kegiatan pengadaan input, se- hingga petani dapat mengatasi masalah ke-PETANI kurangan modal dan kesulitan dalam peng-a. Pelatihan Pengelolaan Tanaman Terpadu adaan input. Teknologi PTT perlu disosialisasi dan di- Kebersamaan dalam pemanfaatan danlatihkan kepada para petani calon pemilik lahan pengaturan air perlu dikembangkan di antarayang dikembangkan. Perlu adanya lahan untuk petani, apakah menggunakan kelompok tanidijadikan media sekolah lapang PTT bagi para yang ada atau membentuk kelembagaan baru.petani calon, sehingga bisa diharapkan para pe- Diharapkan peran serta yang signifikan daritani akan menerapkan teknologi PTT pada saat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Penyu-mereka bertanam di lahan milik mereka. luh Pertanian untuk memfasilitasi penguatanKegiatan ini dapat dilaksanakan dengan meng- kelembagaan petani. 39
  • 41. Pembangunan Pertokoan Pasar Kahayan melalui Program USDRP-Bank Dunia tangga sebanyak 88 blok. Kondisi fisik Pasar Kahayan pasca ke- bakaran tersebut berupa pasar penampungan sementara dan sisa-sisa blok/pasar yang tidak terbakar. Pasar penampungan sementara diba- ngun pada 2 lokasi, yaitu lahan area parkir pada halaman depan Pasar serta pada bahu jalan Mendawai. Sesuai UU No. 32 Tahun 2004 yang meng- acu pada standar pelayanan minimal secara adil bagi semua golongan maka Pemerintah KotaPEMBANGUNAN PASAR KAHAYAN mencanangkan untuk melakukan revitalisasiTRADISIONAL MODERN MELALUI dan rehabilitasi Pasar Tradisional Kahayan,APBD KOTA PALANGKA RAYA membangun kembali Pasar Kahayan untuk Pasar Kahayan Kota Palangka Raya terle- menampung pedagang eks. kebakaran, yaitutak di tengah-tengah Kota Palangka Raya di ka- pada tahun 2008/2009 melalui dana APBD Pe-wasan strategis yaitu terletak di Jalan Tjilik Ri- merintah Kota Palangka Raya sebesarwut Km.1, berada di kelurahan Palangka, Ke- Rp 1.644.515,00. Areal pembangunan menem-camatan Jekan Raya yang dibangun di atas areal pati lahan seluas 8.360m2 untuk toko/blok/milik Pemerintah Kota Palangka Raya seluas lapak yang dibangun sebanyak 588 buah, yaitu43.158 m2, dari luas keseluruhan lahan tersebut 188 toko dan 400 lapak dengan rincian perun-yang secara fisik sudah dimanfaatkan untuk tukan ditunjukkan pada Tabel 1.keperluan Pasar Kahayan hanya seluas Pada tanggal 18 Mei 2009 Walikota14.525 m2. Palangka Raya H.M. Riban Satia didampingi Pasar Kahayan merupakan salah satu Wakil Walikota Palangka Raya H. Maryonopasar tradisional terbesar kedua setelah Pasar meresmikan Pasar Kahayan Tradisional ModernBesar yang berada di Jalan Halmahera Kota Kota Palangka Raya.Palangka Raya. Pasar Inpres Kahayan dibangunpada tahun 1980 dengan jumlah blok sebanyak597 buah, dengan jumlah pedagang sebanyak400 orang, dimana pada tanggal 26 Juli 2005tepatnya pada pukul 03.30 WIB terjadi musibahkebakaran yang menghanguskan 309 blok peda-gang, sehingga blok yang tersisa sebanyak 288blok yang terdiri dari blok ikan 48 blok, sayur100 blok, buah 12 blok, babi sebanyak 13 blok.Sembako 27 blok dan kelontong dan rumah 40
  • 42. Pembangunan Pertokoan Pasar Kahayan melalui Program USDRP-Bank Dunia sedang berjalan dibiayai dari pinjaman Peme- rintah Kota Palangka Raya dari Bank Dunia me- lalui Program Urban Sector Development Reform Project (USDRP) dengan biaya pemba-ngunan konstruksi sebesar Rp 18.054.604.000. Keikutsertaan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam program USDRP ini telah dilakukan sejak tahun 2005. Khusus untuk investasi pem- bangunan perkotaan yaitu dalam hal ini pem- bangunan fisik pertokoan Pasar Kahayan dimu-Gambar 1. Bagian depan bangunan Pasar Kaha- lai sejak bulan September 2009 yang direncana-yan Tradisonal Modern. kan akan selesai pada bulan September 2010. Selain komponen investasi tersebut Pe- Tabel 1 merintah Kota Palangka Raya juga melaksana- Jenis penggunaan Toko/Lapak di kan komponen Reformasi Pembaruan Tata Pe- Pasar Kahayan Tradisional Modern merintahan Dasar yang merupakan bagian dari Jumlah keikutsertaan dalam program USDRP ini. No Jenis Penggunaan (Blok/Lapak) Data dan Informasi Proyek Pembangunan 1 Konveksi 90 Pertokoan Pasar Kahayan (bagian depan) se- 2 Elektronik 7 cara ringkas disajikan sebagai berikut: 3 Ponsel 4 4 Asesoris 19 5 Kosmetik 18 Sumber Dana Pinjaman Bank Dunia melalui Program USDRP 6 Obat 17 7 Tukang Cukur 2 Dana Pembangunan Rp 18.054.604.000 8 Kelontongan 33 Konstruksi 9 Kue kering 4 Dana Jasa Konsultan Rp 566.500.000 10 Penjahit 4 Supervisi 11 Buah 13 12 Sembako 195 Kontraktor Pelak- PT. Waskita Karya 13 Ikan 54 sana Proyek Persero 14 Ayam 28 Konsultan Supervisi PT. Miramy Konsultan 15 Daging Sapi 14 16 Sayur 79 17 Parutan Kelapa 10 Rincian blok yang dibangun dan jumlah peda- 18 Bumbu/rempah 7 gang yang ditampung adalah sebagai berikut : Total 588 Jumlah pedagang 279 orang yang ditampung Ruko (bangunan 46 buahPEMBANGUNAN PERTOKOAN PASAR pertokoan tingkat 2)KAHAYAN (BAGIAN DEPAN) MELALUI Blok ( pertokoan 145 buahDANA PINJAMAN BANK DUNIA PRO- tidak bertingkat)GRAM BANTUAN URBAN SECTOR DE- Blok Buah 20 buahVELOPMENT REFORM PROJECT(USDRP) Blok Babi 18 buah Los PKL 100 buah Pembangunan Pertokoan Pasar KahayanPalangka Raya (bagian depan) yang sekarang 41
  • 43. Pembangunan Pertokoan Pasar Kahayan melalui Program USDRP-Bank Dunia Gambar 2. Tampak Depan (kiri) dan Selasar Los Pertokoan (kanan) Pertokoan Pasar Kahayan Tabel 2 Status Pembiayaan dan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan (Data sampai bulan Mei 2010) Jangka Realisasi Paket Perusahaan/ No & Tgl Jumlah Dana Sumber Dana Waktu Pekerjaan Pekerjaan Rekanan Kontrak Pelaksanaan KonstruksiPengadaan PT. Waskita 602/730/ Rp 18.054.604.000 IBRD (Dana 365 hari 18,15%konstruksi Karya DPUCK/ PinjamanPembangunan Persero KTRK/09 Bank DuniaPertokoan Tgl 30 Sep- programPasar Kahayan tember 2009 USDRP) 42
  • 44. Lokakarya Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem InovasiLOKAKARYA PENINGKATAN PERAN kerja lembaga-lembaga kelitbangan di daerah,DEWAN RISET DAERAH khususnya Balitbangda dan Bappeda. Dua DRD yang diminta memaparkan kinerjanya adalah Pada tanggal 14 Desember 2010, bertem- DRD DKI Jakarta dan DRD Propinsi Sumaterapat di Gedung Grha Widya Bhakti Serpong, De- Selatan.wan Riset Nasional (DRN) menyelenggarakan Pertemuan ini juga mempertegas tentanglokakarya nasional dengan topik “Peningkatan makna inovasi dalam bidang kelitbangan se-Peran Dewan Riset Daerah Dalam Penguatan hingga kesepahaman dicapai dalam rangka me-Sistem Inovasi”. Undangan yang hadir selain wujudkan penguatan Sistem Inovasi di daerahdari Dewan Riset Daerah tingkat Propinsi dan (SIDA = Sistem Inovasi Daerah) pada tingkatKabupaten/Kota juga diikuti oleh beberapa pe- kabupaten/kota, propinsi dan sampai ke tingkatjabat dari pusat yang sekaligus menjadi nara- nasional (SINAS = Sistem Inovasi Nasional). Inti-sumber dalam acara dimaksud. Dalam kegiatan nya adalah bagaimana riset-riset yang sudahlokakarya ini dijelaskan kembali tentang posisi ada, sedang dan akan dilaksanakan merupakanDewan Riset Daerah (DRD) dalam kelembagaan riset yang pada akhirnya dapat diimplementasi-pemerintah daerah dilanjutkan dengan sharing kan guna kepentingan masyarakat, dan tidakpengalaman antar Dewan Riset Daerah, khusus- hanya “disimpan di lemari” sebagaimana yangnya dalam hal keberadaan DRD sebagai mitra banyak terjadi selama ini. 43
  • 45. Lokakarya Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem Inovasi Point-point hasil diskusi selama lokakarya a. Mendefinisikan ulang tujuan danini antara lain sebagai berikut: sasaran organisasi, dimana harus Dalam Kelembagaan Iptek, peran pemerintah menuju ke lembaga yang inovatif. yang sangat besar dalam hal Intermediasi Sehingga, akan dilakukan revisi Strategic dan Regulasi. Selain itu, tekanan interna- dan Action Plan sional juga perlu diperhatikan dalam b. Reformasi struktural untuk mendukung pengembangan aplikasi teknologi. Oleh inovasi karena itu, diperlukan komitmen yang kuat c. Merubah mindset individu-individu dari pemerintah dalam menerapkan Regu- menjadi Visi Bersama yang konsisten lasi dan Intermediasi yang baik.  Sebaiknya Hubungan lembaga riset di Fungsi DRN dan DRD sebenarnya adalah pusat dan daerah tidak terputus. Hasil- sebagai Fasilitator, Intermediator dan hasil yang telah ada di Pusat, apabila ingin Regulator. Ketiga Fungsi ini harus semakin diimplementasikan di daerah perlu adanya diperkuat terutama dalam Regulasi, seperti uji multi lokasi juga, dimana diperlukan Peraturan Menteri, dll dana yang memadai Sebaiknya diberikan kesempatan kepada  Persoalan Utama dalam pengembangan Daerah mendeskripsikan sendiri apa yang iptek di Indonesia: Teknologi Belum Sesuai harus dilakukan, karena kondisi setiap Dengan Kebutuhan daerah berbeda. Oleh karena itu, diperlukan  Kapasitas yang diperlukan setiap Lembaga Peran Aktif lembaga-lembaga di Daerah Litbang Iptek: dalam pengembangan iptek a. R&D Capacity: Kemampuan untuk Langkah Penting yang harus dilakukan mengembangkan iptek dalam pengembangan iptek: b. Sourcing Capacity: Kapasitas untukGambar 1. Pola Pikir DRD Sumatera Selatan tentang Sistem Inovasi Daerah dan Peran Inspiratif-Indikatif-Kolaboratif-nya untuk Balitbangda Pemprov Sumatera Selatan 44
  • 46. Lokakarya Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem Inovasi mengetahui apa yang terjadi di luar secara rutin. DRD sebagai pemberi arah lembaga litbang dan saran, diawali dengan seminar dan c. Disseminated Capacity: Kemampuan diskusi-diskusi. untuk mendiseminasi hasil iptek Contoh supply-push: banyak ditemukan Masalah sosialisasi hasil iptek perlu lebih komoditi bahan karet untuk sepeda diefektifkan agar ketermanfaatan penelitian motor. Namun, persoalannya adalah tidak dapat terjadi dengan baik adanya industri sepeda motor di Koordinasi antara DRN, Kementerian Sumatera Selatan. Oleh karena itu, Ristek dan Kementerian Dalam Negeri, solusinya adalah misalnya bekerja sama dimana diperlukan adanya komunikasi dan dengan SIDa Kabupaten lain (SIDa Tegal). koordinasi yang intensif  Beberapa tingkat Sistem Inovasi di Kunci keberadaan DRD adalah di Kepala Indonesia (Ketua DRD Sumsel): Daerah. Perlu adanya penekanan khusus a. Tingkat daerah: Provinsi dan Kabupaten untuk DRD pada Raker Gub yang b. Tingkat Regional: Sumatera, dan lain- dilakukan. lain Diperlukan adanya penegasan koordinasi c. Tingkat Nasional: Seluruh Indonesia antara DRN dan DRD. Terdapat hubungan-  OMRC tidak hanya berhenti hubungan koordinasi DRN-DRD, antara mengumpulkan data saja. Di dalam OMRC lain: akan ada cluster-cluster keilmuan maupun a. Hubungan Fungsional: DRN melakukan manfaatnya, dimana akan ada pertemuan – pembinaan terhadap DRD, dimana DRN pertemuan rutin. membuat DRD bekerja secara profesional.  Mengingat diperlukannya sosialisasi OMRC, Namun, hubungan Dewan Riset ini perlu akan dilakukan sosialisasi tersebut kepada dicermati dengan baik agar terjadi lembaga-lembaga penelitian di seluruh hubungan yang baik diantara keduanya. Indonesia b. H u b u n g a n Program: DRN  Masalah utama dalam peningkatan peran mensosialisasikan dan mendorong agar DRD (Studi Kasus Riau): DRD mengacu prioritas-prioritas riset a. SKPD-SKPD mempunyai penelitian Agenda Riset Nasional (ARN) 2010-1014. masing-masing, bukan di Balitbang. Agar tidak terjadi tumpang tindih ego Kemudian, diharapkan juga Balitbang ini sektoral di daerah, Balitbangda sebaiknya memfungsikan DRD, yang seharusnya mempunyai kewenangan sebagai memonitor pelaksanaan riset di daerah- koordinator penelitian di daerah. Jikalau daerah. ada penelitian yang dilakukan SKPD-SKPD, b. Kemandirian DRD yang kurang dikoordinasikan dan disesuaikan agenda dikarenakan keterbatasan dana. riset di daerah. c. Agenda Riset sudah ada tetapi lembaga- Komoditi berbasis karet yang dikembangkan lembaga penelitian tidak mengacu Agenda berbasis demand-pull, dimana dilakukan Riset yang sudah ada tersebut. pembinaan dan pengarahan. Misalnya,  Diperlukan hubungan antara Perguruan dalam hal souvenir Sea Games, diperlukan Tinggi (yang selalu mempunyai bahasa rekayasa teknologi dalam mendukung tinggi dan meneliti keilmuan tingkat tinggi), kualitas karakteristik yang diharapkan. dan Pemerintah Daerah (yang lebih Dilakukan juga koordinasi semua pihak membumi ke masyarakat). Oleh karena itu, yang terkait dalam pengembangan ini diperlukan adanya kebijakan efektif yang 45
  • 47. Lokakarya Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem Inovasi dapat menghubungkan kedua pihak ini. teknologi, tetapi juga menuntaskan kewa- Revisi UU No. 32, dalam pengembangan jiban tersebut untuk dapat mengaplikasikan terobosan inovasi di daerah, terdapat hasil R&D di masyarakat proteksi dan keleluasaan lembaga-  Aktor utama dalam Sistem Inovasi Nasional lembaga penelitian untuk lebih berkreasi. adalah Pengembang Teknologi dan Pengguna Hal-hal awal yang perlu dilakukan dalam Teknologi. Aktor tambahan yang diperlukan Implementasi SIDa di Sumsel: adalah Lembaga Intermediasi. Namun, yang a. Penyamaan persepsi bahwa diperlukan paling utama dalam sistem inovasi adalah adanya pemasaran hasil teknologi di alirannya, yaitu: pasar, sehingga dapat terjadi adanya a. Aliran Informasi Kebutuhan dan perma- inovasi. Tanpa pasar, sulit berharap salahan dari pengguna teknologi ke akan terbentuk adanya sistem. pengembang teknologi. b. Penyamaan persepsi bahwa teknologi b. Aliran Paket Teknologi dari pengembang adalah kumpulan pengetahuan teknologi ke pengguna, dimana ini harus terapan yang dapat meningkatkan sesuai dengan kebutuhan. produktivitas. Dimana, pengetahuan  Posisi DRD dalam Kelembagaan Daerah terapan ini didukung oleh riset dasar. Posisi-posisi dalam kelembagaan yang perlu Riset dasar dapat saja dikerjakan diperhatikan dalam hal posisi DRD dalam outsourcing, tetapi riset terapan yang Kelembagaan Daerah antara lain: benar-benar harus disesuaikan dengan a. Posisi DRN dalam Pembangunan Nasional daerah implementasi. Iptek c. Dimulai dengan hal-hal yang kecil, b. Hubungan DRN dengan DRD sehingga pada akhirnya bergulir menjadi c. Struktur Kelembagaan Daerah sesuatu yang besar.  Permasalahan DRD di Daerah: Kunci dari implementasi SIDa adalah a. Eksistensi Kelembagaan Badan Litbang KONSEP dan KEMAUAN bersama Akibat beberapa peraturan, peranan lem- baga litbang menjadi mengambang Kesimpulan yang diperoleh dari lokakarya b. Lembaga Non Struktural kurang menda-ini dituangkan dalam suatu rumusan sebagai pat perhatianberikut: Persoalan utama di daerah yang selaluRumusan Lokakarya Peningkatan Peran Dewan dibicarakan adalah persoalan struktural,Riset Daerah (DRD) dalam Penguatan Sistem sehingga lembaga-lembaga non strukturalInovasi seperti DRD menjadi lemahRevitalisasi Kelembagaan Litbang untuk Mendu- c. Iptek-Riset-Inovasi dianggap hanya tugaskung SINas Perguruan Tinggi Persoalan Pokok: d. Wadah dalam struktur organisasi terlalu a. Teknologi belum memberikan kontribusi ketat / kaku signifikan dalam pembangunan perekono- Terutama berkaitan PP 41 Th. 2007 ten- mian nasional. tang organisasi perangkat daerah, dimana b. Kelembagaan litbang belum memberikan banyak lembaga litbang yang ditarik ke kontribusi signifikan terhadap perkem- Bappeda. Sehingga akan tidak mudah bangan iptek. adanya koordinasi antara Bappeda dan Lembaga litbang sebaiknya tidak hanya DRD. Kemudian, saat ini struktur juga ter- mengembangkan ilmu pengetahuan dan lalu runcing. 46
  • 48. Lokakarya Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem Inovasi e. UU No. 18 Th. 2002 belum dijadikan daerah dengan kerjasama dengan balit- acuan dalam penyusunan kelembagaan bang daerah. e. Uji coba - uji coba inovasi di daerah pada Peluang untuk memantapkan Posisi DRD: berbagai sektor dengan melibatkan DRD a. Inovasi dan Pengembangan Iptek bersifat sebagai pengawas program-program lintas sektor, sehingga dapat masuk me- lalui sektor terkait dalam diseminasi iptek WEBSITE OMRC b. Pembangunan iptek adalah wajib, se- Pada kesempatan ini dilaksanakan juga hingga harus masuk ke dalam Renstrada launching website OMRC (Open Method of Re- c. Menristek adalah pembina pengem- search Coordination), yaitu http://www.omrc- bangan iptek di daerah, sehingga DRD da- drn.or.id, yang dikelola oleh Dewan Riset Na- pat menjadi mediator sional. Maksud pembuatan website ini adalah d. Keluarkan PP tentang pengembangan ip- sebagai sarana tukar informasi kegiatan kelit- tek dengan mencantumkan litbang dan bangan antardaerah dengan basis content ma- DRD sebagai pelaku utama nagement system. Anggota dari OMRC ini adalah Langkah-langkah Strategis untuk mem- DRN (Dewan Riset Nasional), DRD Propinsi, perkuat posisi DRD: DRD Kabupaten/Kota serta lembaga-lembaga a. Menghidupkan balitbang daerah sebagai kelitbangan lainnya di daerah. Informasi yang “cantolan” DRD, sesuai UU 18/2002 ada dalam website ini merupakan kontribusi b. Perankan DRD sebagai penyusun Renstra dari anggotanya. Website ini akan sangat mem- c. Laksanakan program-program DRN de- bantu bagi suatu daerah yang akan melaksana- ngan model dekonsentrasi (Tugas Pem- kan kegiatan riset agar tidak mengadakan riset bantuan) yang sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh d. Sosialisasi program-progran Menristek ke daerah lain. Gambar 2. Website ORMC – DRN (Open Method of Research Coordination) 47
  • 49. Lokakarya Peningkatan Peran Dewan Riset Daerah dalam Penguatan Sistem Inovasi Beberapa alasan pengembangan dan pe- Asshiddiqie. Penekanan dari Meneg Risteknerapan Open Method of Research Coordination adalah bahwa dalam penguatan sistem inovasidalam memperkuat koordinasi kelembagaan sangat bergantung pada sinergitas dan har-Iptek adalah sebagai berikut: monisasi berbagai peraturan yang berkaitan Fakta yang ada bahwa banyak riset yang dengan pengembangan Iptek, antara lain: per-berdiri sendiri-sendiri, walaupun berada dalam aturan tentang sistem nasional pengembanganpengembangan riset produk yang sama, misal- Iptek, peraturan tentang perencanaan pem-nya sawit. Oleh karena itu, dibutuhkan tools bangunan, dan peraturan tentang keuanganyang dapat mengintegrasikan hasil-hasil riset atau anggaran. Kegiatan Sidang Paripurna IItersebut. DRN Tahun 2010 ini diakhiri dengan presentasi OMRC (Open Method of Research Coordi- dari tiap Komisi Teknis (Komtek) menyangkutnation) dikembangkan dengan mengadopsi pencapaian serta langkah-langkah strategisOMC yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Manfaat- yang akan ditempuh ke depan demi menjagamanfaat OMRC antara lain adalah : kesesuaian antara arah pengembangan Ipteka. Pencarian data penelitian menjadi lebih mu- dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Me- dah dan cepat nengah Nasional).b. Kemitraan, sinergi kegiatan riset, efisiensi anggaran meningkat dan kegiatan tumpang tindih dapat dihindaric. Peluang lebih besar untuk peningkatan pe- manfaatan hasil penelitiand. Sebagai perangkat untuk mendukung kegiatan proses bisnis dalam OMRC-DRN Proses-proses yang dilakukan dalamOMRC:a. Pengisian data risetb. Pengisian data permintaan teknologic. Pencarian data riset atau permintaan teknologi pada database Gambar 3. Meneg Ristek Suharna Supranatad. Penjodohan riset (research collaboration) dalam Sidang Paripurna II DRN Tahun 2010e. ATM (Automatic Technology Matching) Diharapkan Peran Serta lembaga - lem- Penutupbaga riset dan perguruan tinggi baik negeri Salah satu hal yang menjadi stressing danmaupun swasta di pusat maupun daerah untuk sangat disadari dalam kegiatan dua hari ini,bersama -sama mengembangkan OMRC. khususnya menyangkut peran DRD dan Balit- bang/Bappeda adalah bahwa eksistensi DewanSIDANG PARIPURNA II DRN 2010 Riset Daerah (DRD) baik di tingkat Propinsi Pada tanggal 15 Desember 2010 di tempat maupun Kabupaten/Kota sangat bergantungyang sama diselenggarakan Sidang Paripurna II pada dukungan dari Balitbang Daerah atauDewan Riset Nasional Tahun 2010 dihadiri oleh Bidang Litbang Bappeda. Hal ini jelas karenaunsur Dewan Riset Nasional dan para Ketua posisi Balitbangda/Bappeda merupakanDRD Propinsi. Pengarahan diberikan oleh “cantolan” bagi Dewan Riset Daerah. OlehMenteri Negara Ristek, Bpk. Suharna Surapra- karena itu perlu terus dikembangkan kemitraannata, dan Penasihat Meneg Ristek, Prof. Jimly yang baik antara DRD dan Balitbangda/ Bappeda. 48
  • 50. Ijin Penelitian di Wilayah Kota Palangka Raya Pemberian ijin penelitian di wilayah Kota Tabel 1Palangka Raya diatur dalam Keputusan Jumlah Ijin Penelitian yang sudah DikeluarkanWalikota Palangka Raya Nomor 111 Tahun2002 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Ijin Tahun Ijin PenelitianPenelitian di Wilayah Kota Palangka Raya dan 2010 362Peraturan Walikota Palangka Raya Nomor 36 2011 (sampai bulan Mei) 140Tahun 2005 tentang Perubahan Pertama Kepu- Total 502tusan Walikota Palangka Raya Nomor 111 Ta-hun 2002 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Palangka Raya dalam rangka penyelesaianIjin Penelitian di Wilayah Kota Palangka Raya. tahap akhir studi, baik tingkat Diploma, S1, S2Peraturan ini menetapkan bahwa orang atau dan S3. Selain pemohon yang berasal daribadan hukum yang akan melaksanakan peneli- wilayah Kota Palangka Raya, juga cukup banyaktian di wilayah Kota Palangka Raya wajib mem- pemohon yang berasal dari luar Kota Palangkaperoleh ijin dari Walikota Palangka Raya. Untuk Raya yang hendak melakukan penelitian ataumemperoleh ijin sebagaimana dimaksud, seseo- mencari data/informasi di wilayah Kotarang atau badan hukum mengajukan permohon- Palangka Raya.an kepada Walikota Palangka Raya u.p. Kepala Dalam penetapan peraturan tentang Pem-Badan Perencanaan Pembangunan Kota berian Ijin Penelitian di wilayah Kota PalangkaPalangka Raya. Dalam hal penelitian dilaksana- Raya mulanya dikenakan biaya leges untuk tiapkan oleh orang asing atau didampingi orang ijin sebesar Rp 5.000,-. Tetapi sejak tahun 2011asing dan atau penelitian yang berkaitan de- biaya leges sudah tidak ditarik lagi dari ijinngan kondisi politik daerah maka ijin penelitian penelitian sehingga pengurusan ijin penelitiandikeluarkan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan bersifat gratis. Adapun unit kerja yang secaraPerlindungan Masyarakat Kota Palangka Raya. khusus menangani prosedur penerbitan Surat Sejak tahun 2010 s.d. Mei 2011 jumlah ijin Ijin Penelitian adalah Bidang Penelitian danpenelitian yang dikeluarkan oleh Bappeda Kota Pengembangan Bappeda Kota Palangka Raya.Palangka Raya adalah sebanyak 502 dengan Syarat-syarat yang perlu dilengkapi dalam pengperincian ditunjukkan pada Tabel 1. Jumlah ini -ajuan Ijin Penelitian adalah : (i) Proposalmeningkat dibandingkan tahun-tahun sebelum- penelitian yang berisi maksud dan tujuannya setelah dilaksanakan sosialisasi kepada penelitian, obyek dan subyek penelitian sertaSKPD jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya manfaat penelitian, (ii) Surat keterangan ataudan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di rekomendasi dari badan yang menugaskan me-wilayah Kota Palangka Raya tentang Peraturan lakukan penelitian, (iii) Biodata peneliti, sertaPemberian Ijin Penelitian tersebut. (iv) Jadwal dan lokasi penelitian. Sebagian besar permohonan Ijin Peneli- Skema berikut ini adalah alur Pengurusantian berasal dari perguruan tinggi, yaitu per- Ijin Penelitian di Bappeda Kota Palangka Raya.mohonan melakukan penelitian di wilayah Kota 49
  • 51. Pelaksana Mutu Baku Kasubid Uraian Prosedur Staf Keterangan Kepala Kabid Litbang Keleng- Bidang Waktu Output Bappeda Litbang Pem & kapan Litbang Kesra1 Penerimaan Surat permohonan Surat permohon -an diterima2 Pemeriksaan kelengkapan berkas 5 menit Surat permohon Berkas diproses -an terkoreksi jika ada proposal penelitian3 Arahan/Petunjuk Kabid Litbang un- 5 menit Instruksi Pener- tuk mengonsep surat bitan Ijin4 Pengetikan surat 15 menit Draft Surat Ijin siap5 Paraf koordinasi 10 menit Surat Ijin Siap ditandatangani6 Pengajuan ke Kepala Bappeda 1 hari Surat Ijin ditan- datangani7 Penomoran Surat 5 menit Surat Ijin ter- catat di Sekre- tariat Bappeda8 Pengarsipan Ordner 5 menit Arsip surat ijin tersimpan9 Pencatatan surat keluar Buku 10 menit Surat Ijin yang Pencatatan surat Agenda sudah diambil keluar saat pemohon ter- pemohon meng- catat ambil surat Ijin Penelitian di Wilayah Kota Palangka Raya Skema Alur Pelayanan Pemberian Ijin Penelitian di Bappeda Kota Palangka Raya 50
  • 52. Los Pertokoan Pasar Kahayan