• Like
Manajemen resiko
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

Manajemen resiko

  • 6,376 views
Published

 

Published in Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
6,376
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
205
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. MANAJEMEN RISIKODefenisi RisikoRisiko sering diartikan sebagai ketidakpastian (uncertainty). Dalam kehidupan sehari-hari risikodapat menyebabkan masalah, tetapi dapat juga menyebabkan peluang yang menguntungkan,seperti risiko dalam berdangang buah- buahan, ada kalanya dapat untung yang besar jikabuahnya laku banyak, tetapi bisa merugi jika buahnya tidak laku-laku dalam seminggu, initergantung buah apa yang dijual. Risiko selalu berkaitan dengan peluang ( probability) kerugian,terutama yang menimbulkan masalah. Apabila kerugiannya diketahui dengan pasti terjadi, tentudapat direncanakan sebelumnya untuk mengatasinya, contoh : dalam perbankkan biasanyapersentase kredit macet rata-rata pertahun telah diantisipasi sebelumnya, jika kredit macet diatasrata-rata maka dianggap kerugian. Oleh karena itu sangat membantu sekali jika mengetahuidefenisi risiko secara tepat sesuai dengan tujuan penggunaannya, tanpa mengatahui maka akankesulitan dan mungkin tidak dapat melakukan manajemen risiko akibat adanya beban risiko.Risiko Murni (pure risk) : adalah suatu ketidak pastian terjadi, maka kejadian tersebut pastimenimbulkan kerugian, dan tidak ada kemungkina kejadian akan menghasilkan keuntungan,seperti; barang rusak karena terbakar, barang terbawa arus banjir, seorang bapak mati karenatabrakan dan sebagainya.Risiko Spekulasi (speculation risk) : adalah suatu ketidak pastian apakah akan terjadikeuntungan atau kerugian, seperti valuta asing (valas), bursa efek, ini situasi yang menghasilkanuntung tetapi dapat juga menimbulkan kerugian jika kurs dolar dan euro dunia tidak stabil.Kedua risiko ini dapat muncul dalam berbagai situasi. Biasanya banyak keputusan yang diambilselalu berorientasi profit. Keputusan dengan risiko spekulasi yang dilakukan seseorangmempunyai dampak bahaya risiko murni, contoh : Pengusaha real estate membangun kawasanperumahan, yang diperhitungkan dalam lima tahun kedepan akan mendapat profit yang besar,akan tetapi pada tahun keempat di kawasan itu terjadi semburan gas bumi, sehingga pengusahadihadapka pada risiko murni.
  • 2. Risiko statis adalah suatu ketidakpastian tetap dan sebaliknya Risiko dinamis adalah suatuketidakpastian yang berubah akibat perubahan waktu. Kedua risiko ini tidak independen,semakin tinggi risiko dinamis maka dapat menimbulkan risiko statis.Risiko subjektif adalah berkaitan dengan kondisi mental seseorang yang mengalami ragu- raguatau cemas akan kejadian tertentu (kejiwaan) , ini juga dapat bersifat murni atau spekulatif danstatis, dinamis. Sebaliknya Risiko objektif ini lebih mudah diamati secara akurat, sehinggadapat diukur.Pilihan (option) adalah kontrak antara dua partai, yaitu antara pengguna/ pemakai denganpenjual, tetapi kontak yang tidak memakai surat beharga (0bligasi), atau penjualan sesuatu padawaktu yang lalu dengan harga kesepakatan hari sekarang, atau pilihan pemakai untuk membelipada suatu asetPremium adalah pemakai membayar uang pada penjual.Exercice price (strike price) atau srikking price adalah harga tetap pada pilihan pengguna dandapat lebih lagi membeli atau menjual asset. Baik dalam pembelian atau penjualan asset padaharga tetap menjadi spesifikasi tanggal pilihan. Lihat Gambar 1 a. European Call price 0 Stock Price (S0)
  • 3. b. American Call price Max ( 0, S0 – X ) 0 X Stock Price (S0) The Maximum value of a callThe call option also has a maximum value: C (S0, T, X) ≤ S0 (1)Nilai Maksimum dari satu pilihan adalah harga dari suatu barang (stock), Lihat Gambar 2. a. European S0 Call price 0 Stock Price (S0)
  • 4. b. American S0 Call price Max ( 0, S0 – X ) 0 X Stock Price (S0)Ilustrasi dari Gambar 1.adalah apakah kita mempunyai yang tidak bisa jadi jauh, catatanbagaimana Amerika menyebut sebagai pengganti harga dalam daerah yang kecil, ini tidakdiartikan bahwa Amerika menyebut harga adalah lebih kecil dari harga di Eropah, tetapi hanyamenceritakan satu hasilnya dari nilai possible.Gambar 2. Adalah Pertambahan garis nilai maksimum pada Gambar 1. Catatan Garis nilaimaksimum mempunyai hasil pengurangan signifikan dari nilai pilihan yang possible.Suatu panggilan/ informasi (the call) adalah saluran yang mana investor bisa mendapatkansuatu barang (stock). Nilai dari satu panggilan pada waktu akhir (the value of a call atexpiration) sebagai berikut: C ( ST , 0 , X ) = Max ( 0 , ST – X ) (2)Pada waktu akhir, pilihan satu panggilan adalah nilai hakiki berharga.
  • 5. Pengaruh dari waktu berakhir (the effect of time to expiration) dengan bentuk sebagaiberikut: Ca ( S 0 , T 2 , X ) ≥ C a ( S 0 , T 1 , X ) (3) C (ST , 0 , X) Call price Max ( 0, ST – X ) 0 X Stock Price at Expiration (ST)Tabel 1. The Effect of Expiration on Call Value : Payoffs at Expiration of Portfolios A and B Payoffs from Portofolio, Given Stock Price at ExpirationPortfolio Current Value ST < X 1 X1 ≤ ST < X2 X1 < X2 ≤ ST + Ce (S0 , T , X1) 0 ST – X1 ST - X1 A - Ce (S0 , T , X2) 0 0 -ST +X2 0 ST – X1 ≥ 0 X2 – X1 > 0 B (X2 – X1) (1 + r) -T (X2 – X1) > 0 (X2 – X1) > 0 (X2 – X1) > 0Perbedaan dalam harga dari dua panggilan Eropah dibedakan hanya satu dari harga yangdigunakan, dan tidak dapat melebihi nilai sekarang dari perbedaan harga yang dipakai.
  • 6. Perbedaan diatas batasan dalam bayaran ( limits on the difference in premiums).Dapat dibandingkan hasil portofolio A dengan B dari Tabel 1. Portofolio B kembali lebih kecildari Portofolio A. Seorang calon Investor membayar lebih kecil pada Portofolio B dari padaPortofolio A. Harga dari Portofolio A adalah Ce (S0 , T , X1) - (S0 , T , X2), harga dari pilihanpembeli kurang harga dari pilihan yang ditentukan. Harga Portofolio B adalah(X2 – X1) (1 + r) –T, Nilai sekarang dari nilai yang dikeluarkan adalah:(X2 – X1) (1 + r) –T ≥ Ce (S0 , T , X1) - (S0 , T , X2) (4)Suatu hubungan yang menyatakan:(X2 – X1) ≥ Ce (S0 , T , X1) - (S0 , T , X2) (5)Kita ketahui batas bawah dari panggilan Eropah adalah:Ca ( S0 , T , X ) ≥ Max ( 0, S0 - X ) (6)Tabel :1 Hubungan Antara Harga Terakhir dengan Harga Panggilan dari Panggilan AOL Perbedaan Antara Harga Panggilan (Perbedaan Antara Nilai Sekarang dan Nilai Terakhir dalam suatu Hubungan) Perbedaan harga Harga terakhir May Juni Juli akhir 120,125 5 3,0000 1,8750 2,2500 (4,9957) (4,9787) (4,9611) 120,130 10 5,1250 4,0000 4,5000 (9,9914) (9,9573) (9,9222) 125,130 5 2,1250 2,1250 2,2500 (4,9957) (4,9787) (4,9611)Sumber: Don M. Cance .(2004)Catatan: Rasio bebas risiko pada bulan May (4,57%), Juni (4,56%) dan Juli (4,63%). WaktuTerakhir pada bulan May (0,0192), Juni (0,0959) dan Juli (0,01726).Dasar- Dasar Manajemen Risiko
  • 7. Manajemen risiko dapat menyangkut standar manajemen risiko itu sendiri, yang bersifatuniversal yang disusun oleh asosiasi manajemen tertentu. Manajemen risiko sudah dibakukandalam berbagai aspek kehidupan perorangan, terutama kehidupan organisasi pemerinah maupunperusahaan yang mencari untung, seperti manajemen risiko lembaga keuangan dan non- bank,Asuransi ( kesehatan, jiwa, keselamatan kerja, kecelakaan, rumah tinggal dan lainnya).Pada dasarnya hakikat risiko sebagai ketidakpastian, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.Manajemen risiko adalah suatu proses dengan metode- metode tertentu supaya suatu organisasidapat mempertimbangkan risiko yang dihadapi pada setiap kegiatan organisasi atau risikoportofolio kegiatan organisasi. Fokus manajemen risiko ini adalah mengenal pasti risiko danmengambil tindakan yang tepat terhadap risiko, yang tujuannya adalah secara terus menerusmenciptakan atau menambah nilai maksimum kepada semua kegiatan organisasi. Manajemenrisiko ini akan mengungkapkan pemahaman tenntang adanya potensi risiko upside dan risikodownside dengan segala faktor- factor yang dapat mempengaruhi organisasi. Manajemen risikoini dapat meningkatkan peluang keberhasilan dan mengurangi peluang kegagalan serta ketidakpastian pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Organisasi menghadapi risiko yangberasal dari faktor internal dan external. Ada beberapa risiko yang saling tumpang tindih, risikoini dapat dikatagorikan atas risiko strategic, risiko keuangan, risiko operasional dan lain- lainRisiko Keuangan (Financial Risk)Risiko ini pemicunya adalah dari factor luar (exogenous) di luar kemampuan organisasimengendalikannya, seperti:1. Risiko kerugian karena perubahan suku bunga (Interest rate).2. Risiko kerugian karena perubahan kurs valuta asing (Foreign exchange).3. Risiko kerugian karena kredit macet (Default)4. Risiko kerugian karena ketidakmampuan internal organisasi menyediakan uang tunai (Liquidity and cashflow). Hal ini disebabkan factor internal (endogenous factor), yang sesungguhnya ada dalam jangkauan pengendalian manajemen.
  • 8. Risiko Strategis (Strategic Risk)Risiko ini pemicunya adalah murni karena perubahan yang terjadi dari luar organisasi seperti:1. Risiko kerugian karena persaingan (Competition).2. Risiko kerugian karena perubahan/ pergeseran selera pelanggan (Customer change).3. Risiko kerugian karena perubahan industry disebabkan adanya teknologi baru (Industry change).4. Risiko kerugian karena pergeseran permintaan pelanggan disebabkan merosotnya penerimaan organisasi (Customer demand).5. Risiko kerugian karena beberapa perusahaan melalui bergabung (Merger integration), hal ini dipengaruhi dari internal (Kehilangan SDM, Kelemahan system, Riset pengembangan tidak berhasil) dan external ( Kegagalan dalam merekrutmen, Gangguan pada pemasokan bahan baku perusahaan atau saluran pengiriman hasil produksi).Risiko Operasional (Operational Risk)Risiko ini murni akibat internal organisasi seperti:Risiko kerugian akibat pengendalian keuangan yang lemah karena kesalahan/ kelalaian dalampembukuan keuangan / system akutansi (Accounting Control). Risiko ini dipengaruhi dua factoryaitu internal dan external seperti:1. Recruitment yaitu kegagalan dari rekrukmen yang menyebabkan tidak efisiensi suatu organisasi.2. Supply chain yaitu kerugian karena gangguan pada saluran pemasokan bahan baku perusahaan atau saluran pengiriman hasil produksiDerajat Risiko ( Degree of Risk)
  • 9. Besarnya risiko objektif yang timbul dalam satu situasi (Derajat/ kadar risiko) adalahSimpangan kemungkinan kerugian actual dengan kerugian yang diharapkan dibagidengan kerugian yang diharapkan.Berikut risiko internal dan external dapat dilihat pada Gambar 1. EXTERNALLY DRIVEN RISIKO KEUANGAN RISIKO KEUANGAN • Rasio Bunga • Kompetensi • Kurs Valuta Asing • Perubahan Selera Pelanggan • Kredit • Perubahan Industri • Permintaan Pelanggan Likiudasi dan Pemengang Uang Penelitian dan Pembangunan Modal Intelektual (Investor) INTERNAL DRIVEN Kontrol Keuangan Sistem Informasi Rekrukmen Ases Publik, Pekerja Penawaran Properti, Produk dan pelayanan Regulasi/peraturan Kebudayaan Papan informasi Kontrak Komposisi Peristiwa Murni Pengusaha Lingkungan RISIKO OPERASIONAL RISIKO HAZARD (kondisi fisik dan non fisik) EXTERNALLY DRIVEN
  • 10. Proses Manajemem RisikoMenejemem risiko akan melindungi dan menambah nilai kepada stakeholders organisasi dengancara :1. Menyediakan rencana kerja organisasi yang dapat dilaksanakan untuk akan datang secara konsisten dan terkendali.2. Memperbaiki pengambilan keputusan, perencanaan, penyusunan skala prioritas secara komprehensif kegiatan usaha, fluktuasi (volatility), peluang dan ancaman proyek.3. Menyumbang pada pengunaan dan pengalokasian modal dan sumberdaya organisasi yang lebih efisien.4. Mengurangi fluktuasi pada bidang- bidang usaha yang tidak penting.5. Mengembangkan dan mendukung pengawai tentang pengetahuan dasar organisasi.6. Mengoptimalkan efisiensi operasi.Pertanyaan: Bagaimana melakukan teknik identifikasi risiko dan asesmen risiko. Tujuan Strategis Organisasi Asesmen Risiko, Analisis Risiko, Identifikasi Modifikasi Formal Audit Risiko, Deskripsi Risiko, Estimasi risiko dan Evaluasi Risiko Pemantauan Sumber: Hinsa siahaan. 2007Ancaman dan Peluang Pelaporan Risiko, Tindakan atas Risiko Gambar: 2 Proses Manajemen Risiko Risiko Pelaporan Residu Keputusan
  • 11. Tabel : 2 Deskripsi RisikoN Nama Risikoo Deskripsi kualitatif kejadian, ukuran, jenis, jumlah, dan1 Lingkup Risiko ketergantungan. Strategis, operational, keuangan, pengetahuan, dan ketaatan2 Sifat Risiko kepada peraturan.3 Stakeholders Stakeholders beserta harapan- harapannya.4 Kuantifikasi Risiko Signifikan dan peluang Potensi kerugian dan dampak risiko terhadap keuangan Nilai Risiko5 Toleransi Risiko Peluang dan besarnya potensi kerugian dan keuntungan. Tujuan pengendalian risiko dan kinerja yang diinginkan Tindakan atas risiko Alat utama mengelola risiko yang berlangsung/ berjalan sekarang.6 dan Mekanisme Tingkat confidence pengendalian yang ada sekarang. pengendalian Identifikasi protocol pemantauan pengkajian ulang Potensi tindakan untuk7 Rekomendasi mengurangi/ menurunkan risiko perbaikan Pengembangan strategi Identifikasi fungsi apa dalam organisasi yang bertanggung jawab8 dan peraturan atas pengembangan strategi dan peraturanSumber: Hinsa siahaan. 2007
  • 12. Estimasi risiko dapat berupa kuantitatif, semi kuantitatif dan kualitatif dalam kemungkinanterjadinya, serta konsekuensinya (Ancaman), ini dapat dilihat pada Tabel 3.Tabel : 3 Konsekuensi Ancaman dan Peluang Dampak keuangan terhadap organisasi kemungkinan melebihi rupiah.. Pengaruh sangat signifikansi terhadap strategi organisasi atau kegiatan Tinggi (high) operasi. Signifikansi terhadap kepentingan stakeholders Dampak keuangan terhadap organisasi kemungkinan berkisar rupiah … Pengaruh sedang- sedang saja terhadap strategi organisasi atau kegiatan Sedang (medium) operasi. Kepentingan stakeholders sedang- sedang saja. Dampak keuangan terhadap organisasi kemungkinan kurang dari rupiah Pengaruh rendah saja terhadap strategi organisasi atau kerugian Rendah (low) operasional. Kepentingan stakeholders rendah.Sumber: Hinsa siahaan. 2007Tabel : 4 Peluang Terjadinya AncamanEstimasi Deskripsi Indikator Mungkin terjadi Punya potensi terjadi beberapa kali dalam priode tertentu (10Peluang setiap tahun atau tahun). Tinggi lebih dari 25% akan terjadi. Telah terjadi pada tahun terakhir. Mungkin terjadi Dapat terjadi lebih dari 1x dalam priode. dalam priode 10Peluang tahun atau Sulit dikendalikan karena ada pengaruh (factor) external. Sedang kemungkinan terjadi kurang Apakah dalam sejarahnya pernah terjadi. dari 25%.Peluang Tidak mungkin Belum pernah terjadi.
  • 13. terjadi dalam 10 tahun atau kurang Tidak mungkin terjadi Rendah dari 25% kemungkinannya terjadi.Sumber: Hinsa siahaan. 2007Tabel : 5 Kemungkinan Terjadinya Peluang UntungEstimasi Deskripsi Indikator Hasil menguntungkan mungkin dicapai dalam Clear opportunity which can be relied on withPeluang satu tahun atau lebih reasonable certainty, to be achieved in the shot termTinggi 75% keuntungan based on current management processes. diharapkan akan terjadi. Reasonable prospects of Opportunity which may be achieved but which requirePeluang favourable results in one careful management.Sedang year of 25% to 75% Opportunity which may arise over and above the plan. chance of occurance. Some chance of Possible opportunity which has yet tobe fully investigated favourable outcame in by management.Peluang the medium term or less Opportunity for which the likelihood of success is low onRendah than 25% chance of the basic of management resources currently being accurance. applied.Sumber: Hinsa siahaan. 2007Fungsi Manajemenn RisikoFungsi manajemen risiko adalah:1. Menetapkan kebijakan dan strategi menajemen risiko.2. Primary champion of risk management pada tingkat strategis dan operational.3. Membangun budaya sadar risiko di dalam organisasi melalui pendidikan yang memadai.4. Menetapkan kebijakan risiko internal dan struktur pada unit usaha.5. Mendesain dan mengkaji ulang proses manajeman risiko.
  • 14. 6. Pengkoordinasian berbagai macam kegiatan fungsional yang memberikan nasihat tentang masalah- masalah manajemen risiko dalam organisasi.7. Membangun proses cepat tanggap risiko, meliputi penyusunan program kontingensi dan kesinambungan bisnis.8. Menyiapkan laporan tentang risiko kepada dewan direksi dan kepada stakeholders.Ciri Khas Definisi Manajemen Risiko :1. Manajemen risiko adalah proses, bukan ckecklist, sangat dinamis dan selalu memberikan umpan balik kepada dirinya sendiri.2. Perusahaan hanya boleh mencoba dan memastikan risiko aktualnya dengan yang direncanakannya, serta risiko yang diinginkan, simpangan (deviasi) antara risiko dengan risiko yang ditargetkan harus diharapkan akan terjadi.3. Salah satu aspek proses manajemen risiko dengan risiko yang menurut keyakinan perusahaan harus diambil.4. Aspek lainnya, yaitu purely diagnostic, adalah benar- benar diagnose dan berusaha memastikan bahwa risiko perusahaan sesuai dengan risiko yang menurut pandangan senior dan direktur patut diambil.Orang bijak mengatakan mungkin risiko yang paling besar dari semua risiko adalah usahamenghindari risiko.Manusia tidak hidup dalam dunia yang statis karena keberadaan setiap orang selalumenghadapi bahaya dan mendapat ancaman dari perubahan lingkungan hidup, sehinggasecara fisik maupun kultur setiap orang akan mengubah cara pandangnya untuk melihatdan mengelola risiko.Ada tiga kesalahan risiko yang sering mendapat perhatian yaitu:1. Semua risiko adalah buruk
  • 15. Ada risiko yang mencelakakan semua orang,tetapi sangat sukar mengidentifikasi itu risiko, karena tidak ada orang mendapat manfaat dari risiko tersebut seperti bencana alam.2. Ada sebagian risiko sangat buruk, karenanya tidak pernah dapat toleransi, sehingga harus dihilangkan walaupun berapa biayanya, seperti adanya polusi3. Bermain aman adalah yang paling aman dilakukan. Keputusan Menghadapi Risiko dari Sudut Keuangan Bagaimana suatu perusahaan yang kemungkinan terjadinya risiko dapat dijelaskan pada Gambar 3. Besarnya Kerugian * Bencana kenaikan harga minyak Tinggi *Total penciutan kas internal *Transfer telegram salah pada bank *system reservasi lewat web terganggu *Tuntutan asuransi karyawan Rendah *Pemeliharaan armada pesawat terbang 0 Manfaat Informasi Rendah Tinggi Sumber: Hinsa siahaan. 2007 Gambar 3. Keputusan Menanggulangi Risiko dari Sudut Pandang KauanganPengembalian (Return) Investasi
  • 16. Pengembalian yang diharapkan investor dari membeli saham adalah dari dividen dan perubahanharga saham, capital gain jika terjadi apresiasi dan capital loss jika yang terjadi depresiasi.Pengukuran return dapat dilakukan dengan beberapa metode. Tingkat pengembalian selamapriode investasi dihitung dengan rumus : HPR =Dengan:HPR = Pengembalian selama periode investasi ( Holding period of return)HPY = Hasil Pengembalian selama periode ( Holding period yield)HPY = HPR - 1Illustrasi:1Investor membeli saham ABC pada awal tahun sebesar Rp 200; dan pada akhir tahun sahamtersebut dijual dengan harga Rp 220; Artinya pengembalian saham (HPR) saham ABC adalahRp 220 : Rp 200 = 1,1, dan HPY = 1,1 – 1 = 0,1 atau 10%.Pengukuran dengan Rata- Rata Hitung dan Rata- Rata GeometrikRumus Arithmetic Mean adalah: AM = ∑ HPY / nDengan : ∑ HPY / n = Jumlah seluruh HPY dengan menggunakan rata- rata aritmatikaDengan melihat illustrasi 1, maka Tingkat Pengembalian Saham ABC selama 5 Tahun adalah: Tahun HPY = HPR - 1 HPR 1 10% (Rp220 : Rp200) 1,1 2 30% (10%xRp200 + Rp240 : Rp200) 1,30 3 -20% 0,80 4 0% 1,00Tingkat Pengembalian berdasarkan Rata- Rata Hitung adalah:
  • 17. AM = = 8%.Rumus Geometric mean adalah: GM = [ ∏ HPR ] – 1 = 0,0654 = 6,54% 1/2Nilai Akumulasi Investasi dari Saham ABC dengan investasi Rp 1000 selama 5 Tahun adalah Tahun HPY Nilai Investasi 1 10% Rp 1.100 (10% x Rp1000 + Rp1000) 2 30% Rp 1.430 3 -20% Rp 1.144 4 0% Rp 1.144 5 20% Rp 1.373Jumlah Akumulasi dengan rata- rata hitung selama 5 Tahun adalah:Rp 1000 x (1,08)5 atau nilai HPR/5 = Rp 1.469Jumlah Akumulasi dengan rata-rata geometric selama 5 Tahun adalah:Rp 1000 x (1.0654)5 atau GM + 1 = Rp 1.373