• Save
Case Study: Triple Play
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Case Study: Triple Play

on

  • 1,876 views

Studi Kasus Triple Play

Studi Kasus Triple Play

Statistics

Views

Total Views
1,876
Views on SlideShare
1,702
Embed Views
174

Actions

Likes
1
Downloads
0
Comments
0

8 Embeds 174

http://dosenindonesia.wordpress.com 37
http://dosenindonesia.wordpress.com 37
http://manajemenpembebas.wordpress.com 34
http://telematikapedesaan.wordpress.com 34
http://www.slideshare.net 12
http://djadja.wordpress.com 11
http://telematikapembebas.wordpress.com 5
http://pendidikpembebas.wordpress.com 4
More...

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Case Study: Triple Play Case Study: Triple Play Presentation Transcript

  • Studi Kasus Triple Play Business PT. NADJANGGA Oleh: Djadja Achmad Sardjana
  • Revenue Fixed Line Voice Turun • Revenue dari bisnis telekomunikasi suara melalui fixed line mempunyai kecenderungan untuk terus menerus turun. • Hal ini bisa dilihat dari beberapa laporan tahunan Incumbent Operator di seluruh dunia yang mengalami penurunan pendapatan dari fixed line yang signifikan.
  • Strategi untuk mengganti atau mengsubstitusi penurunan revenue
  • Menuju Triple Play Business • PT. NADJANGGA berminat untuk mengembangkan bisnis untuk segmen Residensial dan SOHO pada awal tahun 2007, menuju apa yang disebut beyond voice services Triple Play. • Triple play menggabungkan teknologi yang sekarang tersedia secara masif, yaitu telepon, internet, dan teve yang bisa diakses dari rumah dengan menggunakan hanya satu media dalam pengirimannya Digunakan kabel telepon sebagai satu-satunya media untuk akses triple play, baik untuk kepentingan telepon di kantor maupun di rumah, sebagai sarana komunikasi suara, akses internet, dan melihat teve.
  • Strategi Bisnis Triple Play Perencanaan strategi bisnis NADJANGGA untuk memulai bisnis triple play: A. Tahapan Pertama / Residential & SOHO (2007) – Communication (suara, pesan, short message service /SMS, dan multimedia): • Broadband Voice with Enhance Calling Features – Entertainment (musik, TV/video, dan permainan): • Subscription Movie/Music Services • Gaming on Demand – E-info-services (berita cuaca, bursa saham, atau berita): • Hyper-content
  • Strategi Bisnis Triple Play B. Tahapan Kedua / Corporate (Q3-2007 s/d 2008) – E-Office (e-mail, kolabarasi, virtual-office, pengaturan jadwal, serta directory): • Video Calling and Conferencing over Television – E-commerce (perbankan, perdagangan, penjualan, penjualan tiket, lelang, hingga manajemen perjalanan): • Interactive E-Auction – E-services (perbaikan, keamanan, keadaan darurat,& layanan telematika): • Office/Facility Monitoring
  • Strategi Bisnis Triple Play Residential & SOHO Services, and Possible Monthly Pricing Service Monthly Pricing Enhanced Voice Features $10-15 Subscription Music $10-20 Gaming on Demand $5-10, or a la carte Video Conferencing, E-Auction $5-15 Home Monitoring $5-15 Hyper-content $5-15, or a la carte
  • Penerapan unsur 4C di dalam bisnis triple-play: • Context (peranan telematika), • Contents (tiap jenis content, aplikasi, dan layanan), • Communications (telekomunikasi dan struktur teknologi informasi), dan • Computing(tiap jenis perangkat telekomunikasi)
  • Strategi Teknologi Triple Play
  • Strategi Hukum Triple Play -Berdasarkan UU no.36/99, PP RI no 14 tahun 2000, dan Peraturan Pemerintah no.27 dan 28 tahun 2005 belum ditentukan aturan main dari operator/penyelenggara triple play di Indonesia. -Strategi bisnis yang ditentukan disini harus berhati-hati dikarenakan legalitas yang belum matang, kemungkinan adanya “cyber/internet crime” -Untuk menjajaki perizinan layanan Telekomunikasi Triple Play sebagai operator, NADJANGGA akan mencoba mengajukan permohonan perizinan kepada Ditjen Postel.
  • Kesimpulan Dari strategi bisnis di atas dan untuk mencegah kesalahan investasi perusahaan, NADJANGGA memilih strategi sebagai berikut: • Pemilihan segmentasi konsumen yang akurat adalah sangat penting dengan data pemilahan user yang spesifik (geek, road warrior, music/movie animal, early adopter dsb.) • Karena keterbatasan kualitas dari beberapa jaringan xDSL perlu dilakukan audit jaringan terlebih dahulu sebelum implementasi Triple Play. • Karena cepatnya perubahan teknologi, akan dipilih teknologi yang sudah memasuki tahapan ”full maturity”. • Setiap teknologi baru harus dicoba terlebih dahulu dengan bekerja sama dengan vendor, 3rd party dan pengguna secara terbatas.