• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Laporan akhir magang iii sd 69
 

Laporan akhir magang iii sd 69

on

  • 2,063 views

 

Statistics

Views

Total Views
2,063
Views on SlideShare
2,063
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
41
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Laporan akhir magang iii sd 69 Laporan akhir magang iii sd 69 Document Transcript

    • 1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang (Dasar Kegiatan Magang)Guru merupakan jabatan profesional yang memberikan layanan ahli danmenuntut persyaratan kemampuan yang secara akademik dan pedagogik dapat diterima oleh pihak penerima jasa layanan secara langsung maupun tidak langsung.Oleh sebab itu, guru harus dipersiapkan melalui program pendidikan yang relatifpanjang dan dirancang berdasarkan standar kompetensi guru.Undang- Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PP No. 19 Tahun2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan PP No. 74 Tahun 2008 tentangGuru, mewajibkan Guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dansertifikat pendidik. Pada pasal 4 peraturan pemerintah No 74 Tahun 2008 ditegaskan bahwa seritifikat pendidik bagi guru diperoleh melalui program profesiyang di selenggrakan oleh perguruan tinggi yang memilki program pengadaantenaga kependidikan yang terakreditasi.Masih banyak daerah yang masih geografis terpencil, berpenduduk usiasekolah dasar relatif sedikit tentu tidak efesien mengelola sekolah dengan muriddari berbagai tingkat yang berjumlah sedikit dengan menggunakan standarsekolah regular. Dengan penugasan guru untuk mengajar kelas rangkap tanpadesain pembelajaran yang benar bukan merupakan pilihan yang bijaksana. Jalankeluarnya adalah menyelenggarakan pembelajaran untuk anak dari tingkat kelasyang berbedah dalam satu ruang belajar. Model multi- grade untuk Rintisan PPGTSD Terintergasi, yaitu model PPGT yang mebekali calon guru agar memilikikemampuan mengelola lebih dari kelas di SD (kelas 1, 2 dan 3 dalam satu ruangbelajar, dan kelas 4,5 dan 6 dalam satu ruang belajar lainnya.Rintisan Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Terintegrasi(berkewenangan ganda), untuk selanjutnya desebut Rintisan Program PPGT
    • 2adalah penddikan profesi guru yang diselenggarakan dalam kurun waktu yangbersamaan dengan program akademik substansi bidang.Studi maupun akademik kependidikan, dilanjutkan dengan PPL yangintensif di sekolah mitra dan diakhiri dengan uji kompetensi serta memilikikewenangan ganda dalam melaksanakn tugas sebagai guru yang terdiri ataskewenangan utama dan kewenangan tambahan sebagai guru SMP pada salah satudari lima mata pelajaran pokok di SD.B. Tujuan dan Manfaat KegiatanMengacu pada pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Tujuanumum mata kuliah Magang Program Studi PGSD Program pendidik Profesi GuruTerintergasi (PGSD P3GT) adalah menghasilkan calon guru yang memilikikemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkanpotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Tujuan khusus mata kuliah ini adalah mempersiapkan calon guru lebihmengenal lingkungan sekolah dan lingkungan profesinya sehingga nanti mampumelakukan kegiatan praktik mengajar dalam mata kuliah PPL.C. Tempat dan Waktu PelaksanaanTempat pelaksanaan kegiatan Magang III PGSD/PPGT berlangsung diSekolah Dasar Negeri No. 69 Kota Bengkulu. Waktu kegiatan Magang III inidilakukan mulai tanggal 22 Januari 2013 sampai dengan 5 Februari 2013 setiaphari Senin sampai hari Kamis, dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir sesuaidengan waktu berakhirnya pelajaran di sekolah tersebut.
    • 3BAB IIPELAKSANAANA. Hasil Setiap Aspek Kegiatan1. Menelaah Kurikulum dan Perangkat Pembelajaran yang DigunakanGuruKurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yangdiberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancanganpelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periodejenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengankeadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraanpendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksuddan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkanuntuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkandalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.a. Mengungkapkan aspek-aspek/komponen yang ada dalamkurikulumSetelah kami melakukan observasi tentang kurikulum di SD Negeri 69,kami memperoleh data bahwa komponen dalam kurikulum adalah sebagaiberikut:Instrumen Penelaahan Kurikulum SD Negeri 69 Dokumen 11) Cover/Halaman Judul2) Lembaran Pengesahan3) Tim Penyusun dan Nara Sumber4) Daftar Isi5) I. PendahuluanA. RasionalB. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
    • 46) II. Struktur dan Muatan KurikulumA. Struktur KurikulumB. Muatan Kurikulum1. Mata Pelajarana. Pendidikan Agama Islamb. Pendidikan Kewarganegaraanc. Bahasa Indonesiad. Matematikae. Ilmu Pengetahuan Alamf. Ilmu Pengetahuan Sosialg. Seni Budaya dan Keterampilanh. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan2. Muatan Lokala. Seni Budaya Daerah (Kota Bengkulu)b. Bahasa Inggrisc. Industri Rumah Tangga3. Kegiatan Pengembangan Diri4. Pengaturan Beban Belajar5. Ketuntasan Belajar6. Kriteria Kenaikan Kelas7. Kriteria Kelulusan7) Kalender PendidikanInstrumen Penelaahan Kurikulum SD Negeri 69 Dokumen 2 (Silabus) silabus
    • 5b. Menelaah setiap aspek-aspek/dalam komponen kurikulumTabel 2.1 Instrumen Penelaahan Kurikulum SD Negeri 69 Dokumen 1NoAspek yangDitelaah Deskripsi Analisis1 Cover/HalamanJudul Terdapat logo daerah (KotaBengkulu) Terdapat judul yang tepat(Kurikulum Sekolah DasarNegeri 69 Kota Bengkulu) Menulis alamat sekolah denganlengkap (Jl. WR. SupratmanKandang Limun Kec. MuaraBangkahulu Kota Bengkulu)AdaAdaAda, lengkap2 LembaranPengesahan Terdapat rumusan kalimatpengesahan yang baik dan benar Terdapat tanda tangan kepalasekolah sebagai pihak yangmensahkan beserta cap sekolah Terdapat tanda tangan ketuakomite sekolah sebagai pihakyang menyetujui Terdapat tanda tangan kepaladinas pendidikan Kota Bengkulusebagai pihak yang mengetahuiAdaAdaAdaAda3 Tim Penyusun danNara Sumber Terdapat ketua, sekretaris, dananggota, ketua dan sekretarismasing-masing 1 (satu) orangAda
    • 6sedangkan anggotanya 14 (empatbelas) orang Terdapat nara sumber 2 (dua)orangAda4 Kata Pengantar  Terdapat ucapan syukur kehadiratTuhan Yang Maha Kuasa yangtelah memberi Rahmat, Taufiq,dan HidayahNya Terdapat ucapan terima kasih daritim penyusun kepada semuapihak yang telah membantutersusunnya kurikulumAdaAda5 Daftar Isi  Mempunya daftar isi sesuaidengan kerangka KTSP Penulisan daftar isi sesuai denganaturan penulisan yang benar(Judul, Bab, Sub bab, dst.)...sistematisYaYa6 Bab I.PendahuluanA. Rasional Berisi dasar pemikiranpenyusunan KTSP Terdapat prinsip-prinsippengembangan Dirumuskan dengan bahasa yangbaik dan benarYaYaYa7 B. Visi Sekolah  Terdapat visi yaitu:Berprestasi di bidang akademik, Ya
    • 7non akademik, dan bermutumelalui IMTAQ dan IPTEK8 C. Misi Sekolah  Terdapat misi yaitu:1. Menyelenggarakan prosesbelajar mengajar yang optimal2. Menerapkan modelpembelajaran inovatif3. Melaksanakan pengembanganKTSP4. Menumbuhkan semangatkeunggulan secara intensifkepada seluruh warga sekolah5. Menyelenggarakan kegiatanekstrakurikuler6. Menerapkan manajemenpartisipasi dengan melibatkanseluruh warga sekolah dankelompok kepentingan terkaitdengan sekolah7. Melaksanakan kegiatantafakur setiap hari jum’atYaYaYaYaYaYaYa9 D. Tujuan Sekolah  Terdapat tujuan sekolah yaitu:1. Sekolah memilikikemampuan mengelolamanajemen sekolah denganbaik2. Sekolah mampu mengeloladan melaksanakan kegiatanYaYa
    • 8belajar dengan baik3. Sekolah dapat menghasilkanlulusan yang bermutu danmemiliki daya saing4. Sekolah dapat menghasilkansiswa yang berkualitas sehatjasmani dan rohaniYaYa10 Bab II. Strukturdan MuatanKurikulumA. StrukturKurikulum Terdapat struktur kurikulum yangdisusun berdasarkan kebutuhansekolah yang sesuai dengan visi,misi dan tujuan sekolah sertamengacu pada Standar Isi Terdapat komponen matapelajaran, muatan lokal, danpengembangan diri Terdapat alokasi waktu untuksetiap mata pelajaran, muatanlokal, dan pengembangan diri Terdapat tambahan alokasi waktuuntuk pembelajaranpengembangan diri Terdapat jumlah alokasi waktudari kelas 1 (satu) sampai dengankelas 6 (enam)YaYaYaYaYa11 B. MuatanKurikulum1) Mata Pelajaran Terdapat 8 (delapan) matapelajaran yaitu:1. Pendidikan Agama Islam2. Pendidikan KewarganegaraanYa
    • 93. Bahasa Indonesia4. Matematika5. Ilmu Pengetahuan Alam6. Ilmu Pengetahuan Sosial7. Seni Budaya danKeterampilan8. Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan Dari kedelapan mata pelajarantersebut terdapat tujuan matapelajaran, Standar Kompetensi,dan Kompetensi Dasar, mulai darikelas 1 (satu) semester I dan IIsampai dengan kelas 6 (enam)semester I dan IIYa12 2) Muatan Lokal  Terdapat beberapa mata pelajaranmuatan lokal yang diajarkandengan tujuannya masing-masing,misalnya:Seni budaya Kota Bengkulu,Bahasa Inggris, dan IndustriRumah Tangga Muatan lokal sesuai dengankarakteristik dan potensi sekolahYa, senibudaya kotaBengkulumerupakanmuatan lokalyangbertujuanagar siswadapatmegembangkan budayadaerahAda
    • 10 Ada Standar Isi yaitu StandarKompentensi (SK) danKompetensi Dasar (KD) muatanlokalAda13 3) PengembanganDiri Pengembangan diri meliputiberagam kegiatan ekstrakurikulersesuai dengan minat dan bakatsiswa, yang terdiri atas:KewiraanOlahragaSeniUKSKegiatan Pembiasaanmerupakan prosespembentukan akhlaq danpenanaman/pengamalanajaran Islam, kegiatannyameliputi:1. Jum’at bersih2. Kultum setiap jum’at3. Hafalan Al Qur’an,peringatan hari besar Islam4. Pesantren Ramadhan5. Sholat Berjemaah6. Penanaman Akhlak IslamiAda,Kewiraan1. Pramuka2. PeraturanBarisBerbaris(PBB)Olahraga1. SepakBola2. TenisMeja3. OlahragaTradisionalSeni1. Seni Tari2. Seni Musikdan Vokal3. Senitradisionaldaerahlainnya
    • 11UKS1. DokterKecil2. KebunSekolah14 Pengaturan BebanBelajar Terdapat beban belajar dengansistem paket sebagaimana terteradalam struktur kurikulum Pada kelas 1 (satu) sampaidengan kelas 6 (enam), satu jamtatap muka 35 menit Terdapat jumlah jam pelajaranper-minggu dari kelas 1 sampaidengan kelas 6, berbeda-bedaKelas 1 = 30 jam/mingguKelas 2 = 31 jam/mingguKelas 3 = 32 jam/mingguKelas 4 = 40 jam/mingguKelas 5 = 40 jam/mingguKelas 6 = 40 jam/minggu Terdapat jumlah jam efektif per-tahun ajaran, dari kelas 1 sampaidengan kelas 5 jumlah mingguefektifnya per-tahun ajaran 37minggu sedangkan untuk kelas 6jumlah minggu efektifnyapertahun ajaran adalah 33 minggu Terdapat waktu pembelajaran/jamper-tahunKelas 1 = 962AdaAdaAdaAdaAda
    • 12Kelas 2 = 999Kelas 3 = 1036Kelas 4 = 1332Kelas 5 = 1332Kelas 6 = 122115 KetuntasanBelajar Terdapat Kriteria KetuntasanMinimal (KKM) yang sama darikelas 1 sampai dengan kelas 6No Mata Pelajaran KKM1 Pendidikan Agama 652 PendidikanKewarganegaraan653 Bahasa Indonesia 624 Matematika 605 Ilmu PengetahuanAlam646 Ilmu PengetahuanSosial657 Seni Budaya danKeterampilan758 Pendidikan Jasmani,Olahraga danKesehatan759 Muatan Lokal:a. Bahasa Inggris 60b. Iqro 60c. Kesenian Daerah 65
    • 1316 Kenaikan Kelasdan Kelulusana. Kenaikan KelasKenaikan kelas dilaksanakanpada setiap akhir tahun pelajaranKriteria Kenaikan Kelas :Siswa dinyatakan naik kelassetelah menyelesaikan seluruhprogram pembelajaran pada duasemester di kelas yang diikutiTidak terdapat nilai di bawahKKMMemeiliki nilai minimal Baikuntuk aspek kpribadian padasemester yang diikutib. Kriteria KelulusanMenyelesaikan seluruh programpembelajaranMemperoleh nilai minimal Baikuntuk seluruh kelompok matapelajaran ; Agama dan Akhlaqmulia, Kewarganegaraan danKepribadian, Estetika, JasmaniOlahraga dan KesehatanLulus Ujian Sekolah/UjianNasional sesuai dengan PeraturanMenteri Pendidikan Nasionalyang berlaku17 KalenderPendidikan Terdapat kalender pendidikanyang disusun berdasarkanYa
    • 14kalender pendidikan yangdikeluarkan oleh dinaspendidikan dan memperhatikankalender pendidikan yang ada diStandar Isi Kalender pendidikan tersebutdisusun berdasarkan kebutuhandan karakteristik sekolah, sertapeserta didik dan masyarakat Hari efektif belajar per-semester,Semester 1 = 112 HariSemester 2 = 125 HariYaYaTabel 2.2 Instrumen Penelaahan Kurikulum SD Negeri 69 Dokumen IINo Aspek yangDitelaahDeskripsi Analisis1 Silabus  Memuat identitas matapelajaran atau tema pelajaran,Standar Kompetensi (SK),Kompetensi Dasar (KD), MateriPembelajaran, KegiatanPembelajaran, Indikatorpencapaian kompetensi,Penilaian, Alokasi Waktu danSumber Belajar. Kesesuaian SK-KD, materipembelajaran, kegiatanYaYa
    • 15pembelajaran, indikatorpencapaian kompetensi,penilaian, alokasi waktu dansumber belajar.SK dan KD  Rumusan Standar Kompetensi(SK) dan Kompetensi Dasar(KD) sesuai dengan standar isi Keterkaitan antara SK dan KD Ada kesesuaian antara KDdengan komponen silabuslainnya (materi pembelajaran,kegiatan pembelajaran,indikator pencapaiankompetensi, penilaian, alokasiwaktu dan sumber belajar).YaYaYa2 Materi Pelajaran  Materi pembelajaran benarsecara ilmiah Materi pembelajaranmendukung pencapaian KD(selaras dengan KD) Sesuai dengan tingkatperkembangan fisik, intelektual,emosional, sosial, dan spiritualpeserta didik Bermanfaat bagi peserta didikYaYaYaYa3 Kegiatan Pembelajaran  Memuat rangkaian kegiatanyang harus dilakukan olehYa
    • 16peserta didik secara berurutanuntuk mencapai KD Urutan kegiatan pembelajaranminimal mengandung dua unsurpenciri yang mencerminkanpengelolaan pengalaman belajarsiswa, yaitu kegiatan siswa danmateri Kegiatan pembelajaran memuataktivitas belajar yang berpusatpada siswa (belajar aktif)YaYa4 Indikator  Penanda tercapainya KD yangditandai dengan perubahanperilaku yang dapat diukur yangmencakup sikap, pengetahuandan keterampilan Indikator dikembangkan sesuaidengan karakteristik pesertadidik, mata pelajaran, satuanpendidikan, dan potensi daerah Indikator dirumuskan denganmenggunakan kata kerjaoperasional yang dapat diukurdan diamati yang mencakuppengetahuan, keterampilan dansikap Indikator digunakan sebagaidasar untuk menyusun alatpenilaian Setiap KD dikembangkanYaYaYaYaYa
    • 17menjadi beberapa indikator(minimal satu KD ada duaindikator) Tingkat kata kerja dalamindikator lebih rendah atausetara dengan kata kerja dalamKD maupun SKYa5 Penilaian Standar penilaian Terdapat berbagai teknikpenilaian (tes, observasi,penugasan per-orangan ataukelompok) Teknik penilaian yang dipilihdisesuaikan tuntutan indikator Melampirkan contoh alatpenilaian yang sesuai denganindikatorAdaYaYa6 Alokasi Waktu  Alokai waktu sesuai dengancakupan kompetensi Alokasi waktu sesuai denganprogram semester yang telahdisusunYaYa7 Sumber Belajar Standar Proses Sumber belajar didasarkan padastandar kompetensi dankompetensi dasar, serta materiajar, kegiatan pembelajaran danYa
    • 18indikator pencapaiankompetensi Sumber belajar bervariasi Yac. Menelaah kaitan antara komponen-komponen kurikulumDari komponen kurikulum dan kesesuaiannya dengan KTSP terdapathubungan yang singkron atau yang erat, jadi sudah terdapat kesesuaian antarakomponen kurikulum dengan KTSP karena komponen tersebut disusun untukmelengkapi adanya kurikulum yang sekarang yaitu KTSP.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulumoperasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuanpendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan denganmemperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yangdikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).KTSP disusun dan dikembangkan sebagai berikut: (1) Pengembangankurikulum mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan TujuanPendidikan Nasional; (2) Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikandikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan,potensi daerah, dan peserta didik.Berdasarkan pengertian tersebut, perbedaan esensial antara KBK danKTSP tidak ada. Keduanya sama-sama seperangkat rencana pendidikan yangberorientasi pada kompetensi dan hasil belajar peserta didik. Perbedaannyamenurut Masnur menampak pada teknis pelaksanaan. Jika KBK disusun olehpemerintah pusat, dalam hal ini Depdiknas (c.q. Puskur), maka KTSP disusunoleh tingkat satuan pendidikan masing-masing, dalam hal ini sekolah yangbersangkutan, walaupun masih tetap mengacu pada rambu-rambu nasionalPanduan Penyusunan KTSP yang disusun oleh badan independen yang disebutBadan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).Berikut komponen kurikulum :
    • 191. TujuanKonsep dasar dalam menentukan tujuan suatu pembelajaran yaituberlandaskan atas pencapaian setiap indikator yang terdapat dalam setiapKompetensi Dasar. Dalam satu indikator kita bisa membuat beberapatujuan pembelajaran sehingga akan muncul banyak tujuan dalam satukompetensi dasar sebagaimana yang terlihat pada tujuan yang ada pada(RPP).2. MateriPenyusunan materi berdasarkan pada tujuan-tujuan yang telah dibuat halini berhubungan dengan pencapaian dari pada proses pembelajaran yangakan dilakukan. Kelengkapan suatu materi ajar dilihat dari sejauh manapencapaian tujuan yang sudah terpenuhi, jadi semakin banyak tujuanpembelajaran maka akan semakin lengkap materi yang akan disampaikandan proses pembelajaran akan semakin komplit.3. OrganisasiUntuk menstuktur pengetahuan peserta didik maka materi perlu disusunsedemikian rupa agar mudah dipahami oleh peserta didik dalam hal inidimulai dari pemberian motivasi kepada siswa berupa pertanyaan ataupernyataan yang mampu membangkitkan semangat siswa untuk belajar.Kemudian materi disusun dari tingkat kognisi yang paling sederhanamenuju tingkat analisis yang rumit mulai dari tingkat memahami,membedakan, mensintesis, kemudian ke tingkat analisis sesuai dengantujuan yang akan dicapai. Selain itu dalam mengorganisasikan pemahamansiswa juga dibutuhkan kolom kegiatan siswa atau tes pemahaman siswaberupa soal latihan pada setiap pokok bahasan setelah menyampaikansuatu materi hal ini berfungsi untuk mengetahui tingkat pemahaman siswakhususnya terhadap materi yang diajarkan saat itu beserta tidak lupa jugakita menaruhkan informasi-informasi sains yang berhubungan denganmaateri yang disampaikan untuk membuka pemikiran siswa dalammemahami fenomena alam yang bersangkutan.
    • 204. EvaluasiSebagaimana tuntutan hasil pembelajaran tidak hanya dituntut kemampuandalam bidang kognitif saja melainkan juga afektif dan psikomotorsehingga bentuk evaluasi hasil belajar juga diperlikan penyesuaian.sebagaimana seperti yang terdapat pada bentuk evaluasi diatas yaituevalausi dalam bidang kognitf, afektif dan psikomotorik.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kaitan atau hubunganantara komponen-komponen kurikulum tersebut memiliki hubungan yang sangatsingkron. Artinya antara satu komponen kurikulum dengan komponen lainnyaharus memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan lagi.d. Menelaah kaitan antara kurikulum dengan komponen RPPbuatan guruKesesuaian antara standar kompetensi dengan kompetensi dasar contohnyadalam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas IV (Empat) semester 1(Satu) sampai semester II (Dua) yakni :Tabel 2.3 Kesesuaian Standar Kompetensi dan Kompetensi DasarStandar kompetensi Kompetensi dasarSemester I1. Memahami sistempemerintahan desa danpemerintahan kecamatan1.1 Mengenal lembaga-lembaga dalamsusunan pemerintahan desa danpemerintahan kecamatan1.2 Menggambarkan strukturorganisasi desa dan pemerintahankecamatan2. Memahami sistempemerintahan kabupaten, kota,2.1 Mengenal lembaga-lembagadalam susunan pemerintahan
    • 21dan provinsi kabupaten, kota dan provinsi2.2 Menggambarkan strukturorganisasi kabupaten kota danprovinsiSemeter II3. Mengenal sistem pemerintahantingkat pusat3.1 Mengenal lembaga-lembaganegara dalam susunan pemerintahtingkat pusat, sepertiMPR,DPR,PRESIDEN,MA,MK,dan BPK dll3.2 Menyebutkan organisasipemerintahan tingkat pusat sepertiPresiden, Wakil Presiden dan paramenteri4. Menunjukkan sikap terhadapglobalisasi di lingkungannya4.1 Memberikan contoh sederhanapengaruh globalisasidilingkungannya.4.2 Mengidentifikasi jenis-jenisbudaya indonesia yang pernaditampilkan dalam misikebudayaan internasional4.3 Menentukan sikap terhadappengaruh globalisasi yang terjadidi lingkungannyaPada tabel di atas dengan membandingkan antara SK dan KD terdapatkesesuaian atau keterkaitan, yang sangat singkron. Standar kompetensi padadasarnya merupakan kualifikasi kemampuan minimal siswa yang menggambarkan
    • 22penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai padasetiap tingkat dan/atau semester untuk mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasarmerupakan sejumlah ke-mampuan yang harus dikuasai siswa dalam matapelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi. Standarkompetensi dan kompetensi dasar ini berlaku secara nasional, ditetapkan olehBSNP.Tabel 2.4 Kesesuaian Kompetensi Dasar dan IndikatorKompetensi Dasar IndikatorMengenal lembaga-lembaga dalamsusunan pemerintahan desa danpemerintahan kecamatan1. Siswa dapat menjelaskanlingkungan desa secara tanggungjawab (NK. Tanggung jawab).(Responsibility).2. Siswa dapat menyebutkanperangkat desa3. Siswa dapat menyebutkan sumberkeuangan desa4. Siswa dapat menjelaskanlingkungan kelurahan secara peduli(caring) ( NK. Peduli) (caring)5. Siswa dapat menyebutkanperangkat kelurahan6. Siswa dapat menyebutkan sumberkeuangan kelurahan7. Siswa dapat menjelaskanlingkungan kecamatan danmenyebutkan perangkatnya jiwakewarganegaraan (citizenship)
    • 23Pada tabel diatas dengan membandingkan antara KD dan indikator yakniKD Mengenal lembaga-lembaga dalam susunan pemerintahan desa danpemerintahan kecamatan dengan indikatornya sudah memiliki hubungan yangsangat singkron, artinya antara KD dengan Indikator itu sesuai berdasarkankurikulum dan RPP buatan guru.Tabel 2.5 Menelaah kesesuaian indikator dengan materiIndikator Materi Siswa dapat menjelaskanlingkungan desa secaratanggung jawab (NK.tanggung jawab)(responsibility) Siswa dapat menyebutkanperangkat desa. Siswa dapat menyebutkansumber keuangan desa. Siswa dapat menjelaskanlingkungan kelurahansecara peduli (caring)(NK. Peduli (caring). Siswa dapat menyebutkanperangkat kelurahan. Siswa dapat menyebutkansumber keuangankelurahan. Siswa dapat menjelaskanlingkungan kecamatan danmenyebutkan perangkatnyadidasari jiwa Tentang desa Tentang kelurahan Tentang kecamatan
    • 24kewarganegaraan(citizenship).Pada tabel di atas dengan membandingkan antara indikator dengan materiyang akan disampaikan terdapat kesesuaian, karena yang terdapat didalam modulpembelajaran sangat cocok dengan indikator yang sudah dibuat oleh guru. Dengandemikian materi yang diajarkan dapat dengan mudah dipahami oleh siswasehingga bisa mencapai indikator yang diharapkan.Tabel 2.6 Menelaah kesesuaian materi dan strategi pembelajaranMateri Strategi pembelajaran Tentang desa Tentang kelurahan Tentang kecamatan Pendekatan kontekstual. Pendekatan coopratif learning Diskusi dan penugasanDari tabel diatas hubungan materi dan strategi pembelajaran ini sesuaidengan materi yang diajarkan, sebab materi yang diajarkan dengan menggunakanmodul, mampu mendorong siswa untuk belajar aktif kreatif dan efektif sertamenyenangkan.Pendekatan kontekstual merupakan konsep pembelajaran yang membantuguru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyatasiswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yangdimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggotakeluarga dan masyarakat.Pendekatan pembelajaran kooperatif (cooperative learning) adalah konseppembelajaran yang membantu guru memanfaatkan kelompok-kelompok kecilsiswa yang bekerja bersama untuk mencapai sasaran belajar, dan memungkinkansiswa memaksimalkan proses belajar satu sama lain.
    • 25Tabel 2.7 Menelaah kesesuian media dan strategi dengan alokasi waktuMedia Alokasi waktu Buku paket Orang tua Teman Lingkungan rumah(keluarga), sekolah, dst.Untuk Standar Kompetensi I(Memahami sistem pemerintahandesa dan pemerintah kecamatan)4 x 35 menit (2 pertemuan)Strategi Pendekatan kontekstual. Pendekatan coopratiflearning Diskusi dan penugasanDari tabel di atas dapat dilihat tingkat pemaksimalan waktu disediakandengan media dan strategi yang digunakan telah sesuai karena waktu yangdiberikan itu telah mencukupi dalam penyampaian materi pembelajaran.2. Menelaah Strategi PembelajaranStrategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan dipilih dan digunakanoleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran yang bertujuanuntuk memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi pembelajaran,yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatanbelajar.Metode pembelajaran adalah cara/prosedur yang digunakan guru untukmencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural,yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang digunakan, yangbersifat implementatif. Dengan kata lain, metode yang dipilih oleh masing-masingguru bisa sama, tetapi teknik penyampaiannya yang berbeda-beda.
    • 26a. Strategi yang digunakan guru dengan tujuan pembelajaranSecara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besarhaluan untuk bertindak dalam usaha untuk mencapai sasaran yang telahditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagaipola-pola umum kegiatan guru, anak didik dalam perwujudan kegiatan belajarmengajar untuk mencapai tujuannya telah digariskan.Ada empat strategi dasar dalam belajar mengajar yang meliputi hal-halberikut :1) Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasiperubahan tingkah laku dan keperbadian anak didik sebagaimana yangdiharapkan.2) Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi danpandangan hidup masyarakat.3) Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajarmengajar yang dianggap paling tepat, dan efektif dapat dijadikanpegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.4) Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan ataukriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedomanoleh guru dalam melakukan evaluasai hasil pembelajaran yangselanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempurnaan sistemintruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.Dalam pengamatan kami strategi yang digunakan guru sesuai dengantujuan yang ingin dicapai misalnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia strategiyang digunakan adalah model cooperative learning. Dengan model ini siswadikelompokan dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok mempunyai anggota6 atau 5 orang. Setelah itu siswa mendiskusikan materi pelajaran yang telahdibahas atau dijelaskan. Kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasildiskusi kelompok di depan kelas.
    • 27Hal ini dilakukan guru agar siswa bisa aktif dalam belajar sehingga prosespembelajaran pun berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan dapat mencapaiindikator atau tujuan pembelajaran.b. Strategi dengan materi pelajaran yang diajarkanBerdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan di kelas VI padapelajaran Bahasa Indonesia dengan materi tentang Pidato dan Drama dimanaguru dalam menyampaikan materi kepada siswa menggunakan strategi ataumetode ceramah, tanya jawab, diskusi, demontrasi, dan penugasan. Metode-metode sangat sesuai dengan materi pelajaran karena dengan menggunakanmetode ini bisa dengan mudah membantu siswa dalam memahami pelajaran yangdisampaikan. Selain itu juga metode ini bisa membuat siswa lebih aktif danmenyenangkan dalam belajar.Dalam pembelajaran materi tentang drama siswa belajar dalam bentukkelompok untuk membuat atau menyusun sebuah drama yang dialami siswadalam kehidupan sehari-hari. Dengan metode ini siswa lebih mudah untukberpartisipasi dalam kelompok untuk menyumbangkan ide dan gagasan dalammembuat sebuah drama tersebut. Hasil yang diperoleh cukup bagus karena semuasiswa berperan aktif.c. Tujuan, materi dengan metode yang digunakan1) TujuanTujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatukegiatan. Tidak ada suatu kegiatan yang diprogramkan tanpa tujuan, karena hal ituadalah suatu hal yang tidak memiliki kepastian dalam menentukan kearah manakegiatan itu akan di bawah.Tujuan adalah komponen yang dapat mempengaruhi komponenpengajaran yang lainnya seperti bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar,pemilihan metode, alat, sumber, dan alat evaluasi. Semua komponen itu harusbersesuaian dan didaya gunakan untuk mencapai tujuan seefektif dan seefesien
    • 28mungkin. Bila salah satu komponen tidak sesuai dengan tujuan, maka pelaksanaankegiatan belajar mengajar tidak akan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Ny. Dr. Roestiyah, N.K. (1989):44) mengatakn suatu tujuan pengajaranadalah deskpripsi tentang penampilan perilaku (performens) murid-murid yangkita harapkan setelah mereka mempelajari bahan pelajaran yang kita ajarkan.Suatu tujuan pengajaran mengatakan suatu hasil yang kita harapkan daripengajaran itu dan bukan sekedar suatu proses dari pengajaran itu sendiri.Dalam pembelajaran matematika kelas V materi ajar “KPK dan FPB”,tujuan pembelajaran yang harus dicapai adalahPeserta didik dapat:a) Melakukan dan menggunakan operasi hitung bilangan bulatb) Menentukan KPK dari dua bilanganc) Menentukan FPB dari dua bilanganDalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VI materi ajar “Pidato atauPresentasi” tujuan pembelajaran yang harus dicapai adalahSetelah mengerjakan tugas yang diberikan guru tentang pidato, siswadapat:a) Memahami berbagai jenis pidato atau presentasib) Menyampaikan isi pidato atau presentasi secara lisanc) Mencari pidato atau presentasi di surat kabar kemudian menyampaikanisinyaDapat disimpulkan bahwa setiap mata pelajaran memiliki tujuanpembelajaran masing-masing sesuai dengan SK, KD dan Indikatornya.2) Materi atau Bahan PelajaranBahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam prosesbelajar mengajar. Karena itu,guru yang akan mengajar pasti memiliki danmenguasai bahan pelajaran yang akan disampaikannya pada anak didik. Ada dua
    • 29persoalan dalam pengauasaan pelajaran ini, yakni penguasaan bahan pelajaranpokok dan bahan pelajaran pelengkap. Bahan pelajaran pokok adalah bahanpelajaran yang menyangkut bidang studi yang dipegang oleh guru sesuai denganprofesinya (disiplin keilmuannya). Sedangkan bahan pelajaran pelengkap ataupenunjang adalah bahan pelajaran yang dapat membuka wawasan seorang guruagar dalam mengajar dapat menunjang penyampaian bahan pelajaran pokok.Bahan penunjang ini biasanya bahan yang terlepas dari disiplin keilmuan guru,tetapi dapat digunakan sebagai penunjang penyampaian bahan pelajaran pokok.Pemakaian bahan pelajaran penunjang ini harus disesuaikan dengan bahanpelajaran pokok yang dipegang agar dapat memberikan motivasi kepada sebagianbesar dan semua anak didik.Bahan adalah salah satu sumber belajar bagi anak didik. Bahan yangdisebut sebagai sumber belajar (pengajaran) ini adalah sesuatu yang membawapesan untuk tujuan pengajaran. (Sudirman, N.K; 1991;203). Bahan pelajaranmenurut Dr. Suharsimi Arikunto (1990) merupakan unsur inti yang ada di dalamkegiatan belajar mengajar, karena memang bahan pelajaran itulah yangdiuapayakan untuk dikuasai oleh anak didik. Karena itu, guru khusus nya ataupengembang kurikulum umumnya, tidak boleh lupa harus memikirkan sejauhmana bahan-bahan yang topiknya tertera dalam silabi berkaitan dengankebutuhan anak didik pada usia tertentu dan dalam lingkungan tertentu pula.Minat anak didik akan bangkit bila suatu bahan diajarkan sesuai dengankebutuhan anak didik. Maslow berkeyakinan bahwa minat seseorang akan munculbila sesuatu itu terkait dengan kebutuhannya. (Sadirman, A.M; 1988;81). Jadi,bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik akan memotivasi anakdidik dalam jangka waktu tertentu.Biasanya aktivitas anak didik akan berkurang bila bahan pelajaran yangguru berikan tidak atau kurang menarik perahatiannya, disebabkan cara mengajaryang mengabaikan prinsip-prinsip mengajar seperti apersepsi, dan kolerasi, danlain-lain. Guru merasa pintar dengan menggunakan bahasa yang tidak sesuaidengan perkembangan bahasa dn jiwa anak didik lebih banyak mengalamikegagalan dalam menyampaikan bahan pelajaran dalam proses belajar mengajar.
    • 30Karena itu, lebih baik menyampaikan bahan sesuai dengan perkembangan bahasaanak didik daripada menuruti kehendak pribadi. Ini perlu mendapat perhatianyang serius, agar anak didik tidak dirugikan oleh sikap dan tindakan guru yangkeliru.Dengan demikian, bahan pelajaran merupakan komponen yang tidak bisadiabaikan dalam pengajaran, sebab bahan adalah inti dalam proses belajarmengajar yang akan disampaikan kepada anak didik.Materi ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas VI adalah Pidatoatau Presentasi. Dalam materi tersebut ada beberapa prosesa) Kegiatan awal Guru mengapersepsi tentang pidato yang pernah didengarnya Guru mengajukan pertanyaan tentang pidatob) Kegiatan inti Eksplorasi Guru memberikan penjelasan singkat tentang pidato Guru membagi kelompok yang beranggotakan lima orang Siswa berdiskusi untuk membuat teks pidato sesuai dengankerangkanya Elaborasi Perwakilan dua kelompok menyampaikan isi pidato ataupresentasi secara lisan Guru memberikan penguatan kepada kelompok yang beranimenampilkan isi pidato ke depan kelas Secara bergantian kelompok yang mendengarkan isi pidatoyang telah dipresentasikan memberikan tanggapan Guru menyimpulkan hasil diskusi kelompok Konfirmasi Guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui pemahamankonsep pidato
    • 31 Guru memberikan penugasan atas jawaban yang kurang sesuaidengan pertanyaan yang disebutkanc) Kegiatan penutup Guru dan siswa merangkum materi yang telah dipelajari Siswa merefleksi tentang proses dan hasil pembelajaran Guru memberikan tindak lanjut dengan cara siswa membuat pidatosebagai PR Guru menutup pelajaran dengan pesan dan kesan yang baik3) MetodeKegiatan pembelajaran yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawiadalah sebagai suatu proses dalam rangka mencapai tujuan pengajkaran. Gurudengan sadar berusaha mengatur lingkungan belajar agar bergairah bagi anakdidik. Dengan sperangkat teori dan pengalaman yang dimiliki, guru gunakanuntuk bagaimana mempersiapkan program pengajaran dengan baik dan sismatis.Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimanamemahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut ambilbagian bagi keberhasilan kegiatan pembelajaran.Dari hasil analisis yang dilakukan, lahirlah pemahaman tentang kedudukanmetode sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pembelajaran, dansebagai alat untuk mencapai tujuan.a) Metode Sebagai Alat Motivasi EkstrinsikSebagai sebagai salah satu komponen pembelajaran, metodemenempati peranan yang tidak kalah pentingnya dari komp[onen lainnyadalam kegiatan belajar mengajar. Tidak ada satupun kegiatan belajarmengajar yang tidak menggunakan metode pembelajaran. Ini berarti gurumemahami benar kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinbsikdalam kegiatan belajar mengajar.motivasi ekstrinsik adalah motif-motifyang aktif dan berfungsinya karena danya perangsang dari luar. Karenaitu, metode berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapatmembangkitkan belajar seseorang.
    • 32Dalam penggunaan metode harus disesuiakan dengan kondisi dansuasana kelas. jumlah anak mempengaruhi penggunaan metode. Tujuanintruksional menjadi acuan bagi guru untuk memilih metode yang sesuaidalam pembelajaran. Dengan begitu akan memudahakan guru dalammenentykan metode yang bagaimana yang dipilih guna untuk menunjangpencapain tujuan yang telah dirumuskan tersebut.Akhirnya, dapat dipahami bahwa penggunaan metode yang tepatdan bervariasi akan dapat dijadikan sebagai alat motivasi ekstrinsik dalamkegiatan pembelajaran di sekolah.b) Metode sebagai strategi pembelajaranDalam kegiatan pembelajarn tidak semua anak didik mampuberkonsentrasi dalam waktu yang sama. Daya serap anak didik terhadapbahan yang telah diberikan juga bermacam-macam ada juga yang cepat,ada yang sedang an ada yang lambat. Faktor intelegensi mempengaruhidaya serap anak didik terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru.Karena perbedaan daya serap anak didik tidak sama makamemerlukan strategi pembelajaran yang sangat tepat. Metodelah salah satujawabannya. Karen itu, dalam kegiatan pembelajaran guru harus memilikistrategi agar anak didik dapat belajar secara efktif dan efesien, mengenapada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk menggunakanstrategi itu adalah harus menguasai teknik- tekni pengajian materi ataubiasanya disebut dengan metode mengajar. Dengan demikian, metodemengajar adalah strategi pengajaran sebagai alat untuk mencapai tujuanyang diharapkan.c) Metode sebagai alat untuk mencapai tujuanTujuan dari kegiatan pembelajaran tidak akan pernah tercapaiselama komponen-komponen lainnya tidak diperlukan salah satunyaadalah komponen-komponen metode. Dengan memantapkan metodedengan akurat, guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran.
    • 33Dalam pembelajaran matematika metode yang digunakan adalah ceramah,Tanya jawab, eksperimen, dan demonstrasi. Sedangkan dalam pembelajaranbahasa Indonesia metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab, diskusidan penugasan.d. Alat peraga yang digunakan dengan materi dan tujuanMedia sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatukenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yangmenghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesandari bahan pelajaran yang diberikan oleh guru kepada anak didik. Guru sadarbahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dandipahami oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit ataukompleks.Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menujutercapainya tujuan pengajaran. Hal ini dilandasi dengan keyakinan bahwa prosesbelajar mengajar dengan bantuan media memperringgi kegiatan belajar anak didikdalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti kegiatan belajar anak didikdengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baikdaripada tanpa bantuan media.Ada enam langkah yang bisa ditempuh guru pada waktu ia mengajardengan mempergunakan media. Langkah-langkah itu adalah:1) Merumuskan tujuan pengajaran dengan memanfaatkan media.2) Persiapan guru.Pada fase ini guru memilih dan menetapkan media mana yang akandimanfaatkan guna mencapai tujuan. Dalam hal ini prinsip pemilihandan dasar pertimbangannya patut diperhatikan.3) Persiapan kelas.Pada fase ini siswa atau kelas harus mempunyai persiapan, sebelummereka menerima pelajaran dengan menggunakan media. Guru harusdapat memotivasi mereka agar dapat menilai, mengantisipasi,menghayati pelajaran dengan menggunakan media pengajaran.
    • 344) Langkah penyajian pelajaran pelajaran dan pemanfaatan media.Pada fase ini penyajian bahan pelajaran dengan memanfaatkan mediapengajaran. Keahlian guru dituntut di sini. Media diperbantukan olehguru untuk membantu tugasnya menjelaskan bahan pelajaran. Mediadikembangkan penggunaannya untuk keefektifan dan efisiensipencapaian tujuan.5) Langkah kegiatan belajar siswa.Pada fase ini siswa belajar dengan memanfaatkan media pengajaran.Pemanfaatan media di sini bisa siswa sendiri yang mempraktikkannyaataupun guru langsung memanfaatkannya, baik di kelas maupun di luarkelas.6) Langkah evaluasi pengajaran.Pada langkah ini kegiatan belajar dievaluasi, sampai sejauh manatujuan pengajaran tercapai, yang sekaligus dapat dinilai sejauh manapengaruh media sebagai alat bantu dapat menunjang keberhasilanproses belajar siswa. Hasil evaluasi dapat dijadikan dasar atau bahanbagi proses belajar berikutnya.Manfaat penggunaan media atau alat peraga dalam pembelajaran terutamadi tingkat SD, sangat penting. Sebab pada masa ini siswa masih berpikir konkret,belum mampu berpikir abstrak. Kehadiran media sangat membantu mereka dalammemahami konsep tertentu, yang tidak atau kurang mampu dijelaskan denganbahasa. Ketidakmampuan guru mejelaskan sesuatu bahan itulah dapat diwakilioleh peran media. Di sini nilai praktis media terlihat, yang bermanfaat bagi siswadan guru dalam proses belajar mengajar.Dalam pembelajaran matematika materi tentang “Volume, luaspermukaan, panjang rusuk-rusuk balok” alat peraga yang digunakan adalah1) Ruangan kelas2) Lemari3) Kotak penghapus4) Kubus kecil
    • 35e. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan karakteristikbidang studi1) Pendekatan individualDikelas ada sekelompok anak didik. Mereka duduk dikursi masing-masing. Mereka berkelompok dari dua sampai lima orang didepan mereka adameja untuk membaca dan menulis atau untuk meletakkan fasilitas belajar. Merekabelajar dengan gaya yang berbeda-beda. perilaku mereka juga bermacam-macam.Cara mengemukakan pendapat, cara berpakaian, daya serap tingkat kecerdasandan sebagainya,selalu ada fariasinya. Masing-masing anak didik memangmempunyai karakteristik tersendiri yang berbeda dari satu anak didik dengan anakdidik lainnya.Perbedaan individual anak didik tersebutmemberikan wawasan kepadaguru bahwa strategi pengejaran harus memperhatikan perbedaan pada aspekindividual ini. Dengan kata lain, guru harus melakukan pendekatan individualdalam strategi pembelajarannya. Bila tidak, maka strategi belajar tuntas ataumastery learning yang menuntut penguasaan penuh kepada anak didik tidakpernah menjadi kenyataan. Paling tidak dengan pendekataan individual dapatdiharapkan kepada anak didik dengan tingkat penguasaan optimal.Pada kasus-kasus tertentu yang timbul dalam kegiatan pembelajaran, dapatdiatasi dengan pendekatan individual. Misalnya, untuk menghentikan anak didikyang suka bicara. Caranya dengan memisahkan/memindahkan salah satu anakdidik tersebut pada tempat yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Anakdidik yang suka bicara ditempatkan pada kelompok anak didik yang pendiam.Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagikepentingan pengajaran. Pengeloalaan kelas sangat memerlukan pendekatanindividual ini. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaanindividual, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saj melakukanpendekatan individual terhadap anak didik di kelas. Persoalan kesulitan belajaranak lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual,walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan.
    • 362) Pendekatan kelompokDalam kegiatan belajar mengajarterkadang ada juga guru yangmenggunakan pendekatan lain, yakni pendekatan kelompok. Pendekatankelompok memang suatu waktu diperlukan dan perlu digunakan untuk membinadan mengembangkan sikap sosial anak didik. Hal ini disadari bahwa anak didiksejenis makhluk homo socius, yakni makhluk yang berkecenderungan untuk hidupbersama.Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuh kembangkanrasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik.mereka dibina untukmengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehinggaterbina sikap kesetia kawanan sosial di kelas. Tentu saja sikap ini pada hal-halyang baik saja. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, sepertiekosistem dalam mata rantai kehidupan semua makhluk hidup di dunia. Tidak adamakhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa melibatkan makhluk lainlangsung atau tidak langsung, disadari atau tidak makhluk lain itu ikut ambilbagian dalam kehidupan makhluk tertentu.Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok,akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan ada kelebihan. Ketika gurumenggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkanbahwa hal itu tidak bertentangan dengan tujuan, vasilitas belajar pendukung,metode yang akan dipakai sudah dikuasai, dan bahan yang akan diberikan kepadaanak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok.Keakraban kelompok ditentukan oleh beberapa faktor yaitu:a) Perasaan diterima atau disukai teman-teman;b) Tarikan kelompok;c) Teknik pengelompokan oleh guru;d) Partisipasi atau keterlibatan dalam kelompok;e) Penerimaan tujuan kelompok dan persetujuan dalam cara mencapainya;f) Struktur dan sifat-sifat kelompok. Sedangkan sifat-sifat kelompok ituadalah: Suatu multi pesonalia dengan tingkatan keakraban tertentu;
    • 37 Suatu sistem interaksi; Suatu organisasi atau struktur; Merupakan suatu motif tertentu dan tujuan bersama; Merupaka suatu kekuatan atau standar perilaku tertentu; Pola perilaku yang dapat diobservasi yang disebut kepribadian.Setelah kami melakukan pengamatan di SD 69 Kota Bengkulubahwasanya guru dalam melakukan pendekatan sesuai dengan karakteristik matapelajaran yang akan disampaikan guru menggunakan pendekatan individual danpendekatan kelompok. Hal ini dilakukan karena mengingat kemapuan siswadalam belajar itu berbeda-beda serta karakteristik siswa yang berbeda juga.Makanya dengan adanya dua pendekatan itu guru bisa mengetahui kemampuansiswa dalam mata pelajaran yang sedang disampaikannya. Dengan demikianproses pembelajaran bisa berjalan dengan baik.3. Menelaah Sistem Evaluasi dan Tindak Lanjut PembelajaranIstilah evaluasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu evaluation. MenurutWand dan Brown, evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untukmenentukan nilai dari sesuatu. Sesuai dengan pendapat di atas, maka menurutWayan Nurkancana dan P. P. N. Sumartana, (1983: 1) evaluasi pendidikan dapatdiartikan sebagai tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sebagaisesuatu dalam dunia pendidikan atau segala yang sesuatu yang ada hubungannyadengan dunia pendidikan.Tujuan evaluasi dapat dilihat dari dua segi, yaitu tujuan umum dan tujuankhusus. L. Pasaribu dan Simanjuntak menegaskan bahwa:a. Tujuan umum dari evaluasi adalah:1) Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan muriddalam mencapai tujuan yang diharapkan.2) Memungkinkan pendidik/guru menilai aktivitas/pengalaman yangdidapat.3) Menilai metode mengajar yang dipergunakan.b. Tujuan khusus dari evaluasi adalah:
    • 381) Merangsang kegiatan siswa.2) Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan.3) Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan,perkembangan, dan bakat siswa yang bersangkutan.4) Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yangdiperlukan orang tua dan lembaga pendidikan.5) Untuk memperbaiki mutu pelajaran/cara belajar dan metodemengajar. (Abu Ahmadi dan Bihdodo Supriyono, 1991:189).a. Evaluasi yang digunakan guru dengan tujuan pelajaranBerdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan di Sekolah DasarNegeri 69 Kota Bengkulu di kelas 4,5, dan 6. Kami menemukan bahwa evaluasiyang digunakan guru dengan tujuan pembelajaran adalah evaluasi tes, non tes, danpenugasan. Evaluasi ini lebih dipilih guru karena sesuai dengan tujuanpembelajaran yang ada. Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa evaluasiyang diadakan guru berdasarkan tujuan pembelajaran ini sudah sangat sesuaidengan tujuan pembelajaran dan kurikulum. Selain itu juga, evaluasi ini bisamemudahkan guru dan siswa dalam melaksanakan tugas-tugasnya, baik itusebagai penyampai materi pelajaran maupun sebagai siswa yang menerimapelajaran.b. Evaluasi yang digunakan guru dengan materi pelajaranSetelah kami melakukan observasi dikelas 4, 5, dan 6 pada lima matapelajaran maka evaluasi yang digunakan guru berdasarkan meateri pelajaran yaknievaluasi tes, non tes dan penugasan. Hampir semua mata pelajaran gurumenggunakan evaluasi ini karena evaluasi ini sangat sesuai dengan materipelajaran.c. Evaluasi yang digunakan guru dengan pendekatan pembelajaranBerdasarkan hasil pengamatan kami di Sekolah Dasar Negeri 69 KotaBengkulu, kami menemukan bahwa evaluasi yang digunakan guru dengan
    • 39pendekatan pembelajaran ialah menggunakan evaluasi penugasan. Karena disinisiswa dikelompokkan kemudian diberikan materi pelajaran yang akandidiskusikan siswa dalam kelompoknya. Dan hasil diskusi tersebut barudisampaikan siswa di depan kelas. Jadi, kesimpulannya adalah evaluasi yangdigunakan guru sesuai dengan pendekatan adalah evaluasi penugasan.d. Menelaah variasi bentuk soal dan tingkat kesukaran soalSetelah kami melakukan pengamatan dengan bentuk soal subjektif danobjektif maka kami menemukan tingkat validitas dan reliabilitas dari tersebutdikatakan bagus. Dimana tingkat kesukaran soalnya bervariariasi sesuai dengantingkat kemampuan siswa. Ada soal yang tingkat kesukarannya rendah, ada yangtingkat kesukarannya sedang serta tingkat kesukarannya tinggi. Dengan demikiansoal tersebut tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah bagi siswa. Dengan katalain antara siswa yang kemampuannya rendah dan siswa yang tingkatkemampuannya tinggi bisa menyelesaikan soal tersebut.Secara umum soal subyektif adalah pertanyaan yang menuntut pesertadidik menjawab dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan,membandingkan, memberikan alasan, dan bentuk lain yang sejenis sesuai dengantuntutan pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Makadalam tes dituntut kemampuan peserta didik untuk menggeneralisasikangagasannya melalui bahasa tulisan sehingga tipe soal subyektif lebih bersifatpower test.Contoh soal subyektif adalah:1) Kalimat pembuka untuk mengawali isi pidato yang tepat adalah....2) Teks pidato terdiri atas tiga bagian yaitu....3) Modal yang diperlukan dalam berpidato adalah....4) Sebelum menyusun kerangka pidato hal-hal apa saja yang harusdilakukan ?5) Suatu berita harus aktual. Makna dari aktual itu adalah....Tes objektif lebih baru dari test essay, tetapi tes ini banyak digunakandalam menilai hasil belajar disekolah-sekolah. Hal ini disebabkan antara lain
    • 40karena luasnya bahan pelajaran yang dapat dicapai dalam tes dan mudahnyamenilai jawaban testee. Tes ini dikategori selalu menghasilkan nilai yang samameskipun yang menilai guru yang berbeda atau guru yang sama pada waktu yangberbeda. Tes objektif lebih dikategori pada speed tests.Contoh soal objektif adalah sebagai berikut :1) Anton anak terpandai di kelas VI. Arti awalan ter- pada kata terpandaiadalah....a. Palingb. Tidak sengajac. Dapat di-d. Sengaja2) Dialog pemain drama itu tampak jelas. Kata dialog artinya....a. Propertib. Kostumc. Percakapand. Pakaian3) Surat yang dikirim kepada teman termasuk jenis surat....a. Dinasb. Pribadic. Niagad. Resmi4) Kata dasar dari kata pertandingan adalah....a. Per-b. -anc. Per-and. Tanding5) Gabungan kata yang menyatakan sifat adalah....a. Kancing bajub. Baju ayahc. Baju birud. Bola Adi
    • 41Persoalan yang dihadapi pembuat soal pilihan ganda adalah untukmenyediakan sejumlah jawaban yang baik memang sukar, antara lain jangansampai jawaban yang benar itu begitu menyolok, sehingga peserta didikcenderung mudah menebak untuk memilih jawaban tersebut. Selain itu, jugamembuat “pengecoh” soal sehingga tidak mudah ditebak oleh peserta didik. Makauntuk menghindari itu sebaiknya jawaban sedikitnya antara 4 atau 5 dan jawabanmasing pertanyaan hendaknya dibuat variasi dan jangan konstan jawabannya.e. Menelaah administrasikan penilaian proses dan hasil belajar danberbagai instrumen yang digunakanDitinjau dari sudut bahasa, penilaian diartikan sebagai proses menentukannilai suatu objek. Untuk dapat menentukan suatu nilai atau harga suatu objekdiperlukan adanya ukuran atau kriteria. Dengan demikian penilaian adalah prosesmemberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatukriteria tertentu.Berdasarkan pengamatan kami di kelas VI mata pelajaranKewarganegaran kami menemukan bahwa penilaian proses yang digunakan guruadalah penugasan individu. Dengan penugasan individu tersebut maka siswa bisamendeskripsikan, menceritakan nilai- nilai juang para pahlawan, nilai kebangkitannasional, dan nilai sumpah pemuda dengan rasa hormat dan perhatian. Sehinggasecara tidak langsung dengan menggunakan penilaian proses seperti penugasanindividu tersebut kita telah menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, menghargaijasa para pejuang serta menghormati sejarah perjuangan bangsa. Dengan demikianhasil belajar yang didapati oleh siswa semua nilai- nilai tersebut akan tertanamdalam diri siswa dan bisa diimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Dan intrumen yang digunakan guru adalah penilaian lisan, penilaiantertulis dan penilaian sikap. Contoh instrumen penilaian tertulis dalam matapelajaran Kewarganegaraan adalah sebagai berikut:1) Mengapa Indonesia dapat dijajah selama ratusan tahun oleh bangsaasing?
    • 422) Jelaskan nilai apa saja yang terkandung dalam sumpah pemuda dan halapa saja yang bisa diterapkan di masa sekarang!Contoh istrumen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia:1) Kalimat pembuka untuk mengawali isi pidato yang tepat adalah….2) Sebelum menyusun kerangka pidato apa saja yang dilakukan ?3) Intonasi dalam berpidato berkaitan dengan….4) Teks pidato terdiri atas tiga bagian yaitu….5) Modal diperlukan dalam berpidato adalah….6) “Demikian tadi sambutan dari saya”Kalimat di atas digunakan untuk….7) Sikap kamu saat berpidato adalah….8) Di dalam teks pidato ada tanda Tanya. Maka kalimat tanya di akhiridengan tanda….f. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagaitujuanDari penilaian proses yang dilakukan oleh guru maka hasil penilaianprosesnya adalah guru dapat mengetahui tingkat pencapain kompetensi selamadan setelah proses pembelajaran, dapat memberikan umpan balik, dapatmemantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar dalam rangka pengayaan.dan remedial, dapat memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolahtentang efektivitas pendidikan.Hasil belajar yang diperoleh adalah:a. Tujuan umum Menilai pencapain kompetensi peserta didik; Memperbaiki proses pembelajaran; Sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan belajar siswa;b. Tujuan khusus Mengetahui kemajuan dan hasil belajar siswa; Mendiagnosis kesulitan belajar; Memberikan umpan balik/perbaikan proses belajar mengajar;
    • 43 Penentuan kenaikan kelas; Memotivasi belajar siswa dengan cara mengenal dan memahami diridan merangsang untuk melakukan usaha perbaikan.B. Tingkat KeberhasilanMagang III yang dilakukan di SD Negeri 69 Kota Bengkulu mulai tanggal22 Januari 2013 sampai dengan 5 Februari 2013 telah dilaksanakan sesuai denganjadwal yang telah ditentukan. Kami memperoleh data atau informasi yang efektifyang sesuai dengan situasi dan kondisi di SD. Serta semua warga sekolah baikkepala sekolah, seluruh staf dan dewan guru ikut mendukung, membimbing danmembantu kami dalam pelaksanaan magang ini. Dan akhirnya kami bisamenyelesaikan kegiatan magang ini sesuai yang waktu serta tujuan dari kegiatanmagang III yang telah ditentukan.C. Faktor Pendukung dan PenghambatFaktor pendukung dalam kegiatan magang III ini ialah adanya kerja samaantara pihak universitas dengan seklah mitra, kepala sekolah,guru pamong, dewanguru, dosen pembimbing, mahasiswa dan siswa.Sedangkan faktor penghambat selama melaksanakan magang III ini tidakada karena terjalin hubungan yang sangat baik dengan semua pihak yang terlibatdalam kegiatan magang ini, baik itu dosen pembimbing, kepala sekolah, gurupamong, dewan guru, karyawan, mahasiswa dan siswa.D. Pengalaman Khusus yang DiperolehPengalaman khusus yang kami peroleh selama magang III ini sungguhberbeda dengan pengalaman pada magang sebelumnya. Dimana pada magang inikami memperoleh banyak pengetahuan baru diantaranya, kami bisa mengetahuibagaimana strategi yang digunakan guru,komponen-komponen kurikulum, danevaluasi yang digunakan guru dalam mengetahui sejauh mana siswa bisamemahami materi yang telah diajarkan.
    • 44BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanKurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yangdiberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancanganpelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periodejenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengankeadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraanpendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja.Setelah kami melakukan kegiatan magang III di SD Negeri 69 ini, kamidapat menyimpulkan bahwa komponen yang ada dalam kurikulum meliputi:Instrumen Penelaahan Kurikulum SD Negeri 69 Dokumen 11) Cover/Halaman Judul2) Lembaran Pengesahan3) Tim Penyusun dan Nara Sumber4) Daftar Isi5) I. PendahuluanA. RasionalB. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah6) II. Struktur dan Muatan KurikulumA. Struktur KurikulumB. Muatan Kurikulum1. Mata Pelajarana. Pendidikan Agama Islamb. Pendidikan Kewarganegaraanc. Bahasa Indonesiad. Matematikae. Ilmu Pengetahuan Alamf. Ilmu Pengetahuan Sosial
    • 45g. Seni Budaya dan Keterampilanh. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan2. Muatan Lokala. Seni Budaya Daerah (Kota Bengkulu)b. Bahasa Inggrisc. Industri Rumah Tangga3. Kegiatan Pengembangan Diri4. Pengaturan Beban Belajar5. Ketuntasan Belajar6. Kriteria Kenaikan Kelas7. Kriteria Kelulusan7) Kalender PendidikanInstrumen Penelaahan Kurikulum SD Negeri 69 Dokumen 2 (Silabus) SilabusStrategi dan evaluasi yang digunakan guru dalam pembelajaran sesuaidengan mata pelajaran dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Denganadanya strategi, pembelajaran yang dilakukan lebih mudah dan terarah. Evaluasidilakukan bertujuan untuk mengetahui atau mengukur tingkat kemampuan siswadalam memahami pelajaran yang telah disampaikan atau dijelaskan.3.2 SaranAdapun masukan atau saran yang kami sampaikan adalah:Untuk mahasiswa sebaiknya bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan diSekolah, lebih disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatanmagang.
    • 46DAFTAR PUSTAKAArikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi BelajarMengajar. Jakarta: Rineka Cipta.Solihatin, Etin. 2012. Strategi Pembelajaran PPKN. Jakarta: BumiAksara.http://warungpendidikan.blogspot.com Diakses: 5 Februari 2013http://edukasi.kompasiana.com Diakses: 6 Februari 2013http://allings.blogspot.com Diakses: 8 Februari 2013
    • 47LAMPIRAN
    • 48