Your SlideShare is downloading. ×
0
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Ritual dan Tradisi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Ritual dan Tradisi

1,984

Published on

Kumpulan tulisan yang berkaitan dengan RITUAL …

Kumpulan tulisan yang berkaitan dengan RITUAL

Published in: Spiritual, Technology
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,984
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. RITUAL KUMPULAN TULISAN YANG BERKAITAN DENGAN RITUALDIKOMPILASI OLEH: DIYAH PERWITOSARI
  • 2. Definisi Ritual Secara AntropologisVictor Turner: “prescribed formal behavior for occasions not givenover to technological routine, having reference to belief in mysticalbeings or powers. The symbol is the smallest unit of ritual “ (1967:19)Stanley Tambiah: “a culturally constructed system of symboliccommunication. It is constituted of patterned and orderedsequences of words and acts, often expressed in multiple media,whose content and arrangement are characterized in varyingdegree by formality (conventionality), stereotypy (rigidity), condensation(fusion), and redundancy (repetition)” (1979: 119).Sumber: Introducing Anthropology of Religion: Culture to theUltimate, Jack Eller, Taylor & Francis, 2007, Hal.: 110
  • 3. Definisi Ritual Secara Antropologis (contd.)Anthony Wallace: “communication without information: that is to say, each ritual is a particularsequence of signals which, allows no uncertainty, no choice, and hence, in the statistical sense ofinformation theory, conveys no information from sender to receiver. It is, ideally, a system ofperfect order and any deviation from this order is a mistake” (1996: 233)Thomas Barfield: “prescribed, formal acts that take place in the context of religious worship “aswell as” any activity with a high degree of formality and a nonutilitarian purpose. This usageincludes not only clearly religious activities, but also such events as festivals, parades, initiations,games, and greetings. In its broader sense, ritual may refer not to any particular kind of event butto the expressive aspect of all human activity. To the extent that it conveys messages about thesocial and cultural status of individuals, any human action has a ritual dimension. In this sense,even such mundane acts as planting fields and processing foods share a ritual aspect withsacrifice and the mass” (1997: 410)Sumber: Introducing Anthropology of Religion: Culture to the Ultimate, Jack Eller, Taylor & Francis,2007, Hal.: 110 - 111
  • 4. Definisi Ritual Secara Antropologis (contd.)Edmund Leach: “Behavior which forms part of a signaling system and which serves to„communicate information,‟ not because of any mechanical link between means and ends, butbecause of a culturally defined communication code”; and “Behavior which is potent in itself interms of the cultural convention of the actor but not potent in a rational-technical sense […] oralternatively behavior which is directed towards evoking the potency of occult powers even thoughit is not presumed to be potent in itself” (1996: 403)“Ritual is then described as particularly thoughtless action-routinized, habitual, obsessive, ormimetic-and therefore the purely formal, secondary, and mere physical expression of logically priorideas” (Bell 1992: 19)Sumber: Introducing Anthropology of Religion: Culture to the Ultimate,Jack Eller, Taylor & Francis, 2007, Hal.: 111
  • 5. Rituals are Meaningful Actions“Rituals that relate broadly to van Gennep‟s notion of rites ofpassage can be seen meaningful actions because they relate tothe positions of individuals and groups within their social structure”Sumber:The Social Implications of Ritual Behavior in the MayaLowlands: A Perspective from Minanha, Belize, Sonja AndreaSchwake, ProQuest, 2008, Halaman 14
  • 6. Understanding Rituals1. Ritual is situational or has a particular social context associated with it.2. Ritual is strategic. There are always relations of power to consider when analyzing ritual action.3. Ritual reproduces or reconfigures a vision of stratigraphy of power in the world(Bell, 1992: 4)Sumber:The Social Implications of Ritual Behavior in the MayaLowlands: A Perspective from Minanha, Belize, Sonja AndreaSchwake, ProQuest, 2008, Halaman 15
  • 7. Prosesi Sedekah LautSumber: Kedaulatan Rakyat, Sabtu Pon 1 September 2012, Hal. 3Setting Lokasi: Pantai Baron, GunungkidulJudul Berita: „Nelayan Baron Berharap Paceklik Ikan Berakhir‟- Prosesi dimulai dengan kenduri yang dilaksanakan di kompleks Pantai Baron- Selanjutnya dua gunungan serta sesaji yang telah disiapkan dibawa ke tepi pantai dan dilarung ke laut- Sedekah laut merupakan ungkapan syukur masyarakat termasuk nelayan di wilayah Pantai Baron atas berkah yang diberikan Allah dan berharap ke depan diberikan rezeki yang lebih (Ketua Unit Nelayan Pantai Baron, Sunardi)
  • 8. Prosesi Sedekah Laut (contd.)- Hasil tangkapan, kini, masih sangat minim, sehingga dengan prosesi sedekah ini juga dimaksudkan agar kondisi paceklik ikan segera berakhir- Sedekah yang diarak berupa berbagai jenis makanan serta sesaji- Digelar juga wayang kulit semalam suntuk sebagai hiburan bagi masyarakat
  • 9. Merti Gunung„Ratusan Warga Ngajeg Berebut Gunungan‟, KR, Senin Pon 27 Agustus 2012,Hal. 6, Setting Lokasi: Ngajeg, Tirtomartani, Kalasan- Kirab budaya dilaksanakan dalam rangka bersih desa atau Merti Dusun- Gunungan berisi makanan dan buah-buahan dikirab dan kemudian diperebutkan ratusan warga- Merupakan ungkapan rasa syukur atas berhasilnya dalam dunia pertanian- Sebagai wujud kerukunan warga dusun Ngajeg- Pusaka Guntur Gati, Bendera Ponco Tunggal, Gunungan Dewi Sri (berisi hasil tanaman) serta 6 gunungan berisi makanan maupun buah-buahan juga dikirabTirtomartani menjadi juara nasional hasil panen tebu
  • 10. Merti Desa„Warga Watugajah Gelar Kirab Budaya‟, KR, Senin Pon 27 Agustus 2012, Hal. 6Setting Lokasi: Dusun Watugajah, Sendangagung, MinggirRundown1. Kirab budaya (gunungan terbuat dari hasil bumi, air yang berasal dari salah satu sendang pitu yang ada di Sleman Barat, patung gajah, kesenian tradisional)2. Doa bersama dan kenduri3. Pegelaran wayang kulit pada malam harinya- Merti Desa sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan antar warga- Pelaksanaan Merti Desa sebagai bentuk pelestarian budaya- Merupakan acara tiga tahunanSebelum 2009, Watugajah sering mengalami gagal panen yang disebabkan oleh hama termasuktikus. Sehingga warga sepakat untuk mengadakan Merti Desa.
  • 11. Merti Desa (contd.)Sumber: Radar Jogja, Senin 27 Agustus 2012, Hal. 6Setting Lokasi: Desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo„Lestarikan Tradisi, Warga Gelar Merti Desa‟- Untuk melestarikan tradisi dan sekaligus wujud syukur masyarakat dengan dibatalkannya rencana pembangunaan Waduk Tinallah- Merupakan event tahunan- Dimulai dari wilayah Dusun Kedungrong menuju lapangan Desa Purwoharjo (4km)- Masing-masing peserta membawa 5 (lima) ambengan atau nasi tumpeng dengan uba rampe- Ambengan dikumpulkan – didoakan – dimakan bersama (kembul bujana)
  • 12. Bersih Dusun Siyono-GlidagSumber: KR, 5 September 2012, Hal. 3Berita Foto“Kirab reyog, jathilan dan wayang kulit menjadi puncak acarabersih dusun di Siyono dan Glidag Logandeng, Playen,Gunungkidul, Senin (3/9) malam. Suparno, ketua penyelenggaraacara bersih dusun Siyono-Glidag mengatakan kegiatan inisebagai bentuk syukur kepada Tuhan. Acara ditutup denganwayang kulit dengan dalang Ki Sutrisno dari Nglipar. Tampak kirabreyog bersih dusun di Siyono”
  • 13. „Merenungi Tradisi Jawa “Melekan”‟Sumber: Mawas Diri, Februari 1991, Hal. 45 – 51- Melekan diselenggarakan oleh sekelompok warga masyarakat dalam rangka silaturahmi pada malam hari bertepatan dengan adanya hajat kecil-kecilan, misalnya sepasaran, selapanan.- Melekan disebut juga tirakatan yang berarti keprihatinan atau menahan hawa nafsu- Acara utama melekan adalah menyantap hidangan yang bersifat rohani dalam bentuk mendengarkan tembang macapat yang diambil dari buku – buku yang mengandung ilmu kerohanian- Kata melek memiliki dua sisi pengertian, (1) bersifat harfiah atau lahiriah yaitu bahwa orangnya tidak tidur, dan (2) bersifat batiniah atau maknawi , yaitu bahwa hati orangnya tidak tidur, mata hatinya melek untuk menyerap ajaran kerohanian, yang sinar-sinarnya mampu menerangi jalan kehidupannya menuju Tuhan YME.
  • 14. King Hoo Ping / Chao DuSumber: KR, Selasa Pon 23 Agustus 2012, Hal. 16Setting Lokasi: Kota MagelangJudul Berita: „King Hoo Ping‟ untuk Ketenteraman- Ritual digelar di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang- Ritual diakhiri pembakaran beberapa miniatur, replika di halaman klenteng- Beberapa bendera bertuliskan nama leluhur masing – masing keluarga menghiasi atas meja- Di bagian dinging tertempel beberapa lembaran kertas yang terdapat nama – nama keluarga
  • 15. King Hoo Ping / Chao Du (contd.)Urutan acara:1. Pada pagi hari para pengurus melakukan sembahyang Tri Dharma2. Upacara pembersihan lingkungan semesta, termasuk hati masing – masing3. Serangkaian ritual, yang dipimpin oleh seorang Bante, dari pagi hingga soreRitual ini merupakan upacara pelimpahan jasa untuk (1) paraleluhur atau para pendahulu termasuk para pahlawan, pejuangkemerdekaan dan semua orang yang berjasa terhadap negara,keluarga dan semua orang, dan (2) semua makhluk
  • 16. King Hoo Ping / Chao Du (contd.) Dalam pelimpahan jasa ini, umat memiliki niat berbuat kebajikan dengan berbagi keberuntungan yang biasanya dalam bentuk bahan – bahan kebutuhan pokok (melambangkan memberi dan bermurah hati) Doa – doa yang dipanjatkan bertujuan untuk memanggil atau menyapa, baik yang terlihat maupun tidak terlihat untuk diajak bersama – sama mendengarkan Dharma (merupakan wejangan Dharma, mengajak bersama – sama bersujud kepada Tuhan)
  • 17. Sermo Hamengku GatiSumber: KR, 1 Oktober 2012, Hal. 26Judul: Semo Hamengku Gati – Tradisi Tabur Bunga danMemandikan TernakSetting Lokasi: Kokap- Masyarakat sekitar Waduk Sermo melakukan tabur bunga di tengah waduk dan guyang rajakaya atau memandikan hewan ternak dalam serangkaian upacara tradisi gelar budaya Sermo Hamengku Gati- Masyarakat sekitar Waduk Sermo meyakini masih banyak makam terendam air Waduk Sermo – termasuk makam Kyai Sermo Joyo dan para tokoh pendiri wilayah Sermo yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya
  • 18. Continued- “Tidak semua makam di wilayah genangan waduk dipindahkan. Mudah – mudahan segala dosa mendapat pengampunan dan amal kebaikannya diterima Tuhan” – Suhartono, tokoh warga Sermo Tengah, Desa Hargowilis- Acara dihadiri staf ahli Pemkab Kulonprogo, Agus Santoso; anggota DPRD, Widiyanto; Camat Kokap, Agus Subagyo; Kades Hargowilis, Dalijan- Usai tabur bunga dan berdoa, dilanjutkan dengan memandikan kambing milik warga – ungkapan syukur masyarakat kepada Tuhan, karena hewan ternak yang dipelihara dapat berkembang
  • 19. Merti Dusun KwedenSumber: KR, 1 Oktober 2012, Hal. 4Judul: Bupati Apresiasi Merti Dusun di KwedenSetting Lokasi: Bantul, DIY- Dilakukan kirab jodang dalam rangkaian acara merti dusun di Pedukuhan Kweden, Trirenggo- Bupati, Sri Surya Widati – acara ini mampu mendukung khasanah budaya dan wisata di Bantul dan bisa diagendakan sebagai kegiatan budaya tahunan, bisa didaftarkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul untuk dibantu dananya- Merti Dusun Kweden masih sepenuhnya dari swadaya masyarakat setempat
  • 20. Nyadran di TemanggungSumber: KR, 29 September 2012, Hal. 19Judul: Warga Lereng Sumbing Mohon Hujan – Petani KopiSadrananan Seribu KetupatSetting Lokasi: Temanggung, Jawa Tengah- Sebagai wujud syukur karunia Tuhan atas limpahan hasil panen kopi, petani Dusun Gedongan Desa Ngamplak Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung menggelar Nyadran Seribu Ketupat di Lembah Dawuhan (sumber mata air) di utara dusun tersebut
  • 21. ContinuedRundown1. Subuh, warga menyiapkan ketupat berikut sayur2. Begitu bunyi kentongan ditabuh, serentak tua muda, laki-laki dan perempuan serta anak sekolah membawa ketupat ke lokasi upacara3. Gunungan ketupat berikut sajian diarak dan diiringi kesenian kuda lumping4. Sampai di Lembah Dawuhan, warga berkumpul di tanah datar5. Berdoa dipimpin sesepuh desa6. Pembagian ketupat kepada semua orang yang datang7. Pesta air dan pelepasan unggas di sumber air8. Makan bersama
  • 22. ContinuedNyadran juga dilakukan warga di lereng Gunung Sumbing, DesaTlahap Kecamatan Kledung, TemanggungTujuan:(1) memohon hujan, (2) terhindar kebakaran hutan, dan (3) panen tembakau(2) membawa berkah bagi wargaRundown1. Ratusan warga membawa tumpeng untuk diusung ke sumber air (Tuk Tlahab)2. Tumpeng beserta ingkung ayam yang dikemas dalam tenong dijejer hingga ratusan meter3. Tumpeng didoakan oleh tokoh agama setempat4. Tumpeng dan ubo rampe dibawa pulang oleh warga untuk disantap di rumahnya masing-masing
  • 23. ‘Baritan’Sumber: KR, 19 September 2012, Hal. 9Judul: Peternak Sapi Wonosobo – Gelar Ritual Budaya „Baritan‟Setting Lokasi: WonosoboMeningkatkan produktivitas hewan ternak sapi sehat, DinasPeternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Wonosobomelakukan pemeriksaan gratis di sentr peternakan sapi di DesaSimbang Kecamatan Kalikajar Kabupaten Wonosobo – dikemasmelalui Ritual Budaya Bubar Ngarit Slametan (Baritan) yang berartihabis merumput melakukan selamatan ini sebagai bentukdukungan terhadap program swasembada daging sapi 2012
  • 24. ContinuedRundown- Ratusan peternak sapi di Desa Simbang mengumpulkan seluruh hewan ternak sapi di lapangan- Doa bersama berharap hasil peternakan sapi terus meningkat- Diakhiri dengan acara tumpengan, yaitu acara makan bersama hasil bumi atau kembul bujono
  • 25. Pembukaan Cupu Kyai PanjoloSumber: KR, 19 September 2012, Hal. 3Judul: Upacara Pembukaan Cupu Kyai Panjolo – DitemukanGambar Pulau Sumatera TerbalikSetting Lokasi: Dusun Mendak Girisekar, Wonosari- Upacara pembukaan Cupu Kyai Panjolo dipercayai berisi ramalan kejadian alam satu tahun mendatang- Ketiga selimut cupu, yaitu Palangkinantang, Semarkinandu dan Kenthiwiri, disimpan di rumah Juru Kunci Dwijosumarto
  • 26. ContinuedRundownDibuka setahun sekali tiap menjelang musim hujan – dipergunakan untukmemprediksi hasil pertanian – saat ini banyak dipercaya sebagai ramalanberbagai bidang termasuk pemerintahan, kondisi keamanan negara,politik, bencana alam1. Diawali dengan berdoa2. Kenduri dan kembul dahar (makan bersama)3. Pembukaan lembar demi lembar kain kafan selimut cupu4. Gambar dan benda pada selimut diteliti dengan disaksikan ribuan peziarah5. Terdapat 58 simbol maupun gambar ditemukan dalam selimut Cupu Kyai Panjolo
  • 27. Continued Kain dalam keadaan kering: (1) tulisal lafal Allah dalam huruf Arab, (2) gambar seorang pria mengenakan jas, (3) gambar lingkaran, (4) kendi, (5) gunung berapi mengeluarkan asap, dan (6) gambar pulau Sumatera terbalik) Kain dalam keadaan kotor: (7) tokoh wayang Raden Sombo, (8) tokoh dewa Bathara Nurada memberikan wejangan, (9) gambar lingkaran berwarna keemasan, (10) bercak darah, (11) kepala manusia bermata lebar dan berkumisPosisi- Cupu Kyai Semar Kinandu condong ke Utara- Cupu Palang Kinantang condong ke Barat Daya- Cupu Kenthiwiri tegak lurus
  • 28. Bersih Desa Sendang SinongkoSumber: KR, 8 September 2012, Hal. 18Judul: Bersih Desa Sendang Sinongko – Bersyukur, SembelihKambingSetting Lokasi: Desa Pokak Kecamatan Ceper Klaten- 100 ekor kambing disembelih dalam puncak perayaan gelar budaya bersih desa di Sendang Sinongko pada pukul 0400 – 0600 WIB- Pesta makan kambing dilaksanakan usai salat Jumat – (1) warga Dukuh Pokak, Tegal Sendang dan Tegal Dhuwur datang membawa sejumlah tenong berisi sejumlah makanan – (2) tenong-tenong yang sudah dinamai dikumpulkan dalam satu tempat dan dimakan bersama-sama
  • 29. Continued- Warga meyakini, jika melakukan sedekah akan mendapatkan ganti yang lebih besar- Ritual ini sudah berlangsung turun temurun sejak ratusan tahun lalu – sebagai wujud syukur lantaran keberadaan Sendang Sinongko secara tidak langsung sudah membantu kehidupan warga setempat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani- Petani sering memanfaatkan air Sendang untuk irigasi – ritual wajib diikuti (Nur Sirah) karena menikmati air di Sendang untuk pertanian
  • 30. Definisi Tradisi“… sets of believes held or espoused over some generations having incommon certain themes of interpretation, certain conceptions, certainassessments”Sumber: Tradition, Edward Shils, University of Chicago Pres, 2006,Hal. 263“Tradition is the process whereby a people or community try to understandtheir present in the light of their past which is part of their present. Tradition isalways defined in the present because the present is the meeting pointbetween the past and the future, the past is transmitted into the present, andthe present is in the passage to the future”Sumber: Aawambo Kingdoms, History and Cultural Change: Perspectivesfrom Northern, Ampala and Shigwedha, Basler Afrika Bibliographien, 2006,Hal. 5
  • 31. Tradisi „Tidur‟Sumber: KR, Minggu Pahing 7 Agustus 2012, Hal. 17Setting Lokasi: Masjid Mataram, Kotagede, Jagalan, Banguntapan, BantulJudul Artikel: Aura Masa Lalu Masjid Mataram Kotagede ditulisoleh Surya Adi Lesmana- „Tidur‟ merupakan tradisi memukul bedug yang dilakukan 15 menit sebelum Salat Ashar dimulai sehari jelang bulan Ramadan.- Dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat, mereka secara bergantian menebuh bedug mewarisi tradisi yang telah ada sejak zaman Panembahan Senopati.- Makna: membangunkan orang tidur agar mempersiapkan diri menghadapi puasa
  • 32. Permainan yang Dijadikan TradisiSumber: KR, 11 Februari 2012, Hal. 20Judul: Permainan Bola Api Kian LangkaSetting Lokasi: Desa Kalinongko, Kecamatan Loano, KabupatenPurworejo- Permainan bola api pada kegiatan karnaval perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap dilakukan meski harga minyak tanah melambung- Sejak harga minyak tanah mahal, jarang kegiatan permainan bola api ini diselenggarakan – bahkan sebagian besar kegiatan karnaval diselenggarakan siang hari karena tidak membutuhkan minyak tanah
  • 33. Continued- Saat harga minyak tanah di bawah harga premium, kegiatan diselenggarakan setiap masjid dan musala pada karnaval khotmil Quran di Purworejo- Namun bagi jamaah Masjid At-Taibin, karnaval kholtim Quran pada malam hari sudah menjadi semacam tradisi sehingga sulit dihilangkan – kalau diganti siang hari menjadi tidak meriah lagi- Permainan bola api ini semacam permainan tongkat yang di setiap ujungnya dibalut kain goni. Sebelumnya direndam minyak tanah agar meresap sampai dalam. “Setiap kali akan dinyalakan juga harus dimasukkan dalam inyak tanah agar menghasilkan bola api yang besar” – untuk sedikit menghemat, minyak tanah dicampur solar
  • 34. ‘Gorek’Sumber: KR, 23 September 2012, Hal. 15Judul: „Gorek‟, Kearifan Lokal Berbagi RezekiSetting Lokasi: Perkebunan Kopi Badan Usaha Milik Negara PTPerkebunan Nusantara IX Divisi Tanaman Tahunan KebunSukamangli Afedling Bandarejo Temanggung- „Gorek‟ – memungut sisa panen kopi satu hari setelah perusahaan menyatakan panen berakhir- Warga sekitar perkebunan dan sejumlah kecamatan tetangga berdatangan masuk perkebunan sebelum Subuh secara perorangan maupun berombongan dengan mengendarai kendaraan bak terbuka
  • 35. Continued- Biji kopi yang diperoleh lalu dimasukkan ke dalam wadah yang kemudian dijual kepada pedagang yang telah menunggunya, atau dibawa pulang.- Rata-rata warga mendapat 3-4 kg biji kopi kering.- Tahun ini hasil gorek dihargai Rp. 4.000 perkilogram oleh pedagang.- Bagi yang membawa pulang hasil gorek, ada yang berpikir bahwa RP. 4.000 perkilogram terlalu murah sehingga lebih baik dikonsumsi untuk keluarga saja
  • 36. Continued- Kades Sidoarjo, Slamet Budiyono: “‟Gorek‟ sudah menjadi salah satu tradisi dan menjadi andalan warga untuk mendapat tambahan pendapatan atau turut menikmati kopi dari PTPN – ada kearifan lokal yakni saling berbagi antara perusahaan dengan warga sekitar”- Merupakan tradisi turun menurun sejak awal keberadaan perkebunan (Sinder perkebunan, Minarno)- Pihak perkebunan ada yang ikut membeli dari warga- Pihak kepolisian diterjunkan untuk turut menjaga dan mengamankan tradisi gorek yang diikuti ribuan warga
  • 37. GubyahSumber: KR, 15 September 2012, halaman 17Judul: Gubyah, Bersihkan Sungai Sambil Mohon HujanSetting Lokasi: Kalibening, Banjarnegara- Lima bulan kemarau membuat petani tak bisa bercocok tanam – tanaman padi yang ada terancam puso (kekeringan)- Debit Sungai Brukah (sumber air andalan Desa Kalibening, Sikumpul, Sirukem, Bedana, dan Karanganyar) menyusut tajam- Lelaki-perempuan, tua-muda, membawa alat penangkap ikan di sepanjang sungai untuk mencari ikan, membuang endapan sampah di dasar sungai, juga berharap pada musim hujan mendatang bebas banjir
  • 38. Continued- Gubyah, menurut salah satu warga bernama Budi, merupakan tradisi turun menurun sejak dulu kala – dilakukan setiap tahun sekali di saat kemarau- Dalam situasi normal, Sungai Brukah memberi kemakmuran namun pada musin hujan kerap mendatangkan bencana bagi para petani – sungai meluap hingga berhari-hari dan merendam lahan pertanian- Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, tak lama setelah digelar gubyah hujan bakal turun (Joko Prasetyo)

×