UC Onliner
April 2014
UC Onliner
April 2014
UC Onliner
April 2014
Editorial
Halo UC onliners,
Bulan April ini, kita akan mengulas
tentang Womenpreneur karena
kita mem...
UC Onliner
April 2014
UCEO News
04
UCEO mengadakan gathering di
Surabaya pada hari Kamis, 10
April 2014, bertempat di kamp...
UC Onliner
April 2014
05
Topik Utama
Entrepreneurshipdijamansekarang
sudah menjamur di mana-mana,
baik di kalangan orangtu...
UC Onliner
April 2014
06
Topik Utama
“To succeed you have to believe in something with such a
passion that it becomes a re...
UC Onliner
April 2014
07
Topik Utama
Junita Ciputra
Q: Bisa Ibu ceritakan sedikit awal
bagaimana Ibu terjun ke dunia
entre...
UC Onliner
April 2014
Topik Utama
Q: Bisa Ibu ceritakan sedikit awal
bagaimana Ibu terjun ke dunia
entrepreneur?
A: Saya, ...
UC Onliner
April 2014
09
Artikel
Pemilihan lokasi sangat penting
bagi usaha yang berhubungan
langsung dengan konsumen.
Ada...
UC Onliner
April 2014
10
Ketika Anda sedang menumbuhkembangkan suatu bisnis, mengendalikan biaya ketika penjualan sedang m...
UC Onliner
April 2014
11
IDE/ Inspirasi
Saya sangat terkesan dengan
ucapan yang pernah disampaikan
oleh Muhammad Yunus, se...
UC Onliner
April 2014
IDE/ Inspirasi
ikan, penjual roti, penjual gulali,
penjual rokok dan masih banyak
lainnya. Ada juga ...
UC Onliner
April 2014
13
Jurnal Refleksi
Catatan sebuah pengalaman
Bagaimana pendapatmu akan
pentingnya pendidikan? Apakah
...
UC Onliner
April 2014
14
Jurnal Refleksi
keahlian. Mungkin kita tidak punya
gelar sarjana atau doktor, tetapi
dengan mmpuny...
UC Onliner
April 2014
Profil Peserta
15
Diana Allan adalah salah satu perserta UCEO yang tinggal
di Jakarta. Saat opening T...
UC Onliner
April 2014
Profil Peserta
Ketika membaca bahan ajar dari Bapak Sudhamek di pembelajaran online
T100, ada kata-ka...
UC Onliner
April 2014
Resensi Buku
Penulis : Ilman Akbar
Penerbit: Metagraf, 2013
ISBN : 978-602-9212-81-5
Buku ini merupa...
UC Onliner
April 2014
Resensi Buku
Komunikasi Bisnis :
Peran Komunikasi Interpersonal
dalam Aktivitas Bisnis
Penulis : Drs...
UC Onliner
April 2014
19
Testimoni
UC Onliner
Maret 2014
Saya juga terinspirasi sekali dari ibu Martha Tilaar. Bagaimana i...
UC Onliner
April 2014
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Majalah UC Onliner #4, April 2014

1,397

Published on

Salam Entrepreneur UC Onliners! Universitas Ciputra Entrepreneurship Online menerbitkan Majalah UC Onliner sebagai media informasi dan publikasi bagi UC Onliners untuk belajar secara online, khususnya di bidang entrepreneurship. Program ini dalam rangka mewujudkan visi Pak Ciputra agar Indonesia menjadi negeri entrepreneur.

Published in: Education
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
1,397
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
118
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Majalah UC Onliner #4, April 2014"

  1. 1. UC Onliner April 2014
  2. 2. UC Onliner April 2014
  3. 3. UC Onliner April 2014 Editorial Halo UC onliners, Bulan April ini, kita akan mengulas tentang Womenpreneur karena kita memperingati hari Kartini sebagai hari emansipasi wanita. Sejak jaman Kartini, perempuan Indonesia mempunyai persamaan hak dengan para laki-laki seperti bisa ikut memutuskan keputusan yang diperlukan dalam rumah tangga, memilih karir yang diminati, memimpin di permerintahan, bahkan bisa mempunyai bisnis sendiri. Saat ini kita bisa melihat banyak perempuan yang telah berhasil di dalam berentrepreneur, seperti Martha Tilaar (bisnis kecantikan), Merry Riana (motivator), dan Imelda Sundoro (otomotif dan properti). Perempuan-perempuan ini telah menjadi inspirasi para kaum hawa yang ingin memulai usaha dengan modal mimpi dan keberanian untuk mewujudkannya. Di edisi kali ini ada liputan khusus dengan Imelda Sundoro dan Junita Ciputra, perempuan yang menjadi inspirasi di edisi UC Onliners pada kali ini. Keduanya menceritakan pengalaman pribadinya sebagai entrepreneur di dalam menjalankan bisnis. Tidak ketinggalan pula liputan UCEO gathering yang diadakan pada bulan April di Surabaya. Dan laporan dari program-program yang ada di UCEO seperti Ekspor, The Climbers, PEP, PEK, dan PER. Semoga isi dari majalah UC Onliners edisi Womenpreneurship ini dapat menginspirasi dan dapat menumbuhkan semangat wanita yang ada di seluruh Indonesia untuk berentreprenur. Salam Entrepreneur ! Redaksi. FROM THE EDITOR Daftar Isi Being powerful is like being a lady. If you have to tell people you are, you aren’t. – Margaret Thatcher Dream, believe, and make it happen ! - Agnes Monica A woman is like a teabag. It’s only when she’s in hot water that you realize how strong she is. – Nancy Reagan Don’t wait for opportunity, become the opportunity. –Baylor Barbee UC Onliner Topik Utama Inspiring Womenpreneur UCEO News 04 Gathering UCEO Surabaya 10 13 Profil Peserta 15 Junita Ciputra Imelda Sundoro 05 Artikel 10 Kejutan Mahal yang Anda Hadapi Ketika Bertumbuh 03 UC Onliner Chief Editor Nur Agustinus - @nuragustinus Managing Editor Tiffany Oktoriana - @tiffoktoriana Editor Tiffany Oktoriana - @tiffoktoriana Agitya Kristantoko - @agitya_totoko Bernardinus Arisandi - @Nduzzt Staff Accounting Reny Pebriasari - @gindorrr Design & Artistic Rachmat Wijanarko - @kokomin1878 Abraham Imanuel G. - @ciamsoy Documentation Samuel Leksono Redaksi menerima kritik, saran, dan komentar dari pembaca. Silahkan kirim via e-mail ke dlearning@ciputra.ac.id Majalah UC Onliner diterbitkan oleh Continuing Studies Center Universitas Ciputra. Dilarang mengutip, memproduksi sebagian atau keseluruhan isi majalah ini dalam segala bentuk tanpa izin tertulis dari redaksi. Reporter Tiffany Oktoriana - @tiffoktoriana Agitya Kristantoko - @agitya_totoko Bernardinus Arisandi - @Nduzzt Foto : Michael Lim Kulit Luar : Koko Pembaca UC Onliner dapat berkontribusi melalui tulisan, artikel dan opini yang dapat dikirimkan melalui email dlearning@ciputra.ac.id untuk pemasangan iklan dapat menghubungi kami melalui email : reny.pebriasari@ciputra.ac.id 04 Jurnal Refleksi Pentingnya Pendidikan dan Keahlian Oleh : Pipiet Kinarya Resensi Buku 17 Testimoni 19 08 Lokasi dan Lingkungan Menentukan Kemajuan Oleh : Bunda Elsya 09 IDE/ Inspirasi Sejatinya Kita Adalah Entrepreneur Oleh : Nur Agustinus 11 07
  4. 4. UC Onliner April 2014 UCEO News 04 UCEO mengadakan gathering di Surabaya pada hari Kamis, 10 April 2014, bertempat di kampus Universitas Ciputra. Acara yang diadakan yang dimulai dengan makan bersama dan tersebut dimulai pukul 18.30 WIB. Pembicara dari acara UCEO gathering adalah Antonius Tanan (Presiden Direktur UCEO) dan Poedjiati Tan (Fasilitator program Pengantar Eentrepreneur Ritel UCEO) yang membawakan materi tentang pentingnya pelayanan dalam bisnis ritel. Ini sesuai dengan tema utama yakni “Kiat Membangun Bisnis Ritel” UCEO gathering yang dilakukan di Surabaya ini bertujuan agar UC Onliners bisa mengetahui bagaimana cara membangun bisnis ritel yang baik, serta terdapat aktivitas yang kecil untuk menggali lebih lagi melatih kreativitas dari sebuah bisnis yaitu Tambah Kurang Tiru Ubah Kombinasi yang dikenal dengan singkatan TaKuTirUKo yang dibawakan oleh Antonius Tanan. Peserta yang hadir sekaligus berlatih dengan beberapa contoh. Sebelumnya, seorang alumni PER batch 3 yang juga hadir, yakni Tulik Setyawati, diminta untuk menuturkan usahanya yang telah dilakukan di daerah asalnya, yakni Blitar. Tulik sebelumnya bekerja sebagai buruh migran di Hong Kong dan belajar entrepreneurship secara online di sana. Kini dia membuka sebuah rumah baca yang sekaligus memberi pelatihan membuat kerajinan serta menjual beberapa barang kebutuhan rumah tangga. Dengan dipandu oleh Eric Pramono, Tulik menceritakan pengalamannya serta suka dukanya membangun usaha yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Mimpinya adalah orang-orang di daerahnya tidak perlu lagi harus bekerja di luar negeri, tapi bisa sejahtera di kampung halamannya sendiri. Tulik menyadari, dengan bekerja di luar negeri, mungkin nampaknya enak karena mendapat penghasilan yang lumayan. Tapi banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Jauh dari keluarga, suami dan anak. Peserta yang hadir oleh Antonius Tanan juga diminta memberikan ide kreatif dengan metode TaKuTirUKo untuk usaha yang dilakukan Tulik.Apa yang bisa ditambahkan, hal apa yang bisa dikurangi, dan lain sebagainya. Setelah itu dilanjutkan dengan acara tanya jawab. Acara UCEO gathering ini diadakan dengan harapan agar komunitas UCEO dapat saling mengenal antara satu anggota dengan anggota lainnya yang akan berguna untuk individual itu sendiri. Selanjutnya gathering UCEO diharapkan agar terus dilakukan oleh UCEOx di kota manapun agar virus entrepreneur terus ditularkan kepada semakin banyak orang. (to) Gathering UCEO Surabaya PhotoBy;AbrahamImanuelG.-@ciamsoy
  5. 5. UC Onliner April 2014 05 Topik Utama Entrepreneurshipdijamansekarang sudah menjamur di mana-mana, baik di kalangan orangtua maupun anak muda. Dan saat ini sudah bukan jamannya lagi hanya laki-laki saja yang berentrepreneur, tetapi saat ini juga sudah banyak perempuan yang berentrepreneur. Sudah bukan waktunya lagi perempuan hanya di rumah saja untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik, tetapi perempuan bisa juga menjadi pengusaha. Perempuan selalu dianggap sebaiknya di rumah saja untuk mengatur rumah tangga tanpa ikut campur tangan dengan urusan pemasukan keuangan rumah tangga sebab yang mencari nafkah adalah laki-laki. Tetapi sejak emansipasi perempuan yang dilakukan oleh Ibu kita Kartini, perempuan dapat melakukan segala sesuatu sesuai dengan kemampuan termasuk menjadi seorang entrepreneur. Perempuan di generasi saat ini berbeda dengan generasi 10 tahun yang lalu. Dulu yang notabene perempuan hanya mengurus anak dan kebutuhan rumah tangga, tetapi saat ini tidaklah seperti itu lagi. Atau yang lebih tidak nyaman lagi ketika seorang perempuan bekerja di kantor dengan kondisi sudah menikah dan sudah mempunyai anak, pasti waktu yang dipunyai tidak banyak untuk mengurus rumah tangga dan anak mengingat jam kerja kantor yang panjang ditambah lamanya perjalanan jika tinggal di kota besar yang sangat padat. Mempunyai usaha sendiri membuat waktu fleksibel. Banyak perempuan yang mempunyai bisnis sendiri bisa membagi waktu dengan mudah antara berbisnis dan mengurus rumah tangga secara bersamaan, hal ini juga yang membuat perempuan dianggap mempunyai kekuatan superpower. Sejak era Kartini, emansipasi perempuan terus dikumandangkan agar hak-hak perempuan dapat disejajarkan dengan para lelaki. Perempuan lebih bisa menentukan apa yang ingin dilakukan termasuk di dalam berbisnis, apa yang ingin dicapai bersama dalam membangun rumah tangga, dan perempuan dapat ikut mengambil keputusan yang menyangkut rumah tangga. Para perempuan bisa diberi bimbingan untuk bisa mandiri dalam menjalankan bisnis sendiri. Survei yang dilakukan IPB dan KPP-PA pada tahun 2011 membuktikan 70% pelaku industri rumahan ada perempuan membutuhkan bimbingan dan dampingan lintas sektor untuk meningkatkan usaha. Para perempuan ini tidak ingin menjadi TKI jika mendapat penghasilan tetap Rp 1,2 juta per bulan (Bisnis.com, 2013). Passion menjadi salah satu faktor utama yang bisa membuat semua orang tidak terkecuali seorang perempuan mampu untuk memulai usaha yang bisa dijadikan sumber penghasilan dari keluarga. Semakin kuatnya passion yang dimiliki seseorang merupakan pendorong INSPIRING WOMENPRENEUR “Bergaulah dengan para pemenang karena pemenang memberi pengaruh baik kepada Anda. Sedangkan pecundang dapat meracuni Anda.” ~ Merry Riana
  6. 6. UC Onliner April 2014 06 Topik Utama “To succeed you have to believe in something with such a passion that it becomes a reality.” ~ Anita Roddick alami yang tidak dipungkiri bisa membuat seseorang bisa sukses, tentunya disertai dengan ketekunan agar usaha bisa menjadi berhasil dan tanggung jawab terhadap apa yang telah dikerjakan. Contohnya saja Martha Tilaar yang mempunyai mimpi membuat perempuan Asia menjadi cantik. Sebenarnya untuk memulai sebuah bisnis bagi seorang perempuan tidaklah sulit, asalkan ada kemauan yang kuat dari seorang perempuan untuk maju karena semua usaha besar dulunya berasal dari usaha kecil atau mikro. Martha Tilaar memulai usahanya dengan keberanian dan mengumpulkan sedikit modal, dan akhirnya membuka salon yang berukuran 4x6 meter dan modal yang kecil. Promosi awal yang dilakukan hanya dengan menyebarkan brosur yang dititipkan kepada tukang koran yang mengantar koran ke rumah rumah di daerah sekitar rumahnya. Dan saat ini merk kosmetik yang dibangunnya telah menjadi salah satu merk kosmetik yang terkenal di Indonesia. Keinginan atau motivasi yang kuat bisa menjadikan seseorang menjadi superior di hidupnya. Dengan motivasi yang kuat pula, seseorang mampu melewati segala rintangan baik suka maupun duka, karena yang ingin dilihat adalah satu titik yaitu keberhasilan. Perempuan juga mampu memberikan semangat dan dorongan kepada orang lain walaupun dia sendiri sedang mengalami masalah. MerryRianamenjadisosokperempuan yang saat ini juga dikenal sebagai motivator perempuan no. 1 yang telah dikenal di Indonesia bahkan di Asia Tenggara juga dulunya merupakan seorang wanita yang tidak mempunyai apa-apa dan bahkan mempunyai hutang sebesar $40.000. Namun perempuan yang memulai resolusi mengenai kebebasan finansial di usia 20 tahun ini mengajarkan pada kita bahwa jangan takut untuk bermimpi yang besar. Dan hal ini terbukti ketika usianya menginjak 26 tahun, Merry Riana berhasil mendapatkan $1.000.000 nya yang pertama. Prestasi ini sungguh membanggakan, bahkan menjadi motivasi bagi anak muda dan kaum perempuan dalam mengejar impiannya. Membangun karir dari 0 sampai menjadi besar merupakan hal yang tidak mudah bagi perempuan yang merintis seorang diri. Tetapi bekerja bersama-sama dengan keluarga, partner, dan rekan kerja seakan membuat semuanya menjadi mudah karena kita bisa melaluinya bersama- sama dengan berbagi bersama dan membangun bersama demi kebaikan untuk ke depannya. Sun Motor Grup, perusahaan yang menguasai dunia otomotif di lebih dari 30 kota di Indonesia sebagai agen tunggal. Sun Motor grup didalangi perempuan tangguh bernama Imelda Sundoro, yang baginya bekerja adalah hiburan dan bukan penderitaan. Perempuan yang memulai usahanya dari nol bersama dengan suaminya yaitu usaha jahit, garmen, furnitur, jual beli mobil bekas, dealer mobil, sampai ke bidang properti. Intinya semua pribadi manusia entah itu orangtua atau anak muda, laki- laki maupun perempuan semuanya bisa memulai usaha dengan passion, mimpi, dan keberanian. Teruslah berjuang karena di balik semuanya itu ada kesuksesan yang menunggu. MarthaTilaar,MerryRiana,danImelda Sundoro bisa, pasti perempuan- perempuan lain juga bisa ! (to)
  7. 7. UC Onliner April 2014 07 Topik Utama Junita Ciputra Q: Bisa Ibu ceritakan sedikit awal bagaimana Ibu terjun ke dunia entrepreneur? A: Kalau saya masuk ke dunia Entrepreneur mungkin karena latar belakang keluarga, yaitu kita,saya datang dari keluarga yang sangat entrepreneurial. Mempunyai ayah yang visionary dan itu memang percakapan kita sehari-hari. Memang selalu tentang bagaimana mengelola bisnis, bagaimana melakukan usaha- usaha baru. Jadi bisa dikatakan masuknya saya ke dunia entrepreneur itu lebih melalui default. Lahir dalam keluarga pengusaha dan dibesarkan dalam percakapan-percakapan yang selalu mengenai bisnis-bisnis orang lain, bisnis kami sendiri, makro ekonomi-makro ekonomi itu adalah memang makanan kami sehari-hari. Q: Menurut Ibu Yunita, Apa halangan terbesar bagi seorang wanita di dalam kehidupan berbisnis? A: Mungkin yang saya melihat pentingnya adalah balance. Sebab seperti yang sudah saya katakan, bahwa seorang wanita waktu dia menjadi pebisnis. Dia itu harus ulet, dia harus tekun, dia harus tegas, dia harus mempunyai leadership. Yang mana sifat-sifat tersebut adalah bertentangan dengan apa yang diharapkan oleh seorang ibu membesarkan anak-anak, terutama anak-anak kecil. Jadi bagaimana caranya waktu wanita itu pulang, seorang carrier women itu pulang ke rumah dia itu menjadi seorang mother yang sifatnya nurturing, supporting, yang tidak keras, tidak otoriter padahal di bisnis itu sifat itu kadang-kadang diperlukan. Nah, ini balancing ini yang diperlukan oleh seorang wanita supaya dia berhasil dalam keluarga dan juga berhasil dalam bisnis. Q: Apa saran Ibu untuk UC Onliner terutama para wanita yang ingin memulai bisnis mereka? A: Saya pernah berdiskusi dengan salah satu direktur kami yang juga mengurusi pengajaran kepada para TKW. Karena pak Anton ini sudah mengajar 5 ribu TKW di Hongkong. Pada akhirnya, yang pak Anton mengatakan pada saya dari pengalaman mengajar 5 ribu orang TKW. Sesudah melewati training mereka akhirnya memilih untuk berbisnis yang berhubungan dengan kewanitaan. Jadi misalnya banyak dari mereka itu bikin café, bikin warung, jadi urusan bikin kue berusaha dengan keahlian yang para wanita punyai. Nah, mungkin juga waktu kami membuat training di UGM itu juga ada seorang ibu yang sangat berhasil, karena dia melakukan konfeksi baju bordir baju muslim yang akhirnya berhasil diekspor ke Timur Tengah dan sebagainya itu juga berhubungan dengan kewanitaan. Maksud saya bisnis itu kita harus mempunyai passion terhadap itu, dan banyak wanita mungkin yang sudah mulai kecil dididik dengan hal-hal yang berbau kewanitaan, akhirnya mereka menjadi sangat-sangat baik. Dan itu menjadikan alasan mereka waktu mereka berbisnis mereka mulai dengan sesuatu yang mereka memang saudah sangat baik mereka melakukannya. Itu salah satu tips mungkin untuk para wanita, apa yang sudah kalian lakukan dengan baik and passionate about that. Sebab saya melihat ada 2 tipe entrepreneur. Tipe pertama adalah entrepreneur yang melihat peluang dan bisa masuk ke mana saja asal bekerja keras, asal tekun, asal berinovasi. Tapi ada juga tipe entrepreneurship yang entrepreneurs yang has to be passionate about it. Kalau dia nggak passionate , dia nggak akan berhasil. Jadi itu juga berdasarkan apa yang mereka sukai. Because kalau anda passion about it, pasti anda akan kerja keras sekali untuk itu akan berinovasi dan malahan sampai pikiran itu 24 jam itu dikuasai oleh pikiran bagaimana membuat usaha ini behasil. Putar otak terus, ini gimana. Jadi untuk menjadi entrepreneur apakah anda mempunyai sesuatu yang membuat anda itu diinspirasi by the problem atau by the passion atau by the hobby. Sampai hobi itu memiliki anda atau problem itu memiliki anda sampai anda itu berpikir bagaimana ini sih harus berhasil pokoknya. Itu mungkin salah satu kunci untuk keberhasilan. (sl) ExclusiveInterview
  8. 8. UC Onliner April 2014 Topik Utama Q: Bisa Ibu ceritakan sedikit awal bagaimana Ibu terjun ke dunia entrepreneur? A: Saya, sejak umur 9 tahun jadi anak yatim. Sejak itulah saya melihat keadaan daripada ibu saya bekerja sendiri. Saya mempunyai adik 6 orang, jadi di situ tergerak hati saya untuk membantu sedikit-sedikit walaupun entah pada mulanya hanya cuci piring dan lain sebagainya. Pergi ke pasar untuk beli barang-barang bekas untuk dijual ke toko. Dicuci dan lain sebagainya itu itulah yang permulaan membantu orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya semua. Q: Bisa diceritakan pengalaman Ibu saat menerima penghargaan Ernst & Young Special Award for Entrepreneurial Spirit di tahun 2008? A: Saya mempunyai keberanian untuk mengambil langkah, mengambil sikap dan saya mempunyai visi, mempunyai imajinasi, aksi – reaction yang cepat sekali dan tanpa menunda dan penuh semangat. Tanpa pantang mundur berganti-ganti dari pekerjaan A ke B ke C ke D, apapun pekerjannya saya bisa lakukan, saya kerjakan tanpa melihat dengan melihat keadaan di luar bagaimana untuk mendapatkan sukses, saya tidak hanya satu macam pekerjaan. Beraneka macam pekerjaan dan dengan semangat tahan banting tidak mengenal waktu, itulah yang membuat saya mendapatkan award di tahun 2008. Q: Ibu Imelda juga membangun Hotel Serba Batik di Solo tahun 2009. Darimana datangnya inspirasi tersebut? A: Pada saat itu kan dianugerahi batik sebagai pertama kali di Indonesia batik. Tetapi tidak pernah ada yang memikirkan masalah batik dan budaya Jawa, untuk itu saya orbitkan di bekas Bank BHS. Bank BHS pada muasalnya adalah saya renovasi sedemikian rupa membuatkan batik semuanya dari sandal sampai kimono sampai sprei sampai bed cover sampai keten sampai dekoratif dan lain sebagainya sampai tiang- tiangnya sampai kolom-kolom sampai plafon. Apapun berupa batik dan dalam bentukan tembaga, ukir dan lain sebagainya, sampai fasat depan pun berupa batik teruntum seperti yang di Keraton Surakarta. Itu semuanya saya ciptakan dengan tambal sulam bukan asli pure-murni dari baru. Supaya mendapatkan beda dari pada yang lain. Kalau kita nggak inovati dan kreatif, banyak pesaing. Kalau hotel itu terlalu banyak suplay dan demand nya, tidak seimbang. Jadi kita harus menciptakan suasana beda dan digemari oleh dunia untuk wisata. Jadi itulah Indonesia, mengangkat kepada batik dan budaya Jawa. Saya ciptakan di situ, jadi mendapatkan MURI. Q: Menurut ibu bagaimana membagi waktu antara menjadi women preneur dengan menjadi ibu rumah tangga yang tentunya menjadi kodrat wanita? A: Ya memang kalau di luar jam kerja saya SMS terhadap staff- staff kami kan. Kita bisa forward ke tempat beberapa GM begitu, tetapi juga harus membagi ya. Istilahnya mesti pertama kali, mesti anak sekolah dahulu, bagaimana caaranya membagi untuk mereka untuk sampai ke sekolah dengan selamat, mungkin dengan naik becak pertama kali PP bukan mobil bukan driver, terus suami kalau makanan biasa kalau hanya berdua, bertiga makanan food court biasa itu ya bisa masakan biasa seperti orang pelayan cukup. Jadi membagi itu harus, kita harus membagi waktu dengan mendidik sedemikian rupa supaya anak kita bisa jadi nggak hanya cari duit saja. Anak kita bisa jadi, jadi orang yang terhormat dengan terhormat maksud saya bukan jadi orang amoral. Saya senang anak-anak semua bermoral dan bisa dipandang di masyarakat bukan dalam arti kata materi, tetapi inner beauty nya itu saya utamakan. Q : Apa saran Ibu untuk UC Onliner terutama para wanita yang ingin memulai bisnis mereka? A: Saya kira segala pekerjaan itu bisa diusahakan sejak awal. Tapi untuk itu yang penting integrity kita harus kuat, strategi kita harus ada. Entrepreneur dengan mengambil langkah yang berani juga harus ada , tentunya disesuaikan dengan kemampuan kita dan dilihat dari padakompetitor kita bagaimana. Dan yang bisa membangun kita semuanya itu adalah integrity kita, sikap kita, IQ kita. IQ dan EQ itu harus selaras dan wisdom juga dan inner beauty juga ada. Jadi, kita sukses tidak bisa hanya dilihat hanya dari teori saja, harus semuanya berenteng, tanggung semuanya satu sama lain berkaitan begitu. Saya kira itu yang harus diwaspadai integrity, strategi juga harus ada semuanya itu tidak bisa hanya begitu saja. Banyak sekali ragamnya, banyak sekali itu prosesnya panjang, tidak hanya 3 faktor itu. Kalau integrity tidak, tidak bisa. Karena untuk menciptkan sumber daya manusia bagaimana kalau kamu tidak wisdom ya tidak bisa, kalau kamu untuk permodalan juga kalau kamu tidak ada integrity siapa orang mau deket sama kamu, kita mau partner dengan orang yang baik-baik kita bisa pilih. Tapi kalau kamu tidak ada integritynya kita justru tidak bisa banyak pilihan. Kita seperti seorang itu kalau cantik kita jadi uberan banyak orang. Tapi begitu juga kita harus bisa memilih untuk cari partner, memilih kita tidaklah sulit, gampang sekali justru kita yang disamperin banyak orang. (sl) 08 Imelda Sundoro ExclusiveInterview
  9. 9. UC Onliner April 2014 09 Artikel Pemilihan lokasi sangat penting bagi usaha yang berhubungan langsung dengan konsumen. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan saat menentukan lokasi usaha jika rumah tinggal kita tidak berada di tempat strategis untuk sebuah usaha: Pertama: Modal-jika kita memiliki modal yang cukup,tentu kita bisa membeli lokasi usaha dan menjadi hak milik selamanya,tapi jika modal yang kita pas-pasan tentu kita akan memilih menyewa tempat usaha dan itu akan menjadi beban biaya setiap bulan nya,untuk itu jangan lupa untuk memasuk kan biaya sewa kedalam biaya operasional bulanan.biaya sewa tak akan menjadi masalah serius jika usaha yang kita bangun memiliki omset yang tinggi tiap bulan nya. Kedua: Konsumen/ Pembeli- lokasi usaha juga menyesuaikan dengan konsumen yang akan kita bidik,kita akan menjual barang atau jasa pada siapa,barang atau jasa apa yang sering mereka butuhkan,seberapa tinggi daya beli mereka.untuk mengetahui daya beli mereka kita bisa mempelajari harga yang sudah di patok para pelaku usaha yang sudah ada di suatu lokasi. Ketiga: Pesaing-Jika lokasi usaha banyak memberikan keuntungan, tentu akan banyak peminatnya, dan jika kita ingin membeli lokasi usaha di tempat seperti itu,kita harus siapkan strategi untuk memenangkan persaingan secara sehat. Keempat: Akses Memilih tempat usaha juga harus memikirkan cara konsumen medatangi lokasi tersebut,semakin mudah di akses tentu semakin baik suatu lokasi usaha. Kelima: Legalitas- Aspek logalitas penting dalam menentukan lokasi usaha demi kelancaran usaha itu sendiri.usaha akan terganggu jika ternyata tempat yang kita beli atau sewa itu bermasalah. Keenam: Lingkungan-lingkungan tempat usaha harusnya memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha,lingkungan yang bersih,aman akan menumbuhkan ide baru untuk usaha baru sehingga usaha akan berkembang dengan baik. Ketujuh: Potensi pengunjung- percuma membuka usaha di tempat yang ramai tapi pengunjung kita hanya beberapa orang karena lokasi kita yang tersembunyi dari pandangan pengunjung,misalnya di pojok belakang pusat perbelanjaan atau perkantoran atau di sudut yang jarang di lalui pengunjung. jadi seberapa banyak pengunjung yang mengetahui lokasi kita sangat menentukankelangsunganusahakita. Keberagaman potensi pengunjung juga bisa menjadi pertimbangan kita dalam membuka usaha. Secara garis besar dalam menentukan tempat usaha kita harus lakukan kajian atas suatu lokasi.seberapa lokasi itu memiliki ke unggulan,kelemahan nya apa,peluangnya apa dan kendala yang mungkin terjadi apa, jika kita membuka usaha di tempat tersebut. Baik, kiranya itu share ilmu tentang bagaimana menentukan lokasi usaha, yang saya dapatkan dari para dosen Universitas Ciputra Entrepreeurship Center,semoga bermanfaat. Bunda Elsya (Siti Chosidah) Oleh : Bunda Elsya Lokasi dan Lingkungan Menentukan Kemajuan Suatu Usaha
  10. 10. UC Onliner April 2014 10 Ketika Anda sedang menumbuhkembangkan suatu bisnis, mengendalikan biaya ketika penjualan sedang meningkat merupakan suatu perjuangan. Keberhasilan membuat Anda mabuk dan merasakan keamanan palsu sehingga berinvestasi tampak sebagai hal yang masuk akal. Berikut ini sepuluh kejutan yang perlu dihindari. 1. Menjanjikan lebih banyak ― hal ini dilakukan oleh kita semua; seorang pelanggan memesan banyak dan minta supaya pemesanannya disampaikan cepat. Untuk mendapatkan pesanan itu, kita setuju melakukan yang tidak mungkin. 2. Terlambat mengantarkan ― karena sudah terlalu banyak menyanggupi, Anda tidak bisa lagi memenuhi batas waktu. Pelanggan menjadi tidak senang. 3. Mutu bicara ― karena ingin buru-buru menyelesaikan pekerjaan, Anda mengurangi mutu di sana-sini dan, heran bin ajaib, pekerjaan memang tidak sesuai standart. 4. Pemasok yang lambat ― Anda meneruskan tantangan ke jalaran pemasok dan mereka yang dulunya tidak pernah mengecewakan Anda, sekarang mengecewakan. 5. Pembayaran yang terlambat ― pelanggan yang tadinya dianggap teladan kini menjadi mimpi buruk bagi Anda. Karena dikecewakan, mereka lalu menunda-nunda pembayaran dan mengancam mutu. 6. Kurva belajar ― Anda mempekerjakan lebih banyak orang untuk memenuhi permintaan, tetapi mereka perlu banyak waktu untuk dilatih, dan output menurun karena staff Anda harus melatih mereka. 7. Berebut ruang ― dengan bertambahnya jumlah orang, persediaan dan peralatan, sekarang Anda kekurangan ruang. Ruangan menjadi gerah, WC mampet, dan ketegangan meningkat. 8. Sistemnya berkarat ― barangkali Anda memakai sistem kartu kerja manual dan peranti lunak penghitungan yang sangat sederhana. Adanya tambahan kerja itu menunjukkan bahwa Anda perlu meningkatkan peralatan. 9. Waktu berjalan ― jarum jam rasanya berputar semakin cepat dan tidak pernah ada waktu untuk apa saja. 10. Pasangan panik ― tiba-tiba saja, ketika semua yang bisa macet menjadi macet, Anda pulang ke rumah dan disambut dengan badai pertanyaan cemas dari orang yang Anda cintai. Tentu saja, menumbuhkembangkan bisnis bukan semata kabar buruk. Anda hanya perlu waspada terhadap kenyataan bahwa jika Anda tidak keluar dan berinvestasi dalam sumber daya manusia, pabrik, dan proses sebelum mendapatkan pesanan tambahan itu, keadaannya sulit untuk sementara waktu. Membangun bisnis agak mirip dengan permainan komputer. Setelah Anda menyelesaikan setiap tahap dengan baik, tahap berikutnya tampak lebih sulit dan semua hantu tampaknya bergerak lebih cepat. Berikut ini beberapa hal positif yang bisa Anda lakukan untuk membatasi segi minus dari pertumbuhan. • Jadwal ― dengan menjadwalkan pekerjaan Anda, dengan menggunakan peranti lunak khusus, spreadsheet atau bahkan tanggalan di dinding, Anda bisa menyediakan waktu dan sumber dan merencanakan kapan barang diperlukan. Beri tahu pelanggan kapan pekerjaan mereka dijadwalkan sehingga mereka tahu kapan mereka bisa mengharapkan Anda akan menyerahkan tugas Anda. • Berkomunikasi ― pikirkan bagaimana situs e-commerce terkenal seperti Amazon menggunakan e-mail untuk memastikan pesanan Anda dan kapan penyerahannya, dan kemudian memberitahukan lagi ketika pesanan sudah dikirim. Kalau ada masalah, Anda langsung diberi tahu. Anda tidak bisa marak sebab Anda terus diberi tahu; perusahaan itu jujur dan realistis. Coba pikirkan bagaimana Anda bisa berkomunikasi dengan lebih efektif. • Menilai ― sediakan waktu untuk meninjau kembali setiap pekerjaan yang Anda lakukan. Apakah Anda menyelesaikannya dalam batas waktu dan biaya yang dianggarkan? (Apakah Anda mengukur waktu penyelesaiannya?) Hanya dengan melihat apa yang telah dilakukan kita bisa mengubah apa yang akan terjadi kelak. Ciptakan budaya perbaikan terus-menerus. Sumber: Robert Asthon (2006). Berwiraswasta itu Mudah, Jakarta: Gramedia 10 Kejutan Mahal yang Anda Hadapi Ketika Bertumbuh Artikel Ketika Anda sedang menumbuhkembangkan suatu bisnis, mengendalikan biaya ketika penjualan sedang meningkat merupakan suatu perjuangan. Keberhasilan membuat Anda mabuk dan merasakan keamanan palsu sehingga berinvestasi tampak sebagai hal yang masuk akal. Berikut ini sepuluh kejutan yang perlu dihindari. 1. Menjanjikan lebih banyak ― hal ini dilakukan oleh kita semua; seorang pelanggan memesan banyak dan minta supaya pemesanannya disampaikan cepat. Untuk mendapatkan pesanan itu, kita setuju melakukan yang tidak mungkin. 2. Terlambat mengantarkan ― karena sudah terlalu banyak menyanggupi, Anda tidak bisa lagi memenuhi batas waktu. Pelanggan menjadi tidak senang. 3. Mutu bicara ― karena ingin buru-buru menyelesaikan pekerjaan, Anda mengurangi mutu di sana-sini dan, heran bin ajaib, pekerjaan memang tidak sesuai standart. 4. Pemasok yang lambat ― Anda meneruskan tantangan ke jalaran pemasok dan mereka yang dulunya tidak pernah mengecewakan Anda, sekarang mengecewakan. 5. Pembayaran yang terlambat ― pelanggan yang tadinya dianggap teladan kini menjadi mimpi buruk bagi Anda. Karena dikecewakan, mereka lalu menunda-nunda pembayaran dan mengancam mutu. 6. Kurva belajar ― Anda mempekerjakan lebih banyak orang untuk memenuhi permintaan, tetapi mereka perlu banyak waktu untuk dilatih, dan output menurun karena staff Anda harus melatih mereka. 7. Berebut ruang ― dengan bertambahnya jumlah orang, persediaan dan peralatan, sekarang Anda kekurangan ruang. Ruangan menjadi gerah, WC mampet, dan ketegangan meningkat. 8. Sistemnya berkarat ― barangkali Anda memakai sistem kartu kerja manual dan peranti lunak penghitungan yang sangat sederhana. Adanya tambahan kerja itu menunjukkan bahwa Anda perlu meningkatkan peralatan. 9. Waktu berjalan ― jarum jam rasanya berputar semakin cepat dan tidak pernah ada waktu untuk apa saja. 10. Pasangan panik ― tiba-tiba saja, ketika semua yang bisa macet menjadi macet, Anda pulang ke rumah dan disambut dengan badai pertanyaan cemas dari orang yang Anda cintai. Tentu saja, menumbuhkembangkan bisnis bukan semata kabar buruk. Anda hanya perlu waspada terhadap kenyataan bahwa jika Anda tidak keluar dan berinvestasi dalam sumber daya manusia, pabrik, dan proses sebelum mendapatkan pesanan tambahan itu, keadaannya sulit untuk sementara waktu. Membangun bisnis agak mirip dengan permainan komputer. Setelah Anda menyelesaikan setiap tahap dengan baik, tahap berikutnya tampak lebih sulit dan semua hantu tampaknya bergerak lebih cepat. Berikut ini beberapa hal positif yang bisa Anda lakukan untuk membatasi segi minus dari pertumbuhan. • Jadwal ― dengan menjadwalkan pekerjaan Anda, dengan menggunakan peranti lunak khusus, spreadsheet atau bahkan tanggalan di dinding, Anda bisa menyediakan waktu dan sumber dan merencanakan kapan barang diperlukan. Beri tahu pelanggan kapan pekerjaan mereka dijadwalkan sehingga mereka tahu kapan mereka bisa mengharapkan Anda akan menyerahkan tugas Anda. • Berkomunikasi ― pikirkan bagaimana situs e-commerce terkenal seperti Amazon menggunakan e-mail untuk memastikan pesanan Anda dan kapan penyerahannya, dan kemudian memberitahukan lagi ketika pesanan sudah dikirim. Kalau ada masalah, Anda langsung diberi tahu. Anda tidak bisa marak sebab Anda terus diberi tahu; perusahaan itu jujur dan realistis. Coba pikirkan bagaimana Anda bisa berkomunikasi dengan lebih efektif. • Menilai ― sediakan waktu untuk meninjau kembali setiap pekerjaan yang Anda lakukan. Apakah Anda menyelesaikannya dalam batas waktu dan biaya yang dianggarkan? (Apakah Anda mengukur waktu penyelesaiannya?) Hanya dengan melihat apa yang telah dilakukan kita bisa mengubah apa yang akan terjadi kelak. Ciptakan budaya perbaikan terus-menerus. Sumber: Robert Asthon (2006). Berwiraswasta itu Mudah, Jakarta: Gramedia 10 Kejutan Mahal yang Anda Hadapi Ketika Bertumbuh
  11. 11. UC Onliner April 2014 11 IDE/ Inspirasi Saya sangat terkesan dengan ucapan yang pernah disampaikan oleh Muhammad Yunus, seorang entrepreneur sosial asal Bangladesh, peraih Nobel. “All human beings are entrepreneurs. When we were in the caves, we were all self-employed … finding our food, feeding ourselves. That’s where human history began. As civilizationcame,wesuppressedit.We became ‘labor’ because they stamped us, ‘You are labor.’ We forgot that we are entrepreneurs.” Artinya kira-kira, kita semua adalah entrepreneur. Saat kita tinggal di gua dulu, kita semua adalah bekerja untuk diri kita sendiri… mencari makan, mensuplai kebutuhan kita sendiri. Itulah sejarah awal manusia. Ketika peradaban berkembang, kita kemudian menekan hal itu. Kita menjadi ‘pekerja’ karena mereka mencap kita, “kamu adalah pekerja.’ Kita lupa bahwa kita ini adalah entrepreneur. Apa yang diucapkan Muhammad Yunus ini menggugah diri saya. Ya, mengapa kita sekarang harus tergantung pada pemberian orang lain sebagai pekerja? Manusia memang telah dibudayakan sedemikian rupa, entah oleh siapa, barangkali juga karena sistem perekonomian kita, bahwa siapa yang menganggur dianggap sebagai beban. Orang harus bekerja, sehingga dengan demikian, dia harus bisa menjadi manusia yang berguna. Lulus sekolah harus bekerja. Bahkan bekerja jadi sebuah tuntutan dan keharusan. Ibu juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Bekerja dalam sebuah sistem, bergabung dengan sebuah industri, di mana kemudian terbentuk dua jenis masyarakat yang berbeda, kaum borjuis dan kaum proletar. Kaum borjuis adalah sebuah kelas sosial dari orang-orang yang dicirikan oleh kepemilikan modal dan kelakuan yang terkait dengan kepemilikan tersebut. Mereka adalah bagian dari kelas menengah atau kelas pedagang, dan mendapatkan kekuatan ekonomi dan sosial dari pekerjaan, pendidikan, dan kekayaan. Berada di sisi yang lain adalah kaum proletar, yakni kelas yang menerima gaji oleh kelas pertama yaitu kelas majikan. Mereka bekerja guna memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Sedang kelas majikan bekerja dengan mencari untung atau laba. Kehidupan manusia kemudian dibagi- bagi dalam strata yang bertingkat- tingkat. Saya tidak ingin membuat rumit pembahasan ini dengan membawa kita ke dalam sistem budaya yang tampaknya membeda- bedakan manusia. Namun kembali kepada kata-kata dari Muhammad Yunus tadi, kita sejatinya adalah entrepreneur. Sejarah awal manusia menunjukkan hal itu. Namun kita menjadi kehilangan keberanian mengambil resiko, menjadi tumpul kemampuan kita melihat buruan kita yang harusnya merupakan peluang, serta berhenti melakukan inovasi karena terpenuhinya kebutuhan kita oleh pihak lain. Kita benar- benar menjadi tak berdaya, ibarat singa yang sudah menjadi tua dan ompong, terlebih kemudian terbiasa mendapatkan makanan yang sudah dijatah sehingga kita tak perlu lagi pusing mencari di luar. Tapi… kita sejatinya adalah entrepreneur. Kata-kata itu terngiang terus, membuat saya lantas bertanya, mengapa bangsa kita kekurangan entrepreneur saat ini. Apakah karena memang disebabkan karena kita terjajah cukup lama? Atau secara mental kita terkonstruksi sedemikian rupa? Ketika beberapa waktu lalu saya mampir ke sebuah toko buku, saya melihat sebuah buku yang ukurannya cukup besar, berjudul “Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe” karya Olivier Johannes Raap. Saya melihat satu- satu gambar foto dari masa lalu tentang pekerjaan yang dilakukan oleh bangsa kita. Ada tukang kopi, tukang es, penjual tebu, penjual jagung, penjual rujak ulek, penjual Sejatinya Kita Adalah Entrepreneur Oleh : Nur Agustinus
  12. 12. UC Onliner April 2014 IDE/ Inspirasi ikan, penjual roti, penjual gulali, penjual rokok dan masih banyak lainnya. Ada juga tukang oncom, penjual gula jawa, pedagang ternak, penjual singkong. Bahkan ada warung makan, toko alat kerja, rumah gadai, pemintal benang, penenun, perajin topi, perajin keris, emas, kulit, wayang dan lainnya. Termasuk juga penjual jasa, mulai dari penatu, tukang pos, babu, guru, pengemudi becak, pengemudi perahu, hingga pelacur. Semua pekerjaan ada fotonya di sana. Belum lagi pekerjaan yang berhubungan dengan keahlian seperti tukang kunci, tukang sepeda, tukang pijat, tukang jahit, hingga seniman mulai penari ular, wayang senggol, artis keroncong sampai dalang. Kalau saya lihat di buku ini, sejatinya bangsa kita adalah bangsa yang mau bekerja keras dan hidup secara mandiri. Tiap orang punya keahliannya sendiri-sendiri. Mungkin juga secara turun temurun. Sebenarnya, kalau kita kembal ke sistem peradaban manusia di jaman dahulu, ketika barter masih terjadi, maka tiap orang pasti punya sesuatu untuk dipertukarkan. Nampaknya ketika alat tukar itu diseragamkan menjadi uang, yang dicari kini adalah uang untuk bisa membeli kebutuhan kita yang lain. Salah satu yang bisa dijual adalah tenaga atau pikiran. Akhirnya kita lantas memilih menjadi pekerja bukan lagi berusaha sendiri. Saya sependapat betul dengan apa yang dikatakan Muhammad Yunus. Seharusnya, kita ini sejatinya adalah entrepreneur. Namun kita telah lupa, karena kita telah terlena sedemikian lama. Saya pikir terlalu naif jika kita menyalahkan ini karena penjajah. Tapi betul bahwa pikiran kita dibentuk dan dikonstruksi secara sosial, mungkin untuk kepentingan salah satu pihak agar kita kemudian yang bekerja untuk mereka lantas membeli produk mereka juga. Kita harusnya ingat, menggali kembali jati diri kita, menelusuri keahlian yang harusnya bisa kita miliki dan kembangkan, membangkitkan keberanian kita untuk mengambil resiko yang terukur serta mempertajam naluri kita untuk berusaha, agar ketika kita melihat sekitar maka kita akan kemudian berpikir. Sebab sejatinya… kita adalah entrepreneur! Salam Entrepreneur. www.nuragustinus.com 12
  13. 13. UC Onliner April 2014 13 Jurnal Refleksi Catatan sebuah pengalaman Bagaimana pendapatmu akan pentingnya pendidikan? Apakah penting, kurang penting atau tidak penting? Menurutku, pendidikan itu penting. Perlu digaris-bawahi, penting baget! Hak siapa saja yang ingin maju dan berkembang. Tidak melihat apakah dia kaya, miskin, buruk, cantik, jelek dan sebagainya. Termasuk aku yang TKW/BMI. Ada banyak pembelajaran, hikmah yang bisa ku petik dan ikuti selama berada di Hong Kong, di mana hal tersebut tidak bisa aku dapatkan di Indonesia. Lebih tepatnya tidak ada kesempatan dan akses kesana. Benar tidak? Aku jadi ingat kata dosennya M.Rifa’i Rifan, seorang motivator dan penulis buku best seller bahwa “pendidikan kita lebih hidup. Karena impian membuat kita mempunyai harapan. Selanjutnya harapan itu membuat kita berjuang untuk bisa mewujudkannya. Keinginan untuk sekolah itu selalu membara di dalam dada. Sayang kesempatan dan sarana tidak mendukung ketika masih di Indonesia. But, ketika hidup mengantarkanku menjadi seorang TKW/BMI Hong Kong dan kesempatan itu ada, langsung aku angkut saja. Berbagai alternatif pendidikan bisa kita pilih sesuai dengan passion atau minat. Termasuk kuliah online. Tentu ini memudahkanku yang statusnya TKW dengan ruang dan waktu terbatas. Beruntung aku kenal Mandiri sahabatku, program pendidikan praktis kewirausahaan yang di gagas oleh bank Mandiri. Dari kelas ini pula yang mengentarkanku kenal dengan Ciputra Entrepreneurship Center, lanjut ke kelas ritel dan manajemen Universitas Ciputra Entrepreneurship Online (UCEO), Surabaya. Yuuppp... Sejak itu mindset-ku jauh berubah. Banyakhalyangbisaakukembangkan dari berbagai resourches atau sumber daya yang ada. Teori efektuasi by Saraswati, boothstraping, takutiruko, blue ocean, merubah rongsokan menjadiemas,taskresking,mengelola kegagalan, dan banyak lagi materi kewirausahaan yang bisa kita pelajari dan terapkan dalam bisnis kita. Bukan sekedar menjadi pedagang, penulis, atau profesi apa pun. Tetapi dengan jiwa entreprenuership kita mampu mengembangkan seluruh potensi yang ada. Masa-masa 4 th di Hong Kong adalah masa penggemblengan diri. Ini lompatan mindset yang luar biasa. Di ikuti dengan berbagai tawaran yang tidak kuduga sebelumnya. Dua tahun terakhir menjadi moment yang mengantarkankanku pada satu statment bahwa “nothing imposible, selama kita mau berusaha, belajar dan berdo’a lebih keras.” Dengan lantang ku katakan, YES I CAN! Yang tak kalah penting adalah PENTINGNYA PENDIDIKAN & KEAHLIAN Oleh : Pipiet Kinarya itu ibarat sebuah pisau. Pisau itu bisa kau gunakan kapan saja sesuai kebutuhan. Akan menjadi tajam atau tumpul tergantung yang memakainya.” Nah, jika TKW/BMI NGAMPUS? So, what? Impian adalah sesuatu yang membuat Pipiet dan mentornya, Bapak Teddy Saputra
  14. 14. UC Onliner April 2014 14 Jurnal Refleksi keahlian. Mungkin kita tidak punya gelar sarjana atau doktor, tetapi dengan mmpunyai keahlian/skill, maka itu juga sebuah pisau yang lain. Kita tidak akan tahu kapan akan menggunakannya. Bisa jadi tidak sekarang, mungkin di butuhkan pada saat kepepet. Jadi, selama 4 th di Hong Kong aku juga membekali diriku dengan berbagai keahlian terutama di bidang kerajinan dan pengembangan diri. Aku tak mau kepergianku meninggalkan anak dan suami menjadi sia-sia. Pulang hanya membawa uang saja, ah itu mah biasa. Tetapi pulang membawa ilmu, ketrampilan, keahlian dan mindset yang berbeda itu membuat aku pribadi jauh lebih percaya diri. Jadi, jika ada kesempatan, sarana yang menunjang dan kamu abaikan begitu saja, hmmmm.. Nyesel itu tempatnya di belakang loh! So, yuk kita c’mon... Memanfaatkan segala hal untuk pengembangan diri dan aktualisasi diri. Setuju? Nah, menjadi TKW/BMI yang smart bukanlah omong kosong belaka bukan? Semoga kelak bisa menjadi “the agents of change” atau agen perubahan untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Itu harapan dan impianku yang lain. Its so simple! Masalah tentu saja banyak sekali dalam perjalanannya. Pun ketika sekarang aku sudah mudik ke kampung halaman, di Indonesia tercinta. Meski rencana sudah di kondisi sosial masyarakat kampung yang psimitif menjadi tantangan yang harus ku taklukkan. Membuatku harus beradaptasi lagi dengan Indonesia- ku (maaf) yang harap maklum dalam berbagai halnya. Mencari solusinya dan alhamdulillah, satu per satu menemukan jalannya. Ahaaa.. Jaringan net sudah mulai lancar. Kantor my homepreneur sudah bisa di tempati. Peralatan dan harta karun dari Hong Kong juga sudah datang. Keluarga kelinciku juga mulai bertambah, dan saatnya berburu lagi. Dekat dengan Cemplok dan Cinta, nikmat dr Tuhan-MU yang mana yang aku dustakan? Syukurku semakin bertambah, semoga semua dimudahkan oleh-NYA. PR masih segunung yang harus ku selesaikan dengan segala permasalahannya. So, bismillah.. Say no to malas. Say no tak bisa dengan percaya bahwa setiap masalah ada solusinya. Memulai lagi meski dari nol, so what gitu loh? Ini pengalamanku. Apa pengalaman- mu kawan? http://pipietkinarya.blogspot.com “Pendidikan itu ibarat sebuah pisau. Pisau itu bisa kau gunakan kapan saja sesuai kebutuhan. Akan menjadi tajam atau tumpul tergantung yang memakainya.” ~ M.Rifa’i Rifan susun matang, persiapan sudah maksimal, toh Indonesia bukanlah Hong Kong yang segala fasilitas publiknya nyaman dan lancar. So, kendala demi kendala terus terang membuatku pusing tujuh keliling. Fasilitas publik, ribetnya birokrasi, tempat di kampung yang cukup jauh dari kota, jaringan net yang lelet,
  15. 15. UC Onliner April 2014 Profil Peserta 15 Diana Allan adalah salah satu perserta UCEO yang tinggal di Jakarta. Saat opening T100 di Jakarta beberapa waktu yang lalu dia hadir dan terlihat sangat antusias dalam acara tersebut. “Event ini sangat bagus. Saya datang ke event ini untuk menambah wawasan dan menambah teman”, ungkap Diana saat bertemu tim UCEO. Perempuan yang memiliki usaha bisnis media dan publikasi serta property ini berharap dengan dia mengikuti online course T100, dia dapat mengembangkan usahanya dan bisa belajar lebih banyak dari para entrepreneur di Indonesia. “Saya berharap untuk teman-teman yang baru mengetahui program ini, mari segera bergabung secepatnya”, ajaknya. Dia berharap agar UCEO terus berkembang dan terus melakukan inovasi dengan menyelenggarakan perkuliahan online yang aplikatif dan mampu menciptakan entrepreneur lebih banyak lagi. (ak) Diana Allan Pada tahun 1999 Andianto Riyadi berangkat ke Malaysia meninggalkan kampung halamannya untuk mencari lapangan kerja sebagai BMI. Pria yang biasa dipanggil Andri ini mencoba peruntungannya untuk bekerja di pabrik plastik sebagai operator. Pada tahun 2012 dia mengenal entrepreneurship melalui UCDE yang saat itu mengadakan seminar untuk BMI di Malaysia. Andri kemudian bertekad untuk merubah nasibnya dan belajar tentang ilmu entrepreneurship. Pada akhir tahun 2012, dia mendaftar sebagai peserta PER (Pengantar Entrepreneur Ritel) Batch yang kedua. Pria kelahiran Cilacap, 36 tahun silam ini dengan semangat yang tinggi mengikuti pembelajaran online yang diadakan Universitas Ciputra. Andri belajar dari cara menggunakankomputer hingga bisa mengerjakan setiap tugas dan pembelaran yang diberikan dengan tekun hingga pada akhirnya dia meraih peringkat tiga besar pada saat pengumuman kelulusan. “Andri bersukur karena bisa mengikuti pembelajaran di UCDE ini justu karena mengikuti pembelajaran ini andri bertambah wawasannya. Dan dari ilmu Entrepreneur sendiri sungguh beruntung bisa belajar, di sini Andri bertambah luas wawasannya tentang Entrepreneur. Bagaimana caranya memulai usaha, passion, berinovasi, mendapatkan modal, SWOT, mengerti tentang Cash Flow, tentang BMC dan masih banyak lagi”, ungkap Andri dalam blog pribadinya. (ak) Andrianto Riyadi
  16. 16. UC Onliner April 2014 Profil Peserta Ketika membaca bahan ajar dari Bapak Sudhamek di pembelajaran online T100, ada kata-kata yang sangat menempel di kepala saya, salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu, URIP IKU URUP : hidup itu harus berfaedah bagi orang lain. Saya sangat setuju dengan kata-kata tersebut. Bisnis itu tidak hanya sekedar dari profit, bisnis itu tidak hanya untuk kepentingan kita sendiri yang dikatakan share holder. Bisnis itu keberadaannya diperlukan oleh banyak pemangku kepentingan dan ini semuanya saling merajut tidak terpisah-pisahkan. Kalau kita melihat kehidupan sesungguhnya adalah sebuah jaringan/ network, maka kita kemudian melihat bisnis itu tidak dengan cara yang dangkal. Kalau kita melihat bisnis itu hanya persoalan profit atau hanya kepentingan stake holder tertentu lebih komplitnya share holder, atau kemudian bisnis itu diadakan adalah untuk kepentingan manusia semata-mata, maka di situlah kemudian bisa terjadinya ketidakharmonisan dengan lingkungan kita terutamanya alam. Saat ini walau berjalan agak lambat, saya berusaha untuk tetap dengan visi dan misi saya, bahwa saya menjalankan usaha batik ini tetap berpedoman “hanya menggunakan batik cap atau batik tulis” sebagai bentuk penghargaan saya kepada pengrajin-pengrajin batik di luar sana. Walau di daerah Manado ini belum banyak yang mengerti tentang perbedaan macam-macam batik, sehingga menjadi PR yang lumayan berat bagi saya untuk mengenalkan pakaian-pakaian dengan kain-kain tradisional maupun batik. Saya juga berencana untuk bekerja sama dengan pengrajin-pengrajin lokal Manado untuk pemasangan asesoris sehingga saya dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar juga. (ak) Poppy Anandita 16 Pria kelahiran Belawan, 13 September 1985 ini telah mengikuti beberapa pembelajaran Universitas Ciputra Entrepreneurship Online (UCEO). Walaupun pria ini sibuk dengan aktivitas pekerjaannya, tetapi dia tetap menyempatkan diri untuk mengikuti pembelajaran entrepreneurship mulai dari Entrepreneurship Ciputra Way (ECW), Tumbuh 100x (T100). Dan pria yang saat ini tengah mengikuti program Pengantar Entrepreneurship (PEP) untuk memperdalam bisnis travel. Dan yang tidak kalah penting pria yang pernah bekerja selama 8 tahun di Bali ini sedang menjalankan bisnis restorannya di Medan yang diberi label Ayam dan Bebek Tulang Lunak Anak Medan. Menurut Zulfan banyak sekali manfaat yang ia rasakan setelah mengikuti materi pembelajaran di UCEO. Menurut dia, UCEO adalah suatu wadah positif dimana seseorang yang menginginkan kesuksesan harus mengerti langkah awal yaitu meningkatkan kualitas diri dan hal tersebut menuntun kepada kesuksesan yang akan datang dari segala arah. (to) Zulfan Effendy
  17. 17. UC Onliner April 2014 Resensi Buku Penulis : Ilman Akbar Penerbit: Metagraf, 2013 ISBN : 978-602-9212-81-5 Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah dari pebisnis muda yang sangat menginspirasi untuk meraih kesuksesan. Ilman akbar mencoba membuka wawasan pembaca terhadap pebisnis-pebisnis yang sukses bahkan pada saat masih pada usia muda. Deskripsi muda pada buku ini yang dimaksud adalah usia dibawah 30 tahun yang mana telah memiliki usaha atau bisnis dan bisa menginspirasi para pembaca. Buku ini mampu mengajak anak-anak muda di seluruh Indonesia untuk ikut menjadi pengusaha, dan memulainya sejak dini. Profil 101 pengusaha muda ini diperoleh berdasarkan survey dari kriteria pebisnis muda yang telah memenangkan berbagai kompetisi bisnis tingkat nasional dan profilnya sering muncul di berbagai media. Buku ini terdiri dari empat bab. Dimana pada bab dua terdapat 101 nama-nama young entrepreneur yang bisa menginspirasi pembaca melalui kisah suksesnya dalam memulai dan menjalankan suatu bisnis. Salah satu contohnya adalah Reza Nurhilman. Siapa yang tidak mengenal produk keripik singkong pedas dengan nama merk Maicih? Tentu kita semua mengenalnya. Ya, keripik pedas yang berasal dari bahan dasar singkong ini telah terkenal luas di kalangan masyarakat. Reza adalah pionir founder keripik singkong Maicih ini. Inovasi tidak harus melulu mengenai produk, akan tetapi bisa melalui inovasi dalam hal memasarkannya (marketing). Reza mempunyai ide dalam memasarkan produknya ini yaitu melalui media social (twitter dan facebook) dengan cara menjualnya secara eksklusif di tempat yang berbeda-beda setiap harinya, sehingga secara tidak langsung mengharuskan penggemar keripik Maicih ini untuk selalu memantau facebook dan twitter untuk mencari lokasi penjualan keripik Maicih. Cara pemasaran yang bisa dibilang sedikit berbeda ini telah berhasil membuat keripik Maicih terkenal dan banyak dibicarakan orang. Pesan yang ingin disampaikan oleh buku ini adalah saran untuk memulai suatu usaha/bisnis sejak usia muda. Karena kalau bisa sukses di usia muda, kenapa harus menunggu sampai usia tua? Namun juga jangan meniru apa yang telah dilakukan oleh 101 pebisnis muda pada buku ini. Karena walaupun pebisnis tersebut berhasil, bukan jaminan bahwa kita juga akan berhasil jika kita meng-copy paste usaha mereka. Kunci keberhasilan itu tercapai karena banyak faktor, maka dari itu teruslah berfikir kritis dan kreatif di bidang apapun dalam usaha anda. (rp) The Case Method : Mendidik Manajer ala Harvard Penulis : Hadi Satyagraha Penerbit : Erlangga, Jakarta 2013 Buku ini menjelaskan mengenai metode yang digunakan oleh mayoritas sekolah bisnis terkemuka di dunia. Hadi Satyagraha yang telah menulis buku ini ingin membuka wawasan pembaca bahwa pada saat ini, sekolah- sekolah bisnis sudah menggunakan Metode Kasus (Case Method), yang mana Case Method ini diadopsi dari pionir pemakai pertamanya yaitu dari Harvard Business School, Amerika. Dimana cara ini merupakan titik keberhasilan dalam mendidik calon-calon manager karena terbukti sangat efektif. Metode ini mengutamakan pendekatan pembelajaran secara aktif (active learning) yang berorientasi kepada pembelajar (student-centered). Buku ini terdiri dari tujuh bab dan disertai dengan lampiran gambar serta tabel sebagai media pendukung penjelasan materi dalam buku ini. Pada awalnya buku ini menjelaskan mengenai managemen dan manager, kemudian tujuan pendidikan manager, metode kasus, keunggulan metode kasus, belajar dengan metode kasus, serta mengajar dengan metode kasus. Buku ini sangat lengkap bagi pembaca yang ingin belajar dari awal menerapkan metode kasus tersebut 101 Young CEO : Menggali Rahasia Sukses 101 Pebisnis Muda Indonesia di Bawah Umur 30 17
  18. 18. UC Onliner April 2014 Resensi Buku Komunikasi Bisnis : Peran Komunikasi Interpersonal dalam Aktivitas Bisnis Penulis : Drs. Suharsono, M.Si & Lukas Dwiantara, SIP, M.Si Penerbit : Center of Academic Publishing Service (CAPS), Yogyakarta 2013 ISBN : (10) 602-9324-35-7 (13) 978-602-9324-35-8 Buku yang merupakan karangan dari Suharsono dan Lukas Dwiantara ini mencoba menyampaikan dan menjelaskan mengenai upaya dalam mempermudah dan menambah wawasan di bidang komunikasi bisnis, baik untuk mahasiswa maupun profesi/praktisi bisnis. Pengetahuan mengenai ilmu komunikasi dirasa sangat penting jika kita ingin membangun sebuah bisnis. Pada buku ini penulis ingin menekankan pada peran komunikasi interpersonal dalam aktivitas bisnis. Komunikasi interpersonal ini sangat bersifat alamiah, jadi walaupun perkembangan teknologi sudah sangat canggih, namun komunikasi secara langsung (tatap muka) lebih disukai oleh beberapa individu masyarakat. Sama halnya dengan bisnis, walaupun pada saat ini sudah didukung oleh berbagai media, namun orang akan lebih suka jika aktivitas bisnis dapat dilakukan secara langsung. Di dalam buku ini terdapat 10 bab, dengan masing-masing penjelasan mengenai komunikasi bisnis di tiap babnya. Buku ini menjelaskan mulai dari definisi mengenai apa itu komunikasi, kemudian model, bentuk, dan fungsinya. Dalam buku ini dijelaskan juga mengenai hambatan dalam berkomunikasi, jenis-jenis komunikasi (verbal dan nonverbal), komunikasi interpersonal dalam bsnis, komunikasi antar budaya dalam bisnis, rapat dalam aktivitas bisnis, presentasi dan retorika, korespondensi dalam bisnis, serta bab terakhir buku ini menjelasakan mengenai proposal dan laporan dalam bisnis. Seperti yang sudah disebutkan di awal, di dalam buku ini dijelaskan bahwa definisi dari komunikasi interpersonal adalah bentuk komunikasi tatap muka secara langsung, baik yang dilakukan oleh individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok dengan kelompok. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari pelajaran atau ilmu mengenai komunikasi bisnis secara langsung ini. Jadi wawasan mengenai komunikasi bisnis ini perlu sekali diketahui jika ingin memulai dan menjalankan suatu bisnis. (rp) 18 kedalam tahap managerial dalam berbisnis. Metode kasus sangat diperlukan sebagai sarana pendukung teori, karena jika hanya dengan teori, maka bisnis tidak akan maju dan berkembang kecuali jika kita belajar secara langsung menangani sebuah hambatan dan belajar bagaimana cara untuk menyelesaikannya. Buku ini layak untuk dibaca karena selain berisi penjelasan dan wawasan yang menambah pengetahuan pembaca, buku ini juga ditulis oleh penulis yang ahli dan berkompeten dalam bidangnya. Buku ini juga merupakan buku komprehensif pertama yang diterbitkan ke dalam Bahasa Indonesia, yang mana telah menguraikan secara menyeluruh mengenai Metode Kasus dalam perkuliahan. Yang terakhir, buku ini juga telah mendapat banyak dukungan dari dosen/pengajar di kampus-kampus ternama sehingga tidak diragukan lagi isi dari buku ini sangatlah bermanfaat bagi pembaca. (rp)
  19. 19. UC Onliner April 2014 19 Testimoni UC Onliner Maret 2014 Saya juga terinspirasi sekali dari ibu Martha Tilaar. Bagaimana ia membangun bisnisnya dari sebuah salon kecil, dengan hanya menebar brosur bertuliskan american licensed beautician would like to serve you dalam bidang kecantikan. Sehingga datang pelanggan – pelanggan yang membuat nama salon tersebut makin mencuat. Saya juga kagum sekali akan inovasi yang tanpa batas dari beliau, kejujurannya dalam menjalankan bisnis dan keuletannya dalam menghadapi berbagai cobaan. Dan saya juga sangat terinspirasi sekali bagaimana beliau memulai usahanya dengan berpikir dari apa yang ada dirinya dipadukan dengan kerinduannya memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sehingga memberi nilai tambah untuk mempercantik wanita Indonesia. Visi yang sangat mulia sekali dari Ibu Martha Tilaar. Poulus Leonardo, Peserta T100 http://poulusleonardo.wordpress.com/2014/04/05/resource-management-mggu-iii- uceo-kuliah-enterpreneur-online-dari-ciputra/ Banyak pelajaran dan materi yang telah kita terima. Saya lebih mengerti dan tahu lebih banyak mengenai destinasti-destinasi wisata di Indonesia mau- pun luar negeri, walau hanya melalui internet saya senang untuk lebih mengenali beberapa wisata dunia. Pikiran menjadi lebih terbuka untuk bisa mengenali pelu- ang-peluang wisata di sekitar kita. Lebih banyak teman yang bisa kita ajak untuk sharing mengenai wisata. Manfaat usaha yang telah saya dapatkan adalah, saya bisa melihat peluang2 usaha di sekitar saya. Misalnya saat ini saya telah memulai membuka city tour untuk wilayah jogjakarta, bali, dan jawa timur. Ide itu muncul setelah saya mempe- lajari materi wisata tentang usaha2 yang bisa di jalankan dengan ilmu pariwisata. Hanya dengan modal 2 mobil yang sedang nganggur di rumah dan saudara yang saat ini sedang membangun kampung wisata saya bekerjasama dengannya untuk membuka jasa city tour di jawa timur. Demikian jurnal refleksi saya mengenai pengantar ilmu pariwisata, sangat berman- faat sekali ilmunya. Jessica Saiful Rohman, Peserta PEP batch 1 Proses perubahan ini menjadi sangat penting karena supaya tadi, kalau kita mengharapkan suatu hal yang berbeda dengan cara yang sama, sebetulnya itu akan menjadi omong kosong. Kita harus bisa berubah kalau kita melakukan hal yang berbeda. Kita tidak bisa hanya berputar-putar di roda putar seperti tikus putih atau hamster yang bermain berputar-putar saja. Kita harus bisa melangkah keluar membuat perubahan dan menciptakan kemenangan untuk bisa mencapai hasil yang baik dan bisa tumbuh seratus kali. Double applause untuk T100 dan terima kasih tak terhingga untuk UCEO yang telah membagikan ilmu smoga kebaikan akan dibalas dengan kebaikan yang berlimpah. Amin Subchan, Peserta T100 http://subchanra.blogspot.com/2014/04/jurnal-minggu-ke-6.html
  20. 20. UC Onliner April 2014

×