Pengertian sistem informasi perusahaan

3,356 views
3,100 views

Published on

Pengertian sistem informasi perusahaan

Published in: Economy & Finance
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,356
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
18
Actions
Shares
0
Downloads
36
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengertian sistem informasi perusahaan

  1. 1. Sistem Informasi Manajemen Kelompok : 1) Yuliannoor C1B11126 2) Azis R.Saparin C1B111 3) Dody Kalbuadi C1B111134 4) Riyaldi C1B111032 5) Halidi C1B111114
  2. 2. Sistem Informasi Perusahaan
  3. 3. Pengertian Sistem informasi Perusahaan  Sistem Informasi Perusahaan adalah suatu sistem berbasis komputer yang dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara terintegrasi dan terkoordinasi.  Disebut juga EntIS (Enterprise Information System).  Pengertian Lain: Platform teknologi yang bisa menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu informasi secara logical, sehingga perusahaan/organisasi mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan mudah.
  4. 4. Enterprise Information System ( EntIS )  Alasan penggunaan EntIS karena sistem ini mencangkup seluruh set proses yang digunakan oleh organisasi, - Manufaktur - Penjualan - Pembeliaan - Dan fungsi bisnis lainnya.  Tujuan EntIS : A. Mengumpulkan & menyebarkan data ke seluruh proses yang terdapat di sebuah organisasi. B. EntIS menyediakan data yang digunakan manajer untuk membuat sebuah keputusan dalam merencanakan dan mengendalikan proses bisnis.
  5. 5. Penerapan Sistem Informasi Perusahaan Terdapat 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan ketika memulai untuk menerapkan sistem informasi perusahaan (EntIS), yaitu : 1. Pemilihan Penjual Perangkat Lunak. 2. Pelatihan Pemakai. 3. Pendekatan Peralihan.
  6. 6. Kegagalan Sistem Informasi Perusahaan  Kegagalan sistem informasi perusahaan mencakup proyek yg ditinggalkan sebelum penerapannya,sehingga organisasi kembali menggunakan system informasi perusahaan terdahulu.  Langkah-langkah yang dapat diambil organisasi untuk meminimalkan kemungkinan kegagalan sistem informasi perusahaan : a) Mengerti kerumitan organisasi. b) Mengenali proses yang dapat menurun nilainya bila standarisasi dipaksakan. c) Mencapai konsensus dalam organisasi sebelum memutuskan untuk menerapkan sistem informasi perusahaan.
  7. 7. Sistem Informasi Perusahaan dan Web Kemudahaan Penggunaan  Web browser umum digunakan oleh pekerja kantor serta memiliki interface yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.  Komunikasi ke pelanggan atau mitra bisnis melalui web browser membuat perangkat lunak ERP tidak perlu dipasang pada komputer organisasi.  World Wide Web dapat menyediakan Web portal tempat umum dimana para pengunjung web dapat menjalankan aplikasi dan jasa lain untuk berbagai aplikasi dari penjual ERP.
  8. 8. Masa Depan Sistem Informasi Perusahaan  Pertumbuhan industri ERP lebih dari 30 persen per tahun, sehingga sulit untuk membuat prediksi ke masa depan.  Ada dua arah yang sedang ditempuh industri tersebut untuk membuat prediksi ke masa depan, yaitu : 1. Pengembangan sistem informasi perusahaan yang lebih cepat. 2. Perubahan yang lebih luas dari perencanaan sumber daya perusahaan menjadi manajemen sumber daya perusahaan.
  9. 9. Kelayakan Sistem Informasi Perusahaan System informasi perusahaan yang merupakan pengeluaran modal yang besar dan harus dievaluasi dengan cara yang sama seperti investasi besar lain yang akan dilakukan oleh organisasi. Yang telah memperumit investasi itu adalah karena investasi tersebut memerlukan lebih sekedar pengeluaran uang yang besar.
  10. 10. Sistem Informasi Pemasaran
  11. 11. Pengertian Sistem Informasi Pemasaran Sistem informasi pemasaran adalah kegiatan perseorangan & organisasi yang memudahkan dan mempercepat hubungan pertukaran yg memuaskan dalam lingkungan yang dinamis melalui penciptaan pendistribusian promosi dan penentuan harga barang,jasa dan gagasan.
  12. 12. Komponen Sistem Informasi Pemasaran  Input Pemasaran Sistem informasi pemasaran mempunyai subsistem yg terdiri dari : 1. Sistem informasi Akuntansi (AIS): mengumpulkan data yang menjelaskan transaksi pemasaran perusahaan. 2. Intelejen pemasaran: mengumpulkan informasi dari lingkungan perusahaan yang berkaitan dengan operasi pemasaran. 3. Riset Pemasaran: peneliti pemasaran melakukan penelitian khusus mengenai operasi pemasaran.
  13. 13.  Output Pemasaran Tiap subsistem output menyediakan informasi tentang Subsistem itu sebagai bagian dari bauran yaitu : 1. Produk (Product): menyediakan informasi tentang produk perusahaan 2. Tempat (Place): menyediakan informasi tentang tempat kegiatan periklanan 3. Promosi (Promotion): menyediakan informasi tentang kegiatan periklanan perusahaan dan penjualan langsung. 4. Harga (Price): membantu manajer untuk membuat keputusan harga.
  14. 14.  Model Pemasaran Model digunakan untuk menghasilkan informasi yg relevan dan sesuai dengan kebutuhan pemakai sistemnya. Model di sistem informasi pemasaran banyak digunakan untuk : 1. menghasilkan laporan keperluan anggaran operasi, 2. strategi penentuan harga produk, evaluasi produk baru, 3. pemilihan lokasi fasilitas, evaluasi penghapusan produk lama, 4. penunjukan salesman, 5. penentuan rute pengiriman yang paling optimal, 6. pemilihan media iklan yang paling efektif dan untuk persetujuan kredit.
  15. 15. Subsistem Sistem Informasi Pemasaran 1. Subsistem Penelitian Pemasaran (Riset Pemasaran) Subsistem penelitian pemasaran merupakan sistem yang berhubungan dengan pengumpulan, pencatatan dan analisis data pelanggan dan calon pelanggan. 2. Subsistem Intelijen Pemasaran Tiap area fungsional bertanggung jawab untuk menghubungkan perusahaan dengan elemen-elemen tertentu dilingkungan pemsaran yang memliki tanggung jawab utama pada pelanggan dan pesaing.
  16. 16. 3. Subsistem Produk Subsistem produk yg berguna untuk membuat rencana produk baru.  Siklus hidup produk Tugas manajer pemasaran adalah mengembangkan strategi dantaktik untuk tiap unsur dalam bauran pemasaraan & kemudian mengintegrasi menjadi suatu rencana pemasaran yang menyeluruh dan mengarahkan manajer dalam membuat keputusan-keputusan ini seperti arti namanya siklus hidup produk.  Model evaluasi produk baru Keputusan untuk mengembangkan produk baru harus dipertimbangkan secara matang dan dengan dasar keuangan yang baik dan dibuat oleh eksekutif.
  17. 17. 4. Subsistem Tempat Pengambilan keputusan terhadap penentuan tempat yang sesuai dengan pelemparan produk yang dihasilkan sangat menentukan tingkat penjualan produk. Untuk itu, posisi subsistem ini sangat vital dalam keberadaanya. 5. Subsistem Promosi Subsistem promosi berfungsi untuk melakukan analisis terhadap promosi yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
  18. 18. 6. Subsistem Harga Subsistem harga yg berfungsi untuk membantu menetapkan harga terhadap produk yg dihasilkan.  Penetuan harga berdasarkan biaya Beberapa perusahaan menggunakan penentuan harga berdasarkan biaya dengan menentukan biaya-biaya yang mereka keluarkan dan menambahkan markup yang diinginkan.  Penentuan harga berdasarkan permintaan Kebijakan harga yang kurang berhati-hati adalah penentuan harga berdasrakan permintaan yang menetapkan harga sesuai dengan nilai yang ditempatkan oleh konsumen terhadap produk.
  19. 19. TERIMA KASIH !!!

×